Anda di halaman 1dari 15

1.

HIPOTIROIDISME
1.1 Definisi

Hipotiroid adalah suatu kondisi dimana berkurangnya produksi hormon


yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Terdapat dua hormon yang dihasilkan oleh
kelenjar tiroid yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroid hormones thyroxine
(T4). Sebagian besar kasus hipotiroidisme pada anjing adalah karena akibat dari
kelainan autoimun, dimana sistem imunitas tubuh anjing menyerang jaringan
jaringan kelenjar tiroid, atau disebut dengan autoimmune thyroiditis. Pada
kondisi tersebut, sistem tubuh anjing akan berupaya untuk mengatasi gangguan
ini dengan cara memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang banyak.
Namun, pada akhirnya, kelenjar tiroid tidak mampu mengejar
ketertinggalannya dan akan semakin banyak jaringan kelenjar yang diserang,
hingga akhirnya anjing dapat mengalami kondisi hipotiroid.

Hipotiroid biasanya menyerang anjing yang sudah dewasa dan lanjut


usia, antara usia 4-10 tahun. Beberapa ras anjing dinilai memiliki
kecenderungan hipotiroid yang lebih kuat, yakni anjing yang berukuran tubuh
antara sedang hingga besar dan tipe pemburu, seperti Doberman Pinscher,
Golden Retriever, Irish Setter, Great Dane, Dachshund, Greyhounds, Cocker
Spaniel, Airedale Terriers dan Boxer.

1.2 Patofisiologi
Hipotiroid dapat disebabkan oleh gangguan sintesis hormon tiroid atau
gangguan pada respon jaringan terhadap hormon tiroid. Sintesis hormon tiroid
diatur sebagai berikut:
1. Hipotalamus membuat Thyrotropin Releasing Hormone (TRH) yang
merangsang hipofisis anterior.
2. Hipofisis anterior mensintesis thyrotropin (Thyroid Stimulating Hormone =
TSH) yang merangsang kelenjar tiroid.
3. Kelenjar tiroid mensintesis hormon tiroid (Triiodothyronin = T3 dan
Tetraiodothyronin = T4 = Thyroxin) yang merangsang metabolisme jaringan
yang meliputi: konsumsi oksigen, produksi panas tubuh, fungsi syaraf,
metabolisme protrein, karbohidrat, lemak, dan vitamin-vitamin, serta kerja
daripada hormon-hormon lain.
Hipotiroid dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau
hipotalamus. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid, maka kadar
HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena
tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan
hipotalamus. Apabila hipotiroid terjadi akibat malfungsi hipofisis, maka kadar
HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. TRH dari hipotalamus
tinggi karena tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT.
Hipotiroid yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan
rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH. Hipertiroidisme ini juga bisa
menyebabkan gejala seperti kelemahan, kerontokan rambut, kuku rapuh, kulit
kering, suara menjadi parau, suhu tubuh dan frekwensi nadi abnormal,
peningkatan berat badan tanpa peningkatan asupan makanan, mengalami
kelainan kulit.
Hipotiroidisme dewasa biasanya disebabkan oleh tiroiditis limfositik
atau atrofi tiroid idiopatik.
Tiroiditis limfositik ditandai dengan infiltrasi kelenjar tiroid oleh limfosit,
sel plasma, dan makrofag. Akhirnya, jaringan ikat fibrosa menggantikan
parenkim.
Atrofi tiroid Idiopatik ditandai dengan tiroid parenkim digantikan oleh
jaringan adiposa. Atrofi tiroid Idiopatik mungkin merupakan akibat dari
tiroiditis.

1.3 Etiologi
Hipotiroid disebabkan oleh penurunan produksi hormon oleh kelenjar
tiroid. Penurunan hormon tersebut dapat disebabkan oleh kerusakan dari
kelenjar tiroid itu sendiri dan penurunan produksi thyroid stimulating hormon
(TSH) yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary. Dimana fungsi dari kelenjar
pituitary yaitu, apabila produksi hormon T4 mengalami penurunan, maka
kelenjar pituitary akan menghasilkan TSH, sehingga akan merangsang kelenjar
tiroid untuk memproduksi hormon T4.

1.4 Gejala Klinis


Hormon tiroid mempengaruhi setiap sistem organ yang penting.
Kelenjar tiroid berfungsi untuk mempertahankan tingkat metabolisme di
berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon
tiroid merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar sel di tubuh, membantu
mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk pertumbuhan
dan pematangan normal. Pada hewan seperi anjing, adapun gejala klinis yang
disebabkan oleh kekurangan hormon tiroid, yaitu : pada cutaneous dan non-
cutaneous.
Adapun gejala klinis pada cutaneous dapat berupa :

Kerontokan pada rambut anjing, sehingga dapat menyebabkan alopesia.

A B

C D

Gambar 1. Alopesia pada daerah kepala (A), flank (B), kerontokan pada daerah ekor
(C), dan alopesia yang berkepanjangan (D)
Adapun gejala klinis non-cutaneous, seperti :
Gangguan metabolik : berat badan bertambah tanpa peningkatan nafsu
makan, lesu, lemah, tidak tahan dingin.
Perubahan tingkah laku

1.5 Diagnosa
Tidak ada satu tes yang dapat diandalkan untuk hipotiroidisme. Dokter
harus bergantung pada kecurigaan klinis berdasarkan evaluasi signalment,
sejarah dan pemeriksaan fisik. Ada berbagai penyelidikan yang mendukung
evaluasi diagnosis. Ini termasuk hematologi, biokimia serum, histopatologi dan
test fungsi tiroid.
Hematologi
Temuan yang paling konsisten adalah normositik, anemia non-
regeneratif, tapi ini hanya terlihat sekitar 30% dari kasus yang dilaporkan.
Makrositik dan mikrositik anemia -hypochromic juga dapat terjadi.
Biokimia
Di antara 50 dan 75% dari anjing hipotiroid kadar kolesterol serum dan
trigliserida meningkat. Mungkin ada peningkatan ringan pada serum creatine
kinase dan fosfatase alkali.
Histopatologi
Pemeriksaan histopatologi akan menunjukkan perubahan endokrin non-
spesifik dan non diagnostik.
Test Fungsi Tiroid
Pengukuran konsentrasi total T4: konsentrasi T4 total adalah pengukuran
hormon tiroid statis yang paling umum dilakukan dan merupakan tes
screening awal yang baik untuk hipotiroidisme pada anjing. Secara umum
anjing dengan konsentrasi T4 baik dalam kisaran normal dapat diasumsikan
memiliki fungsi tiroid normal, namun konsentrasi T4 di bawah kisaran
normal tidak diagnostik untuk hipotiroidisme. Dalam hal ini hewan
mungkin normal, hipotiroid, atau menderita penyakit nonthyroidal dengan
penurunan sekunder dalam konsentrasi T4 basal (sakit sindrom eutiroid).
Faktor-faktor seperti waktu, usia, jenis, dan suhu lingkungan, dapat
mempengaruhi konsentrasi T4. Dalam satu penelitian, 50-60% dari anjing
yang normal memiliki total T4 serum rendah pada waktu siang hari. Estrus,
kehamilan, obesitas, malnutrisi, glukokortikoid eksogen, dan obat-obatan
seperti trimetoprim / sulfametoksazol, antikonvulsan, salisilat, dan
fenilbutazon juga dapat mengubah konsentrasi T4 basal. Penyakit sistemik
lainnya yang sangat mungkin mempengaruhi penurunan konsentrasi T4
basal yaitu diabetes mellitus, gagal ginjal, gagal hati, dan infeksi.
Pengukuran konsentrasi total T3: konsentrasi T3 kurang akurat dalam
membedakan anjing yang mengalami hipotiroid.
TSH tes stimulasi : Tes stimulasi TSH mengevaluasi respon dari kelenjar
tiroid untuk eksogen TSH. Ini adalah tes yang akurat dari fungsi tiroid pada
anjing namun penggunaannya dibatasi oleh biaya dan terbatasnya
ketersediaan TSH. TRH tes stimulasi: Pada orang tes ini digunakan untuk
mengevaluasi fungsi kelenjar pituitary (perubahan TSH setelah TRH
administrasi), namun pada anjing tes telah didominasi digunakan untuk
mengevaluasi fungsi kelenjar tiroid dengan pengukuran perubahan
konsentrasi T4 setelah pemberian TRH.
Tiroid USG : Penentuan ukuran kelenjar tiroid dan volume dengan USG
juga dapat menjadi diagnosa tambahan yang berguna untuk membedakan
antara anjing hipotiroid dan hipertiroid. Penelitian menunjukkan bahwa
ultrasonografi memiliki sensitivitas rendah tetapi spesifisitas yang relatif
tinggi untuk diagnosis hipotiroidisme.

1.6 Pengobatan
Pengobatan masalah sekunder seperti pioderma dangkal atau Malassezia
dermatitis diperlukan dengan terapi topikal dan sistemik yang tepat.
Sodium levothyroxine (T4 sintetik) adalah suplemen tiroid menjadi
rekomendasi untuk memulai terapi dengan dosis Levothyroxine (0.02mg /
kg secara oral setiap 12 jam) harus diberikan.
Anjing dengan penyakit jantung bersamaan, khususnya kardiomiopati,
harus dimulai pada dosis yang lebih rendah secara bertahap meningkat.
Dosis awal 0.005mg / kg setiap 12 jam diberikan, meningkat 0.05mg / kg
setiap dua minggu sampai 0.02mg / kg tercapai.
Pemantauan terapi dapat dilakukan 2 - 4 bulan setelah memulai pengobatan.
Serum TT4 harus berada dalam kisaran normal atau di atas tinggi, dan TSH
harus rendah (Hnilica, 2012). Pemantauan terapi sangat penting dilakukan
untuk pemantauan T4 serum dan konsentrasi T3 akan memungkinkan
dokter untuk mengidentifikasi alasan untuk kegagalan untuk menanggapi
suplemen tiroid dan memungkinkan individualisasi dosis dan frekuensi
dosis. Pengukuran T3 serum dan konsentrasi T4 harus dilakukan setelah
setidaknya satu bulan terapi. Sampel serum diambil sebelum, dan 4-6 jam
setelah pengobatan dan diajukan untuk pengukuran konsentrasi T4. Dosis
dan frekuensi suplemen tiroid kemudian dapat disesuaikan dengan tepat.

2. HIPERTIROIDISME
2.1 Definisi

Hipertiroidisme adalah sekresi berlebihan hormon tiroid oleh kelenjar


tiroid. Hormon yang paling umum dihasilkan yaitu tiroksin (T4) dan
triiodotironin (T3). Hipertiroidisme terjadi paling umum pada kucing yang
lebih tua dan jarang pada anjing. Rata-rata usia kucing dengan hipertiroidisme
adalah 13 tahun; hanya sekitar 5% dari kucing hipertiroidisme lebih muda dari
10 tahun. Ada 2 kelenjar tiroid terletak di leher. Salah satu atau kedua kelenjar
dapat membesar dan menyebabkan kelebihan hormon tiroid. Keterlibatan
kedua kelenjar lebih umum dari keterlibatan satu kelenjar. Hormon tiroid
mempengaruhi fungsi sebagian besar organ dalam tubuh, sehingga tanda-tanda
hipertiroidisme cukup variabel.
Hipertiroidisme (tirotoksikosis) adalah gangguan yang dihasilkan
karena konsentrasi berlebihan dari tiroid aktif hormon triiodothyronine (T3)
dan / atau tiroksin (T4) yang beredar. Pertama kali dijelaskan pada kucing pada
tahun 1979, hipertiroidisme telah menjadi gangguan endokrin yang paling
umum dari spesies ini dan penyakit yang sering didiagnosis dalam praktek
hewan kecil. Pada hewan anjing, tumor thyroid terjadi pada anjing dewasa dan
anjing tua dengan rata-rata umur kira-kira 10 tahun. Penyakit ini tidak melihat
jenis kelamin, tidak sama seperti pada manusia dimana wanita 2 kali lebih
rentan untuk perkembangan kanker thyroid dibanding laki-laki. Beagle dan
Golden Retriever cenderung menunjukkan perkembangan carcinoma thyroid,
dan Boxer menunjukkan perkembangan adenoma dan carcinoma.

Sejak pertama kali dilaporkan pada akhir 1970-an, telah terjadi


peningkatan yang stabil tetapi dramatis dalam prevalensi hipertiroidisme pada
kucing di seluruh dunia. Hal ini sekarang dianggap sebagai gangguan endokrin
pada kucing (endocrine disorder) yang paling umum, dengan diabetes mellitus
sebagai yang kedua.

2.2 Patofisiologi
Hormon Tiroksin (T4) dan Triodotironin (T3) dibentuk di sel epitel
yang mengelilingi folikel kelenjar tiroid. Pembentukan dan pelepasan T3 dan
T4 serta pertumbuhan kelenjar Tiroid dirangsang oleh tirotropin (TSH) dari
hipofisis anterior. Pelepasannya selanjutnya dirangsang oleh tirobelin (TRH)
dari Hipotalamus.
Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme, kelenjar tiroid akan
membesar 2-3 kali ukuran normal, disertai dengan banyak hyperplasia dan
lipatan-lipatan sel-sel folikel. Pada hipertiroidisme kelenjar tiroid dipaksa
mensekresikan hormon hingga diluar batas, sehingga membuat sel-sel sekretori
membesar. Akibat adanya pembesaran sel-sel sekretori ini, esophagus dan
trakea tertekan dan menyebabkan gangguan respirasi, gangguan menelan dan
sesak nafas.
Efek hormon tiroid pada mekanisme tubuh yang spesifik meliputi
peningkatan kebutuhan vitamin, meningkatkan laju metabolism dan
menurunkan berat badan. Sedangkan efek pada system kardiovaskuler meliputi
peningkatan kekuatan jantung, peningkatan frekuensi denyut jantung,
peningkatan aliran darah dan curah jantung. Efek lainnya yaitu peningkatan
pernafasan, peningkatan motilitas saluran cerna, efek merangsang pada system
saraf (SSP), peningkatan fungsi otot, meningkatkan kecepatan sekresi sebagian
besar kelenjar endokrin lain.

2.3 Etiologi
Penyebab dari penyakit yang umum ini tidak diketahui, dan karena
itu pencegahan penyakit ini tidak mungkin. Ada kemungkinan bahwa lebih dari
satu faktor yang terlibat dalam patogenesisnya. Paparan seumur hidup atau
secara terus menerus oleh goitrogens dalam makanan atau air, dapat
menyebabkan goiter euthyroid (perubahan ukuran abnormal gl thyroid) dan
akhirnya hiperplasia adenomatosa, adenoma tiroid dan hipertiroidisme.
Hipertiroidisme, relatif umum pada kucing dan jarang pada anjing.
Ada banyak agen lainnya (goitrogens dan pengganggu endocrine)
yang dapat mempengaruhi kucing, baik melalui makanan, kemasan atau di
lingkungan, yang mungkin lebih penting karena perbedaan-perbedaan dalam
metabolisme, khususnya di jalur glukoronidasi, yang lambat pada kucing.
Isoflavon kedelai, genistein dan daidzein, yang berpotensi goitrogenik yang
adalah konstituen atau unsur umum dalam makanan komersial kucing dan
mungkin ada dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk mengerahkan
beberapa efek biologis (Peterson dan Ward, 2007).
Pada beberapa penelitian dan observasi buku, penyebab lain yaitu
benigna hiperplasia adenomatosa (adenoma) dari satu (<30% kasus) atau, lebih
umum, kedua lobus tiroid (> 70% kasus) adalah kelainan patologis yang paling
umum yang terkait dengan hipertiroidisme pada kucing, terjadi pada lebih dari
98% kasus. Secara mikroskopis, bentuk normal dari folikel tiroid digantikan
oleh satu atau lebih dari jaringan hiperplastik, membentuk nodul mulai dari 1
mm sampai 2 cm. Sebaliknya, karsinoma tiroid merupakan penyebab yang
jarang dari hipertiroidisme pada kucing, hanya terdiri dari <2% dari kasus yang
ada. Sedangkan pada anjing, karsinoma tiroid merupakan penyebab utama
hipertiroidisme.
Perkembangan disfungsi tiroid memainkan peran kecil dalam
anjing dibandingkan dengan kucing, meskipun terapi khusus mungkin
diperlukan dalam kasus-kasus individu. Secara keseluruhan, tumor tiroid pada
anjing yang non-fungsional, massa karsinomatosa invasif, sedangkan di kucing
mereka umumnya fungsional, non-invasif, massa adenomatous relatif kecil.

2.4 Gejala Klinis


Gejala hipertiroidisme pada anjing diakibatkan oleh peningkatan
metabolisme yang membuat tubuh menjadi overdrive. Hal ini terjadi karena ada
penyimpangan dalam semua sistem tubuh. Paling umum, kondisi tersebut
mengakibatkan penurunan berat badan, meski terjadi peningkatan nafsu makan.
Berikut adalah beberapa gejala pada anjing dengan hipertiroidisme :

Penurunan berat badan yang berlebihan


Meningkatnya nafsu makan
Sering buang air kecil dan bertambah haus
Muntah
Diare
Depresi
Kelemahan
Kelenjar tiroid yang membesar, terasa seperti benjolan di leher
Sulit bernafas
Detak jantung tak teratur
Gambar 2. Anjing yang menunjukan gejala hipertiroidisme

2.5 Diagnosa
Ada tiga kriteria utama untuk mendiagnosis hipertiroidisme, yaitu :

Tanda-tanda Klinis
Palpasi kelenjar tiroid membesar
Biasanya, kelenjar tiroid pada kucing tidak dapat diraba. Dalam
kebanyakan kucing dengan hipertiroidisme, kelenjar menjadi cukup besar
untuk merasa. Kadang-kadang kelenjar menjadi begitu besar, itu benar-
benar bermigrasi atau "tenggelam" ke dalam rongga dada, dan tidak bisa
dirasakan. Mungkin juga ada kasus di mana kelenjar tiroidtisuditemukan
di daerah lain dari leher dan dada. Ini disebut jaringan tiroid ektopik.
Peningkatan kadar hormon tiroid
Tingginya kadar T4 menunjukkan hipertiroidisme pada kucing. tingkat T3
tinggi juga menunjukkan hipertiroidisme, namun, dalam 25% dari kucing
hipertiroid T3 tidak meningkat meskipun T4 tinggi. Untuk alasan ini,
tingkat darah dari T4 terutama digunakan untuk mendiagnosa
hipertiroidisme. Kadang-kadang, hewan dengan ginjal bersamaan,
jantung, atau penyakit yang melemahkan lainnya mungkin memiliki
hipertiroidisme tapi normal atau hanya sedikit meningkat T4. Jika hewan
diduga memiliki hipertiroidisme namun memiliki tes darah normal
disarankan bahwa hewan akan kembali diuji setelah penyakit saat ini
berada di bawah manajemen medis yang tepat.

Karena banyak dari tanda-tanda hipertiroidisme juga dapat


ditemukan pada penyakit lain seperti diabetes mellitus, Gagal ginjal,
penyakit jantung, atau penyakit hati, tes laboratorium lain seperti
CBC.kimia serum, dan urinalisis umumnya dilakukan untuk menentukan
apakah penyakit ini hadir. Hasil tes juga akan mempengaruhi jenis
pengobatan yang paling tepat. Kucing dengan hipertiroidisme mungkin
memiliki sedikit peningkatan dalam jumlah sel-sel darah merah,
peningkatan enzim hati, dan peningkatan SANGGUL dan kreatinin, yang
mengukur fungsi ginjal.

Kadang-kadang, dokter hewan akan menggunakan tes lain untuk


mengkonfirmasi diagnosis mereka hipertiroidisme. Ini termasuk tes
penekanan T3, tiroliberin tes stimulasi, pengukuran T4 bebas, dan tiroid
radionuklida serapan dan pencitraan.

2.6 Pengobatan

Kucing dengan hipertiroidisme dapat diobati dengan terapi radioiodin,


tiroidektomi, pemberian obat antitiroid kronis, atau terapi nutrisi seumur hidup
(diet yodium-defisiensi). Yodium radioaktif memberikan perawatan yang
sederhana, efektif, dan aman dan dianggap sebagai pengobatan pilihan.
Radioiodin terkonsentrasi di dalam tumor tiroid, di mana secara selektif
menyinari dan menghancurkan jaringan tiroid yang hiperfungsi.

Bedah tiroidektomi juga merupakan pengobatan yang efektif untuk


hipertiroidisme pada kucing. Dengan tumor tiroid unilateral,
hemithyroisdectomy memperbaiki keadaan hipertiroid, dan suplementasi
tiroksin biasanya tidak diperlukan. Untuk tumor tiroid bilateral, tiroidektomi
lengkap ditunjukkan, namun fungsi paratiroid harus dipertahankan untuk
menghindari hipokalsemia pasca operasi. Suplementasi tirosin harus dimulai 1-
2 hari setelah tiroidektomi sempurna. Jika hipoparatiroidisme iatrogenik
berkembang, pengobatan dengan vitamin D dan kalsium juga ditunjukkan.

Pengobatan dengan methimazole, obat antitiroid, mengendalikan


hipertiroidisme dengan menghalangi sintesis hormon tiroid. Carbimazole
adalah obat antitiroid serupa yang tersedia di banyak negara Eropa, Australia,
dan Jepang; Ini memberikan efeknya melalui konversi langsung ke metimazol
setelah pemberian Propylthiouracil, obat antitiroid lain, tidak disarankan untuk
digunakan pada kucing karena tingginya efek samping yang serius (terutama
anemia hemolitik dan trombositopenia). Dosis metimazol awal harian yang
dianjurkan adalah 2,5-5 mg dalam dua dosis terbagi. Dosis disesuaikan untuk
menjaga konsentrasi hormon tiroid beredar dalam rentang normal dan diberikan
setiap hari. Efek sampingnya, yang lebih serius adalah agranulositosis dan
trombositopenia, berkembang pada <5% kucing yang diobati. Jika ini terjadi,
methimazole harus dihentikan dan terapi suplementasi dilembagakan; reaksi
merugikan ini harus diatasi dalam 2 minggu. Untuk mempertahankan kadar
hormon tiroid yang normal dan untuk memantau reaksi yang merugikan selama
3 bulan pertama pengobatan (bila efek samping yang paling serius yang terkait
dengan terapi metimazol berkembang), CBC dan penentuan hormon tiroid
serum harus diulang pada 2 sampai 4 minggu. interval, dengan dosis obat
disesuaikan seperlunya. Selanjutnya, konsentrasi serum T4 harus diukur pada
interval 3- sampai 6-mo untuk memantau persyaratan dosis dan respons
terhadap pengobatan.

Penggunaan terapi medis selain methimazole mungkin diperlukan jika


efek sampingnya berkembang. Untuk sebagian besar, terapi medis alternatif ini
untuk penggunaan jangka pendek dan hanya direkomendasikan sebelum
menggunakan pilihan perawatan yang lebih permanen.

Propranolol dan atenolol adalah agen penghambat -adrenoseptor yang


paling sering digunakan pada kucing hipertiroid. Obat ini tidak menurunkan
konsentrasi T4 yang beredar namun digunakan untuk mengendalikan secara
simetris takikardia, takipnea, hipertensi, dan hipereksitivitas yang terkait
dengan hipertiroidisme.

Agen cholecystographic oral (misalnya ipodat, asam iopanoat, atau


megatine diatrizoat) secara akut menghambat konversi T4 perifer ke T3. Dalam
sebuah penelitian terhadap kucing hipertiroid, pemberian kalsium ipodate
menormalkan serum total konsentrasi T3 dan menghasilkan perbaikan klinis
pada> 60% kucing yang diobati. Ipod (308 mg yodium / 500 mg kalsium
ipodat) tidak lagi dipasarkan di Amerika Serikat, namun asam iopanoat (333
mg iodine / 500 mg iopanoic acid) dan megatine diatrizoat (370 mg iodine /
mL) telah digunakan secara anekdot pada kucing hipertiroid pada dosis yang
sebanding. Tak satu pun dari obat ini memberikan resolusi lengkap tanda klinis
atau ciri biokimia yang terkait dengan hipertiroidisme. Selain itu, berkurangnya
efek penurunan tiroid adalah umum setelah 3 bulan terapi dengan obat-obatan
ini.

Pilihan pengobatan fouth untuk kucing dengan hipertiroid adalah


penggunaan diet resep dengan kadar yodium sangat terbatas. Dasar penggunaan
diet ini adalah bahwa yodium adalah komponen penting dari T4 dan T3, Tanpa
iodium yang cukup, tiroid tidak bisa menghasilkan hormon tiroid berlebih. Ini
adalah diet kekurangan yodium, mengandung kadar yodium di bawah
persyaratan harian minimum untuk kucing dewasa. Indikasi utama penggunaan
diet ini untuk pengelolaan hipertiroidisme kucing adalah pada kucing yang
bukan kandidat untuk pengobatan definitif tumor tiroid yang mendasari dengan
operasi atau radioiodin, yang tetap merupakan perawatan pilihan. Selain itu,
manajemen nutrisi dapat dipertimbangkan pada kucing yang pemiliknya tidak
dapat memberikan pengobatan oral atau pada kucing yang mengembangkan
efek buruk dari methimazole atau carbimazole.

Sebagian besar kucing hipertiroid secara eksklusif memberi makan


makanan yang dibatasi iodium ini menjadi eutiroid dalam 8-12 minggu. Terapi
ini tampaknya lebih efektif pada kucing dengan peningkatan T4 moderat
daripada pada kucing dengan hipertiroidisme berat. Meskipun ada beberapa
keuntungan, manajemen nutrisi memiliki kekurangan: 1) memberi makan
makanan ini hanya bisa mengendalikan (dengan menahan "bahan bakar" untuk
tumor tiroid) namun tidak menyembuhkan hipertiroidisme; 2) kucing yang
diberi makan makanan ini tidak boleh makan makanan kucing lain, makanan
meja, atau makanan, karena jumlah yodium dalam jumlah kecil pun bisa
membuat diet tidak efektif dalam mengendalikan hipertiroidisme; dan 3)
kambuh akan terjadi jika diet dihentikan, jadi kucing harus makan hanya diet
ini selama sisa hidupnya.

Pada anjing, tumor tiroid yang menyebabkan hipertiroidisme harus


selalu dianggap sebagai karsinoma sampai terbukti sebaliknya. Hal ini berbeda
dengan kasus pada kucing hipertiroid, dimana karsinoma tiroid hadir pada <5%.
Pengobatan tiroid neoplasia dan hipertiroidisme pada anjing didikte oleh
ukuran tumor primer, tingkat invasi jaringan lokal, adanya metastasis yang
terdeteksi, dan pilihan pengobatan yang tersedia. Pembedahan, kemoterapi,
iradiasi kobalt, dan penggunaan terapi yodium radioaktif, sendiri atau
kombinasi, dapat ditunjukkan tergantung pada individu. Status hipertiroid dapat
dikontrol secara medis oleh pemberian obat antitiroid harian seperti
methimazole atau carbimazole (5-15 mg / anjing, tawaran), namun perawatan
tersebut tidak akan mencegah pertumbuhan tumor atau metastasis. Karena
hipertiroidisme saluran air hampir selalu dikaitkan dengan karsinoma tiroid,
prognosis jangka panjang pada anjing ini buruk sampai parah.
DAFTAR PUSTAKA

Hnilica, K. A. In: Small Animal Dermatology: A Color Atlas and Therapeutic Guide;
pp287-291.

Grant, David. 2016. Canine Hypothyroidism. Veterinary Dermatology, RSPCA


Harmsworth.

Elsevier, Paterson 2013. S. Manual of Skin Diseases in the Dog and Cat, 2nd edition;
pp136 140. Blackwell Publishing, 2008.

Lathan, Patty. 2012. Canine Hypothyroidism. Mississippi State University. clinicians


brief. Hal : 25-28

J. Catharine Scott.____.Clinical Signs, Diagnosis And Treatment Of Canine


Hypothyroidism And Thyroiditis. School Veterinary Medicine, Purdue
University, West Lafayette Indiana.

Kohler, B. 2012. Dietary Hyperthyroidism In Dogs. Small Animal Clinic Hofheim, Im


Langgewann 9, 65719 Hofheim, Germany.

Anda mungkin juga menyukai