Anda di halaman 1dari 20

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Gipsum
Gipsum adalah mineral yang terdapat di berbagai belahan dunia. 1 Gipsum
merupakan produk industri yang merupakan hasil reaksi kimia. 1 Gipsum pertama kali
ditemukan di kota Paris dan digunakan dalam bidang kedokteran gigi pada tahun
1756.22 Dalam bidang kedokteran gigi gipsum lebih dikenal dengan nama gips.
Gipsum berasal dari Kalsium Sulfat Dihidrat murni dengan rumus kimia
CaSO4.2H2O kemudian mengalami pemanasan menjadi Kalsium Sulfat Hemihidrat
(CaSO4.H2O).1,2,5-6 Kalsium Sulfat Hemihidrat (CaSO4.H2O) digunakan dalam
kedokteran gigi sebagai bahan untuk pembuatan model atau dai dari struktur rongga
mulut dan untuk konstruksi gigitiruan.4 Secara khusus gipsum di Prostodonsia
digunakan sebagai bahan model kerja gigitiruan.

2.1.1 Klasifikasi Gipsum


American Dental Association (ADA) no 25 mengklasifikasikan gipsum menjadi
5 tipe yaitu :4
1. Tipe I (Plaster Impression).
Tipe ini mengandung plaster of paris yang mengalami regulasi untuk setting
time dan setting expansion. Tipe ini sudah jarang digunakan karena sudah digantikan
dengan penggunaan material yang tidak terlalu kaku seperti hidrokoloid dan
elastomer.1,8
2. Tipe II (Plaster Model).
Gipsum tipe II pada umumnya digunakan untuk pembuatan model studi dan
untuk mengisi cetakan dalam pembuatan model gigitiruan. 1,8,17Gipsum tipe II metode
pembentukan yaitu dengan pemanasan pada ketel terbuka suhu 110-120oC sehingga
menghasilkan -Hemihidrat.2Bentuk kristalnya menyerupai spons dan tidak teratur.1

Universitas Sumatera Utara


Pemanipulasian gipsum tipe II ini tergolong mudah sehingga cukup banyak
digunakan.17 Tipe ini mempunyai kekuatan kompresi yang rendah yaitu 9 MPadan
tersedia dalam warna putih.1,8,17
3. Tipe III (Dental Stone).
Gipsum tipe III dikenal dengan nama dental stone. Metode pembentukan
gipsum tipe III yaitu dengan pemanasan di autoklaf pada suhu 120-130oC sehingga
dihasilkan -Hemihidrat.1 Gipsum tipe ini mempunyai sifat akurat, keras, konsistensi
yang halus, serta lebih kuat dari gipsum tipe II.17 Pemanipulasian gipsumini
menggunakan air yang lebih sedikit dari gipsum tipe II karena mempunyai bentuk
partikel yang lebih padat, prismatik dan teratur.1 Gipsum ini digunakan sebagaibahan
model kerja untuk pembuatan model gigitiruan sebagian dan gigitiruan penuh.1,17
Gipsum ini mempunyai kekuatan kompresi 20,7 MPa sampai 34,5 MPa (5000 Psi).1
4. Tipe IV (Dental Stone, High Strength).
Gipsum tipe IV merupakan modifikasi dari gipsum tipe III. 17 Metode
pembentukan gipsum tipe ini yaitu dengan memanaskan mineral gipsum di dalam
asam organik atau garam pada suhu 140oC kemudian dicuci dengan air panas suhu
100oC.2Gipsum ini mempunyai susunan partikel yang padat.1,8,17 Gipsum ini bila
dibandingkan dengan gipsum tipe I,II,III mempunyai kekuatan yang lebih tinggi.
Gipsum tipe IV digunakan untuk dai.17
5. Tipe V (Dental Stone, High Strength, High Expansion).4
Gipsum tipe V adalah gipsum yang sangat kuat bila dibandingkan dengan tipe
gipsum yang lain.17 Gipsum tipe V digunakan sebagai dai untuk mengimbangi
pengerutan casting logam pada saat pendinginan setelah pemanasan suhu tinggi. 10
Metodepembentukan gipsum tipe IV dan V sama tapi, gipsum tipe IV dilakukan
penambahan garam untuk mengurangi setting expansion. Partikel gipsum tipe V lebih
halus dibandingkan tipe lainnya sehingga perbandingan air dan bubuk tipe ini rendah.
Kekuatan kompresi gipsum tipe V adalah yang paling tinggi yaitu 48,3 Mpa.8

