Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Prosedur Kerja :
1. Semua mencit dipuasakan mulai jam 17.00 (16 jam)
2. Ambil 10 mencit beri nomor dan timbang
3. Semua volume direncanakan 0,21 ml/20 g BB mencit, Normal = 0,21 ml/20 g
BB trag %
4. Hitung, ukur dosis dan berikan per-oral masing-masing perlakuan,
kembalikan ke kandang bulat
5. 30 menit kemudian mencit disuntik i.p larutan asam asetat 1% dosis 100
mg/kg BB mencit
6. Catat waktu jarum suntik dicabut dan waktu mencit mulai menggeliat
7. Amati geliat mencit dan hitung jumlah geliat 10 menit sesudah pemberian
asam asetat
8. Catat masing-masing data dalam table jumlah geliatan setiap 5 menit selama
30 menit
9. Catat data praktek hari ini, rata-ratakan jumlah geliatan tiap kelompok
10. Hitung efek analgetil menggunakan rumus ; Efek analgetik = 100 P/K x 100
11. Adanya aktivitas (khasiat) analgetika; zat berefek analgaesik > 50%
12. Buatlah laporan dan serahkan maksimum pahi hari ini

B. Alat dan Bahan :


1. Alat :
a. Timbangan mencit
b. Alat suntik 1 ml
c. Sonde oral mencit
d. Bejana pengamatan
e. Alat pengukur waktu
2. Bahan :
a. Diklofenak tablet
b. Piroksikam tablet
c. Tragakan
d. Asam asetat 1% steril
e. Etanol 70%
f. Kapas
C. Perhitungan :
a. Perhitungan dosis tragakan 1/2% 0,21 ml/20gBB
Mencit nomor 1 dengan BB 19,86 g
0,21
19,36 / = 0,20
20 /
Nomor 2 BB 17,72 g
0,21
17,72 = 0,19
20
Nomor 3 BB 18,66 g

0,21
18,66 = 0,20
20

Nomor 4 BB 17,55 g

0,21
17,55 = 0,18
20
Nomor 5 BB 18,67g

0,21
18,67 = 0,20
20

b. Perhitungan asam asetat


Nomor 1 BB 19,36 g
19,36 /
100 = 1,94
1000 /
1,94
100 = 0,19
1000

Nomor 2 BB 17,72 g
17,72 /
100 = 1,77
1000 /
1,77
100 = 0,17
1000

Nomor 3 BB 18,66 g
18,66 /
100 = 1,87
1000 /
1,87
100 = 0,19
1000
Nomor 4 BB 17,55 g
17,55 /
100 = 1,76
1000 /
1,76
100 = 0,18
1000
Nomor 5 BB 18,67 g
18,67 /
100 = 0,19
1000 /
1,87
100 = 0,19
1000
Nomor 6 BB 17,42 g
17,42 /
100 = 1,74
1000 /
1,74
100 = 0,17
1000
Nomor 7 BB 19,38 g
19,38 /
100 = 1,94
1000 /
1,94
100 = 0,19
1000
Nomor 8 BB 19,45 g
19,45 /
100 = 1,95
1000 /
1,95
100 = 0,20
1000
Nomor 9 BB 19,62 g
19,62/
100 = 1,96
1000 /
1,96
100 = 0,20
1000
Nomor 10 BB 18,42 g
18,42 /
100 = 1,84
1000 /
1,84
100 = 0,18
1000

Perhitungan natrium diklofenak 50 mg


Nomor 6 BB 17,42g

50
12,3 0.0174 = 0,18
60
0,18
1 = 0,18
1
Nomor 7 BB 19,38g

50
12,3 0.01938 = 0,19
60
0,19
1 = 0,19
1

Nomor 8 BB 19,45 g

50
12,3 0.01945 = 0,19
60
0,19
1 = 0,19
1
Nomor 9 BB 19,62 g
50
12,3 0.01962 = 0,20
60

0,20
1 = 0,20
1
Nomor 10 BB 18,43 g

50
12,3 0.01843 = 0,18
60
0,18
1 = 0,18
1

Perhitungan piroksikam10 mg
Nomor 6 BB 17,42g

10
12,3 0.0174 = 0,36
60
0,36
10 = 0,18
20
Nomor 7 BB 19,38g

10
12,3 0.01938 = 0,39
60
0,39
10 = 0,19
20

Nomor 8 BB 19,45 g

50
12,3 0.01945 = 0,19
60
0,19
10 = 0,19
20
Nomor 9 BB 19,62 g

10
12,3 0.01962 = 0,20
60
0,20
10 = 0,20
20
Nomor 10 BB 18,43 g

50
12,3 0.01843 = 0,18
60
0,18
10 = 0,18
20

A. DEFINISI OPERASIONAL
1 geliatan adalah
Mencit yang memenuhi syarat untuk uji geliat adalah
Zat dianggap berefek analgesic jika
Induktor nyeri adalah

VARIABEL DEFINISI

B. CARA ANALISIS
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Tabel hasil pengamatan

no Per bera obat As. Mulai Jumlah geliat 5 ke kum Rat %


La t Acet. geliat a- efek
kua (g) B(m jam (ml) jam ( 1 2 3 4 5 6 (30) rata
n l )
1 N 19,3 0,20 14.09 0,19 14.4 3 14 11 7 4 3 2 41 62,6
6 0
2 N 17,7 0,19 14.09 0,17 14.4 3 13 7 4 7 2 3 36
2 1
3 N 18,6 0,20 14.10 0,19 14.4 1 27 14 14 14 6 6 81
6 1
4 N 17,5 0,18 14.11 0,18 14.42 3 10 12 7 6 4 4 43
5
5 N 18,6 0,20 14.14 0,19 14.44 1 26 22 20 14 16 1 11,2
7 4
6 D50 17,4 0,18 14.33 0,17 15.07 1 19 14 13 14 10 8 78 53,8 14,0
P10 2 0,18 6
7 D50 19,3 0,19 14.39 0,19 15.09 2 11 6 8 6 7 4 42
P10 8 0,19
8 D50 19,4 0,19 14.33 0,20 15.07 1 16 13 10 9 8 8 64
P10 5 0,19
9 D50 19,6 0,20 14.39 0,20 15.09 2 8 2 2 2 0 4 18
P10 2 0,20
10 D50 18,4 0,18 14.38 0,18 15.08 3 16 14 10 11 8 8 67
P10 3 0,18
2. Grafik

Perlakua %getik
n
P1 62,5

% getik
64

62

60

58

56
% getik
54

52

50

48
getik D50 P10

D50
P10

3. Pembahasan

Analgetik adalah senyawa yang dapat menekan fungsi sistem saraf


secara selektif. Digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa mempengaruhi
kesadaran. Analgetik bekerja dengan meningkatkan nilai ambang persepsi
rasa sakit. Berdasarkan meknisme kerja analgetik dibagi menjadi dua yaitu
analgetik non narkotik dan analgetik narkotik. Analgetik non-narkotik
digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang ringan sampai moderat,
sehingga sering disebut analgetik ringan. Analgetik non-narkotik bekerja
menghambat enzim siklooksigenase dalam rangka menekan sintesis
prostaglandin yang berperan dalam stimulus nyeri dan demam. Sedangkan
Analgetik narkotik adalah senyawa yang dapat menekan fungsi sistem saraf
pusat secara selektif. Efek analgesik dihasilkan oleh adanya pengikatan obat
dengan sisi reseptor khas pada sel dalam otak dan spinal cord. Rangsangan
reseptor juga menimbulkan efek euphoria dan rasa mengantuk.
Analgetik dipergunakan untuk mengurangi atau menghalau rasa sakit atau
nyeri. Nyeri yang diinduksikan kepada hewan uji dilakukan menggunakan
metode rangsang kimia. Iritan kimia yang digunakan adalah steril asam
asetat yang diberikan secara intra peritoneal terhadap hewan uji yaitu mencit
(Mus muscullus). Metode rangsang kimia digunakan berdasar atas rangsang
nyeri yang ditimbulkan oleh zat-zat kimia yang digunakan untuk penetapan
daya analgetika (Katzung, 1986).
Mekanisme terjadinya nyeri yaitu adanya rangsangan-rangsangan
mekanis/kimiawi (kalor/listrik) yang dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan
pada jaringan dan melepaskan zat-zat tertentu yang disebut mediator-
mediator nyeri. Pada percobaan ini rangsang nyeri diberikan berupa iritan
kimia, dengan cara menginjeksikan secara intra peritoneal zat iritan berupa
steril asam asetat. Efek nyeri akan timbul dalam waktu yang lebih cepat
karena iritan diberikan sacara intra peritoneal. Setelah rangsang nyeri
menimbulkan reaksi pada mediator nyeri akan timbul geliat pada hewan uji
(Tjay, 2007).
Sebelum dilakukan pengujian pada hewan uji, terlebih dahulu hewan uji
dipuasakan selama kurang lebih 16 jam. Setelah itu diberi nomor pada mencit
dan ditimbang bobot mencitnya. Setalah itu dihitung dosis untuk menentukan
volume tragakan, volume asam asetat, volume diklofenak dan volume
piroksikam yang akan diberikan kepada hewan uji. Hewan ui dibagi kedalam
dua kategori dimana lima hewan uji diberikan perlakuan dengan diberikan
tragacanth dan sebagiannya lagi diberikan perlakuan dengan pemberian
diklofenak dan piroksikam.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Mahasiswa dapat mengetahui dan melakukan praktikum mekanisme kerja
dan efek analgesik diklofenak 50 mg dan piroksikam 10 mg terhadap mencit
putih DDY.
Dalam penelitian, hasil pemeriksaan geliatan pada mencit normal dan
mencit uji mengalami hubungan negative antara dosis dengan efek. Hal ini
disebabkan oleh adanya variasi dosis, biologis, sehingga tidak mungkin
didapatkan hasil geliatan yang tepat sama antar hewan uji (Mencit) yang
berbeda.
a. Jumlah geliatan yang didapat ketika praktikum terhadap kontrol normal
memiliki rata-rata 62,6 dan terhadap kontrol negatif adalah 53,8
b. Diantara perlakuan terhadap D50/P10 terdapat jumlah geliatan yang
lebih sedikit dibandingkan control normal sehingga pemberian control
positif memberikan efek terapi
c. Aktivitas analgetik yang didapatkan adalah 14,06% yaitu 50%

2. Saran
a. Saat mengambil larutan dalam spooit tidak boleh ada gelembung.
b. Mahasiswa lebih tenang dalam melakukan praktikum sehingga hewan uji
tidak merasa stres.
DARTAR PUSTAKA

http//pionas.pom.go.id/monografi/natrium-diklofenak