Anda di halaman 1dari 18

PerMen LH No.

16 Tahun 2012

BAB II
RENCANA USAHA DAN / ATAU KEGIATAN

2.1 Nama Rencana Usaha dan / Kegiatan : Industri Beton (Ready Mix)
- Berdasarkan Lampiran I Peraturan Bupati Lamongan No. 15 Tahun 2013, bagian I
(Bidang Industri), No. 102 disebutkan bahwa kegiatan Industri ubin semen, bata atau
dinding dan genteng dari semen : pipa beton bertulang dan tidak bertulang, tiang dan
bantalan beton, barang lainnya dari semen untuk konstruksi, hasil ikutan atau sisa dan
jasa penunjangnya ; dengan Invenstasi lebih besar dari atau sama dengan Rp.
500.000.000 tidak termasuk lahan dan bangunan, merupakan suatu kegiatan yang
wajib dilengkapi Dokumen Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup (UKL-UPL).

2.2 Lokasi Rencana Usaha dan / Kegiatan


Rencana kegiatan Budidaya Udang Vannamei terletak di Jl. Raya Lamongan -
Mantup, Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Terletak
+ 250 m di sebelah timur SMA Negri 1 Paciran Desa Kandang Semangkon,
Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Tepatnya berada diantara 4 titik
koordinat sebagai berikut : (Gambar 1)
A. 75'47.91" LS
11216'35.80" BT
B. 75'47.86" LS
11216'36.74" BT
C. 75'35.96" LS
11216'41.30" BT
D. 75'35.53" LS
11216'35.30" BT

Kondisi Rona Sekitar Lokasi Rencana Kegiatan


Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek yang
akan dibangun di daerah sekitarnya. Kegunaan rona lingkungan :
o Pendugaan keadaan lingkungan di masa yang akan datang tanpa proyek
o Keadaan lingkungan di masa yang akan datang dengan proyek
Kondisi rona sekitar lokasi kegiatan berupa : (Gambar 2)
Batas Utara : Lahan Warga (Sawah)
Batas Timur : Kantor Urusan Agama (KUA) dan Lahan Warga (Sawah)
Batas Barat : Rumah Warga dan Lahan Warga (Sawah)
Batas Selatan: Jalan Raya Babat Lamongan (jalan arteri primer)

11 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 1 Kordinat

12 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 2 Batas

13 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

2.3 Skala / Besaran Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


Industri Beton Ready Mix adalah pabrik yang mengolah campuran beton sesuai dengan
perencanaan campuran (mix design) yang dipesan oleh konsumen. Konsumen dalam
hal ini adalah kontraktor atau pihak perorangan yang sedang melakukan pembangunan.
Beton Siap Pakai (BSP) / Ready Mix oleh PT. Varia Usaha Beton ditujukan untuk
mensulpai kebutuhan beton pada proyek konstruksi pembangunan Waduk Gondang,
serta beberapa wilayah Mojokerto dan Lamongan.
Kapasitas Ready Mix yang direncanakan adalah 3.000 m3/bulan.

2.3.1 Bahan Baku


Material pembentukan beton (ready mix), antara lain :
Semen (Portland Cement)
Merupakan bahan pengikat utama untuk adukan beton dan pasangan batu yang
digunakan untuk menyatukan bahan menjadi satu kesatuan yang kuat.
Agregat
Pada beton terdapat sekitar 70% - 80% volume agregat terhadap volume keseluruhan
betonm, karena itu agregat mempunyai peranan yang penting dalam propertis suatu
beton. Agregat ini harus bergradasi sedemikian rupa sehingga seluruh massa beton
dapat berfungsi sebagai satu kesatuan yang utuh, homogeny, rapat dan variasi dalam
perilaku. Dua jenis agregat adalah :
- Agregat Halus (pasir alami)
Agregat halus disebut pasir, merupakan pasir alami yang diperoleh langsung dari
sungai atau tanah galian, atau hasil pemecahan batu. Agregat halus adalah agregat
dengan ukuran butir lebih kecil dari 4,75mm. Agregat yang butir butirnya lebih kecil
dari 1,2 mm disebut pasir halus, sedangkan butir butir yang lebih kecil dari 0,075
mm disebut silt, dan yang lebih kecil dari 0,002 mm disebut clay.
- Agregat Kasar (batu pecah)
Agregat kasar adalah agregat dengan ukuran butir lebih besar dari 4,75 mm.
Ketentuan agregat kasar antara lain tidak berpori, bersifat kekal, tidak mengandung
zat yang dapat merusak beton dan tidak mengandung lumpur lebih dari 1%.
Air
Air diperlukan pada pembuatan beton untuk memicu proses kimiawi semen,
membasahi agregat dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Air yang dapat
di minum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Air yang mengandung
senyawasenyawa yang berbahaya, yang tercemar garam, minyak, gula, atau bahan
kimia lainnya, bila dipakai dalam campuran beton akan menurunkan kualitas beton
yang dihasilkan.
Flyash
Fly ash atau abu terbang mempunyai bentuk butiran partikel sangat halus sehingga
dapat menjadi pengisi rongga-rongga (filler) dalam beton sehingga mampu
meningkatkan kekuatan beton dan menambah kekedapan beton terhadap air serta
mempunyai keunggulan dapat mencegah keretakan halus (crack) pada permukaan
beton. Hal ini dikarenakan fly ash maupun semen mempunyai kesamaan unsur-unsur
bahan ikat yang mempunyai bahan penyusun utama yaitu silikon dioksida (SiO 2),
aluminium oksida (Al2O3) dan ferrum oksida (Fe2O3). Oksida-oksida tersebut dapat
bereaksi dengan kapur bebas yang dilepaskan semen. Ketika bereaksi dengan air