Universitas Sumatera Utara


2.1.2 Karakteristik Gipsum
Karateristik gipsum meliputi :
a. Perubahan Dimensi
Perubahan dimensi adalah keadaan yang dipengaruhi oleh setting expansion
dan ekspansi higroskopis dari gipsum. Setting expansion yang terjadi pada proses
pengerasan gipsum disebabkan oleh adanya dorongan ke luar oleh pertumbuhan
kristal Dihidrat. Semakin besar setting expansion maka perubahan dimensi lebih
rendah.1,8 Hesmati dkk (2002) meneliti perubahan dimensi dipengaruhi oleh bahan
yang digunakan, teknik dan cara manipulasi.9
b. Setting Time
Setting time adalah waktu yang dibutuhkan gipsum untuk menjadi keras dan
dihitung sejak gipsum kontak dengan air.1,8,10,25Setting time dipengaruhi oleh waktu,
kecepatan pengadukan, perbandingan air dan bubuk/water powder ratio, adanya
akselerator dan retarder, suhu dan tekanan atmosfer serta kemurnian bubuk gipsum.8
Setting time pada gipsum tipe III adalah 124 menit. Setting time terjadi dalam dua
tahap, yaitu :
1. Initial Setting Time
Initial setting time dihitung setelah pengadukan selesai dalam waktu 1 menit
dan ketika working time dimulai. Waktu ini dimulai saat adonan gipsum dituangkan
ke dalam cetakan dengan bantuan vibrator mekanis. Viskositas adonan akan
mengalami peningkatan, daya alir akan berkurang dan gipsum akan kehilangan
kilatnya. Kilat yang ada sebelumnya menghilang menandakan bahwa gipsum sudah
mencapai initial setting time.22
2. Final Setting Time
Final setting time dihitung ketika gipsum dikeluarkan dari cetakan. Pada saat
ini gipsum mempunyai kekerasan dan ketahanan terhadap abrasi yang minimal. Pada
reaksi pengerasan akhir, reaksi kemis telah selesai dan model akan menjadi dingin
ketika disentuh.1

Universitas Sumatera Utara


c. Kekuatan Kompresi
Kekuatan kompresi adalah sifat mekanik yang digunakan untuk menilai
kekuatan suatu gipsum.10 Kekuatan kompresi didapat pada saat sampel gipsum pecah.
Kekuatan kompresi merupakan faktor penting untuk menilai ketahanan bahan
terhadap terjadinya abrasi dan fraktur. Nilai kekuatan kompresi minimun akan
didapat sesaat setelah setting time.10,25 Kekuatan kompresi minimal pada gipsum tipe
III adalah 20,7 MPa.1
d. Perbandingan Air dan Bubuk/Water Powder Ratio
Perbandingan air dan bubukmerupakan faktor penting dalam penentuan sifat
fisik dan kimia pada akhir produk gipsum.25 Tipe gipsum akan memengaruhi
perbandingan air dan bubuk karena adanya perbedaan bentuk dan ukuran kristal
Kalsium Sulfat Hemihidrat.8 Gipsum tipe II membutuhkan banyak air ketika
pengadukan karena bentuk partikel gipsum tipe II tidak beraturan dan porositas
tinggi.1 Gipsum tipe III membutuhkan lebih sedikit air daripada gipsum tipe II dan
lebih banyak air dibandingkan dengan gipsum tipe IV. Pada gipsum tipe III
perbandingan air dan bubuk adalah 30 ml air dan 100 gram bubuk gipsum.1
e. Setting Expansion
Setting expansion terjadi selama proses pengerasan gipsum yang terjadi pada
semua jenis gipsum. Setting expansion merupakan hasil dari pertumbuhan kristal-
kristal gipsum ketika terjadi penggabungan.26 Pengontrolan setting expansion dapat
dilakukan dengan melakukan penambahan zat kimia.1Hesmati dkk (2002) meneliti
setting expansion pada gipsum akan sempurna dalam waktu 96 jam (4 hari).9 Pada
gipsum tipe III setting expansion yang terjadi adalah 0-0,20 %.

Tabel 1. Karakteristik Gipsum 1,8,27


Setting Kekuatan Setting
Perbandingan
Tipe Gipsum Time Kompresi (min) Expansion
Air dan Bubuk
(menit) Mpa Psi Range (%)
I. I (Plaster, Impression) 41 4,0 580 0,40-0,75 0-0,15
II. II (Plaster Model) 124 9,0 1300 0,45-0,50 0-0,30
III. III (Dental Stone) 124 20,7 3000 0,28-0,30 0-0,20
IV. IV (Dental Stone, High Strength) 124 34,5 5000 0,22-0,24 0-0,10
V. V (Dental Stone, High Strength,
124 48,3 7000 0,18-0,22 0-10,30
High Expansio,)

Universitas Sumatera Utara


2.2 Model Gipsum
Gipsum dalam kedokteran gigi digunakan sebagai pembuatan model gigitiruan.
Model gigitiruan adalah replika dari permukaan rongga mulut yang mencakup gigi,
jaringan lunak dan lengkung edentulus.6 Model gigitiruan akan membantu dokter gigi
untuk menerangkan masalah yang dimiliki oleh pasien di dalam rongga
mulutnya.6,17 Selain itu, model gigitiruan digunakan untuk pembuatan model
gigitiruan sebagian dan gigitiruan penuh.10 Pembuatan model mempunyai beberapa
syarat, diantaranya :6
a. Model harus kuat dan keras.
b. Stabilitas dimensi harus dipertahankan selama dan setelah proses
pengerasan.
c. Tidak melengkung atau mengalami distorsi.
d. Mempunyai setting time yang tepat.
e. Tidak mudah pecah atau rusak selama proses laboratorium atau pengukiran
malam.
f. Dapat digunakan untuk semua jenis bahan cetak.
g. Resisten terhadap abrasi dan fraktur.

