Anda di halaman 1dari 14

Rangkuman Materi Kuliah

Survey Pendahuluan & Program Audit

(Audit Internal)

Disusun oleh :
Ridah Alawiah Rahman
A31114315

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN
2017

1| P a g e
RMK BAB IV

Survey Pendahuluan

Pengertian Survey Pendahuluan

Survey pendahuluan (preliminary survey) merupakan proses yang bertujuan untuk


mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan
diperiksa. Survey pendahuluan bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai objek
yang diteliti tanpa melakukan verifikasi secara rinci. Tujuan dari survey pendahuluan ini
untuk lebih memahami aktivitas auditee, mengidentifikasi area/bidang yang memerlukan
penekanan khusus dalam audit, memperoleh informasi awal sebagai bahan untuk
melakukan pekerjaan lapangan, dan menetukan apakah perlu melakukan audit lebih lanjut.
Dengan kata lain, survey pendahuluan berguna untuk memahami lebih baik mengenai
tujuan, proses, risiko, dan pengendalian dari bagian/fungsi yang diaudit.

Survey pendahuluan dapat menjadi sarana yang baik untuk menganalisis karyawan
dan system, namun bias juga menjadi sebuah pencarian yang tidak beraturan. Auditor
internal harus memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey
pendahuluan bisa produktif.

Tahap-tahap Pelaksanaan Survey


Tahap-tahap pelaksanaan survey terdiri dari 7 langkah dasar :

1. melakukan studi awal

2. mendokumentasikan

3. bertemu klien

4. mendapatkan informasi

5. mengamati

6. membuat bagan alir/flow chart

7. melaporkan

1. Melakukan studi awal

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan studi awal:

2| P a g e
Pendokumentasian
Daftar pengingat
Daftar isi
Pengurangan biaya
Catatan kesan
Kuesioner

2. Bertemu Klien

Dalam tahapan ini internal auditor mendapatkan peluang untuk menjelaskan


kepada klien tujuan dan pendekatan audit yang akan dilakukan, peran audit internal
dalam organisasi.

Internal auditor dalam melakukan wawancara harus memiliki keahlian yang cukup
agar orang yang diwawancara memiliki rasa nyaman, mau memberikan informasi, mau
bekerjasama sehingga penugasan keseluruhan audit bisa berhasil. Sebaliknya, tehnik
tanya jawab yang tidak baik menciptakan sikap permusuhan, menyebabkan orang
menahan informasi/memberi informasi yang salah dan kemungkinan menyebabkan
kegagalan audit.

3. Mengumpulkan bahan bukti :

Survei pendahuluan akan berlangsung lancar dan sistematis jika auditor internal
memiliki pandangan yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai. Dalam kebanyakan
audit, informasi penting dapat diklasifikasikan kedalam empat fungsi dasar manajemen:
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan control.

4. Pengamatan (observing)

Pengamatan dalam arti umum terus dilakukan selama survey pendahuluan.


Melalui pengamatan dan tanya jawab yang yang efektif, auditor internal mampu untuk :

Menentukan tujuan, sasaran dan standar


Menilai control untuk mencapai tujuan
Mengevaluasi resiko
Menentukan control untuk meminimalkan resiko
Menentukan penentuan resiko secara statistik

3| P a g e
Menilai gaya manajemen dan aspek perilaku manusia

Tujuan, sasaran dan standar

Selama survey pendahuluan, auditor internal harus menentukan aktivitas


yang diaudit-bukan tujuan audit yang akan ditetapkan selanjutnya melainkan tujuan
aktivitas itu sendiri. Jika tujuan-tujuan itu tidak dipahami dengan baik, maka audit bisa
kehilangan manfaatnya, Mendapatkan gambaran tujuan aktivitas yang tepat dan
kesesuaian misinya dengan sasaran strategis perusahaan (disebut audit berorientasi
manajemen yang efektif / effective management oriented audit) merupakan cerminan
profesionalisme auditor internal.

Kontrol-kontrol untuk mencapai tujuan

Kontrol digunakan untuk memastikan bahwa hasil-hasil yang diinginkan akan


dicapai. Cara paling produktif untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi control
adalah dengan mengenali masalah dan kemudian mencari control yang bisa
mengidentifikasi atau mencegah masalah tersebut atau mencari control yang
seharusnya bisa mengurangi resiko.

Mengevaluasi resiko

Titik awal perencanaan audit haruslah resiko-resiko organisasional atau


ancaman bagi pencapaian tujuan usaha. Kecermatan professional mencakup
pertimbangan atas ketidakwjaran dan ketidakpatuhan yang material. Kapanpun
auditor internal melakukan audit mereka harus menyadari resiko, jebakan-jebakan
potensial-ibarat batu-batu yang dibawahnya terdapat kalajengking berbisa yang siap
menerkam. Yang dibutuhkan adalah kompetensi professional. Orang awam mungkin
merasa tidak ada masalah bila pemesanan dan penerimaan persediaan dilakukan
oleh orang yang sama, tetapi auditor internal yang professional harus segera
menyadari adanya resiko bawaan dibaliknya.

Mengidentifikasi semua resiko yang ada akan sulit khususnya karena resiko
sering muncul seiring dengan perubahan praktik bisnis. Namun banyak resiko-resiko
umum yang telah didefinisikan dalam buku standar akuntansi, auditing dan
manajemen.

4| P a g e
Menentukan control untuk meminimalkan resiko

Ketika auditor telah mengenali resiko mereka harus mencari control yang
dirancang untuk menghadapinya. Kontrol yang tidak memadai atau tidak efektif harus
didiskusikan dengan manajer. Jika manajer tidak bisa diyakinkan untuk melakukan
perbaikan maka auditor harus membuat program pengujian purposive-bukan
pengujian berdasarkan sampel untuk mendukung bukti dan signifikansi risiko.

Survei pendahuluan memberi perusahaan fondasi untuk penyiapan program


audit yang berkonsentrasi pada masalah-masalah penting bagi manajemen. Apakah
resiko kunci telah diidentifikasi? Apakah sudah diawasi? Apakah control yang tidak
memadai telah disadari dan diperbaiki? Apakah kelemahan yang harus diaudit lebih
dalam.

5. Pengamatan Fisik

Hal-hal yang abstrak sulit dipahami dan digambarkan. Auditor harus keluar sendiri
dan melihat sendiri fasilitas, tata letak fisik, proses, aliran bahan baku dan dokumen.
Pengamatan pribadi menggambarkan apa yang terjadi dan bagaimana terjadinya.

Pengamatan fisik selayaknay berlangsung dalam dua tahap. Pada tahap


pertama, auditor internal harus berkeliling fasilitas perusahaan untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik mengenai lokasi, kondisi dan tata letak. Tujuannya adalah
untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai kebijakan, prosedur dan bagan
organsasi. Pasa saat bertemu karyawan,auditor dapat menanyakan :

Apakah pekerjaan datang ke anda tepat waktu, dan apakah kualitasnya bagus?
Apakah tindakan perbaikan sudah diambil untuk masalah-masalah.
Bagaimana kondisi peralatan
Apakah alur kerja dan dokumen dokumen cukup wajar dan efisien.

Pada operasi yang kompleks, mungkin auditor perlu melakukan tahap selanjutnya
yang sering disebut penelusuran.Selama penelusuran, auditor mungkin menelaah
beberapa aktivitas kerja dari awal sampai akhir, dan menyiapkan bagan alir.
Penelusuran membantu auditor menilai ketaatan dengan kebijakan dan prosedur serta
menentukan apakah control memang berfungsi. Langkah ini tidak akan mengungkapkan
seberapa baik transaksi diproses, hal ini membutuhkan pengujian substantive.

5| P a g e
6. Menyiapkan Flowchart
Dengan menyampaikan Flow chart suatu proses dapat dipotret dan dapat
memberikan gambaran system dan merupakan sarana untuk menganalisa operasi yang
kompleks - analisa yang tidak selalu bisa dicapai dengan narasi yang rinci. Pembuatan
flow chart sudah dipelajari pada kuliah Sistem Informasi Akuntansi.

7. Pelaporan
Survei yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan sejumlah informasi yang
bermanfaat. Data yang dikumpulkan dapat mengidentifikasi hal-hal penting dan masalah
yang ada serta membantu auditor memutuskan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Hasil survey ini perlu dibuatkan laporan dengan fokus pada kecukupan control bukan
efektivitas kontrol dan menunjukkan dasar keputusan untuk terus melakukan audit.

Selama penelaahan hasil-hasil survey dengan manajemen, pelaporan temuan


positif dan negative bisa jadi kondusif bagi hubungan auditor-klien, Pendekatan ini
mengkomunikasikan apa yang dicari auditor internal, kerja sama yang sehat, objektif,
tidak bias terhadap penilaian operasi.

Membuat Anggaran Survey


Anggaran dibuat dengan berpatokan pada perkiraan waktu yang dibutuhkan auditor.
Tidak ada standar untuk anggaran survey pendahuluan. Jika audit yang dilakukan
merupakan audit rutin maka perkiraan waktu dapat segera ditentukan. Jika terjadi perubahan
signifikan dalam tujuan, prosedur, system operasi, otomatisasi, organisasi, manajemen, dan
karyawan akan mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk mengenal dan mengidentifikasi
masalah. Semua faktor harus dipertimbahkan dalam membuat anggran survey. Tetapi
bahkan jika auditor merasa cukup memahami aktivitas, mereka harus selalu waspada akan
dua faktor yang dapat berubah yaitu orang dan perilaku mereka, Tidak ada jaminan bahwa
baik orang maupun tingkah laku mereka akan sama dari tahun ke tahun.

Estimasi biaya yang wajar adalah berkisar 10 hingga 20 persen dari total anggaran untuk
proyek audit.

6| P a g e
RMK BAB V

Program Audit

1. Definisi

Program audit internal merupakan pedoman bagi auditor dan merupakan satu
kesatuan dengan supervisi audit dalam pengambilan langkah-langkah audit tertentu.
Langkah-langkah audit dirancang untuk mengumpulkan bahan bukti audit dan untuk
memungkinkan auditor internal mengemukakan pendapat mengenai efisiensi,
keekonomisan, dan efektivitas aktivitas yang akan diperiksa. Program tersebut berisi arahan-
arahan pemeriksaan dan evaluasi informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan
audit dalam ruang lingkup penugasan audit.

2. Manfaat
Program audit yang disusun dengan baik seharusnya bisa memberikan manfaat
antara lain.
Memberikan rencana sistematis untuk setiap tahap pekerjaan audit
Menjadi dasar penugasan auditor
Menjadi sarana pengawasan dan evaluasi kemajuan pekerjaan audit
Memungkinkan supervisor audit dan manajer membandingkan apa yang dikerjakan
dengan apa yang direncanakan
Membantu melatih staf-staf yang belum berpengalaman dalam tahap-tahap
pelaksanaan audit
Memberi ringkasan catatan pekerjaan yang dilakukan
Membantu auditor pada audit selanjutnya untuk mengenal lebih dekat jenis-jenis
pekerjaan audit yang diilakukan dan waktu yang dibutuhkan
Mengurangi waktu supervise
Titik awal bagi penilai fungsi audit internal untuk mengevaluasi upaya audit yang
telah dilakukan
Kapan Menyiapkan Program Audit.

3. Tanggung Jawab Audit


Auditor internal harus bertanggung jawab untuk merencanakan penugasan audit.
Perencanaan harus didokumentasikan dan harus mencakup :
1. Penetapan tujuan audit dan lingkup kerja.
2. Perolehan latar belakang informasi tentang aktivitas yang akan diaudit

7| P a g e
3. Penentuan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan audit.
4. Komunikasi dengan orang-orang yang perlu mengetahui audit yang akan dilakukan.
5. Pelaksanaan, jika layak,survei lapangan untuk mengenal lebih dekat aktivitas dan
kontrol yang akan diaudit,untuk mengindentifikasi hal-hal yang akan ditekankan
dalam audit,dan untuk mengundang komentar dan saran dari klien.
6. Penulisan program audit
7. Penentuan bagaimana, kapan,dan kepada siapa hasil audit akan dikomunikasikan.
8. Perolehan pengesahan rencana kerja audit.

4. Mendefinisikan Ekonomis, Efisiensi, dan Efektivitas


Ekonomis sering digunakan untuk mengartikan penghematan, tetapi sebenarnya
artinya lebih dari itu. Implikasi utamanya adalah adanya manajemen yang berhati-hati atau
gunakan hingga mendapatkan keuntungan terbaik tanpa ada sisa makna yang juga bisa
diterapkan untuk efisiensi. Istilah tersebut lebih luas diterapkan dibandingkan istilah
berhemat, yang hanya mengacu pada seseorang atau pengeluarannya.
Efisiensi berarti meminimalkan kerugian atau penghamburan tenaga ketika
memberikan dampak, menghasilkan, atau memfungsikan. Bila mengacu keseseorang, istilah
efisien berarti menggunakan keahlian, tahan menderita, dan tetap waspada. Dalam
beberapa kasus istilah efisien dapat diterapkan ke orang atau operasi yang kompeten dan
cakap memproduksi hasil yang diinginkan dengan upaya minimum. Webster mendefinisikan
operasi yang efisien sebagai, operasi yang diukur dari perbandingan hasil aktual dengan
tenaga yang dihabiskan untuk mencapai hasil tersebut.
Efektivitas menekankan hasil aktual dari dampak atau kekuatan untuk menghasilkan
dampak tertentu. Sesuatu bisa jadi efektif tetapi tidak efisien atau ekonomis. Program untuk
membuat sistem menjadi lebih efisien atau ekonomis juga bisa menjadi lebih efektif.

5. Tujuan Dan Prosedur


Tujuan adalah apa yang ingin dicapai seseorang. Prosedur adalah teknik-teknik
yang diterapkan untuk mencapai tujuan. Auditor internal memiliki seperangkat tujuan dan
prosedur yang berbeda dalam pekerjaan mereka. Tercakup tujuan dan prosedur operasi
serta tujuan dan prosedur audit.

Tujuan dan Prosedur Operasi


Tujuan operasi adalah akhir yang akan dicapai oleh manajer operasi dan
karyawan-karyawannya. Salah satu tujuan operasi untuk aktivitas pembelian adalah
membeli barang dan jasa yang tepat, pada harga yang tepat, pada waktu yang

8| P a g e
tepat,dan pada kualitas yang tepat. Setiap tujuan ini dicapai melalui prosedur-
prosedur atau teknik-teknik. Misalnya, salah satu prosedur yang digunakan untuk
memastikan dibelinya barang yang tepat adalah digunakannya pesanan pembelian
dari departemen pemesan yang menjelaskan dengan tepat barang yang akan dibeli.
Auditor internal tidak mampu mengevaluasi sebuah operasi jika mereka tidak
sepenuhnya memahamihal yang diharapkan untuk dicapai dari operasi tersebut yaitu
tujuan-tujuannya.Oleh karena itu, semua program audit harus mengindentifikasi
tujuan operasi yang pencapaiannya akan dievaluasi oleh auditor.

Tujuan dan Prosedur Audit


Tujuan audit dapat bersifat umum, bisa juga khusus. Tujuan utama audit
diupayakan tercapai dalam semua penugasan dan dituntun oleh lingkup audit yang
diberikan manajemen dan dewan komisaris ke kepala bagian audit. Misalnya, auditor
internal mungkin dibatasi hanya pada masalah-masalah akuntansi dan keuangan.
Dalam kasus ini tujuan umum audit mereka mungkin diarahkan hanya untuk
menentukan kendala dan integritas informasi keuangan, ketaatan dengan kebijakan,
rencana, prosedur, hukum, dan regulasi dan pengamanan aktiva.
Namun jika lingkup audit mereka komprehensif, maka tujuan umum auditnya
akan mencakup juga penelaahan laporan operasi di samping evaluasi penggunaan
sumber daya yang ekonomis dan efisien serta pencapaian tujuan dan sasaran yang
ditetapkan untuk operasi dan program.
Tujuan khusus audit terkait dengan tujuan operasi. Misalnya,jika tujuan
pembelian adalah membeli barang yang tepat,maka tujuan auditnya adalah
menentukan apakah sistem yang dirancang untuk melihat apakah tujuan operasi
telah dicapai dan apakahbarang yang tepat memang telah di beli.
Prosedur-prosedur audit adalah teknik-teknik yang di terapkan auditor untuk
menentukan apakah tujuan operasi telah dicapai. Sebagai contoh, program audit
akan berisi pemeriksaan auditor atas sempel pesanan pembelian dan melihat apakah
pesanan tersebut dilengkapi dengan permintaan pembelian.
Periklanan. Periklanan biasanya berhubungan dengan agensi periklanan. Agensi
tersebut normalnya akan menagih biaya yang terjadi ditambah komisi berdasarkan
biaya tersebut. Keyakinan terbaik yang dimiliki auditor untuk menentukan apakah
apakah biaya-biaya tersebut dicatat dan jumlahnya wajar. Tujuan audit adalah
dengan cara mengaudit catatan dan prosedur operasi yang dimiliki agensi. Prosedur
operasi lainnya seperti pembuatan anggaran iklan,pemilihan media yang tepat, atau
penetapan control keuangan untuk agensi tersebut jelas berada diluar lingkup audit.

