Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

DAYA DALAM BIDANG PERTANIAN


ACARA I
PENGENALAN MOTOR BAKAR BENSIN DAN DIESEL

Disusun Oleh
Nama : Dwi Aprilia
Nim : J1B 015 022

LABORATORIUM TEKNIK DAN KONSERVASI LINGKUNGAN


PERTANIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2017
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini dibuat sebagai salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah Daya Dalam Bidang
Pertanian Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017.

Mataram, 06 Juni 2017


Mengetahui,
Co. Assisten Praktikum Praktikan

Wayan Eko Widianto Dwi Aprilia


NIM. J1B 013 121 NIM. J1B 015 022
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mesin merupakan suatu alat yang dapat merubah energi panas yang dihasilkan dari proses

pembakaran bahan bakar menjadi tenaga gerak sehingga memungkinkan suatu alat bisa bergerak.

Istilah mesin biasanya menunjuk ke bagian yang bekerja bersama untuk melakukan suatu kerja.

Saat ini mesin banyak digunakan dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia, dengan

kata lain mesin merupakan alat yang dapat melakukan atau membantu kegiatan yang dilakukan

oleh manusia sehingga pekerjaan yang biasanya membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih lama

menjadi lebih cepat dan mudah dikerjakan dengan menggunakan mesin.

Mesin yang mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar.Motor

bakar ada dua macam yaitu motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. Contoh motor

pembakaran luar adalah mesin uap, mesin turbin dan lain sebagainya, sedangkan contoh motor

pembakaran dalam adalah motor diesel, motor bensin dan lain sebagainya.

1.2. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari sistem atau prinsip kerja motor bakar

bensin dan diesel.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Motor

Motor adalah istilah keteknikan untuk mesin pengubah tenaga yang menghasilkan

keluaran berupa putaran poros. Motor merupakan sumber penggerak yang keluaran tenaga

putarnya digunakan untuk menggerakkan berbagai mesin atau peralatan lain. Motor bakar ialah

sumber tenaga penggerak yang menghasilkan keluaran berbentuk putaran sedang sumber

energinya berasal dari pembakaran (Daryanto, 2005).

2.2 Konsep Pembakaran Motor Diesel

Konsep pembakaran pada motor diesel adalah melalui proses penyalaan kompresi udara

pada tekanan tinggi. Pembakaran itu dapat terjadi karena udara dikompresi pada ruang dengan

perbandingan kompresi jauh lebih besar daripada motor bensin (7-10), yaitu antara 14-22.

Akibatnya, udara akan mempunyai tekanan dan temperatur melebihi suhu dan tekanan penyalaan

bahan bakar. Sistem kerja motor diesel dapat dibedakan atas motor diesel dua langkah dan empat

langkah (Pudjanarsa, 2002:64).

2.3 Keuntungan Mesin Diesel


Keuntungan mesin diesel antara lain bahan baker lebih murah, sehingga menghemat biaya
operasi, bahaya kebakaran agak kurang disebabkan titik nyala solar 80C, gas buang tidak
beracun, dan tenaga yangdihasilkan lebih besar karena perbandingan kompresi lebih tinggi.
Selain itu momen yang didapatkan lebih besar, sebab mesin diesel lebih fleksibel dan lebih
mudah dioperasikan. Hal inilah yang menyebabkan mesin diesel banyak digunakan pada
kendaraan-kendaraan besar (Anonim, 2008).

2.4 Mesin Bensin


Mesin bensin adalah mesin yang bekerja dengan cara memasukan panas dari percikan
bunga api listrik dari busi pada campuran udara dan bahan bakar yang dikompresikan. Berbeda
sekali dengan kerja mesin diesel. Mesin diesel adalah mesin yang bekerja dengan cara
menginjeksikan bahan bakar pada udara yang telah dikompresikan sehingga memiliki tekanan
dan temperatur tinggi (Hidayat, 2007).

2.5 Kelebihan Dan Kelemahan Mesin Bensin Dan Mesin Diesel

Antara mesin diesel dan mesin bensin memiliki keunggulan dan kelemahan masing-
masing. Salah satu yang biasanya dirasakan adalah mesin bensin lebih responsif dibandingkan
diesel. Sementara mesin diesel memiliki output momen (torsi) yang lebih baik daripada mesin
bensin pada putaran yang sama. Dilihat dari konstruksinya, mesin diesel lebih besar dan berat
daripada mesin bensin pada spesifikasi tenaga yang sama (Harjosentono,2009).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu 27 Mei 2017 di Laboratorium Teknik dan
Konservasi Lingkungan Pertanian Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas
Mataram.

3.2. Alat dan Bahan Praktikum

Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mesin motor bensin dan
mesin diesel. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kertas dan
pulpen/ballpoint.

3.3. Prosedur Praktikum

Adapun langkah-langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Diamati dengan seksama setiap bagian komponen motor bakar bensin dan diesel.
2. Didengarkan penjelasan dari Co. Assisten mengenai bagian-bagian komponen dari sistem
motor bakar bensin dan diesel.
3. Dicatat prinsip kerja pada motor bakar bensin dan diesel.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN

Tabel 1.1 mesin bakar 4 tak

No Gambar Nama Fungsi

1 Poros Engkol/crankshaft untuk merubah gerak


naik turun piston (torak)
menjadi gerak putar
yang akhirnya dapat
menggerakkan roda gila
(fly wheel).

2 Stang Piston(torak) Sebagai penghubung


piston dengan sumbu
engkol.

3 Piston(torak) sebagai alat penampang


untuk menahan tekanan
pada saat langah
kompresi dan langkah
tenaga.

4 Ring piston untuk menahan


kebocoran pada saat
terjadi pembakaran di
rung bakar serta
meratakan oli yang ada
di dinding blok silinder.

5 Klep/valve mengatur masuknya gas


baru dan keluarnya gas
buang sisa pembakaran
pada mesin motor
6 Per klep/spring valve untuk menutup
(mengembalikan klep ke
posisi semula)dan
menahan klep pada saat
posisi membuka

7 Camsaft/noken as Membuka dan menutup


katup, untuk
menggerakkan fuel
pump atau pompa
bensin, untuk memutar
poros distributor

8 Busi Untuk memercikan


bunga api didalam ruang
bakar yang terlebih dulu
diolah oleh karburator
motor dan kompresi
ruang pembakaran.

9 Karburator Untuk mengatur udara,


bahan bakar ke dalam
saluran isap,
untuk mengatur
perbandingan bahan
bakar-udara pada
berbagai beban
kecepatan motor,
mencampur bahan bakar
dan udara secara merata.

10 Blok silinder/cylinder sebagai tempat untuk


block menghasilkan energi
panas dari proses
pembakaran bahan bakar
yang bersifat statis yang
fungsinya sebagai tempat
bergeraknya piston
dalam melaksanakan
proses kerja motor.
11 Kepala silinder/cylinder Tempat kedudukan
head mekanisme katup, ruang
bakar, busi dan sebagai
tutup blok silinder.

12 Rantai kamprat Penyalur tenaga dari


crankshaft ke gear
camshaft

Tabel 1.2 Mesin Diesel

No Gambar Nama Fungsi

1 Poros untuk merubah gerak


Engkol/crankshaft naik turun piston
(torak) menjadi
gerak putar yang
akhirnya dapat
menggerakkan roda
gila (fly wheel).
2 Stang Piston(torak) Sebagai penghubung
piston dengan sumbu
engkol.

3 Blok silinder/cylinder sebagai tempat untuk


block menghasilkan energi
panas dari proses
pembakaran bahan
bakar yang bersifat
statis yang fungsinya
sebagai tempat
bergeraknya piston
dalam melaksanakan
proses kerja motor.
4 Piston(torak) sebagai alat
penampang untuk
menahan tekanan
pada saat langah
kompresi dan
langkah tenaga.
5 Ring piston untuk menahan
kebocoran pada saat
terjadi pembakaran
di rung bakar serta
meratakan oli yang
ada di dinding blok
silinder.
6 Kepala Sebagai tempat dari
silinder/cylinder head mekanisme valve,
dan tempat dudukan
injector

7 Fuel injector pump Untuk mengabutkan


bahan bakar yang
dikirim dari pompa
injeksi dengan
tekanan tinggi.

8 Valve spring Untuk


mengembalikan
valve pada posisi
metutup setelah
valve membuka, dan
merapatkan kembali
valve terhadap valve
seat sehingga
kompresi tidak
bocor.
9 Valve/klep mengatur masuknya
gas baru dan
keluarnya gas buang
sisa pembakaran
pada mesin diesel.
10 Camshaft Untuk mengatur
pembuka dan
penutup intake dan
exhaust valve sesuai
firing order,
digerakkan
crankshat dengan
perbandingan 1:2
11 Nozzle untuk
menghantarkan
bahan bakar diesel
dari injection pump
ke dalam silinder
pada setiap akhir
langkah kompresi
dimana torak
(piston) mendekati
posisi TMA.
12 Fly wheel Menyinpan tenaga
putar, yang
dihasilkan dari
langkah usaha, agar
poros engkol tetap
berputar terus pada
langkah berikutnya.
13 Sabuk belt Untuk memutar
noken as (camshaft)
yang berguna untuk
membuka dan
menutup klep
(valve) pada ruang
pembakaran dengan
timing atau waktu
yang tepat.
BAB V
PEMBAHASAN

Motor adalah mesin yang dapat merubah energi panas yang merupakan hasil dari suatu

pembakaran menjadi tenaga mekanik. Pada umumnya motor bakar terbagi menjadi dua golongan

utama yaitu motor pembakaran luar (External Combustion Engine) dan motor pembakaran dalam

(Internal Combustion Engine). Motor pembakaran luar adalah suatu proses pembakaran dimana

energi gerak atau mekanis dibangkitkan atau ditimbulkan di luar ruang bakar. Sedangkan motor

pembakaran dalam adalah suatu proses pembakaran dimana energi gerak atau energi mekanis

dibangkitkan di dalam ruang bakar. Macam-macam motor menurut jumlah langkah persiklus,

untuk motor pembakaran dalam dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu motor 2 tak dan

motor 4 tak.

Motor diesel adalah salah satu motor pembakaran dalam (internal combution engine)

yang beroperasi dengan menggunakan minyak berat seperti solar sebagai bahan bakar dengan

prinsip bahan bakar tersebut disemprotkan ke dalam silinder yang di dalamnya sudah terdapat

udara dengan tekanan dan suhu yang cukup tinggi sehingga bahan bakar tersebut dapat terbakar

dengan spontan. Pada mesin diesel hanya udara bersih yang dihisap dan dikompresikan. Bahan

bakar dan udara dicampur di dalam silinder dengan cara setelah udara dikompresikan, bahan

bakar disemprotkan kedalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran.

Pada motor 4 tak ada 4 langkah kerja, langkah pertama yaitu penghisapan dimana torak bergerak

ke bawah, dimulai dari TMA sampai ke TMB. Katub isap terbuka dan katub buang tertutup,

sehingga campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder melalui katub hisap. Langkah

kedua yaitu kompresi dimana torak bergerak ke atas, dari TMB menuju ke TMA katub hisap dan

katub buang kedua-duanya dalam keadaan tertutup, sehingga campuran udara dan bahan bakar

dimanfaatkan dimana tekanan dan temperaturnya naik. Langkah ketiga yaitu usaha dimana busi
akan memberikan loncatan bunga api sehingga terjadi proses pembakaran antara campuran udara

dan bahan bakar. Langkah keempat yaitu pembuangan sisa-sisa pembakaran dimana torak

bergerak ke atas sehingga mendorong sisa-sisa pembakaran keluar silinder melalui katub

pembuang dan saluran pembuang.

Kelebihan motor bensin adalah, untuk akselerasi mesin jauh responsif sehingga untuk

mendahului kendaraan lain dapat lebuh mudah dicapai. Suara yang dihasilkan saat mesin mulai

start hingga berakselerasi trdengar lebih halus. Sedangkan kelemahannya adalah, biasanya torsi

maksimal mampu diperole pada tingkat putaran mesin tinggi. Sifat bahan bakar benin lebih

mudah terbakar, dan menjadi berbahaya jika terdapat kebocoran pada selang bensin.

