Anda di halaman 1dari 4

2.

Kelas Trematoda

Gambar 1. Bagian Tubuh Trematoda


Sumber: Chloe, 2015

Cacing pipih parasit dari Kelas Trematoda juga disebut fluke atau cacing hisap karena ia
memiliki mulut pengisap yang kadang-kadang dilengkapi oleh kait. Semua trematoda parasit,
terutama pada vertebrata. Sekitar 9000 spesies telah ditemukan. Cacing dewasa dari kelas ini
memiliki dua jenis reproduksi, yaitu seksual dan aseksual. Trematoda dari Ordo Digenea
memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan dua atau lebih anggota Kelas Trematoda. Larva
cacing tinggal di tubuh hewan kecil, biasanya siput dan ikan, dan cacing dewasa bersifat parasit
internal pada vertebrata. Contoh spesies dari kelas ini adalah cacing hati (Clonorchis sinensis)
dan cacing darah (Schistosoma sp.) yang menyebabkan penyakit serius pada manusia (Chloe,
2015).

2.1 Morfologi, Anatomi, dan Ciri Umum


Anggota Kelas Trematoda memiliki dua lapisan otot yang ada di bawah epidermis, yaitu
dua lapisan melingkar luar dan lapisan longitudinal dalam. Hal memungkinkan cacing hisap
dapat bergerak secara bergelombang. Rongga pencernaan berbentuk seperti kantung dengan satu
lubang ke luar yang berfungsi sebagai mulut dan anus. Organ utama indera terkonsentrasi di
kepala atau ujung bagian tubuh depan. Jaringan saraf primitif hadir dalam beberapa bentuk yang
lebih sederhana, ada juga yang memiliki beberapa tali saraf membentang dari otak sepanjang
tubuh. Sistem reproduksi Kelas Trematoda bersifat hermaprodit (yaitu, masing-masing individu
menghasilkan telur dan sperma) dan fertilisasi silang antar individu yang khas (Chloe, 2015).

2.2 Sistem Gerak dan Rangka


Tubuh trematoda tertutup lapisan kutikula. Trematoda berbentuk oval dan memiliki
bentuk seperti cacing, biasanya panjangnya tidak lebih dari beberapa sentimeter. Fitur eksternal
yang paling khas pada Trematoda adalah adannya dua pengisap, satu dekat dengan mulut, dan
yang lainnya berada di bagian bawah. Permukaan tubuh trematoda terdiri dari syncitial tegument
kuat yang membantu melindungi terhadap enzim pencernaan usus hewan. Permukaan syncitial
tegument ini berfungsi untuk pertukaran gas (tidak ada organ pernapasan pada Trematoda).
Mulutnya terletak di ujung depan, berupa otot yang disokong oleh faring. Faring terhubung
melalui esofagus pendek yang disebut caeca (Barnes, 1982).

2.3 Sistem Respirasi dan Koordinasi


Permukaan tubuh trematoda terdiri dari syncitial tegument kuat yang membantu
melindungi terhadap enzim pencernaan usus hewan. Permukaan syncitial tegument ini berfungsi
untuk pertukaran gas karena trematoda tidak memiliki organ pernapasan. Otak pada trematoda
terdiri dari sepasang ganglia yang berada di wilayah kepala. Dari masing-masing ganglia tersebut
terdapat dua atau tiga pasang tali saraf yang menjalar ke seluruh bagian tubuh. Tali saraf yang
menjalar di sepanjang permukaan ventral adalah selalu yang terbesar, sedangkan tali saraf
punggung /dorsal hanya ada pada Aspidogastrea. Trematoda pada umumnya kekurangan organ
penginderaan khusus, meskipun ada beberapa spesies ektoparasit yang memiliki satu atau dua
pasang ocelli sederhana (Barnes, 1982).
2.4 Sistem Pencernaan
Anggota Kelas Trematoda memiliki mulut yang terletak di ujung depan, berupa otot yang
disokong oleh faring. Faring terhubung melalui esofagus pendek yang disebut caeca. Caeca
bercabang pada beberapa spesies. Seperti cacing pipih lainnya, Trematoda tidak memiliki anus,
sehingga sisa limbah pencernaan dikeluarkan melalui mulut. Saluran pencernaan trematoda
berbentuk menyerupai huruf Y yang khas (Barnes, 1982).

2.5 Sistem Sirkulasi dan Ekskresi


Ruang di antara kulit dan usus berupa mesenkim, yaitu jaringan ikat yang terbuat dari sel
dan diperkuat oleh serat kolagen yang berfungsi seperti kerangka. Mesenkim menyediakan
tempat penempelan untuk otot. Mesenkim berisi semua organ internal dan juga menjadi tempat
terjadinya sirkulasi oksigen, nutrisi dan produk-produk limbah (Barnes, 1998).
Sistem ekskretoris terdiri dari sel-sel api, yang terbuka menjadi satu duktus di tengah,
dengan pori ekskretoris di ujung posterior. Pada beberapa spesies terdapat kandung kemih kecil
(Chloe, 2015). Meskipun ekskresi limbah nitrogen sebagian besar terjadi melalui tegument,
trematoda memiliki sistem ekskretoris, terutama yang berkaitan dengan osmoregulasi. Sistem
eksretoris ini terdiri dari dua atau lebih protonephridia, yang terletak pada setiap lubang di sisi
bagian tubuh dan menjadi duktus pengumpul (collecting duct). Kedua saluran pengumpul
biasanya bertemu di kandung kemih tunggal, membuka ke luar melalui satu atau dua pori-pori di
dekat ujung posterior hewan (Barnes, 1982).

2.6 Sistem Reproduksi


Kebanyakan trematoda merupakan hermafrodit (memiliki organ reproduksi jantan dan
betina di dalam satu tubuh). Biasanya memiliki dua testis, dengan saluran sperma yang
bergabung bersama di bawah tubuh bagian tengah depan. Biasanya Trematoda hanya memiliki
ovarium tunggal, yang terhubung melalui sepasang saluran menuju ke sejumlah kelenjar vitelline
di kedua sisi tubuh, yang menghasilkan sel kuning telur (yolk cell). Telur lepas dari ovarium
menuju ke dalam wadah yang disebut ootype atau kelenjar Mehlis (kelenjar di mana pembuahan
terjadi). Kelenjar membuka menjadi uterus memanjang yang membuka ke luar, berdekatan
dengan organ jantan. Ovarium sering juga dikaitkan dengan kantung penyimpanan sperma dan
saluran kopulasi yang disebut kanal Laurer (Barnes, 1982).

2.7 Habitat dan Peranan


Karena respirasi trematoda dilakukan melalui seluruh permukaan tubuh, mereka rentan
terhadap kehilangan cairan dan akibatnya habitat mereka menjadi terbatas. Jenis cacing ini lebih
sering hidup pada lingkungan yang lembab, seperti pada sampah daun atau tanah, dan sebagai
parasit pada hewan lain.
Sebagian besar peranan dari Kelas Trematoda adalah peran negatif, karena jenis cacing
ini sering hidup di organ tubuh makhluk hidup lain, misal cacing hati (Clonorchis sinensis) dan
Schistosoma mansoni atau cacing yang hidup parasit di darah menyebabkan pendarahan saat
mengeluarkan feses dan menyebabkan kerusakan hati.

2.8 Klasifikasi
Menurut Ruppert (2004), Kelas Trematoda dibagi menjadi dua sub-kelas, yaitu:
a. Sub-kelas Digenea
b. Sub-kelas Aspidogastrea

Gambar 2. Contoh Spesies dari Kelas Trematoda


Sumber: Chloe, 2015
Referensi

Barnes, Robert D. 1982. Invertebrate Zoology. Philadelphia, PA: Holt-Saunders


International. pp. 201230. ISBN 0-03-056747-5.
Barnes, R.S.K. 1998. The Diversity of Living Organisms. Blackwell Publishing. pp. 194
195. ISBN 0-632-04917-0.
Chloe, R. 2015. Phylum Platyhelminthes Class: Trematoda. Canada: Simon Fraser
University.
Ruppert, E.E., Fox, R.S., and Barnes, R.D. 2004. Invertebrate Zoology (7 ed.). Brooks /
Cole. pp. 226269. ISBN 0-03-025982-7.