Anda di halaman 1dari 5

HASIL SMALL GROUP DISCUSSION (SGD) EVIDENCE BASE

NURSING (EBN) PEMENUHAN RASA AMAN NYAMAN DENGAN


ANALISIS JURNAL PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK
TERHADAP TINGKAT NYERI AKUT PADA PASIEN
ABDOMINAL PAIN DI IGD RSUD KARAWANG 2014

Oleh
KELOMPOK 2

A.A Gede Saska Ariputra 1602522005


Ketut Ayu Sugiantari 1602522010
Ita Tri Ikmawati 1602522011
Yuvensius Pili 1602522012
Fransiska Lidya Barek Belawa 1602522017
Ni Wayan Mariadnyani 1602522018
Ni Made Dwi Astiti Wulandari 1602522020
I Gusti Agung Bulan Andari 1602522021
I Wayan Edi Sanjana 1602522024

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut kesehatan nyeri (pain) adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak
menyenangkan yang dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai penderitaan.
Nyeri memiliki komponen baik fisik dan emosional. Nyeri fisik adalah hasil dari
stimulasi saraf nyeri. Nyeri mungkin terlokalisasi pada daerah tertentu, seperti pada
cedera, atau dapat lebih menyebar, seperti pada gangguan fibromyalgia. Nyeri dimediasi
oleh serabut saraf spesifik yang membawa impuls nyeri ke otak di mana apresiasi
sadarnya dapat dimodifikasi oleh banyak faktor. Nyeri adalah satu alasan yang paling
umum bagi pasien untuk mencari bantuan medis.
Dalam penatalasaan nyeri di ruang gawat darurat biasanya bersifat delegatif yaitu
lebih menggunakan teknik farmakologi padahal seorang perawat juga memiliki beberapa
tindakan mandiri dalam penatalaksanaan nyeri seperti relaksasi nafas dalam, distraksi,
dan kompres hangat. Melihat dari singkatnya waktu perawatan di ruang gawat darurat (2
jam) di tambahlagi dengan keterbatasan tenaga kerja dengan jumlah pasien, terkadang
perawat mengesampingkan tindakan mandiri tersebut. Padahal teknik relaksasi ini bisa
dilakukan oleh pasien sendiri sekaligus membantu meringankan tugas perawat.
Insiden nyeri dilaporkan berkisar sekitar 60% per bulan yang mendominasi jumlah
pasien dari berbagai jenis penyakit di ruang gawat darurat.

BAB II ISI
A. PICO (T) Question
P : pasien dengan nyeri
I : terapi non farmakologi
C : distraksi, nafas dalam
O : nyeri berkurang
B. Logic Grid
P : pasien dengan pain, sakit,ache
I : relaksasi
C:
O:
1 Pain
2 Ache
3 Sakit
C. Hasil pencarian jurnal dengan kata kunci
1 Pengaruh Kompres Hangat Dalam menurunkan Skala Nyeri pada Lansia yang
Mengalami Nyeri Rematik di Panti Sosial Tresna Werdha
2 Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi
3 Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap Skala Nyeri Sendi Pada
Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang 2015
4 Relaksasi Autogenik Terhadap Penuunan Skala Nyeri pada Ibu Post Operasi
Sectio Saecarea
D. Ringkasan Jurnal
1 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi
(autogenik) terhadap tingkat nyeri akut pada pasien dengan abdominal pain.
2 Metode Penelitian
Desain penelitian ini menggunakan rancangan desai eksperimen semu (quasi
experiment design). Desain ini bertujuan untuk membanding dua kelompok yang
diberikan perlakuan dengan yang tidak diberikan perlakuan.
Pada penelitian ini kelompok A (eksperimen) diberikan intervensi terapi relaksasi
autogenik sedangkan kelompok B (kontrol) tidak diberikan terapi relaksasi
autogenik.
3 Hasil Penelitian
Analisi beda pengaruh kombinasi terapi relaksasi dengan analgetik pada
kelompok Intervensi dan terapi analgetik pada kelompok kontrol terhadap tingkat
penurunan nyeri akut pada pasien dengan abdominal pain. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap skala nyeri
pada pasien dengan abdominal pain antara sesudah diberikan terapi relaksasi dan
analgetik dibandingkan sesudah diberikan terapi analgetik saja. Hasil uji analisis
parametric independent t-test pada kedua kelompok diperoleh nilai p (0,000) <
(0,05) dengan t hitung (-5,284), hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak, artinya
bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok intervensi dan kelompok
kontrol terhadap skala nyeri. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi relaksasi
dengan analgetik lebih efektif menurunkan sekala nyeri pada pasien dengan
abdominal pain.
4 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi relaksasi dengan analgetik lebih
efektif menurunkan sekala nyeri pada pasien dengan abdominal pain.
E. Analisis jurnal dengan format SWOT
S:
1 bisa dilakukan oleh pasien sendiri setelah dicontohkan oleh perawat, sehingga
bisa meringankan beban kerja perawat.
2 Tindakan ini merupakan tindakan mandiri perawat
3 Tindakan ini tidak membutuhkan biaya yang banyak
4 Tindakan ini tidak membahayakan pasien
W:
Populasi yang digunakan pada jurnal ini sedikit
Tidak semua pasien bisa diberikan teknik relaksasi autogenik
O:
Bisa di kembangkan oleh peneliti selanjutnya
Bagi sarana kesehatan , terapi relakssasi autogenik dapat dijadikan sebagai salah satu
terapi alternatif untuk mengatasi nyeri khususnya abdominal pain.
T:
Terapi ini apakah bisa berhasil jika tidak dibarengi dengan analgetik
Jika terapi ini tidak berhasil pasien bisa tidak percaya dengan perawat
Pasien menolak dilakukan terapi
F. Implikasi keperawatan
1 Perawat sebagai edukator karena disini perawat mengajarkan pasien teknik
relaksasi

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan dan saran
Teknik relaksasi autogenik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana tidak
memelukan biaya dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien dengan cara
membimbing pasein secara langsung dan bisa menciptakan hubungan interpersonal
yang lebih baik dengan pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Samsyah, N, Muslihat, E ( 2015). Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap


Tingkat Nyeri Akut Pada Pasien Abdominal Pain Di Igd Rsud Karawang 2014.
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 1, April 2015. Available :
http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/view/148/113