Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN( SAP )

Pokok bahasan : Kesehatan Reproduksi pada Remaja


Sub pokok bahasan : Meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan
reproduksi
Hari / tanggal : Senin / 13 Oktober 2017
Waktu : 14.30-15.00
Tempat : Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY
Sasaran : Remaja
Petugas : Mahasiswa

A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan
remaja mampu memahami dan mengerti tentang kesehatan reproduksi.
B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja :
1. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi
2. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang organ reproduksi remaja
3. Dapat memberikan informasi tentang cara menjaga kesehatan
reproduksi remaja
C. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
D. Media
Alat peraga dan games
1. Kegiatan Belajar Mengajar

Tahap Waktu Kegiatan pemberian materi Kegiatan sasaran


Orientasi 5 menit Memberikan salam, Menjawab salam
(pembukaan) memperkenalkan diri
5 menit Menyampaikan maksud dan Memperhatikan
tujuan penjelasan

Working Menjelaskan materi Memperhatikan


10 menit
(penyampaian Mengkaji tingkat Menjawab dan
materi) pengetahuan sasaran menyampaikan apa yang
terhadap materi yang akan diketahui
disampaikan dengan cara
apersepsi atau secara lisan
Menjelaskan pada sasaran Memperhatikan
tentang; Mendengarkan
a. Pengertian Kesehatan Kooperatif, bersemangat
Reproduksi Memperhatikan
b. Menjelaskan tentang Mendengarkan
Anatomi dan Fisiologi
Organ Reproduksi
c. Memberikan informasi
tentang fungsi bagian
alat reproduksi laki-laki
dan perempuan
d. Memberitahu remaja
tentang cara menjaga
kesehatan reproduksi

Terminasi Mengevaluasi materi yang Remaja sudah paham


5 menit
(penutup ) telah disampaikan dengan tentang kesehatan
pertanyaan terarah reproduksi

Salam penutup Menjawab salam

2. Evaluasi
a. Evaluasi dilaksanakan selama proses dan pada akhir kegiatan
penkes dengan memberikan pertanyaan secara lisan sebagai
berikut :
1) Bagaimana pengrtahuan remaja tentan kesehatan reproduksi
?
2) Perlukah menjaga organ reproduksi setiap harinya ?
3) Apa saja dampak jika tidak melakukan perawatan atau tidak
menjaga organ reproduksi pada remaja ?
b. Jelaskan Kriteria evaluasi
1) Evaluasi struktur
a) Menyiapkan SAP
b) Menyiapkan materi dan media
c) Kontrak waktu dengan sasaran
d) Menyiapkan tempat
e) Menyiapkan pertanyaan
2) Evaluasi proses
a) Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama
penkes berlangsung
b) Sasaran aktif bertanya bila ada hal yang belum
dimengerti
c) Sasaran memberi jawaban atas pertanyaan pemberi
materi
d) Sasaran tidak meninggalkan tempat saat peenyuluhan
berlangsung
e) Tanya jawab berjalan dengan baik
3) Evaluasi hasil
a) Penyuluhan dikatakan berhasil apabila sasaran mampu
menjawab pertanyaan 80 % lebih dengan benar
b) Penyuluhan dikatakan cukup berhasil / cukup baik
apabila sasaran mampu menjawab pertanyaan antara 50
80 % dengan benar
c) Penyuluhan dikatakan kurang berhasil / tidak baik
apabila sasaran hanya mampu menjawab kurang dari 50
% dengan benar

LAMPIRAN MATERI

A. Kesehatan Reproduksi Remaja


1. Pengertian
Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 61 Tahun 2014,
kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental dan
sosial secara utuh, tidak semata mata bebas dari penyakit atau
kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses
reproduksi. Batasan yang diambil dari definisi menurut World
Health Organization (WHO) ini lebih luas dan dinamis
dibandingkan batasan sebelumnya yang hanya mencakup tiga
aspek yaitu fisik, mental, dan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa
kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari kelengkapan fisik,
mental, dan sosialnya saja, tetapi juga melalui produktivitasnya
dalam berkegiatan, maupun dalam pekerjaan dan mata
pencahariannya.
Kesehatan reproduksi, menurut Konferensi Internasional
Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on
Population and Development) didefinisikan sebagai keadaan
kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya
tiadanya penyakit atau kelemahan, tetapi dalam segala hal yang
berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi serta proses-
prosesnya
B. Materi kesehatan reproduksi
Pengetahuan yang komprehensif diperlukan untuk mampu
mencapai kesehatan reproduksi yang optimal. Kesehatan
reproduksi mencakup pemahaman tentang organ reproduksi dan
proses yang terjadi di dalamnya, upaya memelihara kesehatan
reproduksi, hal pubertas (menstruasi dan mimpi basah) dan
seksualitas, kehamilan dan aborsi, serta penyakit menular seksual
termasuk HIV/AIDS.Berikut ini akan dibahas beberapa materi
yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi,
khususnya pada remaja.
C. Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi
Anatomi fisiologi sistem reproduksi wanita dibagi menjadi
2 bagian yaitu: alatreproduksi wanita bagian dalam yang terletak di
dalam rongga pelvis, dan alatreproduksi wanita bagian luar yang
terletak di perineum.
1. Alat reproduksi wanita bagian luar

