Anda di halaman 1dari 19

RANGKUL GIZI UKOM

1. Menghitung IMT

IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2

Contoh :
BB = 50 kg, TB = 160 cm
IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53

2. Mengetahui batasan HB dan Anemia


Anemia : Suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari nilai
normal yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin
Standar kadar Hb menurut WHO :
o Balita < 11 g%
o Anak sekolah < 12 g%
o Wanita dewasa < 13g%
o Bumil < 11g%
o Buteki < 12g%
Klasifikasi Anemia untuk balita dan bumil berdasarkan kadar HB.
o Ringan 10 10,9 g/dl
o Sedang 7 9.9 g/dl
o Berat < 7 g/dl
Klasifikasi anemia sebagai masalah kesmas (prevalensi berdasar Hb)
o Normal < 4.9 %
o Ringan (9 11 g/dl) 5.0 19.9%
o Sedang (7 9 g/dl) 20.0 39.9 %
o Berat (< 7 g/dl ) > 40%
Penggolongan anemia berdasar morfologi (Wintrobe, 1974)
o akrositik normokrom (kekurangan Vit B12, asam folat)
o Mikrositik (kurang Fe), Anemia yang sering terjadi anemia kurang zat besi
(AGB)
o Normositik (kehilangan darah akut, penyakit ginjal dan hati)
Anemia Defisiensi Besi
o Anemia Defisiensi Besi pada umumnya terjadi melalui proses panjang, kecuali yg
disebabkan oleh perdarahan akut.
o Didahului dengan menurunnya simpanan besi (Defisiensi Besi) untuk jangka waktu
yang relatif lama, tergantung persediaan dan kebutuhan tubuh
Tahapan Defisiensi Besi

Tahap I - Simpanan besi berkurang

- Menurunnya feritin dalam plasma < 12 ug/L

- Belum terlihat perubahan fungsional tubuh

- Peningkatan absorbsi besi (TIBC)

Tahap II - Meningkatnya protoporfirin (prekursor hem)

- Habisnya simpanan besi

- Menurunnya transferin saturated (16% pada dewasa)

- Hb masih normal

Tahap III - Hb turun di bawah normal (hipokromik)


- Sel darah merah mengecil (mikrosirosis)

Kelompok Berisiko Anemia Gizi Besi

Bayi Balita dan Dewasa/WUS Bumil


Pertumbuhan anak sekolah Konsumsi rendah Peningkatan
yang pesat Pertumbuhan Fe, rendah protein kebutuhan
Cadangan besi yang pesat Makanan dengan Perubahan
menurun setelah Makanan bioavaibilitas fisiologis
4-6 bulan dengan rendah anemia
ASI tidak cukup bioavaibilitas Rendahnya fisiologis
untuk bayi 6 bln rendah perhatian thd kehamilan
ke atas Infestasi wanita dlm Makanan
MPASI dini cacing keluarga dengan
bioavaibilitas bioavaibilitas
lebih rendah rendah
dibandingkan ASI

3. Survey konsumsi gizi


- Survei konsumsi tingkat nasional
Neraca Bahan Makanan (NBM) , Gambaran komprehensif pola suplai makanan dari suatu negara
pada periode tertentu yg dihitung dari produksi pangan rutin, perubahan stok, impor & ekspor dan
distribusi pangan utk berbagai keperluan di dalam negara (FAO, 2001)

- Survei konsumsi tingkat rumah tangga


1. Food account Method Pencatatan harian semua makanan yg masuk ke rumah (dibeli,
hadiah/oleh2, dihasilkan oleh rumah tangga) selama periode tertentu (7 hari). Kuantitas,
merk dan harga juga dicatat
2. Household food record method Pencatatan makanan yg dikonsumsi oleh rumah
tangga dalam 1 minggu. Berat/volume makanan, deskripsi makanan (merk, cara masak) jg
dicatat
3. Household 24-h recall method Orang yg bertanggung jawab dlm persiapan makanan
di rumah tangga diwawancarai ttg makanan yg dikonsumsi dalam 24 jam ke belakang
- Survey konsumsi tingkat individu
1. Kuantitatif
Recall 24 jam : menanyakan pada responden apa yang dimakan selama 24
jam yang lalu
Recall 24 jam berulang : sama kayak diatas, tapi ini berhari-hari ditanyain
terus
Estimated Food Record (mencatat) : Responden diminta utk mencatat apa
yg dimakannya dalam periode waktu tertentu. Dapat dikonversi ke dalam
konsumsi zat gizi
Weighed Food Record : Paling akurat. Menimbang seluruh makanan yg
dimakan dalam satu periode tertentu
2. Kualitatif
FFQ (food frequency quesioner), frekuensi makanan tertentu yang
dimakan selama 1 minggu atau 1 bulan atau bisa juga beberapa tahun yang
lalu.
4. Jenis penyakit karena kurang gizi

KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)

Ciri-ciri : Gagal tumbuh, Underweight/kurang gizi, Stunted (pendek), Kurus, Sangat kurus
(severely wasted) pd marasmus, Odema pd kwashiorkor

Untuk ngelihat dia marasmus atau kwashiorkor, salah satunya bisa diilihat dari nilai Zscore

Jenis-Jenis KEP

Wasted (BB/PB atau BB/TB Stunted ( PB/U atau TB/U)


o Wasted Terlihat kurus karena tidak o Stunted Terlihat pendek, tapi tidak kurus
memiliki simpanan lemak yg memadai o Tidak dapat mengejar ketertinggalan
o Menjadi anemia (kurang Fe), Cadangan pertumbuhan TB
Fe sub-optimal o Akibat riwayat kurang gizi kronis atau
o Hipoglikemia kurang gizi berulang pada masa lampau.
o Beresiko terhadap penyakit infeksi o Performa fisik maupun kognitif
Tubuh lebih dingin cenderung di bawah anak normal

o o

JENIS SEVERE PEM (KEP BERAT)

Marasmus Kwashiorkor Maras Kwash


Penjelasan Karena rendahnya intake Rendahnya intake protein
energi dan zat gizi Ketidakseimbangan produksi
Biasanya terjadi pada 2 dan perpindahan radikal bebas
tahun pertama Kerusakan jaringan akan
kehidupan, atau usia lain mengakibatkan oedema,
saat terjadi krisis pangan pembesaran hati, rambut &
(kelaparan) wajah pucat, menderita diare
Lebih complicated
Umum terjadi usia 1-3 tahun
Tanda- BB/U -3SD Oedema pada lengan, tangan & Tubuh sangat
Tanda Sangat kurus, tangan dan wajah kurus (BB/U < -
kaki sangat kecil (LILA Wajah bulat seperti bulan 3 rd Z-score)
10-11 cm) (moon face) Oedema di
Wajah tampak tua (selalu BB/U < atau > -3rd SD lengan/wajah/ka
terlihat cemas dan perut buncit ki
muram) Apatis dan cengeng Memiliki salah
Perut buncit Hilang selera/nafsu makan satu atau
Sangat Kulit berwarna pucat, beberapa tanda
peka/sensitif/cengeng mengelupas/mengeriput marasmus/kwas
Terlihat sangat Rambut tipis, mudah rontok, hiorkor
lapar/rakus jika diberi berwarna merah moon face,
makan Pembengkakan hati karena rambut
pengaruh radikal bebas tipis/jarang,
kulit
mengelupas/ker
iput, cengeng

Gambar

PENYEBAB MASALAH GIZI (KERANGKA KONSEP UNICEF)


5. Penerapan gizi bumil, bayi, anak sekolah
1. Gizi Bumil
Trimester 1
- Pada akhir minggu ke-12 (trimester I), sebagian besar organ sudah terbentuk .Kekurangan
gizi akan berpotensi terjadinya gangguan terhadap sistem organ yang dapat dapat
mengubah/menghentikan fase perkembangan janin yang sedang berlangsung dan akan
berdampak seumur hidup. Misalnya:

a. reaksi yang tidak baik dari obat-obatan,

b. asupan vitamin A yang tinggi,

c. asupan zat gizi kurang (folat, zat besi, kalsium)

