Anda di halaman 1dari 8

NAMA : RAHMADI CANDRA

NIM : 15542010356

PRODI : AGRIBISNIS

SEMESTER :V

MATA KULIAH : ILMU USAHATANI

1. Menurut Tipenya

Berdasarkan cara penguasaan unsur unsur produksi dan pengolahannya


usahatani digolongkan dalam 3 macam yaitu :

Usahatani yang penguasaan unsur produksi dan pengolahannya


dilakukan oleh perseorangan.
Usahatani yang penguasaan unsur produksi dan pengolahannya
dilakukan oleh banyak orang secara kolektif.
Usahatani yang merupakan bentuk peralihan dari usahatani
perseorangan ke usahatani kolektif.

a. Usahatani perseorangan (individual farm)

Dalam usahatani ini, unsur unsur produksi ditentukan oleh seseorang dan
pengolahannya dilakukan oleh seseorang. Tanah yang diusahakan dapat
berupa miliknya atau orang lain. Jadi pada usahatani ini masih terdapat variasi
variasi yang menghendaki penggolongan penggolongan yang lebih halus.
Tenaga kerja yang diperlukan didapatkan dari berbagai sumber. Ada yang
berasal dari petani sendiri beserta anggota keluarganya dan ada yang berasal
dari luar keluarga berdasarkan gotong royong atau upah. Tenaga kerja yang
diupah tersebut bisa berbentuk :
Tenaga kerja tetap
Yaitu pekerja yang memiliki perjanjian kerja dengan
pengusaha untuk jangka waktu tidak tertentu.

Tenaga kerja harian


Pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila
pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari
kerja, junlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau
penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi
kerja.

Tenaga kerja musiman


Pekerja yang bekerja pada musim atau saat tertentu sesuai
dengan bidang masing masing pekerja.

Luas tanah tidak dapat dijadikan ukuran untuk `mendefinisikan usaha tani
kelluarga. Usahatani keluarga dapat pula terdiri dari tanah yang sempit.
Karena setiap tanah memberikan sifat dan kesuburan yang berbeda beda
maka pemakaian luas tanah untuk mendefinisikan luas tanah tidak mudah.
Jumlah kerja yang diperlukan dan pendapatan kotor yang diterima petani
lebih tepat dijadikan dasar untuk mendefinisikan usahatani keluarga.

b. Usahatani Kolektif (collective farm)

Usahatani yang unsur unsur produksinya dimiliki organisasi kolektif.


Unsur unsur produksi diperoleh organisasi dari membeli, menyewa,
menyatukan milik perorangan atauu berasa dari pemerintah. Usahatani ini
terbentuk karena kemauan beberapa orang yang mempunyai ikatan keluarga,
karena system pemerintah suatu Negara atau faktor lingkungan dimana
mereka berada. Kolektivitas dikenal pada abad ke 10, tujuannya sendiri adalah
untuk meniadakan unsur unsur produksi milik perseorangan. Dengan
penyatuan alat alat produksi pertanian yang tidak dikenal atau sukar
dilaksanakan pada usahatani perseorangan. Penggunaan tanah dan tenaga kerja
diharapkan lebih efisien.
c. Usahatani Kooperatif (cooperative farm)

Merupakan bentuk peralihan antar usahatani perseorangan dan usahatani


kolektif. Pada usahatani ini tidak semua unsur unsur produksi dan
pengolahannya dikuasai bersama, tanahnya masih milik perorangan. Usaha
bersama dituangkan dalam bentuk kerja sama dibeberapa segi seperti berikut
ini :

Kerja sama dalam penjualan hasil


Kerja sama dalam pembelian sarana produksi
Kerja sama dalam tenaga kerja

Usahatani kooperatif ini terbentuk karena petani petani kecil dengan


modal yang lemah tidak mampu membeli alat alat pertanian yang berguna
untuk mengembangkan kegiatan usahanya. Dengan menggabungkan modal
yang dimiliki mereka dapat membeli alat alat untuk digunakan bersama
yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengunaan alat alat pertanian.

2. Menurut Polanya

Pola usahatani ditentukan menurut banyaknya cabang usahatani yang


diusahakan. Berdasarkan jumlah cabang usahatani yang diusahakan usahatani
dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Usahatani khusus

Apabila usahatani hanya mempunyai satu cabang saja maka disebut


dengan usahatani khusus. Contohnya : usahatani tembakau, usahatani padi,
usahatani sapi perah.