Kelebihan mesin diesel, bahan bakar mudah diperoleh dengan mudah , sifat solar tidak

terlalu berbahaya karena tidak mudah terbakar jika terselut pecikan api. Tidak gentar berkendara

dibawah siraman air hujan atau jalanan banjir karena komponen mesin tidak ada komponen

elektrikal. Sedangkan kelemahannya adalah, suara mesin yang berisik, terdengar sampai ruang

kabin. Lambat saat berakselerasi, tingkat pencemaran udara yang keluar lebih tinggi.

Ada dua cara penyemprotan bahan bakar kedalam ruang bakar yaitu injeksi langsung dimana

injeksi menyemprotkan bahan bakar langsung keruang bakar utama pada akhir langkah kompresi.

Udara tertekan dan menerima pusaran cepat akibatnya suhu dan tekanannya naik bahan bakar

cepat menguap dan menyala dengan sendirinya setelah disemprotkan. Cara menyemprotan yang

kedua ialah injeksi tidak langsung dimana bahan bakar disemprotkan oleh injeksi ke kamar pusar,

udara yang dikompresikan oleh torak memasuki kamar pusar dan membentuk aliran turbulensi

ditempat bahan bakar yang diijeksikan. Tetapi sebagian bahan bakar yang belum terbakar akan

mengalir ke ruang bakar utama melalui saluran transfer untuk menyelesaikan pembakaran.

Karburator adalah suatu alat bagi hidupnya sebuah motor bakar (bensin) dalam menyetel

kemampuan tenaga mesin. Pada sistem kerja yang utama karburator menyediakan campuran gas

bahan bakar bercampur dengan udara untuk pembakaran di dalam silinder. Setelah bensin dan
udara menjadi bahan bakar gas, hasil pembakaran masuk kedalam silinder kemudian dipadatkan

mencapai batas pemadatan yang tinggi kemudian memuai atau berkembang dan mendesak torak

turun ke bawah. Torak yang turun ke bawah mengalami tekanan sehingga torak

dapatmemutarkan toras engkol. Dengan demikian fungsi utama dari karburator adalah untuk

mengabutkan bensin dan mencampurkannya dengan udara, serta mengatur perbandingan

campuran udara dan bensin yang sesuai dengan kondisi kerja motor.
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Motor adalah mesin yang dapat merubah energi panas yang merupakan hasil dari suatu

pembakaran menjadi tenaga mekanik.

2. Ada dua cara penyemprotan bahan bakar kedalam ruang bakar yaitu injeksi langsung

dimana injeksi menyemprotkan bahan bakar langsung keruang bakar utama pada akhir langkah

kompresi.

berkaitan dengan berbagai macam kinerja motor maupun komponen tambahan moyor bakar.

3. Motor diesel adalah salah satu motor pembakaran dalam (internal combution engine) yang

beroperasi dengan menggunakan minyak berat seperti solar sebagai bahan bakar dengan prinsip

bahan bakar tersebut disemprotkan ke dalam silinder yang di dalamnya sudah terdapat udara

dengan tekanan dan suhu yang cukup tinggi sehingga bahan bakar tersebut dapat terbakar dengan

spontan.

4.Perbedaan motor diesel dan bensin, Gas yang diisap pada langkah motor bensin adalah

campuran antara bahan bakar dan udarasedangkan pada motor diesel adalah udara murni.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. Prinsip Kerja Motor Bensin Dalam. http: //dexzrecc.


wordpress.com/2008/11/17/prinsip-kerja-motor-bensin/. (Diakses tanggal 1 Juni 2017)

Daryanto, 2005.Penggerak Mula Motor Bakar torak. Tiga Serangkai. Jakarta

Hardjosentono, 2009. Buku Panduan Praktikum Azas Konversi dan Konservasi


Energi. Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada.

Hidayat, Bambang, 2007. Motor Penggerak. Yogayakarta: Fakultas Teknologi


Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Soedarmanto, 2002.Mesin dan Peralatan Usaha Tani.Tiga Serangkai. jakarta

Soesilo, handoko,2008. Sepeda motor. CV. Karya Utama: Surabaya.

Pudjanarsa, 2002. Motor Bakar. Perpustakaan UI : Jakarta