Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN


(TAN 104)

Acara Praktikum: Cahaya Matahari dan Pertumbuhan


Tanaman

Disusun Oleh
Nama : Siti Narazatuliza
NIM : 15.05.036
Prodi : BTP DIV

BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN D-IV


POLITEKNIK LPP
YOGYAKARTA
2015
I. JUDUL
Cahaya matahari dan pertumbuhan tanaman
II. TUJUAN
Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman diberbagai tingkat
pencahayaan ( teduh, gelap, dan green house ).
III. TINJAUAN PUSTAKA
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan
seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia, hewan dan tumbuhan
cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan
khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses
fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk
menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan
ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
(Anonim 2009).
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis
dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis
tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan
berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang
kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya
berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat (tidak hijau). Semua ini
terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat
memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel-sel tumbuhan
sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan
tumbuhan-tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif
pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar
dan batang kecambah lebih kokoh (Afria 2009: 2).
Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan
namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan
sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya
matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat
gelap. Peristiwa ini disebut dengan etiolasi. Dampak tanaman akibat
etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis.
Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat
yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena
karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun
tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat (Anonima 2009: 1).
Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin
adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem,
seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan
lebih cepat tumbuh dan panen. Produksi auksin terhambat pada
tanaman yang sering terkena sinar matahari. Selain itu, enzim
riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar matahari.
Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu pembentukan asam
indo asetat (salah satu jenis auksin). Itulah sebabnya, pertumbuhan
tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena
mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ
perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena
tidak mendapat sumber makanan (Karmana 2007: 67).
Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis,
untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengga nggu
proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya
tergantung pada jenis tumbuhan. Kekuranagan cahaya pada saat
pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana
dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan
daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat. Pengaruh cahaya bukan
hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun
ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan
panjang gelombangnya (Fried dan Hademenos 2009: 239).
Cahaya merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada
tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran
matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan
yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang
daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas
hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan,
fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang,
pelebaran daun, dan perkecambahan (Nurhidayat 2011: 2).
Pertumbuhan merupakan proses kenaikan volume sel yang bersifat
Irreversibel (tidak kembali pada keadaan semula), terjadi karena
adanya pertambahan dan pembelahan sel secara mitosis dan
pembesaran sel karena adanya penambahan substansi. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal (dari dalam) meliputi gen dan hormon,
sedangkan faktor eksternal (dari luar) meliputi nutrisi, suhu, cahaya,
kelembaban.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan
bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Untuk mengukur
pertumbuhan tanaman digunakan alat yang disebut busur tumbuh atau
auksanometer. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan
merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada
tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon tumbuhan akan
berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio,
dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau rumput yang
mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan
adalah morfogenesis.
Tanaman yang diletakkan ditempat gelap dapat tumbuh dengan
cepat karena disebabkan oleh adanya aktivitas hormon auksin yang
lebih besar dibandingkan pada tempat yang terang. Aktivitas hormon
auksin dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari. Semakin sedikit
cahaya matahari maka aktivitas hormon auksin akan semakin besar,
dan sebaliknya semakin banyak cahaya matahari maka aktivitas
hormon auksin akan semakin sedikit. Hal ini disebabkan karena cahaya
matahari dapat merusak hormon auksin. Hormon auksin berfungsi
untuk memacu pemanjangan sel. Jadi semakin banyak aktivitas
hormon auksin maka pertumbuhan tanaman akan semakin cepat dan
sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan tanaman yang
ditempatkan di daerah gelap lebih cepat dibandingkan di daerah terang.
Peristiwa ini disebut etiolasi.
Pertumbuhan tanaman menuju sumber cahaya disebut fototropisme
positif, sedangkan pertumbuhan jauh dari cahaya disebut fototropisme
negatif. Kebanyakan tanaman tunas menunjukkan fototropisme positif
dan mengatur ulang kloroplas dalam daun untuk memaksimalkan
energi fotosintesis dan meningkatkan pertumbuhan karena pada sisi
tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari, sel-sel akan terus
memanjang sedangkan sisi yang menghadap kearah matahari akan
terhambat pertumbuhan nya. Hal ini di sebabkan oleh aktivitas auksin
didalam sel tumbuhan. Auksin akan berpengaruh lambat jika terkena
sinar matahari (Endang, 2000).
Setiap tanaman mempunyai toleransi yang berlainan terhadap
cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka
sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik
pada tempat teduh atau bernaungan. Ada pula tanaman yang
memerlukan intensitas cahaya yang berbeda sepanjang periode
hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya dengan
intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya
dengan intensitas tinggi (Faridah, 1995).
IV. METODOLOGI
Praktikum ekologi tanaman perkebunan, dengan acara cahaya
matahari dan pertumbuhan tanaman kacang hijau dilaksanakan pada
tanggal 3 Desember 2015. Bertempat di laboratorium ekologi tanaman
perkebunan politeknik LPP Yogyakarta. Bahan yang digunakan untuk
praktikum adalah benih kedelai, media tanam ( tanah dan kompos ),
air. Alat yang digunakan adalah cetok, ayakan, polibag, alat ukur, dan
alat tulis.
Langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan benih tanaman
kacang hijau yang telah di pilih. Membuat media tanam tanah dan
kompos diayak, kemudian dicampur secara homogen. Setelah itu,
isikan
Pembahasan
Proses perkecambahan pada tempat yang terang, sedikit
cahaya dengan tempat yang gelap memang terjadi perbedaan mencolok,trutama
pada tinggi tumbuhan. Hal ini disebabkan cahaya matahari. Cahaya matahari
dapat merusak hormone auksin (hormone pertumbuhan) sehingga mnyebabkan
sulitnya pembelahan sel terjadi, dan secara otomatis menghambat proses
pertumbuhan.
Tumbuhan yang ditanam di tempat gelap lebih cepat tumbuh
tinggi dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam di tempat sedikit cahaya dan
tumbuhan yang ditanam di tempat sedikit cahaya lebih cepat tumbuh tinggi
dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam terang. Hal ini dikarenakan pada
tempat yang gelap konsentrasi auksin ( hormon pertumbuhan ) tinggi sehingga
tumbuhan lebih cepat tinggi, pada tempat yang sedikit cahaya, hormone auksin
bekerja tidak merata sehingga pertumbuhan pada tanaman juga tidak seimbang,
dimana tanaman yang tidak terkena sinar tumbuh lebih cepat dari yang terkena
sinar dan mengakibatkan tanaman tumbuh membelok kea rah cahaya sedangkan
pada tempat yang terang cahaya akan menguraikan auksin sehingga tumbuhan di
tempat terang akan lambat pertumbuhannya.
Tumbuhan yang ditanam di tempat yang terang akan berwarna
hijau segar, di tempat sedikit cahaya berwarna hijau muda dengan sedikit pucat
sedangkan tumbuhan yang ditanam di tempat yang gelap akan berwarna kuning
pucat. Hal ini di karenakan pada tumbuhan di tempat yang terang mendapat
banyak cahaya yang membantu proses pembuatan makanan, ditempat yang
terkena sedikit sinar tanaman dapat berfotosintesis akan tetapi tidak semua
berfotosintesis hanya pada daun yang terkena sinar sedangkan di tempat yang
gelap tidak mendapat cahaya maka tanaman tidak dapat berfotosintesis atau
menghasilkan makanan
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan pertumbuhan perkecambahan yang
kami tanam di tempat terang, sedikit terkena cahaya dan gelap, dapat kami
simpulkan :
1. Cahaya akan mempengaruhi pertumbuhan dari suatu tumbuhan. Tumbuhan yang
ditanam di tempat gelap lebih cepat tumbuh tinggi dibandingkan dengan
tumbuhan yang ditanam di tempat sedikit cahaya dan tumbuhan yang ditanam di
tempat sedikit cahaya lebih cepat tumbuh tinggi dibandingkan dengan tumbuhan
yang ditanam terang. Hal ini dikarenakan pada tempat yang gelap konsentrasi
auksin ( hormon pertumbuhan ) tinggi sehingga tumbuhan lebih cepat tinggi, pada
tempat yang sedikit cahaya, hormone auksin bekerja tidak merata sehingga
pertumbuhan pada tanaman juga tidak seimbang, dimana tanaman yang tidak
terkena sinar tumbuh lebih cepat dari yang terkena sinar dan mengakibatkan
tanaman tumbuh membelok kea rah cahaya sedangkan pada tempat yang terang
cahaya akan menguraikan auksin sehingga tumbuhan di tempat terang akan
lambat pertumbuhannya.
2. Tumbuhan yang ditanam di tempat yang terang akan berwarna hijau segar, di
tempat sedikit cahaya berwarna hijau muda dengan sedikit pucat sedangkan
tumbuhan yang ditanam di tempat yang gelap akan berwarna kuning pucat. Hal
ini di karenakan pada tumbuhan di tempat yang terang mendapat banyak cahaya
yang membantu proses pembuatan makanan, ditempat yang terkena sedikit sinar
tanaman dapat berfotosintesis akan tetapi tidak semua berfotosintesis hanya pada
daun yang terkena sinar sedangkan di tempat yang gelap tidak mendapat cahaya
maka tanaman tidak dapat berfotosintesis atau menghasilkan makanan.
Daftar pustaka
Endang, Kusnaeni. 2000. Biologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta

Faridah. 1995. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman. PT. Raja Grafindo


Pratama. Jakarta

Hasan, Farid. 2009. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. UGM press. Yogyakarta

Setiawan. 2004. Biologi Dan Pertumbuhan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta