Anda di halaman 1dari 17

1

MAKALAH

USAHATANI

STRATEGI MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN UNTUK

KELANGSUNGAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

DISUSUN OLEH:

RAHMADI CANDRA (15542010356)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANTAKUSUMA

2017

1
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena rahmat-Nya

penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul STRATEGI

MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN UNTUK KELANGSUNGAN

KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Makalah ini berisi tentang bagaimana

strategi untuk meningkatkan produksi pertanian untuk kelangsungan ketahanan

pangan nasional. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah

Usahatani. Makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mohon maaf yang

sebesar - besarnya apabila ada kekurangan atau kesalahan penulisan pada makalah

ini.

Penulis menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman

penulis tentang rumput laut menjadikan keterbatasan penulis pula, untuk itu

penulis meminta kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun

selalu penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Penulis berharap,

semoga makalah ini membawa manfaat bagi masyarakat. Atas perhatiannya

penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

proses pembuatan makalah ini.

Pangkalan Bun, 06 Oktober 2017

Penulis

2
3

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................... i

KATA PENGANTAR....................................................................... ......... ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.................................... ................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................ 2

1.4 Manfaat Penulisan..................................................... ......................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Usahatani ......................................................................... 3

2.2 Strategi untuk meningkatkan produksi pertanian .............................. 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ........................................................................................ 12

3.2 Saran .................................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA

3
4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keberhasilan usaha peningkatan produksi pertanian memang dipengaruhi

oleh banyak faktor. Namun dari banyak faktor tersebut, ada beberapa faktor yang

sangat tergantung pada upaya yang dilakukan oleh sumber daya manusia,

diantaranya penyiapan lahan, penerapan tata cara budidaya yang benar, cara panen

yang tepat dan pengolahan pasca panen yang bagus. Hal-hal tersebut tentu

memiliki konten teknologi yang berpengaruh secara langsung dan harus

mendorong peningkatan produktivitas. Banyak pelaku pertanian di Indonesia yang

mengeluhkan rendahnya hasil atau tingkat produktivitas panen. Namun jarang di

antara mereka yang mau melakukan evaluasi dan introspeksi lebih jauh.

Kebanyakan dari mereka melakukan aktivitas pertanian dari mulai pengolahan

hingga pemanenan dengan cara-cara konvensional. Minimnya informasi mengenai

cara efektif peningkatan hasil produksi pertanian, keterbatasan sumber daya, dan

kurangnya tingkat intervensi positif dari pihak penyuluh pertanian juga turut

berpengaruh pada kegagalan peningkatan produksi pertanian tersebut.

1.2. Rumusan Masalah

1. Pengertian Usahatani?

2. Strategi meningkatkan produksi pertanian?

4
5

2.3. Tujuan Penulisan

1. Untuk Mengetahui Pengertian Usahatani.

2. Untuk mengetahui bagaimana strategi meningkatkan produksi pertanian.

2.4. Manfaat Penulisan

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memahami mengenai

pertanian di Indonesia sehingga diharapkan dapat memotivasi diri agar dapat

mengembangkan pertanian di Indonesia.

5
6

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Usahatani

Menurut Mosher (1968), usahatani merupakan pertanian rakyat dari

perkataan farm dalam bahasa Inggris. Dr. Mosher memberikan definisi farm

sebagai suatu tempat atau sebagian dari permukaan bumi dimana pertanian

diselenggarakan oleh seorang petani tertentu, apakah ia seorang pemilik,

penyakap atau manajer yang digaji. Atau usahatani adalah himpunan dari sumber

sumber alam yang terdapat pada tempat itu yang diperlukan untuk produksi

pertanian seperti tanah dan air, perbaikan perbaikan yang dilakukan atas tanah

itu, sinar matahari, bangunan bangunan yang didirikan di atas tanah itu dan

sebagainya.

Sedangkan menurut Kadarsan (1993), Usahatani adalah suatu tampat

dimana seseorang atau sekumpulan orang berusaha mengelola unsur unsur

produksi seperti alam, tenaga kerja, modal dan ketrampilan dengan tujuan

berproduksi untuk menghasilkan sesuatu di lapangan pertanian.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani adalah ilmu terapan yang

membahas atau mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien

dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal. Sumberdaya

itu adalah lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen.

