Anda di halaman 1dari 5

Critical Review

The Information Content of Annual Earnings Announcements


by William H. Beaver
Journal of Accounting Research Vol. 6, No. 3, pp 67-92. (1968)

I. Pendahuluan
Teori penilaian telah lama mengusulkan hubungan antara laba dan nilai
saham biasa. Miller dan Modigliani menyatakan bahwa satu elemen penting dalam
menentukan nilai saham biasa yaitu produk dari laba dikali dengan pengali laba yang
tepat untu kelompok risiko. Graham, Dodd dan Cottle menempatkan posisi yang
sama untuk perhitungan nilai intrinsik dari sekuritas saham biasa. MM juga
memberikan bukti empiris yang menyarankan jika laporan laba dinilai untuk
kesalahan pengukuran melalui penggunaan variabel instrumental, laba yang dinilai
berguna dalam memprediksi nilai pasar dari perusahaan yang bergerak dibidang
listrik. Pada faktanya, bukti mengindikasikan bahwa istilah laba merupakan variabel
penjelas yang penting dalam persamaan valuasi. Hubungannya yaitu kondisi yang
dibutuhkan bagi laba untuk memiliki kandungan informasi, namun bukti tidak
menghalangi kemungkinan bahwa lawannya mungkin benar.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena penelitian ini
menggunakan perhitungan statistik untuk pengujian empiris dalam penelitiannya
untuk menilai pengaruh pengumuman informasi laba terhadap pergerakan harga
saham.

II. Latar Belakang


Laba dikatakan memiliki information content jika (1) mampu mendorong
perubahan penilaian investor terhadap distribusi probabilitas perubahan return/harga
sahamdijelaskan oleh perubahan harga dan (2) menggeser posisi portofolio
investor indivual melalui pembelian atau penjualan sahamdijelaskan oleh
perubahan volume. Sebagai ilustrasi, suatu informasi mungkin tidak mengubah
ekspektasi pasar (netral) namun akan mengubah ekspektasi investor individual,
dengan demikian perubahan volume akan lebih sensitif dibandingkan dengan
perubahan harga.
Artikel Beaver ini bertujuan untuk meneliti secara empiris reaksi investor
terhadap pengumuman laba, yang ditunjukkan melalui perubahan harga dan volume
saham dalam beberapa minggu di sekitar tanggal pengumuman. Artikel ini
berkontribusi terhadap profesi akuntan dengan menyediakan bukti tentang kegunaan
informasi laporan keuangan dalam pengambilan keputusan (decision usefulness).

III. Hipotesis
Information content laba yang diteliti menggunakan proksi berupa perubahan
volume saham dilakukan secara bertahap. Information content juga berusaha
dibuktikan Beaver menggunakan perubahan harga pasar saham.
Jika dikaitkan dengan penjelasan pada latar belakang maka dapat ditarik hipotesis
H1: rata-rata perubahan harga lebih besar ketika laba dilaporkan dibanding waktu
lainnya dalam suatu periode
H2: rata-rata perubahan volume lebih besar ketika laba dilaporkan dibanding waktu
lainnya dalam suatu periode

