Anda di halaman 1dari 3

MODEL BAJAH

Sains Terintegrasi
Integrasi yang dimaksud dalam pembelajaran sains adalah sains disajikan dengan cara
terintegrasi atau terpadukan sehingga siswa mampu memperoleh konsep dasar sains secara
menyeluruh, memecahkan masalah sehari-hari menggunakan sains, dan membantu
memperoleh pemahaman tentang fungsi dan peran sains di kehidupan sehari-hari maupun di
lingkungan tempat mereka tinggal. Selain itu, mengintegrasikan sains bertujuan untuk
menghasilkan mata pelajaran sains yang:
1. Relevan dengan kebutuhan dan pengalaman siswa.
2. Menekankan pada kesatuan sains.
3. Melahirkan dasar pengetahuan yang cukup untuk studi selanjutnya.
4. Menambahkan dimensi kebudayaan pada sains.
Selain itu, sains terintegrasi telah ditawarkan sebagai cara untuk meningkatkan literasi
sains, proses sains, ketertarikan terhadap sains, memenuhi kebutuhan siswa, mempertahankan
fleksibilitas sains, dan menunjukkan hubungan antara sains dengan masyarakat.
Alasan/Dasar Pemikiran Sains Terintegrasi
1. Dikembangkan oleh Science Teachers Association of Nigeria (STAN) bahwa
kurikulum sains terintegrasi selama 3 tahun di SMP.
2. Pendekatan sains terintegrasi dalam pembelajaran menjadikan pembelajaran sains
semakin bermakna dan relevan terhadap kehidupan siswa dengan mengadaptasi
proses inkuiri.
3. Penjelasan filosofis bahwa sains terintegrasi adalah berdasarkan adanya persamaan
dari masing-masing bidang ilmu sains meliputi konsep, prinsip, nilai sikap, dan
proses sains serta hubungannya dengan pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
Kerangka Konseptual Sains Terintegrasi
Pengintegrasian ilmu sains dapat diperluas dengan memasukan kompetensi untuk
memecahkan masalah pada kehidupan sehari-hari. Selain memasukan kompetensi pemecahan
masalah, kompetensi lain yang dimasukan adalah penyelidikan dan kepedulian. Beberapa sikap
ilmiah meliputi rasa ingintahu dan peduli merupakan hasil usaha ilmiah sebagai produk dari
berpikir secara rasional. Oleh sebab itu, sains terintegrasi dapat meningkatkan sikap yang baik
berdasarkan pengetahuan yang diterima.
Model Bajah dalam Penggunaan Kembali Integrasi
Berikut ini tabel perbedaan karakteristik antara sains terintegrasi dengan sains yang tidak
terintegrasi.
No. Sains Terintegrasi Sains Tidak Terintegrasi
1. Batasan-batasan antara fisika, kimia, dan Masih terdapat identitas individual dari
biologi perlahan-lahan mulai dihapuskan fisika, kimia, dan biologi.
2. Mata pelajaran diselesaikan dalam 2 Mata pelajaran diselesaikan dalam 3
sampai 3 tahun sampai 4 tahun
3. Konten dalam pembelajaran tidak perlu Konten dalam pembelajaran bisa
diulang diulang karena masih dibahas secara
terpisah
4. Mata pelajaran disajikan sebagai fungsi Mata pelajaran disajikan sebagai fungsi
pembelajaran secara umum pembelajaran secara spesifik
5. Mata pelajaran menyatukan beberapa Mata pelajaran tidak menyatukan
tema atau konsep beberapa tema atau konsep
Menurut Bajah (1983), pengalaman belajar yang disajikan dalam sebuah tema akan lebih
menghidupkan makna integrasi itu sendiri, bukan hanya dengan menggabungkan beberapa
pelajaran dari beberapa disiplin ilmu dalam satu wadah.
Faktor Popularitas Sains Terintegrasi
Mengapa sains terintegrasi mulai populer dan digunakan dapat dilihat dari berbagai
faktor, salah satunya yaitu aspek ketertarikan sains terintegrasi yang diidentifikasi oleh Haggis
dan Adey dalam review mereka. Faktor ketertarikan yang mereka identifikasi antara lain:
1. Pembelajaran sains terintegrasi berkembang dengan sangat cepat.
2. Terdapat pergerakan yang terjadi di seluruh dunia untuk memperkenalkan sains di
jenjang SD.
3. Terdapat perkembangan yang cepat dan merata dari pembelajaran sains terintegrasi pada
jenjang SMP.
4. Perhatian yang sangat besar diberikan pada pelatihan para guru dalam memahami sains
terintegrasi.
5. Terdapat sebuah tren terhadap hubungan antara mata pelajaran sains terintegrasi dengan
kehidupan sosial yang lebih luas.
6. Pembelajaran sains terintegrasi lebih ditekankan pembahasan terhadap isu lingkungan.
7. Pembelajaran tentang sains dan teknologi dalam sains terintegrasi semakin diperluas.
8. Bidang kajian sains terintegrasi diperluas.
9. Percobaan dibuat dengan menghubungkan pelajaran sains terintegrasi dengan berbagai
kurikulum.
10. Perhatian khusus diberikan terhadap evaluasi pendidikan sains.
11. Hasil dari studi pendidikan dan penelitian diaplikasikan dalam mendesain pelajaran sains
terintegrasi.