Anda di halaman 1dari 20

docx.docx.

pdf
Saved to Dropbox Sep 19, 2017, 9842 PM

COST ACCOUNTING MANAGEMENT


CASE STUDY
CABLETECH BELL (CTB) CORPORATION

BY :
Annisa Wicahyani Mutiara | 1506810156
Rezky Aninda Uthami | 1506810710

CLASS : F15-2S
LECTURER : Dr. Christina Juliana .

MASTER OF ACCOUNTING
FACULTY OF ECONOMY AND BUSINESS
UNIVERSITY OF INDONESIA
2016

STATEMENT OF AUTHORSHIP
Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa
makalah / tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami
sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan
tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan / digunakan sebagai


bahan untuk makalah / tugas pada mata ajaran lain, kecuali kami
menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.

Kami memahami bahwa tugas kami kumpulkan ini dapat


diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi
adanya plagiarisme.

Nama Mahasiswa : Annisa Wicahyani Mutiara


Nomor Mahasiswa : 1506810156

Nama Mahasiswa : Rezky Aninda Uthami


Nomor Mahasiswa : 1506810710

Kelas : F15 - 2S
Mata Ajaran : Akuntansi Manajemen dan Biaya
Judul Makalah : CASE STUDY CABLETECH
BELL CORPORATION
Hari, Tanggal : Kamis, 10 Maret 2016
Nama Pengajar : Dr. Christina Juliana (CJ)

Tanda Tangan

Annisa Wicahyani Mutiara Rezky


Aninda Uthami
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

CableTech Bell Corporation (CTB) adalah perusahaan yang


bergerak dalam bidang industri telekomunikasi. CTB
mempunyai dua divisi yaitu ;
1. Divisi Telepon
Divisi ini memproduksi telepon di beberapa pabrik yang
besar bertempat di Ohio. Telepon yang diproduksi adalah
telepon dinding touch-tone yang tidak begitu mahal,
telepon meja yang mahal, serta ponsel yang berkualitas
tinggi.
2. Divisi Servis Kabel
Divisi ini memberikan jasa berupa TV Cable dengan 3
produk:
a. Paket biasa dengan 25 channel
b. Paket Enhance yaitu gabungan paket biasa dengan
tambahan 15 channel
c. Paket Premium yaitu gabungan paket biasa dengan
tambahan 25 channel
Divisi Servis Kabel melaporkan aktivitas yang terjadi
pada bulan Maret sebagai berikut (Tabel 1):

Basic Enchanced Premium


Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Price/unit $16 $30 $40
Unit cost:
Directly Attributable $3 $5 $7
Driver traced $2 $4 $6
Allocated $10 $13 $15
Tabel 1

Biaya unit terbagi menjadi 70% produksi dan 30%
pemasaran dan servis pelanggan. Tenaga kerja langsung
adalah satu-satunya driver yang dapat di tracing. Divisi
ini hanya menggunakan biaya produksi untuk
mendefinisikan biaya unit.
Bryce sebagai President CTB, sangat puas dengan kinerja
Divisi Servis Kabel ini, terutama kinerja pada bulan Maret.
Disisi lain, kinerja pada Divisi Telepon menurun pada
bulan tersebut. Ditambah lagi dengan adanya pajak
penghasilan sebesar 25% dari penjualan. Penurunan kinerja
ini diperkirakan akan terus berlanjut jika manajemen
perusahaan tidak segera mengambil tindakan untuk
memperbaiki kinerja tersebut. Berikut yang dilaporkan oleh
divisi telepon selama bulan Maret:
Inventories:
Materials, March 1 $
23.000
Materials, March 31
40.000
Work in process, March 1
130.000
Work in process, March 31
45.000
Finished goods, March 1
480.000
Finished goods, March 31
375.000
Costs:
Direct
labor $117.000
Plant and equipment depreciation
50.000
Material handling
85.000
Inspections
60.000
Scheduling
30.000
Power
30.000
Plant supervision
12.000
Manufacturing engineering
21.000
Sales commissions
120.000
Salary, sales supervisor
10.000
Supplies
17.000
Warranty work 40.000
Rework 30.000
Selama bulan Maret, divisi ini membeli material dengan
total $312.000 dan tidak ada pasokan persediaan awal atau
akhir secara signifikan. Persediaan dihitung secara terpisah
dari material. Total dari penjualan Divisi Telepon adalah
sebesar $1.170.000.
Berdasarkan hasil bulan Maret tersebut, Bryce sebagai
Presiden CTB memutuskan untuk bertemu dengan tiga
Manajer dari divisi telepon ini, Kim (Manager divisi),
Jacob (Manajer pengawas divisi), dan Larrey (Manager
penjualan).

Dari hasil pertemuan tersebut dapat disimpulkan:


1. Penurunan profit disebabkan oleh persaingan dengan
kompetitor luar negeri yang menjual telepon dengan
harga rendah atau menjual dengan kualitas lebih
tinggi.
2. Divisi Telepon diasumsikan dapat menjual lebih
banyak produk jika menurunkan harga jual 10-15%
tapi tetap memperhatikan kualitas produk.
3. Divisi Telepon banyak menghabiskan biaya pada
pengerjaan ulang dan garansi, sehingga biaya garansi
setidaknya harus di potong 70-80%.
4. Menurut Jacob, jika Divisi Telepon berencana untuk
menurunkan harga penjualan sebaiknya disertai juga
dengan perbaikan sistem alokasi biaya per unit
produk, agar dapat membantu menentukan berapa
biaya yang akan dikeluarkan untuk masing-masing
unit produk, harga jual yang tidak kurang atau lebih,
dan profit yang diperoleh Divisi Telepon. Jika ingin
menentukan penurunan biaya yang akurat untuk
masing-masing unit produk, pertama kali dibutuhkan
untuk memahami pola perilaku biaya (cost behavior).
5. Jacob menyarankan untuk mengganti sistem alokasi
biaya dengan menggunakan sistem Activity-Based
Management. Pada analisa awal, Jacob percaya bahwa
ABC system akan memberikan perbaikan yang
signifikan pada sistem pembiayaan Divisi Telepon.
Berikut analisa Jacob mengenai pengaruh biaya
overhead terhadap biaya direct labor dengan
menggunakan data biaya 15 bulan:

Overhead Direct Labor


$360.000 $110.000
300.000 100.000
350.000 90.000
400.000 100.000
320.000 90.000
380.000 100.000
300.000 90.000
280.000 90.000
340.000 95.000
410.000 115.000
375.000 100.000
360.000 85.000
340.000 85.000
330.000 90.000
300.000 80.000

Berdasarkan data diatas, tampaknya biaya direct labor


menjadi pendorong biaya overhead, akan tetapi tidak
menjelaskan spesifik variasi. Setiap kali batch
diproduksi, terjadi pergerakan atau perpindahan
material, terlepas dari ukuran batch. Jumlah
perpindahan ini merupakan cost-driver yang lebih
logis dibandingkan dengan biaya direct labor. Oleh
karena itu, Jacob memperoleh informasi dari bagian
produksi terkait dengan biaya jumlah perpindahan
terhadap jumlah produk yang berpindah selama 10
bulan, sebagai berikut:
Biaya Material-Handling Number
of Moves
$80.000
1.500
60.000
1.000
70.000
1.250
72.000
1.300
65.000
1.100
85.000
1.700
67.000
1.200
73.500
1.350
83.000
1.400
84.000
1.700
Jacob juga menganalisa cost-driver lainnya terhadap
biaya overhead, yaitu biaya pemeriksaan produk.
Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk 15 pemeriksa
adalah sebesar $4.000/bulan. Ekspektasi para
pemeriksa bekerja selama 160 jam, akan tetapi
aktualiasasinya hanyalah 80% saja, dengan penurunan
permintaan sebagai penyebabnya. Tidak ada perilaku
biaya variabel disini, akan tetapi biaya inspeksi ini
lebih berkaitan dengan biaya overhead dibandingkan
dengan biaya direct labor.

Instruksi dari Kim mengenai analisa awal sistem ABC


dengan cara mengalokasikan seluruh biaya overhead
menggunakan 4 aktivitas untuk 2 model produk
(Reguler dan Delux). Berikut informasi biaya dan
driver (Tabel 2) dan ekpektasi aktivitas 2 model
produk (Tabel 3):
Activity Expected cost Driver Activity
Capacity
Other Activities $2.000.000 Direct labor ($) $1.250.000
Moving Materials 900.000 Number of Moves 18.000
Inspecting 720.000 Inspection (hr) 24.000
Reworking 380.000 Rework (hr) 3.800
Total overhead $4.000.000
cost
Tabel 2

Expected Activity Regular Model Deluxe Model


Units completed 100.000 40.000
Direct labor ($) $875.000 $375.000
Number of moves 7.200 10.800
Inspection (hr) 6.000 18.000
Rework (hr) 1.900 1.900
Tabel 3

B. Identifikasi Masalah

1. Hitung dua perbedaan biaya untuk masing-masing


jenis produk divisi servis kabel, dan informasi apa
yang diperoleh manajemen dari perhitungan tersebut?
2. Apakah maksud dari 3 kategori biaya pada Divisi
Servis Kabel: direct attribution, driver tracing, dan
allocation. Metode apakah yang sebaiknya digunakan
untuk mengalokasikan biaya-biaya tersebut
(functional-based atau ABC)? Apa perbedaan dari 2
metode alokasi biaya tersebut?
3. Apa perbedaan antara produk divisi servis kabel dan
produk divisi telepon
4. Buatlah Laporan Laba Rugi bulan Maret untuk Divisi
Servis Kabel.
5. Buatlah Laporan Laba Rugi bulan Maret untuk Divisi
Telepon.
6. Mengapa Divisi Telepon mengganti sistem
pembiayaan akuntansi yang sudah digunakan selama
lebih dari 10 tahun? Apa faktor yang menentukan?
7. Dengan menggunakan metode least squares,
hitunglah: biaya overhead menggunakan biaya tenaga
kerja langsung sebagai driver dan biaya material-
handling menggunakan jumlah pergerakan unit produk
sebagai driver.
8. Deskripsikan perilaku biaya dari aktivitas
pemeriksaan! Asumsikan jumlah unit dengan kondisi
cacat/ kurang baik turun sebesar 50%, sehingga terjadi
perbaikan kualitas. Perbaikan kualitas menyebabkan
permintaan untuk melakukan pemeriksaan turun 50%.
Apa dampak penurunan pada biaya pemeriksaan tiap
bulan? Bagaimana kaitannya dengan perilaku biaya
pemeriksaan?
9. Hitung biaya overhead per unit untuk masing-masing
model telepon dengan menggunakan biaya direct
labor yang dialokasikan pada biaya overhead produk.
10. Hitung biaya overhead per unit menggunakan 4
aktivitas dan drivers. Apakah akan cenderung untuk
menerapkan sistem ABC berdasarkan hasil kalkulasi
tersebut?
11. Misalkan seseorang mendesak Kim untuk
menganalisa menggunakan Time-Driven ABC dari
pada ABC sistem. Apakah keuntungan dalam
menggunakan pendekatan tersebut?

BAB 2
PEMBAHASAN
1. Perbandingan perhitungan unit cost menggunakan dua unit
cost yang berbeda untuk masing-masing produk pada
Divisi Servis Kabel.
Servis kabel adalah sebuah penyedia jasa, jadi divisi ini
hanya berhubungan dengan biaya operasional seperti biaya
pemasaran dan servis pelanggan. Pada latar belakang di
atas dapat diketahui biaya unit terbagi menjadi 70%
produksi dan 30% pemasaran dan servis pelanggan.
Oleh karena itu perhitungan unit cost adalah sebesar 30%
dari masing-masing unit cost. Berikut perhitungan biaya
masing-masing produk Divisi Servis Kabel:
Paket Basic Paket Enhance Paket Premium
Directly Attributable $3 $5 $7
30% x Cost $ 0,9 $ 1,5 $ 2,1
Allocated $10 $13 $15
30% x Cost $3 $ 3,9 $ 4,5
Total Directly Attributable Unit Cost:
Produk Paket Basic Paket Paket
Enhance Premium
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Unit Cost $ 0,9 $ 1,5 $ 2,1
Total Directly Attributable Unit $ 45.000 $ 750.000 $ 630.000
Cost

Total Allocated Unit Cost:


Produk Paket Basic Paket Paket
Enhance Premium
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Unit Cost $3 $ 3,9 $ 4,5
Total Allocated Unit Cost $ 150.000 $ 1.950.000 $ 1.350.000

Jadi Total Cost untuk 2 unit cost yang berbeda adalah:


Produk Paket Paket Paket
Basic Enhance Premium

Total Directly Attributable Unit Cost $ 45.000 $ 750.000 $ 630.000


Total Allocated Unit Cost $ 150.000 $ 1.950.000 $ 1.350.000
Total Cost $ 195.000 $ 2.700.000 $ 1.980.000

2. Pengertian Direct Tracing, Driver Tracing, dan Alokasi


Cost Tracing :
Traceability artinya adalah sebuah biaya dapat di tetapkan
secara mudah dan akurat. Biaya dapat dilacak
menggunakan 2 metode :
a. Direct Tracing
Direct Tracing is the process of identifiying and
assigning costs to cost object that are specifically or
physically associated with the cost object
Jadi Direct Tracing adalah proses mengidentifikasi
dan menetapkan biaya kepada objek biaya yang
berkaitan secara langsung dengan produk. Misalnya
adalah produk celana Jeans, maka materialnya adalah
seperti resleting, kain denim, kancing, kain dan ada
pekerja untuk memotong pola kain yang dapat
diobservasi secara langsung. Maka, biaya material dan
biaya tenaga kerja dapat dibebankan langsung ke
produk jeans tersebut.
b. Driver Tracing
Driver Tracing is the use of drivers to assign costs to
cost objects
Jadi, Driver Tracing adalah proses penetapan biaya
pada produk menggunakan driver. Walaupun kurang
tepat dari metode direct tracing, metode ini lebih
akurat. Misalnya terdapat biaya listrik pada pabrik
celana jeans, Tentunya manager ingin mengetahui
berapa biaya listrik yang dipakai untuk mesin jahit.
Jika mengobservasi secara fisik maka tidak akan
praktis, maka dari itu, digunakanlah driver seperti jam
mesin untuk menempatkan biaya listrik.
Jika biaya listrik per jam mesin adalah $ 0,1 dan mesin
jahit menggunakan 200.000 jam mesin, maka pada
aktivitas menjahit dapat diperoleh $20.000 (200.000 x
$0,1)
Maka, dalam kasus Cable-Tech Bell dapat diketahui
perusahaan ini melacak biaya menggunakan Tenaga Kerja
Langsung.
Cost Allocation :
Menetapkan Biaya Tidak Langsung
Assignment of indirect costs to cost objects is called
allocation
Jadi, Allocation adalah proses penetapan biaya tidak
langsung kepada produk. Hal ini dikarenakan biaya tidak
langsung tidak bisa dilacak ke produk karena tidak ada
hubungan ataupun tidak layak di lacak secara ekonomi.
Misalnya biaya untuk penerangan dan pendingin sebuah
perusahaan ingin di bebankan ke produknya. Sangat sulit
untuk melihat hubungan biaya tersebut dengan produk,
Maka cara terbaik pengalokasiannya adalah dengan
membebankan kepada proporsi jam tenaga kerja langsung
yang digunakan untuk membuat produk.
Maka, dalam kasus Cable-Tech Bell ini, department servis
dapat dialokasikan ke dalam departemen produksi, artinya
divisi kabel servis dan divisi telepon adalah departemen
produksi.
Perebedaan antara metode tradisional dan metode ABC
Metode Tradisional ABC
One plantwide overhead rate Multiple Activity Rate
Overhead langsung dibagi dengan Menggunakan beberapa cost-pools
machine hour atau labour hour
Mudah di implementasikan Susah di implementasikan karena
sistemnya lebih complex, maka
perusahaan yang sudah menggunakan
metode tradisional susah memakai ABC
Hanya mengalokasikan MOH (biaya yang Dapat mengalokasikan period cost seperti
berkaitan dengan produk) biaya S&GA
Dapat digunakan untuk external report Tidak bisa dilaporkan untuk external
report karena sangat subjektif, hanya
digunakan untuk pegambilan keputusan
Hanya membutuhkan satu perhitungan Membutuhkan 2 perhitungan, Tradisional
untuk auditor, dan ABC untuk
pengambilan keputusan
Kurang Akurat Lebih Akurat

Dalam Kasus ini, divisi telepon Cable Tech Bell


menggunakan sistem ABC, dan tidak ada metode
tradisional yang digunakan
3. Perbedaan antara produk divisi servis kabel dan produk
divisi telepon
Divisi Servis Kabel Divisi Telepon
Merupakan penyedia jasa (service Berhubungan dengan produksi dan
provider) manufaktur
Memiliki 3 Jenis Layanan : Memproduksi 2 jenis produk
1. Paket Basic 1. Telepon model Reguler
2. Paket Enhance 2. Telepon model Deluxe
3. Paket Premium
Menyertakan 30% dari total biaya pada 70% biaya berhubungan dengan biaya
pemasaran dan pelanggan produksi

4. Income Statement Divisi Service Kabel bulan Maret


Cable Tech Bell Corporation
Divisi Servis Kabel
Income Statement
for the month ended March 31, 20XX

Basic Enchanced Premium Total
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000 850.000
Price/unit $16 $30 $40
Total Sales $ 800.000 $ 15.000.000 $ 12.000.000 $ 27.800.000
Costs :
Directly ($3 x $50.000) ($5 x $500.000) ($7 x $300.000) $ 4.750.000
Attributable =$150.000 = $2.500.000 =$2.100.000
Allocated ($10x $50.000) ($13x$500.000) ($15x$300.000) $ 11.500.000
=$ 500.000 =$ 6.500.000 =$4.500.000
Total Cost $ 650.000 $9.000.000 $6.600.000 $16.250.000
Profit (Total $150.000 $6.000.000 $5.400.000 $11.550.000
Sales - Total
Cost)

5. Income Statement dan perhitungan COGM Divisi Telepon


bulan Maret

Cable Tech Bell Corporation


Divisi Telepon
Income Statement
for the month ended March 31, 20XX

Raw Material Purchased 312.000


Add : Beg. Inventory of Raw Material 23.000
Less : End. Inventory of Raw Material 40.000
295.000
Direct Labor 117.000
DIRECT COST 412.000
Add : Factory Overheads
Plant and Equipment Depreciation 50.000
Material handling 85.000
Inspection 60.000
Scheduling 30.000
Power 30.000
Plant Supervision 12.000
Manufacturing Engineering 21.000
Cost of operation 288.000
Add : BWIP 130.000
Less : EWIP 45.000
85.000
COST OF PRODUCTION
785.000
Add : Beginning Finished Good 480.000
Less : Ending Finished Good 375.000
105.000
COST OF SALES 890.000

cont. COST OF SALES 890.000


Add : Selling and distribution overheads
- Sales Commission 120.000
- Salary, Sales Supervisor 10.000
- Suppliers 17.000
- Warrant Work 40.000
- Rework 30.000 217.000
TOTAL COST 1.107.000
LESS : SALES 1.170.000
PROFIT
63.000
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggantian sistem
pembiayaan akuntansi yang sudah digunakan selama lebih
dari 10 tahun
Dari latar belakang kasus di atas dapat diketahui bahwa
divisi telepon telah memakai sistem akuntansi yang sama
untuk lebih dari 10 tahun yaitu metode single based cost
dengan menggunakan jam tenaga kerja langsung saja.
Sedangkan produk yang dihasilkan selama lebih dari 10
tahun telah sangat beragam. Permintaan di pasar terhadap
produk pun akan berbeda-beda. Apabila perusahaan sudah
menghasilkan banyak jenis produk yang sifatnya beragam,
maka jenis-jenis produk baru tersebut tidak cukup hanya
dijelaskan oleh sistem single based cost. Perlu adanya
penggantian sistem dari single based cost ke actual product
cost. Dengan majunya teknologi komputer saat ini maka
perusahaan akan sangat terbantu untuk memperoleh dan
menggunakan informasi yang detail yang mempermudah
perusahaan untuk menentukan biaya lebih akurat.
7. Perhitungan overhead menggunakan biaya tenaga kerja
langsung sebagai driver dan biaya material-handling
menggunakan jumlah pergerakan sebagai driver dengan
menggunakan metode Least Square.
Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method) adalah
salah satu metode yang digunakan secara luas untuk
memisahkan biaya campuran (mix cost) menjadi biaya tetap
dan variabel.
east Square Method menggunakan persamaan garis
L
regresi
Y = F + VX
Y adalah variable dependent yang menunjukkan total biaya,
F adalah fixed cost, V adalah variable cost per unit dan X
adalah variable independent yang menunjukkan activity
driver.

Perhitungan F dan V dapat ditentukan dengan rumus


sebagai berikut :



a. Persamaan untuk Total Biaya dengan menggunakan
biaya Tenaga Kerja Langsung sebagai driver
Dengan menggunakan Program Regresi Excel maka
didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut :

Total Biaya Tenga Kerja Langsung = $105.837,7 + ($


2,51 x Direct Labor dollar)

b. Persamaan untuk Total Biaya Material-handling


dengan menggunakan Number of Moves sebagai
driver
Dengan menggunakan Program Regresi Excel maka
didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut :
Total Biaya Material Handling = $26.011,2 + ($ 35,5 x
Number of Moves)

8. Perilaku biaya dari aktivitas pemeriksaan dan potensi


penurunan tiap bulan biaya pemeriksaan dengan asumsi
jumlah unit dengan kondisi cacat/ kurang baik turun
sebesar 50%, sehingga terjadi perbaikan kualitas. Perbaikan
kualitas menyebabkan permintaan untuk melakukan
pemeriksaan turun 50%.
Berdasarkan latar belakang kasus di atas, maka dapat
diperoleh data terkait aktivitas pemeriksaan (Inspecting)
adalah sebagai berikut :
Total biaya yang dihasilkan dari aktivitas
pemeriksaan $ 720.000
Total Jam Inspeksi untuk Produk Model
Regular 6.000 jam
Total Jam Inspeksi untuk Produk Model
Deluxe 18.000 jam
Total jam untuk keseluruhan inspeksi
24.000 jam
Maka, kita dapat menghitung biaya per inspeksi sebagai
berikut :
720.000/24.000 = $30 /
Inspeksi

Total biaya Inspeksi untuk Produk Model Regular = 6.000


jam x $30 = $180.000
dengan unit yang berhasil di produksi untuk model reguler
sebanyak 100.000 unit
Total Inspeksi untuk Produk Model Deluxe =18.000 jam x
$30 = $540.000
dengan unit yang berhasil di produksi untuk model deluxe
sebanyak 40.000 unit
Dari perhitungan di atas dapat menunjukkan bahwa
besarnya biaya tidak mempengaruhi banyaknya unit yang
dihasilkan. Biaya pemeriksaan tersebut lebih berpengaruh
kepada kualitas produk dari masing-masing telepon yang
diproduksi.
Dari latar belakang kasus di atas dapat diketahui CTB
mempekerjakan 15 orang inspektur dengan kapasitas
inspeksi 160 jam, jadi total jam yang digunakan untuk
inspeksi adalah 2.400 jam per bulan (160 jam x 15 orang)
Berdasarkan hasil laporan bulan Maret, terdapat total biaya
inspeksi bulan maret sebesar $ 60.000. Jadi biaya inspeksi
per jam adalah $25 ($60.000 / 2.400 jam)
Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat didapat biaya
inspeksi per orang adalah sebesar $ 4000 / orang ($25 x
160 jam)
Pada prakteknya, aktivitas inspeksi ini hanya memakai 80%
dari jam tersebut. Jika total jam yang diprediksi adalah
2.400 jam, maka aktual jamnya hanya 1920 jam (80% x
2.400 jam), dengan demikian total biaya inspeksi per bulan
adalah $ 48.000 ($25 x 1920 jam). Itu artinya total
inspektur yang dibutuhkan hanya 12 orang ($48.000 /
$4000)
Hal ini menyebabkan terjadinya kelebihan biaya
(overcosting) pada aktivitas inspeksi sebesar $12.000
($4000 x 3 orang)
9. Biaya overhead per unit untuk masing-masing model
telepon dengan menggunakan biaya direct labor yang
dialokasikan pada biaya overhead produk.
Reguler Delux
Unit selesai 100.000 40.000
Biaya direct labor $875.000 $375.000
Tingkat Overhead (berdasarkan 875.000____ 375.000_____
biaya direct labor) % (875.000+375.000) (875.000+375.000)
= 70% = 30%
Alokasi Biaya Overhead (70% x 4.000.000*) (30% x 4.000.000*)
= $2.800.000 = $1.200.000

Biaya Overhead per unit (2.800.000/100.000) (1.200.000/40.000)


= $28 = $30
* 4.000.000 merupakan Total Overhead cost dari 4
aktivitas
10. Analisa hasil kalkulasi dari biaya overhead per unit
menggunakan 4 aktivitas dan drivers.
Activity Expected cost Driver Activity
Capacity
Other Activities $2.000.000 Direct labor ($) $1.250.000
Moving Materials 900.000 Number of Moves 18.000
Inspecting 720.000 Inspection (hr) 24.000
Reworking 380.000 Rework (hr) 3.800
Total overhead $4.000.000
cost

Expected Regular Model Deluxe Model Total


Activity
Units completed 100.000 40.000 140.000
Direct labor ($) $875.000 $375.000 1.250.000
Number of moves 7.200 10.800 18.000
Inspection (hr) 6.000 18.000 24.000
Rework (hr) 1.900 1.900 3.800

Perhitungan Biaya per aktivitas


Driver Biaya per Aktivitas
Direct labor ($)($ 2.000.000/$1.250.000)
= $ 1,6 / DL ($)
Number of Moves ($900.000 / 18.000 )
= $ 50 / move
Inspection (hr) ($ 720.000 / 24.000)
= $ 30 / Jam Inspeksi
Rework (hr) ($380.000 /3.800)
= $ 100 / Jam Rework
Perhitungan Biaya Overhead per unit

Regular Model Deluxe Model Total


Other Activities $875.000 x $1,6 $375.000 x $1,6 $ 2.000.000
=$1.400.000 = $600.000
Moving Materials 7.200 x $50 10.800 x $50 $900.000
=$360.000 =$ 540.000
Inspecting 6.000x$30 18.000x$30 $ 720.000
=$180.000 =$540.000
Reworking 1.900x$100 1.900x$100 $ 380.000
=$190.000 =$190.000
Total biaya $2.130.000 $1.870.000 $4.000.000
Overhead
Unit Selesai 100.000 40.000
Biaya Overhead $ 21,30 $ 46,75
per Unit

11. Keuntungan dalam menggunakan pendekatan Time-driven


ABC dari pada ABC sistem.
Time-Driven Activity Based Costing adalah inovasi dari
sistem ABC dikarenakan terdapat kesulitan dan kekurangan
dalam implementasi sistem ABC.
Berikut adalah beberapa kelemahan dari sistem ABC
1. dalam penentuan cost driver memerlukan proses
wawancara dan survey karyawan yang memerlukan
biaya yang mahal dan memakan waktu yang banyak,
maka dari itu sistem ABC tidak terupdate secara rutin
2. Dapat terjadi ketidak-akuratan karena berasal dari
estimasi individual yang bersifat subjektif
3. Sulit menambah aktivitas baru ke dalam sistem karena
memerlukan estimasi ulang atas biaya yang harus
ditetapkan, sehingga pada perusahaan besar, sistem ini
sulit untuk diterapkan karena perusahaan besar
memiliki produk yang sangat beragam dengan pesanan
dan pelanggan yang kompleks.

Maka dari itu, sistem ABC diperbaharui menjadi sistem


TDABC yang ditemukan oleh Robert S.Kaplan dan Steven
R. Anderson pada tahun 2004.
Sistem TDABC ini hanya memiliki 2 parameter yaitu :
1. Biaya per unit yang dihitung dengan membagi biaya
dari kapasitas yang tersedia dengan kapasitas aktual
yang tersedia
2. Penilaian dari unit waktu yang digunakan dalam setiap
aktivitas yang didasari oleh hasil perkiraan atau
pengamatan langsung.

Maka dapat diketahui leuntungan dari sistem TDABC


adalah sebagai berikut :
1. Lebih mudah dan lebih cepat untuk menciptakan
model biaya yang lebih akurat dan pemeliharaan yang
murah
2. Menyediakan efisiensi proses dan penggunaan
kapasitas.
3. Dapat digunakan di berbagai industri yang mempunyai
pelanggan, produk, dan jumlah konsumen dengan
kuantitas besar
BIBLIOGRAPHY

Hansen, Don R. and Maryanne M. Mowen, 2006, Cost


Management,
Fifth edition, USA, South-Western College Publishing

Sumber Website :

Time Driven-Activity Based Costing,


http://jagoakuntansi.com/2015/06/time-driven-activity-
based-costing/. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul
22.37 WIB