Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari
kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri terjadi bersamaan banyak proses
penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobatan. Nyeri
sangat menganggu dan meyaulitkan lebih banyak orang dibanding suatu penyakit manapun.
Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan. (Smeltzer,
2001). Intensitas nyeri gambaran sebarapa parah nyeri yang dirasakan individu. Pengukuran
intensiatas nyeri sangat subjektif dan individual, dan kemungkinan yeri daam intensitas yang
sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda. Pengukuran nyeri dengan
pendekatan objektif yang paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh
terhadap nyeri itu sendiri (Tamsuri,2007).

Masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien post Sectio Cesarea adalah pasien
merasakan nyeri pada luka operasinya. Sebagian besar pasien hanya diam untuk
menghilangkan nyeri. Sebagai perawat salah satu tindakan untuk mengurangi nyeri pada
pasien post Sectio Cesarea adalah dengan melakukan ambulasi dini pada pasien, tetapi pasien
biasanya takut bergerak karena takut terjadi sesuatu yang tidk diinginkan pada luka
operasinya.
Ambulasi dini merupakan tahapan kegiatan yang dilakukan segera pada pasien paska
operasi dimulai dari bangun dan duduk sampai pasien turun dari tempat tidur dan mulai
berjalan dengan bantuan alat sesuai dengan kondisi pasien (Roper,2002). Efektifkah ambulasi
dini dilakukan untuk mengurangi nyeri pada pasien post sc.

BAB II ISI
A. PICO(T) question
P : pasien dengan post SC
I : ambulasi dini
C : diam menunggu nyeri berkurang
O : nyeri berkurang

B. Logic Grid
P : pasien dengan post Sectio Cesarea, pasien dengan post Sectio, pasien dengan post CS
I : mobilisasi, early ambulasi, ambulasi
C:-
O : pain, ache, nyeri, sakit
C. Pencarian jurnal dengan kata kunci
1 Pengaruh Pemberian Informasi Mobilisasi Dini pada Ibu Primipara Post Sectio
Caesarea dengan Anestesi Spinal tehadap Tingkat Kecemasan
2 Hubungan Lama Mobilisisai Aktif dengan Pnurunan Resiko Terjadinya
Komplikasi Luka pada Pasien Post Sectio Cesarea (SC) di RSUD Dr. R Goeteng
Teroenadibrata Purbalingga
3 Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pasca Operasi Sesar dengan
Anestesi Spinal di RSUD Tugurejo Semarang

D. Ringkasan Jurnal
1 Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ambulasi dini
terhadap intensitas nyeri pada pasien post sectio cesarea di Ruang Flamboyan
RSUD Dr. R Koesma Tuban.
2 Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian praekperimental dengan
pendekatan kohort penelitian yang menekankan observasi data variabel
dependen terlebih dahulu dan diikuti variabel independen untuk waktu tertentu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kohort yaitu jenis pendekatan waktu
secara longitudinal atau time period approach. Adapun variabel independennya
ambulasi dini dan variabel dependennya inyensitas nyeri pada pasien post sectio
caesarea.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian Pra Eksperimental dengan tidak
melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimental. Penelitian ini
menggunakan jenis rancangan One Group PrePost Test Design ciri penelitian
ini adalah mengungkap hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu
kelompok subjek. Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi
kemudian diobservasi lagi setelah dilakukan intervensi
3 Hasil penelitian
Sebelum Dilakukan Ambulasi Dini Di Ruang Flamboyan RSUD Dr. R.
Koesma Tuban Bulan Februari - Maret 2015 dapat diketahui bahwa seluruh
responden pasien post sectio caesarea mengalami tingkat nyeri sedang senyak 40
orang (100%). Setelah Dilakukan Ambulasi Dini di Ruang Flamboyan RSUD Dr.
R. Koesma Tuban Bulan FebruariMaret 2015 dapat diketahui bahwa sebagian
kecil responden pasien post sectio caesarea yang tidak ada nyeri sebanyak 4
orang (10%) dan sebagian besar yang mengalami nyeri ringan sebanyak 28 orang
(70%)
Pengaruh Ambulasi Dini terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Sectio
Caesarea di RSUD Dr. R Koesma Tuban Bulan FebruariMaret dari 40 pasien
post sectio caesarea dapat diketahui bahwa sebelum diberikan perlakuan seluruh
pasien post sectio caesarea mengalami tingkat nyeri sedang yaitu sebanyak 40
orang (40%) dan setelah diberikan perlakuan sebagian besar pasien post sectio
caesarea mengalami tingkat nyeri ringan sebanyak 28 orang (70%). Dari hasil uji
statistik menggunakan SPSS dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan
hasil yaitu = 0,000 dengan tingkat kemaknaan 0,05, artinya mempunyai
pengaruh yang signifikan antara ambulasi dini terhadap intensitas nyeri pada
pasien post sectio caesarea.
4 Kesimpulan
Dari hasil penetilitan yang berjudul pengaruh ambuasi dini terhadap intensitas
nyeri pada pasien post sectio caesarea di ruang flamboyan RSUD Dr. R Koesma
Tuban dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Seluruhnya pasien post operasi Sectio Cesarea mengalami nyeri sedang
sebelum dilakukan ambulasi dini di ruang Flamboyan RSUD Dr. R. Koesma
Tuban.
b. Sebagian besar pasien pasien post operasi Sectio Cesarea mengalami nyeri
ringan setelah dilakukan ambulasi dini di ruang Flamboyan RSUD Dr. R.
Koesma Tuban.
c. Terdapat pengaruh ambulasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post
operasi Sectio Cesarea di ruang Flamboyan RSUD Dr. R. Koesma Tuban.
E. Analisis jurnal dengan format SWOT
S:
1 ambulasi dini merupakan tindakan mandiri perawat
2 di dalam penelitian ini dikatakan ambulasi dini dilakukan setelah 6 jam post sc
karena setelah diruangan pasien tidak mendapatkan analgesik dan pengaruh
analgesik biasanya hilang setelah 6-8 jam. Sehingga nyeri pada pasien berkurang
disebabkan karena dilakukan ambulasi dini, bukan karena analgesik.
3 Tindakan ini tidak membahayakan pasien
4 Tindakan ini tidak membutuhkan biaya banyak
W:
1 tidak semua responden bisa dilakukan ambulasi dini karena ada respon yang
memiliki rasa takut yang tinggi akibat luka operasi, responden merasa takut
terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada luka operasinya
O:
1 ambulasi dini ini bisa diterapkan di RS tempat kita bekerja agar bisa
memandirikan pasien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
2 untuk peneliti selanjutnya diharpkan dapat mengembangkan penelitian ini
T:
1 ketika pasien menolak dilakukan ambulasi dini makan tindakan ini tidak akan
dapat dilakukan
2 pasien bisa menyalahkan perawat dan menghilangkan kepercayaannya kepada
perawat
F. Implikasi Keperawatan
1 Perawat sebagai care giver
Disini perawat memberikan asuhan keperawatan yaitu memberikan ambulasi dini
pada pasien post sectio caesarea
2 Perawat sebagai edukator
Perawat dalam melakukan ambulasi dini perlu memberikan contoh terlebih
dahulu kepada pasien agar pasien bisas melakukannya sendiri
3 perawat sebagai penelitti
perawat dalam melakukan penellitian lagi untuk mengembangakan penelitian ini

BAB III PENUTUP


Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini bagus dan dapat diterapkan di rumah sakit. Untuk peneliti selanjutnya
diharapkan meneliti apakah early ambulasi bisa dilakukan kurang dari 6 jam.
DAFTAR PUSTAKA

Roper,N (2002). Prinsip-Prinsip Keperawatan. Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka


Smeltzer, S.C (2001). Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart. Edisi 8, Vol 2.
Jakarta: Buku Kedokteran
Tamsuri, Anas (2007). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta : EGC
Utari, A.P dan Diningrum,R.C.A (2016). Pengaruh Ambulasi Dini terhadap Intensitas Nyeri
pada Pasien Post Sevtio Caesarea di Ruang Flamboyan RSUD Dr. R. Koesma Tuban.
Jurnal Sain Med Vol 8. No 1 Juni 2016: 46-54. Available :
http://dev2.kopertis7.go.id/uploadjurnal/Sainmed%20Vol%208%20no%201%20Juni
%202016_siap%20cetak.pdf