2.2.1 Jenis Model Gipsum


Model terbagi atas dua jenis yaitu : model studi (model diagnostik) dan model
kerja. Model studi adalah model yang sering digunakan oleh dokter gigi. Model studi
dibuat dari Dental Plaster atau gipsum tipe II.26 Model studi mempunyai beberapa
kegunaan diantaranya :26
a. Memperlihatkan gambaran tiga dimensi dari keadaan jaringan keras dan
lunak rongga mulut.
b. Sebagai media pembelajaran tentang relasi dari lengkung rahang.
c. Sebagai media pembelajaran tentang ukuran gigi, letak dan bentuk serta
hubungan rahang.
d. Sebagai media pembelajaran tentang jaringan keras dan lunak dalam
pandangan lingual ketika gigi dioklusikan.

Universitas Sumatera Utara


e. Sebagai media perbandingan antara keadaan sebelum dan sesudah
dilakukan perawatan.
f. Sebagai rekaman legal mengenai lengkung rahang pasien untuk keperluan
asuransi, gugatan hukum dan forensik.
Selain, model studi juga ada model kerja. Model kerja merupakan replika dari
struktur rongga mulut sebagai bahan pembuatan model gigitiruan dan dapat
digunakan untuk restorasi tidak langsung contohnya pembuatan gigitiruan cekat.28-29
Model kerja biasanya terbuat dari dental stone atau lebih dikenal dengan gipsum tipe
III. Dalam pemakaian model kerja sangat diperlukan kekuatan kompresi yang baik
untuk menahan tekanan yang terjadi selama dilakukannya prosedur laboratorium agar
hasil yang didapatkan akurat.26,28

2.3 Kekuatan Kompresi


Kekuatan kompresi adalah kekuatan yang ditentukan melalui nilai maksimum
dari spesimen dibagi dengan luas spesimen. Nilai kekuatan kompresi didapatkan
setelah spesimen pecah.5,30 Kekuatan kompresi diukur menggunakan alat uji tekan
(Universal Testing Machine) dinyatakan dengan satuan Mega Pascal (MPa). 31
Menurut spesifikasi American Dental Assosiation (ADA) no 25, spesimen mencapai
kekuatan kompresi minimum 1 jam setelah mengeras dan pengerasan maksimum
dapat dicapai dalam waktu 24 jam (1 hari) setelah pengadukan.1,8Hesmati dkk (2002)
meneliti setting expansion yang terjadi pada gipsum akan sempurna setelah 96 jam (4
hari). Setting expansion yang terjadi pada gipsum berkaitan dengan pembentukan
nukleus kristal pada gipsum.26 Ketika setting expansion telah sempurna maka jarak
antar nukleus kristal gipsum menjadi semakin dekat sehingga tidak ada ruang kosong
dalam pembentukan kristal gipsum.1
Kekuatan kompresi sangat dibutuhkan pada model kerja gigitiruan karena
kekuatan kompresi merupakan suatu kemampuan bahan untuk menahan terjadinya
fraktur dan menahan terjadinya abrasi.25 Sehingga pada saat pembuatan model
gigitiruan di model kerja tekanan yang terjadi selama prosedur laboratorium tidak
akan memengaruhi hasil dari gigitiruan.

Universitas Sumatera Utara


2.3.1 Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Kompresi
Kekuatan kompresi dipengaruhi oleh waktu dan kecepatan pengadukan,
perbandingan air dan bubuk, akselerator dan retarder, suhu ruangan dan tekanan
atmosfer serta kemurnian bubuk gipsum.1,8,27

2.3.1.1 Waktu dan Kecepatan Pengadukan


Waktu pengadukan merupakan faktor yang memengaruhi kekuatan kompresi
karena peningkatan waktu pengadukan akan meningkatkan kekuatan kompresi
gipsum. Namun bila, pengadukan dilakukan lebih dari 1 menit dapat mengakibatkan
kristal-kristal gipsum yang terbentuk menjadi pecah dan jalinan kristal yang terbentuk
diakhir menjadi lebih sedikit sehingga kekuatan kompresi menjadi rendah. 1,8 Ketika
melakukan pengadukan harus dilakukan secara kombinasi. Tahap awal pengadukan
dilakukan secara manual menggunakan spatula kemudian dilanjutkan dengan
vibrator. Vibrator digunakan untuk mencegah terjebaknya udara selama pengadukan
yang dapat menyebabkan terjadinya porositas sehingga kekuatan kompresi model
kerja menjadi rendah dan hasil yang didapatkan tidak akurat.29 Pengadukan harus
dilakukan secara cepat dan periodik. Spatula digunakan untuk mencampur seluruh air
dan bubuk gipsum di dalam rubber bowl. Pengadukan dengan spatula dalam setiap 1
detik harus dilakukan dengan kecepatan 2 rpm (revolution per minute).1,25,27 Setelah
pengadukan dengan spatula dilanjutkan dengan pengadukan secara mekanik
menggunakan vacum mixer.31

