Anda di halaman 1dari 28

PENELITIAN KUANTITATIF

DOSEN:
HUSNUL KHATIMI, MT
NIP. 19810915 200501 1 001

OLEH :
DWI NURDIANSYAH
NIM.H1A114074

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2017

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa


melimpahkan Rahmat, Hidayah serta Inayah-Nya sehingga kita semua dalam
keadaan sehat walafiat dalam menjalakan aktifitas sehari-hari. Penulis menyadari
betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, paper ini tidak akan
terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan
hati penulis berharap kritik dan saran demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut.
Akhirnya penulis berharap, semoga paper ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Banjarbaru, September 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................i
KATA PENGANTAR..........................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................4
1.2. Rumusan Masalah ..........................................................................5
1.3. Tujuan Penulisan ............................................................................5
1.4. Metode Penulisan ...........................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Penelitian Kuantitatif......................................................6
2.2. Penggunaan Metode Penelitian........................................................7
2.3. Ciri-Ciri Metode Penelitian Kuantitatif............................................8
2.4. Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Penelitian Kuantitatif.. .9
2.5. Ragam Penelitian Kuantitatif.........................................................12
2.6. Proses Penelitian Kuantitatif..........................................................12
2.7. Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif.....................24
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan ..26
3.2. Saran ....26
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui.
Bentuk luasnya bisa berbeda, namun jiwa dan penalarannya adalah sama. Atas
dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik teknik
pelaksanaannya, melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya.
Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi
perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai faktor lainnya,
seperti masalah apa yang sedang dikaji, siapakah pembaca tulisan ini dan dalam
rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan. Berdasarkan pemikiran di atas,
maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut, maka perlu diterbitkan
pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi. Hal ini dilakukan supaya
pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang
berkaitan dengan penulisan skripsi.
Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun
kualitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik, maupun
matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan
pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning),
pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian.
Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang analisisnya secara
umum memakai analisis statistik. Penelitian kuantitatif dikembangkan oleh
penganut positivisme yang dipelopori oleh Auguste Conte. Aliran ini berpendapat
bahwa untuk memacu perkembangan ilmu-ilmu sosial, maka metode-metode IPA
harus diadopsi ke dalam riset-riset ilmu sosial (Harahap, 1992). Karenanya dalam
penelitian kuantitatif pengukuran terhadap gejala yang diamati menjadi penting,
sehingga pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan
berstruktur (angket) yang disusun berdasarkan pengukuran terhadap variabel yang
diteliti yang kemudian menghasilkan data kuantitatif. Berbeda dengan penelitian

4
kualitatif yang menekankan pada studi kasus, penelitian kuantitatif bermuara pada
survey.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Apa pengertian dari peneletian kuantitatif?
2. Bagaimana Penggunaan metode penelitian?
3. Apa saja ciri-ciri metode penelitian kuantitatif?
4. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif?
5. Apa sajakah ragam penelitian kuantitatif?
6. Bagaimanakah proses penelitian kuantitatif?
7. Bagaimana Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif?

1.3. TujuanPenulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Memahami Pengertian Penelitian Kuantitatif.
2. Mengetahui Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif.
3. Mengetahui Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif.
4. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Penelitian
Kuantitatif.
5. Mengetahui ragam penelitian kuantitatif.
6. Mengetahui Proses Penelitian Kuantitatif.
7. Memahami Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif.

1.4. Metode Penulisan


Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode
kepustakaan dan pengambilan data dari sumber-sumber internet seperti
jurnal penelitian, dan e-book.

5
BAB II
PEMBAHASASN

2.1 Pengertian Metode Penelitian Kuantitati

Menururt Punch (1988: 4) metode penelitian kuantitatif merupakan


penelitian empiris di mana data adalah dalam bentuk sesuatu yang dapat dihitung/
angka. Penelitian kuantitatif memerhatikan pada pengumpulan dan analisis data
dalam bentuk numerik. Metode penelitian kuantitatif memiliki ciri khas
berhubungan dengan data numerik dan bersifat obyektif. Fakta atau fenomena
yang diamati memiliki realitas obyektif yang bisa diukur. Variabel-variabel
penelitian dapat diidentifikasi dan interkorelasi variabel dapat diukur. Peneliti
kuantitatif menggunakan sisi pandangannya untuk mempelajari subyek yang ia
teliti. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif hendaknya tidak dilawankan,
melainkan dikontraskan. Kontras ini diperlukan untuk melihat keunggulan dan
kelemahannya masing-masing dalam memecahkan masalah dan atau dalam
pengembangan teori. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif masing-masing
berkembang berdasarkan paradigma tertentu (yang berbeda) yang menjadi
acuannya.
Menurut Sugiyono (2010), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan
sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel
pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode kuantitatif sering juga
disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode discovery.
Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup
lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat
positivisme. Metode ini disebut sebagai metode ilmiah (scientific) karena metode

6
ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur,
rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery karena dengan
metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini
disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis
menggunakan statistic (Bungin, 2006).
Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai
(value free). Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan
prinsip- prinsip objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui
penggunaan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitas nya. Selain itu
metode penelitian kuantitatif dikatakan sebagai metode yang lebih menekankan
pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat
melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa
komponen masalah, variable dan indikator. Setiap variable yang di tentukan
diukur dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbedabeda sesuai
dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan
menggunakan simbolsimbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif
matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang
belaku umum di dalam suatu parameter (Bungin, 2006).
Tujuan utama dati metodologi ini adalah menjelaskan suatu masalah tetap
menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran
yangterjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan
berlaku pada suatu populasi tertentu.

