Anda di halaman 1dari 17

PEDOMAN

PENGORGANISASIAN UNIT
SIM-RS

RUMAH SAKIT MITRA SEHAT


Desa Curah Jeru RT II RW XI Kec. Panji,
Kab. Situbondo, Jawa Timur 68323
Mobile | +62 82333282112
No. Telp/Fax | (0338) 678141
Email | rumahsakitmitrasehatsitubondo@yahoo.com
Website |http://www.rsmitrasehatsitubondo.com
PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT
SIM-RS

LEMBAR PENGESAHAN

PENGESAHAN DOKUMEN RUMAH SAKIT MITRA SEHAT


Pedoman Pengorganisasian Unit SIM-RS

KETERANGAN TANDA TANGAN TANGGAL

Muhammad Arifin, S.Kom Pembuat Dokumen

Gaguk Guntoro, S.E. Authorized Person

dr. Divi Mardiana Direktur

ii
PERATURAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT MITRA SEHAT


NOMOR: /Per/RSMS/II/2017

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN SIM-RS


RUMAH SAKIT MITRA SEHAT

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA SEHAT,


Menimbang : a. Bahwa agar dalam pengelolaan penggunaan teknologi informasi dalam
pelayanan pasien dan kebutuhan manajemen di Rumah Sakit Mitra Sehat
dapat terlaksana dengan baik, dan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, diperlukan suatu Pedoman Manajemen Teknologi
Informasi.
b. Bahwa pemberlakuan Pedoman Pengorganisasian SIM-RS tersebut perlu
ditetapkan dengan Peraturan Direktur Rumah Sakit.
Mengingat : 1. Undang-Undang Repulbik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014
tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
4. Peraturan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
01/Per/Peng/YMSS/I/2017 tentang Peraturan Internal Rumah Sakit Mitra
Sehat;
5. Peraturan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
02/Per/Peng/YMSS/I/2017 tentang Penetapan Struktur Organisasi Rumah
Sakit Mitra Sehat;
6. Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Sehat Situbondo Nomor
01/Kep/Peng/YMSS/I/2017 tentang Pengangkatan dr. Divi Mardiana
sebagai Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : PERTURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT TENTANG PEDOMAN
PENGORGANISASIAN SIM-RS DI RUMAH SAKIT MITRA SEHAT.
KEDUA : Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan menggunakan
teknologi informasi di Rumah Sakit Mitra Sehat sebagaimana tercantum dalam
lampiran Keputusam ini.
KETIGA : Pembinaan dan pengawasan terlaksananya Pedoman tersebut di atas di Rumah
Sakit Mitra Sehat dilaksanakan oleh Kepala Unit SIM-RS.
KEEMPAT : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
ternyata ada kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

iii
Ditetapkan di : Situbondo

Pada tanggal : 1 Februari 2017

Rumah Sakit Mitra Sehat


Direktur,

dr. Divi Mardiana

iv
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................. i


BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................... 1
BAB II GAMBARAN UMUM RS .......................................................................................................... 2
A. SEJARAH BERDIRINYA RUMAH SAKIT ...................................................................................................... 2
BAB III VISI MISI ................................................................................................................................... 3
A. VISI, MISI, NILAI, DAN MOTTO ...................................................................................................................... 3
B. TUJUAN KEGIATAN ............................................................................................................................................ 3
BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RS ............................................................................................... 4
BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA.............................................................................. 5
BAB VI URAIAN JABATAN.................................................................................................................. 6
A. KEPALA UNIT SIM-RS........................................................................................................................................ 6
BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA .................................................................................................. 8
BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL ................................................ 8
BAB XIV KEGIATAN ORIENTASI ...................................................................................................... 10
A. DEFINISI .................................................................................................................................................................. 10
B. PESERTA ORIENTASI ........................................................................................................................................ 10
C. KELENGKAPAN ORIENTASI............................................................................................................................ 10
D. WAKTU DAN TEMPAT ORIENTASI .............................................................................................................. 10
E. KEGIATAN ORIENTASI...................................................................................................................................... 10
F. METODE .................................................................................................................................................................. 11
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN .......................................................................................................... 11
H. EVALUASI ORIENTASI....................................................................................................................................... 11
BAB XVII PENUTUP ............................................................................................................................. 12
Lampiran
Direktur Rumah Sakit Mitra Sehat
Nomor : /Per/RSMS/II/2017
Tanggal : 1 Februari 2017

