Anda di halaman 1dari 7

ANATOMI DAN FISIOLOGI MEDULLA SPINALIS

Medula spinalis tersusun dalam kanalis spinalis dan diselubungi oleh sebuah lapisan
jaringan konektif, dura mater.
Dari batang otak berjalan suatu silinder jaringan saraf panjang dan ramping, yaitu medulla spinalis,
dengan ukuran panjang 45 cm (18 inci) dan garis tengah 2 cm (seukuran kelingking). Medulla
spinalis, yang keluar dari sebuah lubang besar di dasar tengkorak, dilindungi oleh kolumna
vertebralis sewaktu turun melalui kanalis vertebralis. Dari medulla spinalis spinalis keluar saraf-
saraf spinalis berpasangan melalui ruang-ruang yang dibentuk oleh lengkung-lengkung tulang
mirip sayap vertebra yang berdekatan.

Gambar 1 Medula Spinalis


Gambar dikutip dari Snell RS. Chapter 4. The spinal cord ascending and descending tract: In Snell RS Clinical
Neuroanatomy. 7th Edition. Lippincott Williams & Willkins, Philladelpia.2010. p 133-84
Saraf spinal berjumlah 31 pasang dapat diperinci sebagai berikut : 8 pasang saraf servikal, 12
pasang saraf thorakal, 5 pasang saraf lumbal, 5 pasang saraf sakral, dan 1 pasang saraf koksigeal.
Selama perkembangan, kolumna vertebra tumbuh sekitar 25 cm lebih panjang daripada
medulla spinalis. Karena perbedaan pertumbuhan tersebut, segmen-segmen medulla spinalis yang
merupakan pangkal dari saraf-saraf spinal tidak bersatu dengan ruang-ruang antar vertebra yang
sesuai. Sebagian besar akar saraf spinalis harus turun bersama medulla spinalis sebelum keluar
dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai. Medulla spinalis itu sendiri hanya berjalan sampai
setinggi vertebra lumbal pertama atau kedua (setinggi sekitar pinggang), sehingga akar-akar saraf
sisanya sangat memanjang untuk dapat keluar dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai.
Berkas tebal akar-akar saraf yang memanjang di dalam kanalis vertebralis yang lebih bawah itu
dikenal sebagai kauda ekuina (ekor kuda) karena penampakannya.
Walaupun terdapat variasi regional ringan, anatomi potongan melintang dari medulla
spinalis umumnya sama di seluruh panjangnya. Substansia grisea di medulla spinalis membentuk
daerah seperti kupu-kupu di bagian dalam dan dikelilingi oleh substansia alba di sebelah luar.
Seperti di otak, substansia grisea medulla spinalis terutama terdiri dari badan-badan sel saraf serta
dendritnya antarneuron pendek, dan sel-sel glia. Substansia alba tersusun menjadi traktus ( jaras ),
yaitu berkas serat-serat saraf (akson-akson dari antarneuron yang panjang ) dengan fungsi serupa.
Berkas-berkas itu dikelompokkan menjadi kolumna yang berjalan di sepanjang medulla spinalis.
Setiap traktus ini berawal atau berakhir di dalam daerah tertentu di otak, dan masing-masing
memiliki kekhususan dalam mengenai informasi yang disampaikannya.
Perlu diketahui bahwa di dalam medulla spinalis berbagai jenis sinyal dipisahkan, dengan
demikian kerusakan daerah tertentu di medulla spinalis dapat mengganggu sebagian fungsi tetapi
fungsi lain tetap utuh. Substansia grisea yang terletak di bagian tengah secara fungsional juga
mengalami organisasi. Kanalis sentralis, yang terisi oleh cairan serebrospinal, terletak di tengah
substansia grisea. Tiap-tiap belahan substansia grisea dibagi menjadi kornu dorsalis ( posterior ),
kornu ventralis ( anterior ), dan kornu lateralis. Kornu dorsalis mengandung badan-badan sel
antarneuron tempat berakhirnya neuron aferen. Kornu ventralis mengandung badan sel neuron
motorik eferen yang mempersarafi otot rangka. Serat-serat otonom yang mempersarafi otot
jantung dan otot polos serta kelenjar eksokrin berasal dari badan-badan sel yang terletak di tanduk
lateralis.
Saraf-saraf spinalis berkaitan dengan tiap-tiap sisi medulla spinalis melalui akar spinalis
dan akar ventral. Serat-serat aferen membawa sinyal datang masuk ke medulla spinalis melalui
akar dorsal; serat-serat eferen membawa sinyal keluar meninggalkan medulla melalui akar ventral.
Badan-badan sel untuk neuron-neuronaferen pada setiap tingkat berkelompok bersama di dalam
ganglion akar dorsal. Badan-badan sel untuk neuron-neuron eferen berpangkal di substansia grisea
dan mengirim akson ke luar melalui akar ventral.
Akar ventral dan dorsal di setiap tingkat menyatu membentuk sebuah saraf spinalis yang
keluar dari kolumna vertebralis. Sebuah saraf spinalis mengandung serat-serat aferen dan eferen
yang berjalan diantara bagian tubuh tertentu dan medulla spinalis spinalis. Sebuah saraf adalah
berkas akson neuron perifer, sebagian aferen dan sebagian eferen, yang dibungkus oleh suatu
selaput jaringan ikat dan mengikuti jalur yang sama. Sebagaian saraf tidak mengandung sel saraf
secara utuh, hanya bagian-bagian akson dari banyak neuron. Tiap-tiap serat di dalam sebuah saraf
umumnya tidak memiliki pengaruh satu sama lain. Mereka berjalan bersama untuk kemudahan,
seperti banyak sambungan telepon yang berjalan dalam satu kabel, nemun tiap-tiap sambungan
telepon dapat bersifat pribadi dan tidak mengganggu atau mempengaruhi sambungan yang lain
dalam kabel yang sama.
Dalam medulla spinalis lewat dua traktus dengan fungsi tertentu, yaitu traktus desenden
dan asenden. Traktus desenden berfungsi membawa sensasi yang bersifat perintah yang akan
berlanjut ke perifer. Sedangkan traktus asenden secara umum berfungsi untuk mengantarkan
informasi aferen yang dapat atau tidak dapat mencapai kesadaran. Informasi ini dapat dibagi dalam
dua kelompok, yaitu :
a. informasi eksteroseptif, yang berasal dari luar tubuh, seperti rasa nyeri, suhu, dan raba, dan
b. informasi proprioseptif, yang berasal dari dalam tubuh, misalnya otot dan sendi

