Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT EPILEPSI

Oleh :

Ratna Wahyu Febryati (14631450)

S1 KEPERAWATAN B

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Cuci Tangan


Sub Pokok Bahasan : Cuci Tangan yang baik dan benar
Sasaran : Siswa/i SDN 2 Tempuran
Hari/Tanggal : Jumat, 2017
Tempat : Ruang Aeris RSUD Dr. Hardjono Ponorogo
Waktu : 30 menit
Penyuluh : Ratna Wahyu Febryati

A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 30 menit, diharapkan keluarga pasien
dengan epilepsi mampu dan mengerti mengenai epilepsi.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 30 menit, lansia diharapkan mampu :
a. Memahami pengertian epilepsi.
b. Mengetahui penyebab epilepsi.
c. Menyebutkan penatalaksaanaan epilepsi
d. Menyebutkan pencegahan epilepsi
B. MATERI
1. Pengertian epilepsi.
2. Penyebab epilepsi.
3. Penatalaksanaan epilepsi.
4. Pencegahan epilepsi.

C. MEDIA
1. Lembar Balik
2. Leaflet

D. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

E. PENGORGANISASIAN
1. Pelaksana kegitan
a. Pemberi materi : Ratna Wahyu Febryati
2. Setting tempat duduk

Keterangan :
: Penyaji : meja

: Peserta
F. KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Kegiatan Pembicara Kegiatan Peserta

Pembukaan :

1. Mengucapkan salam, 1. Menjawab salam


dan mengapresiasi dan memberikan
kehadiran peserta perhatian kepada
pembicara
2. Memperkenalkan diri 2. Memberikan
1. 5 Menit perhatian kepada
pembicara
3. Menjelaskan tujuan 3. Memfokuskan
kegiatan penyuluhan perhatian terhadap
tujuan penyuluhan
yang disampaikan
oleh pembicara

Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan :

1. Menyampaikan 1. Peserta
materi penyuluhan mendegarkan
tentang Penjelasan dengan seksama
penyakit epilepsi dan memfokuskan
perhatian terhadap
materi yang

2. 20 Menit disampaikan oleh


pembicara
2. Mengadakan diskusi 2. Mengajukan
(tanya jawab) dengan beberapa
peserta kegiatan pertanyaan yang
penyuluhan berkaitan dengan
topik dalam
kegiatan
penyuluhan.
Penutup :

1. Menyampaikan 1. Memperhatikan
kesimpulan dari dengan seksama
semua materi
penyuluhan yang
terlah disampaikan
2. Mengucapkan terima 2. Memperhatikan
kasih atas segala dengan seksama

3. 5 Menit bentuk partisipasi


peserta dalam
kegiatan penyuluhan
3. Memohon maaf 3. Meperhatikan
apabila terdapat dengan seksama
kesalahan dan dan menjawab
kekurangan pada saat salam
kegiatan penyuluhan
berlangsung,
mengucapkan salam
G. EVALUASI LISAN
1. Evaluasi Struktur :
a. Kesiapan mahasiswa sebagai pembicara dalam kegiatan penyuluhan.
b. Kesiapan peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan.
c. Media yang digunakan sesuai dengan topik dan tepat guna.
d. Tempat yang sesuai dan kondusif untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
e. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas yang disepakati oleh mahasiswa.
2. Evaluasi proses :
a. Alat dan tempat bisa di gunakan sesuai rencana.
b. Peserta bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi hasil :
a. Peserta mampu menjelaskan kembali definisi epilepsi.
b. Peserta penyuluhan mengetahui penyebab epilepsi.
c. Peserta penyuluhan mengetahui penatalaksanaan epilepsi.
d. Peserta penyuluhan mengetahui pencegahan epilepsi.
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian
Epilepsi adalah penyakit serebral kronik dengan karekteristik kejang berulang
akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan bersivat reversibel (Tarwoto,
2007)
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang
datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik
abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel dengan berbagai etiologi (Arif,
2000).
Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan
ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neron-
neron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.