BAB I PENDAHULUAN

Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi suatu rumah sakit merupakan hal yang sangat penting
untuk segera diterapkan. Hal ini mengingat semakin kompleksnya permasalahan yang ada
dalam data medik pasien maupun data-data administrasi yang ada di rumah sakit. Namun
menyediakan SIM bukanlah hal yang mudah, terutama jika dikaitkan dengan biaya pengadaan
SIM yang relatif sangat besar. Penerapan sistem informasi pada suatu rumah sakit memerlukan
suatu perencanaan yang matang. Sistem Informasi Manajemen terdiri dari tiga kata yaitu sistem,
informasi dan manajemen. Sistem adalah suatu himpunan dari unsur, komponen atau variabel-
variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna dan bermanfaat
karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan menggunakannya untuk membuat
keputusan. Manajemen adalah tindakan yang memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang
diinginkan melalui usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat
manusia dan sumber-sumber daya. Sehingga Sistem Informasi Manajemen berarti suatu sistem
yang menyediakan kepada pengelola organisasi maupun informasi yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Jika lebih spesifik lagi Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit (SIMRS) adalah suatu prosedur pemrosesan data-data baik data- data umum Rumah Sakit
maupun data-data medik pasien sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan
manajemen.
Sedangkan Sistem Informasi Manajemen yang dimaksudkan adalah suatu sistem yang telah
berbasiskan komputer untuk mengolah data-data medik pasien maupun data-data administrasi
yang dimiliki rumah sakit. Selama ini jika kita bicara tentang rumah sakit, yang paling mudah
diingat adalah pelayanannya yang tidak memuaskan ketika melakukan administrasi atau waktu
yang terlalu yang dibutuhkan oleh perawat untuk mencari data-data medik pasien.
Beberapa hambatan-hambatan yang sering dialami oleh pihak Rumah Sakit yang disebabkan
oleh sistem informasi yang belum dikelola dengan baik adalah pencatatan yang berulang yang
menyebabkan penduplikasian data, data yang belum terintegrasi atau masih tersebar,
pencatatan data masih dilakukan secara manual sehingga banyak terdapat kesalahan dan
informasi terlambat disebarkan. Oleh karena sistem informasi manajemen untuk Rumah Sakit
sangat perlu dilakukan agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dapat
menyajikan laporan akurat sehingga dapat memberikan kemudahan dalam pengambilan
keputusan oleh pihak manajemen.Sedangkan untuk melakukan penerapan sistem informasi
rumah sakit dibutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Banyak yang harus benar-benar
dipersiapkan agar hasil yang akan diperoleh seperti apa yang diharapkan. Komponen utama
untuk menunjang terlaksananya penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan :
1. Software (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)
2. Hardware (seperangkat komputer)
3. Networking (Jaringan LAN, wireless)
4. SPO (Standar Prosedur Operasional)
5. SDM (Sumber Daya Manusia)
Ketika sistem informasi telah disiapkan dan diimplementasikan ternyata ada beberapa kendala
yang terjadi di lapangan, antara lain ketidaksiapan pihak Rumah Sakit dalam menerapkan sistem
informasi yang terintegrasi dan berbasis komputer, sulitnya mengubah pola kerja yang telah
terbiasa dengan sistem manual menjadi komputerisasi, dan penyajian data yang belum
semuanya dalam bentuk elektronik yang akan memudahkan proses migrasi data. Untuk itulah
diperlukan tenaga di bidang IT untuk bisa membantu dan menerapkan sistem tersebut sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh pihak rumah sakit itu sendiri.

