Anda di halaman 1dari 1

Rock vs Ballads, Perbedaan yang Bisa Beriringan

Musik balada khas Ebiet G. Ade dan Rock Metal khas Burgerkill, dua jenis musik
yang memiliki basis penggemar kuat dan segmentasi pasar sendiri-sendiri. Sangat jarang
kita temui ada orang yang menyukai dua tipe musik tersebut secara bersamaan. Pun
akan sulit melihat mereka untuk saling berdampingan dalam satu arena pertunjukan.
Benar-benar aliran musik dengan arah yang sama sekali bertolak belakang.
Presiden Jokowi terkenal sebagai seorang penikmat musik dengan
kecenderungan aliran rock. Beliau sering terlihat menonton konser musik band rock luar
negeri dan berbagai festival musik kekinian. Terakhir pada pekan lalu bapak presiden
datang ke salah satu festival musik, tepatnya Synchronize Festival. Tau kah kamu
panggung manakah yang didatangi Presiden Jokowi pertama kali? Ternyata panggung
yang menampilkan Ebiet lah yang pertama kali didatangi, bahkan presiden pun ikut
bersenandung di atas panggung. Penggemar rock kelas berat mendendangkan lagu
balada di acara musik khas anak muda. Hal yang terlihat bertolak belakang bisa
berlangsung beriringan, suatu yang sulit dan jarang ditemui.
Begitu pun yang terjadi dalam penyusunan laporan keuangan. Manajemen sering
menghadapi dua pilihan yang bertolak belakang. Demi kepentingan menarik investor,
manajemen berusaha menampilkan laporan keuangan dengan pendapatan semaksimal
mungkin (Agressive Financial Reporting). Namun disisi lain, laporan keuangan pada
tahun yang sama juga ingin menampilkan nilai laba yang seminimal mungkin demi
kepentingan perpajakannya (Aggresive Tax Reporting).
Aggressive Financial Reporting dan Aggressive Tax Reporting memiliki tujuan
berbeda dan saling bertolak belakang. Manajemen terlihat harus memilih salah satu dari
dua hal tersebut. Namun dalam penelitian oleh Mary Margaret Frank dan timnya (Does
Aggressive Financial Reporting Accompany Tax Planning) memberikan kesimpulan
bahwa semakin agresif praktik Aggressive Financial Reporting, semakin agresif pula
Aggressive Tax Reporting.
Kenapa kedua hal yang terkesan bertolak belakang tersebut bisa beriringan?
Keduanya bisa terjadi dikarenakan oleh standar yang digunakan untuk menyusun kedua
laporan tersebut berbeda. Financial reporting memakai PSAK sebagai standar
penyusunannya, sedangkan Tax Reporting memakai dasar ketentuan perpajakan. Kedua
standar tersebut memiliki prinsip yang berbeda dan loophole yang bisa digunakan
manajemen sehingga mereka bisa menyusun laporan keuangan sesuai tujuan.
Baik Aggresive Financial Reporting maupun Aggressive Tax Reporting merupakan
tindakan yang tidak etis karena merupakan bentuk manipulasi meskipun dilakukan tanpa
menyalahi peraturan dan standar. Untuk menekan kedua hal tersebut maka perlu
dilakukan penyempurnaan pada standar dan peraturan perpajakan. Dengan standar dan
peraturan perpajakan yang lebih sempurna diharapkan potensi manipulasi laporan
keuangan oleh manajemen tidak terjadi lagi.