Anda di halaman 1dari 6

KOMPONEN ELEKTRONIKA DAYA

A. PENGANTAR
Komponen yang ada pada aplikasi elektronika daya sama dengan pada aplikasi
elektronika biasa, perbedaannya hanya pada arus dan tegangan. Komponen semi
konduktor yang digunakan adalah Diode Power, Transistor daya, SCR atau lebih dikenal
dengan Thyristor, DIAC dan TRIAC.
Komponen semi konduktor yang akan dibahas pada materi ini adalah Dioda Power,
Transistor BJT, Uni Junction Transistor (UJT), Transistor Efek Medan (FET), SCR/
Thyristor, TRIAC dan DIAC.

B. Dioda Power
Dioda merupakan salah satu komponen semi konduktor elektronikayang banyak di
gunakan pada aplikasi rumah tangga maupun industri. Komponen Dioda memiliki 2
kutub yaitu anoda (kutub positif) dan katoda (kutub negative), berfungsi sebagai
switching atau saklar untuk melewatkan arus satu jalan. Karakteristik diode secara
matematik, kondisi ON dan OFF diode dapat di tuliskan dengan pernyataan sebagai
berikut :
Syarat diode ON :
A dan K dibias maju (Forward Bias, dimana A(+) dan K (-)
V AK = 0
I Anoda = I Beban

Syarat Diode OFF :

A dan K dibias mundur (RB), dimana A(-) dan K (+)


VAK = Vsumber
IA=0

C. Transistor Power
Transistor merupakan komponen elektronika yang banyak di gunakan pada aplikasi
berdaya rendah maupun berdaya besar. Pada elektronika daya rendah transistor biasanya
di gunakan sebagai penguat, dan pada elektronika daya besar di gunakan sebagai saklar.
Transistor terdiri dari 3 lapisan yaitu PNP (Positif, Negatif, Positif) dan NPN (Negatif,
Positif, Negatif). Transistor sebagai saklar mempunyai 4 daerah kerja yaitu : Daerah
Aktif, Daerah Saturasi/ Jenuh, Daerah Cut Off dan Daerah Breakdown. Untuk menjadi
saklar elektronik transistor harus pada posisi saturasi/ jenuh sehingga tegangan drop dan
pada saat itu transistor ON. Transistor akan berada pada posisi OFF apabila berada pada
daerah Cut Off.
Dalam pensaklaran transistor mempunyai kecepatan hingga ribuan Hz, terutama untuk
industry transistor di desain khusus dengn kecepatan tinggi bahkan bias lebih tinggi dr
thyristor. Transistor Power sering digunakan pada converter DC-DC dan DC-ACdengan
diode terhubung terbalik untuk menghasilkan arus 2 arah. Meskipun begitu tegangan dan
arusnya lebih rendah dari thyristor dan transistorsecara normal di gunakan pada daya
rendah sampai menengah.
Colector C
Colector C

P
N
Base B N
Base B P
P
N

Emitor E
Emitor E

D. Transistor Efek Medan


Salah satu jenis transistor yang terkenal adalah MOSFET (Metal Oxyde Semiconductor
FET). MOSFET mempunyai 3 Kaki yaitu Drain (D), Gate (G) dan Source (S)
Prinsip Kerja :
Tegangan pada G yang mengontrol aliran arus antara drain dan source
V GS Merupakan tegangan antara Gate dan Source
V DS merupakan tegangan antara Drain dan Source
Pada saat V GS = 0 maka tidak ada arus yang mengalir antara D dan S dan
sambungan P-N dibias mundur.

MOSFET On jika :

Terminal D dan S di bias maju, polaritas D dan S tergantung jenis mosfetnya.


Tegangan VGS > 0
VDS = 0 dan
I D = I beban
MOSFET Off jika :

Terminal D dan S di bias maju, polaritas D dan S tergantung jenis mosfetnya.


Tegangan VGS = 0
VDS = VDD = Vsumber dan
ID=0

E. Thyristor (SCR)
Thyristor atau SCR merupakan semikonduktor yang paling banyak digunakan pada
elektronika daya. Mempunyai 3 terminal yang berfungsi mengatur arus dan tegangan
pada suatu rangkaian elektronika daya. Kelebihan dari SCR adalah dapat mengalirkan
arus yang cukup besar melalui Anode-Katode hanya dengan arus yang kecil pada
Gatenya. Beberapa SCR di desain Khusus untuk bekerja pada suhu tinggi yang mampu di
gunakan untuk pengatur peralatan di industry yang mempunyai suhu kerja sangat tinggi
seperti heater, motor induksi, konveyor, dll.
Prinsip kerja komponen ini adalah dengan memberikan bias maju dari anoda ke katoda
melebihi tegangan minimalnya. Karakteristik dari komponen ini adalah membutuhkan
arus trigger yang cukup kecil untuk menghidupkan SCR atau bias di sebut
penyulutan.Tahanan dalam dinamis suatu SCR adalah sekitar 0.01 s/d 0.1 ohm sedangkan
tegangan reverse nya sekitar 100000 ohm atau mungkin lebih.
Mekanisme menjalankan SCR:
Tegangan antara C dan E diperbesar sehingga keadaan arus bocor, hal ini dapat
mengakibatkan terjadinya break down avalanche (longsor). Biasanya di gunakan
pada system diode 4 lapis seperti DIAC.
Perubahan tegangan, setiap sambungan P-N mempunyai kapasitansi tertentu.
Makin luas sambungan makin besar kapasitas.
Pada suhu tinggi, arus bocor/ saturasi pada sambungan P-N silicon dengan
panjaran mundur menjadi dua kali lipat dengan kenaikan suhu mencapai 8 C, hal
ini dapat membuat loop gain G mendekati satu dan mentrigger SCR.
Syarat SCR On :

