Anda di halaman 1dari 261

https://sites.google.

com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/jin-Daratan

Bangsa Jin Daratan

Dibandingkan jin air dan jin udara, bangsa jin daratan adalah yang paling banyak variasi wujudnya
dan paling bervariasi tingkat kesaktiannya. Secara umum variasi wujudnya terbagi dalam 3 jenis,
yaitu berwujud seperti manusia, berwujud seperti binatang darat, dan sebagian kecil lainnya
berwujud seperti burung dan hewan terbang, masing-masing dengan rupa dan ukuran yang
bermacam-macam. Diluar ketiga jenis wujud itu ada juga yang wujudnya aneh, tidak seperti bentuk
wujud mahluk hidup pada umumnya, seperti berbentuk segumpal asap, berbentuk tali tambang,
berbentuk kain selendang, dsb.

Dari sifat energinya, sebagian bangsa jin tergolong sebagai mahluk halus berenergi positif, sebagian
lainnya berenergi negatif, dan penggolongan berdasarkan watak dan kepribadiannya, yaitu golongan
hitam atau golongan putih, dan yang sulit dibaca jalan pikirannya, berlaku untuk mereka (baca :
Penggolongan Mahluk Halus). Selain yang bergolongan putih, jin daratan juga banyak yang dari
golongan hitam, sehingga manusia harus berhati-hati bila "berteman" atau berhubungan dengan
mereka.

Walaupun secara rata-rata kesaktian jin daratan sangat bervariasi, ada yang rendah sekali, ada yang
tinggi sekali, tetapi secara per individu, dibandingkan jenis bangsa jin lainnya, jin daratan adalah
yang paling tinggi kekuatannya, ada yang bisa sampai ribuan atau bahkan puluhan ribu kali lipat
kesaktiannya Ibu Kanjeng Ratu Kidul. Tetapi jin-jin sakti tersebut tidak banyak diketahui oleh
manusia, karena biasanya semakin tinggi kesaktiannya, dimensi gaibnya juga semakin tinggi,
semakin sulit dilihat. Dan walaupun tubuh gaib mereka memancarkan energi yang besar dan tajam,
tetapi energinya juga halus, lebih sulit dirasakan / dideteksi keberadaannya. Yang sering dilihat dan
diketahui oleh manusia umum biasanya hanyalah jin-jin yang berdimensi dan berkesaktian rendah
saja.

Jin daratan ada yang hidup sendiri, ada juga yang hidup berkomunitas dan sebagiannya membentuk
kerajaan jin daratan. Di pulau Jawa ada banyak sekali kerajaan jin daratan. Lokasi kerajaannya bisa di
mana saja. Bisa di kota, di desa, di rumah, di sumur atau di pekarangan rumah orang, di hutan atau
pun di gunung. Kesaktian mereka bervariasi, ada yang biasa saja, ada juga yang berkesaktian tinggi.
Di pulau-pulau lain juga ada kerajaan jin daratan, tetapi tidak banyak seperti di pulau Jawa.

Di dalam berkomunitas, ada bangsa jin yang berkomunitas sebatas perkumpulan pertemanan /
kekeluargaan, tetapi ada juga yang berbentuk komunitas yang mempunyai sosok pemimpin sebagai
penguasa. Selain itu ada juga komunitas khusus yang berbentuk kerajaan jin, yang sosok
pemimpinnya diakui sebagai raja.

Dalam kesempatan ini Penulis ingin meluruskan suatu pandangan yang beredar di masyarakat, yaitu
tentang suatu pandangan yang menganggap bahwa raja jin pasti sakti, dan kalau seseorang bisa
berhubungan, atau mempunyai khodam raja jin, dianggap ilmu dan khodamnya itu pasti hebat dan
sakti. Sebenarnya tidaklah selalu benar demikian.
Ada banyak komunitas bangsa jin yang mempunyai sosok pemimpin, mempunyai anggota /
bawahan, dan mempunyai bangunan gaib, oleh manusia sering disebut sebagai kerajaan gaib. Tetapi
sesungguhnya tidak semua komunitas seperti itu sungguh-sungguh adalah kerajaan jin. Mungkin
hanya kelompok / gerombolan bangsa jin saja. Begitu juga di dunia manusia, tidak semua komunitas
yang ada pemimpinnya, ada anggota / bawahan dan mempunyai bangunan besar disebut sebagai
sebuah kerajaan. Mungkin sebenarnya hanyalah segerombolan penyamun saja yang mempunyai
anggota dan mempunyai bangunan sebagai markas mereka.

Jadi dalam pandangan masyarakat sudah ada salah kaprah, menyamaratakan semua bentuk
komunitas halus yang ada pemimpinnya, ada anggota / bawahan / prajurit, dan ada markasnya,
disamaratakan artinya sebagai kerajaan jin, dan pemimpinnya disebut raja jin.

Kerajaan jin adalah suatu bentuk khusus komunitas gaib yang di dalamnya terkandung unsur
peradaban, yaitu ada hierarki kepemimpinan seperti halnya di kerajaan manusia dan ada tata aturan
yang mengikat semua mahluk halus yang menjadi anggotanya. Di dalam kerajaan jin ada sosok halus
yang menjadi raja, prajurit, kepala prajurit (senopati / panglima) dan ada rakyatnya. Rakyat di dalam
sebuah kerajaan jin tidak selalu semuanya adalah bangsa jin, ada juga mahluk halus lain selain jin,
seperti sukma manusia, kuntilanak, peri, dhanyang, dsb.

Kerajaan bangsa jin dibentuk oleh tokoh-tokoh bangsa jin yang mempunyai intelektualitas seperti
manusia. Mereka mengenal tata aturan dan tata krama seperti manusia. Tokoh-tokoh bangsa jin itu
dan sosok jin yang menjadi rajanya tidak semuanya sakti, bahkan ada yang kesaktiannya lebih
rendah daripada kuntilanak yang di alam gaib termasuk mahluk halus yang kekuatannya paling
rendah. Walaupun kesaktian mereka rendah, setelah mereka bertemu dengan sosok-sosok jin lain
yang juga berintelektualitas sama, mereka membentuk suatu komunitas yang lebih daripada sekedar
perkumpulan biasa, yaitu membentuk kerajaan jin yang di dalamnya ada tata aturan dan hierarki
kepemimpinan. Sesudahnya di hari-hari selanjutnya biasanya ada datang sosok-sosok gaib lain untuk
bergabung di komunitas itu dan menempatkan dirinya sebagai prajurit atau rakyat.

Jadi tidak semua raja jin adalah sosok halus yang sakti. Malah yang menjadi prajurit / senopati, dsb,
ada yang lebih sakti daripada rajanya, tetapi mereka menempatkan diri mereka di bawah
kepemimpinan raja mereka. Begitu juga terjadi di dunia manusia, yang menjadi raja belum tentu
adalah manusia yang paling sakti. Mungkin ada prajurit, senopati, panglima, menteri, penasehat raja
/ spiritualis, dsb, yang sebenarnya lebih sakti daripada raja mereka, tetapi mereka menempatkan
dirinya di bawah kepemimpinan raja mereka.

Selain komunitas bangsa jin yang sungguh-sungguh berbentuk kerajaan seperti di atas, yang di
dalamnya ada tata aturan dan hierarki kepemimpinan, ada banyak bentuk komunitas / perkumpulan
/ gerombolan bangsa jin yang oleh manusia sering juga disebut sebagai kerajaan jin, dan
pemimpinnya disebut raja jin, walaupun sebenarnya sosok gaib penguasanya bukanlah raja jin dan
komunitasnya itu bukan kerajaan jin.

Kelebihan sebuah kerajaan jin dibandingkan komunitas lain bangsa jin yang tidak berbentuk kerajaan
adalah sosok raja jin, prajurit atau kepala prajurit, atau rakyatnya, sudah terbiasa hidup sebagai
mahluk yang mengenal tata aturan, tidak liar, mau menempatkan dirinya di dalam tata aturan.
Mereka tidak mengagung-agungkan kesaktiannya untuk berkuasa. Sedangkan komunitas gaib lain
yang walaupun juga mempunyai pemimpin dan penguasa, tetapi bukan kerajaan jin, biasanya
mengandalkan kesaktiannya untuk berkuasa dan untuk merekrut anggota. Jenis komunitas inilah
yang biasanya liar dan membuat ulah, dan di dalamnya sering terjadi perebutan kekuasaan.

Di luar komunitas bangsa jin, baik yang berbentuk perkumpulan biasa ataupun yang berbentuk
kerajaan, ada sosok-sosok bangsa jin yang hidup sendiri, tidak berkomunitas. Bahkan banyak di
antara mereka adalah jin yang berkesaktian tinggi. Tetapi mereka hidup sendiri, tidak tampak
berkomunitas, dan tidak merekrut anggota.

Jadi tidak benar bila dikatakan raja jin pasti sakti, dan juga tidak benar kalau seseorang
berhubungan, atau mempunyai khodam raja jin, dianggap ilmu dan khodamnya itu pasti hebat dan
sakti. Lebih baik kalau kita mempunyai satu saja khodam jin, yang sakti dan mengenal budi pekerti
dan berintelektualitas tinggi, daripada mempunyai banyak khodam gaib, walaupun itu adalah raja jin
yang mempunyai banyak prajurit. Semakin banyak khodam kita, juga semakin banyak tuntutannya,
dan kalau kita tidak bisa mengatur dan mengendalikan mereka semua, bisa saja kemudian mereka
membuat ulah, apalagi kalau ada anggotanya yang liar. Satu khodam jin yang sakti, dia juga bisa
seketika mendatangkan jin lain sebagai bawahannya, bahkan bisa menjadikan raja-raja jin di
lingkungannya sebagai bawahannya, jika diperlukan. Baca juga tulisan berjudul Kesaktian Mahluk
Halus.

Komunitas mahluk halus yang mempunyai bangunan gaib seperti bangunan di dunia manusia
biasanya adalah yang sosok wujudnya seperti manusia. Jenis halus lain yang sosok wujudnya tidak
seperti manusia, walaupun ada raja dan ratunya, punya prajurit dan rakyat, biasanya tidak
mempunyai bangunan gaib seperti bangunan di dunia manusia. Tidak ada bangunan gaibnya yang
bisa diidentifikasi sebagai bangunan kerajaan gaib.

Contohnya adalah komunitas ular gaib. Biasanya tidak resmi berbentuk kerajaan gaib. Bangunan
gaibnya mirip bangunan ular nyata di dunia manusia yang menjadi tempat mereka bersarang. Ada
raja dan ratunya dan mempunyai rakyat, tetapi tidak resmi siapa yang menjadi prajurit. Rakyatnya /
anggotanya bisa sampai ribuan. Ada yang kekuatannya rendah, tapi lebih banyak lagi yang
kekuatannya tinggi sampai ribuan KRK. Yang paling tinggi kekuatannya biasanya yang sosok
wujudnya mirip ular sanca.

Dan sama dengan ular nyata di dunia manusia, ular gaib perilakunya mirip. Sehari-harinya mereka
menyebar mencari tempat bersarang dan bertelur. Ada juga yang bersarangnya itu mereka masuk ke
badan manusia.

Dan karena mereka posisinya juga di bawah, sama seperti ular sungguhan, sering manusia tidak tahu
bahwa ada ular gaib yang mereka sudah injak / lindas. Biasanya kemudian orangnya akan kesambet
ular gaib. Ada yang cuma sakit saja, ada juga yang sampai menemui kematian.

Ada yang sosok wujudnya seperti ular kobra. Galak dan suka mematuk.

Ular gaib lainnya yang bukan seperti ular kobra lebih sering melilit kaki / tangan / badan manusia
yang kesambet.
Jenis lain yang sering membuat orang kesambet adalah bangsa jin perempuan berpakaian putih
panjang sampai ke tanah mirip kuntilanak. Manusia sering tidak tahu bahwa mereka sudah
menabrak salah satu jin perempuan itu yang sedang menyeberang jalan.

Foto bangsa jin bergaun putih mirip kuntilanak,

dikirimkan oleh Galuh Eska.

