Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

Komponen Perancangan Percobaan


Rancangan Lingkungan atau Rancangan Dasar
Rancangan Perlakuan, dan
Rancangan Respons.

Berbagai Jenis Rancangan Percobaan


Jenis-jenis rancangan percobaan dapat digolongkan /
dikelompokkan berdasarkan rancangan dasar/
lingkungan dengan berbagai kombinasi pola
percobaan: keseimbangan jumlah ulangan, jumlah
faktor yang diujikan dan pengacakan di lapangan.
email : jakarukmana@unpas.ac.id 1
Jenis rancangan percobaan
Rancangan dasar atau yang dapat juga disebut rancangan
lingkungan adalah pembagian jenis rancangan percobaan
berdasarkan kondisi lingkungan dimana percobaan itu
dilaksanakan.

Rancangan Acak Lengkap (RAL)


Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada
lingkungan homogen (atau dapat dianggap
homogen), Perlu dijelaskan disini bahwa yang
disebut "lingkungan" adalah faktor-faktor lain
diluar faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan
RAL setiap unit percobaan di acak secara sempurna,
tanpa dibatasi oleh blok dsb.
email : jakarukmana@unpas.ac.id 2
Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada


lingkungan tidak homogen (heterogen), misalnya
percobaan-percobaan yang dilaksanakan di
lapangan, dimana terdapat 1 sumber keragaman
diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK
setiap unit percobaan ditempatkan secara acak
pada setiap kelompok.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 3
Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)

Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada


lingkungan tidak homogen, dimana terdapat 2 sumber
keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan
RBSL setiap unit percobaan ditempatkan sedemikian
rupa sehingga tidak ada perlakuan yang sama dalam satu
baris atau kolom. Ciri khas RBSL adalah jumlah ulangan
yang sama dengan jumlah perlakuan. Disarankan RBSL
diterapkan pada percobaan yang memiliki 4 sampai 8
perlakuan.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 4
Pola percobaan berdasar keseimbangan
jumlah ulangan

Seimbang (complete)
Suatu percobaan dikatakan seimbang jika setiap
perlakuannya memiliki jumlah ulangan yang sama.

Tidak seimbang (incomplete)


Suatu percobaan dikatakan tidak seimbang jika ada
perlakuan yang memiliki jumlah ulangan tidak sama
dengan perlakuan lainnya.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 5
Rancangan Perlakuan
Perlakuan dapat diartikan sebagai suatu keadaan
tertentu yg diberikan pada satuan percobaan.
Jenis perlakuan menurut sifatnya, ada 2, yaitu:
a. kualitatif; misalnya jenis penstabil, cara pengeringan, dll
b. kuantitatif; misalnya konsentrasi gula,, dll
Jenis Perlakuan menurut jumlahnya, ada 2, yaitu:
a. Faktor tunggal; hanya satu faktor yang diteliti.
b. Faktorial; terdiri dari 2 atau lebih perlakuan.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 6
Tunggal
Percobaan tunggal adalah suatu percobaan dimana
hanya ada satu faktor yang dicobakan, sedangkan
faktor lainnya (perlakuan dasar) dibuat sama.
Dalam percobaan tunggal, perlakuan hanya terdiri
atas perbedaan taraf (level) dari faktor peubah
tunggal yang diteliti, sedangkan semua faktor lain
sebagai perlakuan dasar yang diberikan secara
seragam bagi semua petak. Dengan hanya
menyelidiki satu faktor saja, maka
keterangan/hasil yang diperoleh hanya ditentukan
oleh perlakuan yang dicobakan saja.
email : jakarukmana@unpas.ac.id 7
Faktorial
Percobaan faktorial adalah suatu percobaan
dimana dalam satu keadaan (unit percobaan)
dicobakan secara bersamaan dari beberapa (2 atau
lebih) percobaan-percobaan tunggal. Dari
percobaan faktorial, selain dapat diketahui
pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang diujikan,
dapat diketahui pula pengaruh gabungan
(interaksi) dari masing-masing faktor yang
diujikan.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 8
Pola percobaan berdasar pola pengacakan
Sederhana
Percobaan sederhana adalah suatu
percobaan yang dirancang sedemikian rupa
sehingga setiap perlakuan dikenakan pada
masing-masing rancangan dasar yang sesuai
(RAL, RAK, RBSL). Pola sederhana dapat
diterapkan baik pada percobaan tunggal
maupun percobaan faktorial.

email : jakarukmana@unpas.ac.id 9
Nested (Tersarang)
Sebenarnya percobaan faktorial tersarang bukan
disebabkan oleh pola pengacakan, melainkan
sebagai akibat dari sifat-sifat faktor yang dicobakan.
Pola tersarang lazim ditemukan pada percobaan
dengan faktor kualitatif yang dikombinasikan
dengan faktor kuantitatif, dimana faktor kuantitatif
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
faktor kualitatif. Sebagai ilustrasi adalah suatu
percobaan jenis pupuk N (kualitatif) yang
dikombinasikan dengan dosis masing pasing pupuk
tersebut (kuantitatif). Rancangan dasar yang
dipergunakan dapat berupa RAL, RAK ataupun
RBSL.
email : jakarukmana@unpas.ac.id 10
Split Plot (Petak Terbagi)
satu faktor yang lebih dipentingkan dari faktor
lainnya

Strip Plot = Split Block (Petak Berjalur = Blok


Terpisah)
lebih mementingkan interaksi antara kedua faktor
yang dicobakan

email : jakarukmana@unpas.ac.id 11
Rancangan Respons
Hal-hal yg perlu diketahui dalam
Rancangan Respons :
Harus mencerminkan pengaruh yang dipelajari.
Misalkan anda melakukan percobaan tentang pengaruh
konsentrasi gula terhadap karakterisik Juice Jambu . Maka
anda harus membuat rancangan respons yang seperti apa yang
bisa mencerminkan pengaruh konsentrasi Gula tersebut
terhadap Karakteristik Juice Jambu. Misanya Kadar Protein,
Kada Gula, dsb.

Ada skala ukur


- nominal
- ordinal (tidak bisa dianalisis ragam)
- interval/selang
- rasional email : jakarukmana@unpas.ac.id 12
Prinsip-prinsip Perancangan Percobaan
Ulangan
Tujuan pengulangan :
a. untuk mendapatkan keragaman.
b. agar dapat menduga ukuran bagi kesalahan
percobaan atau untuk mengukur pengaruh percobaan.
Menentukan jumlah ulangan :
Secara persamaan :
untuk RAL = t(n-1) 15
untuk RAK = (t-1)(n-1) 15

email : jakarukmana@unpas.ac.id 13
Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam menentukan
jumlah ulangan :
a. keragaman alat, bahan, media, dan lingkungan
percobaan.
b. biaya dan tenaga yg tersedia.

Pengacakan
Tujuan pengacakan adalah untuk memberikan peluang yg
sama untuk menerima perlakuan tertentu pada satuan
percobaan. Pengacakan satuan percobaan terhadap perlakuan
tidak akan merubah adanya perbedaan-perbedaan terhadap
ciri-ciri bahan percobaan, akan tetapi dgn jalan pengacakan,
kesalahan yg tadinya bersifat sistematis diubah menjadi
kesalahan yg bersifat acak.
email : jakarukmana@unpas.ac.id 14

Anda mungkin juga menyukai