14 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

sehingga menjadikan senyawa kalsium silikiat hidrat (CSH) yang dibutuhkan


meningkatkan kekuatan beton dan menambah ketahanan terhadap ion-ion sulfat serta
dapat menurunkan panas hidrasi semen.

2.3.2 Peralatan

2.3.3 Penggunaan Lahan


Rencana kegiatan Budidaya Udang Vannamei CV. Maju Bersama Sejahtera berada
pada lahan seluas 150.000 m2 / 15 Ha. Pembagian penggunaan lahan berdasarkan
fungsi kegiatan didetailkan pada Tabel 2 dan Layout mengenai rencana kegiatan dapat
dilihat pada Gambar 3.

Tabel 2. Penggunaan Lahan


Ukuran Luas
Fungsi Lahan
(m x m) (m2)
Kamar Mandi
Kantor
Area Cold Storage
Tertutup Akses Jalan
Pos Jaga
Total Luas Area Tertutup 23.604,4
Area Parkir - 1.874,6
Area
RTH - 6.472
Terbuka
Total luas Area Terbuka 27.395,6
Total Luas lahan (Area tertutup + Area
51.000
Terbuka)
Sumber: PT. BAHARI SINAR BARU, 2017

15 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 3. Layout

16 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

2.3.4 Penggunaan Sumber Daya


Dalam melaksanakan kegiatannya, CV. Maju Bersama Sejahtera memanfaatkan
sumber daya yang meliputi sumber daya manusia, sumber daya energi dan sumber
daya air bersih yang dijelaskan sebagai berikut :

a) Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia pada kegiatan ini dibedakan menjadi 2 tahap, yakni tahap
konstruksi dan tahap operasioal dengan rincian jenis pekerjaan dan jumlah pekerja
pada Tabel 3. Perekrutan tenaga kerja mengutamakan warga sekitar lokasi kegiatan.

Tabel 3. Jenis Pekerjaan dan Jumlah Pekerja


Jumlah Pekerja
Jenis Pekerjaan
Laki - Laki Perempuan
Konstruksi
Pengawas Pekerjaan 1 orang -
Pekerja Sipil 14 orang -
Pekerja Mechanical
5 orang -
Electrical
Total Pekerja Tahap
20 orang -
Konstruksi
Operasional
Kepala Tambak 1 orang -
Bagian Standardisasi &
22 orang 1
Informasi
Bagian Pelayanan Teknik 8 orang -
Bagian Tata Usaha 15 orang 2
Kelompok Jabatan
12 orang -
Fungsional
Petugas Keamanan 2 orang -
Total Pekerja Tahap
60 orang 3 orang
Operasional
Sumber : CV. Maju Bersama Sejahtera, 2017

Uraian tugas sebagai berikut :


Kepala Tambak
Kepala Tambak merumuskan kegiatan, mengkoordinasikan dan mengarahkan tugas
penerapan teknik pembudidayaan serta pelestarian lingkungan serta membina
bawahan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
Bagian Standardisasi dan Informasi
Bagian Standardisasi dan Informasi mempunyai tugas menyiapkan bahan standar
teknik dan pengawasan pembudidayaan, pengendalian hama dan penyakit,
lingkungan, sumber daya induk, serta pengelolaan jaringan informasi.
Bagian Pelayanan Teknik
Pelayanan Teknik mempunyai tugas melakukan pelayanan teknik kegiatan
pengembangan, penerapan serta pengawasan teknik pembudidayaan udang.
Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan,
kepegawaian, persuratan, dan rumah tangga serta pelaporan.
Kelompok Jabatan Fungsional

