Anda di halaman 1dari 2

Pengertian pH tanah, zat asam dan cara penanggulangan

zat asam
Posted: 27 April 2015 in Artikel
Tag:Artikel dan tips-tips, pengertian pH tanah, zat asam serta penanggulangannya
0
PH Tanah

(pH tanah) atau yang sering disebut dengan kadar asam pada tanah merupakan faktor lain yang
mempengaruhi menurunnya tingkat kesuburan tanah selain cara pengolahan yang tidak sesuai
atau pengolahan yang salah. Pada kenyataannya tanah pada suatu daerah akan memiliki tingkat
keasamaan yang berbeda dengan tanah di daerah lain. Tingkat derajat asam pada tanah
merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Karena jika kesuburan tanah terus menurun,
maka juga akan berimbas pada menurunnya hasil produksi.

Terhambatnya pertumbuhan pada tumbuhan yang ditanam, dapat disebabkan oleh kondisi
kemasaman tanah (pH tanah) yang terlalu asam dan memiliki unsur hara dengan jumlah sedikit
dan tidak memiliki persediaan air yang memadahi. Tanah asam adalah tanah yang mempunyai
pH rendah, biasanya terjadi di lahan bekas gambut yang dijadikan lahan pertanian. Tanah yang
bersifat asam pada kebanyakan kasus erat kaitannya dengan reaksi tanah terhadap pH rendah.
Serta dapat menjadi kombinasi keracunan kalsium (Ca), mangan (Mn), fosfor (P), magnesium
(Mg), besi (Fe), dan alumuniun (Al). Namun, dari semua keracunan yang sudah disebutkan.
Keracunan paling parah adalah keracunan fosfor (P) dan keracunan alumunium (Al).

Solusi untuk mengatasi masalah kemasaman tanah (pH tanah) untuk tanah dengan kadar asam
yang tinggi dapat dikurangi dengan cara pengapuran. Pengapuran adalah suatu cara untuk
menaikkan nilai dari pH tanah. Jika pH tanah dapat dinaikkan maka resiko terkena keracunan
alumunium (Al) dapat diminimalisir. Tidak cukup dengan mengandalkan pengapuran saja, hal
lain yang juga perlu dilakukan adalah pemupukan. Itu bertujuan untuk perbaikan unsur hara.
Penambahan bahan organik juga diperlukan untuk memperbaiki daya ikat tanah untuk mengikat
air. Cara lain yang mudah dilakukan serta menghemat biaya adalah dengan menaburkan abu
hasil pembakaran sekam atau jerami, karena biasanya sekam di pabrik-pabrik penggilingan padi
untuk saat ini masih banyak yang dibakar dan dibiarkan membusuk. Selain itu kurangi
penggunaan pupuk urea, karena pupuk urea memang meningkatkan kesuburan tanaman namun
merusak lahan jika penggunaannya berlebihan.

Nilai pH tanah memiliki kisaran antara 0-14, nilai pH lebih rendah dari 7 merupakan kategori
memiliki sifat asam sedangkan nilai pH lebih besar dari 7 bersifat basa. Di daerah-daerah di
Indonesia umumnya memiliki jenis tanah asam. Kemasaman tanah (pH tanah) di negara kita ini
berkisar antara 3,0-9,0. pH tanah antara 4,0-5,5 termasuk kategori tanah asam dan pH 6,0-6,5
sudah dianggap tanah yang normal walaupun masih memiliki derajat keasaman. Tanah yang
sangat asam memiliki pH < 3,0 atau banyak mengandung asam sulfat yang biasa ditemukan pada
daerah rawa. Pada daerah rawa yang dijadikan lahan pertanian biasanya zat asam ini akan
tertimbun di dalam tanah dan bisa sewaktu-waktu naik ke permukaan dan menyebabkan tanaman
tidak bisa tumbuh dengan sempurna atau bahkan mati
https://fibrians26.wordpress.com/tag/pengertian-ph-tanah/

Pengertian pH Tanah

Ilmu Tanah, UncategorizedAugust 13, 2014 21:23

Pengertian pH Tanah Reaksi tanah dapat berada pada keadaan masam, netral atau alkalis
(basa). Hal ini tergantung pada jumlah ion H+ atau OH- yang berada dalam larutan tanah. Bila
ditemukan ion H+ lebih banyak daripada ion OH- ,maka tanah akan bereaksi masam; bila ion H+
terdapat dalam jumlah yang sama dengan ion OH- reaksinya akan netral ; tetpai bila ion OH=
lebih banyak daripada ion H+ maka reaksinya akan menjadi alkalis.

Untuk menyeragamkan pengertian , sifat reaksi tersebut dinilai bersdasarkan konsentrsai ion H+
dan dinyatakan istilah pH. pH adalah logaritma negatif dari konsentrsai ion-ion H bebas yang
berada dalam larutan tanah. Bila konsentrasi H+ disdalam larutan tanah adalah 0,00001 atau 10-
5 maka pH tanah tersebut adalah log10=5 . Suatu tanah disebut masam bila pHnya kurang dari
7 , netral bila sama dengan 7, dan basa bisa lebih dari 7. bila konsentrasi ion H bertambah maka
pH akan turun, sebaliknya bila konsentrasi ion OH bertambah pH akan naik. Distribusi ion H
dalam tanah tidak homogen. Ion H lebih banyak dijerap daripada ion OH, maka ion H lebuh
pekat didekat permukaan koloid, sedangkan ion OH sebaliknya. Dengan demikian pH lebih
rendah didekat koloid daripada temapt yang jauh dari koloid.

Kemasaman tanah menyatakan keadan kandungan ion-ion hidrogen bebas dalam larutan tanah,
dan reaksi tanah adalah kemasaman yang dinyatakan dengan nilai pH. Kisaran pH tanah dapat
dibatasi pada dua nilai ekstrim. Pada tanah mineral kisaran pH berada pada niali pH 3,5 hingga
10,0 atau lebih, sedangkan untuk tanah organik (gambut) nilai pH dapat dikurang dari 3,0,
sebaliknya tanah alkalis dapat memiliki pH lebih dari 11,0.

http://www.caragampang.com/2014/08/pengertian-ph-tana/