2.2 Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif


Penelitian kuantitatif biasanya digunakan dalam penelitian yang bertujuan
untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan
statistik, untuk menunjukan hubungan antara variabel, dan ada pula yang bersifat
mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan
banyak hal. Metode yang sering digunakan adalah experimental, deskripsi, survey,
dan korelasi. Penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat lengkap,
rinci, prosedur yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis yang
dirumuskan dengan jelas. Pada penelitian kuantitatif, proposalnya lebih singkat

7
dan tidak banyak kajian literature, pendekatan dijabarkan secara umum, dan
biasanya tidak menyajikan rumusan hipotesis (Moh, 1988).

Metode kuantitatif digunakan apabila


a) Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.Masalah
merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi,
antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara
rencana dengan pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian,
masalah ini harus ditunjukkan dengan data, baik data hasil penelitian
sendiri maupun dokumentasi. Misalnya akan meneliti untuk menemukan
pola pemberantasan kemiskinan, maka data orang miskin sebagai masalah
harus ditunjukkan.
b) Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
Metode penelitian kuantitaif cocok digunakan untuk mendapatkan
informasi yang lebih luas tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas,
maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi
tersebut.
c) Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. Untuk
kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan. Misalnya
pengaruh jamu tertentu terhadap tingkat kesehatan.
d) Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian
dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif.
e) Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena
yang empiris dan dapat diukur. Misalnya ingin mengetahui IQ anak-anak
dari masyarakat tertentu, maka dilakukan pengukurandengan test IQ.
f) Bila inginmenguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas
pengetahuan, teori dan produk tertentu (Moh, 1988).

2.3 Ciri-Ciri Metode Penelitian Kuantitatif


Ciri khas penlitian kuantitatif adalah adanya sumber teori yang kuat,
hipotesis, definisi operasional, sampling, proses pengumpulan data dengan angket,

8
adanya pembuatan instrumen, pengujian, perhitungn, pengujian hipotesis dan
penelitian tersebut penuh dengan angka-angka statistic. Penelitian kuantitatif
memiliki beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut:

a) Tujuan penelitian
Penelitian kuantitatif memiliki tujuan mengeneralisasi temuan penelitian
sehingga dapat digunakan untuk memprediksi situasi yang sama pada
populasi lain. Penelitian kuantitatif juga digunakan untuk menjelaskan
hubungan sebab-akibat antar variabel yang diteliti.

b) Pendekatan
Penelitian kuantitatif dimulai dengan teori dan hipotesis. Peneliti
menggunakan teknik manipulasi dan mengkontrol variabel melalui
instrumen formal untuk melihat interaksi kausalitas. Peneliti mencoba
mereduksi data menjadi susunan numerik selanjutnya ia melakukan
analisis terhadap komponen penelitian (variabel). Penarikan kesimpulan
secara deduksi dan menetapkan norma secara konsensus. Bahasa
penelitian dikemas dalam bentuk laporan.

c) Peran peneliti
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti secara ideal berlaku sebagai observer
subyek penelitian yang tidak terpengaruh dan memihak (obyektif)
(Koensdjaraningrat, 1973).

2.4 Kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif


1. Kelebihan Metode Kuantitatif
a) Dapat digunakan untuk menduga atau meramal.
b) Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai
aturan.
c) Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau
lebil variabel.
d) Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan
rumit dalam sebuah model.

9
2. Kekurangan Metode Kuantitatif
a) Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
b) Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang
jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
c) Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk
menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama.
d) Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan
(sampel) yang jumlahnya sedikit (Margono, 2010).

Perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu
perbedaan tentang aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian itu
sendiri.
1. Perbedaan Aksioma
Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kualitatif dan
kuantitatif meliputi seperti:
a. Sifat Realitas
Dalam memandang realitas, gejala, atau obyek yang diteliti, terdapat
perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Seperti telah
dikemukakan dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat
diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis,
bentuk, warna, dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan
diverivikasi.
b. Hubungan peneliti dangan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya, sehingga
dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat
independen. Sedangkan penelitian kualitatif peneliti sebagai human
instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant
observation (observasiberperan serta) dan in depth interview
(wawancara mendalam).
c. Hubungan antar variable

10
Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek
yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam
penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Contohnya
pengaruh iklan terhadap nilai penjualan, artinya semakin banyak iklan
yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan. Iklan
sebagai variabel independen (sebab) dan nilai penjualan sebagai
variabel dependen (akibat).
d. Kemungkinan generalisasai
Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan
informasi sehingga metode ini cocok digunakan sebagai populasi yang
luas dengan variabel yang terbatas dan menggunakan data sampel yang
diambil dari populasi tersebut dengan teknik probality sampling
(random).
e. Peranan nilai
Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi
antara peneliti data dengan sumber data. Dalam penelitian kuantitatif,
karena peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan
terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data sehingga
data yang diperoleh obyektif (Suharsimi, 1992).

