Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
2. Pemahaman terhadap penyusun tubuh harus digaris bawahi. Dimana tubuh tersusun atas sel,
kumpulan sel akan membentuk jaringan, sekumpulan jaringan akan membentuk organ,
beberapa organ bekerja secara seimbang membentuk sistem organ dan sistem organ
merupakan kesatuan tubuh yang lengkap. Anatomi dan Fisiologi pada dasarnya merupakan
dua ilmu yang tidak dapat dipisahkan.
Anatomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organ dari
makhluk hidup. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, anatomi dapat diartikan sebagai
ilmu yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau
tumbuh-tumbuhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Anatomi Ternak berarti ilmu yang
mempelajari bentuk dan susunan tubuh ternak secara keseluruhan maupun bagian
bagiannya serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain. Sedangkan fisiologi adalah
ilmu yang mempelajari fungsi tubuh secara lengkap dan fungsi semua bagian-bagian tubuh
termasuk pula proses-proses biofisika dan biokimia yang terjadi di dalam tubuh. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa, Fisiologi Ternak adalah ilmu yang mempelajari fungsi tubuh
ternak secara lengkap, fungsi semua bagian-bagian tubuh serta proses biofisika dan biokimia
yang terjadi pada tubuh ternak.
3. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk megetahui dan memahami anatomi
dan fisiologi ternak secara keseluruhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1) ANATOMI TERNAK
a) Sistem Kerangka Ternak
Tulang terdiri atas tulang keras (Os) dan tulag rawan (Cartilago). Semua tulang dibungkus
oleh selaput jaringan ikat yan disebut periost. Menurut Anonim (2010), berdasarkan
bentuknya tulang dibagi menjadi:
1) Tulang pipa (Ossa longa)
Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris memanjang dan kedua ujung membesar (epifise).
Contohnya: tulang paha (os femus) dan tulang lengan (os humerus)
2) Tulang pipih (Ossa Plana)
Cirri-cirinya adalah berbentuk pipih, permukaan datar dan bertugas melindungi bagian tubuh
yang lunak seperti otak dan alat-alat dalam. Contohnya: tulang belikat (os scapula) dan tulang
panggul (os coxae).
3) Tulang pendek (Ossa Brevis)
Berdasarkan letak dan fungsinya, tulang dibagi dalam 3 kelompok :
1) Axial Skeleton (Kerangka Sumbu)
Meliputi; tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (os costae), tulang dada (os
sternum), tulang kepala (ossa cranii).
2) Appendicular skeleton (Tulang Anggota Gerak)
Appendicular skeleton dibedakan menjadi extremitas anterior dan extremitas posterior.
3) Viesceral Skeleton (tulang yang berkembang dalam organ dalam atau organ lunak).
Seperti; os penis (tulang kelamin jantan pada anjing), os cardis (tulang jantung pada sapi) .
Menurut Anonim (2012), pada dasarnya kerangka tubuh hewan dibagi menjadi beberapa
bagian yaitu :
1) Ossa cranii, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a) Bagian tengkorak; os ocipitale (tulang kepala belakang), os sphenoidale (tulang baji), os
othmoidale (tulang rapis), os parietale (tulang ubun-ubun), os frontale (tulang dahi), os
temporale (tulang pelipis).
b) Pars splanehno cranii; os morale (tulang pipi), os lacrimale (tulang air mata), os nasale
(tulang hidung), os premaxillare (tulang rahang atas muka), os maxillare (tulang rahang atas),
os mandibulare (tulang rahang bawah).
2) Columna vertebralis (susunan tulang belakang), yang terdiri dari :
a) Vertebrae cervicalis (ruas tulang leher)
b) Vertebrae thoracales (ruas tulang punggung)
c) Vertebrae lumbales (ruas tulang pinggang)
d) Vertebrae sacrales (ruas tulang kemudi)
e) Vertebrae coccygeales (ruas tulang ekor)
f) Ossa castae (tulang-tulang rusuk), turut membentuk dinding sebelah lateral dari ruang dada.
Terdapat berpasangan kiri dan kanan. Jumlahnya sebanyak ruas tulang punggung; pemamah
biak 13 pasang, kuda 18 pasang, babi 14-15 pasang, carnivore 13 pasang.
g) Ossa sternum (tulang dada), meliputi :
h) Manubrium sterni
i) Processus xiphoideus
j) Carpus sterni
k) Crista sterni
3) Ossa ekstremitas, dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a) Ossa ekstremitas thoracalis (tulang kaki muka) diantaranya : os scapula, os humerus, os
radius, os ulna, ossa carpi, ossa metacarpalia, digit (os phalanx).
b) Ossa ekstremitas pelvinae (tulang kaki belakang), diantaranya : os coxae, os femur, os tibia,
os fibula, ossa tarsi, ossa metatarsalia, digit (os phalanx).
b) Sistem Perototan Ternak
Jaringan otot merupakan bagian yang penting yang menyusun beberapa organ pada tubuh
ternak. Secara garis besar ada tiga tipe otot, yaitu: otot polos, otot jantung dan otot skeletal
(Anonim, 2010).