6
7

2.2. Strategi meningkatkan hasil produksi pertanian

Meningkatkan hasil produksi pertanian sangat penting bagi kelangsungan

ketahanan pangan nasional, apakah ketahanan pangan tersebut berjalan baik atau

sebaliknya karena masyarakatlah yang merasakannya. Baik atau buruknya

ketahanan pangan nasional kita tergantung bagaimana strategi atau kebijakan yang

diambil apakah sesuai dengan target atau semakin mempersulit masyarakat. Ada

beberapa strategi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian diantaranya

sebagai berikut:

1. Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanian merupakan salah satu cara pengolahan lahan

pertanian sebaik-baiknya guna meningkatkan hasil dengan memanfaatkan

beragam jenis sarana. Intensifikasi pertanian banyak dipilih sebagai cara

meningkatkan hasil pertanian di Jawa serta pulau Bali. Hal ini dikarenakan, di

pulau Jawa dan Bali lahan pertaniannya cenderung sempit. Intensifikasi pertanian

bisa dilakukan dengan cara menjalankan program panca usaha tani yang berlanjut

dengan sapta usaha tani. Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam

meningkatkan hasil pertanian melalui sapta usaha tani adalah:

Pengolahan tanah yang baik

Pengairan secara teratur

Penggunaan bibit yang unggul

Lakukan pemupukan secara teratur sampai menyerap ke bagian bagian

akar

7
8

Langkah pemberantasan hama serta penyakit pada tanaman

Pengolahan setelah panen

2. Ekstensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan

hasil pertanian dengan cara memperluas lahan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara

membuka area hutan, memanfaatkan daerah sekitar rawa, membuka semak

belukar, serta membuka lahan pertanian yang belum digunakan. Tidak hanya itu,

namun ekstensifikasi pertanian juga bisa dilakukan dengan cara membuka

persawahan pasang surut. Cara meningkatkan hasil pertanian yang satu ini banyak

dipilih dan dilakukan pada daerah dengan penduduk yang jarang. Sebagai

contohnya adalah pulau Sumatera serta Kalimantan juga Irian Jaya.

3. Diversifikasi Pertanian

Diversifikasi pertanian merupakan salah satu jenis usaha yang dilakukan

dengan cara memanfaatkan beberapa jenis produksi. Hal ini dilakukan untuk

menghindari adanya ketergantungan pada salah satu jenis tanaman saja. Dalam

melakukan diversifikasi ada 2 cara yang bisa dilakukan yakni dengan

memperbanyak jenis kegiatan pertanian. Sebagai contohnya adalah petani

tumbuhan pangan, yang juga beternak seperti pengelompokan hewan ayam serta

ikan. Cara kedua adalah dengan memperbanyak jenis tanaman yang terdapat pada

satu lahan. Sebagai contoh adalah dengan menanam tanaman jagung sekaligus

padi pada satu ladang.

8
9

4. Mekanisasi Pertanian

Cara meningkatkan hasil pertanian ini dilakukan dengan cara

memanfaatkan mesin-mesin pertanian yang modern. Mekanisasi pertanian banyak

diterapkan di luar pulau Jawa terutama pada daerah yang memiliki lahan pertanian

yang luas. Pada mekanisasi pertanian, tenaga manusia serta hewan bukanlah

sebagai tenaga pengolah lahan yang utama.

5. Rehabilitasi Pertanian

Cara meningkatkan hasil pertanian yag selanjutnya adalah dengan

melakukan rehabilitasi pertanian. Usaha ini dilakukan dengan cara memperbaiki

lahan yang awalnya tidak lagi produksi menjadi lahan yang kembali produktif.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengganti tanaman yang tidak lagi

menghasilkan menjadi jenis tanaman yang menghasilkan. Dalam mengembangkan

pertanian di Indonesia, pemerintah tidaklah angkat tangan melainkan juga ikut

membantu melalui langkah-langkah yang berikut ini:

Memperluas serta memperbaiki juga memelihara jaringan irigasi secara

meluas di seluruh wilayah Indonesia

Menyempurnakan sistem pertanian pangan dengan cara menerapkan

beragam cara seperti halnya melakukan bimbingan massal

Melakukan pembangunan seperti pabrik pupuk dan pabrik insektisida juga

pestisida guna melancarkan produksi hasil pertanian

Selain itu, cara lain untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan

membangun gudang serta pabrik penggilingan padi dengan harga dasar gabah.