d. paparan radiasi atau trauma

- Bila terjadi kurang zat gizi, perkembangan janin akan terpengaruh lebih dulu sebelum
defisiensi tersebut tampak pada ibu.
- Pada trimester I kualitas asupan lebih penting dibandingkan kuantitas. Ibu harus pandai
memilih makanan yang padat gizi.
- Meski ibu umumnya kehilangan selera makan atau mual selama periode ini, namun ibu
harus berusaha memenuhi kebutuhan gizi.
Trimester II
- Proses pembentukan organ telah selesai.
- Lengan, tangan, jari tangan, kaki, dan jari kaki telah terbentuk secara utuh.
- Janin sudah memiliki telinga dan mulai membentuk penampang gigi di dalam rahang.
- Kurang gizi pada masa ini tidak lagi mempengaruhi aspek fisik dari janin
- Pada trimester ini, berat payudara ibu meningkat rata-rata 30% karena perkembangan sel-
sel yang memproduksi ASI. Cadangan lemak dibutuhkan sebagai energi tambahan yang
diperlukan untuk memproduksi ASI.
Trimester III
o Trimester III merupakan masa yang rumit dalam pertumbuhan janin.
o Panjang badan (PB) janin menjadi 2 kali lipat PB masa sebelumnya
o Kenaikan BB janin mencapai 34 kali BB sebelumnya.
o Bayi tidak memiliki cadangan mineral (terutama kalsium dan zat besi) dan lemak
yang dikumpulkan pada bulan terakhir kehamilan. Bayi mendapatkan prioritas
lebih dibandingkan ibu untuk mengambil cadangan zat gizi ibu.
o Pada usia kehamilan 9 bulan rata-rata bayi yang normal memiliki BB sebesar 3-4
kg dengan PB kira-kira 50 cm.
KEBUTUHAN ZAT GIZI BUMIL DAN EFEKNYA JIKA TIDAK
MENDAPATKAN ZAT GIZI DI BAWAH INI
o Energi : Selama hamil diperlukan tambahan kalori sebesar 80.000 kkal atau sebesar
285 - 300 kkal/hari (80 .000 kkal/ 280 hari). Pada trimester I sekitar 150 kkal per
hari, pada trimester kedua dan ketiga ibu sekitar 350 kkal per hari
o Protein : Zat gizi dasar untuk pertumbuhan janin. Fungsi: pembesaran uterus,
kelenjar mamae, plasenta, sirkulasi darah ibu, plasma protein, memelihara tekanan
osmotik, pembentukan cairan amnion. Hingga kehamilan 20 mgg, asam amino
janin diberikan lewat plasenta, selanjutnya hati janin dapat membuat sendiri
beberapa asam amino non esensial. Dalam tambahan kalori sebesar 300 kkal
tersebut harus terdapat protein sebanyak 10 gr untuk pertumb. & perkembangan
janin. Dibutuhkan sekitar 60 gr protein per hari.
o Fe : Saat hamil terjadi hemodilusi (pengenceran darah) sehingga bumil berisiko
anemia kebutuhan Fe bumil meningkat 2x lipat. Kebutuhan Fe terbesar pada
trimester akhir ketika janin menyimpan Fe sebagai cadangan dalam tubuhnya.
Cadangan ini akan digunakan pada 6 bln pertama dimana ASI tidak begitu kaya
akan Fe.Ketidakcukupan Fe akan menyebabkan kekurangan Hb dalam darah yang
diperlukan untuk membawa oksigen kepada janin & sel ibu hamil. Defisiensi Fe
lebih berpengaruh pada ibu. Ibu hamil perlu menambahkan sekitar 30 mg Fe dalam
diet karena kebutuhan Fe selama hamil tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan.
Anemia saat hamil berisiko: BBLR, bayi anemia, abortus, perdarahan saat
persalinan terutama pada anemia berat mengakibatkan kematian ibu
o Iodium : Defisiensi Iodium selama kehamilan dapat menyebabkan cretinisme pada
bayi yang ditandai dengan retardasi mental (pertumbuhan otak berkurang sekitar
30%) dan fisik, potbelly, lidah membesar, raut wajah yang khas seperti Downs
syndrome. Ibu yang mengkonsumsi iodium dalam jumlah berlebihan selama hamil
menyebabkan bayi lahir menderita goiter & hypotiroidism.Ibu hamil goiter bayi
berisiko goiter 10x lipat
o Kalsium :Penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi,
penggumpalan darah dan aktivitas otot. Gizi janin sudah tumbuh saat 5 bln
kehamilan. Absorbsi Ca saat hamil 2x dibanding saat normal, terutama tri III (untuk
pertumbuhan janin dan persiapan menyusui). Jika konsumsi Ca ibu rendah, maka
Ca akan diambil dari tulang ibu risiko osteoporosis. Minimal konsumsi 600
mg/hr (2 gls susu). Total 25 gr Ca dibutuhkan selama hamil .Selama trimester
terakhir Ca paling diperlukan. Pada saat itu, setiap jam janin memerlukan 13 mg
Ca yg didapat dari darah ibu. Ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi Ca sejak awal
kehamilan karena Ca dapat disimpan untuk digunakan pd saat keperluan akan Ca
meningkat.
o Natrium : Diperlukan untuk cairan amniotic. Selama hamil terjadi peningkatan
cairan ekstraselular kebutuhan Na meningkat. Meskipun kebutuhan naik,
konsumsi harus di atur agar tidak terjadi pregnancy induce hypertension (PIH)
o Zinc : Penting untuk perkembangan dan pertumbuhan organ janin terutama
pembelahan sel, sintesa DNA, RNA. Peningkatan protein akan memperbaiki intake
Zn. Defisiensi: malformasi congenital, janin mengalami gangguan pertumbuhan
o Vit A: Penggunaan Vit A (trim I) dapat mengakibatkan aborsi dan kelainan bawaan
pada bayi. Vitamin A penting untuk perkembangan sel, memelihara integritas jar
epitel, formasi gigi, pertumbuhan tulang
o Vit D : Vit D dan Ca bekerjasama dalam formasi jaringan skeletal. Def vit D
berhubungan dengan tidak sempurnanya metabolisme Ca pada janin (hipokalsemia
dan formasi gigi tidak sempurna)
o Vit E : Membantu proses reproduksi dan menurunkan aborsi spontan serta
stillbirths
o Vit K : Penting untuk koagulasi darah dan mencegah perdarahan saat persalinan
o Vit C : Fungsi utama untuk formasi kolagen dan kekebalan tubuh. Defisiensi:
dihubungkan dengan tidak sempurnanya membran janin dan kematian saat
persalinan.Konsumsi megadosis dapat menyebabkan janin dan bayi mengalami
ketergantungan
o Vit B : Secara umum fungsi vitamin B untuk metabolisme zat gizi makro. Vitamin
B1 dan B6 mencegah mual. Def vit B2 menghambat pembentukan kartilago,
skeletal tidak terbentuk sempurna (tulang pendek atau tulang rusuk menyatu). Def
asam folat kelainan bawaan, anemia makrositik
o FOLAT & VITAMIN B12 : Kedua vitamin ini bekerja bersama-sama untuk
memenuhi kebutuhan peningkatan vol. darah untuk janin & plasenta. Penelitian
membuktikan bahwa diet cukup folat sesudah/sebelum 6 mg kehamilan
mengurangi insiden dari neural tube defect (spina bifida). Suplementasi folat
yang berlebihan (350 mikrogram) yang biasanya diberikan bersama-sama Fe dapat
mempengaruhi absorpsi Zn
o Suplemen : Beberapa jenis zat gizi dibutuhkan dalam jumlah banyak saat
kehamilan, sehingga dibutuhkan suplentasi. Kalsium, Fe, asam folat, vit C, vit D,
Zn
KEBUTUHAN ZAT GIZI BAYI
o Energi : 108 Kal/kgBB/hr (6 bln pertama) .98 Kal/kgBB/hr (6 bln kedua
o Protein dan Asam Amino : Kebutuhan protein >> untuk pertumbuhan. Untuk
sintesa jaringan baru, enzim, hormone. 2.2g/kgBB/hr (6 bln pertama).1.6g/kgBB/hr
(6 bln kedua)
o Karbohidrat utama adalah laktosa (dari ASI) : untuk pertumbuhan lactobacillus
bifidus
o Lemak : Sumber energi utama (40-55% total energi). Komposisi lemak tubuh lebih
banyak dibdg dewasa. Konsumsi lemak dan kolesterol saat bayi akan
mempengaruhi program metabolik dan kesehatan di kemudian hari (metabolisme
asam lemak, kolesterol dan obesitas). ASI memberikan omega 3 dan 6 yg sangat
dibutuhkan oleh otak.
o Air : Komposisi air tubuh lebih banyak dibdg dewasa. Bayi mudah dehidrasi (rentan
terhadap keseimbangan air).Bayi membutuhkan air per kgBB lebih banyak dibdg
dewasa yg sebag besar berada di ekstrasel. Ginjal belum sempurna
o Vitamin dan mineral : Mempengaruhi kecepatan pertumbuhan, mineralisasi tulang,
peningkatan panjang tulang, volume darah.0-6 bulan dicukupi dari ASI. Ca
(absorbsi Ca ASI 61%, susu formula 38%)

*Gengs yang gizi buat pra sekolah, remaja, dewasa, dan lansia kalian baca skrining aja ya di ppt
dasgiz dulu. Antara penting ga penting gitu kalo semua di taruh sini. Yang dikisi-kisi lebih
ditekanin di bumil kayaknya, makanya aku taruh semua disini yang gizi bumil

6. Jenis-jenis imunisasi pada bayi anak

1. Imunisasi BCG,Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan

keberadaan virus tubercle bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki

kekebalan aktif, dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi

BCG (Bacillus Celmette-Guerin)

2. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah

masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat

menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker

hati.

3. Imunisasi Polio, Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus

polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.


4. Imunisasi DTP, Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus,

dan pentusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil.

5. Imunisasi Campak, Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya.

Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh

antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh

virus Morbili.

6. Imunisasi HIB. Penyakit Hib bisa dicegah melalui imunisasi Hib. Imunisasi Hib tidak

dapat melindungi kanak- kanak daripada mendapat penyakit yang disebabkan oleh

bakteria/ virus yang lain. Kanak- kanak mungkin boleh mendapat lain jenis jangkitan

radang paru- paru, radang selaput otak atau selesma. Semua bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan

perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan

Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3

7. Imunisasi Rotavirus Rotavirus merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak

dan menyebabkan kematian. Studi terbaru mengungkapkan vaksin rotavirus terbukti

efektif dan memberikan perlindungan yang luas. Baru-baru ini sebuah vaksin rotavirus

diperkenalkan dan telah terbukti sangat efektif serta memiliki beberapa manfaat yang tidak

terduga. Hal ini karena vaksin tersebut memberikan perlindungan yang lebih luas bagi anak

yang menerima vaksin dan orang-orang disekitarnya. Para peneliti yang mengevaluasi

vaksin tersebut menyimpulkan vaksin ini efektif karena terbukti menurunkan pasien rawat

inap akibat diare di rumah sakit sebanyak 50 persen. Penurunan ini terjadi hanya setelah 2

tahun program imunisasi dimulai.

8. Imunisasi Pnemokokus. Vaksin pneeumokokus konjungat merupakan vaksin kedua yang

digunakan untuk mencegah radang selaput otak (Hib adalah yang pertama). Dulu vaksinini

hanya dianjurkan untuk dewasa berusia 65 tahun atau lebih dan tidak digunakan pada anak

karena tipe vaksin yang terdahulu (polisakarida) tidak bagus digunakan pada anak. Vaksin
ini memberikan kekebalan terhadap 7 strain bakteri pneumokokus penyebab terbanyak

infeksi serius pada anak. Vaksin ini baru dapat mencega infeksi telinga tengah, meningitis,

pneumonia (radang paru), dan bakteremia akibat bakteri pneumokokus. Bayi harus

mendapatkan vaksin ini sebanyak 4 dosis, yang diberikan pada usia 2, 4, 6 dan 12 15

bulan. Anak yang berusia lebih tua tidak memerlukan pengulangan dosis sebanyak ini.

Konfirmasi dengan dokter anak jika anak anda mulai mendapatkan vaksin pada usia yang

lebih tua. Untuk anak berusia lebihdari 5 tahun yang ingin diberikan imunisasi dapat

diberikan vaksin pneumokokus polisakarida. Vaksin pneumokokus dapat diberikan

bersamaan dengan vaksin lainnya

9. Imunisasi influenza. Imunisasi influenza untuk pencegahan influenza musiman.

Influenza (flu) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Ada berbagai jenis

virus flu, dimana mereka sering ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala influenza suhu

tinggi (demam), nyeri otot, batuk, sakit kepala dan kelelahan yang ekstrim. Flu biasanya

berlangsung selama antara dua dan tujuh hari dan biasanya membaik secara spontan.

Kebanyakan orang bisa sembuh sepenuhnya, tetapi komplikasi, seperti infeksi dada atau

pneumonia, berkembang di beberapa kasus.

Vaksin Keterangan

BCG Diberikan sejak lahir. Apabila umur > 3 bulan harus


dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG
diberikan apabila uji tuberkulin negatif.

Hepatitis B HB diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir,


dilanjutkan pada umur 1 dan 3-6 bulan. Interval dosis
minimal 4 minggu.

Polio Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk


bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan saat bayi
dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus
vaksin kepada bayi lain).

DTP Diberikan pada umur 8 minggu, DTwP atau DTaP

Campak Campak-1 umur 9 bulan

Hib Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval


2 bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.

Pneumokokus ( Pada anak yang belum mendapat PCV pada


PCV ) umur > 1 tahun PCV diberikan 2-4 kali

Influenza diberikan setelah usia 6 bulan 2 kali pemberian


selang 1 bulan

7. Perbedaan suplementasi dan fortifikasi

Fortifikasi Suplementasi
Upaya meningkatkan mutu gizi bahan - Suplemen : sesuatu yang dikonsumsi
makanan dg menambahkan satu atau lebih secara oral dalam dosis tertentu dalam
zat gizi mikro tertentu pd bahanan makanan bentuk pil, kapsul, bubuk, atau cairan
atau makanan. - Bentuknya lebih simple, misalnya
Ada yg bersifat wajib (diatur oleh dalam bentuk tablet tambah darah
pemerintah), ada yg sukarela (inisiatif (TTD, atau dalam bentuk cairan seperti
produsen). suplementasi buat makanan.

Fortifikasi vit A - Contohnya suplementasi asam folat,


Di negara maju pd sereal sarapan & susu suplementasi kalsium, suplementasi
Amerika Latin gula besi pada bumil, suplementasi vitamin
Afrika minyak goreng, MSG, terigu pada atlet
Fortifikasi vit A di Indonesia - lebh mudah dalam mengatur atau

MSG mengontrol dosis kebutuhan tubuh


kita,karena telah tertera dalam setiap
Hanya sampai tahap percobaan, krn ditolak
takarannya
produsen (MSG berubah warna)
- Menambah fungsi makan dan nutrisi yang
Beras premix
lain, memperkuat daya tahan tubuh
Tdk berhasil krn warna berubah, ada - cukup untuk mengatasi kekurangan
kebiasaan menampi & mencuci beras sejumlah zat gizi (vitamin ekstra)
Taburia sudah berjalan
Minyak goreng dalam proses
pengembangan

Tabel dibawah ini buat skrining bacaan kalian aja yaa, kalo penjelasan diatas kurang jelas. Intinya
kalo fortifikasi itu udah ditambahin zat gizi tertentu di makanan sama perusahaanya, kayak garam
di fortifikasi, tepung difortifikasi. Kalo suplementasi, lebih simple ingget aja semacem suplemen
makanan, suplemen vitamin.

FORTIFIKASI
KELEBIHAN KEKURANGAN
Efektif untuk jangka tidak dapat memenuhi kebutuhan vitamin/zat2 yang
menegah dan panjang dan untuk mengatasi masalah diperlukan oleh tubuh secara optimal
kekurangan gizi makro dan mikro
Menjangkau semua segmen penyerapanny tdk secara langsung dbndngkn dgn
dari populasi sasaran suplementasi.
Biaya rendah fortifikan (senyawa fortifikasi) mungkin perlu di
impor
tidak menyebabkan efek samping pada saluran tidak dpt memenuhi bhn gizi scr optimal,krn tidak
pencernaan, cenderung lebih aman smua bhan mkanan dfortifikasi
menggantikan zat-zat gizi yang hilang dari makanan Butuh teknologi yang memadai agar zat yang
pokok dan membuat makanan tersebut jauh lebih difortifikasikan kandungannya tidak berubah
bergizi tanpa merubah rasa atau tampilannya.
Sumber daya eksternal tersedia dari teknologi yang senyawa tidak larut air seperti besi elemen tidak
memadai dan mudah ditransfer menimbulkan perubahan warna dan bau, namun
Pangan pembawa yang cocok dan fasilitas pengolahan sulit diserap oleh tubuh sehingga nilai gizinya sangat
yang terorganisir. rendah
Cakupan program fortifikasi yaitu menjangkau semua
segmen dari populasi sasaran.
Tidak memerlukan kerjasama yang intensif dan
kerelaan pribadi masing-masing individu
aman karena dosis moderat membutuhkan biaya yang banyak untuk membuat
asupan gizi kontinyu variasinya