17 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan kegiatan


perekayasaan, pengujian, penerapan dan bimbingan penerapan standar / sertifikasi
pembudidayaan, pengendalian hama dan penyakit, serta kegiatan lain yang sesuai
dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

b) Sumber Daya Energi


Kebutuhan tenaga listrik harus disesuaikan dengan keadaan kegiatan itu sendiri, yang
paling penting adalah kontinuitas dan keandalan yang tinggi dalam pelayanannya.
Mengingat bahwa tenaga listrik sangat penting, maka sumber tenaga listrik ini harus
dijaga dari adanya berbagai macam gangguan. Tenaga listrik yang digunakan :

Tahap Konstruksi
Kebutuhan energi pada tahap konstruksi (untuk peralatan proyek) dipenuhi dengan
Genset Silent Type kapasitas 50 kVa.
Tahap Operasional
Kebutuhan energi direncanakan :
- Dipenuhi secara tetap oleh PLN dengan kapasitas : 780 kVa
- Penyediaan 5 unit genset ; kapasitas 220 kVa @ 4 unit & 1 unit kapasitas 120 kVa

c) Sumber Daya Air Bersih


Air bersih diperlukan pada tahap konstruksi dan pada tahap operasional.
Kebutuhan air pada tahap konstruksi meliputi MCK pekerja konstruksi serta
kebutuhan konstruksi. Sumber air bersih pada tahap konstruksi direncanakan berasal
dari perusahaan supplier air bersih dengan besaran 3,5 m 3 (penyediaan setiap 3 hari
sekali ; distribusi menggunakan mobil tangki).

Pada tahap operasional, air bersih digunakan untuk aktivitas domestik karyawan dan
operasional budidaya udang vannamei. Sumber air bersih tahap operasional di
rencanakan diperoleh dari Air Bawah Tanah (sumur bor). Karena memanfaatkan air
bawah tanah untuk operasional, maka CV. Maju Bersama Sejahtera akan melakukan
kordinasi dengan ESDM Provinsi terkait Izin Pemanfaatan Air Bawah Tanah.

Analisa perkiraan kebutuhan air bersih didasarkan pada beberapa asumsi :


(1)
SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing
(2)
Handayani, Dwi (2010) tentang Kajian Pustaka Potensi Pemanfaatan Grey Water
Sebagai Air Siram WC dan Air Siram Tanaman di Rumah Tangga.
(3)
WWF-Indonesia (2014) tentang Budidaya Udang Vannamei, Versi 1, Desember
2014 --- Tinggi air dari dasar tambak minimal 80 cm

Tabel 4. Analisa Perhitungan Kebutuhan Air Budidaya Udang


Blok Luas Kebutuhan A5 2950 2360 B1 2453 1962,4
Tambak (m2) Air (m3) A6 3450 2760 B2 2370 1896
A1 3895 3116 A7 4200 3360 B3 1580 1264
A2 3687 2949,6 A8 3780 3024 Blok Luas Kebutuhan
A3 2952 2361,6 A9 2370 1896 Tambak (m2) Air (m3)
A4 2475 1980 A10 850 680 B4 1905 1524

18 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

B5 2460 1968 B15 3222 2577,6 B24 3338 2670,4


B6 2005 1604 B17 3318 2654,4 B25 3041 2432,8
B7 1896 1516,8 B18 4387 3509,6 B26 3272 2617,6
B8 2321 1856,8 Blok Luas Kebutuhan B27 3821 3056,8
B9 2494 1995,2 Tambak (m2) Air (m3) B28 4324 3459,2
B10 3291 2632,8 B20 2796 2236,8 B29 4120 3296
B11 2473 1978,4 B21 2441 1952,8 G1 1920 1536
B12 3334 2667,2 B22 2639 2111,2 G2 1380 1104
B14 3927 3141,6 B23 2502 2001,6 Total 87711,2
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

Total kebutuhan air untuk kolam budidaya ikan adalah 87711,2 m3. Pada proses
budidaya udang vannamei, dilakukan penggantian air (sirkulasi) setiap hari, yang
didahului dengan membuang air sekitar 10% dari total air tambak, kemudian
menambahkan air yang berasal dari tandon. Dari total 10% air yang disirkulasikan
maka kebutuhan per hari adalah 10% x 87711,2 m3/hari = 8771,12 m3/hari.