Traktus desenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari:


1. Traktus kortikospinalis, merupakan lintasan yang berkaitan dengan gerakan-gerakan
terlatih, berbatas jelas, volunter, terutama pada bagian distal anggota gerak.
2. Traktus retikulospinalis, dapat mempermudah atau menghambat aktivitas neuron
motorik alpha dan gamma pada columna grisea anterior dan karena itu, kemungkinan
mempermudah atau menghambat gerakan volunter atau aktivitas refleks.
3. Traktus spinotektalis, berkaitan dengan gerakan-gerakan refleks postural sebagai respon
terhadap stimulus verbal.
4. Traktus rubrospinalis bertidak baik pada neuron-neuron motorik alpha dan gamma pada
columna grisea anterior dan mempermudah aktivitas otot-otot ekstensor atau otot-otot
antigravitasi.
5. Traktus vestibulospinalis, akan mempermudah otot-otot ekstensor, menghambat
aktivitas otot-otot fleksor, dan berkaitan dengan aktivitas postural yang berhubungan
dengan keseimbangan.
6. Traktus olivospinalis, berperan dalam aktivitas muskuler

Traktus asenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari:


1. Kolumna dorsalis, berfungsi dalam membawa sensasi raba, proprioseptif, dan berperan
dalam diskriminasi lokasi.
2. Traktus spinotalamikus anterior berfungsi membawa sensasi raba dan tekanan ringan.
3. Traktus spinotalamikus lateral berfungsi membawa sensasi nyeri dan suhu.
4. Traktus spinoserebellaris ventralis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan,
traktus spinoserebellaris dorsalis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan.
5. Traktus spinoretikularis berfungsi membawa sensasi nyeri yang dalam dan lama

Fungsi Medula Spinalis

Berikut beberapa fungsi dari Medulla Spinalis antara lain:


1. Pusat gerakan otot tubuh terbesar yaitu di kornu motorik atau kornu ventralis.
2. Mengurus kegiatan refleks spinalis dan reflex tungkai.
3. Menghantarkan rangsangan kordinasi otot dan sendi menuju cerebellum.
4. Mengadakan komunikasi antar otak dengan semua bagian tubuh.
5. menghantarkan impuls dari reseptor (indera) ke otak.
6. Menghantarkan impuls dari otak ke reseptor (indra).
7. Menghubungkan otak dengan seluruh tubuh.
8. Sebagai pusat gerak refleks dan memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.
9. Mendistribusikan perintah saraf-saraf motoric ke organ-organ gerak, seperti kelenjar-
kelenjar endokkrin dan otot
10. Mengumpulkan informasi-informasi somatosensoris yang akan dikirim ke otak
11. Mengontrol gerakan-gerakan refleks
A. Obat Perangsang Sistem Saraf Pusat adalah :
1. Amfetamin
Amfetamin merangsang pelepasan neurotransmitter, norepinefrin dan dopamin, dari otak dan
sistem saraf simpatis (terminal saraf tepi). Masalah-masalah kardiovaskular, seperti
meningkatnya denyut jantung, palpitasi, aritmia jantung, dan meningkatnya tekanan darah, dapat
timbul pada pemakaian yang terus menerus dari amfetamin. Waktu paruh dari amfetamin
bervariasi dari 4-30 jam. Amfetamin diekskresikan lebih cepat pada urin yang asam daripada urin
yang basa. Jika adanya indikasi terjadi toksisitas SSP atau toksisitas jantung maka dengan
menurunkan pH urin akan membantu ekskresi obat. Urin yang asam mengurangi waktu paruh
amfetamin
a. Efek samping yang terjadi :
Euforia dan kesiagaan, gelisah, insomnia,beberapa masalah kardiovaskular (takikardia,
aritmia, palpitasi jantung), mulut terasa kering, anoreksis, berat badan turun, diare atau
konstipasi, dan impoten.
b. Reaksi yang merugikan
Amfetamin dapat menimbulkan efek- efek buruk yaitu pada sistem saraf pusat,
kardiovaskular, gastroinstestinal, dan endokrin
c. Dosis : dewasa 5 20 mg, anak>6 tahun, 2.5 5 mg/hari

2. Metilfenidat
Metilfenidat berguna untuk pengobatan depresi mental, pengobatan keracunan depresan SSP,
dan untuk pengobatan syndrom hiperkinetik pada anak Metilfenidat diabsorbsikan melalui
saluran cerna dan diekskresikan melalui urin dan waktu paruh plasma antara 1-2 jam.
a. Efek samping : insomnia, mual, irritabilitas, nyeri abdomen, nyeri kepala, tachycardia
b. Reaksi yang merugkan: tachycardia, palpitasi, dan meningkatkan hiperaktifitas.
c. Dosis : Anak 0.25 mg/hari, Dewasa ; 10 mg 3x/hari

3. Kafein
Kafein berindikasi terhadap penghilang rasa kantuk, menimbulkan daya pikir yang cepat,
perangsang pusat pernafasan dan vasomotor, serta untuk merangsang pernafasan pada apnea
bayi premature. Kafein didistribusikan ke seluruh tubuh dan diabsorbsikan dengan cepat setelah
pemberian, waktu paruh 3- 7 jam, dieksresikan melalui urin.
a. Efek samping : suka tidur,gelisah, tremor , tachycardia, dan pernafasan menjadi lebih cepat
b. Reaksi yang merugikan : Konsumsi bila dalam jumlah yang lebih dari 500 mg akan
mempengaruhi SSP dan jantung
c. Dosis : Apnea pada bayi 2.5 5 mg/kgBB/hari, keracunan obat depresan 0.5 1 gr kafein
Na-Benzoat

4. Niketamid
Niketamid berindikasi untuk merangsang pusat pernafasan. Niketamid diabsorbsi dari segala
tempat pemberian tetapi lebih efektif dari IV
a. Efek samping : Konsumsi bila dosis berlebihan dapat menimbulkan kejang
b. Dosis ; 1-3 ml untuk merangsang pernafasan
5. Doksapram
Doksapram untuk perangsang pernafasan. Selain itu, doksapram mempunyai masa kerja
singkat di SSP
a. Efek samping : hipertensi, tachycardia, aritmia, otot kaku, dan muntah
b. Dosis : 0.5 1.5 mg/kgBB

B. Obat obat untuk Penekan Sistem Saraf Pusat


a. Obat Anestetik
Obat anestetik adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dalam bermacam
macam tindakan operasi Anestetik lokal adalah obat yang merintangi secara reversible
penerusan impuls impuls syaraf ke SSP yang dapat menghilangkan rasa gatal, nyeri, panas atau
dingin. Penggunaan Anestetik lokal umumnya digunakan secara parenteral misalnya
pembedahan kecil dimanapemakaian anestetik umum tidak dibutuhkan.

Efek samping yang terjadi yaitu pada pengguna anestetik lokal terjadi akibat khasiat dari
kardiodepresifnya (menekan fungsi jantung), mengakibatkan hipersensitasi berupa
dermatitis alergi

Berikut adalah penggolongan obat anestesi lokal :


1. Bupivikain : indikasinya adalah anestetik lokal
2. Etil Klorida : indikasinya adalah anestetik lokal dan efek samping yang terjadi adalah
menekan pernafasan, gelisah dan mual
3. Lidokain : indikasinya adalah anestesi filtrasi dan anestesi permukaan, antiaritmia.
Efek samping yang terjadi adalah mengantuk
4. Benzokain : indikasinya adalah anestesi permukaan dan menghilangkan rasa nyeri
dan gatal
5. Prokain (novokain) : indikasinya adalah anestesi filtrasi dan permukaan. Efek
samping yang terjadi adalah hipersensitasi.

b. Anestetika Umum
Anestetika umum adalah obat yang dapat menimbulkan suatu keadaan depresi pada
pusat pusat syaraf tertentu yang bersifat reversible dimaa seluruh perasaan dan
kesadaran ditiadakan.

1. Efek samping
Hampir semua anestetik inhalasi mengakibatkan sejumlah efek samping yang
terpenting diantaranya adalah :
a. Menekan pernafasan, paling kecil pada N2O, eter, trikloretiken
b. Mengurangi kontraksi jantung, terutama haloten dan metoksifluran yang paling
ringan pada eter
c. Merusak hati, oleh karena sudah tidak digunakan lagi seperti senyawa klor
d. Merusak ginjal, khususnya metoksifluran