B. Penyebab
Penyebab pada kejang epilepsi sebagian besar belum diketahui (idiopatik), sering
terjadi pada:
1. Trauma lahir, Asphyxia neonatorum
2. Cedera Kepala, Infeksi sistem syaraf
3. Keracunan CO, intoksikasi obat/alkohol
4. Demam, ganguan metabolik (hipoglikemia, hipokalsemia, hiponatremia)
5. Tumor Otak
6. Kelainan pembuluh darah (Tarwoto, 2007).
C. Penatalaksanaan Epilepsi
Manajemen Epilepsi :
a. Pastikan diagnosa epilepsi dan mengadakan explorasi etiologi dari epilepsi
b. Melakukan terapi simtomatik
c. Dalam memberikan terapi anti epilepsi yang perlu diingat sasaran pengobatan yang
dicapai, yakni:
Pengobatan harus di berikan sampai penderita bebas serangan.
Pengobatan hendaknya tidak mengganggu fungsi susunan syaraf pusat yang
normal.
Penderita dpat memiliki kualitas hidup yang optimal.
Ada empat obat yang ternyata bermanfaat untuk ini: fenitoin (difenilhidantoin),
karbamazepin, fenobarbital, dan asam valproik. Kebanyakan pasien dapat dikontrol
dengan salah satu dari obat tersebut di atas. Cara menanggulangi kejang epilepsi :
1. Selama Kejang
Berikan privasi dan perlindungan pada pasien dari penonton yang ingin tahu
Mengamankan pasien di lantai jika memungkinkan
Hindarkan benturan kepala atau bagian tubuh lainnya dari bendar keras, tajam
atau panas. Jauhkan ia dari tempat / benda berbahaya.
Longgarkan bajunya. Bila mungkin, miringkan kepalanya kesamping untuk
mencegah lidahnya menutupi jalan pernapasan.
Biarkan kejang berlangsung. Jangan memasukkan benda keras diantara giginya,
karena dapat mengakibatkan gigi patah. Untuk mencegah gigi klien melukai
lidah, dapat diselipkan kain lunak disela mulut penderita tapi jangan sampai
menutupi jalan pernapasannya.
Ajarkan penderita untuk mengenali tanda2 awal munculnya epilepsi atau yg
biasa disebut "aura". Aura ini bisa ditandai dengan sensasi aneh seperti perasaan
bingung, melayang2, tidak fokus pada aktivitas, mengantuk, dan mendengar
bunyi yang melengking di telinga. Jika Penderita mulai merasakan aura, maka
sebaiknya berhenti melakukan aktivitas apapun pada saat itu dan anjurkan untuk
langsung beristirahat atau tidur.
Bila serangan berulang-ulang dalam waktu singkat atau penyandang terluka
berat, bawa ia ke dokter atau rumah sakit terdekat.
2. Setelah Kejang
Penderita akan bingung atau mengantuk setelah kejang terjadi.
Pertahankan pasien pada salah satu sisi untuk mencegah aspirasi. Yakinkan
bahwa jalan napas paten.
Biasanya terdapat periode ekonfusi setelah kejang grand mal
Periode apnea pendek dapat terjadi selama atau secara tiba- tiba setelah kejang
Pasien pada saaat bangun, harus diorientasikan terhadap lingkungan
Beri penderita minum untuk mengembalikan energi yg hilang selama kejang
dan biarkan penderita beristirahat.
Jika pasien mengalami serangan berat setelah kejang (postiktal), coba untuk
menangani situasi dengan pendekatan yang lembut dan member restrein yang
lembut
Laporkan adanya serangan pada kerabat terdekatnya. Ini penting untuk
pemberian pengobatan oleh dokter.
Penanganan terhadap penyakit ini bukan saja menyangkut penanganan
medikamentosa dan perawatan belaka, namun yang lebih penting adalah
bagaimana meminimalisasikan dampak yang muncul akibat penyakit ini bagi
penderita dan keluarga maupun merubah stigma masyarakat tentang penderita
epilepsi

D. Pencegahan epilepsi
Cara Pencegahan Penyakit Epilepsi
1. Makan yang teratur
2. Istirahat yang cukup
3. Tidak mengonsumsi alkohol atau narkoba
4. Tidak lalai mengonsumsi obat epilepsinya
5. Tidak setres atau kegembiraan yang berlebihan.
Daftar Pustaka

Mansjoer, A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius

Brunner and Suddarths. Medical Surgycal Nursing. (Textbook) Diagnosis Keperawatan


NANDA 20122014

Videbeck, S.L. Psychiatric Mental Health Nursing.(Textbook)

Kartini-kartono. 1986. Pathologi sosial3 Gangguan-Gangguan Kejiwaan. Jakarta: CV


rajawali.

Kaplan, H.I & Sadock, B.J. 1994. Psikiatri Klinik. Jakarta: Binarupa Aksara

Copel, L.C. 2007. Kesehatan Jiwa dan Psikiatri. Jakarta: EGC