1) Otot Polos
Adalah otot yang membangun organ yang tidak dapat di kontrol misalnya saluran
pencernaan. Otot polos juga di temukan di dalam pembuluh darah usus, dan organ lain yang
tidak berada di bawah perintah otak.
Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam sel otot polosnya tersusun
melingkar dan lapisan sebelah luar sel otot polosnya tersusun memanjang dan berinti sel.
Ciri-ciri otot polos, Sel-sel berbentuk spidal- Inti di tengah- Serabut-serabut retikuler
transversal menghubungkan sel-sel otot.
2) Otot Jantung
Merupakan otot yang membangun jantung. Otot jantung juga merupakan otot yang tidak
dapat diperintah, kontraksinya tidak tergantung pada actor luar (ekstrinsik). Otot jantung
terdiri dari tiga bentuk otot, yaitu otot atrial, otot ventricular, dan serabut otot purkinje.
3) Otot Rangka
Merupakan otot yang membangun sebagian besar tubuh. Serabut otot pada penampang
memanjangnya tampak sebagai pita-pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lainnya.
Intinya berbentuk lonjong, jumlahnya banyak dan terdapat di tepi serabut tepat di bawah
sarkolema. Miofibri serabut otot rangka mengandung keping-keping gelap dan terang secara
berurutan dan pada tiap myofibril letaknya pada ketinggian yang sama. Diantara serabut-
serabut otot terdapat jaringan ikat kendur yang di sebut endomisium (Anonim, 2012).

2) FISIOLOGI TERNAK
Menurut Frandson (1992), menyatakan bahwa fisiologi ternak meliputi:
a) Struktur Sel
Sel terdiri dari ruangan-ruang internal yang dipisahkan oleh membran-membran
semipermeabel. Berbagai ruang internal tersebut dibungkus bersama-sama menjadi satu oleh
sebuah membran sel. Ruang-ruang internal sel dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu
sitoplasma dan inti sel (nukleus).
1. Sitoplasma
Sitoplasma meliputi semua yang terletak di dalam sel tetapi di luar inti sel. Mitokondria
adalah sumber energi sel, sedangkan retikulum endoplasma dan ribososm adalah struktur
sitoplasmik (organel yang penting untuk membentuk protein.
2. Inti Sel
Inti sel adalah suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung berbagai asam
deoksiribonukleat (DNA, deokxyribonuclic acid), yaitu bahan genetik sel. DNA mengalami
pelipatan-pelipatan di dalam inti sel yang bertujuan untuk melindunginya dari kerusakan.
Jenis protein yang berperan dalam menentukan pelipatan dan protein DNA tersebut disebut
histon. Histon dan DNA ditemukan di bagain sel inti yang disebut nukleolus. Di dalam
dunkleolus inilah terjadi replikasi DNA, pembelahan sel dan transkrip DNA.
3. Membran Sel
Setiap sel dibungkus oleh sebuah membran sel. Membran sel adalah suatu sawar
semipermeabel dan tersusun dari sebuah lapisan ganda (bilayer) fosfolipid yang di dalamnya
mengandung molekul-molekul protein yang dapat bergerak bebas. Molekul-molekul protein
tersebut menembus membran secara total atau parsial.

b) Sistem Digesti (Dygestive Sistem)


Sistem digesti (digestive system, systema digestoria) disebut juga dengan sistem pencernaan.
Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran
pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada
pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak
faktor. Beberapa jenis hewan memiliki perbedaan-perbedaan kondisi saluran pencernaan
sehingga proses fisiologik yang terjadi juga mengalami perbedaan. Sistem pencernaan pada
ternak secara umum dapat dipisahkan berdasarkan struktur lambung (ruminant dan non
ruminant). Ternak yang tergolong sebagai ruminansia antara lain sapi, kerbau, kambing,
domba, rusa dan sebagainya. Ternak yang tergolong non-ruminansia antara lain kuda, babi,
kelinci dan berbagai bangsa unggas (Frandson (1992) .

BAB III
PEMBAHASAN

1. ANATOMI TERNAK
a) Sistem Kerangka Ternak
Tengkorak (kranin) adalah bagian skeleton yang membentuk kerangka dasar kepala disebut
kranium. Fungsi tengkorak yaitu sebagai pelindung otak, penyokong berbagai organ dan
membentuk awal saluran sistema digestoria dan sistema respiratoria. Tengkorak terdiri dari
nasal, mandibula, maksila, lakrima, coranoid process dan occipital. Atap bagian atas dibentuk
oleh maksila dan premaksila yang membentuk dentis dan oleh maksila as. palatina. Bagian
ventrolateral oral dilengkapi oleh mandibula. Mandibula berporos pada bagian as temporale,
di depan lubang telinga. Semua dentis bagian bawah pada mandibula merupakan tempat
perekatan otot yang berperan dalam proses penguyahan dan penelanan.