Bangsa jin daratan bisa hidup dimana saja di daratan, bisa di pohon, di batu, di rumah atau di
pekarangan rumah orang, di sumur, di sawah, di hutan, di bukit, di gunung, dsb. Bila tinggal di
pohon, ada yang tinggal di bagian luar pohon, di dahan-dahan dan di antara daun-daun atau di
bawah pohon, ada juga yang tinggal di dalam pohon (di dalam batang utama pohon). Ada yang hidup
sendiri, ada juga yang berkomunitas. Komunitas bangsa jin daratan ada yang berupa komunitas biasa
saja (sekelompok jin yang hidup bersama dan bersosialisasi), bisa juga berupa kerajaan jin.

Ada banyak komunitas bangsa jin yang tinggal di bagian dalam batang pohon. Mereka membentuk
suatu bangunan gaib di dalam batang pohonnya. Biasanya mereka tidak berhubungan langsung
dengan kehidupan manusia, tidak berinteraksi langsung dengan manusia karena mereka mempunyai
kehidupan sendiri. Keberadaan mereka bisa ditandai, karena biasanya pohon tempat tinggal mereka
mempunyai lubang coakan di bagian bawahnya dan lubang itu menyentuh tanah. Itu adalah pintu
masuk ke dalam kediaman mereka. Karena pohonnya terus bertambah tinggi, lubang itu akan terus
melebar memanjang ke atas, tetapi ujung bagian bawah lubangnya akan selalu menyentuh tanah.
Keberadaan energi mereka membantu energi kehidupan pohon itu, sehingga pohon itu akan tetap
hidup walaupun sudah berusia tua.

Komunitas bangsa jin yang tinggal di bagian dalam pohon, selama keberadaan mereka tidak secara
nyata mengganggu kehidupan kita, sebaiknya tidak perlu diusir. Mereka tidak berhubungan langsung
dengan kehidupan kita, dan juga tidak apa-apa bila kita memotong ranting atau dahan pohon itu
selama batang utamanya tidak dipotong / ditebang. Mereka juga tidak akan menyerang kita bila
pohon itu roboh tertiup angin.
Bila kita ingin mengusir komunitas bangsa jin yang tinggal di bagian dalam pohon mudah saja, tidak
perlu bantuan orang pinter. Cukup dikerok saja tanah di bagian bawah lubang pintu masuk mereka
(kira-kira dalamnya satu jengkal tangan atau lebih), sehingga lubang itu tidak lagi menyentuh tanah.
Biasanya mereka akan pindah mencari pohon lain, karena tidak lagi merasa nyaman. Dan mereka
juga tidak akan menyerang kita, karena kita tidak mengusik langsung kehidupan atau pohon mereka.
Sebulan kemudian biasanya mereka sudah pindah dari pohon itu. Tetapi bila kita kemudian akan
menebang pohon itu, perlu diperhatikan dahulu adanya kehidupan mahluk halus lain di bagian luar
pohon itu.
Contoh lubang coakan di bagian bawah pohon jambu air yang tanah di bawah bagian lubangnya
sudah dibuang, sehingga lubangnya tidak lagi menyentuh tanah.

Kehidupan bangsa jin yang tinggal di bagian luar pohon, di dahan-dahan dan di antara daun-daun
atau tinggal di bawah pohon, sangat dekat bersentuhan dengan kehidupan manusia dan kadangkala
berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung dengan manusia. Pengaruh energi keberadaan
mereka juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia. Ada yang pengaruh energi mereka
memberikan suasana teduh dan wingit, ada juga yang membawakan suasana panas dan angker.

Bila ada gangguan mahluk halus yang berasal dari sebuah pohon, biasanya berasal dari kehidupan
mahluk halus di bagian luar pohon, karena kehidupan mereka sangat dekat / berdampingan dengan
kehidupan manusia dan kadang juga berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan
kehidupan manusia. Biasanya mereka akan marah dan menyerang kita bila kita memotong ranting
atau dahan pohon itu, apalagi bila batang utamanya dipotong / ditebang. Mereka juga bisa marah,
jengkel dan menyerang siapa saja bila pohon itu roboh, padahal pohonnya roboh sendiri tertiup
angin. Dan bila kita ingin mengusir mereka dan akan menebang pohon itu mungkin diperlukan
adanya bantuan orang pinter atau bantuan kekuatan benda-benda bertuah.

Bila kita mempunyai sebuah pusaka keris atau tombak yang sudah diketahui sakti dan ampuh untuk
mengusir mahluk halus, bisa kita manfaatkan untuk mengusir para mahluk halus di pohon
tersebut (mungkin perlu ditanyakan dulu kesanggupannya mengusir semua mahluk halus itu,
misalnya dengan cara menayuh seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris). Kemudian kita
mengsugestikan, atau berkata kepada keris itu bahwa kita meminta kesaktiannya untuk mengusir
para mahluk halus itu. Lalu keris itu bagian sisi tajamnya kita pukulkan tiga kali ke batang pohon itu
untuk mengusir mereka (lebih baik mereka dipindahkan ke tempat lain yang jauh dari permukiman
manusia, supaya tidak bubar begitu saja supaya nantinya tidak mengganggu manusia lainnya). Tetapi
kemudian mungkin diperlukan bantuan orang yang bisa melihat gaib atau orang pinter untuk
memastikan bahwa para mahluk halus di pohon itu benar sudah pergi semua dan tidak akan
mengganggu lagi.

Bangsa jin daratan adalah jenis mahluk halus yang paling banyak berinteraksi dengan manusia.
Bangsa jin daratan adalah jenis mahluk halus yang paling sering menjadi khodam cincin / jimat,
khodam pendamping atau khodam ilmu. Seringkali ada di antara mereka yang mengikut manusia,
menempel atau masuk dan tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia, menjadikan tubuh
manusia sebagai rumahnya (ketempelan / ketempatan mahluk halus) atau menjadi pendamping
manusia, atau menjadi khodam ilmu. Sebagian mau bersahabat dengan manusia, bisa dimintai
tolong atau diajak berkomunikasi. Sebagiannya juga mau "diagamakan".

Kebanyakan bangsa jin daratan yang hidup di permukiman manusia telah familiar dengan kehadiran
manusia di lingkungannya. Tetapi bangsa jin yang terbiasa hidup di tempat yang sepi dan jauh dari
kehidupan manusia, seperti di hutan atau di gunung, seringkali tidak suka dengan keberadaan
manusia di lingkungannya. Bila ada manusia yang oleh mereka tidak diinginkan keberadaannya,
apalagi perilaku manusia tersebut dianggap 'mengganggu' atau si manusia dianggap sudah
melakukan 'kesalahan', seringkali mereka 'menegur' atau 'menghukum' manusia tersebut dalam
bentuk misalnya membuat manusia tersebut sakit, atau salah melihat jalan dan disesatkan tak bisa
pulang, salah melihat jalan dan masuk ke jurang, atau bahkan 'diculik' masuk ke alam gaib, hilang
bersama dengan raganya.
Sebaiknya kita selalu berhati-hati bila berada di tempat yang jauh dari pemukiman manusia, jangan
bercanda bersenda gurau atau berbicara tidak sopan, mengobrol dan tertawa terbahak-bahak,
apalagi berteriak-teriak, yang bisa mengganggu ketenangan suasana alam setempat. Biasanya
bangsa jin yang tinggal di pegunungan jauh lebih sakti daripada yang tinggal di dataran rendah dan
banyak di antara mereka yang kesaktiannya jauh lebih tinggi daripada Ibu Kanjeng Ratu Kidul.
Manusia yang dikenai 'hukuman' oleh bangsa jin gunung sulit disembuhkan dan yang sudah diculik
sulit dikembalikan. Upaya yang biasanya dilakukan adalah memberikan 'syarat' atau sesaji untuk
'merayu' jin gunung tersebut supaya mau melepaskan si manusia dari hukumannya.

Banyak gunung di Jawa, yang berhutan, tidak gundul, di bagian sekitar puncaknya dihuni oleh
mahluk-mahluk halus yang sakti sekali, yang bahkan kesaktiannya bisa sampai ratusan atau ribuan
kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul. Tetapi kebanyakan keberadaan mereka tidak terasakan /
terdeteksi oleh manusia, karena dimensi mereka halus sekali, juga karena mereka memiliki
kemampuan halimunan, yaitu menyelimuti dirinya sedemikian rupa sehingga tidak terlihat oleh
manusia ataupun oleh mahluk halus lain.

Contohnya, Gunung Gede di Jawa Barat ada dihuni 3 buto raksasa yang masing-masing kesaktiannya
sekitar 1000 kali kesaktian Ibu Ratu Kidul. Bangsa buto ini bukanlah jenis bangsa jin. Mereka adalah
jenis tersendiri. Tetapi kita perlu tahu keberadaan mereka disana untuk kehati-hatian bila kita
sedang berada disana. Di gunung itu ada banyak mahluk halus sakti, tetapi kesaktiannya tidak ada
yang melebihi ketiga buto tersebut.

Gunung Lawu.

Ada beberapa tingkatan kekuasaan gaib di gunung Lawu yang masing-masing hidup di dalam
komunitasnya sendiri-sendiri.

Penguasa tertinggi di gunung Lawu adalah keluarga bangsa jin yang berwujud kuda sembrani, yaitu
kuda berbulu putih kebiruan, bersayap, dan bertanduk lurus lancip di kepalanya, dan keluarga
bangsa jin berwujud burung sebesar rumah (tinggi badan + 6 meter). Mereka tinggal di bagian
puncak gunung Lawu.

Masing-masing mereka berkekuatan sampai 1000 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul. Masing-
masing berkomunitas dengan sejenisnya / keluarganya saja. Mereka tidak bersikap sebagai penguasa
wilayah. Selama keberadaan mereka tidak diusik mereka juga tidak akan bereaksi negatif.

Penguasa lapis kedua gunung Lawu adalah sesosok bangsa jin bertubuh besar dan gempal,
bertelanjang dada dan berkepala botak, hidup sendiri dengan tingkat kesaktian sekitar 300 kalinya
kesaktian Ibu Ratu Kidul. Sosok jin inilah yang menunjukkan sikap sebagai penguasa gunung Lawu,
berkuasa atas semua mahluk halus di bawah kekuasaannya. Semua mahluk halus di gunung Lawu
menghormati keberadaannya, karena ia juga menjadi pengayom mereka dan manusia yang tinggal di
sekitar gunung Lawu. Tetapi selama ini ia tidak menonjolkan kekuasaannya (tidak meminta
penghormatan secara khusus), dan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, karena dimensinya yang
tinggi yang menyebabkannya tidak terlihat oleh manusia walaupun mampu melihat gaib. Selama
suasana di gunung Lawu aman damai itu sudah cukup baginya. Ia juga menghormati mahluk halus
lain di gunung Lawu yang lebih sakti darinya, karena juga menjadi tempatnya meminta bantuan jika
suatu saat ada gangguan.

Penguasa lapis ketiga gunung Lawu adalah beberapa komunitas mahluk halus di bagian lereng dan
kaki gunung Lawu. Salah satunya adalah komunitas gaib yang dipimpin oleh bangsa jin bersosok
seperti manusia laki-laki tinggi besar yang bergelar Kyai Jalak yang menjadi legenda di gunung Lawu.
Keberadaan semua komunitas mahluk halus itu bersifat menjaga kesakralan dan ketentraman
kehidupan di gunung Lawu. Mereka juga menghormati mahluk halus lain di gunung Lawu yang lebih
sakti dari mereka, karena juga menjadi tempat mereka meminta bantuan jika suatu saat ada
gangguan.

Gunung Merapi.

Sosok mahluk halus yang dianggap menjadi penguasa di gunung Merapi adalah sesosok bangsa jin
berwujud seorang kakek-kakek berjubah putih yang biasa dipanggil Eyang Sapu Jagat. Kesaktiannya
setingkat dengan Ibu Ratu Kidul. Sosok halus itu menjadi penguasa dan pengayom komunitas bangsa
halus yang ada di gunung Merapi. Mereka tidak punya kekuatan dan kekuasaan untuk
mengendalikan gunung Merapi atau untuk mencegahnya dari meletus, tetapi hanya bisa
menyampaikan peringatan saja kepada para penduduk jika gunung itu akan meletus.