9| P a g e
Pelepasan aktiva. Dalam audit kontrol atas aktiva-aktiva yang dilepas, auditor
umumnya tidak bisa menentukan sendiri apakah pelepasan aktiva telah dilakukan
dengan layak.Hanya dengan menelaah persetujuan tertulis yang diberikan orang
yang bertanggung jawab atas pelepasan tersebut, sesuai dengan prosedur
yangditetapkan atau menentukan apakah pelepasan mengikuti prosedur yang
ditetapkanakan memenuhi tujuan audit.
Kontribusi Medis Karyawan. Salah satu tujuan audit bisa berupa penentuan validitas
pengurangan gaji karyawan untuk kontribusi opsi asuransi kesehatan. Apakah
kontribusi karyawan bisa menutupi biaya opsi merupakan pertanyaan yang bagus,
tetapi tidak relevan dengan tujuan audit. Prosedur audit untuk menentukan apakah
pengurangan gaji didukung formulir otorisasi tertulis merupakan prosedur yang cepat
dan relevan.
Perlindungan lingkungan dan alat tanda bahaya. Seorang auditor internal ingin
menentukan apakah alat tersebut dipasang dan beroperasi dengan layak. Prosedur
audit yang mungkin menarik, tetapi tidak relevan, adalah memeriksa dokumen
spesifikasi alat tanda bahaya dari arsistek,memeriksa faktur pembayaran alat
tersebut, atau melakukan tanya jawab dengan pegawai keamanan pabrik. Satu-
satunya prosedur yang akan memberikan keyakinan tentang pemasangan dan
operasi alat tersebut adalah pengamatan penempatan alat dan melakukan uji
langsung.
Persediaan. Tujuan auditnya adalah menentukan apakah persediaan dalam jumlah
yang signifikasi telah disajikan dengan benar. Beberapa prosedur audit mungkin
relevan tetapi tidak efektif, seperti mendapatkan pernyataan dari manajemen,atau
membuat bagan alir siklus persediaan,atau melakukan wawancara dengan
karyawan. Prosedur yangefektif adalah melakukan atau menelaah persediaan fisik
dan mendapatkanpenilaian dari ahli.
Pembelian tanah. Tujuan auditnya adalah untuk memverifikasi kepemilikan legal atas
tanah yang akan di beli. Pemeriksaan atas akta kepemilikan merupakan prosedur
yang menarik tetapi tidak menyeluruh karena dokumen-dokumen tersebut mungkin
sudah di ganti.Cara yang lebih meyakinkan untuk menentukan kepemilikan sah tanah
tersebut adalah dengan memeriksa catatan terbaru atas tanah di kantor pengadilan
lokal.
Aktivitas nonprofit. Banyak tujuan audit yang bisa diterapkan untuk audit atas
organisasi nonprofit. Audit berorientasi manajemen akan menentukan apakah
aktivitas sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.Jadi prosedur tepat untuk hal ini
adalah menentukan misi organisasi,standar apa yang telah ditetapkan untuk

10| P a g e
mengukurkinerja guna pencapaian misi tersebut, dan seberapa jauh standar telah
dicapai.
Utang. Misalkan sedang dilakukan audit untuk kemungkinan kelebihan pembayaran
utang. Berdasarkan sistem yang ada, pembayaran dilakukan berdasarkan
perbandingan dokemen pembelian, penerimaan, dan penagihan. Kadang-kadang
terjadi pembayaran persial. Membandingkan catatan setiap pembayaran akan
menyulitkan. Lebih produktif untuk menghindari kelebihan pembayaran. Akhirnya,
prosedur yang tepat adalah mengambil sampel dan membandingkan jumlah yang
dibayar dengan batas pesanan pembelian. Memeriksa mulai dari pesanan
pembelian, laporan penerimaan, atau faktur bukanlah prosedur audit yang
menyeluruh.
Gaji. Misalkan tujuan audit adalah memverifikasi pembebanan biaya gaji ke akun-
akun tertentu. Banyak prosedur audit yang bisa diterapkan dalam audit gaji, tetapi
tidak relevan dengan tujuan yang ditetapkan. Misalnya, tidaklah relevan untuk
merekonsiliasi total biaya gaji dengan pembebanannya memeriksa kartu waktu kerja
untuk melihat apakah ada persetujuan supervisor, atau membandingkan
pembebanan biaya gaji dengan jam standar.
Penetapan harga.Untuk menentukan apakah terjadi ketidaktepatan dalam variasi
tingkat keuntungan yang diterapkan pada produk di antara masing- masing
pelanggan,prosedur yang tepat untuk itu adalah menentukjan bahwa semua harga
ditetapkan dengan objektif dan diikuti.Analisis biaya tidak akan efektif dalam kasus
ini.
Produksi. Tujuan auditnya adalah untuk membantu manajemen dalam mengevaluasi
efektivitas dan efisiensi proses produksi. Prosedur yang tepat untuk tujuan ini adalah
membandingkan biaya aktual dengan biaya standard.
Pembelian. Tujuan auditnya adalah untuk menentukan apakah suatu organisasi
kelebihan membeli bahan mentah. Mencari apakah ada standar yang ditetapkan
untuk kualitas, kuantitas, dan sumber bahan mentah tidak akan menjawab kelebihan
bahan mentah. Yang harus diperhatikan untuk kasus ini adalah menentukan apakah
anggaran produksi, pesanan kerja, tingkat persediaan standar, dan jumlah pesanan
ekonomis telah dikaitkan dan digunakan untuk menentukan jumlah yang akan dibeli.
Analisis akun surplus juga dapat membantu.
Kualitas. Jika seorang auditor ingin mengetahui apakah dan mengapa terjadi
penolakan atas produk yang dijual,prosedur audit yang tepat adalah mengevaluasi
sejauh mana departemen penjualan telah mengomunikasikan pengembalian produk
ke departemen produksi.Analisis akun barang sisa dan akumulasinya juga dapat
membantu. Mencari data volume penjualan atau peringkat kredit pelanggan jelas
11| P a g e
tidak relevan. Tujuan audit yang bisa di terapkan untuk kasus ini adalah
mengevaluasi kelayakan standar kontrol mutu.
Aktiva yang disewakan. Dalam audit atas organisasi yang memiliki, merawat, dan
mengoperasikan aktiva yang disewakan, tujuan auditnya adalah menentukan
kelayakan beban perawatan. Prosedur audit yang tepat adalah menelusuri jurnal-
jurnal tertentu dalam akun beban pemeliharaan ke pesanan kerja yang berkaitan.
Penelitian dan pengembangan. Proyek penelitian dan pengembangan harus
direncanakan seperti halnya proyek-proyek lainnya. Rencana tersebut hendaknya
mencakup standar pengukuran kinerja.Tanpa standar yang tepat dan dapat di
kuantifikasi, manajemen tidak memiliki tolak ukur untuk mengukur hasil-hasil
penelitian dan pengembangan.
Penjualan. Salah satu tujuan audit untuk penjualan adalah menentukan apakah
komisi penjualan terlalu besar. Prosedur terbaik untuk menentukan akurasi beban
komisi tercatat untuk setiap tenaga penjualan adalah dengan menghitung ulang
sampel kondisi penjualan. Prosedur-prosedur lainnya seperti menghitung rasio
komisi, menggunakan prosedur analitis, atau menilai keseluruhan kewajarannya,
akan tidak bermanfaat untuk tujuan audit tersebut.
Pendapatan pajak untuk pemerintah. Tujuan auditnya adalah menentukan apakah
para pembayar pajak sudah tepat dalam melaporkan pajak penjualan mereka. Dari
berbagai pilihan yang tersedia bagi auditor internal, prosedur yang paling mungkin
dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemeriksaan langsung ke beberapa
pembayaran pajak. Prosedur lain yang bisa dilakukan adalah menguji perhitungan
beberapa restitusi pajak penjualan.

6. Menyiapkan Program Audit


Latar Belakang informasi
Latar belakang informasi yang diperoleh selama survey pendahuluan akan
membantu mengarahkan cakupan audit yang direncanakan. Setiap operasi yang luas
dengan banyak keterkaitan dan proses dapat menghabiskan waktu audit jika auditor
memutuskan untuk memeriksa setiap aktivitas yang dilakukan. Tetapi program yang
efektif dan ekonomis memfokuskan pada hal-hal yang menarik perhatian.
Disaat yang sama, auditor internal harus menaati tanggung jawab profesional
mereka dalam memutuskan apa yang akan diaudit dan yang tidak. Auditor internal tidak
bisa dibebankan tanggung jawab untuk mencegah kekurangan, pelanggaran, atau
kesalahan. Hal ini merupakan tanggung jawab manajemen. Auditor internal bertanggung
jawab untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang memungkinkan atau mendorong
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi kecurangan atau pelanggaran,

12| P a g e
auditor internal hanya memiliki satu alasan: metode dan prosedur mereka sudah
dilakukan dengan profesional dan telah dipertimbangkan untuk mengidentifikasi dan
mengetahui risiko-risiko perusahaan. Dan inilah salah satu fungsi program audit internal
yang profesional: untuk menunjukkan bahwa program tersebut efektif hanya
menekannkan pada hal-hal yang signifikan; dan untuk memberikan bukti bahwa risiko
dan kontrol yang signifikan telah diidentifikasi dan di evaluasi.
a. Program audit Pembelian
tujuan-tujuan manajemen operasi pembelian yang paling umum berlaku adalah
mendapatkan barang atau jasa yang tepat:
1. Dengan harga yang tepat
2. Dengan waktu yang tepat
3. Dengan kuantitas yang tepat
4. Dari pemasok yang tepat
Risiko-risiko administratif yang bisa ditemukan dalam survey pendahuluan adalah:
Bagan organisasi departemen pembelian tidak disiapkan. (bisa mengakibatkan
kebingungan dalam hal siapa yang bertanggung jawab untuk membeli barang
atau jasa tertentu)
Kurangnya arahan yang mencakup wewenang dan tanggung jawab departemen
pembelian. (organisasi-organisasi lainnya[unit-unit lini] bisa dibebani wewenang
untuk berhubungan langsung dengan pemasok)
Kurangnya petunjuk operasi departemen pembelian. (karyawan bisa bertindak
sesuai keinginannya, tidak berdasarkan cara yang konsisten dan disetujui).
Tidak ada prosedur yang mengatur wewenang untuk menandatangani
penerimaan barang dan jasa. (pesanan bisa dikeluarkan untuk kepentingan
sendiri atau untuk membeli barang yang salah atau jumlah yang tidak tepat).

b. Program audit Pemasaran


Beberapa tujuan penting organisasi pemasaran adalah
1. Menentukan potensi pasar untuk barang dan jasa organisasi (riset pasar)
2. Menyebabkan informasi, mengembangkan perilaku yang ramah pelanggan, dan
mendorong tindakan yang bermanfaat bagi organisasi (periklanan)
3. Mendorong distributor memberikan perhatian lebih ke penjualan produk
organisasi dan membujuk pelanggan membeli produk-produk tersebut (promosi
penjualan)

c. Program Audit yang Kompherensif

13| P a g e
Dalam beberapa kondisi, auditor internal mungkin ingin melakukan audit
kompherensif atas suatu operasi. Mungkin audit pertama kali untuk operasi
membutuhkan audit untuk semua aktivitas, baik yang berisiko tinggi ataupun tidak.
Atau auditor mungkin ingin mendokumentasikan keseluruhan sistem untuk
menenntukan kesesuaiannya dengan ketentuan kontrol akuntansi internal dari
U.S.Foreign Corrupt Practices Act 1977 atau aturan lainnya yang telah ditetapkan.
Program audit sesuai kondisi mungkin masih yang terbaik, tetapi fokusnya adalah
pada kontrol karena risiko tidak menjadi dsar utama untuk menentukan luas dan
pendekatan audit.

d. Program Pro Forma


Program Pro Forma sangat penting dan berguna jika audit akan dilaksanakan oleh
auditor-auditor yang kurang berpengalaman yang pekerjaanya harus diawasi.
Program tersebut juga bermanfaat jika :
1. Jenis audit yang sama akan dilakukan di sejumlag lokasi yang berbeda
2. Informasi yang bisa dibandingkan diperlukan untuk setiap loaksi
3. Laporan serupa atau laporan konsolidasi akan dikeluarkan
4. Operasi yang audit relatif serupa
Program tersebut berfokus pada verifikasi rinci dan juga memberikan auditor latar
belakang informasi yang menunjukan tujuan-tujuan operasi dan sistem kontrol.
Program tersebut sangat bermanfaat dan membantu auditor serta mampu
menghasilkan semua informasi yang diperlukan untuk evaluasi komprehensif dari
aktivitas yang diperiksa.

14| P a g e