Anda di halaman 1dari 120

88

PENYUSUNAN BASIS DATA POHON KEBUN RAYA BOGOR


DENGAN VISUALISASI KOMPUTER

ZAENAL ARIFIN
A34202011

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP


FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
89

PENYUSUNAN BASIS DATA POHON KEBUN RAYA BOGOR


DENGAN VISUALISASI KOMPUTER

Skripsi sebagai salah satu syarat


untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

ZAENAL ARIFIN
A34202011

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP


FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2008
90

RINGKASAN

ZAENAL ARIFIN. Penyusunan Basis Data Pohon Kebun Raya Bogor dengan
Visualisasi Komputer. (Dibimbing oleh BAMBANG SULISTYANTARA).

Potensi yang dimiliki Kebun Raya Bogor belum sepenuhnya


termanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan masih kurangnya data dan
informasi mengenai jenis tanaman terutama pohon seperti sifat, karakteristik
serta syarat tumbuhnya, maka perlu dilakukan penyempurnaan baik berupa
pengembangan materi maupun penyajian basis data (katalog). Di sisi lain,
pengetahuan mengenai data dan informasi mengenai pohon yang akan
digunakan merupakan hal mendasar dalam bidang arsitektur lanskap yang
mencakup perencanaan, perancangan, maupun pengelolaan suatu lanskap.
Melihat kondisi demikian, maka perlu dilakukan penyusunan basis data pohon
Kebun Raya Bogor yang lebih lengkap menghimpun informasi mengenai pohon,
terorganisir, komunikatif, dan aplikatif terutama dalam bidang arsitektur lanskap.
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya
oleh Rukmono (2004) dan Arimbi (2004), dimana penelitian ini bertujuan
untuk menyusun sekaligus melengkapi basis data pohon Kebun Raya Bogor
untuk aplikasi dalam bidang arsitektur lanskap. Penyusunan basis data ini
berbasis komputer dengan mengunakan perangkat lunak FileMaker Pro 7.
Metode studi penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor
mencakup (1) tahap studi pustaka mengenai identifikasi dan klasifikasi pohon, (2)
tahap pengambilan dan pengumpulan data dan informasi pohon (survey), (3)
tahap penentuan rancangan (struktur) basis data (penentuan data input yang
akan dihimpun dalam basis data, dan proses membangun basis data dengan
menggunakan FileMaker Pro 7), (4) tahap pemasukan data dan pengelolaan
basis data, dan (5) tahap pembahasan dan analisa. Obyek dalam studi ini berupa
pohon koleksi Kebun Raya Bogor.
Basis data pohon ini disusun dan dirancang untuk menampilkan data dan
informasi mengenai jenis pohon koleksi Kebun Raya Bogor, baik berdasarkan
klasifikasi botani-lanskap maupun klasifikasi umum; serta menyediakan
kemudahan dalam mencari dan menentukan jenis pohon yang sesuai dengan
kriteria yang diharapkan. Basis data pohon ini disusun dan dirancang dengan
menggunakan perangkat lunak FileMaker Pro 7.
Data (obyek) dalam basis data ini berupa pohon yang dikelompokkan
berdasarkan pengklasifikasian secara botani pada takson tingkat familia. Data
yang dimasukkan meliputi foto dan data atribut. Data foto mencakup foto pohon
secara keseluruhan, foto buah, foto bunga, foto daun, foto batang, dan foto akar.
Data atribut berupa informasi mengenai deskripsi dan klasifikasi jenis pohon,
yang mencakup klasifikasi botani-lanskap dan klasifikasi umum.
Klasifikasi botani-lanskap dikelompokkan berdasarkan klasifikasi menurut
ilmu botani (taksonomi tumbuhan) dan klasifikasi menurut ilmu arsitektur lanskap
(ekologi/hortikultura). Klasifikasi botani-lanskap mencakup sifat morfologi,
karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi pohon. Sedangkan klasifikasi umum
dikelompokkan berdasarkan klasifikasi yang lebih umum dikenal oleh masyarakat.
Klasifikasi umum mencakup daya tarik estetis, manfaat/penggunaan, dan
lingkungan tumbuh.
Basis data dalam studi ini menghimpun 59 famili pohon yang tercakup
dalam 136 vak di Kebun Raya Bogor. Jumlah pohon tersebut mencakup 388
spesies pohon dan belum dapat mewakili keseluruhan spesies pohon koleksi
91

Kebun Raya Bogor, yang jumlahnya mencapai 1800 spesies pohon. Hal ini
disebabkan penghimpunan data dicukupkan/terbatas untuk keperluan studi.
Berdasar program basis data yang telah tersusun ini, selanjutnya dapat
dilakukan entry data keseluruhan famili/spesies pohon koleksi Kebun Raya
Bogor.
Perancangan struktur basis data merupakan tahap awal dalam
penyusunan basis data pohon. Pada proses ini dilakukan penentuan data input
yang akan dihimpun dalam basis data. Struktur basis data menentukan jenis
table, field, tipe data yang akan dimasukkan (data type), hubungan (relationship)
antara tabel-tabel tersebut, dan value list. Table dan field dibuat berdasarkan
pengklasifikasian yang telah dilakukan dan jenis data yang akan dimasukkan ke
dalam basis data.
Perancangan tampilan basis data merupakan tahap selanjutnya dalam
penyusunan basis data pohon dengan visualisasi komputer. Pada proses ini
dilakukan penentuan tampilan basis data (user interface) yang akan
menampilkan data dan informasi basis data, sehingga memudahkan pengguna
untuk mengakses dan menggunakannya.
Langkah-langkah dalam perancangan tampilan basis data meliputi
penentuan tipe form layout, layout field, button, specify button, hubungan
(relationship) antar layout dan elemen desain layout. Hubungan (relationship)
antar data/field/layout dibuat berdasarkan pengklasifikasian yang telah dilakukan.
Data masukan pada basis data pohon ini berupa data teks, data gambar,
data teks pilihan (value list), dan data opsional sesuai dengan klasifikasi yang
telah dilakukan sehingga pengisian data menggunakan field entry data berbentuk
edit box (tipe data text), edit box (tipe data container), pop-up list, dan checkbox
set.
Field entry data berbentuk edit box (tipe data text) digunakan pada field-
field deskripsi umum pohon. Field entry data berbentuk edit box (tipe data
container) digunakan pada field Foto Pohon, Foto Buah, Foto Bunga, Foto
Batang, Foto Akar. Field entry data berbentuk pop-up list digunakan pada field-
field Sifat Morfologi, Karakteristik, dan Sifat Ekologi. Sedangkan Field entry data
berbentuk checkbox set digunakan pada field-field Fungsi, Daya Tarik Estetis,
Manfaat/Penggunaan, dan Lingkungan Tumbuh.
Basis data pohon ini menggunakan dua mode tampilan informasi, yaitu
browse mode dan find mode (mode pencarian). Browse mode digunakan untuk
pendataan dan untuk menampilkan data dan informasi pohon; sedangkan find
mode digunakan untuk mencari data dan informasi pohon. Informasi pada basis
data pohon ini dikelompokkan berdasarkan klasifikasi botani-lanskap dan
klasifikasi umum, yang ditampilkan dalam dua pilihan tampilan (view as form dan
view as table).
Account pengguna basis data pohon ini terbagi menjadi dua, yaitu Admin
Account dan Guest Account. Admin Account digunakan untuk melakukan proses
editing dan updating baik basis data maupun tampilan pengguna, dan disertai
dengan password. Sedangkan Guest Account digunakan bagi pengguna umum
untuk sekedar memperoleh dan mencari data dan informasi mengenai pohon,
dan tanpa fungsi editing dan updating.
Basis data pohon Kebun Raya Bogor untuk aplikasi dalam bidang
arsitektur lanskap, yang menarik sekaligus user friendly telah berhasil disusun
dan dirancang dengan memanfaatkan perangkat lunak FileMaker Pro 7. Basis
data ini mencakup data dan informasi mengenai jenis pohon koleksi Kebun Raya
Bogor, yang diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi botani-lanskap dan klasifikasi
umum; serta menyediakan kemudahan dalam mencari dan menentukan jenis
pohon yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
92

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Penelitian : PENYUSUNAN BASIS DATA POHON


KEBUN RAYA BOGOR
DENGAN VISUALISASI KOMPUTER
Nama Mahasiswa : Zaenal Arifin
NRP : A34202011

Menyetujui,
Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr


NIP 131 578 797

Mengetahui,
Dekan Fakultas Pertanian

Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, MAgr


NIP 131 124 019

Tanggal Lulus :
93

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah pada


tanggal 1 Juli 1984. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari
pasangan Bapak Surachman dan Ibu Suparni.
Penulis menempuh pendidikan di TK Negeri Pembina Kotaraja Jayapura
(1989-1990), lalu melanjutkan pendidikan di SD Negeri Inpres Kotaraja Jayapura
(lulus tahun 1996), kemudian meneruskan pendidikan tingkat menengah di
SLTPN 5 Jayapura (lulus tahun 1999), dan SMA Muhammadiyah 1 Klaten (lulus
tahun 2002). Tahun 2002 penulis diterima di IPB melalui jalur USMI pada
Program Studi Arsitektur Lanskap, Departemen Arsitektur lanskap, Fakultas
Pertanian.
Penulis aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepanitiaan.
Tahun 2002-2003 sebagai anggota Divisi Pemasaran pada UKM Gema
Almamater, tahun 2004-2005 menjadi ketua Divisi Kesekretariatan Himpunan
Mahasiwa Arsitektur Lanskap, tahun 2004-2005 menjadi ketua Divisi
Kemahasiswaan OMDA Klaten. Penulis juga aktif bertindak sebagai Asisten
Dosen untuk Mata Kuliah Hortikultura Lanskap 2005/2006 dan 2006/2007.
94

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah


memberikan anugerah potensi dan bimbingan hidayah-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Ucapan terima kasih penulis
ucapkan kepada Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr yang telah memberikan
saran dan bimbingan, Ibu Mita dan Bapak Suhendar yang telah membantu dalam
persiapan pengambilan data, serta kepada seluruh rekan yang telah memberikan
masukan dan motivasi dalam penyelesaian penelitian ini.
Penelitian Penyusunan Basis Data Pohon Kebun Raya Bogor dengan
Visualisasi Komputer terdorong oleh keinginan untuk dapat mempermudah
pengguna, baik Pengelola Kebun Raya Bogor, arsitek lanskap maupun
masyarakat umum dalam memperoleh data dan informasi mengenai jenis
pohon sesuai kriteria yang diharapkan. Semoga hasil penelitian ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Bogor, Januari 2008


Penulis
95

DAFTAR ISI

Halaman

PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
Latar Belakang ..................................................................................... 1
Tujuan .................................................................................................. 2
Manfaat ............................................................................................... 2
Kerangka Pikir ..................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................... 4
Tanaman Lanskap ............................................................................... 4
Klasifikasi Tanaman (Pohon) .............................................................. 4
Taksonomi dan Tata Nama ................................................................. 4
Klasifikasi Botani-Lanskap .................................................................. 5
Klasifikasi Umum ................................................................................. 7
Database dan Relational Database Management System (RDBMS) . 8
Perangkat Lunak FileMaker Pro 7 ......................................................... 9
KONDISI UMUM KEBUN RAYA BOGOR ...................................................... 10
Kebun Raya Bogor .............................................................................. 10
Sejarah Kebun Raya Bogor................................................................. 10
Katalog Kebun Raya Bogor ................................................................. 11
Pengelompokan Lokasi Koleksi........................................................... 12
METODOLOGI................................................................................................ 14
Lokasi dan Waktu................................................................................. 14
Bahan dan Alat ................................................................................... 14
Metode Studi....................................................................................... 15
Klasifikasi Obyek ................................................................................. 16
Klasifikasi Botani-Lanskap................................................................... 16
Klasifikasi Umum ................................................................................. 17
Identifikasi Klasifikasi Obyek ............................................................... 22
Identifikasi Klasifikasi Botani-Lanskap................................................. 22
Identifikasi Klasifikasi Umum ............................................................... 32
Penyajian Basis Data........................................................................... 34
BASIS DATA...................................................................................................... 35
Struktur Basis Data.............................................................................. 35
Merancang Struktur Basis Data dalam FileMaker Pro 7...................... 35
Penentuan Table, Field, Relationship, dan Value List ......................... 36
Tampilan Basis Data (Graphical User Interface) ................................. 45
Merancang Tampilan Basis Data dalam FileMaker Pro 7 .................... 45
Pemasukan Data Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7 .............. 71
Penggunaan Basis Data Pohon........................................................... 72
Pengaturan Account Pengguna........................................................... 74
Prosedur penginstallan dan penggunaan Basis Data Pohon .............. 75
PEMBAHASAN.................................................................................................. 77
Data Pohon.......................................................................................... 77
Klasifikasi Botani-Lanskap................................................................... 77
Klasifikasi Umum ................................................................................. 79
Data Pohon dalam Basis Data............................................................. 80
96

Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7........................................... 80


Struktur Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7 ............................. 80
Tampilan Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7 ........................... 81
Penggunaan Basis Data...................................................................... 82
Manfaat Basis Data Pohon.................................................................. 85
Basis Data Pohon bagi Pengelola Kebun Raya Bogor........................ 85
Basis Data Pohon untuk Aplikasi dalam Bidang Arsitektur Lanskap ... 86
Basis Data Pohon untuk Masyarakat Umum ....................................... 86
KESIMPULAN.................................................................................................... 88
Kesimpulan .......................................................................................... 88
Saran ................................................................................................... 88
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 90
LAMPIRAN........................................................................................................ 92
97

DAFTAR TABEL

Nomor Halaman
Teks
1. Identifikasi Pemilihan Pohon .................................................................... 22
2. Identifikasi Morfologi Biji dan Buah............................................................ 23
3. Identifikasi Morfologi Bunga Berdasarkan Jumlah Bunga dan Letak Bunga 23
4. Identifikasi Morfologi Daun Berdasarkan Jumlah Daun............................. 24
5. Identifikasi Morfologi Daun Berdasarkan Permukaan Daun...................... 25
6. Identifikasi Morfologi Batang Berdasarkan Bentuk Batang ....................... 26
7. Identifikasi Morfologi Batang Berdasarkan Percabangan.......................... 26
8. Identifikasi Morfologi Akar Berdasarkan Sistem Perakaran ...................... 27
9. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan ......... 28
10. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Bentuk Tajuk ...................... 28
11. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Tekstur Pohon.................... 29
12. Identifikasi Sifat Ekologi Pohon ................................................................. 29
13. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Memperbaiki Iklim ........... 30
14. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Arsitektural ...................... 31
15. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Engineering ..................... 31
16. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Estetis ............................. 32
17. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Lain ................................. 32
18. Identifikasi Daya Tarik Estetis Pohon ........................................................ 32
19. Identifikasi Manfaat/Penggunaan Pohon................................................... 33
20. Identifikasi Lingkungan Tumbuh Pohon .................................................... 33
21. Field, Tipe Data, dan Options/Comments ................................................. 37
22. Field dan Field Formatnya......................................................................... 41
23. Form Layout, Tipe Layout, Field, Layout Field, Button, Specify Button,
Hubungan antar Data/Field/layout, dan Elemen Desain layout ................. 47

Lampiran
1. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Tidak Beraturan dan Daya
Tarik Estetis Bunga Menarik) .................................................................... 94
2. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Tidak Beraturan dan Daya
Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)........................................................ 94
3. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Horisontal dan Daya Tarik
Estetis Bunga Menarik) ............................................................................. 97
4. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Horisontal dan Daya Tarik
Estetis Bunga Kurang Menarik)................................................................. 97
5. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Piramid dan Daya Tarik
Estetis Bunga Menarik) ............................................................................. 99
6. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Piramid dan Daya Tarik
Estetis Bunga Kurang Menarik)................................................................. 99
7. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Berkolom dan Daya Tarik
Estetis Bunga Menarik) ............................................................................. 101
8. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Berkolom dan Daya Tarik
Estetis Bunga Kurang Menarik)................................................................. 101
9. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Bulat dan Daya Tarik
Estetis Bunga Menarik) ............................................................................. 102
98

10. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Bulat dan Daya Tarik
Estetis Bunga Kurang Menarik)................................................................. 103
11. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Kubah dan Daya Tarik
Estetis Bunga Menarik) ............................................................................. 104
12. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Kubah dan Daya Tarik
Estetis Bunga Kurang Menarik)................................................................. 104
99

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman
Teks
1. Kerangka Pikir ........................................................................................... 3
2. Bentuk Tajuk Pohon (Sumber: Carpenter et al., 1975) ............................ 6
3. Logo Kebun Raya Bogor (Sumber: Wikipedia (b), 2007) .......................... 10
4. Contoh Label Identifikasi (Sumber: Levelink dan Mawdsley, 1996) .......... 13
5. Peta Kebun Raya Bogor............................................................................ 14
6. Metode Studi Penyusunan Basis Data Pohon Kebun Raya Bogor ........... 16
7. Model Klasifikasi Pohon Kebun Raya Bogor ............................................. 18
8. Model Klasifikasi Botani-Lanskap.............................................................. 18
9. Model Klasifikasi Sifat Morfologi Pohon .................................................... 19
10. Model Klasifikasi Morfologi Biji .................................................................. 19
11. Model Klasifikasi Morfologi Buah............................................................... 19
12. Model Klasifikasi Morfologi Bunga............................................................. 19
13. Model Klasifikasi Morfologi Daun .............................................................. 20
14. Model Klasifikasi Morfologi Batang............................................................ 20
15. Model Klasifikasi Morfologi Akar................................................................ 20
16. Model Klasifikasi Karakteristik Pohon........................................................ 21
17. Model Klasifikasi Sifat Ekologi Pohon ....................................................... 21
18. Model Klasifikasi Fungsi Pohon................................................................. 21
19. Model Klasifikasi Umum ............................................................................ 22
20. Morfologi Bentuk Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ........................... 24
21. Morfologi Daun Majemuk (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ........................ 24
22. Morfologi Tulang Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ........................... 25
23. Morfologi Ujung Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ............................. 25
24. Morfologi Tepi Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ............................... 25
25. Morfologi Permukaan Batang (Sumber: Grey dan Deneke, 1978)............ 26
26. Morfologi Percabangan (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)........................... 27
27. Morfologi Sistem Perakaran Pohon (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ........ 27
28. Morfologi Modifikasi Akar Pohon (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001) ............ 28
29. Bentuk Tajuk Pohon (Sumber: Carpenter et al., 1975) ............................. 29
30. Jendela New Database ............................................................................. 36
31. Jendela Create a new file named: ............................................................. 36
32. Jendela Define Database .......................................................................... 37
33. Jendela Field Format................................................................................. 40
34. Jendela New Layout/Report ...................................................................... 46
35. Jendela Specify Button.............................................................................. 46
36. Form Layout SIPArlan vol.1....................................................................... 62
37. Form Layout Morfologi............................................................................... 62
38. Form Layout Morfologi 1............................................................................ 62
39. Form Layout Morfologi 2............................................................................ 63
40. Form Layout Karakteristik.......................................................................... 63
41. Form Layout Sifat Ekologi ......................................................................... 63
42. Form Layout Fungsi................................................................................... 64
43. Form Layout Fungsi 1................................................................................ 64
44. Form Layout Fungsi 2................................................................................ 64
45. Form Layout Umum................................................................................... 65
46. Form Layout Umum 1................................................................................ 65
100

47. Form Layout Umum 2................................................................................ 65


48. Form Layout Detail Foto Pohon................................................................. 66
49. Form Layout Detail Lokasi......................................................................... 66
50. Form Layout Detail Lokasi 1...................................................................... 66
51. Form Layout Detail Lokasi 2...................................................................... 67
52. Form Layout Detail Lokasi 3...................................................................... 67
53. Form Layout Detail Lokasi 4...................................................................... 67
54. Form Layout Detail Lokasi 5...................................................................... 68
55. Form Layout Detail Lokasi 6...................................................................... 68
56. Form Layout Daftar Pohon ........................................................................ 68
57. Form Layout Bantuan ................................................................................ 69
58. Form Layout Ikhtisar.................................................................................. 69
59. Form Layout Tombol Navigasi................................................................... 69
60. Form Layout Pendataan Pohon................................................................. 70
61. Form Layout Informasi Sistem................................................................... 70
62. Form Layout Tentang SIPArlan ................................................................. 70
63. Jendela Insert Picture................................................................................ 72
64. Jendela Browse mode ............................................................................... 73
65. Jendela Find mode .................................................................................... 74
66. Jendela Accounts & Privileges .................................................................. 75
67. Jendela Open File ..................................................................................... 76
68. Tampilan Basis Data Berbasis GUI ........................................................... 81
69. Tampilan Basis Data ................................................................................. 82
70. Tombol pada Basis Data ........................................................................... 83
71. Proses Pencarian Pohon........................................................................... 84
72. Proses menuju tampilan semula (Browse mode) ...................................... 85

Lampiran
1. Peta Lokasi Pohon (Vak) Kebun Raya Bogor (Sumber: Danimihardja, S.
dan Djumadi N. (Eds.),1985) ..................................................................... 93
101

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kebun Raya Bogor merupakan salah satu kebun koleksi terbesar di
Indonesia. Kebun Raya Bogor memiliki lebih dari 5000 spesies tanaman berupa
ground cover hingga pohon, yang merupakan tanaman asli Indonesia maupun
tanaman introduksi. Untuk memudahkan pengelolaannya, pengelola Kebun Raya
Bogor menerbitkan katalog tanaman Kebun Raya Bogor setiap 6 tahun sekali.
Katalog tersebut berisikan deskripsi umum tanaman Kebun Raya Bogor secara
botani.
Potensi yang dimiliki Kebun Raya Bogor belum sepenuhnya
termanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan masih kurangnya data dan
informasi mengenai jenis tanaman terutama pohon seperti sifat, karakteristik
serta syarat tumbuhnya, maka perlu dilakukan penyempurnaan baik berupa
pengembangan materi maupun penyajian katalog.
Pohon merupakan jenis tanaman lanskap yang memiliki dampak paling
besar pada sebagian besar lanskap (Lancestor, 1993). Pohon memiliki
perbedaan dalam sifat morfologi, karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi, yang
menjadi acuan pertimbangan dalam pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan
kriteria yang diharapkan. Pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi
lanskap tertentu akan meningkatkan peluang pertumbuhan yang optimal,
sehingga sesuai dengan fungsi yang diinginkan.
Pengetahuan mengenai data dan informasi mengenai pohon yang akan
digunakan merupakan hal mendasar dalam bidang arsitektur lanskap yang
mencakup perencanaan, perancangan, maupun pengelolaan suatu lanskap.
Data dan informasi yang kurang mengenai sifat, karakteristik serta syarat
tumbuh dari suatu pohon akan mempersulit pemilihan dan penentuan pohon
yang akan digunakan; sehingga seringkali yang diperhatikan hanya nilai estetis
dari pohon tersebut, tanpa memperhatikan peluang pohon tersebut dapat
tumbuh dengan baik atau tidak pada tapak.
Melihat kondisi demikian, maka perlu dilakukan penyusunan basis data
pohon Kebun Raya Bogor yang lebih lengkap menghimpun informasi mengenai
pohon, terorganisir, komunikatif, dan aplikatif terutama dalam bidang arsitektur
lanskap. Penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor dilakukan dengan
berbasis komputer. Basis data berbasis komputer dapat disusun dengan
102

menggunakan perangkat lunak (software) yang memiliki kemampuan membuat,


menyimpan dan mengelola basis data (database) seperti Microsoft Access,
Microsoft Visual Basic, FileMaker dan perangkat lunak lainnya.

Tujuan
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya
oleh Rukmono (2004) dan Arimbi (2004), dimana penelitian ini bertujuan
untuk menyusun sekaligus melengkapi basis data pohon Kebun Raya Bogor
untuk aplikasi dalam bidang arsitektur lanskap. Penyusunan basis data ini
berbasis komputer dengan mengunakan perangkat lunak FileMaker Pro 7.

Manfaat
Manfaat penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor ini secara
umum dapat mempermudah pengguna, baik pengelola Kebun Raya Bogor,
arsitek lanskap maupun masyarakat umum dalam memperoleh data dan
informasi mengenai jenis pohon sesuai kriteria yang diharapkan. Sedangkan
manfaatnya secara khusus, penyusun memperoleh pengetahuan mengenai
penyusunan basis data berbasis komputer dan pengetahuan mengenai sifat-
sifat pohon tropis seperti sifat morfologi, karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi.

Kerangka Pikir
Potensi yang dimiliki Kebun Raya Bogor belum termanfaatkan secara
optimal karena masih kurangnya data dan informasi mengenai jenis tanaman
terutama pohon, seperti sifat, karakteristik serta syarat tumbuhnya.
Pengetahuan mengenai data dan informasi mengenai pohon yang akan
digunakan merupakan hal mendasar dalam bidang arsitektur lanskap yang
mencakup perencanaan, perancangan, maupun pengelolaan suatu lanskap.
Melihat kondisi demikian, sehingga perlu penyusunan basis data pohon
Kebun Raya Bogor yang lebih lengkap menghimpun informasi mengenai pohon,
terorganisir, komunikatif, dan aplikatif terutama dalam bidang arsitektur lanskap.
Penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor disusun berbasis komputer
dengan menggunakan perangkat lunak FileMaker Pro 7.
103

Potensi Kebun Raya Bogor Belum Pengetahuan Mengenai Data dan


Termanfaatkan Secara Optimal Informasi Pohon

Basis Data KRB Fundamental dalam


Belum Lengkap Menghimpun Informasi Pohon Arsitektur Lanskap

Penyusunan Basis Data Pohon KRB


untuk Aplikasi Arsitektur Lanskap

Klasifikasi Pohon

Klasifikasi Botani-Lanskap Klasifikasi Umum

Sifat Morfologi Daya Tarik Estetis


Karakteristik Manfaat/Pengunaan
Sifat Ekologi Lingkungan Tumbuh
Fungsi

Penyusunan Basis Data Pohon


KRB dengan Berbasis Komputer

FileMaker Pro 7

Sistem Informasi Pohon


dengan Tampilan Berbasis GUI dan User Friendly

Gambar 1. Kerangka Pikir


104

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman Lanskap
Elemen dalam Lanskap terdiri atas hardware (perkerasan), software
(tanaman) dan organoware. Elemen tanaman mudah mengalami perubahan
berupa pertumbuhan maupun perkembangan, sehingga merupakan elemen
yang dinamis dari suatu lanskap. Tanaman lanskap memiliki jenis yang
beragam, berupa tanaman penutup tanah (ground cover), tanaman air,
tanaman merambat/memanjat, semak/perdu, pohon, dan Iain-lain.
Lancestor (1993) menyatakan bahwa pohon merupakan jenis tanaman
lanskap yang memiliki dampak paling besar pada sebagian besar lanskap. Pada
umumnya pohon merupakan tanaman soliter, pohon memiliki batang tunggal
yang tumbuh dari dalam tanah. Pohon memiliki perbedaan dalam sifat
morfologi, karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi. Meskipun demikian pohon
mampu tumbuh dan berkembang serta bertahan di lingkungan yang serupa.

Klasifikasi Tanaman (Pohon)


Eckbo (1956) menyatakan bahwa ilmu botani atau ilmu tumbuhan
mencakup taksonomi (identifikasi dan klasifikasi tanaman), sifat morfologi
dan fisiologi, sifat ekologi (kaitannya dengan atmosfer dan tanah), dan
hortikultura (kaitannya dengan fungsi dan tujuan pengguna). Menurut
Carpenter et al. (1975), tanaman dalam bidang arsitektur lanskap
diklasifikasikan berdasarkan ukuran, kebiasaan tumbuh, fungsi, dan adaptasi
terhadap lingkungan spesifik.

Taksonomi dan Tata Nama


Dalam keanekaragaman tumbuhan yang sangat besar, dapat
diidentifikasi unit-unit dengan persamaan sifat-sifat tertentu (penampakan dan
struktur). Unit-unit tersebut memiliki variasi besar unit yang beranekaragam.
Unit-unit tersebut lebih lanjut oleh ahli-ahli ilmu botani dinamakan takson.
Taksonomi dapat diartikan sebagai klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau
prinsip yang mendasari klasifikasi.
Istilah dan nama ilmiah yang menyangkut taksonomi tumbuhan diatur
dalam Kode International Tatanama Tumbuhan (International Code of
Botanical Nomenclatur) yang merupakan kesepakatan ahli-ahli tumbuhan
105

seluruh dunia, bersifat universal dan berlaku serta dapat dimengerti oleh
siapapun yang berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan (Tjitrosoepomo,
2001). Pada umumnya, metode yang digunakan adalah penamaan dengan
dua sebutan, yang dikenal sebagai tatanama binomial (binomial
nomenclature), yang diusulkan oleh Carolus Linnaeus. Metode ini terdiri dari
enam hirarki (pemeringkatan) untuk mengelompokkan semua organisme
hidup. Keenam hirarki (takson) itu berturut-turut dari terendah hingga tertinggi
yaitu Species (Jenis/Spesies), Genus (Marga), Familia (Suku), Ordo
(Bangsa), Classis (Kelas), dan Kingdom (Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan))
(Wikipedia (c), 2007).
Menurut Tjitrosoepomo (2001), spesies merupakan suatu populasi
yang menempati suatu daerah penyebaran tertentu dan terdiri atas individu-
individu dengan sifat-sifat yang sama begitupun dengan keturunannya.
Spesies dengan persamaan sifat tertentu membentuk suatu takson yang
diberi kedudukan dan jenjang lebih tinggi, yang disebut dengan istilah genus
(marga). Selanjutnya berturut-turut sejumlah genus dijadikan satu familia
(suku), beberapa familia dijadikan satu ordo (bangsa) dan begitu seterusnya
hingga pada satu kingdom.
Metode Linnaeus ini memberikan dua kata bahasa Latin untuk setiap
jenis. Nama pertama mengacu pada kelompok jenis yang berkerabat dekat
(marga), sedangkan nama kedua membedakan spesies yang satu dengan
spesies lainnya dalam marga yang sama. Seringkali nama marga dan spesies
ini mengacu pada sifat khas dari suatu tumbuhan, lokasi dimana ditemukan,
atau nama orang yang mengkoleksi atau memberi nama (Levelink dan
Mawdsley, 1996).

Klasifikasi Botani-Lanskap
Klasifikasi botani-lanskap mencakup klasifikasi botani dan klasifikasi
dalam bidang arsitektur lanskap. Klasifikasi ini terbagi menjadi sifat morfologi,
karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi pohon.
Sifat-sifat morfologi yang harus diperhatikan dalam mendeskripsikan
pohon menurut Tjitrosoepomo (2001) dibedakan berdasarkan morfologi biji,
morfologi buah, morfologi bunga, morfologi daun, morfologi batang, dan
morfologi akar. Setiap sifat morfologi dibedakan menjadi beberapa kriteria
106

seperti warna, jumlah, bentuk, dan Iain-lain. Sifat morfologi yang dibentuk
oleh pohon akan mempengaruhi fungsi dari pohon itu sendiri.
Carpenter et al. (1975) mengklasifikasikan karakteristik tanaman
(pohon) berdasarkan bentuk, ukuran, tekstur, dan warna. Lebih lanjut
karakteristik tanaman diklasifikasikan menjadi bentuk pertumbuhan, bentuk tajuk,
tinggi pohon, tekstur, aroma, asal tanaman, dan diameter tajuk (Carpenter et al.,
1975 dan Grey & Deneke, 1978). Sedangkan menurut Eckbo (1956), ukuran
karakteristik fisik atau penampakan luar tanaman (pohon) adalah ketinggian,
diameter, penyebaran, ruang, dan tingkat pertumbuhan.
Bentuk tanaman memegang peranan dan harus dipertimbangkan
dalam perancangan lanskap. Pohon dengan jenis yang sama pada ruang
yang berbeda akan memiliki bentuk yang berbeda pula. Tingkat
perkembangan dan perubahan pada pohon digunakan untuk mengetahui daya
adaptasi pohon tersebut. Bentuk tanaman dibangun oleh garis luar tajuk,
struktur cabang dan ranting, serta pola pertumbuhannya. Carpenter et al.
(1975) mengklasifikasikan bentuk tajuk pohon menjadi bentuk kipas (v-
shape), menjurai (roundweeping), bulat (round), oval, berkolom (columnar),
dan piramidal (pyramidal) (Gambar 2). Steven et al. (1994) dalam Wungkar
(2005) menambahkan bentuk khusus sesuai karakter pohon yaitu palmate
untuk jenis palem-paleman.

Gambar 2. Bentuk Tajuk Pohon (Sumber: Carpenter et al., 1975)

Ukuran pohon terbagi menjadi tinggi pohon dan diameter tajuk (kanopi)
pohon (Carpenter et al., 1975). Lancestor (1993) mengklasifikasikan ukuran
ketinggian pohon menjadi pohon pendek (3-6 m), pohon medium (6-15 m), dan
pohon tinggi (>15 m).
Tekstur pohon sangat mempengaruhi fungsi estetis suatu pohon.
Tekstur pohon terbagi menjadi tekstur kasar dan tekstur halus. Pohon dengan
tekstur kasar memiliki ciri berdaun besar (lebar), berjarak renggang,
107

menempel rapat, dan kaku. Sedangkan tekstur halus memiliki ciri berdaun
kecil, berlekuk dalam, letak rapat (daun panjang), dan mengkilap. Variasi
tekstur juga dipengaruhi oleh jarak pengamat ke pohon (Carpenter et al.,
1975).
Menurut Miller (1988), tanaman memiliki perbedaan dalam bentuk,
warna, tekstur, densitas, dan tingkat pertumbuhan. Pertumbuhan tanaman
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan hidupnya (ekologi) (Carpenter et al.,
1975).
Carpenter et al. (1975) mengklasifikasikan hubungan antara tanaman
dengan lingkungan berdasarkan toleransi terhadap bayangan, toleransi
terhadap tanah basah, toleransi terhadap kemiringan, toleransi terhadap iklim
pantai, dan toleransi terhadap kondisi kota. Sedangkan Eckbo (1956)
mengklasifikasikan sifat ekologi tanaman berdasarkan toleransi terhadap suhu
(temperatur), toleransi terhadap air (kelembaban), toleransi terhadap cahaya,
toleransi terhadap tanah, toleransi angin, toleransi terhadap pemangkasan,
dan toleransi terhadap hama dan penyakit.
Tanaman (pohon) memberikan efek yang berbeda-beda dalam habitat
yang sama (Carpenter et al., 1975). Pohon memiliki fungsi yang beragam
sesuai dengan sifat morfologi, karakteristik, dan sifat ekologinya. Grey dan
Deneke (1978) mengklasifikasikan fungsi pohon menjadi fungsi memperbaiki
iklim (amelioration uses), fungsi pembentuk ruang (arsitektural), fungsi
memperbaiki fungsi lingkungan (engineering), fungsi estetis, dan fungsi lain.

Klasifikasi Umum
Wee (2003) dan Steenis (1978) mengklasifikasikan pohon ke dalam
klasifikasi yang lebih umum dikenal masyarakat. Menurut Wee (2003) pohon
diklasifikasikan berdasarkan karakteristik tipikalnya yang mencakup bunga menarik
(spectacular flower), dahan dan daun bercorak (colourful foliage and bark),
aroma harum (sweet fragrance), buah menarik (fascinating figs), unik dan tak
lazim (the bizarre and the unusual), manfaat umum (general purpose trees),
pohon buah (fruit trees), penarik satwa (trees for the birds), pohon kayu (timber
trees), sayuran (vegetables from trees), dan rempah, beverages, dan biji-bijian-
bijian (spices, beverages and nuts). Sedangkan Steenis (1978)
mengklasifikasikan pohon berdasarkan lingkungan tumbuhnya yang mencakup
tepi jalan (tanaman peneduh jalan), pohon dalam park, halaman di desa
108

(pekarangan), lingkungan tumbuh basah hingga tergenang (hygrofit), mangrove,


pantai pasir , dan tanaman ruderal (keterbatasan lingkungan tumbuh).
Klasifikasi menurut Wee (2003) dan Steenis (1978) selanjutnya dapat
dikelompokkan menjadi klasifikasi umum. Klasifikasi umum tersebut dibedakan
menjadi pohon dengan daya tarik estetis, manfaat/penggunaan, dan lingkungan
tumbuh.

Database dan Relational Database Management System (RDBMS)


Basis data (database) merupakan sekumpulan informasi yang terkait
pada subyek tertentu atau terkait pada tujuan tertentu. Basis data dapat juga
didefinisikan sebagai kumpulan data yang secara logis berhubungan dan
dirancang sesuai dengan kebutuhan pemiliknya (Awaluddin, 2004).
Sedangkan menurut Firdaus (2006), basis data adalah tempat menyimpan
data suatu informasi.
Basis data dihimpun dan diorganisir berdasarkan jumlah data, sifat
data, tingkat keberagaman dan tingkat kompleksitas data. Perangkat lunak
word processing (Microsoft Word) digunakan untuk menghimpun dan
mengorganisir basis data yang sederhana. Perangkat lunak spreadsheet
(Microsoft Excel) digunakan dalam pengelolaan basis data yang terdiri dari
data yang bersifat angka dan diperlukan perhitungan lanjutan.
Namun jika jumlah data yang dikelola dalam jumlah banyak dan
komponen data yang ada sangat beragam dan kompleks, maka penggunaan
software word processing maupun software spreadsheet menjadi tidak tepat
guna lagi. Pengelolaan data akan mengalami kendala, seperti data yang
tersebar dalam berbagai file pada word processing maupun pada berbagai file
pada spreadsheet, demikian pula jika dilakukan sebuah perubahan data, maka
file yang ada pada data terkait harus ikut diubah pula, yang tentunya sulit
dijamin pengubahan akan selalu tepat (Susanto dan Santoso, 2003).
Konsep Relational Database Management System (RDBMS)
digunakan untuk mengelola basis data yang terdiri dari data dalam jumlah
yang banyak, komponen data yang ada sangat beragam, dan kompleks.
Dalam RDBMS, semua data disimpan dalam sebuah tabel penyimpanan
informasi mengenai sebuah subyek tertentu.
Pada prinsipnya sebuah RDBMS terdiri dari tiga bagian (Susanto dan
Santoso, 2003) yaitu Data Definition (mendefinisikan jenis data, metode relasi
109

data, validasi data dan lainnya), Data Manipulation (filter data, melakukan
proses query dan sebagainya), Data Control (berkaitan dengan pengendalian
data, seperti user control, bagaimana data dapat digunakan oleh banyak user
dan sebagainya)

Perangkat Lunak FileMaker Pro 7


FileMaker Pro merupakan aplikasi basis data cross-platform yang
dikembangkan oleh FileMaker Inc (pemasok Apple Inc.). FileMaker merupakan
software database yang diintegrasikan dengan tampilan berdasar GUI (Graphical
User Interface) yang memudahkan pengguna untuk mengakses serta
memodifikasi basis data dengan mendrag elemen baru ke dalam form layout
yang tersedia pada tampilan pengguna. Sebagian besar sistem basis data lain,
memisahkan antara basis data dan tampilan pengguna (user interface) tersebut,
dan lebih menitikberatkan pada mengorganisasi dan menyimpan data
(database).
FileMaker Pro Versi 7, yang dirilis pada maret 2004, memberikan
kemudahan untuk membangun dan mengelola multiple table per file dan
graphical relationship editor yang menampilkan dan memudahkan memanipulasi
tabel-tabel yang berkaitan pada sebuah form yang menyerupai format entity-
relationship diagram. FileMaker Pro memudahkan pengguna untuk menulis dan
mengedit script (kode) secara otomatis pada fungsi-fungsi umum dan
perhitungan yang kompleks. Terdapat lebih dari 130 langkah script tersedia
untuk navigasi, conditional execution of script steps, mengedit record, controlling
windows, mencari record tertentu, memeriksa pengejaan dan pengelolaan
account pengguna. Di samping itu, fungsi built-in dapat digunakan pada langkah-
langkah script untuk perhitungan matematika, manipulasi teks dan pengqueryan
konfigurasi basis data pengguna (Wikipedia (a), 2007).
110

KONDISI UMUM KEBUN RAYA BOGOR

Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor merupakan salah satu kebun koleksi dan penelitian
terbesar di Indonesia. Kebun Raya Bogor memiliki luas sekitar 80 hektar dan
memiliki 15.000 jenis koleksi tanaman berupa ground cover hingga pohon, yang
merupakan tanaman asli Indonesia maupun tanaman introduksi. Di sekitar
Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense,
Museum Zoologi, dan Institut Pertanian Bogor.

Gambar 3. Logo Kebun Raya Bogor (Sumber: Wikipedia (b), 2007)

Sejarah Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari Samida (hutan
buatan atau taman buatan) yang telah ada pada pemerintahan Sri Baduga
Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Pajajaran, sebagaimana
tertulis dalam Prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan
menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu
yang langka.
Sir Thomas Stamford Raffles yang menjadi Gubernur Jenderal di Jawa
pada periode 1811 hingga 1816, menetap di Buitenzorg, memiliki minat besar
dalam bidang botani. Raffles berupaya membentuk kebun istana menjadi taman
bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya
sekarang.
Ide pendirian Kebun Raya dicetuskan oleh Prof. Caspar Georg Karl
Reinwardt, ahli biologi yang menjabat sebagai Kepala Usaha Pertanian,
Kesenian, dan Pengetahuan untuk Jawa dan Pulau-Pulau di sekitarnya, yang
meminta kepada Komisaris Jenderal Van Der Capellen untuk memberikannya
111

sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang bermanfaat, tempat
pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang
lain.
Gubernur Jenderal Van Der Capellen secara resmi mendirikan Kebun
Raya Bogor pada tahun 18 Mei 1817, dengan nama s'Lands Plantentuinte
Buitenzorg. Reinwardt menjadi direktur pertamanya dari 1817 sampai 1822.
Reinwardt melakukan pengumpulan tanaman dan benih dari berbagai bagian lain
nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan
hortikultura di Indonesia.
Reinwardt digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume (1822) yang melakukan
inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Blume digantikan oleh
Johanes Elias Teysmann (1831) yang dibantu oleh Hasskarl, melakukan
pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut
familia (suku).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Scheffer pada tahun 1867
menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Direktur Kebun Raya Bogor hingga diambil alih pengelolaannya oleh Indonesia,
yaitu Caspar Georg Karl Reinwardt (1817-1822), Carl Ludwig Blume (1823-
1826), Johannes Elias Teijsmann (1830-1869), Rudolph Herman Christian Carel
Scheffer (1869-1880), Melchior Treub (1880-1910), Willem Marius Docters van
Leeuwen (1918-1932), Hermann Ernst Wolff von Wlfing (1932-1943), Takenosin
Nakai (1943-1945), Dirk Fok van Slooten (1948-1951).
Pendirian Kebun Raya Bogor mengawali perkembangan ilmu
pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan
lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844),
Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan
Laboratorium Zoologi (1894); dan kelembagaan internal Kebun Raya, seperti
Herbarium, Museum, Laboratorium Botani, Kebun Percobaan, Laboratorium
Kimia, Laboratorium Farmasi, Cabang Kebun Raya di Sibolangit dan di
Purwodadi, Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha, Kantor Perikanan dan
Akademi Biologi (cikal bakal IPB) (Wikipedia (b), 2007).

Katalog Kebun Raya Bogor


Kegiatan pembuatan katalog mengenai koleksi tanaman di Kebun Raya
Bogor telah dilakukan oleh direktur-direktur sebelum diambil alih oleh Indonesia,
112

mencakup pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae,


25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies
Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, dan
pengumpulan tanaman-tanaman yang berguna bagi Indonesia (Wikipedia (b),
2007).
Katalog tanaman Kebun Raya yang pertama mencatat sebanyak 914
spesies (jenis) tanaman, dipublikasikan pada tahun 1823 oleh Dr. Carl Ludwig
Blume. Buku ini menjadi dasar katalog yang masih dipergunakan saat ini.
Katalog Kebun Raya Bogor yang paling lengkap, An Alphabetical List of
Plants Cultivated in The Botanic Garden, disusun oleh Dakkus pada tahun 1930.
Katalog tersebut diperbaharui dua kali yaitu pada tahun 1957 dan 1963. An
Alphabetical List of Plant Species Cultivated in The Hortus Botanicus Bogoriensis
diterbitkan pada tahun 1978. Katalog tersebut mengalami perbaikan pada tahun
1985 (Levelink dan Mawdsley, 1996).
Pengelola Kebun Raya Bogor menerbitkan katalog tanaman Kebun Raya
Bogor setiap 6 tahun sekali. Katalog tersebut berisikan Nama Species Tanaman,
Nama Familia Tanaman, Nomor Tanaman, Lokasi Tanaman, Taksonomis
Pendeskripsi Tanaman, dan Wilayah Penyebaran Tanaman. Potensi yang dimiliki
Kebun Raya Bogor belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal karena
masih kurangnya data dan informasi mengenai jenis tanaman terutama pohon
seperti sifat, karakteristik serta syarat tumbuhnya, hingga diperlukan
penyempurnaan baik berupa penyempurnaan materi maupun penyajian katalog.

Pengelompokan Lokasi Koleksi


Jalan utama (aspal), jalan setapak (batu), dan saluran air membagi
Kebun Raya Bogor menjadi bagian-bagian yang kemudian dibagi lagi menjadi
petak-petak. Setiap bagian ditandai dengan angka romawi dan setiap petak
ditandai dengan huruf; keduanya dituliskan pada tonggak kecil di tepi suatu
bagian. Hampir semua tanaman memiliki label dari logam berwarna hijau dan
label aluminium kecil yang mengidentifikasi tanaman itu secara lengkap.
Periode tahun 1837 hingga 1844, Kebun Raya Bogor mengalami
penataan ulang menjadi kelompok suku-suku dan sebagai akibatnya sebagian
besar koleksi harus ditanam ulang. Tanaman yang tak mungkin ditanam ulang
dan berada di luar bagian suku tumbuhannya diidentifikasi dengan label
berwarna merah yang menunjukkan tahun tanamnya. Lingkaran kecil merah
113

dengan huruf K menunjukkan bahwa tanaman tersebut merupakan spesimen


tunggal dan Kebun Raya belum berhasil memperbanyaknya, sehingga tergolong
kritis (dalam bahaya kepunahan) (Levelink dan Mawdsley, 1996).

Gambar 4. Contoh Label Identifikasi (Sumber: Levelink dan Mawdsley, 1996)


114

METODOLOGI

Lokasi dan Waktu


Penelitian dilakukan di Kebun Raya Bogor, Kecamatan Bogor Tengah,
Kota Bogor. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juli 2007 hingga Desember
2007.

Gambar 5. Peta Kebun Raya Bogor

Bahan dan Alat


Data input penelitian meliputi foto dan data atribut. Foto yang
digunakan berupa foto pohon. Kendala teknis pengambilan foto untuk
memperoleh foto yang representatif, misalnya tumpang tindih tajuk, mungkin
akan dialami, sehingga ditampilkan foto yang mewakili jenis pohon tersebut dari
pustaka. Foto Pohon mencakup foto primer dan foto sekunder; foto primer
diperoleh melalui pengambilan foto langsung di lapang (di dalam dan atau di
luar Kebun Raya Bogor), sedangkan foto sekunder diperoleh dari pustaka
dan penelitian sebelumnya. Foto diambil dengan menggunakan kamera digital
sehingga mudah dalam proses pemasukan data.
Data atribut berupa informasi mengenai deskripsi dan klasifikasi jenis
pohon, yang mencakup klasifikasi botani-lanskap (sifat morfologi, sifat ekologi,
karakteristik, dan fungsi) dan klasifikasi umum. Data atribut diperoleh melalui
pengamatan langsung di lapang dan diperoleh dari pustaka. Pustaka diperoleh
di Perpustakaan Kebun Raya Bogor, Perpustakaan Departemen Arsitektur
Lanskap IPB, dan Lembaga Sumber daya Informasi (LSI) IPB.
Peralatan lapang berupa kamera digital untuk merekam obyek pohon,
alat ukur panjang dan alat tulis. Kamera digital yang digunakan memiliki
kemampuan rekam 2 megapixel warna.
115

Peralatan yang digunakan untuk penyusunan basis data adalah


perangkat komputer Toshiba TECRA 8100 yang mencakup Processor Intel
Pentium III 690 MHz (MegaHertz), Hard disk drive 20 GB (GygaByte), RAM
(Random Access Memory) card 256 MB (MegaByte), DVD-Rom drive 8x
speed (CD-Rom drive 52x speed), VGA (Visual Graphics Accelerator) card
built-in, Operating System Microsoft Windows XP Professional Version 2002.
Perangkat lunak penyusunan basis data adalah perangkat lunak FileMaker Pro
7. FileMaker digunakan untuk membuat aplikasi basis data dengan user interface
yang user friendly.

Metode Studi
Metode studi penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor
mencakup:
a. Tahap studi pustaka mengenai identifikasi dan klasifikasi pohon
Menganalisa klasifikasi jenis pohon
Proses mencari data untuk pengklasifikasian jenis tanaman, kemudian
dianalisa data yang dibutuhkan untuk pengklasifikasian jenis pohon.
Pengumpulan data jenis pohon
Mengumpulkan jenis pohon yang akan dimasukkan dalam basis data.
Mendeskripsikan dan mengidentifikasi jenis pohon yang dipilih
berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan.
b. Tahap pengambilan dan pengumpulan data dan informasi pohon (survey)
c. Tahap penentuan rancangan (struktur) basis data
Penentuan data input yang akan dihimpun dalam basis data.
Proses membangun basis data dengan menggunakan FileMaker Pro 7.
d. Tahap pemasukan data dan pengelolaan basis data
Proses pemasukan data dalam FileMaker Pro 7 sesuai dengan sifat dan
jenis data yang diklasifikasikan
Proses pengelolaan/pengaturan basis data (basis data dan tampilan
pengguna)
e. Tahap pembahasan
Proses pembahasan dan analisa mengenai data pohon, basis data, dan
manfaatnya.
116

Tahap Studi Pustaka


Mengenai Deskripsi dan
Klasifikasi Pohon

Menganalisa Klasifikasi Pengumpulan Data Mendeskripsikan dan


Jenis Pohon Jenis Pohon Mengidentifikasi Jenis Pohon

Tahap Pengambilan dan Pengumpulan


Data dan Informasi Pohon (Survey)

Tahap Penentuan Rancangan


(Struktur) Basis Data

Tahap Pemasukan Data dan


Pengelolaan Basis Data

Tahap
Pembahasan

Gambar 6. Metode Studi Penyusunan Basis Data Pohon Kebun Raya Bogor

Klasifikasi Obyek
Obyek dalam studi ini berupa pohon koleksi Kebun Raya Bogor yang
dikelompokkan berdasarkan pengklasifikasian secara botani pada takson tingkat
familia, lokasi pohon di Kebun Raya Bogor, klasifikasi botani-lanskap (sifat
morfologi, karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi) dan klasifikasi umum (daya tarik
estetis, manfaat/penggunaan, dan lingkungan tumbuh) (Gambar 7).
Pengelompokan ini digunakan sebagai data atribut yang diinput dalam basis
data.

Klasifikasi Botani-Lanskap
Sifat-sifat morfologi yang harus diperhatikan dalam mendeskripsikan
pohon menurut Tjitrosoepomo (2001) (Gambar 9), dibedakan berdasarkan
morfologi biji (Tabel 10), morfologi buah (Gambar 11), morfologi bunga
(Gambar 12), morfologi daun (Gambar 13), morfologi batang (Gambar 14),
dan morfologi akar (Gambar 15). Setiap sifat morfologi dibedakan menjadi
beberapa kriteria seperti warna, jumlah, bentuk, dan Iain-lain.
117

Carpenter et al. (1975) mengklasifikasikan karakter tanaman (pohon)


berdasarkan bentuk, ukuran, tekstur, dan warna. Lebih lanjut karakteristik
pohon diklasifikasikan menjadi bentuk pertumbuhan, bentuk tajuk, tinggi pohon,
diameter tajuk, tekstur, aroma, dan asal tanaman (Carpenter, 1975 dan Grey &
Deneke, 1978) (Gambar 16).
Eckbo (1956) mengklasifikasikan sifat ekologi tanaman (pohon)
berdasarkan toleransi terhadap suhu (temperatur), toleransi terhadap air
(kelembaban), toleransi terhadap cahaya, toleransi terhadap tanah (pH),
toleransi angin, toleransi terhadap pemangkasan (pemeliharaan), dan toleransi
terhadap hama dan penyakit (Gambar 17).
Grey dan Deneke (1978) mengklasifikasikan fungsi pohon menjadi
fungsi memperbaiki iklim (amelioration uses), fungsi pembentuk ruang
(arsitektural), fungsi memperbaiki fungsi lingkungan (engineering), fungsi
estetis, dan fungsi lain; dimana fungsi-fungsi tersebut diklasifikasikan lagi
menjadi fungsi-fungsi yang lebih terperinci untuk setiap jenis pohon (Gambar 18).

Klasifikasi Umum
Wee (2003) dan Steenis (1978) mengklasifikasikan pohon ke dalam
klasifikasi yang lebih umum dikenal masyarakat. Klasifikasi umum tersebut
dibedakan menjadi pohon dengan daya tarik estetis, manfaat/penggunaan, dan
lingkungan tumbuh (Gambar 19).
Daya tarik estetis pohon mencakup bunga menarik, dahan dan daun
bercorak, aroma harum, buah menarik, serta unik dan tak lazim (Wee, 2003);
pengelompokan berdasarkan manfaat/penggunaan mencakup pohon peneduh
(Steenis, 1978), pohon buah, penarik satwa, pohon kayu, rempah, beverages,
dan biji-bijian-bijian, sayuran, dan manfaat umum (Wee, 2003); sedangkan
pengelompokan berdasarkan lingkungan tumbuh mencakup tepi jalan, pohon
dalam park/garden, lingkungan tumbuh basah hingga tergenang (hygrofit),
mangrove, pantai pasir, dan tanaman ruderal (keterbatasan lingkungan tumbuh)
(Steenis, 1978).
118

Tanaman Koleksi Kebun Raya Bogor

Pohon

Familia

Species (Nama Botani, Nama


Umum, Lokasi di KRB, Foto)

Klasifikasi Botani-Lanskap Klasifikasi Umum

Sifat Morfologi Daya Tarik Estetis


Karakteristik Manfaat/Pengunaan
Sifat Ekologi Lingkungan Tumbuh
Fungsi

Gambar 7. Model Klasifikasi Pohon Kebun Raya Bogor

Klasifikasi Botani-Lanskap

Sifat Morfologi Karakteristik Sifat Ekologi Fungsi

Morfologi Biji Bentuk Toleransi Suhu Amelioration


Morfologi Buah Pertumbuhan Toleransi Air Arsitektural
Morfologi Bunga Bentuk Tajuk Toleransi Cahaya Engineering
Morfologi Daun Tinggi Pohon Toleransi pH Estetis
Morfologi Batang Diameter Tajuk Toleransi Angin Lainnya
Morfologi Akar Tekstur Toleransi HPT
Aroma Toleransi
Asal Tanaman Ketinggian
Tingkat
Pemeliharaan

Gambar 8. Model Klasifikasi Botani-Lanskap


119

Sifat Morfologi

Morfologi Morfologi Morfologi Morfologi Morfologi Morfologi


Biji Buah Bunga Daun Batang Akar

Gambar 9. Model Klasifikasi Sifat Morfologi Pohon

Morfologi Biji

Jenis Biji

Biji Terbuka (Gymnospermae)


Biji Tertutup (Angiospermae)
Tidak Berbiji

Gambar 10. Model Klasifikasi Morfologi Biji

Morfologi Buah

Jenis Buah

Buah Semu
Buah Sejati
Tidak Berbuah

Gambar 11. Model Klasifikasi Morfologi Buah

Morfologi Bunga

Jumlah Bunga Letak Bunga Warna Bunga

Berbunga Tunggal Ujung Batang Merah


Berbunga Banyak Ketiak Daun Putih
Pangkal Lainnya
Cabang
Batang

Gambar 12. Model Klasifikasi Morfologi Bunga


120

Morfologi Daun

Bentuk Daun Tulang Daun Ujung Tepi Daun Warna Permukaan


Daun Daun Daun

Bulat Menyirip Runcing Rata Hijau Licin


Memanjang Menjari Meruncing Bergerigi Tua Berkerut
Jorong Melengkung Tumpul Bergiri Hijau Berbulu
Lanset Sejajar Membulat Beringgit Merah Bersisik
Perisai Lainnya Rampang Berlekuk Lainnya Lainnya
Bulat Telur Terbelah Berombak
Lainnya Berduri Lainnya

Gambar 13. Model Klasifikasi Morfologi Daun

Morfologi Batang

Bentuk Batang Permukaan Batang Percabangan

Bulat Licin Monopodial


Persegi Kasar Simpodial
Pipih Beralur Dikotom
Bersisik
Berduri
Lainnya

Gambar 14. Model Klasifikasi Morfologi Batang

Morfologi Akar

Sistem Perakaran Modifikasi Akar

Akar Tunggang Akar Udara


Akar Serabut Akar Pembelit
Akar Nafas
Akar Tunjang
Akar Lutut
Akar Banir

Gambar 15. Model Klasifikasi Morfologi Akar


121

Karakteristik

Bentuk Bentuk Tinggi Diameter Tekstur Aroma Asal


Pertumbuhan Tajuk Pohon Tajuk Pohon

Deciduous Irregular 3-6 m <6 m Kasar Ada Indonesia


Evergreen V-shape 6-15 m 6-15 m Halus Tidak Ada Introduksi
Palem Horisontal >15 m >15 m
Bambu Piramidal
Berkolom
Bulat
Menjurai
Kubah
Palmate

Gambar 16. Model Klasifikasi Karakteristik Pohon

Sifat Ekologi

Toleransi Toleransi Toleransi Toleransi Toleransi Toleransi Toleransi Tingkat


Suhu Air Cahaya pH Angin HPT Ketinggian Pemeliharaan

Rendah Kering Naungan Asam Rendah Peka Rendah Intensif


Tinggi Lembab Setengah Netral Tinggi Cukup Rendah- Tidak
Rendah- Kering- Naungan Basa Tahan Tinggi Intensif
Tinggi Lembab Terbuka Asam-
Basa

Gambar 17. Model Klasifikasi Sifat Ekologi Pohon

Fungsi

Memperbaiki Fungsi Engineering Fungsi Estetis Fungsi


Iklim Arsitektural Uses Lainnya

Kontrol Suhu Membentuk Mengontrol Membingkai Indikator


Kontrol Angin Dinding Erosi View Sejarah
Kontrol Membentuk Mengurangi Melunakkan Habitat Satwa
Kelembaban Ruang Kebisingan Garis Liar
Kontrol Mengontrol Arsitektural Upacara
Privasi Jalan Menyatukan Adat/Agama
Pembatas Kontrol Elemen
Pengarah Visual Lanskap
Memberi Mengurangi Melunakkan
Naungan Polusi Setting Kaku

Gambar 18. Model Klasifikasi Fungsi Pohon


122

Klasifikasi Umum

Daya Tarik Estetis Manfaat/Penggunaan Lingkungan Tumbuh

Bunga Menarik Pohon Peneduh Tepi Jalan


Dahan dan Daun Pohon Buah Park/Garden
Bercorak Penarik Satwa Basah hingga
Aroma Harum Pohon Kayu Tergenang
Buah Menarik Rempah, Beverages, Mangrove
Unik dan Tak Lazim dan Biji-bijian Pantai Pasir
Sayuran Ruderal
Manfaat Umum

Gambar 19. Model Klasifikasi Umum

Identifikasi Klasifikasi Obyek


Obyek dalam studi ini berupa pohon koleksi Kebun Raya Bogor.
Identifikasi jenis pohon merupakan syarat untuk klasifikasi-klasifikasi selanjutnya.
Identifikasi jenis pohon tersebut ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Identifikasi Pemilihan Pohon


Obyek Identifikasi
Pohon Koleksi Kebun Raya Bogor Habitusnya berupa pohon
Keberadaannya merupakan koleksi Kebun
Raya Bogor

Sumber: Danimihardja, S. dan Djumadi N. (Eds.) (1985) dan basis data koleksi
Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang


kemudian dikelompokkan kembali menjadi petak-petak. Setiap bagian ditandai
dengan angka romawi dan setiap petak ditandai dengan huruf; keduanya
dituliskan pada tonggak kecil di tepi suatu bagian. Lokasi pohon di Kebun Raya
Bogor diidentifikasikan berdasarkan bagian-bagian dan petak-petak (vak)
tersebut (Gambar Lampiran 1).

Identifikasi Klasifikasi Botani-Lanskap


Klasifikasi sifat morfologi pohon diidentifikasikan berdasarkan morfologi
biji, morfologi buah, morfologi bunga, morfologi daun, morfologi batang, dan
morfologi akar. Morfologi biji dan buah masing-masing diidentifikasikan
berdasarkan jenis biji dan jenis buah (Tabel 2).
123

Tabel 2. Identifikasi Morfologi Biji dan Buah


Sifat Morfologi Identifikasi
A. Morfologi Biji (Jenis Biji)
1. Biji Terbuka Kulit biji terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan
(Gymnospermae) kulit luar dan kulit dalam
2. Biji Tertutup Kulit biji terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan
(Angiospermae) kulit luar, kulit tengah, dan kulit dalam
B. Morfologi Buah (Jenis Buah)
1. Buah Semu Buah bukan berasal dari bakal buah, tetapi
dari bagian-bagian bunga lainnya seperti
tangkai bunga, tandan bunga, dasar bunga
dan kelopak bunga
2. Buah Sejati Buah berasal dari bakal buah
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Klasifikasi morfologi bunga diidentifikasikan berdasarkan jumlah bunga,


letak bunga, dan warna bunga. Identifikasi morfologi bunga berdasarkan jumlah
bunga dan letak bunga ditunjukkan pada Tabel 3, sedangkan identifikasi
morfologi bunga berdasarkan warna bunga dibedakan berdasarkan warna yang
telah dikenal umum.

Tabel 3. Identifikasi Morfologi Bunga Berdasarkan Jumlah Bunga dan Letak


Bunga
Morfologi Bunga Identifikasi
1. Jumlah Bunga
a. Berbunga Tunggal Dalam satu pohon hanya terdapat satu bunga
b. Berbunga Majemuk Dalam satu pohon terdapat lebih dari satu bunga
2. Letak Bunga
a. Ujung Batang Bunga tumbuh di ujung batang
b. Ketiak Daun Bunga tumbuh di ketiak daun
c. Pangkal Cabang Bunga tumbuh di pangkal cabang
d. Batang Bunga tumbuh pada batang
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Klasifikasi morfologi daun diidentifikasikan berdasarkan bentuk daun


(Gambar 20), jumlah daun (Tabel 4) (Gambar 21), tulang daun (Gambar 22),
ujung daun (Gambar 23), tepi daun (Gambar 24), warna daun (dibedakan
berdasarkan warna yang telah dikenal umum), dan permukaan daun (Tabel 5).
124

Gambar 20. Morfologi Bentuk Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Tabel 4. Identifikasi Morfologi Daun Berdasarkan Jumlah Daun


Morfologi Daun Berdasarkan Identifikasi
Jumlah Daun
Daun Tunggal Hanya terdapat satu helaian daun pada tangkai
daunnya
Daun Majemuk Tangkainya bercabang-cabang
Helaian daun terdapat pada cabang tangkai
Terdapat lebih dari satu helaian daun pada
tangkai daunnya
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Gambar 21. Morfologi Daun Majemuk (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)


125

Gambar 22. Morfologi Tulang Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Gambar 23. Morfologi Ujung Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Gambar 24. Morfologi Tepi Daun (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Tabel 5. Identifikasi Morfologi Daun Berdasarkan Permukaan Daun


Morfologi Daun Identifikasi
Berdasarkan Permukaan Daun
Licin Permukaan daun mengkilat, suram atau
berselaput lilin
Gundul Permukaan daun tidak mengkilat
Kasap Permukaan daun apabila disentuh akan
terasa kasar
Berkerut Permukaan daun terlihat berkerut
Berbulu Permukaan daun apabila disentuh akan
126

terasa berbulu
Bersisik Permukaan terlihat bersisik
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Klasifikasi morfologi batang diidentifikasikan berdasarkan bentuk batang


(Tabel 6), permukaan batang (Gambar 25) dan percabangan (Tabel 7) (Gambar
26).

Tabel 6. Identifikasi Morfologi Batang Berdasarkan Bentuk Batang


Morfologi Batang Identifikasi
Berdasarkan Bentuk Batang
Bulat Bentuk penampang melintang batang
berbentuk bulat
Persegi Bentuk penampang melintang batang
berbentuk segi tiga, dan atau
Bentuk penampang melintang batang
berbentuk segi empat
Pipih Bentuk penampang melintang batang
melebar menyerupai daun dan
mengambil alih fungsi daun
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Gambar 25. Morfologi Permukaan Batang (Sumber: Grey dan Deneke, 1978)

Tabel 7. Identifikasi Morfologi Batang Berdasarkan Percabangan


Morfologi Batang Identifikasi
Berdasarkan Bentuk Percabangan
Monopodial Batang pokok selalu tampak jelas, karena
lebih besar dan lebih panjang daripada
cabang-cabangnya
Simpodial Batang pokok sukar ditentukan
Dikotom/Menggarpu Cara percabangan dimana batang setiap
kali menjadi dua cabang
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)
127

Gambar 26. Morfologi Percabangan (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Klasifikasi morfologi akar diidentifikasikan berdasarkan sistem perakaran


(Tabel 8) (Gambar 27) dan modifikasi akar (Gambar 28).

Tabel 8. Identifikasi Morfologi Akar Berdasarkan Sistem Perakaran


Morfologi Akar Identifikasi
Berdasarkan Sistem Percabangan
Akar Tunggang Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar
pokok yang bercabang-cabang menjadi
akar yang lebih kecil
Akar Serabut Akar lembaga dalam perkembangan
selanjutnya mati atau kemudian disusul
oleh sejumlah akar yang kurang lebih
sama besar dan semuanya keluar dari
pangkal batang
Sumber: Tjitrosoepomo (2001)

Gambar 27. Morfologi Sistem Perakaran Pohon (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)


128

Gambar 28. Morfologi Modifikasi Akar Pohon (Sumber: Tjitrosoepomo, 2001)

Klasifikasi Karakteristik pohon dalam basis data ini diidentifikasikan


berdasarkan bentuk pertumbuhan (Tabel 9), bentuk tajuk (Tabel 10) (Gambar
29), tinggi pohon, diameter pohon, tekstur pohon (Tabel 11), aroma,
perbanyakan, dan asal pohon.

Tabel 9. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan


Karakteristik Pohon Identifikasi
Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan
Pohon Gugur Daun (Deciduous) Pada waktu tertentu dapat menggugurkan
daunnya
Pohon Evergreen Berdaun sepanjang tahun
Palem Memiliki akar serabut
Memiliki bentuk tajuk
palmate
Bambu Memiliki bentuk batang bulat dan
permukaan batang licin
Bentuk daun pedang

Tabel 10. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Bentuk Tajuk


Karakteristik Pohon Identifikasi
Berdasarkan Bentuk Tajuk
Tidak Beraturan (Irregular) Bentuk pohon terlihat tidak teratur,
percabangan tidak teratur
Kipas (V-Shape) Bentuk pohon berbentuk seperti kipas,
semakin ke bawah, semakin mengecil
Horisontal Percabangan horisontal
Piramid Bentuk pohon semakin ke atas semakin
mengecil seperti bangun kerucut
Berkolom Bentuk pohon dari atas sampai bawah
sama besar membentuk tabung atau
silinder
Bulat Bentuk pohon bulat
Menjurai (Weeping) Arah percabangan melengkung ke bawah
129

sehingga bentuknya seperti memayung


Kubah Bentuk pohon setengah lingkaran

Gambar 29. Bentuk Tajuk Pohon (Sumber: Carpenter et al., 1975)

Tabel 11. Identifikasi Karakteristik Pohon Berdasarkan Tekstur Pohon


Karakteristik Pohon Identifikasi
Berdasarkan Tekstur Pohon
Tekstur Kasar Daun lebar/besar, jarak antar daun
berjauhan dan atau,
Daun kecil, menempel rapat, dan
kaku
Tekstur Halus Daun kecil, berlekuk dalam, letak
rapat dan atau,
Daun mengkilap, panjang
Sumber: Carpenter et al. (1975)

Klasifikasi sifat ekologi pohon dalam basis data ini diidentifikasikan


berdasarkan toleransi suhu, toleransi kelembaban, toleransi cahaya, toleransi pH
tanah, toleransi angin, tingkat pemeliharaan, dan toleransi hama dan penyakit
tanaman. Identifikasi sifat ekologi pohon ditunjukkan pada Tabel 12.

Tabel 12. Identifikasi Sifat Ekologi Pohon


Sifat Ekologi Pohon Identifikasi
A. Toleransi Suhu
1. Rendah Pohon masih dapat tumbuh pada suhu
rendah
Suhu terendah hingga 5OC (Molisch
(1896) dalam Levitt (1980))
2. Tinggi Pohon masih dapat tumbuh pada suhu
tinggi
Suhu tertinggi hingga 40OC (Levitt,
1980)
B. Toleransi Kelembaban
1. Kering Pohon masih dapat tumbuh pada
kelembaban kering
Kelembaban relatif hingga 0,49%
(Levitt, 1972)
2. Lembab Pohon masih dapat tumbuh pada
130

kelembaban lembab
Kelembaban relatif hingga mendekati
100% (Levitt, 1980)
C. Toleransi Cahaya
1. Naungan Pertumbuhan pohon optimum pada
daerah yang ternaungi
2. Setengah Naungan Pohon memerlukan intensitas cahaya
sedang
3. Terbuka Pertumbuhan pohon optimum pada
daerah yang terkena cahaya matahari
langsung
D. Toleransi pH Tanah
1. Asam pH tanah berkisar antara 0-7
2. Basa pH tanah berkisar antara 7-14
3. Netral pH tanah 7
4. Asam-Basa pH tanah berkisar antara 0-14
E. Toleransi Angin
1. Tinggi Perakaran dan percabangan kuat
2. Rendah Perakaran tidak kuat dan percabangan
lemah
F. Tingkat Pemeliharaan
1. Intensif Pemeliharaan rutin; pohon peka
terhadap HPT
2. Tidak Intensif Pemeliharaan tidak rutin; pohon tahan
terhadap HPT
G. Toleransi Hama dan Penyakit
1. Peka Pohon rentan terhadap perubahan iklim
dan HPT
2. Tahan Pohon tahan terhadap perubahan iklim
dan HPT

Klasifikasi fungsi pohon dalam basis data ini dibedakan berdasarkan


fungsi memperbaiki iklim (Tabel 13), fungsi arsitektural (Tabel 14), fungsi
engineering (Tabel 15), fungsi estetis (Tabel 16), dan fungsi lain (Tabel 17).
Identifikasi fungsi pohon ini dapat ditentukan berdasar sifat morfologi dan
karakteristik pohon yang telah diklasifikasikan.

Tabel 13. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Memperbaiki Iklim


Fungsi Pohon Identifikasi
Berdasarkan Fungsi Memperbaiki Iklim
Kontrol Suhu Pohon yang memiliki kerapatan daun
yang tinggi
Pohon yang memiliki bentuk tajuk bulat,
berkolom, dan menjurai (weeping)
Kontrol Angin Pohon yang memiliki kerapatan daun
yang tinggi
Pohon dengan bentuk pertumbuhan
konifer lebih efektif dalam mengurangi
kecepatan angin
Pohon yang memiliki batang,
percabangan dan perakaran yang kuat
Kontrol Kelembaban Pohon yang memiliki kerapatan daun
yang tinggi, dan atau
131

Pohon yang memiliki bentuk tajuk bulat,


berkolom, dan menjurai (weeping)
Sumber: Grey dan Deneke (1978)

Tabel 14. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Arsitektural


Fungsi Pohon Identifikasi
Berdasarkan Fungsi Arsitektural
Membentuk Dinding Tajuk berkolom atau piramid
Membentuk Ruang dan Menempati Bentuk tajuk bulat atau tidak beraturan
Ruang Memiliki warna yang menarik
Kontrol Privasi Percabangan rendah
Kerapatan daun tinggi
Pembatas Tajuk pohon berbentuk oval atau bulat
Kerapatan daun tinggi
Pengarah Tajuk pohon berbentuk bulat, berkolom
atau piramid
Memberi Naungan Tajuk menjurai/bulat/kubah dan
Kerapatan daun tinggi
Sumber: Grey dan Deneke (1978)

Tabel 15. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Engineering


Fungsi Pohon Identifikasi
Berdasarkan Fungsi Engineering
Kontrol Erosi Pohon yang memiliki kerapatan daun
yang tinggi
Permukaan daun berambut
Bentuk pertumbuhan konifer
Batang pohon kasar
Percabangan horisontal
Pohon yang memiliki akar serabut
Kontrol Suara Kerapatan daun tinggi
Daun yang berdaging tebal
Percabangan rendah
Kontrol Visual Kerapatan daun tinggi
Bentuk tajuk yang menarik seperti bulat,
piramid, berkolom, menjurai
Pohon yang memiliki bunga dengan
warna yang menarik
Kontrol Polusi Udara Permukaan daun berambut
Bentuk pertumbuhan deciduous dan
konifer sangat efektif dalam mengurangi
polusi udara
Pohon yang memiliki aroma harum
Kontrol Jalan Pohon memiliki bentuk tajuk yang
menarik, seperti piramid, berkolom,
menjurai
Tidak memiliki ketinggian yang dapat
menghalangi pandangan pengguna
jalan
Pohon tidak menghasilkan buah yang
besar
Daya tumbuh tidak agresif
Kontrol Cahaya Pohon yang memiliki kerapatan daun
yang tinggi
132

Percabangan pendek
Pohon dengan tajuk bulat/kubah/tidak
beraturan/menjurai
Sumber: Grey dan Deneke (1978) dan Steenis (1978)

Tabel 16. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Estetis


Fungsi Pohon Identifikasi
Berdasarkan Fungsi Estetis
Membingkai View Pohon dengan tajuk oval atau bulat
Melunakkan Garis Arsitektural Pohon dengan tajuk oval atau bulat
Menyatukan Elemen Lanskap Pohon dengan tajuk oval atau bulat
Melunakkan Setting Yang Kaku Pohon dengan tajuk bulat atau berkolom
Sumber: Grey dan Deneke (1978)

Tabel 17. Identifikasi Fungsi Pohon Berdasarkan Fungsi Lain


Fungsi Pohon Identifikasi
Berdasarkan Fungsi lain
Indikator Sejarah Pohon memiliki nilai terhadap suatu
wilayah, negara, atau peristiwa
Habitat Satwa Liar Pohon dengan kerapatan daun yang
tinggi
Pohon penghasil makanan satwa
Upacara Adat/Keagamaan Pohon memiliki nilai dan digunakan
dalam upacara adat/keagamaan
Sumber: Grey dan Deneke (1978) dan Wee (2003)

Identifikasi Klasifikasi Umum


Klasifikasi daya tarik estetis pohon dalam basis data ini diidentifikasikan
berdasarkan bunga menarik, dahan dan daun bercorak, aroma harum, buah
menarik, unik dan tak lazim. Identifikasi daya tarik estetis pohon ditunjukkan pada
Tabel 18.

Tabel 18. Identifikasi Daya Tarik Estetis Pohon


Daya Tarik Estetis Pohon Identifikasi
Bunga Menarik Berbunga menarik ketika mekar
sempurna
Bentuk bunga yang besar
Bunga dengan warna menarik
Kumpulan bunga-bunga kecil dalam
jumlah yang banyak
Dahan dan Daun Bercorak Pohon yang memiliki bagian tubuh,
selain bunga, bercorak/berwarna
Dahan, daun, maupun batang
Aroma Harum Pohon yang memiliki bagian tubuh
beraroma harum
Bunga, daun, maupun batang
Buah Menarik Buah berdaging dengan bunga
didalamnya (figs)
Bukan merupakan buah yang umum
133

dikonsumsi (fruits)
Pada umumnya merupakan famili
moraceae
Unik dan Tak Lazim Pohon yang memiliki beberapa bagian
tubuh yang tidak biasa, dan
Seringkali ditanam karena
keingintahuan
Sumber: Wee (2003)

Klasifikasi manfaat/penggunaan pohon dalam basis data ini


diidentifikasikan berdasarkan pohon peneduh, pohon buah, penarik satwa, pohon
kayu, rempah, beverages, dan biji-bijian, sayuran, dan manfaat umum.
Identifikasi manfaat/penggunaan pohon ditunjukkan pada Tabel 19.

Tabel 19. Identifikasi Manfaat/Penggunaan Pohon


Manfaat/Penggunaan Pohon Identifikasi
Pohon Peneduh Tajuk pohon menjurai/bulat/kubah
Daun lebat, rapat, rimbun
Buah tidak terlalu besar
Toleransi angin tinggi
Pohon Buah Pohon penghasil buah (fruits), dan
buahnya dapat dikonsumsi dalam bentuk
mentah
Penarik Satwa Pohon dengan kerapatan daun yang
tinggi
Pohon penghasil makanan satwa
Pohon Kayu Pohon yang memiliki nilai pada kayunya
untuk digunakan pada konstruksi
Memiliki batang tunggal yang kuat dan
tinggi
Pada umumnya tidak bercabang pada
jarak tertentu dari tanah
Rempah, beverages, dan biji-bijian-bijian Pohon dengan bagian tubuh yang
digunakan sebagai rempah (bumbu,
obat), bahan penyegar (beverages),
maupun biji-bijian (nuts)
Sayuran Pohon yang memiliki bagian tubuh yang
dapat/seringkali dimakan sebagai
sayuran
Bunga, daun, maupun buah
Manfaat Umum Pohon yang populer ditanam di daerah
perkotaan atau kota-kota tropis karena
daya tarik estetisnya
Sumber: Wee (2003) dan Steenis (1978)

Klasifikasi lingkungan tumbuh pohon dalam basis data ini diidentifikasikan


berdasarkan tepi jalan, park/garden, basah hingga tergenang, mangrove, pantai
pasir, dan ruderal. Identifikasi lingkungan tumbuh pohon ditunjukkan pada Tabel
20.
134

Tabel 20. Identifikasi Lingkungan Tumbuh Pohon


Lingkungan Tumbuh Pohon Identifikasi
Tepi Jalan Tidak memiliki ketinggian yang dapat
menghalangi pandangan pengguna
jalan
Buah tidak terlalu besar
Gugur daun tidak terlalu banyak
Daya tumbuh tidak agresif
Toleransi angin tinggi
Pohon tidak terlalu rimbun (berkaitan
dengan pencahayaan dan drainase
jalan)
Tahan HPT dan toleransi polusi udara
Park/Garden Pohon yang memiliki karakteristik
menarik dan daya tarik estetis
Pada umumnya merupakan pohon
peneduh, pohon bunga dan pohon buah
Basah hingga Tergenang Pohon yang memiliki toleransi air/
kelembaban tinggi (hygrofit)
Mangrove* Pohon yang tumbuh di antara garis
pasang surut
Pohon yang memiliki toleransi air/
kelembaban tinggi (hygrofit)
Pohon yang memiliki salinitas tinggi
Pantai Pasir Pohon yang termasuk dalam formasi
pescaprae dan formasi barringtonia
Ruderal Pohon yang tumbuh pada lingkungan
yang terganggu/terbatas, dan
Seringkali bukan merupakan tanah
yang tidak subur
Sumber: Steenis (1978)
*) Rusila Noor et al. (1999) menggunakan istilah mangrove secara umum mengacu pada habitat, namun dalam beberapa hal,
digunakan untuk jenis tumbuhannya, termasuk yang terdapat pada pinggiran mangrove seperti formasi pescaprae dan
formasi barringtonia.

Penyajian Basis Data


Basis data pohon Kebun Raya Bogor tersimpan dalam format FileMaker
Pro 7 (fp7 file format). Dalam format ini dapat dilakukan filtrasi, editing, updating,
dan menjalankan query terhadap database record; sekaligus editing tampilan
untuk basis data.
135

BASIS DATA POHON

Basis data pohon ini disusun dan dirancang untuk menampilkan data dan
informasi mengenai jenis pohon, baik berdasarkan klasifikasi botani-lanskap
maupun klasifikasi umum; serta menyediakan kemudahan dalam mencari dan
menentukan jenis pohon yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
Penyusunan basis data pohon ini berbasis komputer dengan menggunakan
perangkat lunak FileMaker Pro 7.
FileMaker Pro 7 merupakan perangkat lunak basis data yang
diintegrasikan dengan tampilan berdasar GUI (Graphical User Interface), yang
memudahkan pengguna untuk mengakses serta memodifikasi basis data dengan
mendrag elemen baru ke dalam form layout yang tersedia pada tampilan
pengguna. Pada sebagian besar sistem basis data lain, memisahkan antara
basis data dan tampilan pengguna (user interface) tersebut, dan lebih
menitikberatkan pada mengorganisasi dan menyimpan data (database).

Struktur Basis Data


Perancangan struktur basis data merupakan tahap awal dalam
penyusunan basis data pohon. Pada proses ini dilakukan penentuan data input
yang akan dihimpun dalam basis data. Struktur basis data menentukan jenis
table, field, tipe data yang akan dimasukkan (data type), hubungan (relationship)
antara tabel-tabel tersebut, dan value list. Table dan field dibuat berdasarkan
pengklasifikasian yang telah dilakukan dan jenis data yang akan dimasukkan ke
dalam basis data.
Table adalah pengelompokan secara logika dari informasi yang
berhubungan. Table dibentuk oleh record dan field. Suatu record mengandung
informasi dari suatu isian tunggal dalam suatu table. Suatu record dibentuk oleh
banyak table. Setiap field dalam suatu record mengandung suatu potongan
tunggal dari informasi tentang record.

Merancang Struktur Basis Data dalam FileMaker Pro 7


Langkah awal dalam merancang struktur basis data pada aplikasi
FileMaker adalah dengan menentukan file basis data yang akan
dirancang/digunakan. Setelah aplikasi FileMaker terakses, akan tampil jendela
(window) New Database yang menyediakan pilihan file basis data (dan atau,
136

dengan memilih menu File, kemudian mengklik New Database) (Gambar 30).
Pada jendela New Database, Create a new empty file dipilih untuk memulai file
baru, kemudian mengklik OK sehingga tampil kotak jendela Create a new file
named: (Gambar 31). File yang dibuat adalah SIPArlan vol. 1.fp7, kemudian
mengklik Save sehingga akan tampil jendela FileMaker.

Gambar 30. Jendela New Database

Gambar 31. Jendela Create a new file named:

Penentuan Table, Field, Relationship, dan Value List


Perancangan struktur basis data ini diawali dengan menentukan table,
field, relationship, dan value list. Langkah pengerjaan yaitu dengan memilih
menu File, kemudian mengklik Define > Database sehingga akan tampil jendela
Define Database (Gambar 32).
137

Gambar 32. Jendela Define Database

Jendela Define Database terdiri dari tiga tab, yaitu tab Tables, tab Fields,
dan tab Relationships. Tab Tables digunakan untuk menentukan table. Tab
Fields digunakan untuk menentukan field, tipe data, dan options/comments. Tipe
data pada FileMaker dapat berupa text, number, date, time, timestamp,
container, calculation, dan summary. Options berfungsi untuk mengatur
parameter fields yang diinginkan, seperti validation, storage, dan sebagainya.
Sedangkan tab Relationships yang digunakan untuk menentukan relationship
antar table.
Tab Tables dipilih pada jendela Define Database, kemudian buat table
dengan nama SIPArlan vol. 1. Selanjutnya tab Fields dipilih, kemudian
menentukan field dengan nama, tipe data, options/comments seperti tampak
pada Tabel 21.

Tabel 21. Field, Tipe Data, dan Options/Comments


Field Tipe Option/Comment
Data
Id Pohon Text Field penghimpunan data berupa kode
identitas jenis pohon
Kode identitas jenis pohon bernilai unik dan
tidak boleh kosong (bernilai null)
Indexed (berkaitan dengan sorting)
Required value (berkaitan dengan
penghimpunan data)
Unique (nilai unik dan tidak boleh kosong)
Maximum (maksimal 6 karakter)
Message (pesan ditampilkan, jika validasi
gagal).
Nama Botani Text Field penghimpunan data berupa nama botani
pohon
Nama Umum Text Field penghimpunan data berupa nama umum
(nama lokal) pohon
138

Famili Text Field penghimpunan data berupa nama famili


pohon
Lokasi Text Field penghimpunan data berupa lokasi pohon
di Kebun Raya Bogor
Foto Pohon Container Field penghimpunan data berupa foto pohon
secara keseluruhan
Foto Buah Container Field penghimpunan data berupa foto detail
buah
Foto Bunga Container Field penghimpunan data berupa foto detail
bunga
Foto Daun Container Field penghimpunan data berupa foto detail
daun
Foto Batang Container Field penghimpunan data berupa foto detail
batang
Foto Akar Container Field penghimpunan data berupa foto detail
akar
Keterangan Foto Text Field penghimpunan data berupa keterangan
lokasi pengambilan foto
Keterangan Indikator Text Field penghimpunan data berupa keterangan
Sejarah indikator sejarah
Keterangan Upacara Text Field penghimpunan data berupa keterangan
Adat/Keagamaan upacara adat/keagamaan
Morfologi Biji Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data
Morfologi Buah Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data.
Morfologi Bunga Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data
Morfologi Daun Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data
Morfologi Batang Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data
Morfologi Akar Number Field keterangan sehingga tidak digunakan
untuk penghimpunan data
Jenis Biji Text Field penghimpunan data berupa jenis biji
Jenis Buah Text Field penghimpunan data berupa jenis buah
Jumlah Bunga Text Field penghimpunan data berupa jumlah bunga
Letak Bunga Text Field penghimpunan data berupa letak bunga
Warna Bunga Text Field penghimpunan data berupa warna bunga
Bentuk Daun Text Field penghimpunan data berupa bentuk daun
Jumlah Daun Text Field penghimpunan data berupa jumlah daun
Tulang Daun Text Field penghimpunan data berupa tulang daun
Ujung Daun Text Field penghimpunan data berupa ujung daun
Tepi Daun Text Field penghimpunan data berupa tepi daun
Warna Daun Text Field penghimpunan data berupa warna daun
Permukaan Daun Text Field penghimpunan data berupa permukaan
daun
Bentuk Batang Text Field penghimpunan data berupa bentuk batang
Permukaan Batang Text Field penghimpunan data berupa permukaan
batang
Percabangan Text Field penghimpunan data berupa percabangan
pohon
Sistem Perakaran Text Field penghimpunan data berupa sistem
perakaran
Modifikasi Akar Text Field penghimpunan data berupa modifikasi
akar
139

Bentuk Pertumbuhan Text Field penghimpunan data berupa bentuk


pertumbuhan pohon
Bentuk Tajuk Text Field penghimpunan data berupa bentuk tajuk
Tinggi Pohon Text Field penghimpunan data berupa tinggi pohon
Diameter Pohon Text Field penghimpunan data berupa diameter tajuk
pohon
Tekstur Pohon Text Field penghimpunan data berupa tekstur pohon
Aroma Text Field penghimpunan data berupa aroma
Perbanyakan Text Field penghimpunan data berupa perbanyakan
Asal Pohon Text Field penghimpunan data berupa asal pohon
Toleransi Suhu Text Field penghimpunan data berupa toleransi suhu
Toleransi Air Text Field penghimpunan data berupa toleransi air
Toleransi Cahaya Text Field penghimpunan data berupa toleransi
cahaya
Toleransi pH Tanah Text Field penghimpunan data berupa toleransi pH
tanah
Toleransi Angin Text Field penghimpunan data berupa toleransi
angin
Toleransi HPT Text Field penghimpunan data berupa toleransi
hama dan penyakit pohon
Toleransi Ketinggian Text Field penghimpunan data berupa toleransi
ketinggian
Tingkat Pemeliharaan Text Field penghimpunan data berupa tingkat
pemeliharaan
Fungsi Memperbaiki Text Field penghimpunan data berupa fungsi pohon
Iklim berdasarkan fungsi untuk memperbaiki iklim
Fungsi Arsitektural Text Field penghimpunan data berupa fungsi pohon
berdasarkan fungsi arsitektural
Fungsi Engineering Text Field penghimpunan data berupa fungsi pohon
berdasarkan fungsi engineering
Fungsi Estetis Text Field penghimpunan data berupa fungsi pohon
berdasarkan fungsi estetis
Fungsi Lain Text Field penghimpunan data berupa fungsi pohon
berdasarkan fungsi lain
Daya Tarik Estetis Text Field penghimpunan data berupa daya tarik
estetis
Manfaat/Penggunaan Text Field penghimpunan data berupa
manfaat/penggunaan
Lingkungan Tumbuh Text Field penghimpunan data berupa lingkungan
tumbuh

Basis data ini hanya terdiri dari satu table, yaitu table SIPArlan vol.1,
sehingga tidak memungkinkan untuk dibuat relasi antar table. Untuk
menghubungkan (menentukan relasi) satu data (field) dengan data lain
digunakan metode copy-paste dan memanfaatkan script/specify button pada
FileMaker (diuraikan pada Merancang Tampilan Basis Data dalam FileMaker
Pro 7).
Aplikasi FileMaker menyediakan lebih dari 130 langkah script yang
berfungsi untuk navigasi, conditional execution of script steps, mengedit record,
controlling windows, mencari record tertentu, memeriksa pengejaan dan
140

pengelolaan account pengguna. Namun untuk menampilkan hubungan relasi


antar table maka langkah pengerjaannya yaitu dengan memilih tab
Relationships, kemudian buat relasi antar table dengan cara menambah jumlah
table dan buat relasi diantaranya, sesuai dengan klasifikasi pohon yang telah
disusun.
Setelah tab Tables, tab Fields, dan tab Relationships ditentukan,
kemudian OK diklik, sehingga pada jendela FileMaker akan tampil field-field yang
telah ditentukan sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah menentukan value list.
Value list adalah pilihan data untuk memudahkan pengisian data pada
field. Untuk menentukan value list, yaitu dengan memilih menu View, kemudian
mengklik Layout Mode, sehingga jendela FileMaker berubah menjadi mode
editing. Field yang akan ditentukan value listnya dipilih, kemudian klik kanan dan
Field Format dipilih, sehingga akan tampil jendela Field Format (Gambar 33).
Selanjutnya menentukan Field beserta field formatnya seperti tampak pada Tabel
22.

Gambar 33. Jendela Field Format

Jendela Field Format terdiri dari dua bagian, yaitu frame Style dan frame
Repetitions. Frame Style digunakan untuk menentukan field format dan
menentukan sumber value. Field format dapat berupa Edit Box (digunakan untuk
menampilkan text yang dapat diubah oleh pengguna pada saat browse mode
(mode tampilan)), Pop-up List (digunakan untuk menampilkan value list yang
dapat didrop-down dalam bentuk listbox), Pop-up Menu (serupa dengan Pop-up
List, namun memiliki judul (kepala) listbox), Checkbox Set (digunakan untuk
menampilkan value list (pilihan) yang dapat dipilih lebih dari satu), dan Radio
Button Set (digunakan untuk menampilkan value list (pilihan) yang hanya dapat
141

dipilih salah satu) (Daryanto, 2003). Sumber value berupa value list yang telah
dibuat dan atau dilakukan pembuatan value list yang baru melalui jendela field
format. Sedangkan frame Repetitions digunakan untuk menentukan tampilan
value list pada field.

Tabel 22. Field dan Field Formatnya


Field Format Display Value From Value List
Field As
Keterangan Foto Pop-up list Keterangan Foto Foto diambil di Kebun
Raya Bogor
Foto diambil dari Luar
Kebun Raya Bogor
Foto diambil/dikutip
dari Sumber Pustaka
Jenis Biji Pop-up list Jenis Biji Biji Terbuka
(Gymnospermae)
Biji Tertutup
(Angiospermae)
Tidak Berbiji
Jenis Buah Pop-up list Jenis Buah Buah Semu
Buah Sejati
Tidak Berbuah
Jumlah Bunga Pop-up list Jumlah Bunga Tunggal
Majemuk
Letak Bunga Pop-up list Letak Bunga Ujung Batang
Ketiak Daun
Pangkal Daun/Batang
Ujung Batang dan
Ketiak Daun
Warna Bunga Pop-up list Warna Bunga Merah
Putih
Kuning
Putih Kekuningan
Hijau
Hijau Kekuningan
Ungu
Pink
Krem
Jingga
Lainnya
Bentuk Daun Pop-up list Bentuk Daun Bulat
Memanjang
Jorong
Lanset
Perisai
Bulat Telur
Ginjal
Jarum
Pita
Garis
Pedang
Kipas
142

Dabus
Sudip/Solet
Segitiga
Jumlah Daun Pop-up list Jumlah Daun Tunggal
Majemuk
Tulang Daun Pop-up list Tulang Daun Menyirip
Menjari
Melengkung
Sejajar
Lainnya
Ujung Daun Pop-up list Ujung Daun Runcing
Meruncing
Tumpul
Membulat
Rompang
Terbelah
Berduri
Tepi Daun Pop-up list Tepi Daun Rata
Bergerigi
Bergiri
Beringgit
Berombak
Berlekuk
Bercangap
Berbagi
Warna Daun Pop-up list Warna Daun Hijau Tua
Hijau
Hijau Kekuningan
Merah
Kuning
Variegata
Lainnya
Permukaan Daun Pop-up list Permukaan Daun Licin
Gundul
Kasap
Berkerut
Berbulu
Bersisik
Bentuk Batang Pop-up list Bentuk Batang Bulat
Bersegi
Pipih
Permukaan Batang Pop-up list Permukaan Batang Licin
Kasar
Memperlihatkan Bekas
Daun
Beralur
Berduri
Berambut
Bersisik
Lainnya
Percabangan Pop-up list Percabangan Monopodial
Simpodial
Dikotom
Lainnya
143

Sistem Perakaran Pop-up list Sistem Perakaran Akar Tunggang


Akar Serabut
Modifikasi Akar Pop-up list Modifikasi Akar Akar Udara
Akar Pembelit
Akar Napas
Akar Tunjang
Akar Lutut
Akar Banir
Bentuk Pertumbuhan Pop-up list Bentuk Pertumbuhan Deciduous
Evergreen
Palem
Bambu
Bentuk Tajuk Pop-up list Bentuk Tajuk Tidak Beraturan
Kipas
Horisontal
Piramid
Berkolom
Bulat
Menjurai
Kubah
Palmate
Tinggi Pohon Pop-up list Tinggi Pohon 3-6 m
6-15 m
>15 m
Diameter Pohon Pop-up list Diameter Pohon <6 m
6-15 m
>15 m
Tekstur Pohon Pop-up list Tekstur Pohon Tekstur Kasar
Tekstur Halus
Aroma Pop-up list Aroma Ada
Tidak Ada
Perbanyakan Pop-up list Perbanyakan Biji
Cangkok
Stek
Biji/Okulasi
Biji/Cangkok
Biji/Stek
Biji/Tunas
Biji/Cangkok/Stek
Cangkok/Stek
Asal Pohon Pop-up list Asal Pohon Tropis Asal Indonesia
Introduksi
Toleransi Suhu Pop-up list Toleransi Suhu Rendah
Tinggi
Rendah-Tinggi
Toleransi Air Pop-up list Toleransi Air Kering
Kering-Lembab
Lembab
Toleransi Cahaya Pop-up list Toleransi Cahaya Naungan
Setengah Naungan
Terbuka
Toleransi pH Tanah Pop-up list Toleransi pH Tanah Tidak Ada Data
Asam
Netral
144

Basa
Asam-Basa
Toleransi Angin Pop-up list Toleransi Angin Kecepatan Rendah
Kecepatan Tinggi
Toleransi HPT Pop-up list Toleransi HPT Peka
Cukup Peka
Tahan
Toleransi Ketinggian Pop-up list Toleransi Ketinggian Rendah
Rendah-Tinggi
Tinggi
Tingkat Pop-up list Tingkat Intensif
Pemeliharaan Pemeliharaan Semi Intensif
Tidak Intensif
Fungsi Memperbaiki Checkbox Fungsi Memperbaiki Kontrol Suhu
Iklim set Iklim Kontrol Angin
Kontrol Kelembaban
Fungsi Arsitektural Checkbox Fungsi Arsitektural Membentuk Dinding
set Membentuk Ruang
Kontrol Privasi
Pembatas
Pengarah
Memberi Naungan
Fungsi Engineering Checkbox Fungsi Engineering Kontrol Erosi
set Kontrol Suara
Kontrol Visual
Kontrol Polusi Udara
Kontrol Jalan
Kontrol Cahaya
Fungsi Estetis Checkbox Fungsi Estetis Membingkai View
set Melunakkan Garis
Arsitektural
Menyatukan Elemen
Lanskap
Melunakkan Setting
Kaku
Fungsi Lain Checkbox Fungsi Lain Indikator Sejarah
set Habitat Satwa Liar
Upacara
Adat/Keagamaan
Daya Tarik Estetis Checkbox Daya Tarik Estetis Bunga Menarik
set Dahan dan Daun
Bercorak
Aroma Harum
Buah Menarik
Unik dan Tak Lazim
Manfaat/Penggunaan Checkbox Manfaat/Penggunaan Pohon Peneduh
set Pohon Buah
Penarik Satwa
Pohon Kayu
Rempah, Beverages
dan Biji-bijian
Sayuran
Manfaat Umum
Lingkungan Tumbuh Checkbox Lingkungan Tumbuh Tepi Jalan
set
145

Park/Garden
Basah hingga
Tergenang
Mangrove
Pantai Pasir
Ruderal

Tampilan Basis Data (Graphical User Interface)


Perancangan tampilan basis data merupakan tahap selanjutnya dalam
penyusunan basis data pohon dengan visualisasi komputer. Pada proses ini
dilakukan penentuan tampilan basis data (user interface) yang akan
menampilkan data dan informasi basis data, sehingga memudahkan pengguna
untuk mengakses dan menggunakannya.
Langkah-langkah dalam perancangan tampilan basis data meliputi
penentuan tipe form layout, layout field, button, specify button, hubungan
(relationship) antar layout dan elemen desain layout. Hubungan (relationship)
antar data/field/layout dibuat berdasarkan pengklasifikasian yang telah dilakukan.
Form layout adalah media pengembangan/perancangan untuk layout
field, button dan elemen desain layout. Button adalah tombol yang digunakan
untuk mendapatkan konfirmasi pengguna untuk pelaksanaan fungsi tertentu.
Sedangkan specify button digunakan untuk memberi fungsi tertentu pada button.

Merancang Tampilan Basis Data dalam FileMaker Pro 7


Langkah awal dalam merancang tampilan basis data pada aplikasi
FileMaker adalah dengan menentukan form layout yang akan digunakan.
Langkah pengerjaan yaitu dengan memilih menu View, kemudian mengklik
Layout Mode, sehingga jendela FileMaker berubah menjadi mode editing. Menu
Layouts dipilih, kemudian mengklik New Layout/Report, sehingga akan tampil
jendela New Layout/Report (Gambar 34).
Jendela New Layout/Report digunakan untuk menentukan sumber record,
nama layout, dan tipe layout. Tipe layout dapat berupa Standard form, Columnar
list/report, Table view, Labels, Vertical labels, Envelope, dan Blank Layout.
Sumber record hanya berasal dari table SIPArlan vol. 1. Masing-masing
form layout memiliki materi isi (item) yang berbeda-beda. Field-field untuk setiap
layout ditentukan dengan metode copy-paste dari layout SIPArlan vol.1. Button
dan elemen desain layout ditentukan dengan memilih dari toolbar kemudian
146

mendragnya pada form layout. Hubungan antar data/field/layout ditentukan


dengan memanfaatkan/menggunakan script/specify button pada FileMaker.

Gambar 34. Jendela New Layout/Report

Untuk menentukan script/specify, menu View dipilih, kemudian mengklik


Layout Mode, sehingga jendela FileMaker berubah menjadi mode editing.
Data/field/button yang akan ditentukan script/specify buttonnya dipilih, kemudian
klik kanan dan Specify Button dipilih. Pada jendela Specify Button (Gambar 35),
fungsi yang akan ditentukan pada data/field/button dipilih. Selanjutnya form
layout beserta tipe layout, field, layout field, button, specify button, hubungan
(relationship) antar data/field/layout, dan elemen desain layout ditentukan seperti
tampak pada Tabel 23.

Gambar 35. Jendela Specify Button


147

Tabel 23. Form Layout, Tipe Layout, Field, Layout Field, Button, Specify Button, Hubungan antar Data/Field/Layout, dan Elemen Desain
layout
Form Layout Tipe Layout Field Button Hubungan antar Layout Field
Data/Field/Layout & Elemen
Desain layout
SIPArlan vol.1 Blank layout Info Go to Layout > Bantuan (Gambar 36)
Perihal Go to Layout > About
Keluar Exit Application
Masuk Go to Layout > Morfologi
Morfologi Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 37)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Do Nothing
Jenis Biji Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Jenis Buah Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Jumlah Bunga Fungsi Go to Layout > Fungsi
Letak Bunga Morfologi Biji, Buah, dan Bunga Do Nothing
Warna bunga Morfologi Daun Go to Layout > Morfologi 1
Morfologi Batang & Akar Go to Layout > Morfologi 2
Morfologi 1 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 38)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi

47
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
148

Lokasi Ubah New/Request Record


Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Do Nothing
Bentuk Daun Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Jumlah Daun Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Tulang Daun Fungsi Go to Layout > Fungsi
Ujung Daun Morfologi Biji, Buah, dan Bunga Go to Layout > Morfologi
Tepi Daun Morfologi Daun Do Nothing
Warna Daun Morfologi Batang & Akar Go to Layout > Morfologi 2
Permukaan
Daun
Morfologi 2 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 39)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Do Nothing
Bentuk Batang Karakteristik Go to Layout > Karakteristik

48
Permukaan Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
149

Batang Fungsi Go to Layout > Fungsi


Percabangan Morfologi Biji, Buah, dan Bunga Go to Layout > Morfologi
Sistem Morfologi Daun Go to Layout > Morfologi 1
Perakaran Morfologi Batang & Akar Do Nothing
Modifikasi Akar
Karakteristik Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 40)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Go to Layout > Morfologi
Bentuk Karakteristik Do Nothing
Pertumbuhan Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Bentuk Tajuk Fungsi Go to Layout > Fungsi
Tinggi Pohon
Diameter
Pohon
Tekstur Pohon
Aroma
Perbanyakan
Asal Pohon
Sifat Ekologi Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 41)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi

49
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
150

Lokasi Ubah New/Request Record


Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Go to Layout > Morfologi
Toleransi Suhu Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Toleransi Air Sifat Ekologi Do Nothing
Toleransi Fungsi Go to Layout > Fungsi
Cahaya
Toleransi pH
Tanah
Toleransi Angin
Toleransi
Ketinggian
Tingkat
Pemeliharaan
Fungsi Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 42)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto

50
Keterangan Pohon
151

Foto Morfologi Go to Layout > Morfologi


Kontrol Suhu Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Kontrol Angin Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Kontrol Fungsi Do Nothing
Kelembaban Memperbaiki Iklim & Do Nothing
Kontrol Erosi Arsitektural
Kontrol Suara Engineering & Estetis Go to Layout > Fungsi 1
Kontrol Visual Lain Go to Layout > Fungsi 2
Kontrol Polusi
Udara
Kontrol Jalan
Kontrol Cahaya
Fungsi 1 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 43)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Go to Layout > Morfologi
Membentuk Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Dinding Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Membentuk Fungsi Do Nothing
Ruang Memperbaiki Iklim & Go to Layout > Fungsi
Kontrol Privasi Arsitektural
Pembatas Engineering & Estetis Do Nothing

51
Pengarah Lain Go to Layout > Fungsi 2
152

Memberi
Naungan
Membingkai
View
Melunakkan
Garis
Arsitektural
Menyatukan
Elemen
Lanskap
Melunakkan
Setting Kaku
Fungsi 2 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Do Nothing (Gambar 44)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Morfologi Go to Layout > Morfologi
Indikator Karakteristik Go to Layout > Karakteristik
Sejarah Sifat Ekologi Go to Layout > Sifat Ekologi
Habitat Satwa Fungsi Do Nothing
Liar Memperbaiki Iklim & Go to Layout > Fungsi
Upacara Adat Arsitektural
/Keagamaan Engineering & Estetis Go to Layout > Fungsi 1
Keterangan Lain Do Nothing

52
Indikator
153

Sejarah
Keterangan
Upacara Adat/
Keagamaan
Umum Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 45)
Nama Botani Klasifikasi Umum Do Nothing
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Daya Tarik Estetis Do Nothing
Bunga Menarik Manfaat/Penggunaan Go to Layout > Umum 1
Dahan dan Lingkungan Tumbuh Go to Layout > Umum 2
Daun Bercorak
Aroma Harum
Buah Menarik
Unik dan Tak
Lazim
Umum 1 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 46)
Nama Botani Klasifikasi Umum Do Nothing
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode

53
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
154

Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon


Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Daya Tarik Estetis Go to Layout > Umum
Pohon Manfaat/Penggunaan Do Nothing
Peneduh Lingkungan Tumbuh Go to Layout > Umum 2
Pohon Buah
Penarik Satwa
Pohon Kayu
Rempah,
beverages, dan
biji-bijian
Sayuran
Manfaat Umum
Umum 2 Blank layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 47)
Nama Botani Klasifikasi Umum Do Nothing
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Foto Pohon Hapus Delete Record/Request
Foto Buah Cari Enter Find Mode
Foto Bunga Tombol view as form Do Nothing
Foto Daun Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Foto Batang Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Foto Akar Detail Foto Go to Layout > Detail Foto
Keterangan Pohon
Foto Daya Tarik Estetis Go to Layout > Umum
Tepi Jalan Manfaat/Penggunaan Go to Layout > Umum 1
Park/Garden Lingkungan Tumbuh Do Nothing
Basah hingga

54
Tergenang
155

Mangrove
Pantai Pasir
Ruderal
Detail Foto Blank layout Foto Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 48)
Pohon Foto Buah Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Foto Bunga Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Foto Daun Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Foto Batang Ubah New/Request Record
Foto Akar Hapus Delete Record/Request
Keterangan Cari Enter Find Mode
Foto Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Detail Lokasi Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 49)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Do Nothing
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Do Nothing
Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4
Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6

55
Detail Lokasi 1 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 50)
156

Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum


Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Go to Layout > Detail Lokasi
Vak I-III Do Nothing
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4
Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6
Detail Lokasi 2 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 51)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Go to Layout > Detail Lokasi
Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Do Nothing

56
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
157

Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4


Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6
Detail Lokasi 3 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 52)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Go to Layout > Detail Lokasi
Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Do Nothing
Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4
Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6
Detail Lokasi 4 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 53)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In

57
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
158

Total Go to Layout > Detail Lokasi


Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
Vak X-XIV Do Nothing
Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6
Detail Lokasi 5 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 54)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Go to Layout > Detail Lokasi
Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4
Vak XV-XVII Do Nothing
Vak XIX-XX Go to Layout > Detail Lokasi 6
Detail Lokasi 6 Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 55)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Do Nothing

58
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
159

Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan


Normal Set Zoom Level > 100%
Perbesar Set Zoom Level > Zoom In
Perkecil Set Zoom Level > Zoom Out
Total Go to Layout > Detail Lokasi
Vak I-III Go to Layout > Detail Lokasi 1
Vak IV-VI Go to Layout > Detail Lokasi 2
Vak VII-IX Go to Layout > Detail Lokasi 3
Vak X-XIV Go to Layout > Detail Lokasi 4
Vak XV-XVII Go to Layout > Detail Lokasi 5
Vak XIX-XX Do Nothing
Daftar Pohon Table layout Id Pohon Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 56)
Nama Botani Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Nama Umum Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Famili Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Lokasi Ubah New/Request Record
Hapus Delete Record/Request
Cari Enter Find Mode
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Do Nothing
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Bantuan Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 57)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Do Nothing
Tombol lanjut Go to Layout > Ikhtisar
Ikhtisar Go to Layout > Ikhtisar
Tombol Navigasi Go to Layout > Tombol

59
Navigasi
160

Pendataan Pohon Go to Layout > Pendataan


Pohon
Informasi Sistem Go to Layout > Informasi
Sistem
Tentang SIPArlan Go to Layout > Tentang
SIPArlan
Ikhtisar Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 58)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Tombol kembali Go to Layout > Bantuan
Tombol lanjut Go to Layout > Bantuan Tombol
Navigasi
Pendataan Pohon Go to Layout > Pendataan
Pohon
Tombol Navigasi Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 59)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Tombol kembali Go to Layout > Ikhtisar
Tombol lanjut Go to Layout > Pendataan
Pohon
Pendataan Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 60)
Pohon Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi

60
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
161

Tombol view as form Go to Layout > Morfologi


Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Tombol kembali Go to Layout > Tombol
Navigasi
Tombol lanjut Go to Layout > Informasi
Sistem
Informasi Sistem Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 61)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Tombol kembali Go to Layout > Pendataan
Pohon
Tombol lanjut Go to Layout > Tentang
SIPArlan
Tentang SIPArlan Blank layout Klasifikasi Botani-Lanskap Go to Layout > Morfologi (Gambar 62)
Klasifikasi Umum Go to Layout > Umum
Detail Lokasi Go to Layout > Detail Lokasi
Tombol Keluar Go to Layout > SIPArlan vol.1
Tombol view as form Go to Layout > Morfologi
Tombol view as table Go to Layout > Daftar Pohon
Tombol bantuan Go to Layout > Bantuan
Tombol kembali Go to Layout > Informasi
Sistem

61
162

Gambar 36. Form Layout SIPArlan Vol 1

Gambar 37. Form Layout Morfologi

Gambar 38. Form Layout Morfologi 1


163

Gambar 39. Form Layout Morfologi 2

Gambar 40. Form Layout Karakteristik

Gambar 41. Form Layout Sifat Ekologi


164

Gambar 42. Form Layout Fungsi

Gambar 43. Form Layout Fungsi 1

Gambar 44. Form Layout Fungsi 2


165

Gambar 45. Form Layout Umum

Gambar 46. Form Layout Umum 1

Gambar 47. Form Layout Umum 2


166

Gambar 48. Form Layout Detail Foto Pohon

Gambar 49. Form Layout Detail Lokasi

Gambar 50. Form Layout Detail Lokasi 1


167

Gambar 51. Form Layout Detail Lokasi 2

Gambar 52. Form Layout Detail Lokasi 3

Gambar 53. Form Layout Detail Lokasi 4


168

Gambar 54. Form Layout Detail Lokasi 5

Gambar 55. Form Layout Detail Lokasi 6

Gambar 56. Form Layout Daftar Pohon


169

Gambar 57. Form Layout Bantuan

Gambar 58. Form Layout Ikhtisar

Gambar 59. Form Layout Tombol Navigasi


170

Gambar 60. Form Layout Pendataan Pohon

Gambar 61. Form Layout Informasi Sistem

Gambar 62. Form Layout Tentang SIPArlan


171
Pemasukan Data Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7
Data masukan pada basis data pohon ini berupa data teks, data gambar,
data teks pilihan (value list), dan data opsional sesuai dengan klasifikasi yang
telah dilakukan sehingga pengisian data menggunakan field entry data berbentuk
edit box (tipe data text), edit box (tipe data container), pop-up list, dan checkbox
set.
Field entry data berbentuk edit box (tipe data text) digunakan pada field Id
Pohon, Nama Botani, Nama Umum, Famili, Lokasi. Field entry data berbentuk
edit box (tipe data container) digunakan pada field Foto Pohon, Foto Buah, Foto
Bunga, Foto Batang, Foto Akar. Field entry data berbentuk pop-up list dan
checkbox set telah dijelaskan sebelumnya (diuraikan pada Penentuan Table,
Field, Relationship, dan Value List).
Langkah awal dalam proses pemasukan data/record pada aplikasi
FileMaker adalah dengan mengubah tampilan jendela Filemaker menjadi Browse
Mode. Langkah pengerjaan yaitu dengan memilih menu View, kemudian
mengklik Browse Mode, sehingga tampilan jendela FileMaker berubah menjadi
mode tampilan (Gambar 64).
Proses pendataan dilakukan dengan menggunakan tombol ubah dan tombol
hapus. Tombol ubah digunakan untuk setiap proses pemasukan sebuah record baru,
sedangkan tombol hapus digunakan untuk menghapus sebuah record.
Proses Pemasukan data dilakukan dengan memilih tombol ubah (dan atau
memilih menu Records, kemudian mengklik New Record), kemudian field yang akan
diisi data dipilih. Untuk field entry data berbentuk edit box (tipe data text), proses
pemasukan data dilakukan dengan mengetikkan data pada field. Ketentuan
khusus berlaku pada field Id Pohon, yaitu data maksimum terdiri dari enam
karakter, bersifat unik, dan tidak boleh bernilai kosong (null).
Field entry data berbentuk edit box (tipe data container), proses
pemasukan data dilakukan dengan mengklik kanan field, kemudian Insert
Picture dipilih, sehingga tampil jendela Insert Picture. Pada jendela Insert
Picture, data gambar yang akan dimasukkan dipilih, kemudian memberi tanda
check pada label Store only a reference to file, sehingga jika terdapat
perubahan data maka dengan sendirinya (secara otomatis) basis data akan
mengupdate link (Gambar 63).
Gambar-gambar pohon yang dimasukkan ke dalam basis data berbentuk
file-file gambar dengan format JPEG (Joint Photographic Experts Group) dan
172
disimpan di dalam folder khusus. File tersebut diberi nama sesuai dengan nama
botaninya, sehingga memudahkan dalam proses pemasukan data.

Gambar 63. Jendela Insert Picture

Field entry data berbentuk pop-up list, data yang akan dimasukkan, dipilih
pada value list. Sedangkan Field entry data berbentuk checkbox set, proses
pemasukan data dilakukan dengan memberi tanda check pada data yang akan
dimasukkan.
Proses perpindahan dari satu field menuju field lain dilakukan dengan
menekan tombol Tab pada keyboard, sehingga memudahkan dalam proses
pemasukan data. Sedangkan proses perpindahan dari satu layout menuju layout
lain dilakukan dengan mengklik button-button yang telah diatur sebelumnya.
Data dalam basis data pohon ini diurutkan berdasarkan id pohon sesuai
urutan abjad. Pengurutan dilakukan dengan memilih menu Records, kemudian
Sort Records diklik, sehingga akan tampil jendela Sort Records. Data yang ingin
diurutkan pada jendela Sort Records dipilih, kemudian Sort diklik.

Penggunaan Basis Data Pohon


Basis data pohon ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Bagian 1 dan
Bagian 2. Bagian 1 merupakan halaman depan basis data yang berisikan
informasi umum mengenai basis data dan nama pohon; sedangkan bagian 2
merupakan halaman inti yang berisikan informasi dan foto pohon.
Basis data pohon ini menggunakan dua mode penggunaan, yaitu browse
mode dan find mode (mode pencarian). Browse mode digunakan untuk
pendataan dan untuk menampilkan data dan informasi pohon; sedangkan find
173
mode digunakan untuk mencari data dan informasi pohon. Informasi pada basis
data pohon ini dikelompokkan berdasarkan klasifikasi botani-lanskap dan
klasifikasi umum, yang ditampilkan dalam dua pilihan tampilan (view as form dan
view as table).
Penggunaan basis data pohon ini terbagi menjadi proses
membaca/memperoleh data dan informasi pohon; dan proses pencarian data
dan informasi pohon. Proses membaca/memperoleh data dan informasi pohon,
dilakukan dengan memilih browse mode (Gambar 64). Untuk pendataan telah
diuraikan sebelumnya (diuraikan pada Pemasukan Data Basis Data Pohon
dalam FileMaker Pro 7); sedangkan untuk memperoleh informasi mengenai
suatu jenis pohon dilakukan dengan memilih tombol identifikasi pohon yang
dikehendaki. Untuk berpindah dari satu record (data satu jenis pohon) menuju
record lain dilakukan dengan mengklik tombol pindah file pada toolbar/sidebar
jendela FileMaker.

Gambar 64. Jendela Browse mode

Filemaker menyediakan fasilitas untuk melakukan pencarian secara


berganda. Pencarian berganda memudahkan pencarian data dan informasi
pohon berdasarkan query. Query adalah pengelompokan berdasarkan kriteria
identifikasi tertentu, misalnya query berdasarkan biji tertutup.
Proses pencarian data dan informasi pohon dilakukan dengan memilih
find mode (Gambar 65). Langkah pengerjaannya yaitu dengan
mengetikkan/memilih kriteria identifikasi pohon yang dicari/dikehendaki pada
field. Selanjutnya dengan mengklik tombol find untuk eksekusi pada
toolbar/sidebar jendela FileMaker, sehingga akan tampil data dan informasi
174
mengenai pohon yang dicari. Data dan informasi mengenai pohon yang
diperoleh merupakan query berdasarkan kriteria identifikasi pohon yang
dicari/dikehendaki.

Gambar 65. Jendela Find mode

Untuk melakukan pencarian berganda dikerjakan seperti langkah


pencarian sebelumnya, namun dengan mengetikkan/memilih dua atau lebih
kriteria identifikasi. Data dan informasi mengenai pohon yang diperoleh
merupakan query berdasarkan dua atau lebih kriteria identifikasi pohon yang
diketikkan/dipilih. Semakin banyak kriteria identifikasi yang diketikkan/dipilih,
maka data dan informasi mengenai pohon yang diperoleh semakin spesifik.
Untuk kembali menuju tampilan semula (browse mode) dan atau menampilkan
keseluruhan record, yaitu dengan memilih menu Records kemudian klik Show
All Records, sehingga akan tampil keseluruhan record.

Pengaturan Account Pengguna


FileMaker menyediakan fasilitas pengaturan account pengguna, sehingga
memudahkan dalam pengaturan pengguna dalam mengakses basis data pohon
ini. Pengaturan account pengguna basis data pohon ini terbagi menjadi dua,
yaitu Admin Account dan Guest Account.
Admin Account digunakan untuk melakukan proses editing dan updating
baik basis data maupun tampilan pengguna, dan disertai dengan password.
Sedangkan Guest Account digunakan bagi pengguna umum untuk sekedar
memperoleh dan mencari data dan informasi mengenai pohon, dan tanpa fungsi
editing dan updating.
175
Langkah pengaturan account pengguna pada FileMaker, yaitu dengan
memilih menu File, kemudian mengklik Define > Accounts & Privileges,
sehingga akan tampil jendela Accounts & Privileges (Gambar 66). Jendela
Accounts & Privileges terdiri dari tiga tab, yaitu tab Accounts, tab Privilege Sets,
dan tab Extended Privileges.

Gambar 66. Jendela Accounts & Privileges

Langkah selanjutnya, yaitu dengan memberi tanda check pada Account


Guest dan Account Admin. Account Admin pada tab Accounts dipilih, kemudian
Edit diklik, sehingga akan tampil jendela Edit Account. Pada jendela Edit
Account, dilakukan penentuan nama account, password, dan pengaturan yang
diinginkan, kemudian OK diklik. Pada jendela Accounts & Privileges, OK diklik,
sehingga akan tampil jendela Confirm Full Access Login. Selanjutnya, pada
jendela Confirm Full Access Login, dilakukan penentuan nama account dan
password yang serupa dengan nama account dan password yang dimasukkan
pada jendela Edit Account.

Prosedur Penginstallan dan Penggunaan Basis Data Pohon


Langkah penginstallan dan penggunaan basis data pohon ini adalah
sebagai berikut:
1. Folder SIPArlan Vol.1 dicopykan ke dalam perangkat komputer.
2. Untuk menjalankan program harus melalui perangkat lunak FileMaker Pro 7
karena program tersimpan dalam format *fp7 (ektensi FileMaker Pro 7).
Untuk diketahui, file basis data bernama SIPArlan vo.1.fp7, dan dapat
diakses dengan mengklik ganda pada explorer atau dengan membuka nama
file tersebut dalam FileMaker Pro 7.
176
3. Setelah file SIPArlan vol.1.fp7 diakses didalam FileMaker, maka akan tampil
jendela Open File (Gambar 67), kemudian Guest Account dipilih, dan
program akan menampilkan basis data pohon.
4. Editing dan atau updating basis data dilakukan dengan memilih Account
Name and Password (Admin Account) pada jendela Open File. Admin
Account dilengkapi dengan password, sehingga editing dan atau updating
basis data hanya dapat dilakukan oleh pengguna tertentu (terbatas).

Gambar 67. Jendela Open File


177
PEMBAHASAN

Data Pohon
Data (obyek) dalam basis data ini berupa pohon yang dikelompokkan
berdasarkan pengklasifikasian secara botani pada takson tingkat familia. Data
yang dimasukkan meliputi foto dan data atribut. Data foto mencakup foto pohon
secara keseluruhan, foto buah, foto bunga, foto daun, foto batang, dan foto akar.
Data atribut berupa informasi mengenai deskripsi dan klasifikasi jenis pohon,
yang mencakup klasifikasi botani-lanskap (sifat morfologi, sifat ekologi,
karakteristik, dan fungsi) dan klasifikasi umum.
Deskripsi umum jenis pohon mencakup nama botani, nama umum, famili,
dan lokasi keberadaannya di Kebun Raya Bogor. Lebih lanjut, deskripsi dan
klasifikasi jenis pohon dibedakan menjadi klasifikasi botani-lanskap dan
klasifikasi umum.

Klasifikasi Botani-Lanskap
Klasifikasi botani-lanskap dikelompokkan berdasarkan klasifikasi menurut
ilmu botani (taksonomi tumbuhan) dan klasifikasi menurut ilmu arsitektur lanskap
(ekologi/hortikultura). Klasifikasi botani-lanskap mencakup sifat morfologi,
karakteristik, sifat ekologi, dan fungsi pohon.
Sifat morfologi pohon dibedakan menjadi morfologi biji, buah, bunga,
daun, batang, dan akar. Data sifat morfologi pohon memberi informasi kepada
pengguna mengenai morfologi (bentuk) pohon. Data tersebut selanjutnya dapat
dijadikan dasar pedoman dalam menentukan fungsi dan kualitas estetis pohon;
yang notabene merupakan hal fundamental dalam menentukan pohon.
Karakteristik pohon dalam basis data ini dibedakan menjadi bentuk
pertumbuhan, bentuk tajuk, tinggi pohon (dewasa), diameter tajuk pohon
(dewasa), tekstur pohon, aroma, perbanyakan, dan asal pohon. Data
karakteristik pohon memberi informasi kepada pengguna mengenai karakteristik
(kekhasan) pohon. Pengetahuan mengenai karakteristik pohon memudahkan
bagi pengguna untuk menentukan pohon yang diinginkan atau dibutuhkan dalam
tapaknya.
Sifat ekologi pohon dalam basis data ini dibedakan menjadi toleransi
terhadap suhu (temperatur), toleransi terhadap air (kelembaban), toleransi
terhadap pH tanah (derajat kemasaman), toleransi terhadap cahaya, toleransi
178
terhadap angin, toleransi terhadap hama dan penyakit, toleransi ketinggian, dan
tingkat pemeliharaan. Data sifat ekologi pohon memberi informasi kepada
pengguna mengenai batas toleransi pohon untuk tumbuh.
Identifikasi mengenai sifat ekologi pohon pada basis data pohon ini belum
sepenuhnya lengkap. Hal ini disebabkan karena pohon memerlukan lebih banyak
data untuk memperoleh lingkungan tumbuh yang optimal. Oleh karena itu, perlu
dilakukan penelitian secara mendalam mengenai toleransi pohon terhadap
lingkungan tumbuhnya.
Fungsi pohon dibedakan menjadi fungsi memperbaiki iklim, fungsi
arsitektural, fungsi engineering, fungsi estetis, dan fungsi lain. Fungsi
memperbaiki iklim diidentifikasikan berdasarkan hubungan sifat morfologi dan
karakteristik pohon terhadap perbaikan iklim, seperti kontrol suhu, kontrol
kelembaban, dan kontrol angin.
Hubungan sifat morfologi pohon terhadap perbaikan iklim mencakup
morfologi daun, morfologi batang, dan morfologi akar. Sedangkan hubungan
karakteristik terhadap perbaikan iklim mencakup bentuk pertumbuhan, bentuk
tajuk, tinggi pohon, dan diameter pohon.
Fungsi arsitektural merupakan fungsi pohon yang mendasar dalam
bidang arsitektur lanskap, seperti membentuk dinding, membentuk ruang, kontrol
privasi, pembatas, pengarah, dan memberi naungan. Fungsi arsitektural juga
diidentifikasikan berdasarkan sifat morfologi dan karakteristik pohon yang serupa
pada fungsi memperbaiki iklim.
Fungsi engineering merupakan fungsi pohon yang berkaitan dengan
pengendalian lingkungan sekitar yang tercemar, sebagai dampak kegiatan
manusia. Fungsi engineering mencakup kontrol erosi, kontrol suara, kontrol
visual, kontrol polusi udara, kontrol jalan, dan kontrol cahaya. Fungsi pohon ini
diidentifikasikan berdasarkan sifat morfologi pohon berupa morfologi buah,
bunga, daun, batang, dan akar; dan karakteristik pohon berupa bentuk
pertumbuhan, bentuk tajuk, tinggi pohon, diameter pohon, tekstur pohon, dan
aroma.
Fungsi estetis merupakan fungsi pohon berkaitan dengan daya tarik
estetis pohon. Fungsi pohon ini diidentifikasikan berdasarkan karakteristik pohon
dalam membingkai view, melunakkan garis arsitektural, menyatukan elemen
lanskap dan melunakkan setting yang kaku
179
Fungsi lain merupakan pengelompokan fungsi pohon yang tidak dapat
dimasukkan pada fungsi pohon lain. Fungsi ini mencakup indikator sejarah,
habitat satwa liar, dan upacara adat/keagamaan.
Identifikasi mengenai fungsi pohon pada basis data pohon ini belum
sepenuhnya lengkap. Hal ini disebabkan karena identifikasinya hanya
berdasarkan identifikasi fisik pohon. Untuk mengoptimalkan penggunaannya,
fungsi pohon tersebut perlu memadukan identifikasi fisik dan non fisik pohon.
Data non fisik adalah data mengenai kemampuan bagian-bagian dan
karakteristik pohon dalam persentase, seperti persen kerapatan daun, dan
persen ketebalan daun.

Klasifikasi Umum
Klasifikasi umum dikelompokkan berdasarkan klasifikasi yang lebih umum
dikenal oleh masyarakat. Klasifikasi umum mencakup pohon dengan daya tarik
estetis, manfaat/penggunaan, dan lingkungan tumbuh.
Daya tarik estetis dibedakan menjadi bunga menarik, dahan dan daun
bercorak, aroma harum, buah menarik, serta unik dan tak lazim. Data pohon
dengan daya tarik estetis memberi informasi kepada pengguna mengenai daya
tarik pohon berupa keestetisan/keindahan/kekhasan, yang telah dikenal oleh
masyarakat. Data tersebut selanjutnya dapat dijadikan dasar pedoman dalam
menentukan manfaat/penggunaan pohon; yang notabene dibutuhkan oleh
masyarakat.
Manfaat/penggunaan dalam basis data ini dibedakan menjadi pohon
peneduh, pohon buah, penarik satwa, pohon kayu, rempah, beverages, dan biji-
bijian-bijian, sayuran, dan manfaat umum. Data manfaat/penggunaan pohon
memberi informasi kepada pengguna mengenai manfaat atau penggunaan
umum pohon, yang telah dikenal oleh masyarakat.
Lingkungan tumbuh dalam basis data ini dibedakan menjadi tepi jalan,
park/garden, basah hingga tergenang, mangrove, pantai pasir, dan ruderal. Data
lingkungan tumbuh pohon memberi informasi kepada pengguna, mengenai
lingkungan tumbuh yang optimal mendukung pertumbuhan pohon.
Identifikasi mengenai klasifikasi umum belum sepenuhnya memberi
kemudahan masyarakat umum. Hal ini disebabkan karena masih terdapat
identifikasi dan klasifikasinya menggunakan istilah yang jarang dikenal
masyarakat, seperti buah menarik (fascinating figs) dan ruderal.
180
Data Pohon dalam Basis Data
Pohon dalam basis data ini merupakan pohon koleksi Kebun raya Bogor.
Selanjutnya, pohon tersebut dikelompokkan sebagai pohon yang mampu
beradaptasi di daerah tropis, baik yang berasal dari daerah tropis maupun
introduksi dari daerah lain.
Basis data dalam studi ini menghimpun 59 famili pohon yang tercakup
dalam 136 vak di Kebun Raya Bogor. Jumlah pohon tersebut mencakup 388
spesies pohon dan belum dapat mewakili keseluruhan spesies pohon koleksi
Kebun Raya Bogor, yang jumlahnya mencapai 1800 spesies pohon. Hal ini
disebabkan penghimpunan data dicukupkan/terbatas untuk keperluan studi.
Berdasar program basis data yang telah tersusun ini, selanjutnya dapat
dilakukan entry data keseluruhan famili/spesies pohon koleksi Kebun Raya
Bogor.

Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7


Basis data pohon ini disusun dan dirancang untuk menampilkan data dan
informasi mengenai jenis pohon, baik berdasarkan klasifikasi botani-lanskap
maupun klasifikasi umum; serta menyediakan kemudahan dalam mencari dan
menentukan jenis pohon yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
Penyusunan basis data pohon ini berbasis komputer dengan menggunakan
perangkat lunak FileMaker Pro 7. Perangkat lunak ini menyediakan basis
data yang diintegrasikan dengan tampilan pengguna, yang memudahkan
pengguna untuk mengakses serta memodifikasi baik basis data maupun tampilan
pengguna.
Basis data pohon ini harus dijalankan melalui perangkat lunak FileMaker
Pro 7 karena program tersimpan dalam format *fp7 (ekstensi FileMaker Pro 7).
FileMaker tidak menyediakan fasilitas untuk mengubah file dalam format *fp7
menjadi aplikasi.

Struktur Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7


Struktur basis data disusun dan dirancang berdasarkan pengklasifikasian
yang telah dilakukan dan jenis data yang akan dimasukkan ke dalam basis data.
Penggunaan FileMaker Pro 7 dalam perancangan struktur basis data pohon ini
memberikan kemudahan baik dalam proses perancangan struktur basis data,
proses pemasukan data, dan proses pengembangannya.
181
Tampilan Basis Data Pohon dalam FileMaker Pro 7
Tampilan basis data pohon disusun dan dirancang untuk menampilkan
data dan informasi basis data. Penggunaan FileMaker Pro 7 dalam perancangan
tampilan basis data pohon ini memberikan kemudahan baik dalam proses
perancangan tampilan basis data, proses pencarian data, dan proses
pengembangannya.
Tampilan basis data dirancang dalam tampilan GUI (Graphical User
Interface) sehingga memudahkan dalam mengakses serta memodifikasi basis
data dengan mendrag elemen baru ke dalam form layout yang tersedia pada
tampilan pengguna. Selain itu, memberikan kemudahan dalam merancang
tampilan basis data yang menarik dan mudah dimengerti oleh pengguna (user
friendly).
Tampilan basis data menjadi menarik karena didukung dengan
penggunaan bentuk yang up to date, penggunaan warna yang serasi, baik warna
tulisan, button, dan elemen desain layout serta pemilihan jenis tulisan (font) yang
baik dan jelas. Sedangkan tampilan yang mudah dimengerti oleh pengguna (user
friendly), dimana pengguna (users) hanya cukup memilih tombol identifikasi
pohon yang dikehendaki untuk memperoleh informasi mengenai suatu jenis
pohon.

Gambar 68. Tampilan Basis Data Berbasis GUI


1. Button dan elemen desain layout
2. Font yang baik dan jelas
3. Tombol identifikasi pohon
182
Penggunaan Basis Data Pohon
Basis data pohon ini menggunakan dua mode penggunaan, yaitu browse
mode dan find mode (mode pencarian). Browse mode digunakan untuk
pendataan dan untuk menampilkan data dan informasi pohon; sedangkan find
mode digunakan untuk mencari data dan informasi pohon. Informasi pada basis
data pohon ini dikelompokkan berdasarkan klasifikasi botani-lanskap dan
klasifikasi umum, yang ditampilkan dalam dua pilihan tampilan (view as form dan
view as table).

1 2

3 4

Gambar 69. Tampilan Basis Data


1. Browse mode
2. Find mode
3. View as form
4. View as table

Penggunaan basis data pohon ini terbagi menjadi proses


membaca/memperoleh data dan informasi pohon; dan proses pencarian data
dan informasi pohon. Proses membaca/memperoleh data dan informasi pohon
dilakukan dengan memilih tombol identifikasi pohon yang dikehendaki.
183

1 2
3

Gambar 70. Tombol pada Basis Data


1. Tombol identifikasi pohon 1
2. Tombol tampilan basis data
3. Tombol Pindah file (record)
4. Tombol identifikasi 2

Proses pencarian data dan informasi pohon dilakukan dengan memilih


mode pencarian. Filemaker menyediakan fasilitas untuk melakukan pencarian
secara berganda. Pencarian berganda memudahkan pencarian data dan
informasi pohon berdasarkan query. Query adalah pengelompokan berdasarkan
kriteria identifikasi tertentu, misalnya query berdasarkan biji tertutup. Semakin
banyak kriteria identifikasi yang diketikkan/dipilih, maka data dan informasi
mengenai pohon yang diperoleh semakin spesifik.
Sebagai contoh pada proses membaca/memperoleh data dan informasi
pohon (Browse mode); jika pengguna ingin mengetahui/memperoleh data dan
informasi jenis pohon secara berurutan berdasarkan abjad, maka langkah yang
dilakukan pengguna adalah mengklik tombol pindah file pada toolbar/sidebar
jendela FileMaker. Sedangkan untuk memperoleh informasi mengenai suatu
jenis pohon tertentu dilakukan dengan memilih tombol identifikasi pohon yang
dikehendaki, misalnya dengan memilih tombol Morfologi Daun untuk memperoleh
informasi mengenai morfologi daun.
Sebagai contoh pada proses pencarian data dan informasi pohon (Find
mode); jika pengguna ingin mencari jenis pohon dengan kriteria identifikasi
tertentu berdasarkan nama famili, maka langkah yang dilakukan pengguna
adalah memilih mode pencarian (Find mode) dengan mengklik tombol Cari,
kemudian mengetikkan nama famili yang diinginkan. Selanjutnya dengan
mengklik tombol find untuk eksekusi pada toolbar/sidebar jendela FileMaker,
184
sehingga akan tampil data dan informasi mengenai jenis pohon yang tercakup
dalam famili tersebut secara berurutan berdasarkan abjad.
Jika pengguna ingin mencari jenis pohon dengan dua atau lebih kriteria
identifikasi (pencarian berganda), maka langkah yang dilakukan seperti langkah
pada proses pencarian sebelumnya (sebuah kriteria identifikasi), namun dengan
mengetikkan/memilih dua atau lebih kriteria identifikasi. Misalnya, pengguna ingin
mencari jenis pohon dengan kriteria identifikasi berdasarkan bentuk tajuk tidak
beraturan dan daya tarik estetis bunga menarik, maka langkah yang dilakukan
dengan memilih mode pencarian, kemudian memilih tidak beraturan pada field
Bentuk Tajuk (tombol Karakteristik); dan memilih bunga menarik pada field
Daya Tarik Estetis (tombol Daya Tarik Estetis). Selanjutnya dengan mengklik
tombol find, sehingga akan tampil data dan informasi mengenai jenis pohon yang
tercakup dalam bentuk tajuk tidak beraturan dan daya tarik estetis bunga menarik
(Tabel Lampiran 1).

1 2

3 4

Gambar 71. Proses Pencarian Pohon


1. Tekan tombol cari
2. Memilih kriteria identifikasi 1 (Tidak
Beraturan)
3. Memilih kriteria identifikasi 2 (Bunga
Menarik), tekan find
4. Tampil data dan informasi (Tidak
Beraturan dan Bunga Menarik)
185
Jika pengguna ingin kembali mengetahui/memperoleh data dan informasi
jenis pohon secara berurutan berdasarkan abjad, maka langkah yang dilakukan
pengguna adalah menuju tampilan semula (browse mode) dan atau
menampilkan keseluruhan record, yaitu dengan memilih menu Records
kemudian klik Show All Records.

Gambar 72. Proses Menuju Tampilan Semula (Browse mode)

Manfaat Basis Data Pohon


Manfaat penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor ini secara
umum dapat mempermudah pengguna, baik Pengelola Kebun Raya Bogor,
arsitek lanskap maupun masyarakat umum dalam memperoleh data dan
informasi mengenai jenis pohon sesuai kriteria yang diharapkan. Selain itu,
pengguna memperoleh pengetahuan mengenai penyusunan basis data
berbasis komputer dan pengetahuan mengenai klasifikasi pohon.

Basis Data Pohon bagi Pengelola Kebun Raya Bogor


Pengelola Kebun Raya Bogor memperoleh manfaat penggunaan basis
data pohon ini, baik manfaat umum maupun manfaat khusus. Manfaat umumnya,
yaitu data dan informasi yang melengkapi keberadaan katalog Kebun Raya
Bogor yang telah ada sebelumnya. Sedangkan manfaat khususnya, yaitu
memperoleh informasi yang mendukung kegiatan pengelolaan/pemeliharaan
pohon, dan Pengelola Kebun Raya Bogor dapat memanfaatkan dan atau
mengembangkan basis data ini menjadi fasilitas informasi maupun sebagai
kenang-kenangan (souvenir) khas Kebun Raya Bogor.
186
Basis Data Pohon untuk Aplikasi dalam Bidang Arsitektur Lanskap
Pengetahuan mengenai data dan informasi mengenai pohon yang akan
digunakan merupakan hal mendasar dalam bidang arsitektur lanskap, yang
mencakup perencanaan, perancangan, maupun pengelolaan suatu lanskap.
Keahlian arsitek lanskap mengenai pohon mencakup pengetahuan mengenai
fungsi, pemahaman mengenai sifat, karakteristik desain, dan syarat tumbuh
pohon, serta kemampuan untuk menggunakannya dalam konteks desain
tertentu (Carpenter et al.,1975).
Basis data pohon ini memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan
menghimpun data dan informasi (sifat morfologi, karakteristik, sifat ekologi, dan
fungsi pohon) ke dalam klasifikasi botani-lanskap. Namun, data dan informasi
tersebut masih kurang mendetail bagi pengguna seperti planner/desainer dan
arsitek lanskap.
Basis data pohon ini memberikan kemudahan dalam penggunaan dan
memberi kemudahan dalam memperoleh/mencari data dan informasi pohon yang
sesuai dengan kriteria yang diharapkan bagi arsitek lanskap. Basis data pohon
ini menyediakan data dan informasi mengenai pohon dan fungsi pencarian
pohon.
Fungsi pencarian pohon dapat dilakukan dengan berdasarkan satu atau
lebih kriteria identifikasi pohon (pencarian berganda). Fungsi pencarian berganda
sangat mempermudah dan mempercepat arsitek lanskap untuk mencari jenis
pohon diharapkan, mengingat lingkup kerja arsitek lanskap terbatas oleh waktu
serta pengetahuan mengenai data dan informasi yang masih kurang.

Basis Data Pohon untuk Masyarakat Umum


Basis data pohon ini memberi manfaat bagi masyarakat umum untuk
memperoleh data dan informasi mengenai jenis pohon sesuai kriteria yang
diharapkan, seperti informasi mengenai jenis pohon yang sesuai ditanam pada
lahan pekarangan dekat pantai. Selain itu, juga diperuntukkan bagi masyarakat
untuk menambah pengetahuan mengenai jenis pohon, koleksi Kebun Raya
Bogor, yang terdapat dalam basis data pohon ini.
Masyarakat umum cenderung mencari jenis pohon yang telah
dikelompokkan berdasarkan klasifikasi yang telah umum dikenal, seperti
berdasarkan keindahan pohon, manfaat/penggunaan pohon, dan tempat hidup
(lingkungan tumbuh) pohon. Basis data pohon ini memfasilitasi kebutuhan
187
tersebut dengan menghimpun data dan informasi (daya tarik estetis,
manfaat/penggunaan, dan lingkungan tumbuh) ke dalam klasifikasi umum.
188
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya
oleh Rukmono (2004) dan Arimbi (2004). Pengembangan tersebut berupa
penambahan kriteria identifikasi pohon, penambahan jenis pohon, serta
penyusunan dan perancangan basis data dengan menggunakan perangkat lunak
yang berbeda. Selain itu, penyusunan basis data pohon Kebun Raya Bogor ini
merupakan pengembangan basis data (katalog) Kebun Raya Bogor yang telah
ada sebelumnya, baik berupa pengembangan materi terutama untuk aplikasi
dalam bidang arsitektur lanskap; maupun penyajian basis data.
Basis data pohon Kebun Raya Bogor untuk aplikasi dalam bidang
arsitektur lanskap, yang menarik sekaligus user friendly telah berhasil disusun
dan dirancang dengan memanfaatkan perangkat lunak FileMaker Pro 7. Basis
data ini mencakup data dan informasi mengenai jenis pohon koleksi Kebun Raya
Bogor, yang diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi botani-lanskap dan klasifikasi
umum; serta menyediakan kemudahan dalam mencari dan menentukan jenis
pohon yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
Data dalam basis data ini meliputi foto dan data atribut mengenai pohon
koleksi Kebun Raya Bogor. Data yang dihimpun dalam basis data ini sebanyak
59 famili pohon yang mencakup 388 spesies pohon dan terletak dalam 136 vak
di Kebun Raya Bogor. Data dan informasi mengenai jenis pohon Kebun Raya
Bogor yang diperoleh dicukupkan/terbatas untuk keperluan studi. Berdasar
program basis data yang telah tersusun ini, selanjutnya dapat dilakukan entry
data keseluruhan famili/spesies pohon koleksi Kebun Raya Bogor.

Saran
Penghimpunan data dan informasi mengenai jenis pohon Kebun Raya
Bogor dicukupkan/terbatas untuk keperluan studi. Oleh karena itu, perlu
dilakukan penelitian lanjutan maupun penelitian pengembangan.
Penelitian lanjutan dilakukan untuk menambah kriteria identifikasi pohon
yang lebih mendetail, serta untuk menambah dan melengkapi data jenis pohon
koleksi Kebun Raya Bogor. Sedangkan penelitian pengembangan dilakukan
untuk memperluas skala klasifikasi, seperti klasifikasi habitus semak koleksi
Kebun Raya Bogor, klasifikasi pohon sub tropis yang dapat dintroduksi ke daerah
189
tropis, ataupun klasifikasi lokasi yang berbeda; serta penyusunan dan
perancangan basis data dengan menggunakan perangkat lunak yang
menyediakan fasilitas untuk mengubah file menjadi aplikasi, sehingga lebih
mudah dan luas skala penggunaannya.
190
DAFTAR PUSTAKA

Ariati, S. R., T. Yulistyarini, dan A. Suprapto (Eds.). 2001. Koleksi Polong-Polongan


Kebun Raya Purwodadi. Seri Koleksi Vol III, No 1. Kebun Raya Purwodadi.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 66 hlm.

Arimbi, V. N. 2004. Penyusunan Basis Data Pohon dengan Visualisasi


Komputer. Skripsi. Departemen Budi Daya Pertanian, Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 126 hlm.

Awaluddin, T. 2004. Merancang dan Membangun Aplikasi Database dengan


Microsoft Access 2003. Salemba Infotek. Jakarta. 176 hlm.

Carpenter, P. L., T. D. Walker, and F. O. Lanphear. 1975. Plants in The


Landscape. W. H. Freeman and Company. San Francisco. 481 p.

Danimihardja, S. dan Djumadi N. (Eds.).1985. An Alphabetical List of Plant


Species Cultivated in The Hortus Botanicus Bogoriensis. Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia. Bogor. 252 hlm.

Daryanto. 2003. Belajar Komputer Visual Basic. CV. Yrama Widya. Bandung.
176 hlm.

Eckbo, G. 1956. The Art of Home Landscaping. McGraw-Hill Book Company ,


United States of America. 278 p.

Firdaus. 2006. 7 Jam Belajar Interaktif Visual Basic 6.0 untuk Orang Awam.
Penerbit Maxikom. Palembang. 183 hlm.

Grey, G. W. and F. J, Deneke. 1978. Urban Forestry. John Wiley & Sons, Inc.
United States of America. 279 p.

Lancestor, R. 1993. Trees for Your Garden. First Edition. Aidan Ellis Pub. 158 p.

Levelink, J. dan A. Mawdsley. 1996. Empat Rute Jalan Kaki dengan Panduan
Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Indonesia. 57 hlm.

Levitt, J. 1972. Responses of Plants to Environmental Stresses. Academic


Press, A subsidiary of Harcourt Brace Jovanovich, Publisher. 697 p.

_______. 1980. Responses of Plants to Environmental Stresses. Vol 1 & vol 2,


2nd Edition. Academic Press, A Subsidiary of Harcourt Brace Jovanich,
Publisher. 607 p.

Miller, R. W. 1988. Urban Forestry: Planning and Managing Urban


Greenspace. Prentice Hall, Inc. 404 p.
191
Rukmono, B. S. 2004. Penyusunan Basis Data Tanaman Lanskap. Skripsi.
Departemen Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut
Pertanian Bogor. 97 hlm.

Rusila Noor, Y., M. Khazali, dan I. N. N. Suryadiputra. 1999. Panduan


Pengenalan Mangrove di Indonesia. PKA/WI-IP. Bogor. 220 hlm.

Steenis, C. G. G. J. van, 1978. Flora untuk Sekolah di Indonesia. PT Pradnya


Paramita. Jakarta. 485 hlm.

Susanto, B. dan S. Santoso. 2000. Aplikasi Access dalam Pengolahan Data


Personalia. PT Elex Media Komputindo. Jakarta. 198 hlm.

Tee, S. P. and Wee M.L. (Eds.). 2001. Trees of Our Garden City, A Guide to the
Common Trees of Singapores. National Parks Board. Singapore. 202 p.

Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University


Press. Yogyakarta. 266 hlm.

Wee, Y. C. 2003. Tropical Trees and Shrubs, A Selection for Urban Plantings.
Sun Tree Publishing Limited. USA. 393 p.

Widjaja, A. E. 2001. Identifikasi Jenis-Jenis Bambu di Jawa. Puslitbang Biologi-


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 101 hlm.

Widyatmoko, D., S. Wuryanti, dan A. Suprapto (Eds.). 2005. Koleksi Palem


Kebun Raya Purwodadi. Seri Koleksi Vol.III, No.2. Kebun Raya
Purwodadi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Lawang. 73 hlm.

Wikipedia (a). 2007. Filemaker. http://en.wikipedia.org/wiki/FileMaker. [20


Nopember 2007]

________ (b). 2007. Kebun Raya Bogor. http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya


_Bogor. [24 Juli 2007]

________ (c). 2007. Taksonomi. http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi


Taksonomi. [24 Juli 2007]

Witono, J. R., A. Suhatman, N. Suryana, dan R. S. Purwantoro (Eds.). 2000.


Koleksi Palem Kebun Raya Cibodas. Seri Koleksi Vol.II, No.1. Cabang
Balai Kebun Raya Cibodas. UPT Balai Pengembangan Kebun Raya.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Cianjur. 67 hlm.

Wungkar, M. M. 2005. Evaluasi Aspek Fungsi dan Kualitas Estetika


Arsitektural Pohon Lanskap Jalan Kota Bogor. Tesis. Sekolah
Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. 142 hlm.
192
93

93
94

Tabel Lampiran 1. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Tidak Beraturan dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Fab012 Cassia spectabilis Kasia Kuning Fabaceae XX.C.
2 Coc001 Cochlospermum religiosum (L.) Alston Buttercup Tree Cochlospermaceae XVI.H.
3 Cae017 Delonix regia (Bojer ex Hook.) Rafin. Flamboyan Caesalpiniaceae XXIV.A.
4 Log001 Fagraea fragrans Roxb. Tembusu Loganiaceae IV.A.
5 Big003 Jacaranda obtusifolia H.B. & K. subsp. rhombifolia (G.Mey.) Jakaranda Bignoniaceae VII.E.
6 Big011 Tabebuia chrysantha Bunga Terompet Bignoniaceae XV.J.A.X.

Tabel Lampiran 2. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Tidak Beraturan dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Cae012 Acrocarpus fraxinifolius Wight & Arn. Delimas/Pink Cedar Caesalpiniaceae I.J.
2 Rub003 Adina trichotoma (Zoll. & Moritzi) Bonpl. & Humb. Adina trichotoma Rubiaceae IV.E.
3 The001 Adinandra dumosa Jack Medang Penagil Theaceae VI.C.
4 Lau001 Alseodaphne semicarpifolia Nees Alseodaphne semicarpifolia Lauraceae IX.D.
5 Cae010 Amherstia nobilis Wall. Bunga Ratu Caesalpiniaceae I.I.
6 Ann006 Annona muricata L. Sirsak Annonaceae XXIV.A.VII.
7 Mor004 Artocarpus altilis (Park. ex Zoll.) Forsberg Sukun Moraceae VII.G.
8 Eup009 Baccaurea motleyana (Mll.Arg.) Mll.Arg. Rambai Euphorbiaceae VIII.F.
9 Poa010 Bambusa polymorpha Bambu Poaceae XXIV.A.
10 Fab001 Bauhinia purpurea Bunga Kupu-kupu Fabaceae I.B.
11 Cae015 Caesalpinia coriaria (Jacq.) Willd. Divi-divi Caesalpiniaceae II.P.
12 Fab010 Caesalpinia sappan Secang Fabaceae XVII.D.
13 Bur002 Canarium vulgare Leenh. Kenari Burseraceae VI.B.
14 Lec004 Chydenanthus excelsus (Blume) Miers Besole Lecythidaceae V.A.
15 Rub009 Coffea excelsa A.Chev. Kopi Rubiaceae V.E.
16 Rub010 Coffea laurentii Kopi Rubiaceae V.E.
17 Rub011 Coffea perrieri Kopi Rubiaceae V.E.

94
95

18 Rub012 Coffea sp. Kopi Rubiaceae V.E.


19 Ste001 Cola nitida (Vent.) Schott & Endl. Kola Nut Tree Sterculiaceae IV.I.
20 Lec005 Couroupita guianensis Aubl. Canonball Tree Lecythidaceae V.A.
21 Cae007 Cynometra cauliflora L. Nam-nam Caesalpiniaceae I.F.
22 Cae002 Cynometra ramiflora L. var. ramiflora Katang Laut/Kepel Caesalpiniaceae I.B.
23 Urt001 Dendrocnide stimulans (L. f.) Chew Dendrocnide stimulans Urticaceae XI.B.XVIII.
24 Dil001 Dillenia indica L. Sempur Air Dilleniaceae II.Q.
25 Cae018 Dipteryx odorata (Aubl.) Willd. Dipteryx odorata Caesalpiniaceae XXV.A.
26 Fab014 Erythrina variegata Dadap Belang Fabaceae XXV.A.
27 Cae003 Erythrophleum suaveolens (Guillm. & Perrott.) Brenan Missanda Caesalpiniaceae I.B.
28 Myt010 Eugenia boerlagei Merr. Eugenia boerlagei Myrtaceae V.C.
29 Myt005 Eugenia jaboticaba Kiaersk. var. murta Eugenia jaboticaba Myrtaceae V.B.
30 Myt011 Eugenia sexangulata Miq. Eugenia sexangulata Myrtaceae V.C.
31 Mor006 Ficus auriculata Roxburgh's Fig Moraceae VII.G.
32 Mor003 Ficus consociata Blume Ara Moraceae VII.F.
33 Mor009 Ficus fistulosa Ara Moraceae XI.B.XV.
34 Mor008 Ficus microcarpa L.f. Ara/Preh Moraceae VII.G.
35 Mor002 Ficus religiosa L. Bunut/Bodh Tree Moraceae VI.A.
36 Fla001 Flacourtia rukam Zoll. & Moritzi Rukem Flacourtiaceae IV.F.
37 Rub002 Genipa americana L. Jagus/Caruto Rubiaceae IV.D.
38 Ver002 Geunsia pentandra (Roxb.) Merr. Geunsia pentandra Verbenaceae XI.G.
39 Poa008 Gigantochloa hasskarliana Bambu Poaceae XIII.M.
40 Fab005 Gliricidia sepium Gamal Fabaceae I.E.
41 Sap006 Harpullia pendula Planch. ex F.Muell. Tulip Wood Sapindaceae III.I.
42 Sap003 Harpullia sphaeroloba Harpullia sphaeroloba Sapindaceae III.F.
43 Pro001 Helicia robusta (Roxb.) R.Br. ex Wall. var. robusta Helicia robusta Proteaceae XI.B.XIV.
44 Ste009 Heritiera rumphii Kosterm. Heritiera rumphii Sterculiaceae VII.E.
45 Ste003 Herrania albiflora Gaudot Herrania albiflora Sterculiaceae IV.I.
46 Dip003 Hopea pierrei Hance Damar Dipterocarpaceae VII.B.

95
96

47 Dip004 Hopea sangal Korth. Damar Dipterocarpaceae VII.B.


48 Eup010 Hura crepitans L. Kerawitan Euphorbiaceae XVII.I.
49 Cae004 Hymenaea courbaril L. var. courbaril West Indian Locust Tree Caesalpiniaceae I.B.
50 Myt006 Kjelbergiodendron celebicum (Koord.) Merr. Kjelbergiodendron celebicum Myrtaceae V.B.
51 Ste010 Kleinhovia hospita L. Guest Tree Sterculiaceae XVI.G.
52 Apo012 Kopsia fruticosa (Ker) A.DC. Pink Kopsia Apocynaceae XI.B.VIII.
53 Lyt002 Lawsonia inermis Henna/Pacar Kuku Lythraceae XV.J.B.VI.
54 Sap007 Lepisanthes alata (Blume) Leenh. Lepisanthes alata Sapindaceae III.I.
55 Mim007 Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit Petai Cina/Lamtoro Mimosaceae XXIV.B.XIII.
56 Sap004 Litchi chinensis Sonn. Leci Sapindaceae III.H.
57 Sao001 Lucuma grandiflora A.DC. Lucuma grandiflora Sapotaceae IV.B.
58 Clu008 Mammea odorata (Rafin.) Kosterm. Chopak Clusiaceae VI.A.
59 Clu014 Mammea siamensis T.Anderson Mammea siamensis Clusiaceae VII.D.
60 Ana001 Mangifera indica L. Mangga Anacardiaceae VI.B.
61 Ana004 Mangifera similis Blume Mangifera similis Anacardiaceae VII.D.
62 Sao005 Manilkara kauki (L.) Duby Sawo Kecik Sapotaceae IV.C.
63 Sao010 Mimusops elengi L. Tanjung Sapotaceae XVI.E.
64 Ann003 Monodora tenuifolia Benth. Monodora tenuifolia Annonaceae XX.D.
65 Moi001 Moringa pterygosperma Gaertn. Morunggai Moringaceae XXIV.B.XXV.
66 Myr002 Myristica philippensis Myristica philippensis Myristicaceae IV.G.
67 Iri001 Neomarica gracilis Apostle Walking Iris Iridaceae XI.B.XI.
68 Apo011 Ochrosia coccinea (Teijsm. & Binn.) Miq. Ochrosia coccinea Apocynaceae VIII.G.
69 Apo009 Ochrosia parviflora Hemsl. Ochrosia parviflora Apocynaceae IV.A.
70 Big010 Oroxylum indicum (L.) Vent. Beka/Midnight Horror Bignoniaceae XIX.M.
71 Mim004 Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Sengon Laut Mimosaceae I.K.
72 Mim001 Parkia timoriana (DC.) Merr. Petai Mimosaceae I.B.
73 Sao007 Payena acuminata (Blume) Pierre var. acuminata Payena acuminata Sapotaceae IV.C.
74 Fab003 Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth. Asam Kranji Fabaceae I.C.
75 Sap009 Pometia pinnata (L.) Pierre Langsir/Matoa Sapindaceae III.J.

96
97

76 Myt001 Psidium guajava L. Jambu Biji Myrtaceae IX.D.


77 Mel004 Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr. Kecapi/Sentul Meliaceae III.B.
78 Ara001 Schefflera actinophylla (Endl.) Harms Walisongo Araliaceae XIII.J.
79 Poa007 Schizostachyum caudatum Bambu Poaceae XIII.C.
80 Fab013 Sesbania grandiflora Turi Fabaceae XXIV.B.XXI.
81 Ana002 Spondias mombin L. Kedondong Cina Anacardiaceae VII.A.
82 Big006 Stereospermum chelonoides (L.f.) A.DC. Snake Tree Bignoniaceae XI.H.
83 Myt019 Syzygium aquem (Burm.f.) Alst. Jambu Air Myrtaceae XV.J.B.XXI.
84 Myt008 Syzygium racemosum (Blume) DC. Syzygium racemosum Myrtaceae V.B.
85 Myt009 Syzygium zeylanicum (L.) DC. Syzygium zeylanicum Myrtaceae V.B.
86 Ver003 Teijsmanniodendron bogoriense Koord. Teijsmanniodendron bogoriense Verbenaceae XI.G.
87 Ver007 Teijsmanniodendron kostermansii Mold. Teijsmanniodendron kostermansii Verbenaceae XII.B.VI.
88 Ver006 Teijsmanniodendron pteropodum (Miq.) Bakh. Teijsmanniodendron pteropodum Verbenaceae XI.K.
89 Ste006 Theobroma cacao L. cv. Calabacillo Kakao/Coklat Sterculiaceae IV.I.
90 Apo016 Thevetia peruviana (Pers.) Merr. Egg Tree Apocynaceae XV.J.A.V.
91 Rub007 Timonius amboinicus Boerl. Timonius amboinicus Rubiaceae IV.E.
92 Ver004 Vitex doniana Sweet Vitex doniana Verbenaceae XI.I.

Tabel Lampiran 3. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Horisontal dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Big005 Spathodea campanulata Beauv. Kecrutan Bignoniaceae XI.H.

Tabel Lampiran 4. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Horisontal dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Mim002 Acacia auriculiformis A.Cunn. ex Benth. Akasia Mimosaceae I.C.
2 Ana005 Anacardium occidentale L. Jambu Monyet Anacardiaceae VII.E.
3 Ave001 Averrhoa carambola L. Belimbing Manis Averrhoaceae XVI.I.A.

97
98

4 Eup006 Baccaurea bracteata Mll.Arg. Rambai Euphorbiaceae VIII.E.


5 Pap003 Baphia nitida Afzel. ex Lodd. Bar Wood Papilionaceae XII.B.V.
6 Bix001 Bixa orellana Kesumba/Galuga Bixaceae IV.F.
7 Eup002 Bridelia sp. Salam Anjing Euphorbiaceae IV.H.
8 Ann001 Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson Kenanga Annonaceae XI.A.
9 Fab002 Cassia siamea Johar Fabaceae I.B.
10 Bom002 Ceiba pentandra (L.) Gaertn. Kapuk/Randu Bombacaceae XX.C.
11 Lau004 Dehaasia caesia Blume Huru Kacang Lauraceae V.E.
12 Bom001 Durio zibethinus Murr. Durian Bombacaceae XVI.G.
13 Myt020 Eucalyptus deglupta Blume Galang Myrtaceae XXI.A.
14 Clu005 Garcinia mangostana L. Manggis Clusiaceae VI.A.
15 Big008 Jacaranda acutifolia Humb. & Bonpl. Jakaranda Bignoniaceae XI.I.
16 Big002 Kigelia africana (Lam.) Benth. Pohon Sosis/Kasturi Bignoniaceae IV.E.
17 Sao009 Manilkara fasciculata (Warb.) H.J.Lam Manilkara fasciculata Sapotaceae IV.D.
18 Mag002 Michelia champaca L. var. alba Cempaka Oranye Magnoliaceae IV.F.
19 Til001 Microcos tomentosa Sm. Talok/Jerenai Tiliaceae VI.A.
20 Rub014 Morinda citrifolia L. Mengkudu Rubiaceae XXIV.B.XXVIII.
21 Rub001 Nauclea lanceolata Blume Nauclea lanceolata Rubiaceae III.L.
22 Rub006 Nauclea subdita (Korth.) Steud. Nauclea subdita Rubiaceae IV.E.
23 Sap005 Nephelium lappaceum L. Rambutan Sapindaceae III.H.
24 Lau005 Phoebe cuneata Phoebe cuneata Lauraceae XX.A.
25 Myt017 Rhodomyrtus psidioides Benth. Native Guava Myrtaceae VI.C.
26 Myt014 Syzygium paucipunctatum (Koord. & Valeton) Merr. & L.M.Perry Syzygium paucipunctatum Myrtaceae V.C.
27 Myt007 Syzygium polycephaloides (C.B.Rob.) Merr. Syzygium polycephaloides Myrtaceae V.B.
28 Myt003 Syzygium pseudoformosum (King) Merr. & L.M.Perry Syzygium pseudoformosum Myrtaceae V.A.
29 Myt018 Syzygium sumatranum Miq. Syzygium sumatranum Myrtaceae VI.C.
30 Com001 Terminalia catappa L. Ketapang Combretaceae VIII.A.
31 Cup002 Thuja orientalis L. Cemara kipas Cupressaceae XIII.F.

98
99

Tabel Lampiran 5. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Piramid dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Big012 Tabebuia heterophylla DC. Bunga Terompet Bignoniaceae XVI.G.

Tabel Lampiran 6. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Piramid dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Aru002 Agathis dammara (Lamb.) L.C. Rich. Damar Araucariaceae V.F.
2 Poa001 Arundinaria japonica Bambu Jepang Poaceae V.M.
3 Clu001 Calophyllum inophyllum L. Nyamplung Clusiaceae VI.A.
4 Clu002 Calophyllum soulattri Burm.f. Sulatri Clusiaceae VI.A.
5 Bur003 Canarium kipella (Blume) Miq. Kenari Burseraceae VII.B.
6 Cas001 Casuarina sumatrana Jungh. ex de Vriese Cemara Balon Casuarinaceae VIII.G.
7 Lau006 Cinnamomum celebicum Miq. Kayu Manis Lauraceae XX.B.
8 Lau003 Cinnamomum sp. Kayu Manis Lauraceae IX.E.
9 Ver001 Citharexylum spinosum L. Fiddle-Wood Verbenaceae XI.G.
10 Eup004 Cleidion spiciflorum (Burm.f.) Merr. Cleidion spiciflorum Euphorbiaceae IX.A.
11 Cup001 Cupressus funebris Endl. Cemara Menjurai Cupressaceae XIII.F.
12 Cup003 Cupressus sempervirens L. var. horizontalis Gordon Cemara Lilin Cupressaceae XX.G.
13 Ebe001 Diospyros blancoi A.DC. Diospyros blancoi Ebenaceae II.Q.
14 Ebe002 Diospyros cauliflora Blume Diospyros cauliflora Ebenaceae IV.C.
15 Ebe003 Diospyros frutescens Blume Diospyros frutescens Ebenaceae IV.C.
16 Rub004 Diplospora singularis Korth. Diplospora singularis Rubiaceae IV.E.
17 Mel002 Dysoxylum acutangulum Miq. subsp. acutangulum Dysoxylum acutangulum Meliaceae III.B.
18 Mel003 Dysoxylum parasiticum (Osbeck) Kosterm. Yellow Mahogany Meliaceae III.B.
19 Clu012 Garcinia cornea Garcinia cornea Clusiaceae VI.C.
20 Clu003 Garcinia echinocarpa Thwaites Garcinia echinocarpa Clusiaceae VI.A.
21 Clu017 Garcinia forbesii King Garcinia forbesii Clusiaceae XIX.F.

99
100

22 Clu013 Garcinia latissima Miq. Garcinia latissima Clusiaceae VI.C.


23 Clu006 Garcinia megaphylla Verdc. Garcinia megaphylla Clusiaceae VI.A.
24 Clu007 Garcinia picrorhiza Miq. Garcinia picrorhiza Clusiaceae VI.A.
25 Clu016 Garcinia porrecta Wall. Garcinia porrecta Clusiaceae XIX.E.
26 Ste008 Heritiera gigantea Kosterm. Heritiera gigantea Sterculiaceae VI.C.
27 Ste007 Heritiera littoralis Dryand. ex W.T.Aiton Heritiera littoralis Sterculiaceae IX.D.
28 Ste002 Heritiera percoriacea Kosterm. Heritiera percoriacea Sterculiaceae IV.I.
29 Eup008 Hevea brasiliensis ( Willd ex A. Juss.) Karet Euphorbiaceae VIII.F.
30 Dip005 Hopea odorata Roxb. Chengal Pasir Dipterocarpaceae VIII.A.
31 Apo007 Kopsia arborea Blume Penang Sloe Apocynaceae IV.A.
32 Sao006 Manilkara zapota (L.) P. van Royen Sawo Manila Sapotaceae IV.C.
33 Clu009 Mesua stylosa (Thw.) Kosterm. Mesua stylosa Clusiaceae VI.A.
34 Myr003 Myristica fragrans Pala Myristicaceae IV.H.
35 Dip006 Parashorea lucida Kurz Seraya Dipterocarpaceae VIII.D.
36 Pin001 Pinus merkusii Jungh. & de Vriese Pinus Pinaceae V.F.
37 Pod002 Podocarpus polystachyus R.Br. ex Endl. Kayu Serai Podocarpaceae V.F.
38 Pod003 Podocarpus rumphii Blume Jati Laut Podocarpaceae VIII.G.
39 Dip007 Shorea multiflora (Burck) Symington Meranti Dipterocarpaceae VIII.D.
40 Dip001 Shorea stenoptera Burck Meranti Dipterocarpaceae VI.C.
41 Ste011 Sterculia foetida L. Java Olive Sterculiaceae XVI.H.
42 Eup005 Sumbaviopsis albicans (Blume) J.J.Sm. Sumbaviopsis albicans Euphorbiaceae IX.A.
43 Dip002 Vatica granulata Slooten ssp. granulata Vatica granulata Dipterocarpaceae VI.C.
44 Dip008 Vatica pauciflora (Korth.) Blume Vatica pauciflora ( Dipterocarpaceae XIX.B.
45 Dip010 Vatica venulosa Blume Vatica venulosa Dipterocarpaceae XXV.A.
46 Mel010 Walsura aheriana Perk. Walsura aheriana Meliaceae XXIV.A.

100
101

Tabel Lampiran 7. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Berkolom dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Myt015 Syzygium polyanthum (Wight) Walp var. polyanthum Salam Myrtaceae V.C.

Tabel Lampiran 8. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Berkolom dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Aru001 Agathis borneensis Warb. Agathis borneensis Araucariaceae V.F.
2 Fab011 Albizia falcataria Sengon Fabaceae XVII.H.
3 Apo002 Alstonia angustiloba Miq. Pulai Apocynaceae IV.A.
4 Apo014 Alstonia scholaris (L.) R. Br. Indian Pulai Apocynaceae XII.C.
5 Aru003 Araucaria columnaris (Forst.f.) Hook. Cemara Natal Araucariaceae V.F.
6 Aru004 Araucaria cunninghamii Aiton ex D.Don Cemara Cuninghami Araucariaceae V.F.
7 Aru005 Araucaria hunsteinii K.Schum. Cemara Araucariaceae V.F.
8 Eup007 Baccaurea parviflora (Mll.Arg.) Mll.Arg Rambai hutan Euphorbiaceae VIII.E.
9 Poa009 Bambusa vulgaris Bambu Ampel Poaceae XIV.B.
10 Lec007 Bertholletia excelsa Brazil Nut Tree Lecythidaceae XXV.A.
11 Bur001 Canarium hirsutum Willd. Kamakoan Burseraceae VI.B.
12 Rhi001 Carallia brachiata (Lour.) Merr. False Kelat Rhizophoraceae VI.C.
13 Rub013 Chiococca javanica Chiococca javanica Rubiaceae XI.B.XVII.
14 Lau002 Cinnamomum burmanni Nees ex Blume Kayu Manis Merah Lauraceae IX.E.
15 Til002 Colona scabra Burret Colona scabra Tiliaceae VI.C.
16 Poa003 Dendrocalamus asper Bambu Betung Poaceae V.M.
17 Sap002 Dimocarpus longan Lour. subsp. longan var. longan Longan Sapindaceae III.E.
18 Ery001 Erythroxylum cuneatum (Miq.) Kurz Erythroxylum cuneatum Erythroxylaceae III.K.
19 Poa004 Gigantochloa atter Bambu Ater Poaceae V.M.
20 Poa005 Gigantochloa verticillata Bambu Poaceae V.M.
21 Gne001 Gnetum gnemon L. Belinjau/Melinjo Gnetaceae V.F.
22 Myr001 Horsfieldia iryagedhii (Gaertn.) Warb. Horsfieldia iryagedhii Myristicaceae III.L.

101
102

23 Fla002 Hydnocarpus anthelminthica Pierre ex Laness. Hydnocarpus anthelminthica Flacourtiaceae IV.F.


24 Fla003 Hydnocarpus heterophylla Blume Hydnocarpus heterophylla Flacourtiaceae IV.F.
25 Rub005 Hymenodictyon excelsum (Roxb.) Wall. Hymenodictyon excelsum Rubiaceae IV.E.
26 Mel008 Khaya senegalensis (Desr.) A.Juss. Senegal Mahogany Meliaceae XVII.D.
27 Mon001 Kibara macrophylla Benth. Kibara macrophylla Monimiaceae XII.B.VIII.
28 Apo006 Kibatalia arborea (Blume) G.Don Kibatalia arborea Apocynaceae IV.A.
29 Clu015 Mesua ferrea L. Nagasari Clusiaceae XII.B.VII.
30 Mag001 Michelia alba DC. Cempaka Putih Magnoliaceae IV.F.
31 Ann005 Polyalthia longifolia (Sonn.) Thwaites Glodokan Tiang Annonaceae XX.D.
32 Sao008 Pouteria duclitan (Blanco) Baehni Karet Anjing Sapotaceae IV.C.
33 Big009 Radermachera elegans Steenis Radermachera elegans Bignoniaceae XIII.J.
34 Rub008 Randia versteegii Val. Black Berry Rubiaceae V.D.
35 Apo010 Rauvolfia sumatrana Jack Rauvolfia sumatrana Apocynaceae IV.A.
36 Poa006 Schizostachyum brachycladum Bambu Lemang Poaceae V.M.
37 Big007 Stereospermum fimbriatum (Wall. ex G.Don) A.DC. Snake Tree Bignoniaceae XI.H.
38 Mel006 Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Mahoni Meliaceae XI.D.
39 Myt013 Syzygium grande (Wight) Walp Sea Apple Myrtaceae V.C.
40 Apo013 Tabernaemontana pandacaqui Poir. Tabernaemontana pandacaqui Apocynaceae XII.B.IV.
41 Ver008 Tectona grandis L.f. Jati Verbenaceae XIX.N.

Tabel Lampiran 9. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Bulat dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Clu011 Cratoxylum formosum (Jack) Dyer Pink Mempat Clusiaceae VI.C.
2 Mal002 Hibiscus tiliaceus L. subsp. similis (L.) Borss. Waru Malvaceae XVI.G.
3 Apo015 Plumeria obtusa L. Kamboja Putih Apocynaceae XV.I.V.

102
103

Tabel Lampiran 10. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Bulat dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Bom003 Adansonia digitata L. Baobab Bombacaceae XXI.A.
2 Mim003 Adenanthera pavonina L. Saga Mimosaceae I.K.
3 Eup003 Aleurites moluccana (L.) Willd. Kemiri Euphorbiaceae IX.A.
4 Sap010 Arfeuillea arborescens Pierre Hop Tree Sapindaceae III.K.
5 Mor005 Artocarpus heterophyllus Lam. Nangka Moraceae VII.G.
6 Mel001 Azadirachta excelsa (Jack) Jacobs Sentang Meliaceae III.B.
7 Mel007 Azadirachta indica A.Juss. Nim Tree Meliaceae XV.J.B.XXXI.
8 Cae006 Bauhinia variegata L. Bunga Kupu-kupu Caesalpiniaceae I.F.
9 Ana003 Bouea oppositifolia (Roxb.) Meiss. Gandaria Hutan Anacardiaceae VII.D.
10 Cas002 Casuarina equisetifolia Cemara Laut Casuarinaceae XXIV.A.
11 Apo004 Cerbera odollam Pong-pong Apocynaceae IV.A.
12 Mel005 Chikrassia tabularis A.Juss. Chikrasia Meliaceae III.D.
13 Sao004 Chrysophyllum cainito L. Sawo Duren Sapotaceae IV.C.
14 Lau007 Cinnamomum iners Reinw. ex Blume Kayu Manis Cengkeh Lauraceae XX.B.
15 Myt002 Cleistocalyx nervosum (DC.) Kosterm. Cleistocalyx nervosum Myrtaceae V.A.
16 Big001 Crescentia cujete L. Pohon Maja Bignoniaceae II.Q.
17 Dil002 Dillenia pteropoda (Miq.) Hoogl. Dilenia Dilleniaceae IV.G.
18 Apo005 Dyera costulata (Miq.) Hook.f. Jelutong Apocynaceae IV.A.
19 Myt004 Eucalyptopsis papuana C.T.White Eucalyptopsis papuana Myrtaceae V.B.
20 Sap008 Filicium decipiens (Wight & Arn.) Thwaites Kerei Payung Sapindaceae III.J.
21 Ana006 Gluta renghas L. Rengas Suloh Anacardiaceae VII.E.
22 Lec006 Gustavia sp. Gustavia Lecythidaceae V.A.
23 Apo008 Kopsia flavida Blume Penang Sloe Apocynaceae IV.A.
24 Myt012 Melaleuca cayuputi Powell Kayu Putih/Gelam Myrtaceae V.C.
25 Sap001 Nephellium mutabile Nephellium mutabile Sapindaceae II.O.IV.A.
26 Sao002 Palaquium pseudocalophyllum H.J.Lam Palaquium pseudocalophyllum Sapotaceae IV.B.
27 Sao003 Palaquium sumatranum Burck Palaquium sumatranum Sapotaceae IV.B.

103
104

28 Big004 Parmentiera cerifera Seem Parmentiera cerifera Bignoniaceae XI.H.


29 Fab007 Pithecellobium jiringa Jengkol Fabaceae I.I.
30 Ann004 Polyalthia celebica Miq. Glodokan Celebicum Annonaceae XX.D.
31 Myt016 Rhodamnia cinerea Jack Keremunjing Myrtaceae VI.C.
32 Cae005 Saraca indica L. Pohon Asoka Caesalpiniaceae I.C.
33 Ste004 Sterculia hyposticta Miq. Sterculia hyposticta Sterculiaceae IV.I.
34 Ste005 Sterculia spectabilis Miq. Sterculia spectabilis Sterculiaceae IV.I.
35 Mel009 Swietenia macrophylla King American Mahogany Meliaceae XVII.I.
36 Ver005 Vitex pinnata L. Laban Verbenaceae XI.J.

Tabel Lampiran 11. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Kubah dan Daya Tarik Estetis Bunga Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Cae016 Cassia fistula L. Trengguli Caesalpiniaceae II.Q.
2 Pap004 Erythrina crista-galli L. Dadap Merah Papilionaceae XXI.A.
3 Lyt001 Lagerstroemia speciosa (L.) Pers. Bungur Lythraceae VII.D.
4 Fab006 Millettia artopurpurea Meribungan Fabaceae I.F.
5 Apo001 Plumeria rubra L. var. acutifolia (Poir.) Woodson Kamboja Merah Apocynaceae II.O.III.
6 Pap001 Pterocarpus indicus Willd. Angsana Papilionaceae I.A.
7 Cae009 Saraca thaipingensis Cantley ex Prain Saraka Kuning Caesalpiniaceae I.G.

Tabel Lampiran 12. Tabel Data Jenis Pohon (Query Bentuk Tajuk Kubah dan Daya Tarik Estetis Bunga Kurang Menarik)
No. Id Pohon Nama Botani Nama Umum Famili Lokasi
1 Pap002 Andira inermis (Wright) DC. Brown-Heart Papilionaceae V.M.
2 Poa002 Bambusa glaucescens Bambu Cina Poaceae V.M.
3 Lec001 Barringtonia asiatica (L.) Kurz Keben/Bitung Lecythidaceae II.Q.
4 Lec002 Barringtonia racemosa (L.) Spreng. Bitung Darat Lecythidaceae IX.D.
5 Lec003 Barringtonia sarcostachys (Blume) Miq. Bitung Lecythidaceae V.A.

104
105

6 Cae011 Brownea capitella Jacq. Pohon Sapu Tangan Caesalpiniaceae I.I.


7 Cae001 Brownea grandiceps Jacq. Montain Rose Caesalpiniaceae I.B.
8 Cae013 Cassia sieberiana DC. Kasia Caesalpiniaceae I.J.
9 Apo003 Cerbera manghas L. Bintaro Apocynaceae IV.A.
10 Pol001 Coccoloba uvifera (L.) L. Sea Grape Polygonaceae IX.D.
11 Fab008 Dalbergia oliveri Tamalan Fabaceae I.K.
12 Dil003 Dillenia philippinensis Rolfe Sempur Dilleniaceae XX.E.
13 Mor007 Ficus benjamina L. Beringin Moraceae VII.G.
14 Clu004 Garcinia livingstonei Anderson Garcinia livingstonei Clusiaceae VI.A.
15 Fab004 Millettia pinnata (L.) Panigrahi Millettia pinnata Fabaceae I.D.
16 Mim005 Parkia speciosa Petai Mimosaceae I.K.
17 Nyc001 Pisonia grandis R.Br. forma alba (Span.) Heim Kol Banda Nyctaginaceae XI.B.XIX.
18 Pod001 Podocarpus neriifolius D.Don Ki Putri Podocarpaceae V.F.
19 Ann002 Polyalthia rumpfii (Blume ex Hensch.) Merr. Glodokan Annonaceae XVII.I.
20 Fab009 Pongamia pinnata Mempari/Bangkong Fabaceae XIX.A.
21 Mim006 Samanea saman (Jacq.) Merr. Ki Hujan/Trembesi Mimosaceae IX.D.
22 Cae014 Sindora wallichii Benth. Kampas Hantu Caesalpiniaceae I.K.
23 Cae008 Tamarindus indica L. Asam Jawa Caesalpiniaceae I.F.

105
106

106
Filename: pdf.doc
Directory: G:\PENELITIAN_BSU\1 Skripsi
Template: D:\Documents and Settings\Bambang S\Application
Data\Microsoft\Templates\Normal.dot
Title: PENYUSUNAN BASIS DATA POHON KEBUN
RAYA BOGOR DENGAN VISUALISASI KOMPUTER
Subject:
Author: Nature
Keywords:
Comments:
Creation Date: 1/30/2008 6:16 PM
Change Number: 24
Last Saved On: 1/30/2008 7:40 PM
Last Saved By: Bambang S
Total Editing Time: 84 Minutes
Last Printed On: 1/30/2008 7:41 PM
As of Last Complete Printing
Number of Pages: 119
Number of Words: 23.590 (approx.)
Number of Characters: 134.467 (approx.)