Faktor yang mempengaruhi petani memilih hanya 1 cabang adalah :

Keadaan fisis tanah yaitu apakah mendapat air pengairan sepanjang


tahun sehingga cocok ditanami padi.
Prinsip keuntungan komperatif yaitu mengusahakan cabang
usahatani yang memberikan keuntungan paling besar dibandingkan
dengan cabang usahatani lainnya.
b. Usahatani tidak khusus

Petani juga yang mengusahakan bermacam macam usahatani seperti


ternak atau ikan. Hal ini dapat dilakukan kalau petani memiliki dan
mengusahakan berbagai macam tanah seperti tanah sawah, tanah darat,
padang rumput dan kolam.

c. Usahatani Campuran

Merupakan bentuk usahatani yang diusahakan secara bercampur antara


tanaman dengan tanaman, tanaman dengan ternak, tanaman dengan ikan.
Usahatani ini juga dikenal dengan tumpangsari, misalnya tumpangsari
antara jagung dengan kacang tanah, tumpangsari antara padi dan ikan.
Kombinasi antara tanaman dan ternak mendapatkan perhatian besar
dibeberapa daerah. Kombinasi antara tanaman dan ternak dikenal dengan
istilah mixed farm. Keuntungannya adalah sebagai berikut :

Ternak memberikan tenaga kerja dalam waktu waktu tertentu


Ternak memberikan makan berupa protein

3. Menurut Tipenya

Usahatani dapat digolongkan dalam beberapa jenis atau tipe tanaman yang
diusahakan. Dari penggolongan ini dikenal usahatani padi, usahatani jagung,
usahatani ternak, usahatani sapi, usahatani ternak ayam dan usahatani kubis.
Tiap daerah mempunyai kondisi yang berbeda dengan daerah lainnya.
Perbedaan ini dapat berupa perbedaan fisik, perbedaan ekonomi dan
perbedaan lainnya yang tidak termasuk pada keduanya. Karena itu jenis
tanaman dan hewan yang tumbuh dapat diusahakan pada suatu daerah berbeda
beda pula. Tiap tanaman dan hewan memerlukan kondisi fisis tertentu untuk
hidup dan berkembang dengan baik.
a. Faktor fisik

Faktor ini sangat mempengaruhi tipe usahatani yang terdiri dari iklim,
tanah, dan topografi. Apabila faktor fisik disuatu tempat tidak sesuai
dengan usahatani yang diinginkan pettani harus mengubah
keinginannyaatau pindah ke daerah lain yang mempunyai faktor fisik yang
sesuai.

Iklim

Hal penting dari iklim yang banyak mempengaruhi tipe


usahatani adalah curah hujan, temperatur, pancaran sinar matahari,
dan kelembapan curah hujan mencakup faktor faktor seperti
curah hujan dalam setahun, penyebaran hujan dan variasinya dari
tahun ketahun. Tiap tanaman memerlukan curah hujan ttertenntu
sebagai syarat untuk tumbuh baik. Penyebaran hujan penting juga
bagi pertumbuhan tanaman. Tiap fase dari pertumbuhan tanaman
memerlukan curah hujan berbeda. Tanaman kapas sangat baik
diusahakan di daerah yang mempunyai perbedaan yang nyata
antara hujan dan musim kemarau. Pancaran sinar matahari baik
intensitas penyinarannya maupun panjang penyinarannya,
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman kopi tidak tahan
terhadap sinar matahari langsung yang terik sehingga diperlukan
pohon pelindung.

Tanah

Tanah pada setiap tempat berbeda dalam tingkat kesuburannya,


dalam tekstur, dan dalam tebal atau dalamnya lapisan. Setiap jenis
tanaman memerlukan syarat syarat tertentu untuk tumbuh baik.
Ada tanaman yang hanya dapat tumbuh pada tanah yang subur dan
ada pula yang dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur. Hara
yang terdapat pada tanah sangat penting artinya tanah yang
mengandung banyak kapur akan menghasilkan banyak tanaman
rumput yang baik untuk usahatanni ternak sapi. Tekstur tanah juga
memberikan pengaruh pada macam tanaman yang akan ditanam.
Tanah tanah dengan tekstur halus merupakan tanah berat yang
sukar dikerjakan. Dengan demikian tanaman tanaman yang
diusahakan diatasnya adalah tanaman tanaman intensif.

