Anda di halaman 1dari 5

Mutiara Medika

Vol. 9 No. 1:69-73, Januari 2009

Perawatan Pembesaran Gingiva dengan Gingivektomi

Treatment Gingival Enlargement by Gingivectomy

Ika Andriani
Periodonsia, Prodi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstract
The purpose of this article is to report a case of treatment gingival enlargement by
gingivectomy
The inflammatory enlargement is clinically called hyperthropic gingivitis or gingival
hyperplasia and generally related to local or systemic factors. They could be edematous or
fibrous. The former is treated by scaling,curettage and root planing, but the latter could
not be treated by scaling, curettage and root planing and only has to be removed by
gingivectomy
A 13-year-old female presented with a complaint of swelling of the gingiva with
bled when brushed the teeth in the maxillary and mandibulary anterior region for a
period of three mounts. A clinical examination revealed the existence of poor oral hygiene
and bleeding spontaneously.
By scaling, curettage and root planning this disease could not be treated and only
has to be removed by gingivectomy. After gingivectomy, the patient had a better clinical
appearance and good gingival esthetic.

Key words: edematous, fibrous, gingival enlargement

Abstrak
Tujuan penulisan naskah ini adalah melaporkan kasus perawatan pembesaran gingiva dengan
gingivektomi
Pembesaran gingiva karena peradangan secara klinis disebut gingivitis hipertropi atau
hiperplasi gingival dan disebabkan karena faktor lokal ataupun sistemik. Bisa karena odematus
atau fibrotik., jika tidak bisa dirawat dengan scaling, curettage dan root planing maka hanya
dilakukan gingivektomi.
Pasien wanita 13 tahun datang ke bagian Periodonsi RS Sudomo Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta dengan keluhan, sudah tiga bulan gigi-gigi anterior rahang atas dan bawah membesar
dan berdarah ketika menyikat gigi. Pemeriksaan klinis kelihatan bahwa kebersihan mulut yang buruk
dan berdarah spontan.
Ketika pembesaran gingiva tidak dapat dirawat dengan scaling, curettage dan root planing
maka hanya bisa dihilangkan dengan gingivektomi. Sesudah gingivektomi, pasien secara klinis dan
estetik lebih baik

