Anda di halaman 1dari 8

MODUL 05

EFEK FARADAY PADA MEDIUM TRANSPARAN

1. TUJUAN
a. Memahami peristiwa pergeseran polarisasi cahaya dengan adanya medan magnet
b. Menentukan konstanta Verdet dengan berbagai variasi medium dan panjang gelombang cahaya
c. Menentukan perbedaan indeks bias kanan dan kiri medium sebagai fungsi dari panjang
gelombang

2. ALAT DAN BAHAN


a. Optical bench 1 meter
b. Variable extra low-voltage transformer
c. Lampu pijar 12 V/90 W dengan picture slider
d. Monocromatic filter: kuning, hijau, biru, violet
e. 2 buah filter polarisator
f. 1 pasang penyearah medan magnet
g. 2 buah kumparan
h. Mobile-CASSY
i. Lensa fokus +50mm
j. 12 buah connecting leads (kabel) 100 cm
k. Teslameter + tangential probe
l. Multimeter
m. Medium transparan
n. Medium air (beserta wadah transparannya)
o. Gula (Praktikan wajib membawa! Tidak perlu terlalu banyak)
p. Install aplikasi android lux meter (light meter)

3. DASAR TEORI
Pada tahun 1845, M. Faraday mengamati adanya rotasi bidang polarisasi dari sebuah cahaya
yang terpolarisasi sirkular ketika melewati sebuah medium yang terdapat medan magnet yang searah
dengan arah propagasi berkas cahaya. Efek ini dapat digunakan untuk pembuatan modulator optik,
detektor gelombang gravitasi, sensor arus listrik, dan pengindera (probe) dispersi atomic. Relasi
paling sederhana yang mengaitkan pergeseran sudut rotasi terhadap medan magnet yaitu:

Secara berturut-turut, V, B, l, merupakan konstanta Verdet, besar medan magnet eksternal, dan
ketebalan medium yang dilalui cahaya. Sedangkan merupakan sudut rotasi bidang polarisasi dari
cahaya yang terpolarisasi linier. Konstanta Verdet merupakan karakteristik suatu bahan dan nilainya
bergantung pada konsentrasi, temperatur, dan frekuensi.[1]. Fenonema efek Faraday sangat
bergantung pada bahan atau material yang digunakan.[2,3,4,5]

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


Awal mula terjadinya efek rotasi Faraday karena gelombang elektromagnetik berinteraksi
dengan atom-atom penyusun material dengan menginduksi atom-atom agar berosilasi. Sekarang
akan ditinjau gaya-gaya yang dirasakan oleh elektron yaitu gaya listrik dan gaya Lorentz.

( ) (2)

Pada umumnya komponen gaya Lorentz dapat diabaikan karena medan magnet yang
merupakan bagian dari cahaya umumnya sangat kecil. Tetapi, pada kasus rotasi Faraday kita berikan
medan magnet eksternal. Sehingga, komponen gaya Lorentz yang tadinya dapat diabaikan menjadi
tidak dapat diabaikan dan memiliki peran yang sangat penting terhadap rotasi Faraday.
Terdapat beberapa asumsi yang akan digunakan dalam kasus rotasi Faraday yaitu:
Medan magnet yang digunakan arah rambatnya sejajar dengan arah rambat cahaya
Osilasi hanya terjadi pada permukaan-xy (Gelombang merambat pada arah sumbu-z)
Adanya gaya pemulih,
Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang telah disebutkan maka persamaan (2) menjadi :

( ) (3)

Sesuai dengan asumsi yang digunakan dimana elektron hanya akan berosilasi pada permukaan-
xy maka vektor perpindahannya dapat dituliskan sebagai :
(4)

Dengan mensubstitusikan persamaan (4) pada persamaan (3) dan menggunakan persamaan
gelombang elektromagnetik yang berubah terhadap waktu ( ) maka akan didapatkan 2
persamaan yaitu persamaan untuk komponen sumbu-x dan komponen sumbu-y sebagai berikut :

(5.1)

(5.2)

(5.3)

Definisikan vektor medan listrik dan perpindahan untuk gelombang yang terpolarisasi melingkar
(5.4)