Topografi

Pengaruh topografi pada tipe usahatani berhubungan erat


dengan iklim dan tanah. Perbedaan tinggi diatas permukaan laut
menyebabkan perubahan pada iklim. Makin tinggi suatu tempat
dari permukaan laut makin rendah suhunya dan makin panjang
masa tumbuhnya. Hal ini berarti harus ada perbedaan tipe
usahatani di dataran tinggi dengan dataran rendah. Tanah tanah
subur umumnya terdapat di dataran rendah. Topografi juga penting
sehubungan dengan penggunaan alat alat mekanisasi. Mesin
mesin pertanian sukar digunakan di tanah yang tidak datar, karena
itu di daerah yang berbukit kurang tepat untuk tanaman intensif
yang memerlukan banyak tenaga kerja pada musim menanam dan
musim panen. Perkembangan penggunaan alat alat mekanisasi
mempengaruhi perkembangan usahatani karena pengaruhnya
terhadap biaya produksi contohnya adalah pemindahan penanaman
kapas yang tadinya diusahakan dari tanah tanah miring ke daerah
daerah datar. Pengaruh topografi penting juga artinya pada
perbedaan tataniaga. Jarak yang sama jauhnya lebih cepat
ditempuh pada tanah datar dari pada tanah miring. Dengan
demikian topografi mempengaruhi penjualan hasil usahatani ke
pasar. Daerah daerah dataran tinggi yang jauh dari pasar
umumnya ditanami tanaman tanaman yang tahan lama sehingga
resiko kerusakan karena lamanya tiba di pasar dapat dihindari.
Faktor ekonomi

a. Biaya Tataniaga

Perbedaan biaya tataniaga yaitu biaya yang diperlukan untuk


menempuh jarak dari produsen ke konsumen mempengaruhi tipe
usahatani yang diusahakan di suatu daerah. Biaya ini meliputi
biaya pengangkutan, biaya pengolahan, biaya penyimpanan dan
biaya penjualan. Pendapatan yang diterima petani dari hasil
penjulan produksi usahataninya ialah jumlah uang yang diterima
setelah dikurangi dengan biaya tataniaga. Biaya ini umumnya
sebanding dengan jarak dari petani ke konsumen. Karena itu petani
di daerah dekat pasar mempunyai kecendrungan untuk
mengusahakan tanaman yang tidak dapat disimpan lama misalnya
sayuran, buah buahan dan susu.

b. Perubahan harga produksi

Perubahan harga produksi usahatani mempengaruhi tipe


usahatani disuatu daerah. Pada tahun 1956 dan 1959 harga
tembakau di daerah Jember lebih baik dari pada harga padi.
Perubahan harga ini membawa akibat pemindahan kerja dan
pemakaian tanah kea rah tanaman yang lebih menguntungkan.
Dengan demikian ada perubahan tipe usahatani di daerah tersebut.
Perubahan harga produksi mempunyai sifat kekal atau sifat
sementara yang dalam waktu yang relatif singkat akan kembali
menjadi normal. Dengan demikian petani harus mampu
membedakan antara sifat perubahan yang kekal dan yang
sementara. Jangan terlalu cepat menggunakan tipe usahatani
apabila perubahan harga itu bersifat sementara. Contoh di Amerika
Serikat dalam perang dunia ke 2 harga kacang tanah tidak tinggi
lagi. Mengenal sifat perubahan harga dapat dilakukan dengan
menggunakan alat statistik perubahan harga harga produksi
usahatani. Data itu dapat diperoleh dari Dinas Pertanian Rakyat
atau dari catatan catatan petani berdasarkan pengalamannya dari
tahun ke tahun. Perubahan harga ada hubungannya dengan jumlah
produksi. Pada saat produksi banyak di waktu panen harga menjadi
rendah, kejadian ini kemudian diikuti oleh pengurang produksi dan
sedikit demi sedikit harganya menjadi tinggi. Apabila harga tinggi,
petani akan berusaha memproduksi sebanyak banyaknya
akibatnya adalah harga turun. Akibat dari penurunan harga ialah
bahwa petani akan berusaha mengurangi produksinya yang
nantinya kembali menaikkan harga.

c. Persediaan Modal

Modal lebih banyak mempengaruhi besarnya usahatani dari


pada tipenya. Tetapi bagi petani muda yang baru mulai berusaha,
besarnya modal yang tersedia akan menentukan tipe usahataninya.
Ia akan memilih tipe yang memberi kemungkinan pengembalian
modal aslinya dengan cepat. Usahatani ternak daging memerlukan
jangka waktu yang lebih lama dibandingkan usahatani tanaman
untuk mengembalikan modal aslinya.