Anda di halaman 1dari 9

ANALISA PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN

STRUKTUR BREASTING DOLPHIN PADA DERMAGA


(Studi Kasus : Dermaga Kalijapat, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta)

Nohan Sanega, Erna Savitri


Lingkungan IV RT.02, RW. 06, Kel. Bandar Jaya Barat, Kec. Terbanggi Besar, Lampung Tengah
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Pancasila, Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640
E-mail : nohansanega17@gmail.com

ABSTRAK

Konstruksi breasting dolphin merupakan fasilitas penunjang bongkar muat pada Dermaga
Kalijapat di Pelabuhan Tanjung Priok. Fasilitas tersebut merupakan suatu struktur bantu yang berfungsi
bagi kapal untuk bersandar maupun bertambat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui
kekuatan struktur breasting dolphin yang ada, apakah memenuhi perhitungan dan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan atau tidak. dermaga Kalijapat sendiri dirancang untuk dapat melayani jenis kapal
tanker dengan bobot maksimum 5000 DWT. Dalam perancangan struktur breasting dolphin perlu
diperhatikan beberapa faktor antara lain gempa, gelombang, arus, gaya tumbukan dan tarikan kapal,
serta tanah yang dapat mempengaruhi daya dukung dari breasting dolphin tersebut. . Pada penelitian
ini penulis menggunakan metode kepustakaan dan studi lapangan. Proses evaluasi dilakukan dengan
perhitungan manual dan program bantu SAP 2000 v14. Berdasarkan evaluasi perhitungan manual yang
dilakukan dapat diketahui daya dukung ijin aksial pondasi tiang beton didapat sebesar 1547 ton,
sedangkan daya dukung lateral ijin didapat 1669 ton, dinyatakan aman karena beban yang bekerja tidak
melebihi daya dukung ijin. Sedangkan untuk evaluasi menggunakan program SAP 2000 didapat reaksi
tahanan maksimum sebesar 0,5 < rasio <0,7 maka rasio <1, sehingga dinyatakan bahwa konstruksi
aman. Perencanaan penulis menggunakan bobot kapal lebih besar (7000 DWT). Berdasarkan evaluasi
perhitungan manual yang dapat diketahui daya dukung ijin aksial pondasi tiang beton didapat sebesar
1547 ton, sedangkan daya dukung lateral ijin didapat 1523 ton, dapat dinyatakan aman karena beban
yang bekerja tidak melebihi daya dukung ijin, untuk evaluasi menggunakan program SAP 2000 didapat
reaksi tahanan maksimum sebesar 0,5 < ratio <0,7 maka rasio <1, sehingga konstruksi aman.
Kata Kunci: Dermaga, Breasting Dolphin, Pondasi

ABTRACT
The construction of breasting dolphin is a supporting facility of loading and unloading at Kalijapat Wharf
at Tanjung Priok Port. The facility is an auxiliary structure that works for boats to lean and tie. The
purpose of this final task is to determine the strength of breasting dolphin structure that exists, whether
to meet the calculations and provisions that have been established or not. Kalijapat pier itself is designed
to be able to serve the type of tanker with a maximum weight of 5000 DWT. In designing the breasting
dolphin structure, it is necessary to consider several factors such as earthquakes, waves, currents,
impact forces and tugs, and soil that can affect the carrying capacity of the dolphin breasting. . In this
study the authors use the method of literature and field studies. The evaluation process is done by
manual calculation and SAP 2000 v14 auxiliary program. Based on the evaluation of manual
calculations, it can be known that the axial support capacity of concrete pile foundation is 1547 tons,
while the lateral carrying capacity of the permit is 1669 tons, otherwise it is safe because the working
load does not exceed the carrying capacity of the permit. While for evaluation using SAP 2000 program
obtained maximum reaction resistance of 0.5 <ratio <0.7 then the ratio <1, so it is stated that the
construction is safe. Author planning uses larger ship weight (7000 DWT). Based on the evaluation of
manual calculations which can be known the carrying capacity of the axial permit foundation of concrete
piles obtained for 1547 tons, while the lateral carrying capacity of the permit obtained 1523 tons, can be
declared safe because the workload does not exceed the carrying capacity of the permit, for evaluation
using SAP 2000 program obtained reaction resistance maximum of 0.5 <ratio <0.7 then the ratio <1, so
construction is safe.