(5.5)

Dengan melakukan substitusi (5.4) dan (5.5) pada persamaan (5.1) dan (5.2) yang kemudian
dilanjutkan dengan substitusi dan eliminasi maka akan didapatkan 2 persamaan yang menyatakan
perpindahannya

(6)
( )

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


Setelah mengetahui perpindahannya maka dapat dilanjutkan untuk menentukan polarisasinya,
sehingga didapat :
(7)
( )

merupakan banyaknya elektron persatuan volume. Kemudian suseptibilitas listrik didefinisikan


sebagai polarisasi dibagi dengan medan listrik. Setelah mengetahuinya maka dapat diteruskan untuk
menentukan indeks biasnya :
(8.1) (8.2) (8.3)

Dengan menggunakan (8.1) hingga (8.3) didapatkan persamaan untuk indeks bias :
( )
(9)

Setelah mengetahui indeks bias untuk 2 tipe polarisasi yang berbeda, sekarang akan dituliskan
perumusan gelombang elektromagnetiknya :
Rotasi ke-kiri Rotasi ke-kanan

( [ ]) (10.1) ( [ ]) (10.3)

( [ ]) (10.2) ( [ ]) (10.4)

Gelombang yang terpolarisasi secara linear merupakan superposisi dari gelombang yang berotasi ke-
kiri dan ke-kanan. Dengan menggunakan identitas trigonometri didapatkan persamaan
gelombangnya

( [ ]) ( [ ] ) (11.1)

( [ ]) ( [ ] ) (11.2)

Dengan indeks bias rata-rata didefinisikan sebagai berikut:


(12)

Sudut polarisasi terhadap sumbu-x


( ) [ ] [ ] (13.1)

Jika sudut pergeseran rotasi dikaitkan dengan relasi pada persamaan (1) yang mengaitkan rotasi
akibat medan magnet, maka didapatkan persamaan berikut:
(13.2)

Dari persamaan (13) terlihat bahwa sudut polarisasi berbanding lurus terhadap panjang lintasan yang
dilalui.

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


Gambar 1. Ilustasi adanya sudut rotasi akibat medan magnet pada efek Faraday. Nampak bahwa akibat adanya
perbedaan indeks bias, maka teramati rotasi bidang polarisasi.

Dapat dilakukan penyederhanaan pada persamaan (9). Karena nilai dan 0 nilainya jauh lebih
besar dari . Kemudian dengan mengaproksimasi sifat fisis maka persamaan (9) menjadi :
(14.1)
( )

(14.2)
( )

Persamaan (14.2) disubstitusikan ke persamaan (13) sehingga didapatkan ekspresi untuk fasa
gelombang pada yang merambat pada medium dengan medan magnet eksternal.
(15.1)
( )

Pada umumnya nilai yang digunakan jauh lebih besar dari frekuensi natural, maka persamaan
(15.1) dapat disederhanakan menjadi :
(15.2)

Sebelumnya telah diketahui bahwa fasa berbanding lurus dengan panjang lintasan yang dilalui,
kemudian ditentukan perubahan fasanya tiap lintasan sesuai dengan persamaan dibawah :
(15.3)

4. TUGAS PENDAHULUAN
a. Jelaskan yang dimaksud dengan polarisasi gelombang cahaya? Tunjukkan formulasi dan
ilustrasi dari berbagai jenis polarisasi cahaya!
b. Apakah yang dimaksud dengan peristiwa magneto-optik dan fenomena efek Faraday?
c. Jelaskan yang dimaksud dengan birefringence sirkular?

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


d. Jelaskan hubungan antara sudut pergeseran bidang rotasi dengan medan magnet eksternal yang
ditunjukkan pada persamaan (1) di atas! Sebutkan faktor-faktor pengaruh medan yang diabaikan
pada persamaan (1) di atas dan apakah persamaan tersebut berlaku untuk seluruh jenis medium?
e. Sebutkan aspek-aspek yang berpengaruh pada fenomena efek Faraday ini!
f. Sebutkan aplikasi-aplikasi dari efek Faraday ini!
g. Buatlah flowchart langkah praktikum Efek Faraday ini!