Rincian kebutuhan air bersih pada tahap konstruksi dan operasional kegiatan
Budidaya Udang Vannamei CV. Maju Bersama Sejahtera dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Analisa Kebutuhan Air Total


Tahapan Kebutuhan air
Penggunaan Asumsi Perhitungan
Kegiatan (m3/hari)
50 L/orang/hari 50 L/orang/hari
MCK Pekerja Konstruksi (1) 1 m3/hari
Konstruksi x 20 orang
Kebutuhan Konstruksi 100 L/hari - 0,1 m3/hari
Total Kebutuhan Air Bersih Tahap Konstruksi 1,1 m3/hari
50 L/orang/hari 50 L/orang/hari
MCK Karyawan (1) 3,15 m3/hari
x 63 orang
Operasional
Budidaya Udang Tinggi air
Tabel 4 8771,12 m3/hari
Vannamei minimal 80 cm
Total Kebutuhan Air Bersih Tahap Operasional 8774,27 m3/hari
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

2.3.5 Rencana Pengelolaan Limbah Cair


Pada umumnya, kuantitas air limbah yang dihasilkan dari suatu kegiatan adalah 60-
80% dari total kebutuhan air bersih pada kegiatan tersebut (Duncan, 2003), sehingga
perkiraan kuantitas air limbah dari kegiatan Budidaya Udang Vannamei adalah sebagai
berikut (Tabel 6) : (Neraca air pada Gambar 4 dan 5).
Tabel 6. Analisa Air Limbah
Tahapan Kebutuhan air Air Limbah
Penggunaan
Kegiatan (m3/hari) (m3/hari)
MCK Pekerja 80% x 1 m3/hari =
1 m3
Konstruksi 0,8 m3/hari
Kebutuhan
Konstruksi Konstruksi
(penyiraman 0,1 m3 Habis terpakai
lahan, campuran
semen, dll)

19 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

80% x 3,15 m3/hari


MCK Karyawan 3,15 m3
= 2,52 m3/hari
Operasional
80% x 8771,12
Domestik Budidaya Udang
8771,12 m3 m3/hari = 7016,9
Vannamei
m3/hari
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

Air limbah domestik (MCK Karyawan) terdiri atas :


1. Black Water, yaitu Tinja (faeces) yang mengandung mikroba pathogen.
2. Grey Water, yaitu Air seni (urine) yang pada umumnya mengandung Nitrogen dan
Posfor, air bekas cucian dapur, mesin cuci dan air sabun (sisa bilas).
Prosentase air limbah untuk Black Water adalah 20% & Grey Water adalah 80% (Tilley
et al, 2008).

Karakterististik Air limbah dari kolam budidaya udang vannamei / limbah buangan
(effluent) tambak mengandung konsentrasi Nitrogen tinggi, yang berakibat pada
penurunan kualitas badan air penerima atau saluran yang dilaluinya. Konsekuensi ke
lingkungan antara lain defisit oksigen karena dekomposisi bahan organik, dan
eutrofikasi karena akumulasi nitrogen dan pospor (Fang et al., 2004). Nitrogen
terbentuk dari kandungan protein dari pakan udang buatan (pellet). Kandungan proteing
yang cukup tinggi, yaitu sekitar 40%, menyebabkan proses pembusukan pellet akan
menghasikan senyawa nitrogen anorganik berupa NH3-N dan NH4+.

Rencana pengolahan air limbah pada kegitatan Budidaya Udang Vannamei baik pada
tahap konstruksi maupun tahap operasional dijelaskan menggunakan diagram alir
seperti pada Gambar 4 dan Gambar 5.

Air Tangki : MCK Pekerja : Limbah : 0,8 Black water : Septic


1,1 m3/hari 1 m3/hari m3/hari 0,16 m3/hari Tank

Grey water : Area


0,64 m3/hari IPAL

Kebutuhan Konstruksi Habis


: 0,1 m3/hari Terpakai

Gambar 4. Neraca Air Bersih dan Air Limbah Tahap Konstruksi


Air Sumur : MCK Karyawan Limbah : Black water : Septic
8774,27 : 3,15 m3/hari 2,52 m3/hari 0,504 m3/hari Tank
m3/hari

Grey water :
2,016 m3/hari
Area
IPAL
Kebutuhan Budidaya : Limbah : Aplikasi
8771,12 m3/hari 7016,9 Probiotik
m3/hari

20 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 5. Neraca Air Bersih dan Air Limbah Tahap Operasional

# Septic Tank
Adalah salah satu cara pengolahan air limbah domestik yang menggunakan proses
pengolahan secara anaerobik. Proses ini dapat memisahkan padatan dan cairan di dalam
air limbah. Padatan dan cairan harus diolah lebih lanjut karena banyak mengandung
bibit penyakit atau bakteri patogen yang berasal dari kotoran (feces) manusia. Jika tidak
diolah, maka dikhawatirkan air limbah dapat menularkan penyakit kepada manusia
terutama melalui air tanah.
Septic Tank terdiri dari 2 bagian, yaitu bak tampung dan resapan air. Bak tampung
harus dibuat agar kedap air yang gunanya untuk menampung limbah kasar dari
toilet/wc. Limbah kasar tersebut akan terkumpul dan bercampur air siraman yang
kemudian akan dimakan bakteri pembusuk. Ketika wc disiram air, limpahan air
permukaan bak tampung akan mengalir melalui saluran pipa PVC ke ruang resapan
yang dibuat dengan lapisan batu, krikil dan ijuk. Air dari bak tampung akan terfilter
oleh lapisan tersebut dan akan meresap ke dalam tanah tanpa membawa limbah kasar.

Gambar 6. Ilustrasi Septic Tank

# Aplikasi Probiotik
Probiotik didefinisikan sebagai segala macam bentuk pakan tambahan berupa sel
mikroba utuh (tidak harus hidup) yang menguntungkan bagi hewan inangnya melalui
cara menyeimbangkan kondisi mikrobiologis inang, memodifikasi bentuk asosiasi
dengan inang atau komunitas mikroba lingkungan hidupnya, meningkatkan
pemanfaatan nutrisi pakan atau meningkatkan nilai nutrisinya, meningkatkan respons
kekebalan inang terhadap pathogen atau memperbaiki kualitas lingkungan.
Jenis bakteri probiotik yang direncanakan adalah Produk Soilex dengan kandungan dan
komposisi bakteri yang lengkap di antaranya : T. Ferroxidans, Bacillus pumilus,
Nitrosomonas sps., Nitrobacter sps., B. Subtilis, dan T. thiooxidants. Efektivitas
probiotik jenis ini terhadap kualitas air antara 90-95%. Dosis dan penggunaan adalah 1
Kg per Acre (setara dengan 0,4 Kg per Hektar) setiap 12 -15 hari. Probiotik tersebut
dimanfaatkan untuk :
- Mengurangi / mengurai penumpukan sampah atau material organik di dasar kolam
- Menghambat pertumbuhan bakteri patogen
- Mengurangi pertumbuhan gas-gas beracun seperti H2S
- Mengurai material organik, merubah NH3 menjadi NO2 dalam air
- Mengurangi kadar COD & BOD, serta meningkatkan kadar DO

21 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

# Area IPAL
Sebelum dibuang ke saluran umum, air buangan harus memenuhi standard kualitas
berdasarkan Kepmen 28/2005 Tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak,
untuk beberapa parameter :

Tabel 7. Baku Mutu Air Buangan Tambak Udang


No. Parameter Satuan Besaran
1. TSS Mg/l <200
2. Kekeruhan NTU <50
3. pH - 6-9
4. BOD5 Mg/l <5
5. PO43+ Mg/l <0,1
6. H2S Mg/l <0,03
7. NO3 Mg/l <75
8. NO2 Mg/l <2,5
9. NH3 Mg/l <0,1
Bakteri
10. CFU <102
Patogen
Sumber : Kepmen 28/2005 Tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak

IPAL yang direncanakan adalah Facultative Pond / Kolam Fakultatip. Didalam system
kolam fakultatip, air limbah berada pada kondisi aerobic dan anerobik pada waktu
bersamaan. Zona aerobic terdapat pada lapisan atas atau permukaan, sedangkan zona
anaerobic berada pada lapisan bawah atau dasar kolam. Efisiensi

2.3.6 Rencana Pengelolaan Limbah Padat / Sampah


Berdasarkan SNI 19-2454 tahun 2002, sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri
dari bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus
dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.
Pada setiap tahap baik konstruksi maupun operasional, hakekatnya selalu dihasilkan
sampah yang bersifat domestik dan non-domestik.
Limbah padat / sampah domestik adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia,
sedangkan non-domestik merupakan sampah dari suatu proses / kegiatan yang
dilakukan. Besaran timbulan sampah domestik yang dihasilkan, diperkirakan berdasar
SNI Nomor 3242 Tahun 2008 adalah 2 L/orang/hari.