Di bagian lereng gunung Merapi yang mengarah ke Kaliurang tinggal sesosok jin berwujud ular naga
besar berwarna hitam yang hidup sendiri, biasa disebut Kyai Antaboga. Wujudnya seperti ular naga
dalam legenda bangsa Eropa (berkaki 4, berbadan besar dan berperut gendut seperti kerbau dan
bisa duduk tegak seperti anjing, berbeda dengan ular naga legenda Cina yang bentuk tubuhnya
panjang seperti ular). Kekuatannya sekitar 20 kalinya kesaktian gaib Ibu Ratu Kidul. Walaupun naga
ini lebih sakti dari para bangsa halus yang berdiam di gunung Merapi, tetapi ia tidak bersikap sebagai
penguasa.

Sering sekali gunung Merapi meletus atau "batuk-batuk", kadangkala juga terjadi gempa bumi.
Seringkali kejadian-kejadian itu bukanlah kejadian alami biasa, karena penyebabnya adalah
perbuatan mahluk-mahluk halus lain yang berada diluar kekuasaan Eyang Sapu Jagat untuk
menangkalnya. Ketika itu terjadi, seringkali sekawanan besar kerbau banaspati yang tinggal di bagian
kawah gunung berlarian turun seperti segerombolan kerbau liar ganas, menyatu dengan uap panas /
awan panas (wedus gembel), berlarian liar menerjang apa saja yang ada di hadapan mereka dan
membinasakan banyak kehidupan di sekitar lereng gunung di sepanjang jalur yang mereka lalui.

Sebenarnya ada segitiga kekuasaan gaib yang melingkupi Yogyakarta dan sekitarnya, yaitu kerajaan
Ibu Kanjeng Ratu Kidul di selatan, dan di utara Yogya adalah Eyang Sapu Jagat sebagai penguasa
gunung Merapi dan Eyang Krama di gunung Merbabu. Tetapi selama ini hanya gunung Merapi saja
yang diakui, sedangkan gunung Merbabu tidak diakui, sehingga kehidupan spiritual dan supranatural
yang terkait dengan keraton Yogyakarta seringkali menjadi timpang dan terganggu. Padahal segitiga
kekuasaan gaib itulah yang selama ini sudah mengangkat pamor keraton Yogya dari dulu sampai
sekarang, sehingga walaupun raja-rajanya lemah karisma wibawanya, tetapi tetap dihormati oleh
rakyatnya, dan sampai sekarang keraton Yogya juga dihormati oleh pemerintah Indonesia
Para penguasa segitiga kekuasaan gaib itu saling mengenal dan menjalin pertemanan satu dengan
lainnya, tetapi Eyang Krama dari gunung Merbabu sekarang sudah tidak lagi berada di tempatnya
semula, sudah pindah menetap di tempat lain, yang ketiadaan kehadirannya itu lambat laun akan
semakin menampakkan aslinya karisma keraton Yogya yang sudah memudar, sesuai aslinya
kondisinya, sama seperti keraton Solo.

Gunung Slamet.

Penguasa gaib gunung Slamet adalah sekelompok mahluk gaib 5 sosok bangsa jin golongan putih.
Sosoknya masing-masing seperti manusia tinggi besar bertelanjang dada dan berkepala botak.
Masing-masing kekuatan gaibnya kira-kira 30 kalinya Ibu Ratu Kidul. Mereka membawahi semua
mahluk halus di gunung Slamet.

Di bagian lereng dan kaki gunung Slamet ada banyak terdapat bangunan gaib, berupa petilasan atau
rumah peristirahatan yang dihuni oleh sukma manusia penguasa-penguasa tanah Jawa jaman dulu
dari Jawa Tengah dan Yogya beserta keluarga mereka (terutama dari jaman kerajaan Mataram dan
yang masih ada kaitannya dengan kerajaan Mataram).

Kota Jakarta juga banyak berpenghuni mahluk halus sakti, dan jauh lebih sakti daripada Ibu Ratu
Kidul. Sebagian dari mereka memancarkan suatu hawa aura, positif ataupun negatif, yang
berpengaruh terhadap kehidupan manusia di sekitar lokasi keberadaan mereka.

Di setasiun Gambir ada 3 serangkai bangsa jin yang dulu menjadi bahurekso kota Jakarta.
Pemimpinnya bersosok menusia berjubah putih dan biasa disebut Eyang Jayakarta. Yang 2 lainnya
bersosok manusia tinggi besar berkepala botak dan bertelanjang dada. Masing-masing mereka
berkekuatan lebih tinggi daripada Ibu Ratu Kidul, tetapi sekarang mereka sudah tidak tinggal disitu
lagi, sudah pindah ke tempat lain.

Sama dengan di daerah-daerah lain, biasanya di setiap kelurahan di Jakarta juga ada sesosok bangsa
jin yang menjadi bahurekso di wilayahnya masing-masing. Jadi jika suatu saat anda mengalami
adanya serangan / gangguan gaib, sebaiknya anda meminta tolong kepada jin yang mbahurekso di
tempat tinggal anda masing-masing. Sebelumnya dicari dulu posisi keberadaan jin si mbahurekso.
Kalau sudah ketemu nantinya komunikasinya bisa dengan cara tayuhan, bisa juga langsung kontak
rasa / batin kalau sudah nyambung (mencari posisinya dan berkomunikasi dengannya bisa juga
dengan cara tayuhan, baca : Ilmu Tayuh Keris).

Persis di sisi Tugu Monas berdiri, ada berdiri satu sosok jin seperti manusia raksasa tinggi besar,
berpakaian putih seperti pendekar dengan bagian dada terbuka dan memakai ikat kepala putih
(seperti Wiro Sableng). Tinggi tubuhnya + 50 meter, tangan bersedekap berdiri menghadap ke arah
timur-selatan (tenggara) Jakarta. Kekuatan gaibnya lebih dari 100 kali lipatnya kesaktian Ibu Ratu
Kidul. Dengan ukuran tubuh sebesar itu dan pancaran energi yang besar, seharusnya keberadaannya
dapat terlihat / terdeteksi dari jarak yang cukup jauh. Tetapi dimensinya sangat halus, pancaran
energinya besar dan tajam tetapi juga halus sekali, sehingga keberadaannya sampai saat ini tidak
diketahui orang, termasuk oleh orang-orang 'sakti' yang sering muncul di TV dalam acara 'dunia
gaib'.
Di daerah Buncit - Mampang Prapatan arah ke Blok M, di bawah tanah ada 3 ekor naga tapa, yang 2
berwujud ular naga hitam (satu besar satu lagi lebih kecil), satunya lagi berwujud seperti ular belut
putih (belut bule). Karena keberadaan bangunan rumah, gedung dan jalanan di atasnya yang seolah-
olah menekan mereka, tubuh mereka memancarkan aura yang tidak baik untuk kesehatan,
menyebabkan orang mudah sakit fisik dan stress atau 'sakit pikiran'. Masing-masing naga tersebut
panjang tubuhnya + 5 km.

Gambar Naga Hitam Gunung Srandil,

oleh Nikoagus Setiawan.

Di Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah, sebuah bukit yang banyak didatangi orang untuk tujuan
wisata atau untuk tujuan ritual gaib dan spiritual, juga banyak berpenghuni sosok gaib berkekuatan
tinggi. Salah satunya berwujud seekor ular naga hitam yang kerap bergerak berjalan mengelilingi
bukit itu atau diam di atasnya. Naga tersebut panjang tubuhnya + 5 km. Kekuatan gaibnya kira-kira
20 kali lipat kesaktian gaib Ibu Ratu Kidul. Tetapi naga hitam itu bukan penguasa utama para mahluk
halus di gunung Srandil. Penguasa utama Gunung Srandil adalah sesosok jin bertubuh seperti
manusia laki-laki tegap kekar dengan tinggi tubuh + 3 m yang berdiam di bagian atas bukit Srandil
dengan kekuatan gaib kira-kira 60 kalinya kesaktian Ibu Ratu Kidul.

Di Jawa Timur ada mahluk gaib seekor naga besar mirip seperti naga cina berwarna hitam pekat,
berkaki 4, bersungut, tidak bersayap, tidak bertanduk dan tidak bermahkota. Tubuhnya melingkari
sebuah gunung, panjang badannya + 30 km, kekuatannya + 300 kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul.
Termasuk jenis naga tapa. Sebaiknya tidak Penulis sebutkan posisi keberadaannya, karena bila
merasa terusik ia dapat merusak keseimbangan alam dan dapat membinasakan banyak kehidupan di
pulau Jawa.

Di Jawa Tengah ada juga sesosok gaib yang disebut Naga Baru Klinting, mirip seperti naga cina
berwarna hitam pekat, bersungut, tidak bertanduk dan tidak bermahkota. Panjang badannya 5 km,
300 KRK. Termasuk jenis naga tapa. Sebaiknya juga tidak disebutkan posisi keberadaannya, karena
bila merasa terusik ia dapat merusak keseimbangan alam dan dapat membinasakan banyak
kehidupan di pulau Jawa.
Bangsa jin yang tertinggi kekuatannya di bumi, golongan putih maupun hitam, adalah sekitar 30.000
kali lipatnya kesaktiannya Ibu Ratu Kidul (30.000 KRK). Sosok wujudnya kebanyakan seperti manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala botak dengan tinggi tubuh rata-rata sekitar 30
meter. Beberapa di antaranya, baik yang golongan putih maupun hitam, berdiam di pulau Jawa,
tetapi posisi-posisi keberadaan mereka tidak perlu disebutkan supaya tidak menimbulkan sesuatu

yang negatif, cukup untuk menjadi bahan pengetahuan dan kewaspadaan kita saja.

Di sebelah timur candi Borobudur, kurang lebih 5 km dari candi tersebut, ada sinar gaib berwarna
putih kehijauan berdiameter + 1 inci, memancar dari pusat bumi ke langit. Sebuah mercusuar gaib.

Itulah pusar-nya pulau Jawa !!!

Jin Air dan Jin Udara

Jin Air.

Kebanyakan (secara rata-rata) jin air lebih rendah kekuatannya dibandingkan jin daratan, tetapi
lebih 'galak' dan lebih 'ganas'. Mereka menyukai suasana yang sepi dan tidak menghendaki
mahluk lain memasuki lingkungannya. Seringkali mahluk daratan (manusia dan mahluk halus lain)
yang datang / masuk ke lingkungan kediaman mereka dianggap sebagai gangguan. Manusia
sebagai 'mahluk daratan' harus lebih berhati-hati bila berada di lingkungan air.

Dari sisi perwatakannya, sebagian besar mereka termasuk mahluk halus bergolongan putih. Tetapi
walaupun bergolongan putih, mereka termasuk sebagai golongan mahluk halus yang harus
diwaspadai, karena perangai mereka lebih "galak" dan "ganas" dibandingkan mahluk daratan dan
bisa setiap saat menyerang mahluk daratan yang masuk ke lingkungan kediaman mereka.

Ada juga dari mereka yang bergolongan hitam, tetapi jumlahnya tidak banyak. Yang bergolongan
hitam kebanyakan menjadi penghuni tempat-tempat angker di pinggiran air yang sewaktu-waktu
bisa membuat manusia tewas / celaka, atau menjadi penghuni tempat-tempat orang "ngalap
berkah" yang sifatnya menyesatkan manusia dan sering membawa sukma manusia yang sudah
meninggal ke tempat kediaman mereka untuk diperbudak (menjadi tumbal pesugihan).

Selain berbentuk seperti hewan air, kebanyakan dari mereka berwujud seperti manusia yang
sebagiannya membentuk kerajaan jin air. Kerajaan jin air kebanyakan berada di dasar laut.
Kerajaan jin air yang menjadi tempat orang ngalap berkah kebanyakan berada di tepi pantai,
sedangkan tempat pesugihan yang berupa komunitas biasa (yang bukan berbentuk kerajaan)
biasanya berada di tepian sungai / danau.

