Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 1

STRATEGI OPERASI
PT. UNILEVER

Disusun Oleh :
Iqbal Fauzi
0516124024
Reg B2

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
WIDYATAMA
SK Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)
Nomor: 045/BAN-PT/AK-XII/2010
BANDUNG
2017
ANDA DIMINTA UNTUK MELAKUKAN SUATU STUDI KASUS
TERHADAP SUATU PRODUK, SELANJUTNYA
1. BUAT KOMPONEN KINERJA APA SAJA YANG DIBUTUHKAN
JIKA PRODUK DIRENCANAKAN MASUK PADA PASAR
BERSAING.
2. KOMPONEN STAKEHOLDER SIAPA SAJA YANG TERLIBAT.
3. BUAT PETA SIKLUS HIDUP PRODUKNYA

Saya akan memberikan contoh studi kasus mengenai strategi keunggulan


bersaing PT. Unilever dalam menhadapi pesaingnya yakni (P&G) dan
memaparkan bagaimana keputusan-keputusan manajemen operasi dalam
menghasilkan keunggulan bersaing.
PT Unilever Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan Fast Moving
Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia. Rangkaian produk Perseroan
mencakup produk Home and Personal Care yang berkontribusi terhadap total
penjualan sebesar 73% serta Foods and Refreshment sebesar 23% ditandai dengan
brand-brand terpercaya dan ternama di dunia, antara lain Walls, Lifebuoy,
Vaseline, Pepsodent, Lux, Ponds, Sunlight, Rinso, Blue Band, Royco, Dove,
Rexona, Clear, dan lain-lain. Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-
kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya.
Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan masih banyak lagi
kemasannya
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada inovasi, Unilever terus berinvestasi
untuk menciptakan beragam formulasi dan kemasan baru secara cepat ke pasar
sebagai respon atas kebutuhan konsumen atau munculnya suatu teknologi baru.
Inovasi mutakhir berbasis teknologi di tahun 2013 meliputi sabun anti-bakteri
baru, kondisioner rambut dengan teknologi micro-sheet, teknologi baru untuk
kantong teh yang bisa dijadikan kompos, dan es krim dengan protein berstruktur
es. Untuk bisa menghadirkan terobosan- terobosan seperti ini secara penuh dan
tepat waktu (on time and in full / OTIF), diperlukan evaluasi risiko yang
komprehensif, penilaian kapabilitas manufaktur dan jalinan kerjasama yang kuat
dengan R&D.
Tantangan utama di bisnis Personal Care di tahun 2013 adalah kompetisi yang
makin ketat. Menghadapi kenaikan biaya pengeluaran pada media tradisional dan
in-store promotion serta sejumlah program diskon yang agresif oleh para
kompetitor, Unilever memilih untuk mempertahankan harga produk dan
mendukungnya dengan meningkatkan ekuitas brand, memastikan ketersediaan dan
penampilan produk di toko serta memberikan kualitas produk yang unggul untuk
menjaga kepercayaan pelanggan. Lalu komponen kinerja apa yang digunkana PT.
Unilever unuk bersaing dengan competitor lain?
1. Berikut beberapa komponen kinerja PT. Unilever :

Keputusan Operasi Unilever

Diferensiasi produk dengan inovasi


Keunggulan Bersaing
mutakhir
Inovasi mutakhir berbasis teknologi
diperlukan evaluasi risiko yang
Pemilihan dan Perancangan komprehensif, penilaian kapabilitas
manufaktur dan jalinan kerjasama
yang kuat dengan R&D

Kualitas Kualitas merupakan prioritas utama

Lokasi Pindah ke tempat pasar yang dituju

Mengembangkan karyawan yang


Sumber Daya Manusia
terbaik

Rantai Pasokan Hubungan dengan mitra

Menjaga stock persediaan agar


Persediaan permintaan terenuhi ke seluruh
pelosok wilayah
Penjadwalan Perencanaan produksi terpusat
Seluruh operator pabrik telah dilatih
Pemeliharaan untuk membuat asesmen kualitas
produk

2. Komponen stakeholder yang terlibat


Seluruh operasi memiliki pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).
Stakeholder terdiri atas orang atau kelompok orang yang memiliki kepentingan
pada berlangsungnya strategi operasi. Berikut komponen stakeholder produk
unilever :
a. Investor
b. Produsen
c. Karyawan
d. Konsumen
e. Lingkungan Kerja Fisik
f. Kompetitor
g. Pemasok
h. Partner Strategis
i. Teknologi

3. Peta siklus hidup produk unilever


Saya mengambil salah satu contoh siklus hidup produk unilever yaitu produk
pasta gigi yang bermerk PEPSODENT, berikut PLC (Product Life Cycle)
produk pepsodent
Tahap Perkenalan / Introduction
Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu
sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target
pasar dengan berbagai cara.Perkenalan(promosi). Pada tahap ini, pepsodent
melakukan promosi di media elektronik yang berupa iklan dan media cetak
yang berupa iklan di Koran, majalah, spanduk.
Tahap Pertumbuhan / Growth
Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang
perusahaan buat dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat
dibarengi dengan promosi yang kuat. Akan semakin banyak penjual dan
distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil keuntungan dari besarnya
animo permintaan pasar. Pertumbuhan(distribusi). Pertumbuhan peprodent di
masyarakat terus mengalami peningkatan. Meski sekarang telah banyak
beredar pasta gigi lain, tapi pepsodent tetap stabil. Pendistribusian pepsodent
juga sangat meluas. Varian dari produk Pepsodent.
Pada saat sekarang ini, Pepsodent tidak hanya memasarkan produk pasta gigi
saja.Terdapat beberapa produk baru dari Pepsodent, seperti toothbrush dan
mouthwash. Dengan semua inovasi baru ini, Pepsodent mencakup seluruh
jangkauan perawatan kesehatan mulut para konsumennya.
Tahap Kedewasaan / Maturity
Di tahap dewasa produk perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai
dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan
tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan
cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk
menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah banyak
pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak
akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun.
Pendewasaan (harga) Harga yang di keluarkan oleh produsen sangat terjangkau
oleh masyarakat. Di Indonesia, Pepsodent White Now tersedia dalam ukuran
100 gr dengan kisaran harga jual Rp15.000 di toko-toko di semua kota besar.
Pepsodent White Now hadir melengkapi rangkaian produk Pepsodent lainnya
yaitu Pepsodent Complete 8, Pepsodent Gum Care, Pepsodent Herbal,
Pepsodent Sensitive, Pepsodent Whitening, dan Pepsodent Center Fresh dan
merupakan bentuk komitmen Pepsodent untuk selalu berinovasi dan tidak
hanya memberikan kebutuhan dasar perlindungan gigi.
Tahap Penurunan / Decline
Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk
beralih ke produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang
diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti
dan akhirnya mati. Kemunduran produk sampai saat ini pepsodent belum
mengalami kemunduran yang sangat berarti. Untuk mencegah itu semua,
pepsodent telah mengeluarkan berbagai variasi ukuran maupun rasa.
Dari Penjelasan diatas maka berikut peta siklus hidup produk pepsodent :

Sales

Introduction

Decline
Maturity
Growth

Time