a. Mons veneris / Mons pubis


Disebut juga gunung venus merupakan bagian yang
menonjol di bagian depan simfisis terdiri dari
jaringan lemak dan sedikit jaringan ikat setelah
dewasa tertutup oleh rambut yang bentuknya
segitiga. Mons pubis mengandung banyak kelenjar
sebasea (minyak) berfungsi sebagai bantal pada
waktu melakukan hubungan seks.
b. Bibir besar (Labia mayora)
Merupakan kelanjutan dari mons veneris berbentuk
lonjong, panjang Merupakan kelanjutan dari mons
veneris berbentuk lonjong, panjang labia mayora 7-
8 cm, lebar 2-3 cm dan agak meruncing pada ujung
bawah. Kedua bibir ini dibagian bawah bertemu
membentuk perineum, permukaan terdiri dari:
1) Bagian luar
Tertutup oleh rambut yang merupakan kelanjutan
dari rambut pada mons veneris.
2) Bagian dalam
Tanpa rambut merupakan selaput yang
mengandung kelenjar sebasea (lemak).
c. Bibir kecil (labia minora)
Merupakan lipatan kulit yang panjang, sempit,
terletak dibagian dalam bibir besar (labia mayora)
tanpa rambut yang memanjang kea rah bawah
klitoris dan menyatu dengan fourchette, semantara
bagian lateral dan anterior labia biasanya
mengandung pigmen, permukaan medial labia
minora sama dengan mukosa vagina yaitu merah
muda dan basah.
d. Klitoris
Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang
bersifat erektil, dan letaknya dekat ujung superior
vulva. Organ ini mengandung banyak pembuluh
darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat
sensitive analog dengan penis laki-laki. Fungsi
utama klitoris adalah menstimulasi dan
meningkatkan ketegangan seksual.
e. Vestibulum
Merupakan alat reproduksi bagian luar yang
berbentuk seperti perahu atau lonjong, terletak di
antara labia minora, klitoris dan fourchette.
Vestibulum terdiri dari muara uretra, kelenjar
parauretra, vagina dan kelenjar paravagina.
Permukaan vestibulum yang tipis dan agak berlendir
mudah teriritasi oleh bahan kimia, panas, dan friksi.
f. Perinium
Merupakan daerah muskular yang ditutupi kulit
antara introitus vagina dan anus. Perinium
membentuk dasar badan perinium.
g. Kelenjar Bartholin
Kelenjar penting di daerah vulva dan vagina yang
bersifat rapuh dan
mudah robek. Pada saat hubungan seks pengeluaran
lendir meningkat.
h. Himen (Selaput dara)
Merupakan jaringan yang menutupi lubang vagina
bersifat rapuh dan mudah robek, himen ini
berlubang sehingga menjadi saluran dari lendir yang
di keluarkan uterus dan darah saat menstruasi.
i. Fourchette
Merupakan lipatan jaringan transversal yang pipih
dan tipis, terletak pada pertemuan ujung bawah
labia mayoradan labia minora. Di garis tengah
berada di bawah orifisium vagina. Suatu cekungan
kecil dan fosa navikularis terletak di antara
fourchette dan himen.
2. Alat reproduksi wanita bagian dalam
a. Vagina
Vagina adalah suatu tuba berdinding tipis
yang dapat melipat dan mampu meregang secara
luas karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina.
Panjang dinding anterior vagina hanya sekitar 9 cm,
sedangkan panjang dinding posterior 11 cm. Vagina
terletak di depan rectum dan di belakang kandung
kemih. Vagina merupakan saluran
muskulomembraneus yang menghubungkan rahim
dengan vulva. Jaringan muskulusnya merupakan
kelanjutan dari muskulus sfingter ani dan muskulus
levator ani oleh karena itu dapat dikendalikan. Pada
dinding vagina terdapat lipatan-lipatan melintang
disebut rugae dan terutama di bagian bawah. Pada
puncak (ujung) vagina menonjol serviks pada
bagian uterus. Bagian servik yang menonjol ke
dalam vagina di sebut portio. Portio uteri membagi
puncak vagina menjadi empat yaitu: fornik anterior,
fornik posterior, fornik dekstra, fornik sinistra.
Sel dinding vagina mengandung banyak
glikogen yang menghasilkan asam susu dengan PH
4,5. Keasaman vagina memberikan proteksi
terhadap infeksi. Fungsi utama vagina yaitu sebagai
saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah
menstruasi, alat hubungan seks dan jalan lahir pada
waktu persalinan.
b. Uterus
Merupakan jaringan otot yang kuat, berdinding
tebal, muskular, pipih, cekung dan tampak seperti
bola lampu / buah peer terbalik yang terletak di
pelvis minor di antara kandung kemih dan rectum.
Uterus normal memiliki bentuk simetris, nyeri bila