Key word : Quay, Breasting Dolphin, Sheetpile


1. PENDAHULUAN menahan gaya lateral yang cukup besar
dengan menggunakan tiang pancang miring.
Secara umum perencanaan pelabuhan
Dalam perhitungan perencanaan
agak berbeda dengan perencanaan prasarana
Konstruksi Breasting Dolphin, harus memenuhi
lainnya, mengingat peran dan fungsi pelabuhan
persyaratan teknis yang ditinjau dari segi
itu sendiri. Mengingat hal diatas, perencanaan
keamanan sehingga diperoleh hasil
pelabuhan harus dapat memenuhi dan
perencanaan yang optimal. Untuk itu maka
merefleksikan fungsi dan perannya.
maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah
Perencanaan pelabuhan merupakan multi
untuk mengetahui sampai sejauhmana
disiplin ilmu dan mempunyai kompleksitas yang
perencanaan dan perhitungan Konstruksi
cukup besar, sehingga berbagai disiplin ilmu
Breasting Dolphin pada Dermaga Kalijapat
terkait pada perencanaan pelabuhan ini.
Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembangunan pelabuhan memakan
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini
biaya yang sangat besar. Secara teknis hampir
adalah untuk :
semua pelabuhan dapat di bangun, tetapi perlu
1. Untuk mengetahui pengaruh angin arus,
secara ekonomis untuk dapat menyesuaikan
gelombang, dan pasang surut, terhadap
dengan keadaan. Masalah ekonomis dapat di
perencanaan Konstruksi Breasting Dolphin.
perhitungkan berdasarkan tujuan dari
2. Untuk mengetahui besarnya energi dan
pelabuhan tersebut, daerah belakang
reaksi fender yang terjadi akibat gaya
pelabuhan (Hinterland). Hinterland adalah
benturan kapal terhadap fender pada
daerah yang mempunyai kepentingan atau
Konstruksi Breasting Dolphin.
hubungan ekonomi, sosial dan hubungan
3. Untuk dapat mengetahui besarnya gaya
lainnya dengan pelabuhan), daerah operasi dan
aksial dan lateral berdasarkan kombinasi
sebagainya.
gayagaya yang bekerja pada Konstruksi
Konstruksi breasting dolphin berperan
Breasting Dolphin.
sangat penting yang berfungsi sebagai
4. Untuk mengetahui kuat dukung tiang
penahan dan penambat kapal pada saat kapal
pancang dan faktor tekuk tiang yang terjadi
berlabuh. Dalam hal ini Konstruksi Breasting
akibat pembebanan Konstruksi Breasting
Dolphin yang direncanakan adalah untuk
Dolphin.
menahan besarnya gaya-gaya yang bekerja
baik akibat arus, gelombang, gempa maupun
2. TINJAUAN PUSTAKA
akibat tumbukan dan tarikan kapal (docking
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas
impact) pada saat berlabuh dengan
daratan dan/atau perairan dengan batas-batas
menggunakan tiang pancang tegak dan miring.
tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan
Adapun alasan pemilihan tipe konstruksi
dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan
breasting dolphin pada pelabuhan dalam
sebagai tempat kapal bersandar, naik turun
penelitian ini dikarenakan konstruksi tersebut
penumpang, dan/atau bongkar muat barang,
mampu untuk menahan gaya-gaya lateral yang
berupa terminal dan tempat berlabuh kapal
besar serta konstruksi breasting dolphin pada
yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang
penelitian ini terletak dilepas pantai. Untuk
pelabuhan serta sebagai tempt perpindahan dan lancar. Dermaga dapat dibedakan menjadi
intra-dan antarmoda transpotasi. 3 tipe yaitu wharf, pier, dan jetty.
Tinjauan Hidrodinamika Pantai Konstruksi Breasting Dolphin
Pengetahuan tentang angin sangat Struktur Dermaga terdiri dari empat (4) jenis
penting karena angin menimbulkan arus dan struktur yaitu Breasting Dolphin, Mooring