Kata Kunci: edematous, fibrosis, pembesaran gingival

69
Ika Andriani, Perawatan Pembesaran Gingiva ............ ................

Pendahuluan kasus pembesaran gingiva dengan


Pembesaran gingiva adalah suatu gingivektomi.
peradangan pada gingiva yang disebabkan
oleh banyak faktor baik faktor lokal maupun Tinjauan Pustaka
sistemik, yang paling utama adalah faktor Gingiva adalah jaringan lunak yang
lokal yaitu plak bakteri. Tanda klinis yang menutupi gigi. Gingiva yang sehat berwarna
muncul yaitu gingiva membesar, halus, merah muda dengan tepi yang tajam
mengkilat, konsistensi lunak, warna merah menyerupai krah baju, konsistensi kenyal
dan pinggirannya tampak membulat. Hal ini dengan adanya stipling. Pertambahan
menimbulkan estetik yang kurang baik, ukuran gingiva adalah hal yang umum pada
sehingga memerlukan perawatan yaitu penyakit gingiva. Terminologi kondisi
gingivektomi.1 tersebut adalah : gingival enlargement.
Gambaran klinisnya disebut hipertropi
Definisi gingivektomi adalah
gingivitis atau hiperplasi gingiva.dengan
pemotongan jaringan gingiva dengan
warna merah, konsistensi lunak, tepi tumpul
membuang dinding lateral poket yang
dan tidak adanya stipling (halus).1
bertujuan untuk menghilangkan poket dan
Pembesaran gingiva merupakan hasil
keradangan gingiva sehingga didapat
dari perubahan inflamsi akut atau kronis.
gingiva yang fisiologis, fungsional dan
Perubahan kronis lebih umum terjadi.
estetik baik. Keuntungan gingivektomi
Gambaran klinis inflamasi kronis
adalah teknik sederhana, dapat
pembesaran gingiva adalah pada tahap
mengeliminasi poket secara sempurna,
awal merupakan tonjolan sekitar gigi pada
lapangan penglihatan baik, morfologi gingiva
papila dan marginal gingival. Tonjolan
dapat diramalkan sesuai keinginan.2.3.4
tersebut dapat bertambah ukurannya
Suatu penelitian menunjukkan
sampai menutup mahkota. Bisa secara
adanya faktor lokal sebagai pemicu
lokal ataupun general dan progresnya
terjadinya kekambuhan pada proses
lambat dan tidak sakit, kecuali pada infeksi
penyembuhan setelah dilakukan
akut atau trauma . Penyebabnya plak gigi
gingivektomi.5 Kontrol plak yang tidak optimal
yang terekspos dalam jangka lama.2
menyebabkan terjadinya penumpukan
Klasifikasi pembesaran gingival
bakteri plak supragingiva yang
menurut faktor etiologi yaitu: (1) Inflamatory
menimbulkan keradangan pada gingiva
enlargement kronis dan akut; (2) obat-
didekatnya. Keradangan yang terjadi
obatan penyebab pembesaran gingiva,
menyebabkan terjadinya kekambuhan atau
misalnya phenythoin (Dilantin),
pembesaran gingiva, oleh karena itu
cyclosporine, calcium chanel blokers; (3)
selama masa penyembuhan diperlukan oral
pembesaran pada kondisi tertentu misalnya
hygiene yang baik. 5.6
penyakit sistemik kehamilan, pubertas; (4)
Bakteri plak merupakan penyebab defisiensi vitamin C; (5) non spesifik
utama penyakit keradangan pada jaringan (pyogenik granuloma); (6) penyakit sistemik
periodontal sehingga tanpa kontrol plak, misalnya leukimia dan penyakit
kesehatan periodontal tidak akan pernah granulomatous ( wegners granuloma,
tercapai. Pada gigi yang crowded sarcoidosis); (7) Neoplasma enlargement
memudahkan terjadi akumulasi plak dan (tumor gingiva) berupa tumor benigna atau
menyulitkan pembersihan plak. Sebenarnya tumor maligna; dan (8) False enlargement.
aspek keberhasilan perawatannya Gingivektomi diindikasikan pada
tergantung pada kontrol plak.7 pembesaran gingiva yang tumbuh berlebih,
Penulisan naskah ini bertujuan untuk jaringan yang fibrosis dan poket supraboni.
melaporkan kasus pembesaran gingiva Pembesaran gingiva yang tidak mengecil
karena peradangan yang harus dirawat sesudah dilakukan scaling, curettage, root
dengan gingivektomi pada gigi anterior yang planing dan polishing maka perlu dilakukan
berjejal. Kasus ini sering ditemui tetapi gingivektomi.8
jarang dokter gigi melakukan perawatan

70
Mutiara Medika
Vol. 9 No. 1:69-73, Januari 2009

Pada gigi yang berjejal, plak dan sisa dengan tepi membulat dan mudah
makanan mudah terakumulasi. berdarah. Dental Health Education (DHE)
Penghilangan plak dan pembersihan sisa dilakukan dengan memperlihatkan pada
makanan pada gigi yang berjejal sulit pasien daerah gigi yang masih banyak
dilakukan dengan baik dan kontrol plak tidak plaknya, ditandai warna merah dari
bisa dilakukan dengan baik sehingga akan disclosing yang tidak hilang setelah kumur-
bisa menimbulkan kekambuhan hiperplastik kumur. Pasien diberi instruksi cara menyikat
gingivitis. 5 gigi yang benar, kemudian dilakukan scaling
, root planing dan curettage untuk
Laporan Kasus membersihkan plak, kalkulus supra dan
Seorang pasien perempuan subgingiva.
berusia 13 tahun, datang ke bagian
periodonsa Fakultas Kedokteran Gigi Pada kunjungan ke-2 Gingiva
Universitas Gadjah Mada pada tanggal 20 terlihat masih besar tetapi tidak berwarna
Oktober 2008 untuk memeriksakan gusinya merah lagi, perdarahan mulai berkurang.
yang membesar dan berdarah ketika Plaque control index 50% maka dilakukan
menggosok gigi. Setahun yang lalu juga kembali Dental Health Education (DHE)
mengalami hal demikian kemudian oleh lebih ditekankan pada pasien untuk menyikat
dokter gigi hanya dibersihkan karang giginya gigi lebih teliti dan memotivasi pasien untuk
(scaling), pasien merasa gusi tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan
mengecil tetapi karena tidak diinstruksikan baik dan dilakukan lagi scaling, root planing,
untuk kontrol kembali pasien tidak curettage dan polishing.
memeriksakan kembali. Tiga bulan terakhir
pasien merasa mulai terganggu dengan Pada kunjungan ke-3 gingiva masih
gusi yang bertambah besar dan mudah terlihat besar, warna merah muda dan tidak
berdarah. terjadi perdarahan. Plaque control index
25%. Dental Health Education (DHE) dan
Pemeriksaan Klinis motivasi lebih ditekankan lagi dan dilakukan
Peradangan gingiva pada semua scaling, root planing, curettage dan
gigi. Gigi anterior Rahang Atas dan Rahang polishing.
Bawah berjejal. Terjadi pembesaran gingiva
pada elemen 13,12,11,21,23,24,33, 32,31, Pada Kunjungan ke-4 g i n g i v a
41,42, dan 43 pada bagian bukal. Gingiva masih terlihat besar, warna merah muda
tampak membesar, halus, warna merah, dan tidak terjadi perdarahan. Plaque control
permukaan mengkilat, tepi gingiva tumpul index 15%. Dilakukan gingivektomi pada
dan konsistensi lunak. Pada pemeriksaan rahang bawah dahulu, atas permintaan
probing depth (PD) positif atau mudah pasien:
berdarah dengan kedalaman 4 mm. a. Mukobukal dan daerah sulkus gingival
Terdapat banyak kalkulus supra dan dari 33 sampai 43 dianastesi
subgingiva. Oral hygiene dengan skor 6 b. Memakai poket marker untuk
(jelek), plak kontrol dengan skor 85%. mengetahui bleeding point dari 33
Gingival Indeks 2,2 (sedang) sampai 43 pada bagian
interdentalnya.
Perawatan c. Gingiva dipotong memakai scalpel
Pada kunjungan ke-1 dilakukan dengan sudut 45 derajat mengikuti
pemeriksaan Oral Hygiene Indeks ,Gingival kontur gingiva pada sebelah apikal
indeks dan plaque Control Indeks 85% . bleeding point dari interdental gigi 33
Pada pemeriksaan plaque Control sampai 43 dengan arah bevel scalpel
Indeks digunakan disclosing agent. Tampak kearah incisal gigi (secara eksisi)
plak menutupi hampir seluruh permukaan secara continue (tidak putus-putus)
gigi, gingiva membesar berwarna merah