A dan K dibias Maju (FB), dimana A(+) dan K(-)


Arus IG > 0
VAK = 0, IA = I beban

Syarat SCR Off :

A dan K dibias Maju (RB), dimana A(-) dan K(+)


Arus IG > 0
VAK = Vsumber, IA = 0

F. Uni Junction Transistor


UJT merupakan salah satu komponen semi konduktro yang banyak digunakan pada
aplikasi elektronika daya.UJT tdiak mempunyai elektroda kolektor sebagaimana
transistor bipolar maupun diode rectifier. Sebagai gantinya pada komponen ini memiliki
dua Basis dan sebuah Emitor.UJT banyak digunakan sebagai isyarat puls yang digunakan
untuk mengontrol intrumentasi diantaranya adalah SCR dan TRIAC.
G. DIAC

DIAC merupakan komponen


semikonduktor yang paling sederhana
dari keluarga thyristor. Terdapat struktur
yang sama seperti transistor PNP. Jika
lapisan transistor di buat tipis sehingga
electron dapat dengan mudah melewati
dan menembus lapisan ini. Sedangkan
pada DIAC lapisan N dibutcukup tebal
sehingga electron cukup sulit untuk
melewatinya. Struktur transistor seperti ini sama dengan 2 buah diode PN dan NP.
Sehingga dalam beberapa literature DIAC digolongkan sebagai diode dan di simbolkan
sebagai 2 buah diode yang di pasang secara berkebalikan.
DIAC mempunyai impedansi yang tinggi bagi arus dalam dua arah. DIAC melewati
Breakover arah mundurnya. Biasanya bias untuk DIAC agar mencapai break over adalah
antara 28-36 volt. Namun tergantung dari tipenya.

H. TRIAC

Triac merupakan salah satu


semik konduktor yang
banyak digunakan dalam
system elektronika daya.
Triac mempunyai kelebihan
mampu mengendalikan daya
arus bolak balik secra penuh.
Triac dapat diaplikasikan
dua buah SCR yang
dipasang secara parallel berlawanan (anti parallel) dan gatenya disatukan.
Triac mempunyai 3 terminal (Triode-AC) atau lebih dikenal dengan Birectional Triode
Thyristor. Triac sama dengan SCR namun Triac dapat menghantarkan arus dalam dua
arah. TRIAC merupakan singkatan dari Triode Alternating Current Switch, yang berarti
saklar berganti untuk arus bolak balik. Triac merupakan 2 buah SCR yang di hubungkan
negative terbalik.
TRIAC banyak digunakan untuk mengontrol arus rata rata yang mengalir ke suatu beban.
Jika Triac OFF maka arus tidak dapat melewati terminal terminal utamanya, atau dengan
kata lain di umpamakan saklar kondisi terbuka. Jika Triac sedang ON maka dengan
tahanan yang rendah arus mengalir dari satu terminal ke terminal lainya dengan polaritas
tergantung pada tegangan yang di gunakan.
Berikut Karakteristik TRIAC:
ON Jika :
A dan K dibias maju (FB), dimana A(+) dan K(-).
Arus IG >0
VAK = 0
IA = Ibeban
ON Jika :
A dan K dibias mundur (RB), dimana A(-) dan K(+).
Arus IG < 0
VAK = 0
IA = Ibeban
OFF Jika :
A dan K dibias maju (FB), dimana A(+) dan K(-).
Arus IG = 0
VAK = VCC
IA = 0

OFF Jika :
A dan K dibias mundur (RB), dimana A(-) dan K(+).
Arus IG = 0
VAK = VCC
IA = 0

I. IBGT (Insulated Gate Bipolar Transistor)


IGBT merupakan salah satu komponen semikonduktor yang banyak digunakan dalam
elektronika industry. IGBT biasanya di gunakan untuk keperluat khusus guna melakukan
pengaturan peralatan industry secara elektronis dengan daya yang sangat besar
Kemampuan menahan arus dan tegangan yang besar dan frekuensi pensaklaran
merupakan karakteristik utama yang perlu di pertimbangakan dalam aplikasi
menggunakan IBGT. Komponen IBGT Mempunyai 3 Kaki yaitu Gate, Kolektor dan
Emitor atau Gate Drain dan Source.