Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TAUHID DAN ILMU KALAM

AL-QURAN ADALAH KALAMULLAH

Dosen Pengampu :
ANI NURUL IMTIHANAH, M.S.I

Disusun Oleh :

Yayan Feryandi 1704100259

S1 PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
Al-Quran Kalamullah Dan Bukan Makhluk

Karena kita meyakini bahwa Al-Quranul Karim adalah firman Allah, Sang
Pencipta alam semesta ini, maka kita tertuntut mengagungkannya, beradab ketika
membacanya, berusaha menghafal, memahami maknanya, dan melaksanakan
perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan membenarkan kabar-Nya yang ada di
Dalamnya.

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan


kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah (Al-
Quran), kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu
disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui (At-Taubah: 6).
Sisi Pendalilan:
Yang dimaksud dengan Kalamullah di dalam ayat ini adalah Al-Quran,
sebagaimana yang disebutkan Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya. Dalam
Ayat ini, kata Kalam/Firman disandarkan kepada kata Allah, sedangkan
Kalam (firman) bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri yang terpisah dari diri Allah
seperti makhluk, akan tetapi sesuatu yang ada pada Allah sebagai sifat bagi-Nya,
dengan demikian
Kalamullah (Al-Quran) dalam ayat ini, bukanlah makhluk.

Allah Taala berfirman :


Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al
Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. dan
kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya. (Q.S.
Al-Kahfi:27)

Sisi Pendalilan:
Dalam ayat ini Allah menyebutkan bahwa Al-Quran itu adalah wahyu-Nya,
sedangkan tidaklah sesuatu disebut sebagai wahyu, kecuali itu adalah Firman,
sedangkan sudah diketahui dari penjelasan di atas bahwa firman-Nya itu bukanlah
makhluk.

Allah Taala berfiman :

Sesungguhnya Al Quran Ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari
(perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya. (Q.S. An-Naml : 76)

Sisi Pendalilan:
Dalam ayat ini disebutkan bahwa diantara isi Al-Quran itu adalah kisah sebagian
perkara, sedangkan yang mengisahkan hakikatnya adalah Allah, dan tidaklah
disebut kisah di dalam konteks ini melainkan berupa ucapan (Firman).

Dalil bahwa Al-Quran itu bukan makhluk


Allah Taala menyebutkan dalam firman-Nya bahwa Al-Quran adalah termasuk
perintah-Nya,

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Quran, (ia) termasuk perintah


Kami (Asy-Syuuraa:52).
Al-Baghawi rahimahullah menyebutkan tentang makna Ruh di dalam ayat ini:
:
Malik bin Dinar mengatakan (tentang ruh) yaitu Al-Quran (Tafsir Al-Baghawi:
4/90).

Dengan demikian dapat disimpulkan dari ayat di atas bahwa Al-Quran adalah
termasuk perintah Allah. Sedangkan pada ayat yang lain disebutkan bahwa
perintah Allah tidaklah sama dengan makhluk-Nya, Allah Taala berfirman:

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy. dia menutupkan malam
kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula)
matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-
Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci
Allah, Tuhan semesta alam.

bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai
dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

Sisi Pendalilan:
Dalam ayat ini Allah membedakan antara makhluk dengan perintah-Nya, hal ini
dapat diketahui dari adanya huruf wawu yang menunjukkan adanya perbedaan
antara sesuatu yang disebutkan sebelum huruf tersebut (yaitu makhluk Allah)
dengan sesuatu yang disebutkan sesudah huruf tersebut (yaitu perintah Allah).
Jadi Makhluk itu berbeda dengan perintah Allah, berarti makhluk bukanlah
perintah Allah, sedangkan dari ayat sebelumnya kita telah ketahui bahwa Al-
Quran adalah termasuk perintah Allah. Kesimpulannya Al-Quran bukanlah
makhluk.

Dalil Akal Sehat bahwa Al-Quran bukan makhluk


1. Al-Quran itu Kalamullah (Firman/Ucapan Allah), sedangkan sesuatu yang
dinamakan ucapan/kalam itu adalah sifat dari pengucap, yang tidak terpisah
dari diri pengucap. Jadi Al-Quran yang merupakan Kalamullah itu tidaklah
sesuatu yang terpisah dari diri Allah dan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri
seperti makhluk, namun yang benar Al-Quran itu adalah sifat Allah,
maksudnya Dialah yang berrman dengannya (yang mengucapkannya),
sehingga tidak terpisah dari diri Allah dan bukan makhluk.
2. Jika seandainya dikatakan Al-Quran itu makhluk, maka berarti hanyalah
sekedar suatu makhluk berbentuk tertentu (seperti benda tertentu) yang tidak
memiliki makna perintah, larangan, hukum syariat dan kabar! Jadi seandainya
dikatakan Al-Quran itu makhluk, maka tidaklah berfungsi sebagai
hudallinnaas (petunjuk bagi manusia), karena sekedar seperti benda tertentu.

Perkataan Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah


Imam Ahmad rahimahullah berhujjah membantah jahmiyyah dan mutazilah
dengan ayat di atas (Al-Araaf: 54),
Saya berkata Allah berfirman: alakhalqu walamru maka (dalam ayat ini) Dia
membedakan antara makhluk dengan perintah-Nya

Ibnu Abi Hatim rahimahullah mengatakan,


Aku bertanya kepada Bapakku dan Abu Zurah tentang madzhab Ahlus Sunnah
dalam dasar-dasar Agama Islam dan apa yang mereka berdua ketahui tentang
keyakinan para Ulama dari berbagai negeri serta apa yang mereka berdua yakini.
Mereka berdua berkata,Kami dapatkan para ulama dari berbagai negeri, baik
Hjaz, Irak, Syam, Yaman, maka di antara madzhab mereka iman itu ucapan dan
perbuatan, bertambah dan berkurang, serta Al-Quran adalah Kalamullah, bukan
makhluk, ditinjau dari segala sisinya

Oleh karena itu, dalam Tafsir Al-Baghawi disebutkan:


Hanya milik Allah lah semua makhluk, karena Dia lah yang menciptakan-Nya.
Dan hanya hak-Nya lah memerintah itu, Dia memerintah dalam (mengatur)
makhluk-Nya, dengan sesuatu yang dikehendaki-Nya. Sufyan bin Uyainah
mengatakan abhwa Allah membedakan antara makhluk dengan perintah-Nya,
maka barangsiapa menyamakan keduanya berarti ia telah kafir (Tafsir Al-
Baghawi: 2/109).

Faedah Keimanan:
Karena kita meyakini bahwa Al-Quranul Karim adalah firman Allah, Sang
Pencipta alam semesta ini, maka kita tertuntut mengagungkannya, beradab ketika
membacanya, berusaha menghafal, memahami maknanya, dan melaksanakan
perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan membenarkan kabar-Nya yang ada di
dalamnya (Al-Quran).

Referensi:
1. Syarah Al Aqidah Al-Wasithiyyah , Syaikh Muhammad Shaleh Al-Utsaimin.
2. Tafsir Al-Baghawi
3. Islamqa.info/ar/219613 (Islamqa.info/ar/219613), Syaikh Muhammad Shalih Al
Munajjid