2.5 Ragam Penelitian Kuantitatif


Ragam atau jenis penelitian kuantitatif digolongkan menjadi beberapa
macam. Ragam penelitian ini dibuat sebanyak mungkin untuk menghindari
terjadinya tumpang tindih antara ragam yang satu dengan lainnya. Namun meski
demikian kategorisasi ini tidak harus diikuti, karena pada prakteknya tidak jarang
terjadi pengabungan satu dua ragam penelitian guna menyesuaikan satu model
penelitian dengan masalah yang dihadapi. Hal ini bisa disebabkan oleh
kompleknya akibat dari gejala dan variable yang ada di masyarakat. Berikut table
ragam penelitian menurut jenis penggolongannya.
Tabel 1. Ragam penelitian Kuantitatif.
No Penggolongan Menurut Ragam Penelitian
1 Tujuan Eksplorasi
Pengembangan

11
Verifikasi
2 Pendekatan Longitudinal
Cross sectional
Kuantitatif
Survei
Assessment
Evaluasi
Action Reserch
3 Tempat Library
Laboratorium
Field
4 Bidang ilmu Pendidikan
Agama
Manajemen
Komunikasi
Administrasi
Bahasa
Hokum
Sejarah
Antropologi
Sosiologi
Filsafat, dl
5 Taraf Penelitian Deskriptif
Eksplanasi
6 Saat Terjadinya Variabel Historis
Ekspos-Fakto
Eksperimen
(Bungin, 2006).

2.6 Proses Penelitian Kuantitatif


Peneliti kuantitatif pada prinsipnya adalah untuk menjawab masalah.
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti
untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Peneliti harus digali melalui studi
pendahuluan melalui fakta-fakta empiris dan peneliti juga harus menguasai teori
melalui membaca berbagai referensi. Masalah dirumuskan secara spesifik dan
dibuat dalam bentuk kalimat tanya. Untuk menjawab rumusan masalah yang
sifatnya sementara (berhipotesis) peneliti dapat membaca refrensi teoritis yang
relavan dengan masalah dan berfikir. Menguji hipotesis tersebut peneliti dapat
memilih metode/strategi/pendekatan/desain peneliti yang sesuai. Metode

12
penelitian kuantitatif yang dapat digunakan adalah metode survey, ex post facto,
eksperimen, evaluasi, action research, policy research. Setelah metode penelitian
dipilih, maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian atau alat pengumpulan
data yang berbentuk test, angket, untuk pedoman wawan cara atau observasi.
Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang berbentuk populasi
atau sampel. Setelah data terkumpul maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab
rumusan dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik. Kesimpulan
adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban
terhadap rumusan masalah. berdasarkan proses diatas maka tampak jelas bahwa
penelitian kuantitatif bersifat linier, penggunaan konsep dan teori yang relavan
serta pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian (Idrus, 2009).
Metode survey adalah yang paling sering dipakai di kalangan mahasiswa.
Desainnya sederhana, prosesnya cepat. Tetapi bila dilakukan dengan sembrono,
temuan survei ini cenderung superficial (dangkal) meskipun dalam analisisnya
peneliti menggunakan statistik yang rumit. Penelitian survei dapat dilakukan
dengan kuesioner, kuesioner ini memerlukan responden dalam jumlah yang cukup
agar validitas temuan bisa dicapai dengan baik. Hal ini wajar, sebab apa yang
digali dari kuesioner itu cenderung informasi umum tentang fakta atau opini yang
diberikan oleh responden. Karena informasi bersifat umum dan (cenderung)
dangkal maka diperlukan responden dalam jumlah cukup agar pola yang
menggambarkan objek yang diteliti dapat dijelaskan dengan baik (Singarimbun &
Sofian, 1985).
Proses penelitian yang dimaksud adalah kerangka kerja peneliti dalam
melakukan penelitian kuantitatif. Minimal ada enam langkah yang harus
dilakukan oleh peneliti yang meliputi:
1. Mengeksplorasi, merumuskan dan penentuan masalah yang akan diteliti
Pada tahap ini peneliti diharuskan untuk mencari topic masalah yang diminati
yang disesuaikan dengan tujuan penelitiannya. Topic masalah dianggap
sebagai kerangka besar masalah sedangkan masalah adalah bagian-bagaian
dalam topic itu. Bila masalah sudah ditemukan maka peneliti boleh
melanjutkan ke tahap pembuatan judul. Hal penting yang perlu diingat oleh
peneliti bahwa kebiasaan menggonta-ganti topic, masalah dan judul yang telah

13
dipilih adalah tidak membantu penyelesaian persoalan. Karena hal itu malah
menjadikan peneliti tidak beranjak alias diam ditempat. Adapun pertimbangan
dalam memilih masalah minimal ada dua hal:
a) Pertimbangan objektif
Maksud dari pertimbangan objektif disini adalah pertimbangan
berdasarkan masalah itu sendiri, layak tidak layak masalah itu diangkat.
Penentuan kelayakan masalah itu minimal didasarkan pada pertimbangan
kualitas masalah itu dan dapatnya masalah itu dikonseptualisasikan.
b) Pertimbangan subjektif
Pertimbangan subjektif adalah pertimbangan seputar kredibilitas peneliti
terhadap apa yang akan ditelitinya. Sehingga hal-hal yang
dipertimbangkan disini mencakup minat, dana, kemampuan, waktu dan
lain-lain yang dimiliki peneliti terhadap masalah yang akan ditelitinya.
Apabila kedua pertimbangan di atas mengarah pada kondisi yang posisi
maka peneliti bisa melanjutkan untuk mengambil keputusan atas masalah
penelitian yang akan ditempuh. Bila hasil dari kedua pertimbangan
tersebut negative maka bisa dipertimbangakan untuk tidak memlih
masalah tersebut (Idrus, 2009).