gelombang, angin dapat menimbulkan tekanan Dolphin, Loading Platform, dan Trestle.
pada kapal dan bangunan pelabuhan. Pasang Konstruksi Breasting Dolphin adalah suatu
surut adalah penting di dalam menentukan struktur yang terdiri dari kelompok tiang
dimensi bangunan pelabuhan seperti pemecah direncanakan untuk menahan benturan kapal
gelombang, dermaga, pelampung penambat, ketika berlabuh dan menahan tarikan kapal
kedalaman alur pelayaran dan perairan karena pengaruh tiupan angin, arus dan
pelabuhan, dan sebagainya. Elevasi puncak gelombang dilengkapi dengan fender untuk
bangunan didasarkan pada elevasi muka air penahan benturan kapal, dan bolder untuk
pasang, sedang kedalaman alur dan perairan menempatkan tali kapal, guna menggerakan
pelabuhan berdasar muka air surut. Elevasi kapal disepanjang dermaga dan menahan
muka air rencana ditetapkan berdasar tarikan kapal. Susunan konstruksi breasting
pengukuran pasang surut dalam periode yang dolphin dengan tambatan hendaknya
panjang. Gelombang yang menyerang ditentukan secara tepat dengan
bangunan pantai akan menimbulkan gaya-gaya mempertimbangkan dimensi - dimensi kapal
yang bekerja pada bangunan tersebut. target yang menggunakan kedalaman air, arah
Bangunan harus tetap aman terhadap beban angin, arah ombak, pasang surut, dan arus,
gelombang yang bekerja padanya. termasuk tidak ada pengaruh yang merugikan
Kapal pada pelayaran dan berlabuhnya kapal.
Panjang, lebar, dan sarat (draft) kapal yang
3. METODOLOGI
akan menggunakan pelabuhan berhubungan
Untuk mendapatkan hasil analisa
langsung pada perencanaan pelabuhan dan
mengenai perencanaan dan perhitungan
fasilitas-fasilitas yang harus tersedia di
Konstruksi Breasting Dolphin pada Dermaga
pelabuhan. Jenis kapal berpengaruh pada tipe
Kalijapat Pelabuhan Tanjung Priok, diperlukan
pelabuhan yang akan direncanakan.
suatu pendekatan terhadap permasalahan
Dermaga
yang ada. Oleh karena itu, dalam penulisan
Dermaga merupakan suatu bangunan
tugas akhir ini penulis menggunakan
yang digunakan untuk merapat dan
metodologi sebagai berikut :
menambatkan kapal yang melakukan bongkar
a. Studi Pustaka, yaitu dengan cara
muat barang dan menaik-turunkan penumpang.
mengumpulkan teori-teori mengenai
Bentuk dan dimensi dermaga tergantung pada
masalah yang erat hubungan dengan
jenis ukuran kapal yang bertambat pada
parameter yang digunakan untuk melakukan
dermaga tersebut. dermaga harus
analisa perhitungan Konstruksi Breasting
direncanakan sedemkian rupa sehingga kapal
Dolphin, meliputi berbagai referensi baik dari
dapat merapat dan bertambat serta melakukan
buku-buku literatur tentang pondasi tiang
kegiatan di pelabuhan dengan aman, cepat,
pancang dermaga maupun referensi lain 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
seperti jurnal, internet dan lain-lain.
Analisa Pasang Surut
b. Studi Lapangan, yaitu langkah-langkah yang
Pasang surut yang terjadi adalah pasang
dilakukan penulis dalam usaha
surut harian tunggal (diurnal tide), dimana
mendapatkan data baik data primer berupa
dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan
foto lokasi maupun data sekunder berupa
satu kali air surut. Periode pasang surut adalah
data penyelidikan tanah, gambar profil
24 jam 50 menit. Dengan tinggi muka air laut
pondasi tiang pancang dermaga dan lain-
rata-rata sebesar 86 cm. Pada perencanaan
lain, yang berhubungan erat dengan
pembangunan breasting dolphin bahwa elevasi
pembahasan tugas akhir ini.
lantai breasting dolphin didesain sebesar 2,75
m LWS. Pekerjaan pengerukan dilakukan
sedalam 7 m, dengan perencanaan bobot kapal
5000 DWT.