ORGANIK Tempat Sampah


Kordinasi
SAMPAH DOMESTIK
dengan Desa
ANORGANIK Tempat Sampah

TAHAP KONSTRUKSI Pengangkutan

Kordinasi dengan Pemanfaatan TPS -- TPA


SAMPAH NON-DOMESTIK
Gambar 7. Bagan Alir Pihak ke-3 kembali
Pengolahan Limbah Padat Tahap Konstruksi

BUANG
ORGANIK Tempat Sampah Kordinasi
dengan Desa
SAMPAH DOMESTIK

ANORGANIK Penampungan
22 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n Pengangkutan
TAHAP OPERASIONAL PT. VARIA USAHA BETON

Dimanfaatkan Dijual TPS -- TPA


PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Gambar 8. Bagan Alir Pengolahan Limbah Padat Tahap Operasional

Tabel 8. Analisa Limbah Padat


Tahapan Limbah yang
Analisa
Kegiatan dihasilkan
Sampah domestic 20 orang x 2 L/hari
pekerja = 40 L/hari
Konstruksi
Material sisa
4m3/hari
konstruksi
Sampah domestic 63 orang x 2 L/hari
karyawan = 126 L/hari
Operasional Karung
pembungkus 10 L/hari
pakan
Sumber : Analisis Konsultan, 2017

2.3.7 Analisa Area Parkir


Dengan berdasar Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor
272/HK.105/DRJD/96 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir,
ditentukan satuan ruang parkir (SRP) kendaraan sebagai berikut :
-
1 SRP kendaraan R2 : 1,5 m2
-
1 SRP kendaraan Truk : 42,5 m2
Area pakir yang direncanakan untuk menampung kendaraan R2 dari para pekerja /
pegawai CV. Maju Bersama Sejahtera. Luas area parkir yang disediakan adalah . m 2.
Maka diperkirakan dapat menampung Sedangkan, untuk kendaraan pengangkut
benih dan saat panen (pick-up, colt diesel) telah disediakan area khusus, disekitar
penimbangan seluas .. m2, yang berdasarkan analisa terhadap SRP diperkirakan dapat
menampung + 36 Truk pada saat yang bersamaan.

2.3.8 Rencana Sistem Proteksi Terhadap Potensi Kebakaran


Salah satu bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja adalah terjadinya kebakaran.
Masalah kebakaran adalah masalah yang serius untuk ditanggulangi, terutama untuk
pengamanan tenaga kerja, gedung dan lingkungan sekitar terhadap bahaya kebakaran.
Penyebab terjadinya kebakaran antara lain :
- Peristiwa listrik.
- Spontanious (bahan yang dapat terbakar sendiri).
- Merokok tidak pada tempatnya.
- Operasional genset
Upaya pengelolaan bahaya kebakaran, antara lain :
- Pemasangan alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan kelas kebakaran.
Direncanakan dengan APAR jenis Dry Chemical Powder. APAR diletakan di setiap
ruang genset, kantor dan mess. Total APAR adalah 7 unit @ 3kg.

23 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

- Memberi pengetahuan kepada karyawan tentang bahaya kebakaran melalui training.


- Penyediaan sirene, dan titik kumpul

2.4 Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan / atau Kegiatan


2.4.1 Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan Dengan Tata Ruang
Lokasi rencana kegiatan pembangunan Industri Bata Ringan PT. SUPERIOR PRIMA
SUKSES di Jl. Raya Babat - Lamongan, Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk,
Kabupaten Lamongan ini berdasarkan Perda Kabupaten Lamongan No. 15 Tahun 2011
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lamongan Tahun 2011
2031, masuk kedalam Wilayah Pengembangan (WP) III - Babat (Gambar 13)
Rencana kegiatan pembangunan dikatakan sesuai dengan peruntukan lahan karena telah
memiliki Izin Pemanfaatan Ruang Nomor : 650/367/413.111/2017 dari Bupati
Lamongan pertimbangan sebagai berikut :
- Bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan menyambut baik terhadap semua
rencana investasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
- Rencana pembangunan Industri Bata Rigan di Jl. Raya Babat - Lamongan, Desa
Warukulon, Kecamatan Pucuk. Berdasarkan arahan dokumen Rencana Detai
Tata ruang Kawasan (RDTRK) Kecamatan Pucuk tahun 2011 2031 lahan
tersebut masuk dalam ruang Blok I dengan fungsi kawasan perumahan,
pendidikan, perdagangan dan jasa komersial, industri dan pergudangan.
- Rencana pembangunan industri ini akan membuka kesempatan kerja sekaligus
peluang penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah Kecamatan
Pucuk dan sekitarnya yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan
perekonomian di wilayah tersebut dan peningkatan penerimaan daerah.
Gambar rtrw 9