5. LANGKAH PERCOBAAN
Set-up Peralatan
a. Siapkan seluruh alat dan bahan
b. Pasangkan seluruh alat yang terletak pada optical bench seperti pada gambar berikut ini:

Gambar 2
c. Siapkan sensor magnetik dan sensor cahaya untuk diletakkan pada statif

Percobaan 1: Kalibrasi Medan Magnet


a. Pasang kedua kumparan dengan power supply variabel yang telah terhubung dengan Mobile
CASSY sebagai amperemeter dan teslameter.
b. Pasang sensor magnetik dan diletakkan tepat di lubang ujung kedua penyearah medan magnet
dengan menggunakan statif.
c. Variasikan arus yang diberikan pada kumparan dari 1 A hingga 0 A dengan selang 0.1 A.
d. Catat nilai medan magnet yang ditunjukkan Mobile-CASSY untuk setiap perubahan tegangan.
(Ingat, tegangan maksimum kumparan adalah 15 V!)

Percobaan 2: Rotasi dari bidang polarisasi sebagai fungsi dari medan magnet dengan
searah dengan arah propagasi cahaya

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


a. Pindahkan sensor magnetic dari tempat pada langkah sebelumnya, letakkan medium di tengah
penyearah medan magnet. Catat panjang medium yang dilewati medan magnet!
b. Pastikan slider dari lampu pijar tidak terdapat monochromatic filter.
c. Nyalakan lampu pijar.
d. Pastikan cahaya dari lampu pijar masuk ke penyearah medan magnet hingga ke analisator serta
tempatkan sensor sensor cahaya tepat mengenai cahaya yang telah terfokus dengan
menggunakan statif.
e. Pastikan posisi polarisator dan analisator berada tepat di 0 (pastikan sudut ini memberikan
intensitas maksimum cahaya!)
f. Sambungkan kumparan ke power supply yang terhubung dengan Mobile-CASSY untuk
mengukur tegangan dan kemudian nyalakan.
g. Tempatkan smartphone pada statif dan sesuaikan posisinya dengan tempat keluarnya cahaya.
Pastikan cahaya yang keluar tepat mengenai sensor pada smartphone.
h. Set arus awal sebesar 2 A dan catat nilai intensitas yang terbaca.
i. Turunkan nilai arus menjadi 1.8 A kemudian catat kembali nilai intensitas yang terbaca
pada.
j. Kembalikan nilai intensitas cahaya ke nilai awal saat arus 2 A dengan menggeser analisator,
kemudian catat perubahan sudutnya!
k. Lakukan langkah (h), (i), dan (j) untuk masing-masing perubahan nilai arus dari 2 A hingga 0 A
dengan selang 0.2 A.
l. Ulangi percobaan di atas dengan monochromatic filter kuning dan hijau. Lakukan juga untuk
warna biru dan violet dan uji secara kualitatif.

Percobaan 3: Medium larutan gula


a. Atur percobaan seperti percobaan pertama namun dengan tanpa medan magnet.
b. Ganti medium dengan air gula dan variasikan konsentrasi air gula yang digunakan! Gunakan
tiga larutan dengan konsentrasi gula yang berbeda
c. Amati intensitas cahaya yang terbaca pada lux meter yang telah terinstall di smartphone.

Open Problem: Rotasi dari bidang polarisasi sebagai fungsi dari medan magnet dengan
tegak lurus dengan arah propagasi cahaya
a. Putar kumparan pada set eksperimen sehingga medan magnet yang diarahkan pada medium
memiliki arah tegak lurus dengan arah rambat cahaya datang.
b. Lakukan hal yang sama seperti pada percobaan 2.
c. Percobaan dilakukan secara kualitatif. Amati hasil atau fenomena yang terjadi!

