Anda di halaman 1dari 3

SWINE INFLUENZA

SWINE INFLUENZA
Causa Infeksi virus influenza babi atau swine influenza virus (disingkat VIB/SIV) yang disebabkan oleh
Orthomyxovirus.
Sifat agen Penyakit ini disebabkan oleh virus dari famili orthomyxoviridae tipe A. Ada tiga tipe
orthomyxoviridae, A, B, dan C. Penyebab dari influenza pada babi sangat kompleks terutama
variasi genetiknya dari virus penyebab penyakit, yaitu pada dua glikoproteinnya: Haemagglutinin
(H) dan Neuraminidase (N). Ada 16 subtipe protein haemagglutinin yang berkepentingan dalam
perlekatan virus pada sel induk semang. Sedangkan Neuraminidase sebanyak 9 subtipe protein
yang berperan dalam pelepasannya dari eritrosit dan berperan juga pada pelepasan virus dari sel
induk semang .
Virus ditularkan melalui aerosol dalam jarak yang tidak jauh. Virus dapat bertahan selama 30 hari
setelah infeksi dan kembali sembuh dengan klinis normal
Gejala klinis (a) Tanda-tanda pertama adalah demam, suhunya dapat mencapai 40,5 41,7C (WOODLIFE, 1994),
hewan anoreksia sebelum terjadi penurunan berat badan, tidak aktif, prostration dan huddling sebelum melemah.
Selain itu, terjadi tanda respirasi akut yang tiba-tiba berupa batuk paroxymal, bersin, pernafasan
abdominal yang tidak teratur, keluar cairan mata dan hidung (WOODLIFE, 1994). Kebanyakan babi
sembuh kira-kira dalam enam hari setelah terlihat gejala penyakit
(b) manusia b. Pada Manusia
Gejala klinis yang muncul pada manusia berupa demam, gangguan keseimbangan, nyeri pada persendian,
muntah dan hilangnya kesadaran dan dapat diakhiri dengan kematian (WHO, 2009). Influenza babi
dapat disebabkan oleh influenza A subtipe H1N1,
Cara penularan (a) Penularan penyakit dapat terjadi secara kontak langsung dengan ternak babi. Pada keadaan akut terjadi
hewan-manusia konsentrasi virus yang tinggi pada sekresi hidung. Virus ditularkan melalui aerosol dalam jarak yang tidak
jauh.

Cara Cara terbaik untuk influenza babi adalah mencegah terjadinya dan menyebarnya penyakit. Bila penyakit
penanggulangan telah terjadi, perlakuan utama adalah terapi pendukung. Babi yang terinfeksi membutuhkan lingkungan
yang kering, bersih dan bebas dari debu. Antibiotik juga penting untuk mengobati dan control terhadap
infeksi sekunder yang sering mengikuti penyakit. Ekspektoran umum digunakan sebagai perlakuan untuk
kelompok ternak babi dan diberikan melalui air minum.
Vaksin komersil banyak terdapat di pasaran Eropa maupun Amerika Utara. Hasil dari berbagai studi
menunjukkan hewan yang divaksinasi bila terpapar virus influenza babi secara nyata menurunkan
shedding melalui hidung. Infeksi virus pada jaringan paru-paru, dan patologi paru-paru akan berbeda
dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa maternal antibodi pada
induk hewan yang divaksinasi mencegah terjadinya gejala klinis pada anaknya hingga umur 5 minggu
(EASTERDAY dan VAN REEYH, 1999). Bila terjadi infeksi virus pada paru-paru dan perubahan dari
patologi paru-paru, tetapi tidak mencegah shedding virus pada sekresi hidung. Penularan kepada manusia
merupakan ancaman yang berbahaya. Bila ini dicurigai, penyakit harus didiagnosis dan dilaporkan pada
dinas kesehatan.