24 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

2.4.2 Penjelasan Mengenai Persetujuan Prinsip


Rencana pembangunan Industri Bata Ringan PT. SUPERIOR PRIMA SUKSES secara
prinsip dapat dilaksanakan dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Telah mendapatkan Surat Bupati Lamongan Nomor : 650/367/413.111/2017 tentang
Persetujuan Pemanfaatan Ruang Pembangunan Industri Bata Ringan di Desa
Warukulon, Kecamatan Pucuk oleh PT. SUPERIOR PRIMA SUKSES tanggal 10
Februari 2017.
- Mendapatkan Surat Bupati Lamongan Nomor : 188/368/Kep/413.111/2017 tentang
Pemberian Izin Lokasi Untuk Keperluan Pembangunan Industri Bata Ringan
Oleh PT. SUPERIOR PRIMA SUKSES di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk,
Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur tanggal 10 Februari 2017.
- Mendapatkan Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri Nomor :
48/35/IP-PL/PMDN/2016 dari UPT Pelayanan Perizinan Terpadu Badan Penanaman
Modal Pemerintah Provinsi Jawa Timur tanggal 7 Desember 2016

2.4.3 Komponen Rencana Kegiatan yang Menimbulkan Dampak


Komponen rencana kegiatan yang menimbulkan dampak diperkirakan bersumber dari 3
tahapan kegiatan, yakni tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional.

I. Tahap Pra Konstruksi


a. Perizinan Kegiatan
Merupakan kegiatan pengurusan perizinan sebelum melakukan kegiatan konstruksi.
Perizinan yang harus dilengkapi sebelum konstruksi antara lain Izin Lingkungan (UKL-
UPL), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta Izin Operasional (Izin Gangguan / HO)
supaya kegiatan menjadi legal dan memiliki kekuatan hukum yang sah. Pada kegiatan
ini diperkirakan menimbulkan dampak munculnya persepsi masyarakat.

II. Tahap Konstruksi


Struktur bangunan Industri Bata Ringan ini menggunakan Rangka Baja. Kegiatan
konstruksi meliputi tahap-tahap sebagai berikut :

a. Pemenuhan tenaga kerja


Tenaga kerja yang akan digunakan selama tahap konstruksi adalah tenaga ahli dan
pekerja konstruksi (pekerja kasar) dengan keahlian tertentu. Jumlah tenaga kerja yang
akan dipekerjakan pada tahap konstruksi ini adalah sebanyak 13 orang.
Pada tahap kegiatan ini diperkirakan menimbulkan dampak peningkatan kesempatan
kerja, khususnya bagi warga sekitar lokasi kegiatan. Selain itu, pada tahap ini juga
diperkirakan timbul dampak keresahan masyarakat akibat keluar masuk kendaraan
tenaga kerja dari dan menuju lokasi proyek.

b. Mobilisasi dan demobilisasi pengangkutan alat dan material bangunan


Mobilisasi dan demobilisasi yang berarti menuju dan meninggalkan lokasi kegiatan,
merupakan kegiatan pengadaan alat berat dan material yang digunakan untuk
membangun.

25 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

Alat berat yang digunakan adalah Excavator Amphibi 2 unit, dengan kapasitas 9 Ton.
Saat mobilisasi Excavator, pemrakarsa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan
penduduk melalui Desa & Kecamatan terkait penggunaan akses jalan desa.
Material yang digunakan didatangkan langsung dari dalam Kabupaten Lamongan.
Material yang digunakan meliputi pasir, batu bata, semen kerikil, baja profil, besi,
aluminium dan sebagainya. Untuk melakukan mobilisasi peralatan dan material di atas,
akan dipergunakan alat transportasi antara lain : pickup dan truck dengan perkiraan
jumlah ritasi sebanyak 4 kali/hari selama kegiatan pemenuhan material bangunan
berlangsung.

c. Pembangunan Operasional base camp tenaga kerja serta direksi keet


Sebelum kegiatan konstruksi berjalan, base camp pekerja dibangun bersamaan dengan
direksi kit. Fasilitas ini dibangun sebagai gudang sementara di lokasi proyek dan
nantinya akan dibongkar setelah kegiatan tahap konstruksi berakhir.

d. Tahap Pelaksanaan (Pekerjaan konstruksi)


Tujuan dari tahap pelaksanaan adalah untuk mewujudkan bangunan yang dibutuhkan
oleh Pemilik proyek dan sudah dirancang oleh Konsultan perencana dalam batasan
biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan kualitas yang telah disyaratkan.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah merencanakan, mengkoordinasikan dan
mengendalikan semua operasional di lapangan. Konstruksi pada kegiatan ini, terdari
dari Konstruksi bangunan pendukung & Konstruksi tambak.