6. DATA DAN PENGOLAHAN DATA


a. Buatlah tabel antara tegangan yang diberikan dengan medan magnet terukur! Sertakan pada
bagian Lampiran!
b. Buatlah kurva fitting medan magnet terhadap arus! Kemudian tentukan persamaan dari
medan magnet sebagai fungsi dari tegangan yang diberikan!
c. Buatlah tabel antara arus yang diberikan, intensitas yang terbaca (lux), dan sudut
perubahan rotasi untuk mengembalikan intensitas ke semula untuk masing-masing panjang
gelombang!
d. Buatlah kurva fitting hubungan antara sudut pergeseran terhadap hasil kali antara medan
magnet dengan lebar medium yang digunakan untuk masing-masing panjang gelombang
(monochromatic filter)!

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


e. Hitunglah konstanta Verdet untuk masing-masing panjang gelombang yang digunakan dan
pada variasi medium! Nyatakan dalam sebuah table!
f. Buatlah kurva antara konstanta Verdet terhadap masing-masing panjang gelombang yang
digunakan!
g. Hitunglah perbedaan indeks bias sisi kiri dan kanan sebagai fungsi dari medan magnet untuk
setiap panjang gelombang.

7. ANALISIS & PERTANYAAN


1. Apakah kurva B terhadap V yang diperoleh dari percobaan 1 sudah menggambarkan keadaan
yang sebenarnya saat praktikum? Jelaskan!
2. Bagaimana konstanta Verdet yang diperoleh pada variasi panjang gelombang cahaya? Jelaskan
kurva hubungan antara konstanta Verdet dengan panjang gelombang cahaya!
3. Jelaskan keterkaitan antara nilai bacaan light meter dengan perubahan arus!
4. Bagaimana nilai perbedaan indeks bias sisi kiri dan kanan yang diperoleh dari pengukuran
perubahan polarisasi cahaya?
5. Apakah teramati adanya pergeseran sudut polarisasi cahaya saat digunakan medium air gula?
Jelaskan hasil pengamatan untuk setiap variasi konsentrasi gula.
6. Dalam open problem, apakah terjadi perubahan atau teramati suatu fenomena apabila medan
magnet diarahkan tegak lurus arah propagasi cahaya? Jelaskan fenomena yang terjadi.

PERTANYAAN
1. Mengapa percobaan dilakukan dari arus maksimum ke minimum?
2. Apa fungsi dari polarisator dan analisator pada percobaan ini?
3. Jelaskan fenomena yang terjadi ketika arah medan magnet yang diberikan seperti dalam
percobaan sejajar dengan arah propagasi cahaya!
4. Jelaskan mengenai fenomena efek Zeeman! Jelaskan fenomena efek Faraday dengan
menggunakan pendekatan kuantum, kemudian bandingkan dengan efek Zeemann!

8. REFERENSI
[1] Schatz, P.N., McCaffery, A.J., The Faraday Effect, Q. Rev. Chem. Soc., 23, pp. 552-584, 1969.
[2] Talebian, E., Talebian, M., Accommodation of Theoretical Experimental Results of Verdets
Constant in First Six Groups of Alcohols, Optik, 123, pp. 1807-1809, 2012.
[3] Bennett, H., Stern, E.A.., Faraday Effect in Solids, Physical Review, 137, 448-461, 1965.
[4] Petkova, P., Anisotropic Magneto-Optical Properties of Vanadium in Bi4Ge3O12, Journal of
Magnetism and Magnetic Materials, 410, 5-9, 2016.
[5] J. L. Cruz, M. V. Andres, M. A. Hernandez., Faraday Effect in Standard Optical Fibers:
Dispersion of the Effective Verdet Constant, Applied Optics, 35, 922-927, 1996.
[6] Dressel, M., Gruner, G., Electrodynamics of Solids, Cambridge University Press, 2002.
[7] Kao, K.C., Dielectric Phenomena in Solids, Elsevier Academic Press, 2004.

[8] Pain, H. J. (2005). The Physics Of Vibrations and Waves 6th ed. John Wiley & Sons Ltd.

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung


9. MATA KULIAH TERKAIT
1. FI2102 Mekanika
2. FI2202 Listrik Magnet
3. FI2203 Metode Pengukuran dan Pengolahan Data
4. FI2204 Fisika Modern
5. FI3101 Gelombang
6. FI3221 Interaksi Elektromagnetik dalam Materi

2017 Laboratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung