Anda di halaman 1dari 9

PATOFISIOLOGI

FARINGITIS, TONSILITIS, LARINGITIS

DISUSUN OLEH :

FARKHANA DWI ARIYANI


01.208.5906
FK UNISSULA

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN THT


RUMAH SAKIT TK.II dr. SOEDJONO MAGELANG
2013
LEMBAR PENGESAHAN
PATOFISIOLOGI FARINGITIS, TONSILITIS, LARINGITIS

Disusun dan diajukan untuk memenuhi persyaratan tugas


Kepaniteraan Klinik Departemen THT Rumah Sakit Tk.II
dr. Soedjono Magelang

Oleh :

FARKHANA DWI ARIYANI


01.208.5906

Magelang, Juli 2013


Telah dibimbing dan disahkan oleh,

Pembimbing,

(Kolonel CKM dr. Budi Wiranto, Sp.THT )


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan penyusunan laporan kasus ini. Penulis berharap agar laporan ini dapat
dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dan instasi.
Dalam penyelesaian laporan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :
1. Mayor CKM dr. Budi Wiranto, Sp.THT
2. Teman-teman Departemen stase THT yang selama ini selalu memberikan dukungan
Penulis menyadari bahwa selama penulisan ini, penulis masih mempunyai banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis menerima saran dan kritikan untuk menyempurnakan
laporan ini.

Magelang, Juli 2013

Penulis
PATOFISIOLOGI FARINGITIS, TONSILITIS DAN LARINGITIS

I. Faringitis
Definisi : Peradangan dinding faring disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, trauma,
toksin
Klasifikasi, Gejala dan Tanda
1. Faringitis Akut
Faringitis viral penyebabnya : adenovirus, cytomegalovirus, EBV.
Gejala dan tanda : Demam disertai rinore, mual, nyeri tenggorok dan
sulit menelan
Faringitis bakteri penyebabnya: streptokokkus beta-hemoliticus.
Gejala dan tanda : nyeri kepala hebat, muntah, kadang disertai demam
suhu tinggi, faring tonsilhiperemis, timbul bercak petechiae pada
palatum dan faring. Kelenjar limfe leher anterior membesar, kenyal dan
nyeri
Faringitis fungal : Penyebab : Candida
Gejala dan tanda : Nyeri menelan, nyeri tenggorok, plak putih pd
orofaring, dan mukosa faring hiperemis
Faringitis gonore terjadi pada pasien yang melakukan kontak
orogenital

2. Faringitis Kronik
Faringitis kronik hiperplastik Terjadi perubahan mukosa dinding
posterior faring
Gejala : tenggorokan kering, gatal, batuk berdahak
Pemeriksaan : tampak mukosa dinding posterior tidak rata bergranular
Faringitis kronik atrofi Sering timbul bersamaan dengan rinitis atrofi
Gejala : tenggorokan terasa kering dan tebal, mulut berbau
Pemeriksaan : mukosa faring ditutupi oleh lendir yang kental dan bila
diangkat tampak mukosa kering

3. Faringitis Spesifik
Faringitis Luetika ada 3 stadium :
Stadium Primer Terdapat pada lidah, palatum mole,tonsil &
dinding posterior faring berbentuk bercak keputihan.
Lama terbentuk ulkus di daerah faring, tidak nyeri, pem
kel.mandibula
Stadium Sekunder Eritema pada dinding faring yang menjalar
ke arah laring
Stadium Tersier Terdapat guma. Predileksi : tonsil dan
palatum

Faringitis Tuberkulosis
Proses sekunder dari TB paru

Gejala

Keadaan umum pasien buruk : anoreksia dan odinofagia

Nyeri hebat ditenggorok

Nyeri ditelinga atau otalgia

Pembesaran KGB servikal

Diagnosis

Pemeriksaan sputum BTA

Biopsi jaringan yang terinfeksi

Terapi

Sesuai terapi TB

Patofisiologi

II. Tonsilitis
Definisi : Peradangan pada tonsil palatina, merupakan bagian dari cicin waldeyer
(terdiri atas susunan kelenjar limfe yang terdapat dalam rongga mulut)
Klasifikasi
1. Tonsilitis akut
Tonsilitis viral penyebab : EBV (tersering), hemofilus influenza,
coxschakie virus.
Gejala dan tanda : Menyerupai gejala common cold yang disertai rasa
nyeri tenggorok. Tampak luka-luka kecil pada palatum dan tonsil yang
sangat nyeri
Tonsilitis bakteri :
Penyebab : Infiltrasi bakteri ( grup A Streptokokus hemolitikus,
Pneumokokus, Streptokokus viridan, Streptokokus piogene ) pada
lapisan epitel jaringan tonsil

Gejala dan tanda :


Nyeri tenggorok
Nyeri waktu menelan
Demam tinggi
Malaise
Nyeri sendi
Tidak nafsu makan
Rasa nyeri di telinga
Tonsil membengkak, hiperemis, dan terdapat detritus berbentuk
folikel, lakuna, atau tertutup oleh membran semu
Kelenjar submandibula membengkak dan nyeri tekan

2. Tonsilitis membranosa
Tonsilitis difteri Penyebab : Coryne bacterium diphteriae
Gejala dan tanda :
Gejala umum subferbris, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan
lemah, nadi lambat serta keluhan nyeri menelan
Gejala lokal tonsil membengkak ditutupi bercak putih kotor
yang makin meluas dan bersatu membentuk membran semu yang
melekat pada dasarnya, jika diangkat akan mudah berdarah. Kel.
Leher limfe leher membengakak ( bull neck)
Gejala akibat eksotoksin : akan menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh , miokarditis, kelumpuhan otot palatum dan otot-otot
pernapasan, albuminuria

Tonsilitis septik (septic sore throat) penyebab streptococcus


hemolyticus
Angina Plaut Vincent :
Etiologi:
bakteri spirochaeta/triponema krn kurangnya higiene mulut, def. vit C.
Gejala :
demam tinggi, sakit kepala, bada lemah, ggn pencernaan, nyeri dimulut,
hipersalivasi, gigi & gusi mudah berdarah.
Pemeriksaan :
Mukosa mulut dan faring hiperemis, tampak memebran putih keabuan di
atas tonsil, uvula, dinding faring, gusi seta prosessus alveolaris, foetor ex
ore, kel. Submandibular memebesar

Penyakit kelainan darah : leukemia akut, anemia pernisiosa, neutropenia


maligna

3. Tonsilitis Kronik
Faktor predisposisi:
Rangsang yang menahun dari rokok
Makanan
higiene mulut yang buruk
kelelahan fisik
pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat
Gejala :
Rasa mengganjal di tenggorok, kering
Tanda :
tonsil membesar
permukaan tidak rata
kriptus melebar berisi detritus
nafas berbau

Patofisiologi
Radang yang berulang epitel mukosa dan jaringan limfoid terkikis jaringan
limfoid akan menjadi jaringan parut kripti melebar kripti diisi oleh dtritus
menembus kapsul tonsil perlekatan dengan jaringan sekitar fossa tonsilaris
Komplikasi
Secara Perikontinuitatum :
Rhinitis kronis
Sinusitis
otitis media
Hematogen atau limfogen :
endokarditis, arthritis, miositis, nefritis, uveitis, iridosiklitus, dermatitis,
pruritus, urtikaria, dan furunkulosis.

III. Laringitis
Definisi
Klasifikasi, Gejala dan Tanda :
1. Laringitis Akut
Radang akut laring, pada umumnya kelanjutan dari rinofaringitisi (common cold)
Bakteri yg menyebabkan radang lokal atau viru yg menyebabkan peradangan
sistemik
Gejala : demam, malaise (umum), suara parau atau smpai afoni, sumbatan laring,
batuk kerign atau dahak
Pemeriksaaan : mukosa laring hiperemis, membengkakm terutam diatas dan
bawah pita suara
2. Laringitis Kronik
Disebabkan o/ sinusitis kronis, deviasi septum yangberat, polip hidung atau
bronkitis kronis, vocal abuse
Gejala : suara parau menetap, rasa terasngkut di tenggorokan, pasien sering
mendehem tanpa mengeluarkan sekretkarena mukosa menenbal
Pemeriksaanya: mukosa menebal, hiperemis, permukaan tidak rata

3. Laringitis Kronik Spesifik


Laringitis TB
Stadium Infiltrasi
o pembengkakan dan hiperemis mukosa laring bagian posterior,
pita suara
o Submukosa : terbentuk tuberkel, mukosa tdk rata, tampak bintik-
bintik kebiruan, tuberkel ini makin membesar tuberkel
berdekatan bersatu mukosa diatasnya meregang karena
meregang pecah dan timbul ulkus

Stadium ulserasi
o Akhir stadium infiltrasi ulkus, yang dangkal, dasarnya
ditutupi oleh perkijuan, nyeri ulkus makin dalam mengenai
kartilago aritenoid dan epiglotis

Stadium perikondritis
Terbentuk fibrotuberkulois pada dinding posterior, pita suara dan
subglotik, dng gejala :
rasa kering, panas, dan tertekan di daerah laring
Suara parau
Hemoptisis
Nyeri waktu menelan
Keadaan umum buruk
Pemeriksaan paru : terdapat proses aktif