Anda di halaman 1dari 2

Analisis Make up dalam Segi Keamanan

Selain memperhatikan kehalalan sebuah kosmetik/make up, dalam menggunakannya


kita juga patut memperhatikan dari segi keamanannya. Mengingat saat ini banyak kandungan
berbahaya yang dicampurkan sebagai salah satu bahan pada kosmetik. Secara garis besar,
kosmetik dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, skin care yang terdiri dari cleanser, facial
wash, pelembab, dan sunscreen. Kedua, Hair care yang terdiri dari shampoo, conditioner, dan
tonic. Ketiga, make up decoration diantaranya lipstic, eyeshadow, blus on, bedak atau two
way cake.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia


(LPPOM) memiliki standar bahan yang digunakan pada kosmetik yaitu untuk produk yang
mungkin termakan seperti lipstick dan pasta gigi tidak boleh mengandung bahan yang haram
dan najis, sedangkan untuk produk yang digunakan di luar tubuh tidak boleh mengandung
bahan-bahan najis dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia seperti plasenta dan
keratin dari rambut manusia.

Untuk bahan berbahaya yang dilarang dalam kosmetik diantaranya merkuri yang
merupakan logam berat yang bersifat racun, hidrokinon yang biasanya dipakai sebagai
pencerah kulit karena dapat menghambat pembentukan melanin, asam retinoat atau tretinoin
yaitu bahan yang digunakan pada sediaan peeling dengan mekanisme pengelupasan kulit,
bahan pewarna merah K-3 (CL15585), K-10 (Rhodamin-B), jingga K-1 (CL12075), dan
diethylen glycol yang merupakan zat racun pada manusia yang digunakan pada pasta gigi.

Salah satu juga dari bahan berbahaya kosmetik adalah Titanium Dioksida (TiO2). Apa
itu TiO2? TiO2 adalah salah satu unsur yang termasuk golongan logam berat, yang dipakai
pada hampir semua tabir surya di dunia. Cara kerjanya adalah dengan cara memantulkan
sinar UV yang mengenai permukaan TiO2. TiO2 adalah persenyawaan Titanium dengan
Oksida. Sedangkan Oksida adalah reaksi suatu logam dengan oksigen (udara). Sebagai
contoh, reaksi besi dengan oksigen disebut besi oksida, dengan rumus FeO2, yang bisa kita
jumpai di sekililing kita yaitu karat pada besi atau besi yang karatan.

Jadi, kalau Titanium Oksida adalah Titanium yang berkarat. Suatu oksida jika
bereaksi dengan air akan menjadi basa logam dan oksigen. Demikian juga dengan TiO2. Jika
TiO2 dibuat dalam ukuran nano, sangat berbahaya karena ukurannya sangat kecil, maka akan
langsung menembus ke membran sel. TiO2 agresif merusak DNA. Dengan banyaknya bahan
berbahaya dalam kosmetik, kita harus benar-benar jeli dalam memilihnya. Adapun kiat-kiat
dalam memilih atau memakai kosmetik antara lain perhatikan komposisi bahan, pastikan
kemasan tidak rusak, perhatikan tanggal pembuatan dan kadaluarsa, perhatikan peringatan
dan perhatian yang ada dalam kemasan, kosmetik yang telah dikeluarkan dari wadah tidak
boleh dimasukkan lagi agar menghindari kontaminasi, dan hentikan pemakaian kosmetik
secara bersamaan dengan orang lain.

Banyak juga kosmetik yang menggunakan bahan alami. Namun bahan alami kosmetik
tidak selamanya aman. Tidak ada batas-batas hukum yang telah ditetapkan berkaitan dengan
produk alami atau organik jangka panjang. Mayoritas kosmetik alami masih mengandung
pewarna dan pengawet. Dalam industri kosmetik, produsen percaya bahwa ekstrak suatu
tanaman atau buah dalam produk kecantikan akan meremajakan dan memelihara penuaan
kulit meskipun tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung ini. Contohnya Royal Jelly dan Sea
Weed juga bahan yang umum ditemukan dalam keindahan alam dan produk kosmetik.
Bahan-bahan ini digunakan untuk krim dan lotion dan tidak memiliki manfaat apapun pada
kulit. Banyak produk alami mengandung Natrium Klorida yang ketika ditambahkan membuat
lotion dan krim membuat terlihat jauh lebih kaya dan lebih tebal, dapat menyebabkan kulit
dan mata iritasi.

http://www.depok.go.id/en/28/11/2014/01-berita-depok/keamanan-pada-kosmetik-halal

http://www.raissabeauty-jateng.com/?Artikel/Hati-hati%2C_TiO2_dalam_Kosmetik

http://creampemutihwajah.over-blog.com/2015/01/bahan-alami-kosmetik-tidak-selamanya-
aman.html