Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak faktor yang dapat mempersulit persalinan normal salah
satunya letak janin yang abnormal sering disebut letak sungsang atau
presentasi bokong. Presentasi bokong atau letak sungsang adalah janin
letak memanjang dengan bagian terendahnya adalah bokong, kaki, atau
kombinasi keduanya (Saifuddin, 2012).
Banyak bayi mengambil posisi sungsang tanpa alasan yang jelas,
namun sebagian kecil mengambil posisi sungsang karena beberapa
masalah seperti tali pusat pendek dan menjerat, prematuritas, plasenta
previa, abnormalitas struktural uterus, polihidramnion, multiparitas, mioma
uteri, kehamilan multiple, anomali janin, dan riwayat presentasi bokong
sebelumnya (Chapman et al. 2014).
Insidensi letak sungsang pada janin aterm kira-kira 3%. Insidensinya
jauh lebih tinggi pada permulaan masa kehamilan, kira-kira 40% pada
kehamilan sebelum 28 minggu dan 17% antara 28 sampai 31 minggu
(Rayburn et al. 2012). Pada persalinan sungsang, yang sering terjadi adalah
sebelum proses persalinan dimulai, janin berputar spontan, sehingga
presentasinya menjadi presentasi kepala.
Angka kejadian letak sungsang menurun dari sekitar 20% pada
kehamilan 28 minggu menjadi 3-4% pada kehamilan tepat waktu,
dikarenakan kebanyakan janin berputar spontan menjadi presentasi kepala.
Tingginya kematian dan kecacatan janin pada letak sungsang dari pada
letak kepala. Dapat dikarenakan dasar prematuritas, kelainan bawaan,
asfiksia saat lahir dan terjadinya trauma (Royal Collage of Obstetricians and
Gynaecologists).
Kecenderungan untuk melahirkan bayi sungsang dengan seksio
sesaria sudah disarankan para ahli untuk mengurangi masalah-masalah
perinatal. Kebanyakan Negara di Eropa utara dan Amerika utara, memilih
metode caecarea menjadi persalinan yang umum dilakukan pada persalinan
letak sungsang. Bagaimanapun, apapun metode persalinannya pada letak
sungsang, ini dihubungkan dengan meningkatnya resiko terjadinya
kecacatan (Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologists).
Menurut Bilodeu (2013) di Montreal Quibec, Canada, ditemukan 40%
letak sungsang pada kehamilan 28 minggu, 17% pada kehamilan 28-38
minggu dan 3-4% kehamilan tepat waktu. Juga dijumpai angka kelahiran
premature lebih banyak (4 kali) pada letak sungsang dibandingkan dengan
letak lainnya selama 10 tahun penelitian.
Oleh karena itu letak sungsang hanya terjadi sekitar 3-4% pada
kelahiran bayi tunggal. Sebagai contoh di Parkland hospital, 3,5% diantara
136.256 bayi tunggal yang lahir antara tahun 2004 sampai tahun 2014
adalah letak sungsang (Cunningham et al, 2015). Frekuensi letak sungsang
adalah dua sampai tiga persen dimana 75% adalah complete breech
presentation dan 25% adalah incomplete breech presentation. Di RS
Pirngadi, Medan 4,4% dan RS Hasan Sadikin Bandung 4,6% (Mochtar,
2014).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Secara umum tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan asuhan
keperawatan pada pasien dengan melahirkan letak sungsang
2. Tujuan Khusus
a. Mengkaji pasien dengan melahirkan letak sungsang
b. Mengidentifikasi masalah keperawatan pada pasien dengan
melahirkan letak sungsang
c. Merencanakan intervensi keperawatan pada pasien dengan
melahirkan letak sungsang
d. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan
melahirkan letak sungsang