Di laut juga banyak tinggal gaib-gaib laut yang sakti, bahkan lebih sakti daripada mahluk gaib yang
menjadi penguasa / raja wilayah, tetapi seringkali mereka tidak menjadi penguasa wilayah.
Mereka hidup sendiri. Selama keberadaan mereka tidak diganggu, mereka tidak akan mengganggu
mahluk yang lain.

Di laut utara Pekalongan ada kerajaan gaib yang dipimpin oleh Ibu Ratu Dewi Lanjar, adik Ibu
Kanjeng Ratu Kidul. Pusat kerajaannya + 10 km sebelah utara Pekalongan. Wilayah kekuasaannya
hanya di sekitar Pekalongan - Tegal. Ibu Ratu Dewi Lanjar sendiri adalah sukma manusia, bukan
bangsa jin, tetapi prajurit dan rakyatnya, selain dari jenis sukma manusia, banyak yang berasal
dari bangsa jin.

Di Selat Sunda, antara Merak dan Bakauheni, ada seekor ular naga gaib berwarna hijau terang
keemasan. Di bawah sinar bulan purnama, barangkali ada manusia yang 'beruntung' pernah
melihatnya menampakkan diri berenang-renang di permukaan laut.

Di dekat daerah itu agak ke selatan sedikit, ada kerajaan jin air yang perwujudan para mahluk
gaibnya, ratu, tentara dan rakyatnya, seperti manusia dan dipimpin oleh seorang ratu jin cantik.
Tetapi mereka hanya berkomunitas saja, tidak menjadi penguasa wilayah.

Sepanjang laut dan pantai selatan pulau Jawa dikuasai oleh kerajaan gaib Ibu Kanjeng Ratu Kidul.
Posisi kerajaan gaibnya + 10 km sebelah selatan Pantai Parang Tritis, Yogyakarta.

Di sepanjang laut dan pantai selatan pulau Jawa juga banyak terdapat tempat-tempat orang
"ngalap berkah" yang penunggunya seringkali membawa sukma manusia "pengikut" mereka
sebagai tumbal mereka. Sekalipun wilayah itu ada di bawah kekuasaan Ibu Ratu Kidul, tetapi
selama mereka tidak melakukan perbuatan yang menentangnya, mereka dibiarkan berkomunitas.
Di pantai utara Jawa juga banyak tempat-tempat orang ngalap berkah, tetapi tidak sebanyak di
pantai selatan Jawa.

Di laut selatan pulau Bali juga ada kerajaan jin laut yang rajanya bersosok seperti manusia laki-laki
tinggi besar, berkepala botak, berkulit coklat gelap, dan lebih sakti daripada Ibu Kanjeng Ratu
Kidul. Raja ini memiliki hubungan pertemanan dengan Ibu Kanjeng Ratu Kidul.

Di Selat Bali, di laut antara pulau Jawa dan pulau Bali, ada garis gaib berwarna putih yang dibuat
oleh Mpu Bharada, untuk memisahkan wilayah gaib pulau Jawa dan wilayah gaib pulau Bali.

Ada sepasang naga hitam gaib yang selalu bergerak berenang mengelilingi pulau Jawa. Berpatroli,
menjaga keteraturan alam di sekitar pulau Jawa.

Di laut utara Jawa, ada sekelompok bangsa jin air golongan hitam yang sering jadi-jadian, misalnya
memberi penampakan seperti kapal nelayan kosong tak berpenghuni (kapal hantu) atau
segerombolan ikan banyak yang berenang-renang beriringan di permukaan air. Berhati-hatilah.
Bila kita terpancing mendekatinya, kita dapat menjadi korbannya.

Selain yang tinggal di laut, bangsa jin air juga banyak yang tinggal di sungai, danau, atau empang.
Misalnya, sungai Ciliwung ada dihuni sesosok mahluk gaib seekor naga tapa berwarna hijau terang
keemasan. Panjang tubuhnya + 5 km. Bagian ekornya ada di sekitar Manggarai dan kepalanya
mengarah ke laut. Naga ini memancarkan aura yang baik untuk kerejekian perdagangan.

Selain di laut, ada banyak kehidupan gaib di sungai-sungai, empang dan danau. Para pelakunya
adalah sukma manusia, dhanyang air dan bangsa jin air, yang menyatu membentuk kehidupan
dan perilaku yang mirip seperti kehidupan manusia, membentuk dunia "merkayangan". Ada yang
menangkap ikan, ada yang menjadi tukang perahu yang mendayung perahu, dsb. Sebagiannya
membentuk kerajaan jin air.
Selain jin air, ada juga bangsa siluman yang tinggal di air, yang berwujud buaya putih atau buaya
buntung.

Selain itu juga banyak mahluk halus penghuni air yang berwujud seperti hewan air, misalnya
berwujud seperti ikan besar, ikan mas, ikan lele, kura-kura, dsb. Tetapi mereka tidak termasuk
bangsa jin, tetapi adalah yang biasa disebut dhanyang air.

Dhanyang air adalah mahluk halus penghuni air yang berwujud seperti manusia, tetapi banyak
juga yang seperti hewan air, misalnya berwujud seperti ikan besar, ikan mas, ikan lele, kura-kura,
dsb. Banyak di antara mereka yang memiliki mustika di kepalanya atau di dalam perutnya. Mereka
bukan bangsa jin. Mereka jenis tersendiri. Biasanya mereka berwatak baik, tidak jahat terhadap
manusia, tetapi bila manusia mengganggu mereka, mereka juga bisa marah. Tetapi jika kita mau
bersikap sopan kepada mereka, mereka juga mau membantu kita. Misalnya kita akan memancing
atau menangkap ikan, sebelumnya dengan sopan kita mengucapkan salam dan permisi minta
diijinkan memancing atau menangkap ikan dan kita memberi sesaji berupa telor ayam mentah
atau telor ayam goreng mata sapi, yang dilemparkan ke dalam air, mudah-mudahan mereka mau
membantu supaya ikan hasil tangkapan kita banyak.

Jin Udara.

Secara individu, bangsa jin daratan adalah yang paling tinggi kekuatannya, ada yang bisa sampai
ribuan atau bahkan puluhan ribu kali kesaktiannya Ibu Kanjeng Ratu Kidul, tetapi kesaktian jin
daratan sangat bervariasi, ada yang rendah sekali, ada yang tinggi sekali. Dan secara rata-rata
bangsa jin udara lebih tinggi kekuatannya dibandingkan kekuatan rata-rata bangsa jin daratan.

Dari sisi perilakunya bangsa jin udara lebih "kalem", dan keberadaan mereka relatif lebih "aman"
bagi manusia dibandingkan jin air.

Jin udara berkedudukan di udara, + 1 km di atas daratan atau laut.

Dari sisi perwatakannya, sebagian besar mereka termasuk mahluk halus bergolongan putih.

Sama seperti jin daratan dan jin air, jin udara juga banyak yang membentuk komunitas atau
bahkan kerajaan, yang dalam cerita dongeng sering disebut "kerajaan langit", 'kerajaan
awan' atau 'kerajaan atas angin'.

Keberadaan komunitas jin udara berpengaruh sekali terhadap kondisi cuaca di bumi. Mereka suka
sekali membentuk sekumpulan awan, sehingga tempat tinggal mereka menjadi lebih teduh dan
tenang. Kecuali yang berbentuk kerajaan, komunitas mereka sering berpindah tempat, sehingga
kondisi cuaca di bumi juga ikut berubah-ubah. Di posisi langit yang berawan tebal atau mendung,
bisa dipastikan bahwa disitu banyak berkumpul jin udara. Terjadinya hujan biasanya bersifat
alami, bangsa jin udara hanya mengumpulkan awan saja supaya lingkungan mereka terasa teduh,
tidak gersang, tetapi sesudahnya bisa juga menjadi hujan.

Kebanyakan jin udara bergolongan putih dan suka sekali mandi sinar bulan purnama. Pada saat
malam bulan purnama, mereka akan menyingkirkan awan yang menutupi sinarnya, sehingga
mereka bisa bebas mandi cahaya bulan purnama, biasanya dilakukan pada pk. 21.00 s/d. pk.
24.00.

Gambar Bangsa Jin Udara,

oleh Nikoagus Setiawan.

Wujud jin udara kebanyakan adalah seperti dalam film "Harry Potter", yaitu berkerudung dan
berjubah hitam, tubuh dan wajahnya gelap tidak kelihatan, dan tidak berkaki. Banyak juga yang
jubahnya lebar seperti sayap kelelawar. Ada juga yang wujudnya seperti segulungan angin dan
sekumpulan dari mereka itu dapat berubah menjadi pusaran angin besar (tornado).

Selain itu ada banyak jin udara yang membentuk kerajaan jin udara, umumnya adalah yang
sosoknya seperti manusia. Di atas kota Jakarta ada banyak kerajaan jin udara, sehingga
keberadaan mereka dan keberadaan komunitas mahluk halus jin udara lain di sekitarnya
membuat cuaca di kota Jakarta seringkali tidak menentu.

Ada juga jin udara yang sosoknya seperti binatang di bumi, kebanyakan wujudnya bersayap,
misalnya ular bersayap, ular naga bersayap, harimau bersayap, kuda bersayap, burung-burung
seperti garuda atau rajawali besar, dsb, yang kebanyakan tinggal di sekitar komunitas kerajaan jin
udara.

Salah satu contoh jin udara yang berwujud ular bersayap adalah 2 jenis ular gaib yang panjangnya
+ 50 cm, kepalanya seperti naga, bersayap di bagian insangnya (seperti ikan terbang) dan memiliki
sirip di sepanjang punggungnya seperti ikan lele. Ke 2 jenis ular ini bisa dikatakan setengah
mahluk halus dan setengah mahluk nyata. Dalam artian, ke 2 jenis ular ini sebenarnya adalah jenis
mahluk halus, tetapi mereka dapat dengan seketika berubah wujud menjadi ular sungguhan
seperti di dunia manusia.

Dalam kondisi gaibnya ular-ular ini dapat dengan seketika melesat cepat sekali, berbunyi keras
dan terlihat menyala seperti petir / kilat. Dan ketika berubah menjadi ular sungguhan, ular-ular ini
dapat bergerak cepat seperti meteor-meteor kecil di langit dan tampak sinar energinya berwarna
putih kebiru-biruan. Ke 2 jenis ular ini memiliki bisa yang kekuatannya jauh lebih kuat
dibandingkan bisa ular-ular di bumi.

Ular-ular tersebut di atas, jenis yang pertama tubuhnya berwarna hitam, biasa disebut ular
gundala. Ular ini memiliki bisa yang sangat mematikan, jauh sangat mematikan dibandingkan bisa
ular kobra. Jenis ular inilah yang sering digunakan sebagai senjata oleh Batara Indra untuk
ditangkap dan dilontarkan kepada lawan-lawannya. Batara Indra adalah Dewa berwatak keras,
yang diserahi tanggung jawab urusan keamanan kahyangan.

Jenis ular yang kedua tubuhnya berwarna coklat, biasa disebut ular gundala seta. Ular ini memiliki
bisa yang berlawanan sifat dengan bisa ular gundala, yaitu menawarkan racun. Kekuatannya
sebagai penawar racun sangat kuat dan bahkan dapat menawarkan racun ular gundala yang
sangat mematikan itu. Dulu para Dewa sering memanfaatkan bisa jenis ular ini untuk
menyembuhkan seseorang yang sedang sakit keras.

Ada satu ular gundala seta yang pernah tertangkap oleh tangan Ki Ageng Sela ketika kaget ada
petir di siang bolong menyambar di dekatnya ketika ia sedang berada di sawah. Ki Ageng Sela
memang terkenal sebagai orang sakti yang dapat bergerak cepat sekali. Di dalam genggaman
tangannya, petir itu tiba-tiba berubah menjadi seekor ular coklat. Secara refleks ular itu
dibantingnya hingga menancap di lumpur sawah. Untunglah bagian kepala ular itu tidak sampai
hancur, sehingga setelah dipelajari selanjutnya, setelah bisa ular itu dikristalkan, diketahuilah
bahwa bisa ular itu bersifat penawar racun dan dapat menawarkan racun segala jenis racun
binatang berbisa, termasuk juga menawarkan racun dari keris dan tombak.

Jenis ular gundala seta ini dalam bentuk gaibnya sering menyambar ke bumi sebagai petir. Bila
menyambar pohon, batang pohon itu akan pecah dan tumbang, tetapi di bagian pohon yang
tersambar petir itu tidak ada tanda-tanda gosong kehitaman seperti layaknya pohon yang
tersambar petir biasa. Ular itu sendiri kemudian akan berubah wujud menjadi sebuah batu yang
besarnya kira-kira sekepalan tangan bayi. Bentuknya seperti gigi taring (salah satu sisinya
meruncing). Biasanya batu itu menancap atau tergeletak di dekat pohon yang tersambar petir
tersebut. Batu itulah yang sering disebut mustika untu bledheg (gigi petir). Kegunaannya adalah
sebagai penawar racun dan obat berbagai macam penyakit (seperti batu ajaib dukun cilik Ponari).
Tetapi mungkin kekuatannya sebagai penawar racun tidak sebaik bisa ular aslinya yang
dikristalkan.

Ada sosok lain jin udara yang berwujud seekor naga besar bersayap dan berkaki empat, seperti
naga Cina, yang panjangnya + 5 km dari ujung ekor sampai kepala. Warnanya merah gelap
mengkilap keemasan. Kekuatan gaibnya kira-kira 20 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul. Kami
menyebutnya 'Naga Langit'.

Naga ini terbang berkeliling ke seluruh penjuru bumi. Naga inilah yang sering memberi tanda di
langit berupa segaris panjang awan putih, atau bentuk awan lain, di atas lokasi di bumi yang akan
terjadi gempa bumi besar atau bencana alam besar lain.

Pasangan dari Naga Langit ini adalah seekor naga gaib di bumi yang wujudnya mirip dengan Naga
Langit, tetapi tidak bersayap. Kami menyebutnya "Naga Bumi" atau 'Naga Gini'. Naga Gini
biasanya posisinya + 200 meter di bawah tanah. Naga Langit dan Naga Gini selalu bergerak
beriringan, satu di atas, satu di bawah, melintasi daratan dan lautan. Kemanapun arah mereka
pergi, selalu pulau Jawa sebagai posisi awal.

Ada juga sekawanan jin udara berwujud 5 ekor burung besar berwarna coklat. Bila hinggap di
tanah, pemimpinnya, yang paling besar badannya, tingginya + 12 meter. Kesaktiannya masing-
masing kira-kira 20 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul. Mereka selalu terbang beriringan di atas
pulau Jawa, bolak-balik dari ujung barat sampai ke ujung timur pulau Jawa, berpatroli.

Bangsa Buto

Kebanyakan wujud bangsa buto berupa raksasa tinggi besar dengan rambut keriting gimbal awut-
awutan, berhidung bulat dan besar, dan bertaring melengkung (seperti wujud buto dalam
pewayangan). Tingginya bisa mencapai 30 meter. Namun ada juga buto yang wujudnya seperti
raksasa kerdil (seperti patung dwarapala), tinggi badannya hanya sekitar 2 meter.

Bangsa buto ada yang hidup sendiri, ada juga yang hidup berkomunitas, ada juga yang
membentuk kerajaan buto. Umumnya komunitas bangsa buto hanya berisi bangsa buto, tidak ada
anggotanya yang dari jenis mahluk halus lain.

Banyak mahluk halus yang wujudnya raksasa tinggi besar, tetapi tidak semua mahluk halus
bertubuh raksasa adalah buto. Kebanyakan mereka adalah dari golongan bangsa jin. Bangsa buto
adalah jenis tersendiri.

Dari sisi perwatakannya, bangsa buto adalah termasuk mahluk yang berintelijensi rendah dan
lebih banyak menggunakan insting / naluri dan emosinya dalam bertindak. Kebanyakan dari
mereka bertindak adigang - adigung atau petentengan, sok sakti, sok kuasa. Ibaratnya, mereka
akan lebih dulu bertindak, urusan lain belakangan. Dengan sesama Buto, mereka memiliki tata
aturan, tetapi tidak peduli aturan terhadap mahluk halus lain yang kesaktiannya lebih rendah.
Mereka, tanpa banyak pertimbangan atau peringatan, akan menghajar siapa saja yang dianggap
mengganggu atau menghalangi jalan mereka.

Bangsa Buto termasuk jenis gaib berdimensi tinggi. Sulit untuk dilihat dengan mata, termasuk oleh
orang- orang yang mampu melihat gaib. Bahkan para mahluk halus sendiri pun jarang ada yang
bisa melihat Buto. Para Dewa sulit untuk dilihat, bangsa buto lebih sulit lagi untuk dilihat.
Biasanya mereka-lah yang menunjukkan dirinya kepada manusia, barulah manusia dapat melihat
mereka.

Walaupun bangsa buto sulit sekali untuk dilihat, biasanya keberadaan energinya dapat dirasakan.
Para mahluk halus, walaupun tidak dapat melihat Buto, akan secepatnya menyingkir
menyelamatkan diri bila merasakan adanya buto dari kehadiran energinya, karena energinya
sangat kuat bertekanan dan penuh dengan sifat kekerasan adigang-adigung sok kuasa.

Secara energinya, bangsa buto termasuk jenis gaib yang berenergi negatif terhadap manusia, juga
terhadap mahluk halus lain. Bila kita dapat merasakan keberadaan energinya, kita akan
merasakan bahwa energi bangsa buto terasa padat bertekanan, berbeda dengan energi mahluk
halus lain, apalagi dibandingkan energi bangsa dewa yang halus sekali tak terasa. Secara
keseluruhan kehadiran energi bangsa buto bisa dirasakan sampai jarak 100 meter, tetapi tekanan
energinya akan terasa dalam radius 50 meter.

Dari sisi kekuatan dan kesaktiannya, bangsa buto memiliki kemampuan untuk melipat-gandakan
kekuatannya sampai menjadi 5 kali lipat keadaan normalnya, dan total kekuatan yang mereka
miliki bisa mencapai 600 sampai 1000 kali lipat kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul atau 3 kali lipat
kekuatan triwikrama rata-rata Dewa. Tidak banyak mahluk halus yang mampu menandingi
mereka. Dewa-dewa pun tak berdaya jika mereka datang menyerang kahyangan. Tetapi para
Pandawa, yang merupakan sukma manusia, memiliki kekuatan yang bahkan melebihi kekuatan
Buto.

Tokoh bangsa buto yang terkenal adalah Prabu Rahwana, yang kisahnya ada dalam pewayangan
dalam cerita Ramayana. Pada akhir cerita dikisahkan Rahwana tewas di tangan Prabu Rama.
Tetapi itu hanyalah cerita. Yang sesungguhnya terjadi adalah Rahwana memang kalah oleh Prabu
Rama, tetapi dia tidak mati. Dia hanya terluka berat hingga sekarat, dilemahkan dan sampai
sekarang 'dipenjara' dengan dihimpit / ditindih sebuah bukit energi yang membuatnya tak
berdaya.

Pengalaman bertemu Buto :

- 2 kali bertemu Buto yang sama di dekat TMII, Jakarta.

- Bertemu 3 Buto dari Gunung Gede, Jawa Barat.

- Kerajaan Buto di Gombong, Jawa Tengah.

- Sepasang Buto dengan 1 anaknya, di dekat daerah Halim-Lubang Buaya, Jakarta, Mei 2011.

Bangsa Halus Lain-lain

Dalam tulisan bangsa halus lain-lain disini digunakan untuk menceritakan jenis-jenis mahluk halus
yang secara penggolongan jenisnya tidak termasuk jenis-jenis yang sudah dituliskan dalam
halaman sebelumnya. Masing-masing mahluk halus disini merupakan jenis-jenis tersendiri. Selain
yang sudah dituliskan disini, masih banyak jenis mahluk halus lain yang ada, tetapi kami tidak tahu
namanya.
Mahluk Jadi-Jadian

Mahluk jadi-jadian yang sering merubah wujudnya menyerupai manusia atau mahluk lain dengan
maksud menipu, bukanlah jenis mahluk halus tersendiri, bukan juga siluman. Bangsa siluman asal-
usulnya adalah sukma manusia, yang karena sesuatu sebab, mungkin kutukan, atau mungkin
karena kekuatan ilmunya, kemudian berubah wujudnya atau sifat energinya menjadi mirip seperti
bangsa jin (baca: Bangsa Siluman).

Mahluk jadi-jadian biasanya adalah bangsa jin kelas rendah, bangsa jin yang beraura psikologis
abu-abu, yang suka menipu, mengganggu atau menakut-nakuti manusia. Mereka juga suka
menirukan perilaku manusia. Mereka beraksi di tempat-tempat tertentu yang kerap didatangi
oleh manusia.

Ada yang beraksi di tempat-tempat tertentu yang pernah terjadi kecelakaan, memberi
penampakan di mata manusia seolah-olah mereka adalah para manusia yang pernah menjadi
korban kecelakaan disitu.

Ada yang memberi penampakan seperti kendaraan bus (bus hantu) atau kapal laut kosong (kapal
hantu).

Ada yang beraksi di bangunan / gedung yang sedang sepi, menakuti-nakuti manusia yang ada di
dalamnya.

Banyak juga yang beraksi di makam-makam atau tempat-tempat keramat yang biasa didatangi
oleh manusia untuk ngelmu gaib atau ngalap berkah (meminta berkah), beraksi seolah-olah
mereka adalah manusia yang dahulu dimakamkan disitu. Bila manusia datang ke tempat itu
dengan membawa sesaji, mereka mau mewujudkan keinginan si manusia bila sesajinya itu sesuai.

Biasanya bangsa jin ini sengaja menakut-nakuti atau menipu manusia dengan cara menirukan
sosok- sosok tertentu dari manusia yang sudah meninggal, termasuk perilakunya. Mereka juga
kerap menirukan sosok mahluk halus lain, seperti kuntilanak, pocong, si muka rata atau mahluk
halus lain yang sering disebut oleh manusia. Ada juga yang merasuk ke dalam tubuh seseorang
dan mengaku-aku sebagai orang tertentu. Bahkan banyak juga yang dengan sengaja menipu
manusia dengan tujuan bercinta dengannya untuk memenuhi hasrat birahinya.

Mahluk jadi-jadian ini bisa juga sejenis gondoruwo yang menyamar menjadi seseorang / suami
seseorang dan kemudian bercinta dengan istrinya. Atau bisa juga sejenis kuntilanak yang
menyamar menjadi manusia perempuan cantik yang menggoda seorang laki-laki untuk bercinta
dengannya.

Pocong

Sukma manusia yang telah meninggal biasa disebut arwah. Biasanya penampakkannya sama
dengan si manusia semasa masih hidup, tetapi ada juga yang kemudian berubah menjadi sebangsa
siluman (baca : Bangsa Siluman), dan ada juga yang kemudian berpenampakan sebagai pocong.
Pocong adalah mahluk halus sukma / roh / arwah orang yang sudah meninggal yang berwujud
manusia berselimut kain kafan, yang proses pemakamannya tidak sempurna. Mereka hidup
seperti roh manusia pada umumnya. Mereka tersiksa dengan wujudnya itu dan 'minder' terhadap
sukma dan mahluk halus lain. Biasanya pocong laki-laki akan berkumpul dengan sesama pocong
yang lain atau tinggal di dalam komunitas bersama kuntilanak, sedangkan yang perempuan akan
hidup sendirian.

Fenomena pocong terjadi karena proses pemakaman yang tidak sempurna. Dikatakan tidak
sempurna karena masih ada tali pocong yang masih mengikat jenazah, atau walaupun tali-tali
pocong tersebut sudah terlepas, sudah tidak mengikat, tetapi posisinya masih melingkar. Secara
kegaiban, kondisi tali pocong itulah yang menyebabkan sukma orang tersebut "terikat" dan
"terpaksa" berpakaian kain kafan. Sedangkan bila proses pemakamannya sempurna, biasanya
sukma orang tersebut akan berpakaian sama dengan pakaian terakhir yang dipakaikan kepadanya
atau sama dengan pakaian yang biasa dipakainya sehari-hari semasa hidupnya.

Fenomena pocong adalah salah satu bentuk kegaiban alam gaib. Setinggi apapun ilmu seseorang
semasa hidupnya, tetap saja fenomena itu dapat terjadi kepada dirinya. Begitu juga terjadi pada
jenglot atau batara karang. Semasa hidupnya ilmu orangnya tinggi sekali sampai-sampai setelah
meninggal pun jasadnya tidak hancur / membusuk, malah kemudian bisa dijadikan jimat kebal.
Mungkin juga semasa hidupnya orang tersebut bisa merogoh sukma, tapi faktanya, sesudah mati
rohnya tidak bisa keluar dari raganya. Aneh kan?

Fenomena pocong tidak ada kaitannya dengan amal baik ataupun kejahatan. Juga sesakti apapun
orangnya, tetap saja itu bisa terjadi kepada dirinya. Walaupun cerita tentang pocong seringkali
dipertentangkan, karena terkait dengan sensitivitas agama, dan walaupun ditutup-tutupi, tetap
saja itu terjadi. Banyak orang bisa memberikan kesaksian melihat pocong, dan dirinya sendiri pun
nantinya bisa juga menjadi pocong, karena itu adalah fenomena alam yang memang ada dan
berada di luar kekuasaan manusia. Justru disitu terkandung nasehat supaya manusia yang masih
hidup memakamkan dengan benar jasad seseorang yang sudah meninggal, sebagai perbuatan baik
terakhir kepada orang itu. Jadi, dalam proses pemakaman sebaiknya jangan dilakukan terburu-
buru, apalagi dengan alasan kondisi cuaca tidak bagus, atau takut kemalaman, atau kasihan kalau
tidak cepat-cepat dikubur, dsb. Segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar dan harus
dijadikan kebiasaan untuk melakukan sesuatu dengan benar, jangan melakukan sesuatu hanya
sebatas formalitas saja. Dan kejadian pocong itu juga bisa terjadi pada semua manusia yang
sekarang masih hidup bila nantinya meninggal.

Untuk menyempurnakan bentuk wujud dan penampilan pocong supaya bisa menjadi sama dengan
sukma / arwah lainnya hanya bisa dilakukan dengan cara menggali kembali makamnya dan
diperbaiki posisi tali pocongnya. Merubah bentuk wujudnya secara gaib hanya bisa dilakukan oleh
orang-orang yang sudah memiliki kegaiban roh.

Bangsa Merkayangan (?) orang bunian

Bangsa Merkayangan (?) adalah suatu jenis mahluk halus tersendiri. Sosok dan wajahnya mirip
dengan manusia. Mereka bekerja dan beraktivitas seperti layaknya manusia. Dunianya mirip
sekali dengan dunia manusia. Ada gedung-gedung, jalan raya dan kendaraan yang hilir-mudik,
pasar dan orang berjual-beli, sawah dan petaninya, melakukan jual beli dengan uang seperti di
dunia manusia. Ada yang kaya, bahkan juga ada yang miskin. Ada juga yang untuk kebutuhannya
sehari-hari kerap mencuri beras dan bahan makanan mentah milik manusia.

Kehidupan gaib jenis ini persis seperti kehidupan manusia, seolah-olah manusia dan mereka
memiliki kehidupan yang paralel. Hanya saja di dunia mereka tidak ada rumah ibadah dan sinar
matahari seperti di dunia manusia. Umumnya mereka tinggal di batu-batu yang keras. Walaupun
mereka tinggal di batu-batu, tetapi dunia kehidupan mereka luas seperti kehidupan manusia.

Merkayangan Cilacap.

Dikirimkan oleh Nikoagus Setiawan.

Foto di samping kiri adalah contoh sebuah lokasi yang di dalamnya, di bagian latar belakangnya,
ada kehidupan gaib dunia bangsa merkayangan. Pada malam hari, dengan cara melihat gaib, bisa
dilihat adanya bangunan-bangunan gaib perkantoran dan gedung-gedung tinggi yang besar dan
indah, memancarkan cahaya berkilauan (padahal di dunia nyatanya disitu tidak ada gedung).
Disitu juga ada pelabuhan dan kapal-kapal besarnya seperti kapal PELNI.

Kebanyakan dunia merkayangan yang diceritakan oleh manusia adalah dunia merkayangan yang
di dalamnya ada kehidupan yang sudah maju, ada gedung-gedung tinggi, jalan raya, pesawat
terbang, dsb, seperti contoh di atas. Sebagian orang malah ada yang menganggap itu markas UFO
/ alien. Sebenarnya tidaklah selalu demikian.

Pengertian dunia merkayangan adalah suatu kehidupan di alam halus yang anggota
masyarakatnya hidup dalam kehidupan yang mirip seperti di dunia manusia. Anggota
masyarakatnya bisa dari berbagai jenis mahluk halus. Secara keseluruhan kehidupan mereka itu
disebut dunia merkayangan, yaitu kehidupan mahluk halus di alam halus yang mirip dengan
kehidupan manusia di dunia manusia.

Dunia merkayangan ada dimana-mana, bukan hanya di darat, tetapi juga di laut, di sungai-sungai,
empang dan danau, dan gambaran kehidupannya tidak selalu seperti kehidupan berperadaban
maju, lebih banyak yang kehidupannya sederhana. Selain yang khusus dari jenis merkayangan,
para pelaku di dalam kehidupan bangsa merkayangan ada yang dari jenis sukma manusia,
dhanyang air dan bangsa jin air, yang menyatu membentuk kehidupan dan perilaku yang mirip
seperti kehidupan manusia, membentuk dunia halus merkayangan. Misalnya kehidupan
merkayangan di sungai-sungai dan di dekat perkampungan manusia, ada yang anggotanya hidup
dengan menangkap ikan, ada yang mendayung perahu, ada yang bertani, berkebun, dsb.

Bangsa Bidadari gandharva

Bidadari adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya mirip seperti manusia perempuan, yang
hidup sebagai rakyat dan menjadi pelayan para Dewa. Mereka berpakaian seperti penari Jawa,
memakai kain dan selendang. Dalam waktu-waktu tertentu, biasanya pada malam bulan
purnama, mereka diijinkan untuk turun ke bumi, pergi ke tempat-tempat yang mereka ingin
datangi.

Ada beberapa bidadari, yang karena diperistri oleh Dewa, kemudian diangkat derajatnya menjadi
Dewi. Mereka mendapatkan penghormatan khusus, diakui sebagai dewi, diubah secara fisik
menjadi dewi, diberi kekuatan dan kesaktian setingkat dewa, dan bertempat tinggal bersama
dewa di kahyangan. Ada juga bidadari yang menikah dengan manusia dan kemudian tinggal di
dunia manusia.

Bangsa Peri

Peri adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya mirip manusia perempuan, tetapi ukuran
tubuhnya bermacam-macam, ada yang kecil seperti boneka, biasanya bersayap bening transparan
dan bersinar warna-warni. Bila kemunculannya terlihat oleh manusia, biasanya yang terlihat
hanyalah sinar dari sayapnya yang berwarna-warni mengepak-ngepak seperti sayap kupu-kupu.
Ada juga yang tinggi seperti manusia, biasanya tidak bersayap. Bangsa peri biasanya tidak hidup
sendirian, tetapi mempunyai kelompok sendiri-sendiri sesuai dengan jenis dan ukuran tubuhnya
masing-masing.

Peri yang bertubuh kecil, biasanya tidak jahat dan tidak suka mengganggu. Mereka hidup seperti
bidadari, yaitu menjadi pelayan mahluk halus yang menjadi penguasa di tempat tinggalnya.
Mereka memiliki pertemanan dan kesetiaan yang tinggi terhadap teman-temannya dalam
kelompoknya. Bila ada yang diganggu atau ditangkap oleh mahluk lain, biasanya teman-temannya
yang lain akan berusaha menolongnya dengan berbagai cara, atau meminta bantuan kepada
mahluk halus yang mereka layani.

Biasanya kesaktian mereka rendah. Hidup di bawah tanah yang kering, tidak basah, atau di bagian
bawah pohon. Ada juga yang tinggal di bawah tanah di lumbung (di rumah manusia).

Peri yang bertubuh tinggi seperti manusia sosoknya bermacam-macam. Ada yang seperti manusia
perempuan, ada yang seperti kuntilanak, ada yang cantik seperti bidadari, ada juga yang wajahnya
menakutkan. Wataknya pun bermacam-macam. Ada yang baik, ada juga yang jahat dan suka
mengganggu manusia. Dibanding kuntilanak, kesaktiannya ada yang lebih rendah, ada juga yang
lebih tinggi.
Tetapi ternyata di alam halus ada banyak bangsa jin yang sosok wujudnya persis sekali mirip peri,
seperti peri kecil bersayap warna-warni. Biasanya mereka hidup dalam komunitas yang sejenis.
Walaupun wujud fisiknya mirip peri, tetapi kekuatan mereka tinggi, bisa sampai 800 - 900 KRK.

Ada beberapa orang pembaca situs ini yang tidak sengaja kedatangan bangsa jin mirip peri ini
yang datang mengikut kepadanya.

Bangsa Dhanyang

Istilah dhanyang pada umumnya pengertiannya adalah mahluk halus yang menjadi penjaga /
penguasa (mbahureksa) di suatu lokasi / daerah atau yang menjadi penunggu suatu tempat /
lokasi tertentu. Mereka bisa dari jenis apa saja, kebanyakan adalah bangsa jin.

Istilah dhanyang yang dimaksudkan dalam tulisan ini berbeda pengertiannya.

Dhanyang adalah sejenis mahluk halus yang menjadi penghuni suatu lokasi di darat atau di air.
Mereka bukan bangsa jin. Mereka dari jenis tersendiri.

Dhanyang darat, berwujud seperti manusia, tetapi ada juga sedikit yang sosoknya seperti ular
besar. Umumnya berwatak baik, tetapi jika merasa terganggu, mereka juga bisa marah. Biasanya
mereka tinggal di gunung atau hutan yang jauh dari kehidupan manusia, atau tinggal di tempat-
tempat yang dulunya menjadi tempat tinggal manusia berspiritualitas tinggi, atau di situs-situs
yang beraura energi mistis. Sebagian lagi tinggal di makam-makam yang dikeramatkan manusia
atau di tempat-tempat manusia biasa datang untuk "ngalap berkah". Mereka sering "menolong"
manusia yang datang ke tempat tinggalnya untuk 'ngalap berkah'.

Dhanyang air adalah mahluk halus penghuni air yang berwujud, selain seperti manusia, banyak
yang wujudnya seperti hewan air, misalnya berwujud seperti ikan besar, ikan mas, ikan lele, kura-
kura, dsb. Yang wujudnya seperti hewan itu banyak di antaranya yang memiliki mustika di
kepalanya atau di dalam perutnya. Mereka tinggal di air, seperti sungai, mata air, situ dan danau.

Biasanya mereka berwatak baik, tidak jahat terhadap manusia, tetapi bila manusia mengganggu
mereka, atau melakukan perbuatan yang tidak pantas, mereka juga bisa marah. Tetapi jika kita
mau bersikap sopan kepada mereka, mereka juga mau membantu kita. Misalnya kita akan
memancing atau menangkap ikan, sebelumnya dengan sopan kita mengucapkan salam dan
permisi minta diijinkan memancing atau menangkap ikan dan kita memberi sesaji berupa telor
ayam mentah atau telor goreng mata sapi yang dilemparkan ke dalam air, mudah-mudahan
mereka mau membantu supaya ikan hasil tangkapan kita banyak.

Sebagian dhanyang yang tinggal di tempat-tempat yang manusia biasa mencari berkah, seperti
untuk pesugihan atau kesaktian, berwatak jelek, golongan hitam / abu-abu, yang nantinya akan
menjadikan si manusia sebagai tumbalnya atau membawa arwah manusia ke tempat tinggalnya
untuk dijadikan tawanan atau budak.

Banaspati

Banaspati adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya bisa seperti bola api atau api obor
berjalan, bisa seperti manusia api, atau kerbau api (banaspati gunung Merapi). Rata-rata kekuatan
gaibnya sekitar 20 kalinya mustika merah delima.
Banaspati identik dengan api dan panas. Bila ada tanda-tanda kehadiran banaspati, sebaiknya
manusia segera menghindar, jangan malah datang mendekati untuk melihat / mencaritahu lebih
dekat. Mereka tidak suka keberadaannya diketahui oleh manusia, sehingga bila bertemu manusia,
mereka akan menyerang atau membunuh. Mereka ganas dan tidak mengenal kompromi ataupun
sesaji.

Manusia Kate

Mahluk halus berwujud Manusia Kate / Kerdil komunitasnya terdapat di beberapa daerah / hutan
yang jauh dari kediaman manusia. Tubuh mereka pendek / kate (mirip dongeng kurcaci).
Kehidupannya mirip kehidupan manusia, cenderung mirip seperti kehidupan primitif dengan
peralatan sangat sederhana, seperti manusia yang hidup di pedalaman.

Biasanya mereka bersikap baik kepada manusia yang sudah mereka kenal. Tetapi kepada manusia
yang belum dikenalnya, bila bertemu, kalau mereka tidak sempat bersembunyi, mereka akan
bersikap galak dan menyerang, bahkan bisa membunuh. Terjadi demikian karena kecerdasan
mereka rendah dan mudah panik, sehingga untuk menyelamatkan dirinya, bila tidak dapat
bersembunyi, mereka akan menyerang.

Manusia Kate suka sekali, sambil tetap bersembunyi, memperhatikan atau 'memata-matai'
manusia yang lewat di dekat kediaman mereka. Kadang karena terlalu asyik memperhatikan,
keberadaan mereka bisa terlihat oleh manusia, atau tanpa sadar mereka membuat gerakan-
gerakan di dedaunan / semak-semak tempat mereka sembunyi, sehingga akhirnya mereka terlihat
oleh manusia. Jika ketahuan, mereka akan langsung berlari ke 'kampung'-nya.

Sebenarnya mereka ramah dan baik hati, hanya saja keberadaan mereka tidak mau diketahui oleh
manusia, dan bila merasa panik dan tidak dapat bersembunyi, mereka akan menyerang. Bila ada
seseorang sendirian berada di dekat kediaman mereka, dan mereka mengetahui orang tersebut
sedang menderita sakit atau terluka, biasanya mereka akan keluar dari persembunyiannya untuk
menolong orang itu. Bila sudah saling mengenal, mereka ramah sekali. Apapun yang kita minta
biasanya akan mereka turuti.

Manusia Kate ini sebenarnya adalah mahluk halus. Tetapi mereka tidak bisa mengontrol emosi
dan energi mereka, sehingga sering terlihat oleh manusia. Bila sedang merasa santai dan merasa
aman, mereka akan terlihat sebagai manusia dan kakinya pun meninggalkan jejak tapak kaki di
tanah.

Manusia Kate ini sejenis dengan bangsa kurcaci di Eropa yang sering kita dengar cerita
dongengnya.

Ratu Binatang

Ada banyak mahluk halus yang merupakan ratu dari binatang, sehingga dimana mereka tinggal
akan banyak binatang yang serupa dengannya ikut bersarang. Bila dia berpindah tempat tinggal,
maka binatang-binatang itupun akan ikut berpindah sarang.

Ratu Walet adalah sesosok mahluk halus berwujud seperti burung rajawali berwarna coklat gelap
dengan tinggi badan 2 meter. Secara alami mereka tinggal di goa-goa di gunung kapur atau
gunung karang yang gelap dan sedikit cahaya. Di tempatnya tinggal pasti banyak burung walet
bersarang. Bila dia pindah tempat tinggal, maka burung-burung walet itupun akan ikut berpindah
sarang.

Adakalanya dia mau tinggal di dalam sebuah bangunan yang sengaja dibuat gelap oleh pemiliknya
untuk dijadikan rumah walet. Dengan keberadaan ratu walet disitu, maka banyak burung walet
akan ikut tinggal bersarang disitu, sehingga bangunan tersebut menjadi penuh dengan burung
walet yang bersarang.

Bagi yang mengerti gaib, mereka dapat mengundang Ratu Walet ini dengan sesaji bakaran
menyan jawa dan sejumlah ikan laut kecil yang masih segar. Karena Ratu Walet tidak mudah
untuk merasa betah dan mau tinggal di suatu tempat, kadangkala ritual ini harus dilakukan
beberapa kali.

Ada juga Ratu Ular yang biasanya sosoknya seperti ular sanca besar. Sebagian dari mereka di
sarangnya mempunyai telur dan sebagian telur-telur itu sudah menetas dan menjadi anak-anak
ular gaib tersebut. Biasanya anak-anak ular itu akan tinggal bersama dengan induknya.

Ada sebagian jenis ular gaib ini yang menjadikan tubuh manusia sebagai sarangnya dan sebagai
tempatnya bertelur.

Ada Ratu Belalang berwarna hijau muda yang tingginya 3 meter dan panjangnya 6 meter.

Ada juga Ratu Ikan yang sebenarnya adalah dhanyang air.

Ada juga rajanya harimau. Jika sosok gaib ini berteman dengan seseorang dan mendampinginya
keluar masuk hutan, maka sosok ini akan melindungi orang tersebut supaya terhindar dari sosok-
sosok halus yang mengganggu dan supaya terhindar dari serangan / gigitan hewan buas / liar.

Khodam

Istilah khodam diartikan sebagai mahluk halus tertentu yang bisa dimintai bantuannya atau
diharapkan kegaiban / tuahnya oleh manusia, atau mahluk halus yang menjadi sumber kekuatan
gaib dari sebuah jimat, pusaka atau ilmu gaib (prewangan). Mereka bisa dari jenis mahluk halus
apa saja, kebanyakan adalah bangsa jin.

Khodam Ilmu dan khodam pendamping, bisa mahluk gaib jenis apa saja, biasanya bangsa jin.

Khodam jimat batu cincin / rajahan, biasanya adalah bangsa jin.

Khodam keris jawa (keris tua buatan empu keris jaman dulu) dan benda-benda pusaka lain buatan
empu keris jawa jaman dulu, khodamnya adalah mahluk halus sebangsa wahyu keris, yang
komunitasnya tinggal di atas gunung Himalaya, dekat Kahyangan, kediaman para dewa.

Khodam Mustika (yang asli alam), biasanya bukan bangsa jin, hanya sedikit yang khodamnya
bangsa jin. Jenis mustika biasanya khodamnya adalah jenis tersendiri. Mustika yang sejenis
biasanya khodamnya juga dari jenis yang sama. Mustika lain yang berbeda, khodamnya juga dari
jenis yang berbeda.
Khodam mustika wesi kuning jenisnya sama, wujudnya juga sama, seperti manusia laki-laki kekar
bertelanjang dada dan berkepala botak.

Khodam mustika merah delima jenisnya sama, tetapi wujudnya tidak selalu sama, bisa seperti
bapak-bapak berjubah, ibu-ibu berkemben, ksatria laki-laki atau perempuan, bisa juga seperti
anak-anak.

Khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika batu merah delima.

Khodam mustika keong buntet, burung perkutut majapahit dan burung perkutut jawa berbulu
putih kebanyakan adalah bangsa jin dari golongan putih.

(Baca juga : KHODAM).

Penggolongan Mahluk Halus


Secara umum orang-orang awam maupun paranormal dan praktisi supranatural menyebut nama
jenis mahluk halus berdasarkan penampakan sosoknya, misalnya semua sosok hitam besar berbulu
di sekujur tubuhnya disebut gondoruwo. Atau yang bersosok ular disebut siluman. Atau yang
bersosok perempuan berjubah putih panjang sampai ke tanah disebut kuntilanak. Tetapi seringkali
penyebutan jenisnya berdasarkan sosok-sosok tersebut tidak selalu tepat, karena banyak mahluk
halus yang sosoknya serupa, tetapi sebenarnya dari jenis yang berbeda.

Begitu juga terjadi di dunia manusia, misalnya manusia mengelompokkan jenis binatang berdasarkan
anatomi tubuhnya, misalnya singa, harimau, phanter, macan tutul, macan kumbang, dsb,
dikelompokkan sebagai jenis "kucing besar", walaupun perwatakan mereka sama sekali tidak mirip
dengan kucing. Yang wataknya bisa dikategorikan mirip dengan kucing mungkin hanya hewan-hewan
seperti cheetah, kucing hutan dan kucing gunung.

Berdasarkan hemat penulis, seringkali sikap berpikir dan generalisasi pengelompokkan mahluk halus
berdasarkan sosok wujudnya, selain tidak selalu tepat, juga dapat menjadi kendala yang jika terjadi
masalah dengan suatu mahluk halus tertentu menyebabkan penanganannya menjadi sulit, bahkan
keliru.

Ada beberapa kriteria dasar pengertian yang Penulis gunakan dalam menilai mahluk halus untuk
membedakan jenis-jenisnya, karakternya dan tentang pengaruh keberadaannya masing-masing
terhadap manusia. Diperlukan suatu kemampuan kebatinan - spiritual khusus untuk dapat
melakukan pembedaan ini ketika kita menemukan sesosok mahluk halus tertentu, sehingga mungkin
apa yang Penulis tuliskan disini akan berbeda sekali dengan pengertian orang-orang lain pada
umumnya.

Penulis membuat penggolongan besar mahluk halus bukan sekedar berdasarkan penampakkan
sosok wujudnya saja seperti yang sudah diungkapkan dalam tulisan : Hakekat Wujud dan Watak
Mahluk Halus, tetapi juga berdasarkan pandangan dari sisi asal-usulnya, sifat energinya, sifat
pengaruh energinya dan 'rasa' energinya, dan penilaian atas karakter dan perwatakannya yang
merupakan bagian yang mendasar dari sisi kepribadian suatu mahluk halus yang akan membedakan
antara suatu mahluk halus dengan mahluk halus lainnya, walaupun sosok wujudnya mirip.
Untuk belajar mendeteksi keberadaan mahluk halus, mencaritahu sifat perwatakannya, tujuan dan
pengaruh keberadaannya, dapat dibaca dalam tulisan : Olah Rasa dan Kebatinan dan Ilmu Tayuh /
Menayuh Keris.

Berdasarkan kriteria penilaian di atas, terhadap masing-masing jenis mahluk halus dilakukan
penggolongan yang akan membedakannya antara satu jenis dengan jenis lainnya, sehingga jenis
kuntilanak, gondoruwo, peri, sukma / arwah, dsb, akan berbeda dengan jenis bangsa jin dan berbeda
juga dengan jenis bangsa buto. Sehingga walaupun sosok wujud penampakan bangsa jin banyak
yang mirip dengan sosok dan wujud mahluk halus lain, tetapi rasa dan sifat energinya berbeda,
kekuatan dan karakternya juga berbeda, sehingga bisa diketahui bahwa walaupun sosok
penampakannya sama, tapi sebenarnya mereka tidak sama, berbeda jenisnya.

Penulis melakukan pembedaan mahluk halus dengan penggolongan sbb :

1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya.

2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya.

3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya.

4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya.

5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya.

Semua penggolongan itu menggunakan kriteria dasar yang kita sendiri akan bisa juga
mempelajarinya dan kriterianya didasarkan juga dari sisi pengaruhnya masing-masing terhadap
manusia.

1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya

Berdasarkan asal-usulnya, semua mahluk halus dibagi dalam 2 kelompok pokok :

Pertama : Makhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma manusia.

Kedua : Makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus.

Yang termasuk dalam kategori pertama, yaitu makhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma
manusia, adalah arwah manusia, roh manusia yang moksa, roh sedulur papat, roh manusia yang
merogoh sukma, pocong, dan bangsa siluman.