1
BAB II GAMBARAN UMUM RS

A. SEJARAH BERDIRINYA RUMAH SAKIT

Pada permulaan tahun 2012 sebuah klinik didirikan di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji
Kabupaten Situbondo dengan kapasitas 10 tempat tidur. Klinik tersebut didirikan atas
keinginan Bapak H. Imam Hidayat, S.Kep., Ners., M.M.Kes. dan Ibu Hj. Parsia Pungkaswati,
S.Kep., Ners. untuk lebih mengabdikan diri dalam bidang kesehatan masyarakat dengan
nama Klinik Sehat dan diresmikan menjadi klinik swasta tanggal 23 Agustus 2012.
Klinik Sehat yang terletak di Desa Curah Jeru Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo
memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan apotek. Seiring dengan meningkatnya
kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Klinik Sehat, maka dirasakan perlu untuk
meningkatkan kemampuan pelayanan Klinik Sehat. Oleh karena itu pada tanggal 23 Januari
2013 berdasarkan Akta Notaris Lukman Hakim Gusti, S.H. didirikan Yayasan Mitra Sehat
Situbondo yang merupakan pemilik dari Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo, dan dengan
adanya Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo No.
050/0365/431.301.5/2013 Klinik Sehat ditingkatkan kemampuan pelayananannya menjadi
Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo. Pelayanan Rumah Sakit Mitra Sehat diperkuat dengan
Surat Keputusan Bupati Situbondo No. 188/327/P/006.02/2015 tentang Izin Operasional
Tetap Penyelenggaraan Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo.
Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Mitra Sehat meliputi pelayanan gawat darurat
24 jam, pelayanan rawat jalan berupa KB, dan imunisasi, pemeriksaan kehamilan oleh bidan
dan dokter spesialis, pelayanan rawat inap, pelayanan persalinan oleh bidan maupun oleh
dokter spesialis, pelayanan farmasi dan pelayanan penunjang lainnya. Rumah Sakit Mitra
Sehat mempunyai prinsip melayani masyarakat ekonomi bawah namun disertai kualitas
yang baik. Saat di Rumah Sakit Mitra Sehat mimiliki 66 tempat tidur dan 110 orang
karyawan yang akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya rumah sakit. Hal ini
berkaitan dengan kesiapan rumah sakit dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan
yang lebih optimal. Pengembangan fasilitas terus dilakukan dalam rangka memberikan
pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pengembangan sumber daya manusia di
Rumah Sakit Mitra Sehat juga terus menerus ditingkatkan melalui pelatihan dan seminar.
Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia Rumah Sakit Mitra
Sehat.

2
BAB III VISI MISI

A. VISI, MISI, NILAI, DAN MOTTO


1. VISI
Menjadi rumah sakit kepercayaan masyarakat kabupaten Situbondo dan sekitarnya
dalam memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang bermutu dan terjangkau.

2. MISI
a. Memberikan solusi atas masalah kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
b. Memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
c. Memberikan pengobatan secara profesional sesuai prosedur, berkualitas dan dapat
terjangkau oleh semua kalangan masyarakat
d. Ikut serta dalam usaha masyarakat dalam meningkatkan derajat kesejahteraan
melalui peningkatan kesehatan.
3. Tujuan
a. Tujuan Umum :
Turut berperan dalam pendekatan pelayanan kesehatan Rumah sakit yang proaktif
yaitu memberikan pelayanan yang paripurna mencakup upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehebilitatif.
b. Tujuan Khusus :
1) Penyelenggaraan manajemen dan administrasi rumah sakit yang mampu
menyediakan informasi secara cepat, tepat, akurat.
2) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan paripurna yang menjamin keselamatan
pasien dan keamanan karyawan dalam memberikan pelayanan tersebut.
3) Penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat mewujudkan
pelayaan kesehatan yang berkualitas serta berorientasi customer.

B. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
a. Menyusun dan membuat program aplikasi SIMRS (bekerja sama dengan pihak ke
tiga).
b. Implementasi dan evaluasi program aplikasi SIMRS.
2. Tujuan Khusus
a. Menyusun pengumpulan dan pengolahan data.
b. Menyusun penyajian, analisa dan penyimpulan informasi.
c. Sosialisasi, pemantauan dan evaluasi implementasi program aplikasi SIMRS di
setiap unit RS

3
BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RS

STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT MITRA SEHAT
PENGURUS
YAYASAN MITRA
SEHAT SITUBONDO

DIREKTUR

SATUAN
KOMITE STAF MEDIS KOMITE
PENGAWAS KEPERAWATAN
KOMITE ETIK
MEDIS FUNGSIONAL
INTERNAL & HUKUM

KOMITE
Sub Komite Sub Komite Sub Komite Sub Komite Sub Komite Sub Komite FARMASI
Kredensial Mutu Profesi Etik & Disiplin Kredensial Mutu Profesi Etik & Disiplin & TERAPI

KOMITE
PPI

BIDANG BIDANG BIDANG UMUM & KOMITE MUTU &


MEDIS KEPERAWATAN KEUANGAN KESELAMATAN
PASIEN

Unit Rawat KOMITE


Instalasi Gawat Unit Personalia PKRS
Inap Medikal
Darurat
Bedah
KOMITE
REKAM MEDIS
Unit Unit Rawat Unit
Rawat Jalan Inap Anak Keuangan
KOMITE
PONEK
Unit Unit Rawat Unit
Farmasi VIP Umum
KOMITE
TB-DOTS
Unit Unit
Unit KOMITE
Kamar Bersalin & Pemeliharaan
Radiologi KREDENSIAL
Perinatologi Sarana
PROFESI LAIN

Unit KOMITE
Unit Unit
Pelayanan K3RS
Laboratorium Pengadaan
Intensif

Unit Unit Unit


Rekam Medis Gizi Tata Usaha

Unit Unit
Kamar Operasi SIM-RS

4
BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA

DIREKTUR
RUMAH SAKIT

KABID UMUM & KEUANGAN

KEPALA UNIT SIM-RS

KOORDINATOR PERANGKAT LUNAK KOORDINATOR PERANGKAT KERAS KOORDINATOR JARINGAN

5
BAB VI URAIAN JABATAN

A. KEPALA UNIT SIM-RS


1. Tujuan Jabatan :
Menjamin kelancaran penggunaan sistem informasi manajemen (SIM) rumah sakit yang
efektif dan efisien serta keamanan database sehingga membantu kelancaran operasional
dan administrasi di rumah sakit.
2. Tugas Dan Tanggung Jawab Utama
a. Menjaga kelancaran sistem komputer di rumah sakit
b. Membuat program kerja dan mengimplementasikan pelaksanaan sistem informasi
sesuai dengan kebutuhan dan teknologi yang ada.
c. Merencanakan dan mengalokasikan budget/ anggaran pergantian hardware dan
pergantian software
d. Merencanakan dan mengaplikasikan program IT serta memberikan training
komputer untuk karyawan di rumah sakit
e. Merencanakan kebutuhan RS terkait dengan sistem komputer RS
f. Merencanakan bahan pelatihan SDM terkait dengan operator komputer
g. Memeriksa data back up, control kerusakan software, melakukan maintenance
secara periodik
h. Pemeliharaan data agar tidak rusak
i. Maintenance server agar tidak macet
j. Menangani troubeshooting komputer
3. Dimensi Kerja :
a. Tertanganinya kerusakan software kurang dari 24 jam.
b. Memberikan solusi/alternatif tercepat setiap kebutuhan data atau transaksi yang
belum tercover dengan sistem IT.
4. Hubungan Kerja :
a. Bekerjasama dengan unit pengadaan dalam pemenuhan kebutuhan IT yang
diperlukan.
b. Bekerjasama dengan seluruh unit pelayanan di Rumah Sakit dalam penggunaan,
perbaikan (software & hardware) sistem informasi manajemen yang ada
c. Bekerjasama dengan vendor-vendor dalam penyediaan fasilitas dan perlengkapan
IT yang terkini.
5. Tantangan Terberat :
a. Terciptanya pelayanan administrasi di rumah sakit yang cepat dan akurat demi
kelancaran dan kepuasan pasien
b. Melakukan maintenance secara periodik dan mengurangi factor trouble shooting
software pada saat pelaksanaan refresh data pada waktu yang ditentukan
c. Memenuhi kebutuhan user dalam mendapatkan data atau laporan yang dibutuhkan
setiap unit kerja yang ada dalam waktu yang cepat.
d. Validasi data dapat dipertanggungjawabkan secara program bukan berdasarkan
human error.
e. On call 24 jam bila dibutuhkan atau kerusakan software ataupun hardware.
6. Wewenang Untuk Mengambil Keputusan :
a. Mengetahui password setiap user yang ada di rumah sakit
b. Mengatur level otorisasi setiap user di rumah sakit
c. Mengadakan perubahan dan atau pembatalan data atas permintaan user sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya
d. Meminta data manual untuk dicocokkan dengan data komputer apabila ada selisih
atau tidak cocok.
7. Persyaratan Minimal Jabatan :
a. Pendidikan minimal S1-Informatika