IV. Metode
Analisis difokuskan pada: rata-rata perubahan volume (dan harga) pada t=0
dan sekitarnya serta dengan membandingkan dengan periode nonlaporan. Jika hasil
pada t=0 lebih tinggi dibanding waktu lain dalam suatu periode, maka pengumuman
laba mengandung information content
1. Analisis perubahan volume:
a. Menganalisis tanpa menyesuaiakan pengaruh pasar
b. Menganalisis dengan menyesuaikan pengaruh pasar
i. Pada periode nonlaporan
ii. Residu pada periode laporan
2. Analisis perubahan harga:
a. Menganalisis dengan penyesuaian terhadap pengaruh pasar
i. Pada periode nonlaporan
ii. Residu pada periode laporan
V. Hasil dan Diskusi
Information content laba yang diteliti menggunakan proksi berupa perubahan
volume saham dilakukan secara bertahap. Pertama, Beaver melakukan penelitian
tanpa menyesuaikan pengaruh pasar. Volume dihitung untuk setiap minggu dalam
periode laporan (8 minggu sebelum, minggu pada, dan 8 minggu setelah tanggal
pelaporan) untuk setiaap pengumuman laba, kemudian dirata-rata (dibagi dengan
506). Volume pada periode nonlaporan (261-17 minggu) yang digunakan sebagai
acuan volume normal diperoleh menggunakan mekanisme yang sama. Hasilnya,
rata-rata pada 8 minggu sebelum pengumuman berada di bawah normal, volume
yang lebih besar 33% dari normalnya terjadi pada minggu laba diumumkan, dan
rata-rata volume di atas normal terjadi pada 4 minggu setelah pengumuman. Hal ini
menunjukkan bahwa investor menunda mengubah portofolio optimalnya sampai laba
diumumkan. Temuan ini mendukung penelitian Fama (1965) yang menyatakan
bahwa investor bereaksi cepat terhadap informasi laba. Kedua, pertimbangan atas
pengaruh market-wide event dan noise mendorong Beaver melakukan analisis lebih
lanjut dengan meregresi volume saham perusahaan dalam sampel dan volume
pasar pada periode nonlaporan. Hasilnya, meski memiliki potensi bias, namun
koefisien korelasi yang kecil mengindikasikan bahwa pengaruh market-wide event
memiliki kemampuan yang kecil dalam menjelaskan pergerakan volume yang
diobservasi. Selain market-wide event, pengaruh noise diteliti lebih lanjut melalui
analisis volume periode laporan berdasarkan persamaan regresi dengan
mengekstrak koefisien regresi dan koefisien korelasi dari periode nonlaporan.
Residu yang menggambarkan noise dirata-rata untuk masing-masing minggu dalam
periode laporan. Residu bernilai nol menggambarkan kondisi normal, positif berarti
volume di atas normal, dan sebaliknya. Hasil pengujian ini menunjukkan perilaku
yang sama dengan ketika pengaruh pasar tidak disesuaikan.
Information content juga berusaha dibuktikan Beaver menggunakan
perubahan harga pasar saham. Model yang digunakan dalam meneliti perubahan
harga adalah model yang disusun Fama (model Sharpe). Semenjak perubahan
harga saham diukur menggunakan logaritma natural, maka arah perubahan harga
saham tidak dapat diobservasi. Hal ini mendorong residu ditransformasi ke dalam
bentuk kuadrat untuk dapat menunjukkan arah hubungan keduanya. Jika informasi
laba mengandung information content, dengan demikian kuadrat residu pada minggu
pengumuman laba akan lebih besar dari kuadrat residu periode nonlaporanatau
dengan kata lain merupakan variansnya. Analisis dilakukan melalui dua tahap: (1)
pada periode laporan, dan (2) residu pada periode laporan. Regresi periode laporan
menghasilkan keterangan bahwa rata-rata perubahan harga saham cenderung lebih
rendah dari rata-rata indeks pasar. Meski demikian, kuadrat koefisien korelasi yang
rendah menunjukkan bahwa menghilangkan pengaruh return atau pergerakan
indeks pasar tidak akan berpengaruh besar terhadap hasil penelitian. Analisis residu
pada periode laporan dilakukan dengan menghitung rasio kuadrat residu periode
pelaporan terhadap kuadrat residu periode nonlaporan (varians) yang dirata-rata
terhadap pengumuman laba (506) untuk masing-masing minggu dalam periode
laporan. Hasilnya, puncak rasio berada pada minggu pengumuman laba, yakni
mencapai 67% di atas normalnya. Selain itu, tepat sebelum minggu pengumuman,
perubahan harga juga melonjak tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya kebocoran
informasi atau WSJ bukan satu-satunya sumber informasi laba bagi investor.Hal
serupa juga dapat diamati pada dua minggu setelah pengumuman laba yang
merupakan periode laporan diterbitkan dan dapat dievaluasi oleh investor.
Pengamatan menggunakan rata-rata kuadrat residu juga menunjukkan perilaku yang
sama.
Meski pengujian harga dan volume terbukti dalam mewakili reaksi investor
atas pengumuman laba, namun seberapa besar perubahan harga dalam periode
tertentu yang dapat diatribusikan pada tindakan investor dibandingkan karena
perubahan harga ekuilibrium belum dapat disimpulkan. Perubahan harga dapat
dalam suatu periode dapat dipandang sebagai penjumlahan perubahan harga dari
setiap transaksi yang timbul dalam suatu periode. Dalam kondisi tidak pasti,
perubahan harga dari setiap transaksi dapat dianggap sebagai suatu observasi atas
distribusi probabilitas penilaian investor tentang bagaimana harga seharusnya.
Perubahan harga dalam suatu periode, dengan demikian, merupakan jumlah
berbagai variabel acak. Jika transaksi muncul setiap waktu secara independen,
varians perubahan harga untuk tiap minggunya akan meningkat proporsional dengan
peningkatan transaksi. Sayangnya, belum ada alat ukur yang tepat untuk transaksi
dalam suatu periode--termasuk volume yang hanya mampu mengukur transaksi
yang terjadi secara eksplisit sementara transaksi implisit tidak sehingga seberapa
besar perubahan harga dikarenakan oleh tindakan investor terhadap saham belum
dapat disimpulkan.
Dengan adanya keterbatasan dalam penelitian, seperti bias akibat seleksi
sampel, keterbatasan indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di
pasar, dan tidak diketahuinya arah serta magnitude perubahan harga yang
dicerminkan melalui perubahan harga saham perusahaan yang diobservasi, hal ini
membuka kesempatan untuk dilakukannya penelitian di masa mendatang.

VI. Kesimpulan
Dengan meningkatnya pengetahuan yang diperoleh akuntan mengenai
respon investor terhadap laporan keuangan (informasi laba), diharapkan
kemampuan akuntan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi investor akan
meningkat.
Artikel yang disusun oleh Beaver ini merupakan artikel yang baik karena
mampu menyediakan bukti yang diperoleh berdasarkan pengujian yang sistematis;
mempertimbangkan banyak hal (i.e. adjusted/unadjusted from market effects,
alternatif pengukuran beta menggunakan Fisher index, dll); dan mendorong
dilakukannya penelitian lebih lanjut.