71
Ika Andriani, Perawatan Pembesaran Gingiva ............ ................

d. Setelah gingiva terpotong seluruhnya gigi, dan mengganggu akses pengambilan


dan bagian yang terpotong diangkat, deposits, maka perawatannya adalah
terlihat tepi gingiva belum terbentuk baik pengambilan secara bedah (gingivektomi).5
secara fisiologi maka dilakukan Penyebab dari pembesaran gingiva
gingivoplasti yaitu membentuk tepi pada kasus diatas adalah plak yang
gingiva sehingga tepi gingiva menjadi merupakan faktor lokal dan gigi yang
tajam dan sesuai dengan kontur gingiva. berjejal atau tidak teratur terutama pada
e. Gigi-gigi pada didaerah yang dilakukan anterior rahang atas dan bawah. Plak
gingivektomi di scaling kemudian kontrol adalah cara sederhana untuk
daerah gingiva dispuling dengan larutan mencatat adanya plak pada permukaan gigi
salin dan dikeringkan dengan kassa geligi perorangan. Catatan ini dapat juga
kemudian ditutup dengan periodontal digunakan pasien untuk melihat kemajuan
peck dalam melakukan kontrol plak, serta juga
f. Pasien diberi obat antibiotik dan anti digunakan untuk memberi motivasi pasien.
inflamasi Kontrol plak merupakan salah satu kunci
g. Pasien diminta kontrol 1 minggu keberhasilan perawatan periodontal yang
kemudian, dan peck dilepas bertujuan menghilangkan plak dan
mencegah terjadinya akumulasi plak pada
Diskusi permukaan gigi dan gingiva. Kontrol plak
Scaling, root planing, curettage dan dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi.
polishing merupakan initial phase therapy Pada pasien ini akumulasi plak pada saat
dalam prosedur perawatan penyakit dilakukan kontrol plak sangat tinggi
periodontal. Tindakan ini secara nyata dapat kunjungan-1 (85%) dan pada waktu kontrol
meredakan peradangan gingiva,dan berikutnya kunjungan-2 ada sedikit
menghilangkan mikroorganisme patologi penurunan (50%), kunjungan-3 (25%) dan
yang terdapat pada daerah subgingiva kunjungan-4 (15%) sehingga untuk bisa
sehingga tidak lagi terjadi perdarahan ketika dilakukan gingivektomi diperlukan waktu
menyikat gigi. Scaling adalah suatu tindakan yang lama.
penghilangan plak, kalkulus dan stain yang Gingivektomi atau tindakan bedah
terdapat pada permukaan mahkota gigi. periodontal hanya bisa dilakukan ketika
Root planing adalah pembuangan jaringan indeks plak sekitar 10%, sehingga akan
sementum nekrotik dan atau lunak, dentin, memperoleh penyembuhan yang optimal
kalkulus serat eliminasi bakteri dan toksin dan mencegah terjadinya kekambuhan
dari permukaan akar gigi untuk memperoleh pembesaran gingiva. Dental Health
permukaan akar yang halus. Pada Education (DHE) dan motivasi harus lebih
permukaan yang halus diharapkan plak ditingkatkan sehingga pasien betul-betul
tidak melekat sehingga tidak terjadi sadar agar bisa menjaga kebersihan
akumulasi plak dan kalkulus. Curettage mulutnya dan tidak terjadi kekambuhan.5
adalah tindakan untuk menghilangkan atau Satu minggu setelah gingivektomi,
membersihkan jaringan granulasi atau periodontal peck dilepas. Gingiva terlihat
jaringan yang meradang dari gingiva yang masih terlihat agak merah karena terjadi
merupakan dinding poket. Dengan proses epitelisasi, proses ini terjadi pada
dilakukannya curettage diharapkan jaringan hari ke 5-14. 7 Kontur gingiva bagus,
periodontal akan sehat terjadi regenerasi konsistensi kenyal, pinggir gingiva tajam.
dan perlekatan kembali dengan dinding Secara estetik gingiva terlihat lebih baik.
gigi.1,2,3,8 Pada kasus ini gigi pasien yang berjejal
Pada pembesaran gingiva, apabila atau tidak teratur susunannya, sesudah
gingiva terdiri dari komponen fibrotik yang dilakukan gingivektomi harus dirawat
tidak bisa mengecil setelah dilakukan dengan kawat gigi orthodonsi sehingga
perawatan scaling, root planing, curettage memudahkan pasien untuk menjaga
dan polishing atau ukuran pembesaran kebersihan giginya dan tidak terjadi
gingiva menutupi deposits pada permukaan kekambuhan pembesaran gingiva.

72
Mutiara Medika
Vol. 9 No. 1:69-73, Januari 2009

Gingivektomi yang dilakukan berulang akan 3. Cohen ES, 1989, Atlas of Cosmetic an
menimbulkan resesi gingiva sehingga akan Reconstructive Periodontal Surgery,
menimbulkan masalah yang berlanjut. 2nd ed, Philadelphia: Lea & Febiger, 31
4. Lies ZBS, 1997, Gingivektomi sebagai
Kesimpulan tindakan bedah prostetik (laporan
Pembesaran gingiva adalah kasus). Jurnal Kedokteran Gigi
peradangan yang terjadi pada gingiva karena Universitas Indonesia, 4:295-301
faktor lokal yaitu bakteri plak. Perawatan 5. Iwan R., Izzatul A., 2005, Kekambuhan
pembesaran gingiva yang tidak mengecil gingivitis hiperplasi setelah gingivektomi,
setelah dilakukan scaling, root planing, Majalah Kedokteran Gigi Unair (Dent.
curettage dan polishing maka harus J), Vol 38, No. 3. Juli- September, 108-
dilakukan gingivektomi yang akan 111
menghasilkan morfologi dan estetik gingiva 6. Shahrohisham, Widowati W., 2005, The
yang baik. Plak kontrol merupakan kunci efficacy of chlorhexidine 0.2 % after
keberhasilan gingivektomi sehingga tidak scaling in marginal gingivitis, Maj. Ked.
terjadi kekambuhan pembesaran gingiva. Gigi (Dent. J). Vol. 38. No. 4 Oktober-
Pada kasus ini gigi pasien yang berjejal atau Desember, 173-175
tidak teratur susunannya sesudah dilakukan 7. Trijani S, 1996, Evaluasi kesembuhan
gingivektomi harus dirawat dengan kawat klinis setelah tindakan gingivektomi
gigi orthodonsi, sehingga memudahkan dengan atau tanpa peck periodontal
pasien untuk menjaga kebersihan giginya. pada kasus gingivitis pubertas. TIMNAS
; 416-23
Daftar Pustaka 8. Chapple I dan Gilbert A., 2002,
1. Newman MG, Takei HH, Caranza FA., Understanding Periodontal Diseases:
2006, Clinical periodontology, 10 th ed. Assessment and Diagnostic
Philadelphia: WB Saunders Co; p.74- Procedures in Practice, QuitEssentials
94, 263-9,432-53, 631-50, 749-61 Publishing Co.Ltd,.p.1-10
2. Goldman HM, Cohen DW, 1980,
Periodontal Therapy,. 6 th ed. The CV.
Mosby Company, p. 640-90, 773-93

73