Elevasi
Breasting

2,75 m

1,62 m

Gambar 2. Elevasi Lantai dermaga

Analisa Data Angin, Gelombang, dan


Arus

Angin yang berhembus di sekitar wilayah


dermaga Kalijapat Pelabuhan Tanjung Priok
umumnya sama seperti yang berhembus di Laut
Jawa yaitu angin muson barat dan angin muson
timur.
Di Laut Jawa, gelombang dipengaruhi oleh
angin dan arahnya bisa sangat bervariasi,
khususnya di bulan-bulan transisi (April dan akhir
Lokasi
Studi Oktober sampai Nopember) antara muson NW
(dari Nopember sampai Maret) dan muson SE
(antara Oktober dan Nopember). Disepanjang
tahun, ketinggian gelombang laut kurang dari 1
meter. Gaya total akibat gelombang (Fx).
Gambar 1 Lokasi Dermaga Kalijapat, Fx = Fdmax |cos t| cos t Fi max sin t
Tanjung Priok = 38.302,206 |cos 1,231.0| cos 1,231.0
195.493,460. sin 1,231.0
= 38302,206 N = 3905,74 kgf

Di Laut Jawa yang terbuka, umumnya arus


searah dengan arah angin muson. Dari
Nopember sampai Maret arusnya ke ara ESE di
Laut Jawa dengan kecepatan rata-rata 0,75
sampai 1,25 knot (0,4 sampai 0,6 m/detik).
Analisa Dermaga Tampak Depan Potongan Tampak A-A

Tipe dermaga curah cair Kalijipat Pelabuhan


Tanjung Priok yaitu tipe Jetty. Dermaga ini
memiliki ukuran jetty head sebesar 8 m x 6,5 m,
dengan panjang trestel 7,25 m. dermaga ini
dilengkapi dengan 2 buah breasting dolphin
dengan ukuran sebesar 2,5 m x 2,5 m.

Potongan B-B
Gambar 4. Breasting Dolphin Dermaga Kalijapat

Analisa Pembebanan Struktur Breasting


Dolphin
Dalam analisa pembebanan konstruksi
Gambar 3. Layout Dermaga Kalijapat breasting dolphin dibagi menjadi 2 jenis
Pelabuhan Tanjung Priok
pembebanan, yaitu pembebanan arah vertikal
Analisa Konstruksi Breasting Dolphin dan pembebanan arah horizontal.
Total beban vertikal dihitung berdasarkan
Breasting dolphin yang dibangun adalah
penjumlahan dari beban sendiri dalam hal ini
konstruksi beton yang dilaksanakan dengan
yaitu beban pilecap, serta beban hidup
sistem deck on pile, yaitu menggunakan
rencana. Sehingga total beban vertikal adalah:
serangkaian tiang pancang (piles) sebagai
Total beban = Beban pilecap + beban hidup
pondasi untuk breasting dolphin. Breasting
= 11,25 ton + 1,5 ton = 12,75 ton.
dolphin dibangun di sisi kanan dan kiri loading
Pembebanan horizontal terdiri dari gabungan
platform sejauh 20 meter sesuai dengan
dari pembebanan akibat beban berthing, beban
gambar rencana.
mooring, dan beban gempa.
Beban Berthing
W .V
E= .Ce .Cm .Cs .Cc
2g

(8.360 ton).((0,15 m/s)2 )


E= .(0,313).(1,997).(1,0).(1,0)
2.(9,8)

= 5,998 ton-m
Beban Mooring

Tampak atas Tampak Samping Akibat angin, Rw = 1,1 x Pa x Aw

Rw = 1,1 x 0,293 kg/m2 x (70% x 782 m2 )


Rw = 176,427 kg = 0,176 ton berat sendiri breasting dolphin, beban diatas
Akibat Arus breasting, gaya bentur kapal, gaya tarikan kapal
Vc2
Ra = Cc. .Ac . ( ) karena angin arus dan gelombang, dan gaya
2g
gempa. Berikut kombinasi pembebanan yang
0,643
Ra = (1,0).(1025).(686,7) . ( ) direncanakan pada breasting dolphin:
2.9,8
Tabel 1. Kombinasi Pembebanan
Ra = 14,847 ton EQ- EQ-
Kombinasi DL LL Berthing Mooring Wave
x y
Total beban mooring 15,023 ton masih
Comb 1 1,4 1,6
memenuhi beban kerja maksimum bollard 50
Comb 2 1,2 1,6 1,2
ton, sehingga bollard dapat dikatakan aman.
Comb 3 1,2 1,6 1,2
Beban Gempa Comb 4 1,2 1,6 1
Perencanaan beban gempa pada tugas akhir ini Comb 5 1,2 1,6 1
memakai perhitungan sesuai SNI-1726-2012, Comb 6 1,2 1,6 1,5
dimana lokasi yang diproyeksikan oleh penulis Comb 7 1,2 1,6 1,2 1,2 1 1 1,5
adalah DKI Jakarta, tepatnya di Pelabuhan
Analisa Perhitungan Daya Dukung Aksial
Tanjung Priok.
Tiang Pancang Struktur Breasting Dolphin
Daya dukung tiang pancang pada breasting
Lokasi Studi
dolphin terhadap gaya aksial direncanakan 150
ton dengan mutu beton K600. Analisa daya
dukung dilakukan berdasarkan kekuatan tanah
yang didapat dari hasil uji N SPT.
Analisis daya dukung pondasi tiang pancang

Gambar 5. Daerah Spektrum Respon Gempa terdiri atas daya dukung ujung tiang (end
W = Berat Seismik efektif bearing pile) dan daya dukung selimut tiang
= WDL + WLL (skin friction pile). Daya dukung ijin tiang dapat
= Beban Mati + Beban Hidup dhitung berdasarkan rumus Meyerhoff (1976).
= 11,25 ton + 1,5 ton = 12,75 ton. Perhitungan Daya Dukung Ujung Tiang
Sehingga diperoleh : RUb = 30 N Ap
SDS 0,494
V = R .W= 8 12,75 ton = 1,180 ton Dimana,
( ) ( )
Ie 1,50
RUb = Tahanan ujung tiang ultimit (ton)
Total beban horizontal
N = Nilai N dari tanah lapisan bawah pada
= Beban berthing + beban mooring (angin +
ujung tiang pancang
arus) + beban gempa
Ap = Luas ujung tiang pancang (m 2)
= 5,998 ton + (0,176 ton + 14,847 ton)
1 1
= x x D2 = x x (0,5 m)2 = 0,196 m2
+ 1,180 ton = 22,201 ton 4 4
N1+N2
Analisa Kombinasi Pembebanan Konstruksi N dihitung dengan rumus : N = ( )
2
Breasting Dolphin Dimana, N1 = Nilai N SPT pada ujung tiang
Dalam perencanaan breasting dolphin ini pancang
pertama kali dihitung gaya-gaya yang bekerja N2 = Nilai rata-rata N SPT dalam lingkup dari
pada breasting dolphin, diantaranya adalah ujung tiang pancang sampai keatas
sejarak 4D Setelah mendapatkan nilai kapasitas izin 1
D = Diameter tiang pancang tiang, maka perlu juga dilakukan
Diketahui berdasarkan uji N SPT bahwa nilai N2 perhitungan daya dukung izin kelompok
pada kedalaman 20 m adalah 62, Sehingga tiang sebagai berikut :
harga NSPT dengan N1= 62 dan N2 = 62 , maka: Qpg = n x Ra
N1+N2 Dimana,
N =( )
2
62+62
Qpg = Daya dukung kelompok tiang (ton)
=( ) = 62
2 Ra = Kapasitas daya dukung tiang tunggal
Selanjutnya dihitung daya dukung ujung tiang (ton)
pancang sebagai berikut : n = Banyaknya tiang pancang
RUb = 30 N Ap Sehingga Qpg = 4 x 1547,428 ton
= 30 x 62 x 0,196 m2 = 6189,712 ton
= 364,560 ton Ra (group) = 6189,712 ton > beban vertikal =
Perhitungan Daya Dukung Selimut Tiang 54,218 ton, dengan kedalaman 22 m pada saat
N AS
RUs = N SPT sebesar 62, dinyatakan Aman.
5