2. Mendesain model penelitian dan parameter penelitian


Langkah selanjutnya bagi peneliti setelah menetapkan masalah yang akan
diteliti adalah memilih desain penelitian. Untuk melangkah menuju desain
penlitian kuantitatif seorang peneliti hendaknya menentukan konsep
penelitiannya. Sedangkan konsep penelitian dapat diperoleh dengan generalisasi
dan abstraksi. Generalisasi adalah proses bagaimana memperoleh prinsip dari
berbagai pengalaman yang berasal dari literature dan empiris. Sedangkan
abstraksi mencakup ciri-ciri umum yang khas dari fenomena yang dibicarakan itu.
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh peneliti dalam membuat konsep
penelitian adalah desain variabel dan interaksi antar variabel. Dan perlu diingat
bahwa konseptualisasi dalam penelitian kuantitatif akan terbentuk jika peneliti
membaca teori yang akan digunakan dalam penelitiannya. Apabila teori dan

14
konsep telah terbentuk peneliti bisa menentukan metode penelitian yang akan
digunakan (Idrus, 2009).
Variabel Kuantitatif
Variabel adalah fenomena yang bervariasi dalam bentuk kualitas,
kuantitas, mutu standard dan lain sebagianya.[9] Agar variabel dapat di ukur maka
harus dijelaskan konsep operasioanal variabel, meliputi parameter (ringkasan
variabel) atau indikator-indikatornya. Secara konsep variabel dibedakan menjadi
empat jenis, yaitu:[10]
1. Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang menjadi perhatian utama dan menjadi
sasaran dalam penelitian.
2. Variabel Bebas
Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan
variabel terikat dan mempunyai hubungan positif dan negatif.
3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variabel yang memiliki pengaruh ketergantungan
yang kuat dalam hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas.
Kehadiran variabel moderator ini akan mengubah hubungan awal antara
variabel bebas dengan variabel terikat.
4. Variabel Antara
Variabel antara adalah variabel yang bisa muncul saat variabel bebas mulai
mempengaruhi variabel terikat.

Karakteristik variabel kuantitatif dibedakan menjadi 2 yaitu variabel diskrit dan


variabel kontinyu.
1. Variabel diskrit (nominal)
Variabel yang hanya dikategorikan menjadi 2 kutub yaitu ya dan tidak.
Angka-angka yang digunakan dalam variabel diskrit adalah untuk
menghitung banyaknya.
2. Variabel kontinyu
Variabel kontinyu dibedakan menjadi 3 yaitu:
Variabel ordinal

15
Variabel yang menunjukkan tingkatan-tingkatan. Missal: tingkat
kecerdasan siswa mulai dari kurang, sangat kurang, bagus.
Variabel interval
Sebuah variabel yang selain menunjukkan klasifikasi tingkatan juga
memiliki jarak yang dapat diketahui.
Variabel ratio
Adalah sebuah variabel yang selain menunjukkan klasifikasi
tingkatan, juga memiliki jarak yang dapat diketahui dengan pasti.
Contoh: berat badan, usia, dan lain-lain.
Hubungan antar variabel dibedakan menjadi 3 yaitu:
Hubungan simetris, yaitu variabel satu tidak dipengaruhi oleh variabel
lainnya.
Hubungan asimetris, yaitu apabila satu variabel mempengaruhi variabel
lainnya.
Hubungan timbale balik, yaitu kedua variabel saling mempengaruhi
(Koendjaraningrat, 1973).
Hipotesis Penelitian Kuantitatif
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Jawaban
tersebut masih perlu diuji kebenarannya. Adapun cara merumuskan hipotesis
minmal memenuhi 3 kriteria yaitu:
1. Hipotesis harus mendukung judul, masalah, dan tujuan penelitian
2. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris
3. Hipotesis harus bersifat spesifik
Adapun jenis hipotesis dalam dunia statistic dikenal ada 2 macam, yaitu
hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha). Hipotesis nol adalah hipotesis
yang menyatakan adanya atau tidak adanya perbedaan atau tidak ada pengaruh
antara dua variabel yang dipersoalkan. Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis
yang menyatakan ketidaksamaan, perbedaan, atau adanya pengaruh antara dua
variabel yang dipersoalkan. Contoh: Ho : Tidak ada hubungan antara stress yang
dialami mahasiswa dengan banyaknya tugas kuliah. Maka Ha : ada hubungan
stress yang dialami mahasiswa dengan banyaknya tugas kuliah (Koendjaraningrat,
1973).

16
Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh elemen penelitian, bisa berupa orang, produk,
lembaga, dan lain-lainnya. Sedangkan sampel adalah suatu himpunan bagian dari
populasi yang anggotanya disebut sebagai subjek, sedangkan anggota populasi
disebut elemen. Banyak teori guna mengukur jumlah sampel yang diperlukan.
Missal teori Slovin, gay dan lain-lain (Koendjaraningrat, 1973).

3. Mendesain instrument pengumpulan data penelitian


Instrument penelitian dalam kegiatan penelitian ibarat sebuah jala atau jaring
yang digunakan untuk menangkap data sebanyak dan sevalid mungkin. Karena
peran inilah yang menjadikan instrument penelitian memiliki posisi amat penting
dalam penelitian. Instrument penelitian dibedakan menjadi beberapa model.
Diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Wawancara (interview)
Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh peneliti dengan
responden. Ada beberapa model wawancara yang bisa dilakukan oleh
peneliti. Pertama, wawancara terstruktur. Wawancara ini dilakukan
dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya dan dilakukan
secara face to face, telepon atau email. Kedua wawancara tidak
terstruktur. Yaitu wawancara yang daftar pertanyaannya tidak tersusun
dengan baik.
b. Angket (quisioner)
Angket atau quisioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah
dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh responden. Jenis quisioner
bisa dibedakan menjadi dua. Pertama, Quisioner yang diberikan secara
pribadi. Quisioner yang diberikan secara pribadi ini dapat diterapkan
ketika survey dilakukan dengan ruang dan waktu yang terbatas. Kedua,
Quisioner surat. Quisioner jenis ini keuntungannya bisa menjangkau luas.
Quisioner dikirim mellaui surat dan kepada respondeng dan biasanya di
lengkapi dengan amplop dan perangko balasan untuk dikirim balik.

17
c. Pengamatan (observation)
Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang
digunakan untuk menghimpun data penelitian, dan data penelitian tersebut
dapat diamati oleh peneliti.
Ada beberapa bentuk observasi, yaitu:[15]
1. Observasi Berstruktur
Observasi berstruktur adalah kegiatan observasi dimana peneliti telah
menyiapkan materi pengamatan dan instrumen yang akan digunakan.
Observasi ini juga disebut pengamatan sistematik.
2. Observasi Tidak Berstruktur
Observasi tidak berstruktur maksudnya bahwa kegiatan observasi
dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Sehingga peneliti harus
menguasai ilmu tentang objek yang diteliti.
d. Dokumentasi
Dokumentasi adalah data sekunder yang tersimpan dalam bentuk
dokumen atau file. Dokumen ini bisa berupa buku, laporan, notulen, disc,
majalah, surat kabar, foto, dan lain sebagainya.
e. Test.
Tes sebagai pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan dan latihan
yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi,
kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Ada
beberapa macam tes instrumen pengumpulan data, diantaranya: tes
kepribadian, tes bakat, tes prestasi, tes sikap, tes intelegensia (Zuriah,
2007).
Data-data yang diperoleh dari instrument inilah yang kemudian akan dianalisis
untuk menguji kesimpulan awal (hipotesa) yang telah ditentukan peneliti. Dari
penjabaran ini nampak bahwa instrument penelitian memiliki peran yang penting
dalam proses pengumpulan data. Instrumen yang baik harus memenuhi dua
persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.
a. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan
atau keshahihan suatu instrument. Untuk memperoleh instrument yang valid

18
peneliti harus bertindak hati-hati sejak awal penyusunannya. Dengan
mengikuti langkah-langkah penyusunan instrument, yakni memecah variabel
menjadi sub variabel, indicator, kemudian merumuskan butir-butir
pertanyaannya. Apabila cara dan isi tindakan ini sudah betul, dapat dikatakan
bahwa peneliti sudah boleh berharap memperoleh instrument yang memiliki
validitas logis. Selain validitas logis peneliti juga bisa menguji validitas
empiris instrument. Validitas empiris ini bisa diperoleh dengan cara peneliti
mengujicobakan instrument pada sasaran sesuai dengan sasaran dalam
penelitian. Langkah ini biasa disebut dengan uji coba (try out) isntrumen.
Apabila hasil dari try out ini baik maka berarti instrument sudah baik alias
valid. Adapun macam validitas di lihat dari cara pengujiannya ada 2, yaitu
validitas internal dan validitas eksternal. Validitas eksternal bisa dicapai bila
data yang dihasilkan sesuai dengan data lain mengenai variabel yang
dimaksud penilitian. Rumus statistic yang dipakai untuk uji validitas ini
adalah rumus korelasi product moment Pearson. Sedangkan validitas internal
bisa dicapai apabila terdapat kesesuain antara bagian-bagian instrument
dengan instrument secara keseluruhan. Untuk uji validitas internal ini rumus
statistic yang diapakai adalah analisis factor dan analisis butir.
b. Reliabilitas
Uji reliabilitas instrument menunjukkan hasil pengukuran suatu instrument
yang tidak mengandung bias atau bebas dari kesalahan pengukuran.
Reliabilitas secara garis besar dibedakan menajdi 2 yaitu reliabilitas eksternal
dan reliabilitas internal. Reliabilitas eksternal dapat dilakukan dengan teknik
parallel dan tekni ulang. Teknik parallel dilakukan dengan cara peneliti
membuat 2 instrumen yang sama kemudian di ujicobakan kepada sekelompok
respondan dan mereka mengerjkaanya dua kali. Setelah itu hasilnya
dikorelasikan dengan rumus korelasi pearson (Zuriah, 2007).
Sedangkan teknik ulang dilakukan dengan cara peneliti membuat satu
instrument kemudian diujicobakan kepada responden dan dilain waktu
diujicobakan lagai pada responden yang sama. Setelah itu hasilnya di korelasikan
dengan rumus stastistik. Reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis

19
data dari satu kali hasil pengetesan. Ada bebeapa rumus statistic yang bisa dipakai
diantaranya rumus alpha, rumus rulon dan lain-lain (Zuriah, 2007).
4. Melakukan pengumpulan data penelitian
Proses pengumpulan data penelitian kuantitatif harus terprogram dan
terencana. Hal-hal yang harus disiapkan oleh peneliti dalam tahap pengumpulan
data adalah sebagai berikut
a. Membuat schedule penelitian
Schedule penelitian berisi hal-hal yang harus dikerjakan, kapan waktunya
dan deadline selesai dan lain-lain.
b. Persiapan admisintrasi
Persiapan administrasi yang dimaksud seperti meliputi persiapan surat-
menyurat, pengurusan ijin penelitian, persiapan pertemuan-pertemuan,
persiapan alat-alat penelitian, dan lain-lain.
c. Organisasi tim peneliti
Organisasi ini untuk penelitian kolektif, untuk penelitian individual tidak
memerlukan pengorganisasian seperti ini.
d. Penyusuan anggaran penelitian
Bagi penelitian individual penyusuan anggaran tidak mutlak diperlukan
karena semua pengeluaran langsung dikoordinasi sendiri dengan biaya
sendiri. Tapi bagi penelitian kolektif yang membutuhkan donor dari pihak
lain maka perlu membuat rencana anggaran dana.
e. Lembaga donor
Lembaga donor ini dibagi menjadi dua yaitu lembaga donor pemerintah
dan non pemrintah.
f. Ujicoba dan revisi instrument penelitian
Adapun instrument penelitian yang membutuhkan uji coba adalah jenis
angket. Sedangkan jenis wawancara, observasi, interview, dokumentasi
dan lainnya tidak harus diuji cobakan. Karena instrument ini selalu
bersama peneliti.
g. Field workers dan tenaga asisten

20
Tenaga bantu ini diperlukan biasanya dalam penelitian kuantitatif yang
dilakukan pada populasi yang sangat luas. Sehingga peneliti membutuhkan
bantuan orang lain.
h. Mengambil data dilapangan
Apabila seluruh persiapan penelitian diatas sudah selesai maka
pengumpulan data bisa dimulai. Beberapa ahli mengatakan bahwa jika
suatu penelitian sudah sampai pada pengumpulan data maka penelitian
tersebut 80% sudah selesai.
Adapun etika dalam pengumpulan data yang sebaiknya diterapkan peneliti
adalah: pertama, mampu meyakinkan bahwa privasi dan kerahasiaan responden
adalah tanggungjawab peneliti. Kedua, tujuan penelitian harus dijelaskan pada
subjek penelitan. Ketiga, jangan bertanya data yang sifatnya pribadi yang tidak
ada sangkut pautnya dengan tujuan penelitian. Keempat, jika responden tidak
setuju atau tidak tertarik untuk memberikan respon maka harus tetap di hormati.
Lima, tidak boleh terjadi distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan
selama penelitian (Margono, 2010).

5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian


a. Mengolah Data
Pada analisis data kuantitatif, maka pengolahan data merupakan kegiatan
pendahuluan yang meliputi tiga tahap, yaitu:
1. Tahap editing (Pemeriksaan Data)
Bebarapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap editing adalah sebagai berikut:
pertama, lengkapnya pengisian jawaban. Kedua, kejelasan tulisan. Ketiga,
kejelasan makna jawaban. Keempat, keajekan kesesuaian jawaban. Kelima,
relevansi jawaban. Keenam keseragaman kesatuan jawaban.
2. Tahap coding (pembuatan kode)
Apabila tahap editing telah selesai dilanjutkan dengan pembuatan kode (coding)
sebagai usaha menyederhanakan data. Hal ini dilakukan dengan memberi symbol
angka pada tiap-tiap jawaban. Manfaat coding ini adalah memudahkan analisis

21
data dan penyimpanan data. Pembuatan kode dilakukan sebelum penelitian jika
pertanyaan bersifat tertutup. Sedangkan pertanyaan terbuka maka pemberian kode
setelah data diperoleh.
3. Tahap penyederhanaan data
Penyederhanaan data biasanya terjadi pada data yang diperoleh melalui
pertanyaan terbuka, sehingga jawaban-jawaban responden yang berbeda-beda ini
membutuhkan penyederhanaan. Langkah penyederhaan ini bisa dengan
penggolongan jawaban dengan jumlah kategori yang terbatas.
4. Tahap mengode data
Mengkode data adalah tahap akhhir dari kegiatan pengolahan data. mengkode
data dilakukan dengan cara memindahkan semua data dari kuisioner ke lembaran
kode atau kartu tabulasi dengan menggunkan kode sebagaimana yang telah
ditetapkan pada buku kode (Alsa, 2003).
b. Rencana Analisis
Setelah pengolahan data selesai maka langkah selanjutnya adalah menyusun
rencana analisis. Adapun tahapan menyusun rencana analisis meliputi:
1. Menentukan variabel yang hendak dianalisis. Pada umumnya variabel ini
sudah nampak pada hipotesis penelitian.
2. Rekontruksi variabel-variabel yang hendak dianalisis. Hal ini perlu karena
terkadang data yang diperoleh tidak selalu sama dengan apa yang direncanakan.
Langkah yang dilakukan adalah dengan meneliti data-data yang diperoleh
kemudian melakukan penjabaran variabel bila terdapat data yang keluar dari
prediksi. Penjabaran ini bisa dipandu dengan pengkodean yang disusun
sebelumnya.
3. Pengelompokan kategori/variabel kedalam kategori/variabel yang baru. Hal ini
bertujuan untuk menyederhanakan kategori jawaban yang bervariasi.
Dalampengelompokan kategori ini memperhatikan urutan kode, pemberian skor,
dan pembentukan indeks dan skala.
4. Table yang dibutuhkan. Kebanyakan peneliti menyajikan data yang
dikumpulkan kedalam bentuk table. Adapun data bisa disajikan dalam bentuk
table sebagai berikut:

22
a. Table frekuensi satu variabel. Table ini biasanya digunakan jika penelitiannya
bersifat deskriptif. Missal penelitian untuk mengetahui status nikah mahasiswa
Pasca STAIN Tulungagung.
b. Tabel silang dua variabel. Biasanya table ini digunakan untuk jenis penilitian
analitis. Missal penelitian hubungan tingkat pendidikan dengan kemampuan
membaca.
c. Grafik atau bagan. Pilihan grafik yang akan digunakan hendaknya disesuaikan
dengan skala (ukuran) variabel, apakah nominal, rasio, ordinal atau interval.
5. Statistik Yang Diperlukan
Adapun statistik yang digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitiannya.
Jika penelitian deskriptif maka statistik yang digunakan statistic deskriptif yang
meliputi distribusi frekuensi (untuk mengethaui penyebaran), mean modus median
(untuk ukuran pemusatan data), standar deviasi (untuk mengetahui ukuran
penyimpangan). Apabila penelitian bertujuan menguji hipotesis maka digunakan
statistic inferensial. Peneliti harus mengecek apakah hipotesisnya terkategori
hipotesis komparasi (perbedaan, perbandingan) atau hipotesis korelasi
(hubungan). Karena statistic untuk kedua hipotesis tersebut berbeda.
a. Hipotesis komparasi
Untuk hipotesis perbedaan (komparasi) maka statistic yang digunakan adalah uji t
(t-test) dan uji Chi Square. Cara menilainya dengan menguji harga t apabila
menggunakan t-test dan harga x2 bila menggunakan chi square. Jelasnya bisa
memperhatikan table berikut:
Table 5. nilai t dan x2
b. Hipotesis korelasi
Dalam hipotesis korelasi ini penerimaan dan penolakan terhadap hipotesis (Ho)
dapat dijelaskan dengan table berikut:
Adapun uji korelasi yang bisa digunakan untuk korelasi tunggal adalah
teknik korelasi product moment, teknik korelasi rank order, teknik korelasi
contingency, teknik korelasi tetrachoric. Untuk korelasi jamak bisa menggunakan
rumus korelasi Biserial, korelasi multiserial, Adapun teknik uji regrisi digunakan
untuk mengetahui bagaimana perbedaan sebuah variabel mempengaruhi variabel

23
lain. Uji regresi yang paling popular dalam penelitian adalah analisis regresi linear
dan analisis regresi multiregresi (Alsa, 2003).
c. Analisis dan Intepretasi
Setelah analisis data selesai dan informasi telah diperoleh maka langkah
selanjutnya adalah interpretasi hasil-hasilnya guna mencari makna dan implikasi
yang lebih luas dari hasil penelitian tersebut. Interpretasi bisa sempit dalam artian
peneliti hanya melakukan interpretasi atas data dan hubungan yang ada dalam
penelitiannya. Bisa juga luas dalam arti peneliti membandingkan hasil analisisnya
dengan kesimpulan peneliti lain. Interpretasi pada dasarnya adalah, suatu
penafsiran atas hasil dari suatu perhitungan atau analisis data agar data berupa
angka-angka itu dapat dilihat maknanya secara verba. Adapun dalam penelitian
kuantitatif menggunakan hipotesis maka interpretasikan yang diberikan sesuai
dengan hasil uji hipotesisnya. Apabila Ho ditolak maka Ha diterima ataupun
sebaliknya. Kemudian hasil itu diterjemahkan kedalam bahasa kualitatif (Alsa,
2003).
6. Mendesain laporan hasil penelitian
Laporan penelitian adalah tahap akhir dari penelitian kuantitatif. Laporan
penelitian amat penting karena benda ini menjadi peninggalan tertulis dari suatu
penelitian yang telah dilaksanakan. Ciri laporan yang baik diantaranya adalah
lengkap, ringkas dan jelas, susunan pargaraf runtut, bahasa tepat dan lain-lain.
Adapun bagian-bagian laporan adalah sebagai berikut:
a. Halaman Judul
b. Daftar isi
c. Proposal penelitian dan surat pengesahan
d. Ringkasan eksekutif dan synopsis
e. Bab pendahuluan
f. Isi laporan
g. Bagian akhir laporan
h. Ucapan terimakasih
i. Daftar pustaka
j. Lampiran