mudah didapatkan pd makanan. tidak semua orang menyukai jenis makanan yang
difortifikasi tersebut
metode yang paling efektif untuk meningkatkan status kadar fortifikan yang terdapat pada produk rendah
kesehatan dan mencegah defisiensi suatu zat gizi
tertentu
sudah disesuaikann angka kecukupannya kurang memenuhi kebutuhan vitamin atau zat-zat
yang diperlukan oleh tubuh
Pada makanan fortifikasi tidak mengubah kondisi senyawa besi larut air seperti besi sulfat, besi laktat
makanan, Baik bentuk, warna, rasa, bau, kekentalan, dan sebagainya, yang diketahui paling mudah
dan lain-lain diserap tubuh, seringkali menyebabkan perubahan
warna dan bau yang tidak diinginkan pada pangan
tunggangannya
pengaruh perubahan terhadap tubuh signifikan kurangnya sumber daya manusia
populasi sasarannya luas, tidak diperlukan tak ada dukungan dana dan tidak jelasnya peran
sarana/program khusus dalam pemberian pemerintah dalam upaya program fortifikasi pangan
tidak merusak rasa makanan rendahnya penguasaan teknologi
upaya preventif dalam mengatasi gizi buruk
Dosis sudah sesuai.
mengembalikan zat-zat yang awalnya terdapat dalam
jumlah yang siquifikan dalam pangan
Fortifikasi dengan mikronutrien dalam rasio tertentu
dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
berbagai risiko penyakit.
makanan dapat dikreasikan beraneka ragam dlm
penambahan zat gizi

SUPLEMENTASI
KELEBIHAN KEKURANGAN
praktis dikonsumsi berlebihan bisa membuat kerja lambung
semakin berat, gangguan pencernaan
banyak pilihan relatif mahal
mudah didapat
berbagai macam bentuk mulai dari tablet sampai cair berbahaya bagi ginjal dan hati serta dapat
meningakatkan tekanan darah
Efektif untuk jangka panjang tdk smua suplemen bs diminum oleh smua
orang,sblm meminumnya hrs tau kontra indikasinya
tidak perlu perlakuan khusus tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh secara
maksimal (tidak seperti saat mengkonsumsi sayur
dan buah
lebh mudah dalam mengatur atau mengontrol dosis melatonin yang mungkin terjadi jika dikonsumsi
kebutuhan tubuh kita,karena telah tertera dalam berlebihan adalah peningkatan tekanan darah, sakit
setiap takarannya kepala, suhu badan dan libido menurun, depresi dan
berkurangnya kesuburan
Memperkuat daya tahan tubuh memerlukan motivasi yang berkelanjutan dalam
mengkonsumsi suplemen
Menambah fungsi makan dan nutrisi yang lain Tidak semua vitamin/zat gizi dpt dipenuhi melalui
suplementasi
cara yang paling efektif untuk meningkatkan kadar zat tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh secara
besi dalam jangka pendek maksimal (tidak seperti saat mengkonsumsi sayur
dan buah)
cukup mengatasi kekurangan beberapa zat gizi intoksikasi bahan kimia dari suplement
(vitamin ekstra)
cukup untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi hanya bersifat sementara tidak permanen
(vitamin ekstra)
tambahan zat gizi bisa lebih fokus Tergantung kepada kemauan dan sumberdaya yang
ada
baik untuk mengobati penyakit tertentu terkadang jenis suplemen yang digunakan tidak
didukung dengan adanya bukti signifikan mengenai
manfaat suplemen tersebut

memiliki khasiat/hasil yang nyata sifatnya ketergantungan

8. Pedoman Umum Gizi Seimbang

AKG 2013 rata-rata kecukupan energi secara nasional 2150 kkal dan 57 gr protein /hari atau 25%
dari kebutuhan