Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN ETIKA PEMERINTAHAN

STUDI KASUS ETIKA BIROKRASI DI DESA KARANG BAYAN


KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
( DOSEN PENGAMPU :Yudhi Lestanata, S.IP., M.IP. )

DISUSUN OLEH :

NAMA : NURISLAMIYATI

NIM : 21513A0056

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK


PRODI ILMU PEMERINTAHAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM (UMM)
TAHUN AJARAN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan laporan etika
pemerintahan studi kasus Etika Birokrasi di Desa Karang Bayan Kecematan Lingsar
Kabupaten Lombok Barat ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga saya berterimakasih pada Bapak (Yudhi Lestanata, S.IP.,M.IP.) selaku
Dosen mata kuliah etika pemerintahan yang telah memberikan tugas ini kepada saya.

Semoga laporan sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.

Mataram, Agustus 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG


MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL

1. Partisipasi dan aspirasi warga negara


2. Keadilan sosial
3. Pelayanan umum
4. Pertanggungjawaban pemerintah

KESIMPULAN

SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Latar belakang

Birokrasi merupakan tipe kesatuan organisasi yang dimaksudkan sebagai sarana bagi
pemerintah untuk melaksanakan pelayanan umum sesuai dengan permintaan
masyarakat. Didalam masyarakat modern saat ini dimana begitu banyak urusan yang
terus-menerus dan lebih cendrung tetap hanya organisasi birokrasi yang mampu
menjawabnya. Dalam melaksanakan tugas yang begitu banyak tersebut. Anggota-
anggota organisasi birokrasi sangat berperan. Dalam beberapa istilah birokrasi sendiei
dapat diartikan sebagai pemerintah yang anggota-anggotanya disebut aparat birokrasi
atau birokrat.

Etika birokrasi menurut peter Madsen dan jay M. Shafritz, seperti dikutip oleh M.
Masud said(1996:82) mengistilahkan etika birokrasi sebagai perilaku pemerintah
dalam suatu level untuk menghindari penyalahgunaan pekerjaan secara tidak sah,
altivitas mencari keuntungan pribadi. Dengan kata lain antitesa dari penyalahgunaan
umum dan korupsi. Etika birokrasi tidak saja merupakan kebalikan dari praktik-
praktik penyalahgunaan, penyimpangan,korupsi,moralitas rendah. Akan tetapi etika
birokrasi mencangkup kesepakatan-kesepakatan antara kepentingan negara,
masyarakat dan moral individu secara jujur, objektif,selaras dan terpadu tanpa ada
pemaksaan atas terwujudnya suatu kesepakatan tersebut.

Di desa karang bayan kecematan lingsar kabupaten lombok barat, di desa tersebut
selalu mementingkan etika pemerintahan. Dengan adanya pemerintahan yang
mengerti bagaimana etika birokrasi tidak akan adanya yang namanya penyalahgunaan
pekerjaan yang tidak sah atas keuntungan pribadi dan tidak akan adanya
penyimpangan seperti KKN(Korupsi, Kolusi, Nepotisme) bahkan didesa karang
bayan ini berkampanye tidak ada yang namanya pungli terhadap masyarakatnya.
Pelaku pungli bisa dijerat dengan pasal korupsi, bukan hanya pemerasan terhadap
masyarakat itu sendiri.
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG
MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL

Kebijakan publik memang sangat menentukan tingkat pelayanan


disuatu tatanan pemerintahan. Didalamnya mengandung regulasi aturan yang
harus dipatuhi namun juga sebagai kaidah normatif kebijakan publik
mengandung konsekuensi moral yang dampak pada eksistensi dan kinerja
pelayanan publik itu sendiri. Ketidakefektifas kebijakan publik tidak hanya
disebabkan oleh kurang baiknya cara pelayanan didesa itu sendiri. Ternyata
masih banyak yang mempengaruhi begitu buruknya tata kerja dalam birokrasi.
Sikap pandang organisasi birokrasi pemerintahan desa itu sendiri. Misalnya
terlalu berorientasi kepada kegiatan dan pertanggungjawaban formal.
Penekanan terhadap pelayanan sangatlah berkurang sehingga lambat laun
pekerjan dalam organisasi tersebut menjadi kurang menantang.
Hal hal yang menjadi determinasi dari sebuah kebijakan publik :
1. Partisipasi dan aspirasi warga negara
Secara umum cara partisipasi warga negara dibedakan menjadi 4
macam yaitu:
a. Partisipasi dalam pemilihan
Seperti di desa karang bayan ini dalam melakukan
pemilihan ataun menggangkat kepala desa dilakukan secara
demokratis. Itu dikarenakan agar terjadi transparansi terhadap
pemilihan kepala desa dan aparatur desa setempat.
b. Partisipasi kelompok
Bergabungnya kelompok-kelompok masyarakat untuk
menyeruai hak-hak mereka untuk pemilihan didesanya
tersebut.
c. Kontak antara masyarakat dan aparatur atau
pemerintahan desa
Proses komunikasi dapat terjalin antara masyarakat
dengan aparatur desa atau pemerintahan desa karang bayan itu
sendiri dengan cara menulis surat, menelpon atau bahkan
pertemuan secara pribadi atau bisa langsung pertemuan-
pertemuan di kantor desanya tersebut untuk membahas
masalah-masalah yang terjadi di desa.
d. Partisipasi warga negara secara langsung dilingkungan
masyakat.
Di desa karang bayan aparatur desa tersebut
berpartisipasi secara langsung terhadap masyakatnya. Terdapat
banyak tokoh masyakarat yang dipercayai oleh aparatur desa
untuk menangani pembuat kebijakan-kebijakan desa.