24
2.7 Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif.
Dilakukan pada kondisi yang alamiah, langsung kesumber data dan
peneliti adalah instrumen kunci.
Penelitian kualitatif lebih bersifat eskritif. Data yang terkumpul berbentuk
kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.
Penelitian kualitatif melakukan analisi data secara induktif.
Penelitian kualitatif lebih menekankan makna.
Teknik pengumpulan data kualitatif adalah participant observation, in
depth interview, dan dokumentasi.
Menurut Zikmund (1997) metode penelitian survey adalah satu bentuk
teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa
orang, melalui pertanyaan-pertanyaan, menurut Gay & Diehl (1992) metode
penelitian survey merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum
penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara, sedangkan menurut
Bailey (1982) metode penelitian survey merupakan satu metode penelitian yang
teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan tertulis atau lisan.
Metode survei adalah metode penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai
instrumen utama untuk mengumpulkan data. Berbagai macam survei diantaranya
adalah sebagai berikut
Studi trend: menggunakan hampir semua pertanyaan yang sama berulang-
ulang dari waktu ke waktu sehingga dapat mengidentifikasi tren, pola, dan
Studi kelompok: mengumpulkan data dari kelompok populasi yang sama
lebih dari sekali. Orang yang sama mungkin tidak disurvei, tapi semua
orang dalam kelompok yang dipilih dari populasi yang sama
Studi panel: mengumpulkan data dari orang-orang waktu yang sama dari
waktu ke waktu. Studi tren dan studi panel kadang-kadang disebut sebagai
studi longitudinal
Sampel Paralel studi mencakup topik tertentu, namun data yang
dikumpulkan dari dua berbagai perspektif untuk lebih memahami tugas
atau masalah.
Studi Kontekstual: survei lingkungan satu individu, mengumpulkan data
dari berbagai perspektif untuk lebih memahami masalah tugas

25
Penelitian cross-sectional: meneliti fenomena di seluruh sampel yang
representatif dari populasi; adalah skala besar.
Kelebihan dan Kelemahan survey

Kelebihan Kelemahan
Dapat dilakukan untuk menginvestigasi
masalah yang terkait dengan kehidupan
Responden dapat memahami pertanyaan
manusia tanpa harus melalui riset
secara berbeda dari yang diinginkan.
laboratorium atau melalui perancangan suatu
kondisi tertentu.
Tidak membutuhkan biaya yang besar Memiliki potensi bias
Tidak dibatasi oleh faktor geografi Tidak bisa menjangkau semua persoalan
Ada kemungkinan responden yang terlibat
Pengumpulan data yang luas dapat dilakukan
tidak sesuai dengan karekteristik sample
dengan relatif mudah
yang dituju.
Data yang telah ada di lapangan memberikan Beberapa survei cukup sulit dilaksanakan
kemudahan survei terkait dengan kesediaan berpartisipasi.
Tidak cukup fleksibel dalam menangkap
sejumlah perbedaan / perubahan sosial
Terlalu mengandalkan statistik sehingga
mereduksi data yang bersifat kualitatif yang
sebenarnya dapat memperkaya penjelasan
sebuah persoalan

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan
hitungan,statistik, dan tabel, dengan kaidah-kaidah tertentu. Penelitian kuantitatif
ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner. Penelitian
kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam
maupun ilmu sosial seperti biologi, fisika, kimia, matematika, sosiologi,
jurnalisme, ekonomi, dan lain sebagainya. Metode penelitian ini berbeda dengan

26
metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan, sedangkan
metode penelitianmkualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi. Sifat-sifat
yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran
atau jumlah, pengukuran tingkat kejadian, pembuktian sesuatu, prediksi suatu
variable berdasarkan variabel lain, tindakan atau eksperimen, dan pembuktian
suatu hipotesa. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif ini
merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi
beserta hubungan-hubungannya.

3.2 Saran
Kami menyadari dalam pembuatan paper ini masih banyak kekurangan.
Kami tetap berharap makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca.
Namun, saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami
terima demi kesempurnaan makalah dimasa yang akan datang

DAFTAR PUSTAKA

Alsa, Asmdi. 2003. Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta kombinasinya


dalam penelitian psikologiYogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bailey, K.D. 1982. Qualitative Research The Education, Buston: The Free Press.

Bungin, M. Burhan. 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana


Prenada Media Group.

Gay, L.R. dan Diehl, P.L. (1992). Research Methods for Business and.
Management. New York: MacMillan Publishing Company.

Harahap, Nasruddin. Penelitian Sosial : Latar Belakang, Proses : Persiapan


Pelaksanaannya. Yogyakarta: Jurnal Penelitian Agama Balai Penelitian
P3M IAIN Sunan Kalijaga.

27
Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta: Penerbit
Erlangga

Koentjaraningrat. 1973. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta:


Gramedia.

Margono. 2010. Metodologi Peelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Moh. Nasir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Punch, M. 1998. Introduction to Social Research:Quantitative adnd Qualitative


Approaches, London. Sage

Purwanto. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan


Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Singarimbun, Masri., & Sofian Effendi. 1985. Metode Penelitian Survai. Jakarta:
LP3ES.

Suharsimi, Arikunto. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis.


Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,


Kualitatif,R&D). Bandung: Alfabeta.

Zikmund. 1997. Pengertian Hipotesis.


http://santikusuma12.blogspot.com//2014/04/hipotesis.html. (27 September 2017).

Zuriah, Nurul. 2007. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi.


Malang: PT Bumi Aksara.

28