9
10

Sehingga petani tidak merasa diberatkan. Cara lainnya adalah dengan memberikan

beragam jenis subsidi serta intensif modal untuk para petani supaya kemampuan

dalam produksi pertanian mereka meningkat. Bentuk pula kelompok tani juga

KUD di seluruh pelosok desa. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi

penduduk serta memberikan solusi bagi mereka yang tengah menghadapi

kesulitan dalam hal produksi.

6. Peningkatan Ketersediaan Lahan dan Pemanfaatan Lahan

a. Melakukan upaya-upaya perlindungan, pelestarian dan perluasan areal

pertanian terutama di luar Jawa sebagai kompensasi alih fungsi lahan

terutama di Jawa melalui:

1. Upaya pengendalian alih fungsi lahan melalui penyusunan dan

penerapan perangkat peraturan perundangan.

2. Pencetakan sawah baru diluar pulau Jawa terutama dengan

memanfaatkan lahan terlantar, lahan marjinal, lahan di kawasan

transmigrasi, bekas lahan pertambangan, serta memanfaatkan

tumpangsari.

3. Langkah penanganan untuk mengatasi penurunan kualitas lahan

melalui memanfaatkan produk bioteknologi, seperti pupuk dan

pestisida hayati yang mengandung mikroba bersifat ramah

lingkungan. Penggunaan mikroba sebagai pupuk hayati dapat

membantu menyediakan unsur hara yang lengkap bagi tanaman,

meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan juga sangat

penting dalam memperbaiki struktur tanah. Sedangkan pemakaian

10
11

pestisida hayati diharapkan selain dapat menanggulangi serangan

hama dan penyakit dan mampu menjaga lingkungan tetap sehat.

4. Melestarikan dan/atau mempertahankan kesuburan lahan-lahan

produktif dan intensif.

5. Melakukan upaya rehabilitasi dan konservasi lahan terutama pada

lahan pertanian Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu.

b. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian terlantar yang meliputi

lahan pertanian yang selama ini tidak dibudidayakan (lahan tidur atau

bongkor), dan kawasan hutan yang telah dilepas untuk keperluan

pertanian tetapi belum dimanfaatkan, atau lahan pertanian yang masih

dalam kawasan hutan (wewenang sektor kehutanan).

c. Mempertahankan kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi lahan

marjinal dengan upaya-upaya yang akan dilakukan diantarnya:

1. Melakukan perbaikan dan pencegahan kerusakan tanah, dengan

menerapkan teknologi konservasi tanah dan air untuk mengurangi

erosi dan mencegah longsor serta meningkatkan produktivitas

lahan.

2. Melakukan penanaman tanaman pohon (buah-buahan) dan

perkebunan) di daerah kawasan aliran sungai, dan turut serta

dalam sistem komunikasi dan koordinasi lintas sektor dalam

upaya mengurangi pembabatan dan kerusakan hutan dan rangka

memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumberdaya lahan dan

air serta lingkungan di kawasan hulu.

11
12

Mendorong petani untuk menggunakan sistem pemupukan berimbang

yang diintegrasikan dengan pupuk organik, dan menerapan praktek

budidaya pertanian yang tepat guna dan ramah lingkungan.

7. Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian

Dalam rangka peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian, perlunya

dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:

1. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan oleh petani

di areal usahatani seperti jalan usahatani, jalan produksi. Disamping itu

juga diperlukan infrastruktur di luar areal usahatani seperti jaringan

irigasi primer, jaringan irigasi sekunder, jalan kabupaten, jalan propinsi,

jalan negara, pelabuhan, bandara, sarana transportasi, jaringan listrik,

jaringan komunikasi dan lain sebagainya.

2. Perlunya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Kementerian

Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,

Kementerian Perhubungan, Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota

maupun oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan upaya koordinasi yang

baik agar tepat lokasi dan sesuai kebutuhan.