2.3.1.2 Perbandingan Air dan Bubuk


Kekuatan kompresi sangat dipengaruhi oleh perbandingan air dan bubuk yang
digunakan. Perbandingan air dan bubuk juga akan memengaruhisetting expansion.32
Perbandingan air dan bubuk besar menyebabkan setting expansion menjadi lebih
kecil dan menyebabkan nukleus kristal yang terbentuk semakin sedikit karena
interaksi kristal-kristal dihidrat sedikit sehingga kekuatan kompresi menurun.1
Sebaliknya, jika perbandingan air dan bubuk rendah maka akan menyebabkan
kandungan air menjadi sedikit sehingga jarak antar kristal menjadi lebih dekat

Universitas Sumatera Utara


sehingga kekuatan kompresi meningkat.1 Perbandingan air dan bubuk dipengaruhi
secara langsung oleh ukuran partikel, bentuk partikel dan porositas gipsum.26
Semakin porositas partikel kristal gipsum, semakin banyak air yang diperlukan untuk
mengubah partikel Hemihidrat menjadi Dihidrat.26 Partikel gipsum yang lebih besar,
tidak beraturan dan porositas seperti plaster of paris membutuhkan air yang lebih
banyak.26,32 Penggunaan air yang lebih banyak pada bubuk gipsum akan
memengaruhi kekuatan kompresi gipsum menjadi lebih rendah.11,26

2.3.1.3 Akselerator dan Retarder


Akselerator dan retarder merupakan zat aditif yang ditambahkan ke dalam
gipsum.1 Hatim dkk (2007) meneliti penambahan zat aditif dapat meningkatkan
kekuatan kompresi yang dipengaruhi oleh konsentrasi bahan kimia yang ditambahkan
kedalam gipsum.19 Zat aditif digunakan untuk memodifikasi sifat yang dimiliki oleh
gipsum.3 Salah satu modifikasi sifat yang terjadi adalah kecepatan pengerasan
gipsum. Kecepatan pengerasan dipengaruhi oleh kecepatan kelarutan Hemihidrat. 1
Bahan akselerator adalah zat aditif yang akan mempercepat setting time
gipsum. Reaksi pada akselerator terjadi karena pembentukan kristal pada gipsum
terjadi lebih cepat. Adapun beberapa contoh akselerator adalah K 2SO4 2-3%, Na2SO4
3-4 %, Terra Alba 1%, NaCl <2% dan lain-lain. Akselerator biasanya digunkaan
dalam bentuk larutan.
Retarder adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan pada gipsum untuk
memperlambat setting time.1 Beberapa contoh retarder adalah Boraks, Asetat,
Potassium Sitrat, NaCl <2%, Na 2SO 4> 4 %, Sodium Sitrat dan lain-lain. Penambahan
bahan kimia seperti akselerator dan reterder akan memengaruhi kemurnian gipsum
dan mengurangi kohesi antar kristal yang terbentuk.1,8

2.3.1.4 Suhu Ruangan dan Tekanan Atmosfer


Gipsum yang disimpan pada suhu ruangan 90100oC dapat menyebabkan
pengerutan karena kristalisasi air yang keluar pada saat partikel Dihidrat menjadi
Hemihidrat.8 Pengerutan yang terjadi akan menyebabkan kekuatan kompresi gipsum

Universitas Sumatera Utara


akan menurun.1,8 Kenaikan suhu yang terjadi juga akan mempercepat reaksi kimia
pada gipsum dan reaksi kimia ini akan mengakibatkan sebagian kristal Hemihidrat
tidak berubah menjadi kristal Dihidrat.3

2.3.1.5 Kemurnian Bubuk Gipsum


Kemurnian bubuk gipsum akan memengaruhi proses pengerasan bubuk gipsum.
Semakin murni gipsum maka proses setting akan terjadi lebih cepat. Hal ini
dipengaruhi oleh kelarutan Hemihidrat dan nukleus gipsum yang terbentuk lebih
banyak sehingga kecepatan kristalisasi gipsum semakin besar. 1 Selain itu,
perbandingan air dan bubuk yang dibutuhkan lebih rendah sehingga kekuatan
kompresi yang dihasilkan oleh gipsum akan meningkat.26

Selain waktu dan kecepatan pengadukan, perbandingan air dan bubuk,


akselerator dan retarder, suhu ruangan dan tekanan atmosfer serta kemurnian bubuk
gipsum terdapat berat jenis gipsum yaang akan memengaruhi kekuatan kompresi.
Berat jenis menggambarkan keadaan berat gipsum terhadap volume yang dimiliki
gipsum dan kohesi partikel gipsum. Berat jenis gipsum yang tinggi menggambarkan
semakin banyaknya kohesi yang terjadi antar partikel gipsum, dimana kohesi yang
terjadi antar partikel gipsum akan mengisi rongga-rongga yang terdapat di dalam
gipsum.33 Sebaliknya, bila berat jenis gipsum rendah maka kohesi antar partikel
semakin rendah dan akan banyak terbentuk rongga kosong di dalam gipsum yang
lebih dikenal dengan porositas.33
Porositas pada gipsum berkaitan erat dengan kohesi antar partikel gipsum.33
Semakin porositas suatu partikel maka akan semakin rendah kekuatan kompresinya.
Hal ini terjadi karena porositas dapat menyebabkan penyerapan air besar sehingga
akan meningkatkan perbandingan air dan bubuk gipsum yang akan mengakibatkan
penurunan kekuatan kompresi gipsum.6 Zeki dkk (2009) menyatakan bahwa
peningkatan perbandingan air dan bubuk akan menyebabkan rongga kosong pada
gipsum yang akan diisi oleh air sehingga kohesi antar partikel gipsum menurun dan
menyebabkan kekuatan kompresi gipsum menjadi rendah.33

Universitas Sumatera Utara


2.3.2 Cara Pengujian Kekuatan Kompresi
Pengukuran kekuatan kompresi dilakukan dengan pembuatan spesimen yang
sesuai dengan spesifikasi menurut American Dental Association (ADA) no 25.4
Setelah spesimen dibuat dibiarkan sampai kering dan kemudain dilakukan pengujian.
Pengujian dilakukan menggunakan alat uji tekan (Universal Testing Machine) dengan
beban sebesar 10 KN dan hasilnya dinyatakan dalam satuan Mega Pascal (MPa). 31

2.4 Daur Ulang Gipsum


Daur ulang menurut SNI 19-1754-2002 adalah proses pengolahan sampah atau
limbah untuk menghasilkan produk baru.34 Daur ulang dilakukan untuk mengurangi
terjadinya penumpukan limbah yang akan menyebabkan polusi atau pencemaran
lingkungan. Kedokteran gigi dalam praktiknya akan menghasilkan banyak sampah
atau limbah contohnya limbah gipsum tipe III. Gipsum tipe III merupakan bahan
kedokteran gigi yang sering digunakan dan mempunyai sifat reversibel sehingga
dapat dilakukan proses daur ulang. Gipsum dilakukan daur ulang dengan alasan : 34
1. Nilai ekonomi.
Gipsum biasanya digunakan untuk membuat model studi maupun model kerja. 7
Model kerja yang sudah tidak digunakan lagi akan menjadi limbah dan dibuang ke
Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Limbah gipsum yang dilakukan daur ulang untuk
meningkatkan nilai ekonominya dari limbah yang tidak berguna menjadi bahan yang
bernilai dengan dilakukan proses daur ulang.34
2. Perlindungan terhadap lingkungan.
Abdelfatah dan Tabsh (2008) menyatakan limbah gipsum sangat banyak
ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).12 Abideyo dan Bello (2010)
menyatakan bahwa model yang berupa Kalsium Sulfat Dihidrat dapat menyebabkan
masalah terhadap lingkungan. Polusi terjadi karena pengaruh inframerah dan radiasi
yang akan membentuk senyawa gas H 2 S dan gas SO2.12 Gas H2 S di lingkungan akan
membantu pembentukan gas SO2 yang akan menyebabkan terjadinya hujan asam.13

Universitas Sumatera Utara


3. Perlindungan tehadap kesehatan manusia.
Limbah gipsum akan menghasilkan gas H 2 S dan gas SO2 tidak hanya
berbahaya terhadap lingkungan tapi juga berbahaya bagi manusia sehingga gipsum
perlu dilakukan daur ulang. Gas H 2 S pada manusia dapat menyebabkan masalah
kesehatan seperti rinitis, kegagalan saluran pernapasan akut, pneumoni dan dapat
menyebabkan kematian.14 Gas SO2 menyebabkan penyakit dalam dua keadaan yaitu
keadaan akut dan keadaan kronis. Pada keadaan akut gas SO 2 akan menyebabkan
terjadinya iritasi terhadap saluran pernapasan dan pada keadaan kronis dapat
menyebabkan terjadinya penurunan toleransi tubuh tehadap gas SO 2 yang dapat
meningkatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan , kerusakan permanen paru-paru,
bronkitis kronis serta empisema.14

2.4.1 Syarat Daur Ulang Gipsum


Daur ulang gipsum dilakukan dengan beberapa syarat, diantaranya :
1. Limbah gipsum yang dapat didaur ulang berasal dari tipe gipsum yang
sejenis / pemisahan dan pengelompokan limbah gipsum.
Tipe limbah gipsum merupakan faktor yang penting. Tipe gipsum yang berbeda
jenis akan menghasilkan partikel gipsum yang berbeda. Partikel gipsum yang berbeda
akan memengaruhi perbandingan air dan bubuk dalam pemanipulasian gipsum yang
dihasilkan.5 Selain itu, tipe gipsum limbah yang tidak sejenis akan memengaruhi
kekuatan kompresi gipsum daur ulang yang dihasilkan.
2. Pemurnian limbah harus dilakukan sebelum proses pemanasan.
Limbah yang ada harus dilakukan pengelompokan dan pemisahan agar
diperoleh limbah yang murni dan sejenis. Pengelompokan limbah dapat dilakukan
secara manual dan mekanis.12,35 Setelah dilakukan pengelompokan dilanjutkan
dengan pemurnian untuk mendapatkan bubuk gipsum yang semurni mungkin.
Pemurnian dapat dilakukan secara fisik dengan menggunakan magnet yang akan
memisahkan limbah gipsum dari bahan logam.12

Universitas Sumatera Utara


2.4.2 Mekanisme Daur Ulang Gipsum
Mekanisme daur ulang adalah suatu proses yang digunakan untuk mengubah
limbah menjadi bahan yang berguna. Mekanisme daur ulang ini harus menggunakan
pemanasan dalam proses pembentukannya dan menggunakan ukuran partikel yang
kecil. Ibrahim (1995) dan Abideyo (2010) menyatakan gipsum dapat didaur ulang
dengan melakukan pemanasan.12,15Ibrahim dkk (1995) melakukan daur ulang dengan
pemanasan di autoklaf.15 Abideyo dan Bello (2010) melakukan penelitian gipsum tipe
II dengan menggunakan oven pada suhu 120 oC, 140oC, 160oC, 180oC dan 200oC.12
Hasil penelitian Abideyo dan Bello didapatkan pemanasan pada suhu 160 oC selama
60 menit menghasilkan kekuatan kompresi yang tinggi yaitu 273 kN/m2.12 Wijaya
(2014) melakukan penelitian terhadap gipsum tipe III daur ulang dengan pemanasan
menggunakan oven suhu 130 oCdidapatkan kekuatan kompresi dengan rerata SD
sebesar 2,38 0,21 MPa dan pemanasan menggunakan oven suhu 160oC mempunyai
rerata SD kekuatan kompresi sebesar 1,31 0,16 MPa.18 Wijaya melakukan
pemanasan menggunakan oven selama 40 menit.18 Santosa (2012) melakukan daur
ulang gipsum dengan 2 kali pemanasan yaitu dengan pemanasan limbah gipsum di
oven suhu 105oC selama 1 jam kemudian dihaluskan dan dilakukan pemanasan di
autoklaf pada suhu 110-130oC selama 15 menit.36 Hasil penelitian yang dilakukan
Santosa menunjukkan tidak ada perbedaan ketepatan dimensi horizontal yang
signifikan antara gipsum tipe III pabrikan dan daur ulang. 36
Bardela dan Camarini (2006) menyatakan bahwa gipsum pabrikan dan gipsum
daur ulang mempunyai mikrostruktur yang sama dengan bentuk seperti jarum
kristal.16Partikel gipsum daur ulang yang digunakan harus menggunakan ukuran
partikel gipsum yang kecil. American Dental Assosiation (ADA) menyatakan gipsum
yang digunakan untuk kedokteran gigi harus mempunyai ukuran partikel 0,045-0,250
mm dan setiap bubuk harus melewati saringan ukuran 0,250 mm. 33
Gipsum berasal dari Kalsium Sulfat Dihidrat (CaSO 4.2H2O) yang dilakukan
pemanasan. Dalam pemanasan gipsum akan kehilangan 1,5 gram mol dari 2 gram
mol H2O akan mengalami perubahan menjadi Kalsium Sulfat Hemihidrat
(CaSO4.H2O) yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi.2,6

Universitas Sumatera Utara


CaSO4.2H2O + Pemanasan CaSO4.H2O + 3H2O
Kalsium Sulfat Dihidrat Kalsium Sulfat Hemihidrat Air
Reaksi yang terjadi pada gipsum bersifat reversibel. Jika Kalsium Sulfat
Hemihidrat (CaSO4.H2O) direaksikan kembali dengan air akan membentuk reaksi
awal yaitu Kalsium Sulfat Dihidrat (CaSO 4.2H2O). Secara kimiawi reaksi pada
gipsum dinyatakan, sebagai berikut :2,5
CaSO4.H2O + 1H2O CaSO4.2H2O + 3900 Kalori/gram mol
Kalsium Sulfat Hemihidrat Air Kalsium Sulfat Dihidrat
Reaksi ini merupakan reaksi yang menghasilkan panas (ekstoterm). Jika 1 gram
mol Kalsium Sulfat Hemihidrat (CaSO4.H2O) bereaksi dengan 1,5 gram mol air
maka akan terbentuk 1 gram mol Kalsium Sulfat Dihidrat (CaSO 4.2H2O) dan
melepaskan panas sebesar 3900 kalori.2
Dalam melakukan daur ulang dapat dilakukan penambahan bahan-bahan kimia
yang dapat meningkatkan manfaat dari gipsum.34Gipsum dapat dilakukan
penambahan bahan-bahan kimia berupa penambahan asam organik atau garam
contohnya penambahan CaCl2 pada gipsum tipe IV.5 Penambahan garam pada
gipsum tipe IV dapat meningkatkan kekuatan kompresi gipsum yang dihasilkan. 29