Dimana,
Penentuan Kedalaman Fixity Point (Titik
RUs = Tahanan selimut tiang (ton)
Jepit)
N = Nilai N rata-rata untuk panjang total
Dalam studi kasus kali ini penentuan titik
tiang pancang yang tertanam 23,045
jepit berdasarkan atas rumusan dari OCDI 2009
As = Luas total permukaan keliling tiang
sebagai berikut:
pancang (m) 1
Zf =
= x D = x (0,5 m) x 22 m = 34,557 m 2

SF = Safety Factor = 2,5 Dimana,


4 Kh x D
23,045 x 34,557 x 22 =
Sehingga RUs = 4 EI
5

= 3504,010 ton N = Nilai SPT (N) di permukaan dasar ke


Perhitungan Daya Dukung Tiang dalam titik jepit
N AS Kh = Koefisien reaksi horizontal tanah (kg/cm)
Ru = 30 N Ap +
5
= 0,15 x N
23,045 x 34,557 x 22
Ru = 30 x 62 x 0,196 m 2 +
5 = 0,15 x 2 = 0,3 (kg/cm)
Ru = 364,560 ton + 3504,010 ton Dluar = 50 cm
= 3868,57 ton Ddalam = Diameter luar tiang (tebal tiang x 2)
Kapasitas Dukung Aksial Ijin = 50 cm 18 cm = 32 cm
Nilai kapasitas dukung yang diizinkan pada EI = 2,1 x 106 kg/cm 2
tiang pancang perlu dibagi dengan faktor I = 168.130,13 cm 4
keamanan (SF). Nilai SF yang digunakan yaitu Sehingga letak fixty point/titik jepit diperoleh
2,5 untuk kontrol (Reese ONeil 1989). sebagai berikut:
Ru
Ra = 4 Kh x D
SF =
4 EI
3868,57
Ra = = 1547,428 ton 1
2,5
Fixty Point, Zr =

Daya Dukung Izin Kelompok Tiang
= 1101,319 cm = 11,013 m
tersebut maka dapat dinyatakan bahwa tiang
HWS
pancang Aman karena masih berada dibawah
1,68 m
rasio tegangan tiang yang diizinkan.
3,27 m
11 m Sea Bed

Fixty Point

11 m

Gambar 6. Titik Jepit


Analisa Perhitungan Daya Dukung Lateral
Tiang Pancang Struktur Breasting Dolphin
Gambar 7. Rasio Tiang Pancang Beton
H Hu Tabel 4.10. Rasio Kekuatan Daya Dukung
2,75 LWS
Berdasarkan Warna

0,0 LWS
No Warna Keterangan
Seabed 1 Abu-abu Tidak dianalisis
2 Biru Rasio 0.5

L= 19 m
3 Hijau 0.5< Rasio 0.7
R = 3B . 1,5 L2 . . Kp
4 Kuning 0.7< Rasio 0.9
5 Oranye 0.9 < Rasio 1
6 Merah Rasio 1

