Anda di halaman 1dari 3

RABIES

RABIES
Causa Ribonucleic acid (RNA) single-stranded,
Sifat agen Virus dalam jaringan yang tertulari bila disimpan pada glyserin yang tidak diencerkan virus akan
tahan beberapa minggu dan bisa tahan berbulan-bulan pada suhu 4C
Pada pH 5-10 virus relatif stabil tetapi virus mudah mati oleh sinar matahari, pemanasan pasteur
(56C. 30 menit), terkena cahaya ultra violet dan HgCI, dalam keadaan asam (<pH 4) dan basa
(>pH 10) dan oleh zat pelarut lemak seperti ether. khloroform. aceton, larutan sabun. etanol 45 -
70%, preparat Iodine dan komponen ammonium kuartener
Virus mudah diaktivasi oleh -propiolaktone dan dalam fenol 0,25 - 0.5-% virus masih resisten
dan memerlukan beberapa hari sampai menjadai inaktif sempurna
Gejala klinis (a) a. Pada Hewan :
hewan Pada fase prodormal hewan mencari tempat yang dingin dan menyendiri, tetapi dapat menjadi
lebih agresif dan nervous. Refl ex komea berkurang/hilang, pupil meluas dan kornea kering, tonus
urat daging bertambah (sikap siaga/kaku).
Pada fase eksitasi hewan akan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan benda
asing. Dengan berlanjut nya penyakit, mata menjadi keruh dan selalu terbuka diikuti inkoordinasi
dan konvulsi.
Pada fase paralisis maka kornea mata kering dan mata terbuka dan kotor, semua refl ex hilang,
konvulsi dan mati.
(b) manusia b. Pada Manusia :
Fase Prodormal berlangsung antara 2-4 hari. gejala terlihat ringan dan tidak spesifik meliputi
kelemahan umum, kedinginan, demam, dan kelelahan. Gejala lain yang juga kadang muncul
berupa nyeri tenggorokan, batuk, kesulitan bernafas, anoreksia, disfagia, nausea, muntah, nyeri
lambung dan diare.
Pada fase sensoris gejala yang terlihat berupa nyeri di daerah bekas gigitan, gatal atau rasa terbakar
pada daerah gigitan, paraesthesia, gugup, anxietas. Kemudian disusul dengan gejala cemas dan
reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensorik.
Pada fase eksitasi tonus otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meningkat sehingga menimbulkan
gejala berupa hiperhidrosis (keringat berlebihan), hipersalivasi (salvias sberlebihan),
hiperlakrimasi dan silatasi pupil serta terjadi insomnia dan halusinasi. Fase ini merupakan puncak
dari penyakit. Gejala yang khas pada fase ini adalah hidrofobia.
Pada fase paralitik ini pasien menunjukkan gejala kelumpuhan umum (dari bagian atas tubuh ke bawah)
yang progresif. Sebagian besar penderita rabies meniggal pada fase eksitasi. Kadang-kadang ditemukan
juga kasus tanpa gejala eksitasi, melainkan paresis otot-otot yang bersifat progresif. Kematian biasanya
terjadi akibat dari paralisis otot-otot pernafasan.
Cara penularan a. Manusia Hewan
(a) Tidak terjadi penularan karena manusia adalah titik akhir perjalanan penyakit
Manusiahewan
(b)hewan b. Hewan - Manusia
manusia Melalui gigitan hewan penderita
Cara Vaksinasi
penanggulangan Anjing mulai divaksinasi pada umur 8 minggu. Daerah yang ingin bebas dari rabies, vaksinasi harus
dilakukan terhadap 70% dari populasi anjing.
Eliminasi
Pembunuhan anjing tak bertuan dilakukan dengan penembakan. Penembakan harus dilakukan oleh
penembak yang mahir. Cara yang terbaik adalah dengan penangkapan dengan jaring dan kemudian hewan
diamankan.