Anda di halaman 1dari 3

PENGADAAN DARAH RUTIN DAN DARURAT

No : Revisi : Halaman :
1/3
RSUP DR.WAHIDIN
SUDIRIHUSODO
MAKASSAR
Tanggal. DISAHKAN OLEH :
Terbit : DIREKTUR UTAMA
STANDAR PELAYANAN
OPERASIONAL
(SPO)
Prof. dr.Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K),MARS
Nip. 19620523 198903 1 001

2. TUJUAN Untuk memenuhi permintaan darah dari unit pelayanan

3. KEBIJAKAN Adanya kebijakan dan prosedur pengadaan darah rutin dan


darurat, dievaluasi dan ada tindak lanjut
4. PROSEDUR 4.1 Pengadaan darah rutin
4.1.1 Koordinator BDRS membuat perencanaan jumlah
pemakaian darah selama satu bulan
4.1.2 Koordinator BDRS mengisi format permintaan
darah
4.1.3 Petugas BDRS menyerahkan format permintaan
darah kepada petugas UTD Pembina
Pengadaan
4.1.4 darah
Petugasrutin dan darurat
BDRS adalah kebijakan
menyerahkan dan
laporan pemakaian
1. PENGERTIAN prosedur untuk mengadakan (penyediaan
darah selama satu bulan darah) yang
direcanakan
4.1.5 tiap bulanUTD
Petugas dan Pembina
yang darurat/ segera
menulis nama terang dan
menandatangani buku penyerahan laporan dan
permintaan darah
4.1.6 Petugas UTD Pembina mengirim darah sesuai
permintaan dengan menggunakan coolbox dan
melampirkan format pengiriman darah
4.1.7 Petugas BDRS meneliti (memeriksa) pengiriman
darah meliputi : jumlah bag, kondisi darah,
golonga darah, jenis darah dan jam penerimaan
darah.
4.1.8 Petugas BDRS memasukkan darah ke dalam
blood bank bila darah dianggap sesuai pencatatan
dan pengiriman darah dari UDD Pembina
4.1.9 Petugas BDRS menandatangani buku pengiriman
darah dari UTD Pembina
4.1.10Petugas UTD Pembina menandatangani buku
penerimaan darah BDRS dan menulis nama
PENGADAANterangDARAH RUTIN DAN DARURAT

No : Revisi : Halaman :
2/3
RSUP DR.WAHIDIN
SUDIRIHUSODO
MAKASSAR
Tanggal. DISAHKAN OLEH :
Terbit : DIREKTUR UTAMA
STANDAR PELAYANAN
OPERASIONAL
(SPO)
Prof. dr.Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K),MARS
Nip. 19620523 198903 1 001
4.2 Pengadaan darah darurat
4.2.1keluarga pasien membawa permintaan darah
bersama contoh darah pasien ke bank darah
4.2.2 Petugas Bank Darah menerima permintaan darurat /
cito
4.2.3 Petugas BDRS menghubungi petugas UTD
Pembina
4.2.4 mengecek ada/tidaknya persediaan stock darah
sesuai
permintaan pasien (Whole blood, darah segar, atau
komponen darah) bila persediaan ada sesuai
permintaan, petugas UTD segera mendistribusikan
ke BDRS
4.2.5 petugas UTD Pembina mengirim darah sesuai
permintaan dengan menggunakan cool box dan
melampirkan format pengiriman darah
4.2.6 Petugas BDRS meneliti (memeriksa) pengiriman
darah meliputi : jumlah bag, kondisi darah, golongan
darah, jenis darah, dan jam penerimaan darah
4.2.7 Petugas BDRS menyerahkan format permintaan
darah darurat kepada petugas UTD Pembina
4.2.8 Petugas UTD Pembina menuliskan nama terang
dan tanda tangan pada buku penerimaan BDRS
4.2.9 Petugas BDRS menandatangani buku pengiriman
darah dari UTD Pembina
4.2.10 kantong darah yang diterima segera diproses sesuai
SOP dan diserahkan kepada keluarga pasien
4.2.11 Bila kondisi pasien mendesak untuk segera
ditransfusi maka kantong darah dapat diberikans
etelah uji cocok serasi selesai fase II
4.2.12 Dokter atau perawat menerima kantong darah
hanya sampai pada pemeriksaan blood typing atau
sampai fase I uji cocok serasi, dokter atau perawat
harus mengisi dan menandatangani surat
permintaan cito tanpa uji kecocokan pada kantong
darah dan bertanggung jawab atas reaksi yang
kemungkinan dapat ditimbulkan teradap pasien
4.2.13 Petugas BDRS tetap melanjutkan pengujian yang
belum selesai
4.2.14 Petugas BDRS segera menghubunngi dokter atau
PENGADAANperawat
DARAHjika RUTIN
terlihat DAN
ada DARURAT
reaksi yang timbul dari
pengujian
No : Revisi : Halaman :
3/3
RSUP DR.WAHIDIN
SUDIRIHUSODO
MAKASSAR
Tanggal. DISAHKAN OLEH :
Terbit : DIREKTUR UTAMA
STANDAR PELAYANAN
OPERASIONAL
(SPO)
Prof. dr.Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K),MARS
Nip. 19620523 198903 1 001

5. UNIT TERKAIT 5.1 Unit Transfusi Darah


5.2 Sub Komite Transfusi Darah

Anda mungkin juga menyukai