2. Keadilan sosial
Tolak ukur keberhasilan sebuah desa atau daerah yang harus
sangat diperhatikan adalah terwujudnya keadilan sosial terhadap
desa atau daerah tersebut. Keadilan sosial betujuan untuk suatu
masyarakat yang seimbang dan teratur sehingga seluruh masyakat
guna membangun kehidupan yang layak dan mereka yang lemah
atau tidak mampu mendapatkan kedudukan yang setara dengan
masyarakat lainnya, tidak membeda-bedakan antara kaya, miskin,
jabatan, ras, budaya maupun suku. Mewajibkan pemerintah untuk
mewujudkan kesejahteraan sosial bagi warga desa karang bayan
tersebut.
Warga masyarakat sejahtera merupakan cita-cita bangsa
indonesia tercinta. Seperti yang dituangkan di pembukaan UUD
1945 yang menyebutkan bahwa pemerintah ditugaskan untuk
memajukan kesejahteraan umum serta mewujudkan keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan tidak lupa juga pasal-
pasal UUD 1945 banyak menuangkan ketentuan-ketentuan
mengenai pentingnya kesejahteraan bagi warga negara indonesia.
Di desa karang bayan ini sendiri keadilan terhadap
masyarakatnya sudah cukup baik. Seperti tidak membedakan
antara yang kaya dengan yang miskin karena selalu diperlakukan
dengan baik semua. Seperti yang saya ketahui wajib belajar 9tahun
didesa karang bayan ini sudah berjalan dengan baik sekarang tidak
ada yang namanya anak putus sekolah karena masalah ekonomi,
desa tersebut ingin di desa tersebut keadilan sosial selalu di
utamakan. Setiap anak atau warga didesa karang bayan berhak atas
kesejahteraan sosial dan minimun hidup mereka, pemataan kerja
yang dilakukan didesa karang bayan cukup baik karena
pengangguran semakin berkurang.
3. Pelayanan umum
Untuk memperoleh pelayanan umum yang sederhana,
pengguna pelayanan umur sering kali terjadi kesulitan-kesulitan
dalam menanganginya. Kecenderungan lain yang melekat di dalam
birokrasi adalah kurang diperhatikannya pemerataan dalam
pelayanan umum di desa tersebut. Secara normatif pelayanan
umum lebih cenderung kepada anggota masyarakat yang tergolong
miskin yang tidak mampu dalam membiayai apapun itu karena
lebih dasarnya merekalah yang membutuhkan bantuan untuk ikut
menikmati hasil-hasil pembangunan didesa tersebut
Pelayanan umum di desa karang bayan sudah mulai berjalan
dengan sangat stabil.
Dari segi administrasinya dapat kita lihat, desa tersebut
memberikan pelayanan gratis terhadap misalnya: pembuatan kartu
keluarga, surat domisili dan pembuatan surat atau permohonan
lainnya dengan segala kebutuhan masyarakat desa karang bayan
itu sendiri. Pelayanan di desa karang bayan ini dilakukan selama
24jam bukan hanya di jam kerja saja.
Dari segi pelayanan pendidikannya menunjang kebutuhan
sumber daya manusia di desa itu sendiri, di desa karang bayan
mewajibkan bersekolah 9tahun. Di desa karang bayan sudah
berkurang anak yang putus sekolah. Kalaupun ada anak yang tidak
sekolah biasanya anak itu sendiri yang tidak ingin melanjutkan
pendidikannya. Jenis pendidikan di desa karang bayan memiliki
displin ilmu dari segi keagamaan, nasionalisme bahkan
kebudayaan di desa itu sendiri.
Dari segi ekonomi pemerintah di desa karang bayan melakukan
pemberdayaan usaha disekitaran masyarakat dan membangun
lembaga kerja untuk masyarakat itu sendiri. Di desa karang bayan
untuk memajukan dari segi ekonomi desa tersebut masyarakat
melakukan budidaya ayam ras, ayam potong dan di desa karang
bayan itu sendiri terkenal dengan anyaman ketak, anyaman ketak
itu sendiri di buat dari rumput ketak(seperti daun rotan) mereka
membuat anyaman dengan berbagai bentuk. Mereka menjual
anyaman ketak dari dalam negeri sampai ke mancanegara. Di desa
karang bayan ini sendiri bukan hanya itu saja yang di hasilkan dari
pemberdayaan, masyarakat desa juga memanfaatkan madu menjadi
jus yang di kenal sebagai jus follen harga jus follen ini sangat
mahal, jus ini dibuat dari pelapis madu dijadikan jus bagi
masyarakat setempat, di desa ini juga ada namanya gula semut,
gula semut itu sendiri dari gula merah yang masyarakat setempat
mengelola menjadi gula semut. Harga gula semut ini cukup mahal
di pasaran dijual sampe harga 60rbu/kg. Di desa karang bayan ini
sendiri tidak hanya membudidayakan itu sendiri, mereka juga rata-
rata mata pencahariannya sebagai petani karena luas persawahan
yang di khususkan untuk petani di daerah tersebut sebesar 700H.
Dari segi kesehatan pemerintahan desa di karang bayan
pelayanan kesehatan dilakukan selama 24jam. Terdapat puskesmas
bertepat di samping kantor desa karang bayan ini, desa ini juga
memiliki 5 posyandu di setiap dusunnya dan nanti pada tahun 2017
ini akan ditambahkan satu lagi. Pelayanan di bidang kesehatan
sudah sangat baik atau berjalan dengan efektif.
Pemerintahan desa menjalankan sesuai peraturan dan
perundang-udangan secara baik dari tingkat pusat, provinsi dan
kabupaten. Menjalakna aturan desanya sesuai dengan kinerja yang
baik yang sangat memuaskan masyarakat di desa itu sendiri.
Mewujudkan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan keadaan masyarakat itu sendiri. Selain itu juga
desa menciptakan rasa tanggung jawab untuk melakukan
pelayanan yang bagus atau yang baik bagi masyarakat desa itu
sendiri.
Adapun pelayanan di desa karang bayan ini yang tidak sesuai
dengan keinginan masyarakat. Kurangnya komunikasi antara
pemerintah dengan pemuda setempat merupakan salah satu
kekurangan didesa karang bayan yang sangat sulit diabaikan. Jika
diantara pemerintah dan masyarakat terutama golongan pemuda
tidak terjalin komunikasi degan baik atau tidak berjalan dengan
sistem pemerintahan desa tidak maksimal. Peran aktif pemuda
dalam menjalankan program yang sudah di buat oleh pemerintah
itu sendiri seperti yang kita ketahui lembaga pemuda karang taruna
desa karang bayan yang seharusnya turut memiliki peran aktif
terdapap bangunan desa karang bayan tak di lakukan oleh
pemerintah desa setempat.
4. Pertanggung jawaban pemerintah(akunpubalitas publik)
Akunpubalitas publik didesa karang bayan sudah sangat baik
atau biasa di sebut dengan good governance. Pemerintahan di desa
karang bayan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Dengan akunpubalitas publik tersebut setiap aparatur desa
harus dapat menyajikan informasi yang benar dan lengkap untuk
menilai kinerjanya yang baik yang di lakukan pelh masyarakat,
organisasi atau kelompol pengguna pelayanan di desa tersebut.
Setiap aparatur desa harus bertanggung jawab atas pelaksanan
tugas-tugasnya secara efektif yaitu dengan menjaga tetap
berlangsungnya tugas-tugas mereka dengan baik dan lancar.
KESIMPULAN

Masalah kebijakan bukan hanya untuk mengerjakan apa yang benar akan tetapi untuk
mengetahui apa yang benar yang terjadi di desa karang bayan itu sendiri, masyarakat
juga berhak menentukan kode etik atau aturan dalam masyarakat yang juga mengatur
keberadaan seorang aparatur di desa tersebut. Kalau memang melanggar harus ada
komitmen bersama untuk saling mentaati peraturan yang ada di desa karang bayan
tersebut. Jadi etika birokrasi itu sendiri norma yang mengatur anggota atau aparatur
birokrasi desa itu sendiri dimana pun dan kapanpun, baik dilingkup dikantor desanya
ataupun ditengah masyarakatnya itu sendiri. Ketika semua etika didalam suatu
birokrasi telah di implementasikan dengan baik maka harapan semua masyarakat
maupun aparatur pemerintah sesuai dengan keinginannya tanpa ada pihak lain yang
merugikan.

SARAN

Agar pembangunan atau birokrasi di desa karang bayan dapat terwujud dengan baik,
peran seluruh elemen masyarakat harus sangat di butuhkan. Terutama golongan
pemuda setempat, dimana merekalah yang akan menjadi generasi penerus perjuangan
untuk membangun desa karang bayan ini, harus memberikan ruang dan dukungan
seperti salah satunya adalah menfasilitasi berupa tempat melaksanakan pertemuan
karang taruna. Agar mereka dapat menyambungkan ide dan gagasan mereka secara
maksimal agar desa ini berjalan lebih baik lagi sesuai dengan keinginan masyarakat
bersama. Dan juga infrastruktur desa berjalan dengan baik juga agar masyarakat
nyaman.
DAFTAR PUSTAKA
RPJM Desa Karang Bayan

Wawancara Pemerintahan Desa karang Bayan dan Masyarakat Setempat