Ujung medial skapula bersendi dengan menubrium. Ujung lateral clavicula bersendi dengan
acromion. Acromion adalah sudut di sebelah caudal dan dua sudut di sebelah cranial pada
sudut cranial lateral dataran sendi, yang bersendi dengan humerus.
Vertebrae cervicalis yang pertama disebut atlas. Atlas tidak mempunyai processus spinous
dan carpus menjadi satu dengan aksis, penggunaan seperti gigi. Vertebralis cervicalis yang
kedua disebut aksis. Aksis mempunyai spinosum processus yang lebar, tetapi tidak tinggi
Vertebrae thoracales, costae dan sternum membentuk throrax. Sternum terdiri atas
manubrium sterni, carpus dan processus xipoideus. Vertebrae thoracalis ditandai dengan
processus spinous yang sangat berkembang. Processus spinous membentuk pangkal pada
prominesia dorsalia yang dikenal sebagai wither pada bagian bawah bahu.
Pada semua mamalia, karpus merupakan daerah yang komplek yang terdiri dari dua deret
tulang kecil. Deretan proximal disebut radial (profundial ke lateral), intermediet dan ulnar.
Metakarpus merupakan daerah disebelah distal karpus. Pada kambing karpus merupakan
hasil tulang metakarpus yang ke tiga dan ke empat. Suatu alur vertikal pada metakarpus
menunjukkan fungsi kedua tulang tersebut. Ujung proximal femur yang berbentuk bulat
bersendi dengan os coxae. Ujung distal femur bersendi dengan ujung proximal tibia. Daerah
ventral ujung kedua tulang yang bertemu ini terdapat patella. Ujung proximal fibula bersendi
dengan ujung proximal tibia. Distal fibula menempel pada kedua ujung distal tibia.
Kedua ujung distal ini merupakan persendian dengan trachlea tali. Trachlea tali ialah
bangunan berupa kerekan pada talus. Talus ialah salah satu dari ossa tarsalia. Ossa tarsalia
bersendi satu dengan yang lain. Ossa tarsalia terdiri atas talus, proteulus, os cuboideum, os
naviculare (os scapoideum) dan tiga ossa cuneiforinia. Talus bersendi dengan calcaneus dan
raviculare calcaneus bersendi juga dengan os cuboideum. Os raviculare bersendi juga dengan
ketiga ossa coneiformia. Os cuboideum juga ossa cuneiformie di ujung distal bersendi dengan
ujung proximal 5 ossa metatarsalia. Di sebelah os metatarsalia berturut-turut terdapat dua
palanges. Di sebelah os metatarsale yang lain berturut-turut terdapat tiga palanges. Waktu
berdiri, yang menapak tanah ialah tuber calcanei (tonjolan ke planter pada calcaneus) dan
capita osseum metatarsalium (distal ossa metatarsalia).
b) Sistem Perototan Ternak
Didalam tubuh ternak terdapat lebih dari 600 otot berbeda dalam halbentuk, ukuran dan
aktivitasnya. Otot juga berbeda dalam hubunganya dengan tulang, tulang rawan atau
ligamentum dalam hal kandungan darah, saraf dan dalam hal hubungannya dengan jaringan-
jaringan lain.
Otot ternak berubah menjadi daging setelah pemotongan karena fungsi fisiologisnya telah
terhenti. Otot merupakan komponen utama penyusun daging. Daging juga tersusun oleh
jaringan ikat, epitelial, jaringan saraf, pembuluh darah dan lemak, jadi daging tidak sama
dengan otot.
Beberapa jenis otot pada ternak, antara lain adalah :
1. Otot trapezius merupakan otot pipih berbentuk segitiga yang mempunyai origo pada garis
tengah dorsal dari kepala sampai ke belakang di daerah vertebrae lumbar dan insersionya
terutama pada spina skapula. Otot trapezius secara keseluruhan juga mendukung melekatnya
scapula pada tubuh.
2. Otot serratus ventralis merupakan otot yang paling besar dan otot utama yang
menghubungkan alat gerak bagian depan dengan tubuh. Ukuran otot ini besar dan bentuknya
seperti kipas.
3. Otot lattisimus dorsi merupakan otot yang berbentuk segitiga lebar, mempunyai origo pada
prosessus spinosa vertebra torasik dan lumbar dengan perantaraan aponeurosis. Otot ini juga
berperan untuk menarik kaki depan ke arah belakang atau jika kaki itu tetap, maka badan itu
akan ke depan atau maju.
4. Otot longissimus. Otot ini dapat dibagi menjadi beberapa segmen tergantung pada lokasi,
yaitu di daerah lumbar yang disebut longissimus lumborum, pada daerah thoraks disebut
longissimus thoracis, pada daerah serviks disebut longissimus cervicis, longissimus capitis
dan longissimus atlantis.
5. Otot ekstensor carpii rassss. Otot ini merupakan otot ekstensor terbesar untuk karpus. Otot ini
berpangkal pada epikondyl lateral humerus menuju ujung proximal daerah metacarpal. Peran
utama otot ini adalah gerak estensi karpus.
6. Otot fleksor carpii radialis. Otot ini berpangkal dari sisi medial permukaan volar kaki depan.
Origo otot ini adalah pada epikondyl medial (fleksor) humerus dan insersianya pada
permukaan volar ujung proksimal metacarpus.
7. Otot gluteus medius. Otot ini adalah otot ekstensor yang kuat. Origo otot ini terletak pada
sayap tulang illium dan insersionya pada frokauter mayor dari tulang femur, yang merupakan
lever yang menjulur di atas sendi pinggul, sehingga menggerakan bagian lain dari kaki
belakang ke arah belakang.
8. Otot bisep femoris, semiteninosus dan semimembranosus. Otot-otot tersebut merupakan otot
ekstensor pada pinggul yang disebut dengan hamstring muscle. Batas-batas antar otot ini
dapat diketahui dengan adanya alur-alur vertikal pada bagian otot tersebut.
2. FISIOLOGI TERNAK
a) Struktur Sel
Sel terdiri dari ruangan-ruang internal yang dipisahkan oleh membran-membran
semipermeabel. Berbagai ruang internal tersebut dibungkus bersama-sama menjadi satu oleh
sebuah membran sel.
1. Sitoplasma
Sitoplasma meliputi semua yang terletak di dalam sel tetapi di luar inti sel.
2. Inti Sel
Inti sel adalah suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung berbagai asam
deoksiribonukleat (DNA, deokxyribonuclic acid), yaitu bahan genetik sel.
3. Membran Sel
Setiap sel dibungkus oleh sebuah membran sel. Membran sel adalah suatu sawar
semipermeabel dan tersusun dari sebuah lapisan ganda (bilayer) fosfolipid yang di dalamnya
mengandung molekul-molekul protein yang dapat bergerak bebas.
b) Sistem Digesti (Dygestive Sistem)
Sistem digesti (digestive system, systema digestoria) disebut juga dengan sistem pencernaan.
Pemahaman terhadap anatomi alat pencernaan akan sangat membantu dalam studi tentang
fisiologi sistem pencernaan dan patologi (gangguan, penyakit) yang menyerang sistem
pencernaan. Organ-organ pencernaan merupakan suatu saluran (tractus) yang terentang mulai
dari mulut hingga anus dan sering disebut juga dengan tractus digestivus.
1. Sistem Pencernaan Ternak Ruminansia
Hewan-hewan yang tergolong ruminansia memiliki ciri khas yang kuat pada susunan alat
pencernaannya. Kekhasan tersebut juga membedakan fisiologi pencernaan antara hewan
ruminansia dengan non-ruminansia serta menjadikan hewan ruminansia sebagai hewan yang
dinilai paling mampu melakukan proses pencernaan dengan sempurna.
Urutan sistem pencernaan pada ternak Ruminansia:
a. Mulut
Mulut merupakan bagian terdepan dari sistem pencernaan dan terdiri atas berbagai organ
pelengkap yang melakukan aktivitas pencernaan mekanik. Mulut beserta organ yang ada
didalamnya digunakan untuk mengambil makanan dan minuman, memecah makanan menjadi
partikel-partikel yang lebih kecil, menggiling dan mencampurnya dengan saliva serta
pembentukan bolus.
b. Gigi
Secara umum proses pencernaan diawali dengan perenggutan makanan berupa rumput dan
tumbuhan ke dalam mulut dengan menggunakan lidah yang menjulur selanjutnya dipotong
oleh gigi seri yang hanya terdapat pada bagian rahang bawah (mandibulla) saja dan
dilandaskan pada dentalpad ydang keras rata pada rahan atas (maxilla). Selanjutnya dengan
bantuan lidah kembali, makanan yang telah dipotong ditarik ke bagian belakang yang akan
dikunyah dan digiling oleh gigi geraham yang cukup besar (premolar dan molar). Dalam
proses pengunyahan ini , makanan dibasahi dengan saliva (salivasi) yang dihasilkan oleh
kelenjar yang ada di dalam rongga mulut fungsi salivasi adalah memudahkan dalam
mengunyah makanan dan memudahkan proses penelanan makanan. Setelah selesainya
proses pengunyahan, selanjutnya makanan akan ditelan (deglutisi) melalui kerongkongan
menuju lambung yang selanjutnya dicerna di dalam lambung.
c. Lidah
Lidah adalah organ yang terdiri dari berbagai papilla dan dapat bergerak dengan jangkauan
yang cukup jauh. Keguanaan lidah adalah menarik dan meraih rumput ke dalam mulut,
membalik-balik makanan yang ada dalam mulut, sebagai alat perasa untuk mengambil dan
memasukkan makanan serta membantu proses pembentukan bolus.
d. Bibir
Bibir kambing dan domba bersifat lunak dan fleksibel dan berperan membantu dalam
pengambilan makanan, bibir sapi lebih bersifat stiff dan tidak mudah digerakkan sehingga
hanya bekerja untuk menutup mulut.
e. Pipi
Pipi merupakan struktur muskular yang tertutup oleh kulit dan bagian dalamnya diselimuti
oleh membran mukosa. Bagian dalam pipi sapi banyak terdapat papila Konikal. Fungsi pipi
selain sebagai dinding rongga mulut, juga membantu lidah dalam menempatkan makanan
diantara gigi pada saat mengunyah. Pipi juga dapat membantu mensekresikan air liur dari
glandula. Rahang ditutupi oleh otot-otot masetter, temporal dan pterigoid yang kuat,
sedangkan pembukaannya dilakukan oleh otot-otot digastrikus, oksipitomandibularis dan
sternomandibularis.
f. Pharynx
Pharynx (farinks) merupakan saluran umum baik untuk lewatnya makanan yang ditelan
ataupun udara pernafasan. Saluran farinks dilapisi oleh membran mukosa dan dikelilingi oleh
otot-otot. Saluran yang menuju farinks adalah mulut, dua lubang hidung kaudal, dua saluran
eustasian telinga, esofagus dan larinks.
g. Esophagus
Esofagus merupakan suatu kelanjutan dari farinks, merupakan suatu saluran berotot
(muskular) yang merentang dari farinks menuju bagian cardia lambung, persis pada posisi
kaudal diafragma. Esofagus melintas dorsal trakea dan umumnya miring ke arah kiri daripada
leher. Dinding esofagus merupakan struktur muskular yang terdiri atas 2 lapis otot yang
saling melintas miring, kemudian spiral dan akhirnya membentuk suatu lapis sirkuler dalam
h. Gastrum, Gaster, Lambung
Lambung hewan ruminansia secara umum memiliki 4 ruangan dan biasa disebut sebagai
perut ganda karena terbagi atas bagian depan dan belakang. Rumen, retikulum dan omasum
secara bersama-sama disebut sebagai perut depan (forestomach, proventriculus). Bagian
paling belakang abomasum.
i. Rumen
Rumen merupakan suatu kantung muskular yang besar yang terentang dari diafragma (tulang
costae 7 dan 8) menuju ke pelvis. Rumen hampir menempati sebagian besar sisi kiri (75%)
dari rongga perut. Permukaan dinding dalam rumen tersusun atas epitel squamus berstrata
yang tidak mengandung kelenjar. Dinding rumen tersusun atas otot halus yang terdiri atas 2
lapis yaitu lapis luar yang bergerak secara kranio-kaudal dan lapis dalam yang bergerak
secara transversal. Rumen mempunyai empat kantong yaitu: cranial sac, dorsal sac, blind sac
(dorso blind sac dan ventro-caudal blind sac) dan ventral sac. Fungsi dari kantong-kantong
tersebut adalah untuk gerakan-gerakan yang diperlukan selama terjadinya proses fermentasi.
Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, abomasum 7-8%. Makanan dari
kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan
yang tertelan. Di dalam rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida dan fermentasi
selulosa dan enzim selulose yg dihasilkan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Dalam rumen
juga terjadi pencernaan secara hidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan.
j. Protozoa
Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holitric (yang mempunyai silia
hampir diseluruh tubuh dan mencerna karbohidrat yang fermentabel), Oligotrichs (yang
mempunyai silia sekitar mulut, umumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna).
k. Retikulum
Merupakan bagian lambung yang terletak paling depan meskipun bukan saluran pencernaan
terdepan dari lambung. Bagian dalam retikulm dilapisi oleh epitel squamus berstrata dengan
susunan seperti sarang lebah atau jala (rete) sehingga sering disebut sebagai perut jala. Lokasi
retikulum tepat di belakang diafragma dan berlawanan dengan jantung. Funsi retikulum
belum jelas secara spesifik, kecuali membantu melewatkan bolus-bolus melalui esophagus
dan mengatur penyaluran ransum dari rumen ke omasum dan rumen ke esophagus.
l. Omasum
Merupakan kelanjutan dari retikulum yang terletak di sebelah kanan rumen dan retikulum
persis pada posisi kaudal hati. Permukaan bagian dalam dipenuhi oleh papila yang pendek
dan mempunyai bentuk permukaan yang berlembar-lembar 100 lembar, sehingga sering
disebut perut Kitab atau perut buku. Fungsi lamina adalah menyaring partikel digesta yang
akan masuk ke abomasum. PH omasum berkisar antara 5,2 sampaim6,5. Pada omasum terjadi
proses penyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Organ ini juga dilaporkan
menghasilkan amonia dan asam lemak. Pada omasum juga terdapat kelenjer yang
menghasilka enzim yang akan bercampur dengan bolus-bolus nantinya akan diteruskan ke
abomasum.
m. Abomasum
Abomasum merupakan perut sejati karena abomasum berfungsi layaknya lambung pada
ternak non ruminansia. Abomasum sering jg disebut perut Kelenjar karena banyak dijumpai
kelenjar pencernaan. Letak abomasum adalah ventral omasum dan terentang kaudal pada sisi
kanan dari rumen. Ph abomasum berkisar antar 2 sampai 4,1. Abomasum terletak di bagian
kanan bawah dan jika kondisi sangat asam, maka abomasum dapat berpindah ke kiri.
Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa. Mukosa pada abomasum berfungsi untuk
melindungi dinding sel tercerna oleh enzimyang dihasilkan oleh abomasum. Sel-sel mukosa
pada abomasum menghasilkan pepsinogen dan sel partikel penghasil HCl. Pepsinogen
bereaksi dengan HCl membentuk pepsin. Pada saat terbentuk pepsin reaksi berjalan secara
otokatalitik.
n. Intestinum Tenue, Usus Halus
Usus Halus terbagi atas 3 bagian yaituDuodenum(usus 12 jari), Jejenum(usus kosong)
dan Ileum (usus penyerapan),yang membedakan pada bagian-bagian tersebut perbedaan
struktur histologik. Fungsi usus halus adalah mencerna makanan secara kimiawi
menggunakan enzim. Di dalam usus halus terjadi perombakan terakhir dan penyerapan sari-
sari makanan.
Duodenum merupakan bagian pertama usus halus dan amat dekat dengan dinding tubuh serta
terikat pada penggantungnya (mesenterium) yang pendek dan memiliki panjang sekitar 1-1,2
m. Saluran yang berasal dari hati dan pankreas menyatu ke dalam duodenum pada jarak yang
pendek di belakang pilorus (bagian ujung abomasum).
Jejunum secara jelas dapat dibedakan dari duodenum pada posisi di mana kira-kira
mesenterium mulai tampak lebih panjang. Tidak ada batas yang jelas antara jejunum dan
ileum.
Usus halus menghasilkan enzim tersendiri : Enterokinase merubah tripsinogen menjadi
tripsin, Amnopeptidase merubah aminopeptida menjadi dipeptida, Dipeptidase merubah
dipeptida menjadi asam amino, Sukrase merubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa,
Maltase merubah maltosa menjadi 2glukosa, dan Laktase merubah laktosa menjadi glukosa
dan galaktosa.
Pada ruminansia enzim selulosa yang dihasilkan oleh mikroba tidak hanya berfungsi untuk
mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga menghasilka biogas berupa CH4.
o. Intestinum Crasum, Usus Besar
Usus besar terdiri atas cecum yang merupakan kantung buntu dan colon yang terdiri atas
bagian yang naik, mendatar dan turun. Bagian yang turun akan berakhir pada rectum dan
anus. Pada usus besar terjadi proses pencernaan terakhir yaitu penyerapan air dan
penyerapan sedikit sisa nutrisi yang sebelumnya sebagian besar telah diserap dalam usus
halus. Di dalam usus besar juga terjadi proses pembentukan feses yang nanti kan dikeluarkan
melalui anus.
p. Organ Pencernaan Aksesori
1) Glandula Saliva
Glandula saliva atau kelenjar ludah terdapat di rongga mulut yang terdiri atas 3 pasang yang
sangat jelas. Glandula saliva yang utama adalah Parotid, Mandibular dan Sublingual.
Beberapa glandula saliva yang minor yaitu Labial, Bukal, Lingual dan Palatin serta
Zigomatik.
2) Pankreas
Pankreas merupakan suatu kelenjar tubulo-alveolar yang memiliki bagian endokrin ataupun
eksokrin. Bagian eksokrin dari pankreas menghasilkan NaHCO3 serta enzim-enzim
pencernaan yang melalui saluran pankreas menuangkan enzim tersebut ke duodenum dekat
dengan muara saluran empedu. Letak pankreas tepat di daerah tikungan duodenum.
3) Hati
Hati (liver, hepar) terletak di rongga perut persis di caudal diafragma dan cenderung terletak
di bagian kanan terutama pada ruminansia di mana rumen mendorong bagian-bagian lain ke
arah kanan. Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan keluar menuju kantong empedu melalui
sebuah saluran (ductus hepaticus).
2. Sistem Pencernaan Ternak Non Ruminansia
a. Sistem Pencernaan Kuda
Kuda memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hijauan dalam jumlah yang cukup dengan
proses fermentatif di bagian caecum. Saluran pencernaan kuda memiliki ciri khusus yaitu
ukuran kapasitas saluran pencernaan bagian belakang lebih besar di bandingkan bagian
depan. Berikut penjelasan secara umum maupun khusus dari alat dan fungsi pencernaan
kuda:
1. Rongga Mulut
Mulut merupakan bagian pertama dari sistem penmcernaan yang mempunyai 3 fungsi yaitu
mengambil pakan (prehensi), pengunyahan (mastikasi) secara mekanik dan pembasahan
pakan dengan saliva (salivasi). Di dalam rongga mulut terdapat organ pelengkap yaitu lidah,
gigi, dan saliva. Lidah merupakan alat pencernaan mekanik. Kuda dapat menyeleksi pakan
yang dimakan dikarenakan adanya bungkul-bungkul pengecap pada lidah dan terbanyak
terdapat di daerah dorsum lidah dibandingkan bagian lain dengan cara merasakan pakan yang
dimakan. Gigi adalah organ pelengkap yang secara mekanik relatif kuat untuk memulai
proses pencernaan. Saliva dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar yaitu kelenjar parotis, kelenjar
mandibularis, kelenjar sublingualis. Saliva berfungsi sebagai pelicin dalam mengunyah dan
menelan pakan dengan adanya mucin, mengatur temperatur rongga mulut, pelindung mukosa
mulut dan detoksikasi.
2. Pharynx dan Esofagus
Pharynx adalah penyambung rongga mulut dan esophagus. Esophgagus mempunyai panjang
kira-kira 50-60 inchi. Pada pharynx dan esofagus tidak terjadi pencernaan yang berarti.
3. Lambung
Lambung kuda relatif lebih kecil dibandingkan ternak lain terutama ternak ternak ruminansia.
Kapasitas lambung kuda antara 8-15 liter atau hanya 9% dari total kapasitas saluran
pencernaan. Proses pencernaan yang terjadi di daerah lambung tidak sempurna dikarenakan
aktivitas mikroorganisme sangat terbatas dimana populasi bakteri relati rendah, waktu tinggal
pakan di lambung hanya sebentar sekitar 30menit, dan hasil proses fermentatif adalah asam
laaktat bukan VFA.
4. Pankreas
Kuda memiliki perbedaan yang spesifik dari segi cairan pankreas dengan ternak lain yaitu
konsentrasi enzim dan kadar HCO3 rendah. Bagian pankreas kuda terdiri dari endokrin dan
eksokrin.
5. Usus Halus
Usus kecil merupakan tempat utamauntuk mencerna karbohidrat, protein dan lemak serta
tempat absorbsi vitamin dan mineral. Kapasitas usus kecil adalah 30%.dari seluruh kapasitas
saluran pencernaan kuda. Usus kecil terdiri dari tiga bagian yaitu: duodenum, jejenum, dan
ileum. Proses pencernaan di usus kecil kecil adalah proses pencernaan enzimatik. Beberapa
enzitersebut adalah peptidase, dipeptidase, amylase, dan lipase.
6. Usus Besar
Usus besar terdiri dari caecum, colon, rektum. Caecum dan colon memiliki kapasitas 60%
dari keseluruhan saluran pencernaan yang mempunyai fungsi 1) tempat fermentasi dengan
hasil berupa VFA, 2) Sintesa Asam Amino, Vit B & K, 3) Tempat utama mencerna neutral
detergen fiber (NDF), 4) asam laktat dari lambung dengan adanya Veilonella gazagones akan
dirubah menjadi VFA.
Produksi dan proses pencernaan fermentatif di usus besar tidak semuanya dapat dimanfaatkan
karena posisi yang dibelakang setelah usus halus kecil, sehigga hanya sekitar 25% hasil
fermentatif di usus besar yang dapat diserap kembali ke usus kecil atau dimanfaatkan oleh
tubuh. Sedangkan rektum merupakan tempat utama penyerapan air kembali. Proses
pencernaan dari mulut sampai terbuang sebagai feses dari 95 % pakan yang dikonsumsi
membutuhkan waktu 65-75 jam.
b. Sistem Pencernaan Unggas
Sistem pencernaan pada unggas berbeda dengan system pencernaan pada ruminansia dan dan
mamalia lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh jenis pakan dan bentuk anatomis dari organ
pencernaan unggas.
1. Mulut (Paruh)
Pakan masuk ke dalam mulut ayam masih dalam keasaan utuh, kemudian dengan tekanan
lidah masuk ke dalam rongga pharynk dan turun ke oesophagus oleh gaya gravitasi. Mulut
berfungsi mengambil makanan (prehensi) dan salivasi. Mulut menghasilkan saliva yang
mengandung amylase dan maltase saliva, tetapi pemecahan bahan pakan di mulut kecil sekali
karena mulut hanya digunakan untuk lewat sesaat.
2. Oesophagus
Oesophagus merupakan saluran lunak dan elastic yang mudah mengalami pemekaran apabila
ada bolus yang masuk. Oesopagus memanjang dari pharynk hingga proventrikulus melewati
tembolok (crop). Organ ini menghasilkan mukosa yang berfungsi membantu melicinkan
pakan menuju tembolok.
3. Tembolok (Crop)
Tembolok berfungsi sebagai tempat menyimpakn makanan sementara. Makanan ada dalam
tembolok selama 2 jam. Kapasistas tembolok 250gram. Pada tembolok terdapat syaraf
yang berhubungan dengan hypothalamus pusat lapar dan kenyang, sehingga banyak
sedikitnya pakan yang terdapat dalam tembolok akan memberikan respon pada syaraf untuk
makan atau menghentikan makan.
4. Proventrikulus
Proventrikulus adalah organ yang memproduksi/mengeksresikian pepsinogen dan Hcl untuk
mencerna protein dan lemak. Proventrikulus merupakan tempat yang dilewati makanan
menuju ventrikulus. Fungsi HCl yang dihasilkan pada proventrikulus akan membantu
melumatkan CaCO3 dan fosfat, mengionkan elektrolit dan memecah struktur tersier pakan
saat pakan berada dalam ventrikulus.
5. Empedal (gizzard)/Ventrikulus
Empedal/ Gizzard/ventrikulus disebut juga perut muscular. Fungsi organ ini adalah
memecah/melumatkan pakan dan mencerna dengan air menjadi pasta yang dinamakan
chyme. Ukuran dan kekuatan ventrikulus ditentukan oleh kebiasaan makan unggas. Pada
ventrikulus disekresikan koilin yang berfungsi melindungi permukaan ventrikulus terhadap
kerusakan. Disini proses pencernaan pakan juga dibantu oleh pasir-pasir halus yang juga
dimakan oleh unggas.
6. Duodenum
Pada bagian ini terjadi pencernaan yang paling aktif dengan proses hidrolisis dari nutrient
kasar berupa pati, lemak dan protein. Penyerapan hasil akhir dari proses in sebagian besar
terjadi di duodenum. Duodenum merupakan tempat sekresi enzim dari pancreas dan getah
empedu dari hati. Getah empedu mengandung garam empedu dan lemak dalam bentuk
kholesitokinin-pankreosimin berisi kolesterol dan fosfolipid.
7. Jejenum dan Ileum
Jejenum dan ileum merupakan kelanjutan dari duodenum, fungsinya sama dengan duodenum.
Pada organ ini proses pencernaan dan penyerapan yang belum selesai pada duodenum
dilanjutkan sampai tinggal bahan yang tidak dapat tercerna.
8. Sekum (coecum)
Beberapa nutrien yang tidak tercerna mengalami dekomposisi oleh mikrobia sekum, namun
jumlah dan penyerapan kecil sekali. Pada sekum juga terjadi digesti serat kasar yang
dilakukan oleh bakteri pencernaan serat kasar.
9. Rektum (Usus Besar)
Usus besar dinamakan juga intestinum crassum, pada bagian ini terjadi perombakan partikel
pakan yang tidak tercerna oleh mikroorganisme menjadi feses. Pada bagian ini juga bermuara
ureter dari ginjal untuk membuang urin yang bercampur dengan fesessehingga feses unggas
dinamakan ekskreta. Feses dan urin sebelum dikeluarkan mengalami penyerapan air sekitar
72%-75%. Waktu yang diperlukan unggas untuk makan hingga defekasi adalah 4 jam.
10. Kloaka
Kloaka merupakan tempat keluarnya fesees.
Organ Pencernaan Tambahan pada Unggas:
1. Pankreas
Pankreas mensekresikan getah pancreas yang berfungsi dalam pencernaan pati, lemak dan
proein. Selain itu pancreas juga mensekresikan insulin. Secara umum pancreas berfungi
sebagai eksokrin yaitu mensuplai enzim yang mencerna karbohidrat, protein dan lemak.
Endokrin yaitu menggunakan dan mengatur nutrient berupa energy untuk diserap dalam
tubuh dalam proses dasar pencernaan.
2. Hati
Hati mensekresikan getah empedu yang disalurkan dalam duodenum. Fungsi getah empedu
adalah menetralkan asam lambung (HCl) dan membentuk sabun terlarut (Souluble soaps)
dengan asam lemak bebas. Kedua fungsi tersebut akan membantu absorbsi dan translokasi
asam lemak. Dalam getah empedu terdapat asam empedu yang berperan sebagai asam
tarokholik dan glikokhilik. Fungsi asam empedu adalah : membantu disgesti lemak dengan
membentuk emulsi, mengaktifkan lipase pankreas, membantu penyerapan asam lemak,
kolesterol dan vitamin yang larut dalam lemak, stimulasi aliran getah empedu dari hati dan
menangkap kolesterol dalam getah empedu.
3. Lien (Spleen)
Lien berfungsi memecah sel darah merah dan sel darah putih.

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Pemahaman terhadap penyusun tubuh harus digarisbawahi dimana tubuh tersusun atas sel,
kumpulan sel akan membentuk jaringan, sekumpulan jaringan akan membentuk organ,
beberapa organ bekerja secara seimbang membentuk sistem organ dan sistem organ
merupakan kesatuan tubuh yang lengkap. Anatomi dan fisiologi pada dasarnya merupakan
dua ilmu yang tidak dapat dipisahkan.
2. Dalam mempelajari fisiologi ternak, sangat perlu dipahami kembali konsep-konsep dasar
dalam fisiologi. Sehingga memberikan kemudahan mempelajari fisiologi pada ternak yang
beraneka ragam.