Anda di halaman 1dari 6

Critical Review

Capital Markets Research In Accounting Bagian 2


by S. P. Kothari
Journal of Accounting and Economics 31 (2001) 105231

Jurnal yang dibuat oleh Kothari berisi tentang penelitian yang menyangkut
hubungan antara pasar modal dengan laporan keuangan. Kothari menggunakan
kerangka dasar ekonomi yaitu permintaan dan penawaran sebagai variabel dalam
penelitian akuntansi pasar modal. Kothari melihat perkembangan pasar modal dalam
bidang akuntansi dari beberapa dekade dan memberikan kontribusi yang baik bagi
perkembangan dan kebutuhan informasi dari pasar modal yang dapat digunakan
untuk memberikan kemudahan bagi pelaku dan peneliti pasar modal.

Menurut Kothari permintaan utama pada penelitian pasar modal dalam


akuntansi adalah analisis fundamental dan penilaian, menilai efisiensi pasar, dan
peran laporan akuntansi dan proses politik. Saat ini topik yang menarik untuk diteliti
adalah pengujian efisiensi pasar sehubungan dengan informasi akuntansi, analisis
mendasar, serta nilai kesesuaian dari pelaporan keuangan.

Para peneliti menggunakan eksplisit atau implisit istilah ''kualitas laba'' adalah
baik dalam konteks memeriksa apakah informasi laba berguna untuk investor untuk
penilaian atau dalam mengevaluasi kinerja manajer. Ukuran kinerja manajerial
menunjukkan nilai tambah dengan upaya manajer atau tindakan dalam suatu
periode, sedangkan ukuran yang dirancang untuk memberikan informasi yang
berguna untuk penilaian memberikan indikasi pendapatan ekonomi perusahaan atau
perubahan dalam kekayaan pemegang saham. Peneliti percaya desain penelitian
yang membandingkan ukuran kinerja alternatif harus dipengaruhi oleh pilihan
diasumsikan dari tujuan.

Penelitian awal ini tidak melakukan uji statistik yang membandingkan ukuran
kinerja alternatif, karena perhatian utama adalah untuk memastikan apakah ada
tumpang tindih antara informasi laba dan informasi tercermin didalam jaminan.
Kesimpulan dari sebagian besar penelitian ini adalah bahwa ada informasi tambahan
di luar akrual arus kas. Oleh
karena itu, peneliti tidak tertarik dalam desain penelitian yang :
1. Mencoba untuk mendapatkan proxy yang paling akurat untuk komponen
diantisipasi ukuran kinerja dan
2. Berkorelasi komponen yang tak terduga dengan return saham.

Penelitian terbaru meneliti ukuran kinerja baru yang FASB membutuhkan


untuk diungkapkan (misalnya, pendapatan komprehensif dibandingkan dengan laba
primer per saham dengan Dhaliwal et al., 1999). Atau, penelitian membandingkan
ukuran yang berbeda yang dianjurkan oleh konsultan kompensasi seperti Stern
Stewart & Company terhadap laba (misalnya, EVA dibandingkan dengan laba oleh
Biddle et al., 1997) atau tindakan yang telah berevolusi dalam industri yang berbeda
(misalnya, Vincent (1999).

Setelah peneliti menerima bahwa korelasi tertinggi dengan hasil bukanlah


suatu yang diperlukan maupun kondisi yang cukup dalam membandingkan ukuran
kinerja alternatif, maka isi informasi tambahan yaitu sebuah ukuran menjadi kriteria
dipertanyakan dalam mengevaluasi ukuran kinerja alternatif.

VALUATION AND FUNDAMENTAL ANALYSIS RESEARCH


a. motivasi untuk penelitian tentang analisa fundamental.
b. menjelaskan peran analisis fundamental sebagai cabang dari penelitian pasar
modal dalam akuntansi.
c. menjelaskan diskonto dividen, laba kapitalisasi, dan model penilaian sisa
pendapatan yang sering digunakan dalam penelitian akuntansi. Bagian ini
juga mengkaji penelitian empiris berdasarkan model penilaian tersebut.
d. meninjau penelitian analisis fundamental yang meneliti rasio laporan
keuangan untuk memprediksi laba dan untuk mengidentifikasi kesalahan
harga saham.

OVERVIEW : TEST MARKETS EFFECIENCY


Isu dalam menarik kesimpulan dari studi peristiwa
a. Short window event studies.
Bukti dari Short window event studies biasanya konsisten dengan efisiensi
pasar. Bukti tersebut menggunakan return harian dan mingguan untuk
kejadian dalam skala besar seperti pengumuman laba, ketidakberesan dalam
akuntansi, merger dan dividen membuat pasar bereaksi dengan cepat
terhadap informasi baru.

b. long-horizon post-event performance studies.


Studi peristiwa ini menguji apakah return satu hingga lima tahun mengikuti
suatu peristiwa secara sistematis tidak nol untuk sampel perusahaan. Studi ini
berasumsi bahwa pasar dapat terlalu bereaksi atau kurang bereaksi terhadap
informasi baru dan hal itu dapat menghabiskan waktu yang lama untuk
memeriksa kesalahan dalam penilaian karena perilaku yang tidak rasional
rupanya berkelanjutan dan berselisih dalam pasar.

Pengukuran risiko dan faktor risiko


Berkaitan dengan potensi bias dalam estimasi kinerja yang abnormal karena faktor
risiko dihilangkan, literatur keuangan belum cukup memadai mengenai faktor risiko
harga dalam penilaian saham sebaik pengukuran faktor risiko. Jadi, untuk alasan
potensial mengenai kesalahan pengukuran risiko dan penghilangan faktor risiko,
kesalahan estimasi return yang diharapkan dari sekuritas dalam studi peristiwa
jangka panjang merupakan masalah yang serius.

Masalah data
1. Bias kebertahanan dan bias data snooping .
2. Sampel return jangka panjang perusahaan cenderung saling berhubungan
bahkan jika peristiwa tidak secara sempurna tercantum dalam kalender
(Bernard, 1987; Brav, 2000).
3. Ketimpangan variabel keuangan (return dan atau laba) dihubungkan dengan
ketersediaan data non acak dan bias kebertahanan.

Bukti dari studi peristiwa


1. Penyimpangan pasca pengumuman laba
Penyimpangan pasca pengumuman laba adalah kemampuan dalam
memprediksi abnormal return yang mengikuti pengumuman laba. Karena
penyimpangan memiliki kesamaan dengan perubahan laba, pasar disarankan
untuk tidak meremehkan informasi yang terkandung didalam pengumuman
laba.
2. Metode akuntansi, perubahan metode, dan fiksasi fungsional
Penelitian pasar modal mempunyai pemeriksaan yang panjang mengenai
apakah pasar modal efisien berhubungan dengan perbedaan cross-sectional
pada perusahaan yang menggunakan metode akuntansi dan pada perubahan
metode akuntansi. Kejadian perubahan metode akuntansi juga mempunyai
pro dan kontra pada pengujian efisiensi pasar. Keputusan manajemen untuk
merubah metode akuntansi secara khusus mengikuti kinerja ekonomi yang
tidak biasa dan perubahan metode akuntansi mungkin berhubungan dengan
perubahan keputusan investasi dan keuangan perusahaan

Literatur menguji apakah pasar secara mekanik terpaku pada laba yang
dilaporkan. Kesimpulan yang muncul dari literatur tersebut yaitu bahwa
secara umum pasar rasional membedakan antara efek laba non kas yang
muncul dari penggunaan perbedaan metode akuntansi.

Perubahan metode akuntansi berbeda dari perbedaan metode akuntansi


dimana perubahan metode merupakan konsekuensi dari tindakan yang
disengaja dan dengan demikian menerima studi peristiwa terpusat pada
peristiwa perubahan metode akuntansi.

Dengan demikian, tidak ada peristiwa akuntansi dan oleh karena itu sampel
dari perusahaan dengan perbedaan metode akuntansi biasanya tidak
menerima suatu studi peristiwa.

3. Return jangka panjang terhadap manajemen akrual dan optimisme peramalan


analis.
Beberapa studi meneliti efisiensi pasar saham jangka panjang sehubungan
dengan manajemen akrual dan optimisme analis mengenai peramalan
pertumbuhan laba. Inti dari argumen ini adalah bahwa informasi dari pemilik
dan/ atau manajer perusahaan dan analis keuangan tentang prospek
perusahaan (misalnya, pertumbuhan laba) mencerminkan optimisme mereka
dan bahwa pasar berperilaku naif dalam hal mengambil perkiraan optimis
pada nilai nominal.
Beberapa penelitian menyajikan bukti yang menantang untuk menunjukkan
bahwa akrual diskresioner dalam periode segera sebelum IPO dan SEO itu
positif. Bukti dalam studi ini juga menunjukkan bahwa pasar gagal mengenali
manipulasi laba, yang disimpulkan atas dasar prediksi berikutnya mengenai
kinerja harga jangka panjang itu negatif.
Pengujian cross section dari prediktabilitas return.
Terdapat dua jenis pengujian prediktabilitas return cross section yang sering
digunakan dalam akuntansi yaitu pertama, pengujian prediktabilitas yang menguji
kinerja pada basis indikator univariat dari kesalahan harga pasar (seperti,
pendapatan laba, akrual atau peramalan yang dilakukan analis) dan pengujian yang
menilai kinerja indikator multivariat seperti nilai fundamental suatu perusahaan yang
berhubungan dengan nilai pasarnya. Kedua set pengujian memberikan bukti kuat
yang menantang efisiensi pasar. Kedua indikator univariat dan multivariat mispricing
menghasilkan besaran kinerja normal yang besar selama satu sampai tiga tahun
periode pasca portofolio formasi. Fokus penelitian masa depan seharusnya
mengatasi beberapa masalah yang telah dibahas dalam mengevaluasi ulang temuan
dari penelitian saat ini dari tes return-prediktabilitas.

Ringkasan dan kesimpulan

Bukti inefisiensi pasar dan abnormal return untuk analisis fundamental telah memicu
lonjakan efisiensi riset pasar pengujian. Penelitian seperti minat akademisi, investor,
dan regulator pasar keuangan dan pengatur standar. Permasalahan saat ini adalah
pemeriksaan panjang horison kinerja harga sekuritas. Namun, penelitian ini secara
metodologis rumit karena adanya ketimpangan distribusi dari variabel keuangan,
bias kebertahanan dalam data, dan kesulitan dalam memperkirakan tingkat return
yang diharapkan pada sekuritas. Kemajuan ini dimungkinkan dalam efisiensi
pengujian pasar jika memperhatikan masalah berikut. Pertama, peneliti harus
menyadari bahwa kurangnya pilihan desain penelitian dapat membuat tampilan
palsu dari inefisiensi pasar. Kedua, pendukung inefisiensi pasar harus mengusulkan
hipotesis kuat dan tes empiris untuk membedakan teori perilaku keuangan mereka
dari hipotesis pasar efisien yang tidak bergantung pada irasionalitas investor.
Tantangan di atas dalam merancang tes yang lebih baik dan teori disangkal
inefisiensi pasar menggarisbawahi kebutuhan bagi para peneliti akuntansi terlatih
dalam penelitian mutakhir di bidang ekonomi, keuangan, dan ekonometrik.

PERTANYAAN
1. Penelitian pasar modal biasanya mengasumsikan bahwa ukuran kinerja
akuntansi berfungsi baik didalam peran manajerial untuk mengukur kinerja
atau peran informasi valuasi. Apa yang mendasari asumsi tersebut?
2. Motivasi utama untuk penelitian analisis fundamental dan penggunaannya
dalam praktek adalah untuk mengidentifikasi efek kesalahan harga untuk
tujuan investasi. Namun, bahkan dalam pasar yang efisien ada peran penting
untuk analisa fundamental. Kenapa demikian?

3. Sejumlah masalah data mengenai studi peristiwa jangka panjang


membuatnya sulit menarik kesimpulan mengenai pasar efisien. Apakah sudah
ada jawaban terhadap masalah itu sekarang ini?