ditekan, licin dan teraba padat. Uterus terdiri dari
tiga bagian yaitu: fundus uteri yaitu bagian corpus
uteri yang terletak di atas kedua pangkal tuba
fallopi, corpus uteri merupakan bagian utama yang
mengelilingi kavum uteri dan berbentuk segitiga,
dan seviks uteri yang berbentuk silinder. Dinding
belakang, dinding depan dan bagian atas tertutup
peritoneum sedangkan bagian bawahnya
berhubungan dengan kandung kemih. Untuk
mempertahankan posisinya uterus disangga
beberapa ligamentum, jaringan ikat dan peritoneum.
Ukuran uterus tergantung dari usia wanita, pada
anak-anak ukuran uterus sekitar 2-3 cm, nullipara 6-
8 cm, dan multipara 8-9 cm. Dinding uterus terdiri
dari tiga lapisan yaitu:
1) Peritoneum
a) Meliputi dinding rahim bagian luar
b) Menutupi bagian luar uterus
c) Merupakan penebalan yang diisi jaringan
ikat dan
d) pembuluh darah limfe dan urat saraf
e) Meliputi tuba dan mencapai dinding
abdomen peritoneum, miometrium / lapisan
otot, dan endometrium.
2) Lapisan otot
a) Lapisan luar: seperti Kapmelengkung dari
fundus uteri menuju ligamentum
b) Lapisan dalam: berasal dari osteum tuba
uteri sampai osteum uteri internum
c) Lapisan tengah: terletak di antara kedua
lapisan tersebut membentuk lapisan tebal
anyaman serabut otot rahim. Lapisan tengah
ditembus oleh pembuluh darah arteri dan
vena. Lengkungan serabut otot ini
membentuk angka dan sehingga saat terjadi
kontraksi pembuluh darah terjepit rapat
dengan demikian perdarahan dapat terhenti.
3) Semakin ke arah serviks otot rahim makin
berkurang dan jaringan ikatnya bertambah.
Bagian rahim yang terletak antara osteum uteri
internum anatomikum yang merupakan batas
dan kavum uteri dan kanalis servikalis dengan
osteum uteri histologikum (dimana terjadi
perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi
selaput lendir serviks) disebut istmus. Istmus
uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan
meregang saat persalinan.
4) Kedudukan uterus dalam tulang panggul
ditentukan oleh tonus otot rahim sendiri, tonus
ligamentum yang menyangga, tonus otot-otot
dasar panggul, ligamentum yang menyangga
uterus adalah ligamentum latum, ligamentum
rotundum (teres uteri) ligamentum infindibulo
pelvikum (suspensorium ovarii) ligamentum
kardinale machenrod, ligamentum sacro
uterinum dan ligamentum uterinum.
5) Pembuluh darah uterus
a) Arteri uterina asenden yang menuju corpus
uteri sepanjang dinding lateral dan
memberikan cabangnya menuju uterus dan
di dasar endometrium membentuk arteri
spinalis uteri
b) Di bagian atas ada arteri ovarika untuk
memberikan darah pada tuba fallopi dan
ovarium melalui ramus tubarius dan ramus
ovarika
6) Susunan saraf uterus
Kontraksi otot rahim bersifat otonom dan
dikendalikan oleh sarafsimpatis dan
parasimpatis melalui ganglion servikalis
fronkenhouser yang terletak pada pertemuan
ligamentum sakro uterinum.
c. Tuba Fallopi
Tuba fallopi merupakan saluran ovum yang
terentang antara kornuuterine hingga suatu
tempat dekat ovarium dan merupakan jalan
ovummencapai rongga uterus. terletak di tepi
atas ligamentum latum berjalan kearah lateral
mulai dari osteum tubae internum pada dinding
rahim.Panjang tuba fallopi 12cm diameter 3-
8cm. Dinding tuba terdiri dari tiga lapisan yaitu
serosa, muskular, serta mukosa dengan epitel
bersilia. Tuba fallopi terdiri atas :
1) Pars interstitialis (intramularis) terletak di antara
otot rahim mulai dariosteum internum tuba.
2) Pars istmika tubae, bagian tuba yang berada di
luar uterus danmerupakan bagian yang paling
sempit.
3) Pars ampuralis tubae, bagian tuba yang paling
luas dan berbentuk s.
4) Pars infindibulo tubae, bagian akhir tubae yang
memiliki lumbai yangdisebut fimbriae tubae.
d. Ovarium
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan
pematangan folikelmenjadi ovum, ovulasi, sintesis,
dan sekresi hormon hormon steroid.Letak:
Ovarium ke arah uterus bergantung pada
ligamentuminfundibulo pelvikum dan melekat pada
ligamentum latum melaluimesovarium.Jenis: Ada 2
bagian dari ovarium yaitu:
1) Korteks ovarii
a) Mengandung folikel primordial
b) Berbagai fase pertumbuhan folikel menuju
folikel de graff
c) Terdapat corpus luteum dan albikantes
2) Medula ovarii
a) Terdapat pembuluh darah dan limfe
b) Terdapat serat saraf

