Anda di halaman 1dari 3

1.

1 ARAHAN PENTAAN RUANG

1.1.1 Arahan Kebijakan Pengembangan


Kawasan perkotaan merupakan wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan
pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan
dan distribusi pelayanan jasa pemerintah, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kawasan
permukiman merupakan kawasan yang diperuntukan untuk tempat tinggal atau lingkungan
hunian dan tempat kegiatan yang mendukung bagi kehidupan dan penghidupan.

Wilayah yang menjadi studi di dalam pembahasan ini yaitu berada di Kecamatan
Lengkong Kelurahan Burangrang Kota Bandung tepatnya di Jl. Lodaya, Jl. Haruman, Jl.
Taman Siswa, Jl. Palasari, Jl. Paria, Jl. Waluh, Jl. Lobak, Jl. Wayang, Jl. Halimun dan Jl.
Malabar yang di dominasi oleh permukiman. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.41/PRT/M/2007 menebutkan bahwa fungsi utama kawasan peruntukan pemukiman yaitu
sebagai lingkyngan tempat tinggal dan tempat kegiatan yang mendukung kehidupan dan
penghidupan masyarakat sekaligus menciptakan interaksi sosial dan sebagai kumpulan tempat
hunian dan tempat berteduh keluarga serta sarana bagi pembinaan keluarga.

Pemanfaatan ruang untuk kawasan peruntukan pemukiman harus sesuai dengan daya
dukung tanah setempat dan harus dapat menyediakan lingkungan yang sehat dan aman dari
bencana alam serta dapat memberikan lingkungan hidup yang sesuai bago pengembangan
masyarakat, dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Memanfaatkan
ruang yang sesuai untuk tempat bermukim di kawasan peruntukan pemukiman tetap harus
memperhatikan karakteristik dari lokasi tersebut agar terhindar dari bencana yang mengancam
kawasan permukiman.

Kawasan permukiman di wilayah studi yang kami teliti memiliki potensi bencana
banjir, kebijakan yang dapat ditetapkan untuk menghindari ancaman tersebut yaitu dengan
memperhatikan penyediaan drainase dan perbaikan drainase, mulai dari kriteria drainase yang
baik sampai sedang. Selain itu juga tidak membangun rumah pada wilayah sempadan sungai
untuk menghindari terjadinya pendangkalan sungai dan dapat menyebabkan banjir. Kawasan
peruntukan permukiman juga harus memperhatikan sistem pembuangan limbah yang
memenuhi SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di
Perkotaan dan untuk menghindari terjadinya genangan harus disediakan sistem pembuangan
air hujan yang mempunyai kapasitas tampung yang cukup. Saluran pembuangan air hujan harus
direncanakan berdasarkan frekuensi intensitas curah hujan 5 tahunan dan daya resap tanah.
1.1.2 Penataan dan Pengembangan Kawasan Pusat

1) Struktur Pengembangan

2) Sirkulasi Lalu Lintas

3) Rencana Struktur Unit Lingkungan

4) Rencana Peruntukan Lahan Kawasan Studi

1.1.3 Rencana Pengembangan Utilitas

1) Rencana Jaringan air Bersih


Rencana sistem jaringan sumber daya air bersih dapat meliputi jaringan sumber daya
air lintas kota seperti sungai, waduk dan situ. Rencana jaringan air bersih ini berfungsi guna
memenuhi kebutuhan air minum di suatu wilayah. Rencana pengembangan jaringan air bersih
ini yaitu berupa rencana kebutuhan dan sistem penyediaan air minum, yang terdiri atas sistem
penyediaan air minum wilayahdengan sistem jaringan baik perpipaan ataupun bukan perpipaan
serta membuat bak penampungan.

2) Rencana Jaringan Air Limbah


Jaringan air limbah merupakan salah satu jaringan yang harus diperhatikan
perencanaannya di suatu wilayah. Suatu wilayah harus tersedia prasarana pembuangan limbah
domestik sebelum dialirkan ke bangunan pengolahan air limbah. (sistem off site). Sistem
pembuangan air limbah setempat terdiri atas bak septik (septoc tank) dan instalasi pengolahan
lumpur tinja (IPLT). Apabila sistem pe,buangan air limbah terpusat maka sistem pembuangan
air limbah dapat terdiri atas sseluruh saluran pembuangan dan bangunan pengolahan air limbah.

3) Rencana Jaringan Drainase


Pembangunan serta pengembangan utilitas diperlukan guna menunjang kegiatan fungsi
lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan. Wilayah yang menjadi studi penelitian
kami penggunaan lahannya di dominasi oleh permukiman yang memiliki potensi terkena
banjir. Kawasan permukiman harus di dukung oleh ketersediaan utilitas umum yang baik.
Pembangunan utilitas yang di maksud diantaranya yaitu terkait dengan ketersediaan drainase.

Penyelenggaraan sistem drainase adalah upaya merencanakan, melaksanakan


konstruksi, mengoprasikan, memlihara, memantau, dan mengevaluasi sistem fisik dan non fisik
drainase. Pembangunan drainase ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pemukiman
yang sehat dan bebas genangan serta meningkatkan konservasi, pendayagunaan dan
pengendalian air. Untuk mengukur tingkat kelayakan usulan pembangunan prasaran dan sarna
sistem drainase di suatu wilayah pelayanan dapat ditinjau dari aspek teknis, ekonomi dan
lingkungan.

Rencana pembangunan jaringan drainase terdiri dari rencana kebutuhan sistem jaringan
drainase yang meliputi rencana jaringan primer, sekunder dan tersier. Di Kecamatan Lengkong
Kelurahan Burangrang tepatnya di Jl. Lodaya, Jl. Haruman, Jl. Taman Siswa, Jl. Palasari, Jl.
Paria, Jl. Waluh, Jl. Lobak, Jl. Wayang, Jl. Halimun dan Jl. Malabar perlu dibuat kolam retensi,
sistem pemompaan dan pintu air karena berpotensi terjadi genangan.

4) Rencana Sistem Pembuangan Sampah


1.1.4 Rencana Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau yang selanjutnya disingkat RTH adalah area memanjang atau jalur
mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman. Ketersediaan
Ruang Terbuka Hijau dapat menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air dan menciptakan
planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang
berguna untuk kepentingan masyarakat serta meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai
sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah dan bersih.