2.4.3 Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Kompresi Daur Ulang Gipsum


Beberapa faktor yang memengaruhi kekuatan kompresi daur ulang gipsum,
sebagai berikut :
1. Proses daur ulang yang dilakukan harus sesuai dengan proses pembentukan
gipsum.
Proses daur ulang harus sesuai dengan proses pembentukan karena proses
pembentukan yang tidak sejenis akan menghasilkan bubuk Hemihidrat yang berbeda.
Pemanasan suhu 110-120oC dengan ketel terbuka, Kalsium Sulfat Dihidrat
(mempunyai 2 molekul air dalam 1 molekul Kalsium Sulfat) akan mengalami
perubahan menjadi bubuk Hemihidrat (1 molekul air dan 2 molekul Kalsium Sulfat)
yang dikenal dengan nama plaster of paris (-Hemihidrat).1,8 Sedangkan bila,
dilakukan pemanasan pada suhu 120-130oC dengan tekanan akan menghasilkan

Universitas Sumatera Utara


Kalsium Sulfat -Hemihidrat atau dikenal dengan dental stone.1 Plaster of paris dan
dental stoneini mempunyai mineral yang sama tetapi berbeda pada ukuran kristal
yang terbentuk. Plaster of paris merupakan agregasi fibrous dari kristal halus dengan
pori kapiler dan mempunyai bentuk kristal spons dan tidak teratur. Dental stone
mempunyai kristal yang berbentuk prismatik dan padat.1,8 Perbedaan bentuk kristal
akan memengaruhi kekuatan kompresi gipsum. Semakin teratur dan halus partikel
gipsum maka akan menghasilkan kekuatan kompresi yang tinggi.

2. Lama penyimpanan dan keadaan lingkungan penyimpanan limbah gipsum.


Lama penyimpanan dan keadaan lingkungan penyimpanan (suhu dan
kelembaban) dapat memengaruhi jumlah kandungan air dalam limbah gipsum.5
Penyimpanan limbah pada suhu >90 oC dan kelembaban yang rendah akan
menyebabkan pengerutan yang terjadi ketika kristalisasi air dikeluarkan dan dihidrat
berubah menjadi hemihidrat.1,8 Pengerutan yang terjadi akan menyebabkan
penurunan kekuatan kompresi gipsum. Muhammad dkk (2011) menyatakan kekuatan
kompresi secara proposional harus memperhatikan waktu pengeringan gipsum. 29
Penyimpanan gipsum yang lama maka akan menurunkan kadar air yang dimiliki oleh
gipsum. Lamanya penyimpanan gipsum berkaitan dengan proses pengeringan
gipsum. Selain itu, kadar air yang sedikit pada gipsum akan meningkatkan kekuatan
kompresi gipsum.27

2.5 Zink Sulfat


Zink Sulfat merupakan senyawa anorganik yang terbentuk melalui reaksi Asam
Sulfat (H2 SO4) dengan Zink (Zn2+). Zink Sulfat merupakan garam yang esensial
dalam bidang kesehatan. Zink sulfat ini adalah zat padat yang berwarna putih
sehingga dikenal dengan nama Virtiol Putih.Selain itu, Zink Sulfat juga dikenal
dengan nama Seng Sulfat dan Goslarit.37 Zink Sulfat dapat digunakan sebagai zat
aditif dan akselerator. Zink Sulfat dapat bertindak sebagai zat aditif maupun zat
akselerator ditentukan oleh tujuan penambahannya.

Universitas Sumatera Utara


2.5.1 Sifat Zink Sulfat
Zink Sulfat yang mempunyai rumus kimia ZnSO 4 . Zink Sulfat ini mempunyai
beberapa sifat yaitu :37
Berat Molekul : 161,47 gr/mol
Penampilan : Serbuk kristal putih
Bau : Tidak berbau
Densitas : 3,45 gr/cm3
Titik Lebur : 6800C terurai
Titik Didih : 7400C
Kelarutan dalam Air : 57,7 gr/100 Ml
Indeks Bias (np) :1,658
Entropi Molar Standar : 120 Jmol-1/k
Entalpi Pembentukan Standar : -983 KJ/Mol
MSDS : ICSC 1698
Indeks Uni Eropa : 029-006-00-9
Titik Nyala : Tidak mudah terbakar
Senyawa Terkait : Tembaga (II) Sulfat

2.5.2 Reaksi Zink Sulfat dengan Gipsum


Zink Sulfat ketika direaksikan dengan gipsum (CaSO 4 .H2O) akan
menghasilkan garam ganda. Reaksi ini terjadi ketika Zink Sulfat dalam keadaan
melebur. Zink Sulfat dan gipsum yang telah mengalami peleburan akan membentuk
ikatan koordinasi, ikatan kovalen dan ikatan logam.21-23
Reaksi antara Zink Sulfatdengan gipsum dapat dilihat pada persamaan reaksi,
sebagai berikut :
CaSO4.H2O (s) + ZnSO4(l) CaSO4 .ZnSO4 .H2O 20
Kalsium Sulfat Hemihidrat Zink Sulfat Garam Ganda

Universitas Sumatera Utara


Berdasarkan reaksi yang terbentuk, maka akan membentuk ikatan sebagai
berikut :
O O O O
S Ca2= Zn2+ S H2O
O O O O
Ikatan Logam
Ikatan Koordinasi Ikatan Kovalen
Garam ganda adalah garam yang mengandung lebih dari satu kation atau anion.
Garam ganda terbentuk ketika lebih dari satu jenis garam dilarutkan dalam cairan dan
terjadi pengkristalan secara teratur.21
Ikatan koordinasi adalah ikatan melalui pemakaian bersama elektron yang
berasal dari salah satu atom/ion/molekul yang memiliki pasangan elektron bebas. 22
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk antar atom non logam yang terjadi
melalui pemakaian bersama pasangan elektron.22 Sedangkan ikatan logam adalah
ikatan yang menyatukan atom-atom logam.23
Ikatan-ikatan kimia yang terbentuk pada reaksi Zink Sulfat dan gipsum akan
meningkatkan sifat kimia dari gipsum. Zink Sulfat dan gipsum akan saling berikatan
sehingga akan sulit untuk dipisahkan. Ikatan yang erat antara Zink Sulfat dan gipsum
akan meningkatkan sifat fisik dari gipsum terutama kekuatan kompresi. Sehingga
kekuatan kompresi gipsum yang telah ditambah dengan Zink Sulfat akan lebih tinggi.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
2.6 Kerangka Teori Mineral Gipsum (CaSO4.2H2O)
Kalsinasi

Air Gipsum (CaSO4.H2O)

Klasifikasi Gipsum R

Tipe I Tipe II Tipe III Tipe IV Tipe V V

Pemanasan Pemanasan di E
di autoklaf autoklaf t =
t = 128OC 140OC+Garam R

Karakteristik Fungsi I
Molekul Air Terperangkap Dalam
Kristal Gipsum Jarak Antar B
Model Kerja
Perubahan Setting W/P Setting Partikel Gipsum Jauh (CaSO4.2H2O) E
Dimensi Time Ratio Expansion
Kelemahan : Kekuatan Kompresi Limbah L
Waktu & Kecepatan Menurun
Pengadukan
Daur Ulang
Perbandingan Air dan Penanggulangan : Penambahan
Bubuk larutan Zink Sulfat 4% pada suhu
128oC Jarak antar Partikel Syarat Mekanisme Faktor yang
Kekuatan
Akselelator & Gipsum Semakin Dekat Mempengaruhi
Kompresi penggerusan
Retarder
Gipsum Tipe III Daur Ulang
Suhu Ruangan & Gipsum Tipe III Daur Ulang Murni (CaSO4.H2O)
Tekanan Atmosfer (CaSO4.H2O) + Zink Sulfat 4%

Kemurnian Bubuk
Gipsum Karakteristik

Perubahan Setting W/P Setting


Dimensi Time Kekuatan Ratio Expansion
Kompresi

Universitas Sumatera Utara


2.7 Kerangka Konsep

Mineral Gipsum Kalsinasi Gipsum Tipe III Model Kerja


(Ca2SO4.2H2O ) Pabrikan (Ca2SO4.2H2O )
(CaSO4. H2O)

Bentuk partikel Gipsum Tipe III Gipsum Tipe III


Reversibel
padat, prismatik Daur Ulang Daur Ulang (CaSO 4. H2O )
dan teratur ( CaSO4. H2O ) + larutan Zink Sulfat
(ZnSO4) 4%
Ukuran partikel, Sisa molekul air
w/p ratio, terperangkap dalam Bereaksi dengan molekul air
pengadukan kristal
Molekul gipsum bereaksi
Bereaksi dengan Banyak ruang dengan Zink Sulfat ikatan
molekul air kosong untuk koordinasi, ikatan logam dan
pertumbuhan kristal ikatan kovalen
Terjadi interaksi
antar partikel yang Bereaksi dengan Ikatan yang terbentuk stabil
stabil dan banyak molekul air antara molekul gipsum dan
Zink Sulfat
Terjadi kontak Interaksi antar
antar partikel partikel sedikit Interaksi antar partikel stabil
gipsum dan banyak
Kekuatan kompresi
Kekuatan menurun Kekuatan kompresi
kompresi tinggi meningkat
Kekuatan Kompresi

Universitas Sumatera Utara


2.8 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah diuraikan, maka dapat disusun
hipotesis penelitian sebagai berikut :
Ada perbedaan kekuatan kompresi gipsum tipe III pabrikan dan daur ulang
serta gipsum tipe III daur ulang dengan penambahan larutan Zink Sulfat 4% sebagai
bahan model kerja gigi tiruan.

Universitas Sumatera Utara