3B . L . . Kp.
Sementara itu perbedaan hasil
Perhitungan Beban Lateral yang Terjadi pada perhitungan perencanaan ulang untuk bobot
Tiang Miring. Total beban horizontal yang kapal yang lebih besar yaitu 7000 DWT antara
didapat sebesar 52,201 ton lain terdapat pada:
Mencari momen di titik A akibat beban Gaya berthing = 10,941 ton
horizontal yang bekerja : Gaya mooring = 18,846 ton
MA = (H. ( L+e )) R . 1/3 L + Hu . (L + e) Daya dukung lateral ijin = 1523,444 ton
Hu = 1669,371 ton Untuk daya dukung aksial ijin didapat
Hasil Analisis Pondasi Tiang Pancang Struktur nilai yang sama karena perubahan bobot kapal
Dermaga Pada Program SAP 2000 tidak berpengaruh terhadap beban aksial, maka
Berdasarkan hasil analisa struktur didapat daya dukung aksial ijin yang sama
breasting dolphin menggunakan SAP 2000 besar dengan perencanaan kapal 5000 DWT.
terhadap tiang pancang beton didapat rasio Untuk rasio kekuatan daya dukung
tiang berwarna hijau, yang artinya rasio menggunakan SAP 2000 didapat rasio 0,5 <
tegangan berada dikisaran 0,5 < Rasio < 0,7 Rasio < 0,7, tetap dibawah 1, dinyatakan aman.
yang berarti kurang dari 1. Berdasarkan hal
5. KESIMPULAN Saran
Hasil dari Analisa perencanaan dan Perencanaan sebaiknya menggunakkan
perhitungan dapat disimpulkan sebagai berikut: peraturan dan ketentuan terbaru tersebut
Dari analisa data pasang surut diketahui sehingga pendekatan perencanaan semakin
bahwa tipe pasang surut harian tunggal baik.
(diurnal tide) dengan muka air laur rata-rata Dalam perencanaan untuk kapal yang lebih
0,86 cm, sedangkan elevasi lantai besar, diperlukan pemaparan mengenai
dermaga direncanakan +2,75. Elevasi lantai rencana pengembangan pelabuhan.
dermaga aman. Diharapkan dalam perencanaan pelabuhan
Gaya-gaya yang terjadi dipengaruhi oleh untuk data geoteknik tidak hanya digunakan
angin, gelombang, dan arus. Perencanaan data N-SPT, diperlukan juga data mengenai
kapal 5000 DWT didapat gaya berthing dan indeks properties tanah, sondir, dan
5,998 ton, gaya mooring = 15,23 ton. sebagainya agar pendekatan perencanaan
Perencanaan kapal 7000 DWT didapat gaya semakin baik.
berthing 10,941 ton dan gaya mooring
18,846 ton. Memenuhi kekuatan fender dan DAFTAR PUSTAKA

bollard. Triadmojo, Bambang. 2016. Perencanaan


Pelabuhan. 2016. Yogyakarta: Beta Offset
Perencanaan kapal 5000 daya dukung
Kramadibrata, Soedjono. 2002. Perancanaan
aksial ijin didapat 6189,712 ton > beban
Pelabuhan. 2002. Bandung: ITB.
vertikal 12,75 ton, daya dukung lateral ijin
Saputro, Suwandi. 2016. Perancangan Teknis
pondasi didapat 1669,371 ton > beban
Dermaga. Jakarta
horizontal 412,787 ton, dinyatakan Aman.
Savitri, Erna. 2015. Rekayasa Pondasi. Jakarta
Perencanaan kapal 7000 DWT didapat daya
Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri
dukung aksial ijin 6189,712 ton > beban
Perhubungan Republik Indonesia. Jakarta:
vertikal 12,75 ton, daya dukung lateral ijin
Sekertariat Negara
pondasi didapat 1523,444 ton > beban
Savitri, Erna. 2015. Mekanika Tanah. Jakarta:
horizontal 558,714 ton, dinyatakan Aman.
John Hi-Tech Idetama.
Analisa menggunakan SAP 2000 v14 bai
The Overseas Coastal Area Development
perencanaan kapal 5000 DWT dan 7000
Institute Of Japan, OCDI. 2009. Standar
DWT didapat rasio tegangan 0,5 < ratio <
Teknis Dan Penjelasan Untuk Fasilitas-
0,7, kerang dari 1 yang berarti struktur
Fasilitas Pelabuhan Di Jepang.
Aman.
S.J. Tomlinson, 2008. Pile Design and
Perencanaan breasting dolphin dengan
Construction Practice.5th Edition. Taylor &
kapal maksimum 5.000 DWT dapat
France. USA and Canada.
direncanakan dengan dimensi 2,5 m x 2,5 m
SNI 1726. 2012. Tata Cara Perencanaan
dan kedalaman pondasi tiang pancang 22 m
Ketahanan Gempa Untuk Struktur
telah memenuhi persyaratan untuk dermaga
Bangunan Gedung dan Non Gedung.
tipe jetty.