6
b. Menguasai sistem database programming
c. Menguasai networking (LAN)
d. Disiplin, Jujur, dan bertanggung jawab
e. Dapat berkomunikasi dengan baik

7
BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA

UNIT UNIT UNIT UNIT REKAM


ADMINISTRASI PERBENDAHARAAN AKUNTANSI MEDIS
KEUANGAN

UNIT
UGD

UNIT
OK & CSSD
SIM-RS

UNIT
RADIOLOGI

UNIT
LABORATORIUM

UNIT
RAJAL &
MEDICAL
CHEKUP

UNIT UNIT
UNIT UNIT
PELAYANAN PENGENMBANGAN
KAMAR TERIMA FARMASI
CUSTOMER & HUMAS

8
BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Jumlah
Pengalaman dan
Nama Kualifikasi yang
No kualifikasi
Jabatan diperlukan
Formal Sertifikat
- Sarjana di bidang
Teknologi Informasi
- Memiliki kemampuan
S1 dalam kepemimpinan
1 Kepala Unit
Sistem Komputer - Sehat jasmani dan 1
SIM-RS
Informasi rohani
- Berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun
- Memiliki kemampuan
dalam kepemimpinan
Koordinator - Sehat jasmani dan
2 Jaringan Komputer rohani 1
Lunak Berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun
- Memiliki kemampuan
dalam kepemimpinan
Koordinator - Sehat jasmani dan
3. Perangkat Komputer rohani 1
Keras Berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun
- Memiliki kemampuan
dalam kepemimpinan
- Sehat jasmani dan
Koordinator
4. Komputer rohani 1
Jaringan
Berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun

9
BAB XIV KEGIATAN ORIENTASI

A. DEFINISI
Adalah orientasi kerja yang dilaksanakan terhadap karyawan baru, mutasi ke unit kerja
baru, maupun orientasi prosedur yang baru ditetapkan

B. PESERTA ORIENTASI
Peserta orientasi adalah pegawai baru yang sudah dinyatakan diterima sebagai pegawai
oleh RS, pegawai yang mutasi ke unit kerja baru.

C. KELENGKAPAN ORIENTASI
Kelengkapan orientasi yang harus dimiliki dan digunakan oleh peserta orientasi adalah
sebagai berikut :
1. Name Tag yang bertuliskan nama lengkap beserta keterangan Trainee di bawah nama.
2. Name Tag digunakan di baju peserta orientasi di dada kanan.
3. Peserta orientasi wajib menggunakan baju atasan hem putih polos dan bawahan celana
panjang kain berwarna hitam polos.
4. Peserta orientasi wajib menggunakan sepatu fantofel hitam selama masa orientasi.