e. Parametrium
Parametrium adalah jaringan ikat yang terdapat di
antara ke dua lembar ligamentum latum.Batasan
parametrium
1) Bagian atas terdapat tuba fallopi dengan
mesosalping
2) Bagian depan mengandung ligamentum
teres uteri
3) Bagian kaudal berhubungan dengan
mesometrium.
4) Bagian belakang terdapat ligamentum
ovarii
3. Alat reproduksi laki-laki bagian luar
a. Penis berfungsi sebagai alat penetrasi pada vagina
wanita saat kopulasi (persetubuhan).
b. Uretra adalah saluran yang mengantarkan urin dan
sperma.
c. Skrotum (zakar) merupakan suatu kantong kulit yang
membungkus testis dan epididimis.
4. Alat reproduksi laki laki bagian dalam
a. Testis
Testis pada pria berjumlah sepasang, berbentuk
oval, dan terletak di skrotum.29,30 Di dalam testis
terjadi proses pembuatan sel kelamin jantan dan
hormon kelamin.Pada testis terdapat pembuluh
halus (vas seminiferus) yang mengandung calon
sperma pada bagian dindingnya.Diantara vas
seminiferus terdapat sel bernama sel interstitial
yang berfungsimenghasilkan hormon kelamin,
misalnya testosteron. Selain itu, terdapat sel besar,
sel Sertoli yang berguna untuk memberikan
makanan bagi sperma
b. Epididimis
Epididimis merupakan saluran reproduksi yang
berfungsi sebagai tempat pematangan sperma.27
Selain itu, epididimis dibentuk oleh saluran
berlekuk-lekuk yang tidak teratur dan juga menjadi
tempat penyimpanan sperma sementara.27,30
Saluran yang menghubungkan antara epididimis dan
testis disebut duktus eferen testis.
c. Vas deferens
Saluran ini merupakan lanjutan dari epididimis.
Fungsinya adalah mengangkut sperma menuju
vesikula seminalis (kantong sperma).27 Vas
deferens dan saluran dari kelenjar kantong sperma
akan bersatu membentuk duktus ejakulatorius yang
akhirnya bermuara di uretra.
d. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin yang dimiliki oleh seorang pria
adalah vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan
kelenjar bulbouretral (Cowper).
1) Vesikula seminalis: sepasang kelenjar yang
berfungsi menghasilkan 50-60% dari volume
total cairan semen yang berwarna jernih dan
kental. Komponen terpenting didalamnya
adalah fruktosa dan prostaglandin.
2) Kelenjar prostat: kelenjar kelamin terbesar
pada pria yang menyumbang 15% dari volume
total cairan semen dengan komponen
pentingnya adalah asam fosfatase, seng, sitrat,
dan protease. Kandungan tersebut membuat
cairan semen menjadi lebih encer.
3) Kelenjar bulbouretral (Cowper): sepasang
kelenjar kecil yang mengeluarkan cairan
sebelum penis mengeluarkan sperma dan
semen.