3. Peningkatan sarana pertanian meliputi bantuan sarana pembuatan pupuk

organik, biogas, sarana budidaya, panen, pasca panen, pengolahan dan

sarana pemasaran.

4. Penguatan peran kelompok tani dalam pengelolaan Usaha Pelayanan

Jasa Alsintan (UPJA).

12
13

8. Penguatan dan Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian

Terdapat tiga komponen SDM pertanian yaitu:

1) non-aparatur yang meliputi petani/tenaga kerja pertanian dan

pelaku usaha pertanian lainnya,

2) aparatur pertanian, baik fungsional maupun structural yang lebih

berperan sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator dalam

proses pembangunan pertanian,

3) lembaga petani pedesaan seperti kelompok tani, gabungan

kelompok tani (gapoktan), Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan

Swadaya (P4S), koperasi, lembaga keuangan mikro, kios sarana

produksi, dan lembaga pemasaran.

Dalam rangka penguatan dan peningkatan kapasitas SDM pertanian

tersebut, perlunya dilakukan upaya-upaya diantaranya sebagai berikut:

1. Pengembangan dan penguatan kapasitas penyuluh Pertanian

Polivalen di tingkat lapangan dan Penyuluh Pertanian Spesialis di

tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat.

2. Pelatihan bagi aparatur sesuai dengan kebutuhan jenjang karir

Pegawai Negeri Sipil (PNS).

3. Pelatihan bagi pengelola P4S dan Pengurus Gapoktan serta pelaku

agribisnis lainnya dilaksanakan oleh UPT Pelatihan, sedangkan

Pelatihan bagi petani pelaku utama agribisnis dilaksanakan oleh

P4S.

13
14

4. Pendidikan Tinggi bidang Rumpun Ilmu Hayati Pertanian (RIHP)

diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga fungsional Penyuluh

Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT),

Paramedik Veteriner, Pengawas Bibit Ternak (PBT), Pengawas

Mutu Pakan Ternak, Pengawas Mutu Hasil Pertanian, fungsional

informasi pasar dan Karantina.

5. Pendidikan Menengah Kejuruan di bidang pertanian diarahkan

untuk memenuhi tenaga teknisi menengah dan menyiapkan

wirausahawan muda di bidang pertanian.

14
15

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Setelah disampaikan mengenai pengertian usahatani dan strategi

meningkatkan produksi untuk kelangsungan ketahanan pangan nasional dapat

disimpulkan bahwa usahatani adalah ilmu terapan yang membahas atau

mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien dan efektif

pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal. Sumberdaya itu

adalah lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen dan untuk pembahasan kedua

terdapat 8 strategi untuk meningkatkan produksi pertanian yaitu Intensifikasi

Pertanian, Ekstensifikasi Pertanian, Diversifikasi Pertanian, Mekanisasi

Pertanian, Rehabilitasi Pertanian, Peningkatan Ketersediaan Lahan dan

Pemanfaatan Lahan, Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian dan

Penguatan dan Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian.

3.2. Saran

Makalah ini meskipun menurut penulis sudah lengkap, namun pembaca

mungkin dapat beranggapan lain tentang penyusunan ini. Penulis sebagai

penyusun menerima semua masukan agar pembaca lebih terasa senang untuk

membaca makalah ini. Untuk itu penulis mohon, agar pembaca dapat

memakluminya karena penulis sebagai penyusun mempunyai batas kemampuan

untuk berfikir dalam segala hal untuk penyusunan makalah ini. terimakasih

banyak jika pembaca beranggapan bahwa makalah ini sudah baik.

15
16

DAFTAR PUSTAKA

https://petaniberas.blogspot.com/2015/08/cara-meningkatkan-hasil-produksi-

pertanian.html?m=1

https://dosenbiologi.com/pertanian/cara-meningkatkan-hasil-pertanian

Anwar Adiwilaga, Ilmu Usahatani, Penerbit Alumni, Bandung

Fadholi Hernanto, 1991, Ilmu Usahatani, BPFE, Yogyakarta

Moenandir, Jody, Prof, Dr, Ir.2004. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Pertanian:

Ilmu Pertanian Umum. Universitas Brawijaya: Malang

16
17

17