# Konstruksi Bangunan pendukung


Pelengkap fungsi tambak. Adapun bangunan pendukung tersebut adalah :
- Saluran
Berfungsi untuk menyalurkan air baik untuk pemasukan mapun pembuangan.
Dalam pembuatan saluran telah diperhitungkan khususnya kemiringan saluran,
sehingga cukup untuk mengairi daerah target, menjadi penting karena dengan
kemiringan yang tidak cukup akan mengakibatkan cepatnya pendangkalan.
- Pintu air.
Dapat digongkan menjadi beberapa bagian, yaitu pintu utama dan pintu tambak.
Pintu utama adalah yang terletak pada saluran utama, dimana fungsi dari pintu ini
adalah untuk mengendalikan air didalam saluran. Pintu tambak berfungi untuk
mengendalikan air dalam tambak. Pintu tambak terbuat dari PVC, Kayu, Concrete.
- Kantor dan Mess Karyawan
Jenis pekerjaan yang akan dilakukan adalah secara berurut pondasi, dinding, atap,
plafond, lantai, kusen pintu & jendela, serta finishing pengecatan.

# Konstruksi Tambak
Kegiatan usaha untuk budidaya udang diperlukan beberapa petakan. Konstruksi tambak
direncanakan memiliki Dimensi pematang yang ideal (terbuat dari tanah) adalah lebar
atas antara 2,5-3,5 m, lebar bawah antara 7,0-9,0 m dan tinggi antara 1,5-2,0 m,
kemiringan / slope 45-60 derajat. Konstruksi tambak terbuat dari beberapa komponen /
bahan sebagai berikut :

26 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

- Konstruksi terbuat dari tanah liat, padat dan kedap


- Konstruksi concrete (campuran semen, ijuk, bambu dan dasar plastik)
- Konstruksi plastik PE, Geotextile
- Konstruksi plastik berlapis pasir
- Dasar semen / concrete

e. Pembongkaran base camp tenaga kerja dan direksi keet


Base camp dan direksi keet dibongkar setelah kegiatan konstruksi selesai dilaksanakan
mengingat tidak diperlukannya lagi ruangan penyimpanan ataupun fasilitas istirahat
bagi pekerja.

III. Tahap Operasional


# Aktivitas budidaya
Siklus budidaya udang vannamei oleh CV. Maju Bersama Sejahtera meliputi aktivitas :
1) Persiapan lahan
- Pengeringan dasar tambak bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanah dasar
tambak maupun untuk mematikan hama dan penyakit di dasar tambak.
Pengeringan dilakukan sampai tanah dasar terlihat pecah-pecah / retak-retak
(kandungan air 20%), warna cerah dan tidak berbau atau bila dilakukan
pemeriksaan laboratorium kandungan bahan organik kurang dari 12%.
- Mengukur pH tanah pada beberapa titik yang berbeda menggunakan alat ukur
pH (pH soil tester). Untuk memperbaiki pH tanah dapat digunakan kapur CaOH
untuk pH tanah kurang dari 6 atau dengan CaCO3 jika pH telah lebih dari 6.
- Pemupukan bertujuan untuk memperbaiki kualitas air, meningkatkan suplai
pakan alami berupa plankton (mengurangi ransum pakan buatan). Pemupukan
dengan pupuk nitrat (N) dan fosfat (P) dilakukan secara langsung ke tanah dasar
tambak. Perbandingan kandungan N : P rasio (nitrogen dan fosfat) yaitu 1 : 4
atau 1 : 6, dosis pemupukan minimal 1 ppm untuk pupuk Sp36.

Gambar 10. Ilustrasi Proses Persiapan Lahan

2) Pemasukan air
Kualitas air harus diperiksa dahulu di saluran pemasukan sebelum dimasukkan ke
petakan tambak. Air tersebut diproses terlebih dahulu dalam tandon untuk
perbaikan kualitas air. Pemasukan air dilakukan dengan membuka pintu air yang
telah dilengkapi dengan saringan minimal dua lapis, untuk mencegah masuknya
hama berupa bibit predator, ikan liar, dan pembawa inang penyakit. Tinggi air dari
dasar tambak minimal 80 cm. Setelah pengisian air, dilakukan sterilisasi
menggunakan chlorine berbahan aktif 90% dengan dosis 10 20 ppm atau chlorine

27 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON
PerMen LH No. 16 Tahun 2012

berbahan aktif 60% dengan dosis 30 - 40 ppm. Aplikasi dilakukan secara merata
dan cepat karena chlorine bersifat oksidator (cepat menguap).

Gambar 11. Ilustrasi Proses Pemasukan Air

3) Pemilihan dan penebaran benur


4) Pemeliharaan kualitas air
5) Pemeliharaan udang dan pengelolaan pakan
6) Panen dan penanganan hasil panen

Gambar 10. Siklus Budidaya

28 | R e n c a n a U s a h a d a n / a t a u K e g i a t a n
PT. VARIA USAHA BETON