D. WAKTU DAN TEMPAT ORIENTASI


1. Orientasi Manajer dilaksanakan dalam waktu 1 minggu (6 hari kerja) setelah tanggal
penetapan pegawai tersebut diterima di RS. Waktu orientasi adalah dari pukul 08.00
sampai pukul 15.00
2. Orientasi Staf, dilaksanakan dalam waktu 1 minggu (6 hari kerja) teori maupun praktek.
Waktu orientasi dimulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00.
3. Tempat orientasi sesuai ruang lingkup tugasnya

E. KEGIATAN ORIENTASI
1. Orientasi Organisasi
a. Struktur organisasi dan tata laksana dalam pelayanan RS
b. Visi, misi, prinsip dan tujuan organisasi dan pelayanan di RS
c. Jenis-jenis pelayanan atau program yang tersedia atau dilaksanakan
d. Fasilitas-fasilitas yang ada di RS
e. Prosedur yang digunakan untuk pemeliharaan untuk pemeliharaan fasilitas-
fasilitas RS
f. Sistem pengamanan dan ketertiban termasuk peraturan di RS
2. Orientasi Kebijakan tentang manajemen SDM
a. Wewenang dan larangan
b. Hak dan kewajiban pegawai (contoh : insentif, libur, cuti, pensiun dan
kesejahteraan)
c. Sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment)
d. Sistem pengembangan staf
e. Sistem evaluasi kinerja staf
3. Orientasi lapangan
Pegawai baru tersebut diberikan orientasi langsung ke lapangan di semua ruangan di
lingkungan RS
4. Orientasi khusus (dimana mereka ditempatkan)
a. Organisasi dan tata ruang dari unit kerja
b. Fasilitas-fasilitas dan peralatan yang tersedia di unit kerja
c. Perkenalan dengan semua staf di unit kerja
d. Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya dalam unit kerja

10
e. Prosedur administrasi serta dokumen pendukungnya
f. Model penugasan, tata cara kerja dan hal-hal lain yang berlaku

F. METODE
1. Pre test
2. Kuliah singkat
3. Penugasan
4. Kerja Kelompok
5. Diskusi Pleno
6. Pos test

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan orientasi :
Hari : Senin Kamis
Tanggal : .. 2017
Adapun materi dan pemateri pada pelaksanaan orientasi karyawan baru adalah :
No Materi Orientasi Pemateri
1 Visi, misi, dan tujuan RS Direktur RS
Kesehatan dan keselamatan kerja di RS dan
2 K3
disaster plan
3 Etika dan etos kerja SPI
Ketentuan orientasi di unit kerja masing- Kepala masing-masing unit
4
masing kerja
5 Pemasaran Tim marketing
6 Rekam Medis Rekam Medis
7 Alat medis dan maintenance IPS
8 Gizi Tim Gizi
9 Farmasi Farmasi
10 Radiologi Radiologi
11 Laboratorium Laboratorium

H. EVALUASI ORIENTASI
Yang dimaksud dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi dari jadwal kegiatan .
Jadwal tersebut akan dievaluasi setiap berapa bulan sekali (kurun waktu tertentu), sehingga
bila dari evaluasi dketahui ada pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal maka dapat
segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu program secara keseluruhan. Karena itu, yang
ditulis dalam kerangka acuan adalah kapan (setiap kurun waktu berapa lama) evaluasi
pelaksanaan kegiatan dilakukan dan siapa yang melakukan.
Evaluasi dalam program orientasi merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan
hasil kerja klinis yang professional. Kepala ruangan bertanggung jawab terhadap proses
adaptasi serta perkembangan para karyawan baru baik dalam kemampuan dan perilkunya
Evaluasi perlu dilakukan setiap minggu atau dua kali dalam seminggu untuk kemajuan yang
dihasilkan selama periode 3 bulan. Batas waktu diperlukan untuk mendapatkan standar
minimal dari kapabilitasnya dari setiap karyawan baru yang masih dalam masa orientasi.
Evaluasi dilakukan dengan menggunakan alat evaluasi (checklist) sesuai kebutuhan dan
dilpaorkan kepada yang berwenang.

11
BAB XVII PENUTUP

Rumah Sakit Mitra Sehat


Direktur,

dr. Divi Mardiana

12