Bangsa siluman disini asal-usulnya adalah sukma manusia, yang karena sesuatu sebab, mungkin juga
karena kutukan, setelah kematiannya kemudian wujud sukmanya berubah menjadi sosok lain yang
tidak sama lagi dengan sosoknya dulu ketika masih hidup, atau mungkin karena kekuatan ilmunya,
kemudian sifat energinya berubah menjadi seperti bangsa jin, yang tidak lagi sama dengan sifat
energi sukma manusia pada umumnya (baca : Bangsa Siluman).

Yang termasuk dalam kategori kedua, yaitu makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus,
adalah jenis-jenis mahluk halus lain yang sejak awal memang sudah tercipta sebagai mahluk halus,
yang aslinya tidak berasal dari manusia yang dulu pernah hidup, seperti bangsa kuntilanak,
gondoruwo, jin, buto, bidadari, dsb.
Pembedaan asal-usul sesosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah
sebenarnya merupakan jenis mahluk halus yang lain adalah pembedaan yang bersifat sangat
mendasar dan penting (sekaligus juga sensitif), karena terkait dengan rahasia kehidupan manusia
yang sudah meninggal dan rahasia kehidupan manusia di alam roh.

Banyak tabir rahasia yang tidak terungkap mengenai kehidupan manusia sesudah kematiannya.
Sekalipun sebenarnya banyak manusia yang bisa mengetahuinya, namun seringkali justru manusia
sendiri yang menutup-nutupinya, ditambah lagi adanya pandangan yang dengan sengaja
membelokkan pemahaman manusia dan menjadikannya tabu untuk dibicarakan, menyebabkan
rahasia ini menjadi semakin tersamar, yang kemudian justru memunculkan banyak cerita mitos dan
tahayul, pengkultusan dan syirik, yang tidak jelas kebenarannya. Padahal sebenarnya inilah hakiki
dari semua kepercayaan kepada Tuhan.

Kesalah-pemahaman dan salah penafsiran tentang rahasia itu telah banyak menyebabkan manusia
yang telah berada di alam roh merasa bingung mendapati kondisi yang tidak pernah terbayangkan
semasa hidupnya dan sama sekali berbeda dari apa yang pernah diketahuinya. Adanya kekeliruan
pemahaman dan salah penafsiran telah membelokkan manusia dari pemahaman yang benar,
padahal nantinya semua manusia juga akan membuktikan sendiri kebenarannya, karena semua
manusia juga nantinya akan berpindah ke alam roh, yang juga menyebabkan manusia yang masih
hidup, sekalipun tekun beribadah dan merasa beriman, tidak akan pernah siap menerima
kematiannya dan tidak tahu nantinya akan kemana.

Secara spiritual sesosok mahluk halus sukma manusia / arwah bisa ditelusuri hubungannya dengan
seseorang (perihal garis keturunan seseorang dengan leluhurnya), sedangkan mahluk halus dari jenis
lain secara umum tidak ada kaitan keturunan dengan manusia.

Dalam tulisan Kesaktian Mahluk Halus Penulis sudah menuliskan sifat energi mahluk halus yang
membedakan roh / sukma manusia dengan jenis mahluk halus lain. Dari perbedaan sifat energinya
itu akan menjadi semakin jelas apakah sesosok halus yang ditemui oleh manusia sebenarnya adalah
bangsa jin, kuntilanak, dsb, walaupun mengaku-aku atau menampakkan diri sebagai sosok sukma
manusia tertentu yang sudah meninggal. Mengenai kehidupan manusia yang sudah berada di alam
roh, Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan berjudul Roh Manusia / Sukma / Arwah.

Upaya penggolongan-penggolongan yang lain di bawah ini akan semakin memperjelas perbedaan
asal-usul suatu sosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah sebenarnya
merupakan jenis mahluk halus lain yang aslinya bukan sukma manusia.

2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya

Penggolongan mahluk halus berdasarkan rasa energinya ini dimaksudkan untuk kita mendeteksi
keberadaan mereka dari keberadaan energi mereka, dengan cara merabanya dengan tangan atau
mendeteksi menggunakan kepekaan rasa batin, dan juga untuk merasakan hawa / suasana yang
ditimbulkan oleh adanya mereka, misalnya suasana teduh atau panas, angker atau wingit, damai
atau menakutkan, dsb.

Dalam cara merasakan keberadaan sesosok mahluk halus dengan merasakan kehadiran energinya ini
akan lebih baik bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau
benturan energi yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa
pada tangan kita atau dengan menggunakan kepekaan rasa batin dapat dibaca di tulisan berjudul
: Olah Rasa dan Kebatinan.

Mahluk halus, selain sukma manusia, seperti jin atau gondoruwo, keberadaan energinya lebih
terasa, lebih besar, tebal dan padat, diibaratkan seperti rasa ketika kita menggerakkan tangan di
dalam air, lebih padat terasa. Hawanya ada yang terasa hangat, ada yang panas menyengat, ada juga
yang dingin seperti uap es.

Makhluk halus yang merupakan roh / sukma manusia, keberadaan energinya, bila diraba dengan
tangan, energinya sangat halus, hampir tidak terasa. Bisa diibaratkan kita menggenggam atau
menangkap asap dengan tangan kosong, halus, hampir tak terasa. Bila terasa biasanya hanya seperti
gerakan angin saja. Hawanya biasanya terasa hangat, tetapi ada juga yang dingin.

Bangsa siluman yang asal-usulnya adalah sukma manusia, bila yang berubah hanya wujudnya saja,
maka sifat energinya masih sama dengan sukma manusia yang lain. Bila yang berubah adalah sifat
energinya, maka bila keberadaan energinya kita rasakan dengan telapak tangan, maka rasanya tidak
lagi seperti asap atau gerakan angin seperti umumnya sukma manusia, tetapi sama seperti bila kita
merasakan keberadaan energi jin atau dedemit, yaitu lebih padat, lebih terasa, ibaratnya seperti
menggerakkan tangan di dalam air.

Kita perlu mengenal sifat dan rasa energi masing-masing jenis mahluk halus. Masing-masing jenis
mahluk halus memancarkan suatu rasa energi tertentu sesuai sifat energinya dan sesuai
perwatakannya masing-masing. Misalnya, jenis kuntilanak atau gondoruwo memancarkan rasa
energi sendiri-sendiri dan mempunyai kekuatan dan kepadatan energi sendiri-sendiri yang berbeda
dengan jenis mahluk halus lainnya. Sehingga kalau ada bangsa jin yang sosoknya serupa dengan
kuntilanak atau gondoruwo, kita akan bisa mengenali dengan rasa bahwa itu sebenarnya adalah
bangsa jin, bukan kuntilanak atau gondoruwo, karena rasa energinya berbeda.

Semua kuntilanak atau gondoruwo kekuatannya dan sifat energinya sama sesuai jenisnya masing-
masing. Jika ada sesosok halus lain, walaupun sosok wujudnya mirip, tetapi jika kepadatan energi
dan kekuatannya berbeda, maka bisa dipastikan bahwa itu sebenarnya bukanlah jenis kuntilanak
atau gondoruwo, walaupun sosoknya mirip.

Roh / sukma manusia biasanya energinya halus, tetapi tajam, sehingga kalau ada jenis bangsa jin,
atau kuntilanak atau dhanyang yang menyamar sebagai sukma seseorang yang sudah meninggal,
kita akan bisa mengetahui bahwa itu adalah tipuan, karena energi mereka lebih padat / tebal tidak
seperti energi sukma manusia.

Dalam melihat gaib mungkin akan lebih baik kalau kita bisa meminta sosok halusnya untuk duduk
atau berdiri di hadapan kita atau di samping kita untuk berkomunikasi, sehingga akan lebih jelas
tampilan sosoknya dan lebih terasa hawa energinya, bukan hanya berupa gambaran sosoknya saja.

Energi suatu roh halus apakah terasa hangat, panas atau dingin, biasanya melambangkan juga
perwatakannya.

Secara umum, hawa energi mahluk halus akan terasa hangat pada tangan kita.
Bila hawanya terasa panas, ini menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan
kewibawaan, sebagiannya juga emosional dan mudah marah. Sebaiknya kita berhati-hati bila berada
di lingkungan gaib yang berhawa panas.

Bila hawanya terasa sejuk, ini menggambarkan perwatakannya yang bisa menahan diri, tidak mudah
marah.

Bila hawanya terasa dingin seperti uap es, ini menggambarkan sosok gaibnya tidak mengedepankan
emosinya, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Hawa panas di atas tidak selalu menggambarkan perwatakan sosok gaib yang galak / ganas, tetapi
lebih menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, tetapi sebagiannya
memang juga emosional dan mudah marah.

Hawa dingin di atas juga bukan berarti menggambarkan perwatakan sosok gaib yang kalem / teduh,
tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang tidak mengedepankan emosi, banyak yang lebih
mengedepankan naluri / instingnya.

Banyak sosok gaib yang hawa energinya dingin seperti uap es, tetapi jauh lebih galak dan ganas dan
jauh lebih berbahaya daripada yang hawanya panas. Contohnya adalah sosok-sosok gaib yang
seperti macan kumbang (macan hitam), yang seperti ular, dan yang seperti ular naga jawa (berbadan
dan berkepala seperti naga, tetapi tidak berkaki). Sosok-sosok itu biasanya jauh lebih ganas dan
berbahaya daripada yang hawanya panas. Biasanya juga tidak emosional. Dari rasa / hawa energinya
tidak terasa kondisi psikologisnya karena lebih mengedepankan naluri / instingnya yang sewaktu-
waktu dapat menyerang tanpa ada sebab / alasan yang jelas.

Jadi dalam rangka mengenal kepribadian sesosok mahluk halus, selain hawanya, kita juga harus tahu
dengan tepat sosok wujudnya, karena sosok wujudnya itu juga menggambarkan bentuk
kepribadiannya.

Dari rasa energinya kita juga bisa membedakan apakah sesosok mahluk halus itu adalah arwah
manusia ataukah roh lain seperti jin, dsb. Tetapi ini hanyalah patokan awal, tidak bisa dijadikan
patokan mutlak, karena ada juga mahluk halus lain yang rasa energinya halus mirip seperti sukma
manusia.

Masing-masing jenis mahluk halus mempunyai sifat dan kepadatan energi sendiri-sendiri. Misalnya
roh sukma manusia keberadaan energinya terasa halus seperti hembusan angin saja. Jenis
kuntilanak juga terasa halus, tetapi energinya lebih terasa dibanding sukma manusia. Keberadaan
energi jenis gondoruwo lebih padat terasa daripada jenis kuntilanak dan menimbulkan rasa yang
tidak baik untuk kesehatan manusia, seperti rasa udara / cuaca yang menyebabkan sakit panas
dalam, nggreges-nggreges, dan keberadaannya di sekitar tempat tinggal manusia dapat
menyebabkan manusia menjadi mudah sakit-sakitan, terutama anak-anak dan bayi.

Rasa keberadaan energi mahluk halus jenis buto mirip seperti rasa keberadaan energi gondoruwo,
tetapi kadarnya jauh lebih padat dan bertekanan. Para mahluk halus, sekalipun tidak dapat melihat
wujudnya yang buto setelah mereka merasakan adanya kehadiran buto dari rasa energinya, mereka
akan segera menyingkir menyelamatkan diri, karena energinya sangat kuat dan terasa penuh dengan
sifat adigang-adigung sok kuasa penuh hawa kekerasan.
Rasa keberadaan energi bangsa jin sangat bervariasi, lebih banyak dipengaruhi oleh perwatakannya
yang keras atau lembut dan tingkat kesaktiannya. Yang perwatakannya keras / emosional
keberadaan energinya akan lebih terasa daripada yang perwatakannya kalem / lembut. Semakin
tinggi kesaktiannya pancaran energinya lebih besar dan lebih kuat, tetapi energinya itu semakin
halus dan semakin sulit dirasakan (semakin sulit dideteksi). Semakin tinggi kesaktiannya
penampakan wujudnya juga semakin sulit dilihat (dimensi gaibnya semakin tinggi), sehingga secara
umum bangsa jin yang kesaktiannya tinggi sulit sekali sosok wujudnya terlihat oleh manusia, bahkan
keberadaannya terdeteksi saja tidak, sehingga jarang sekali ada manusia yang bisa melihat mereka,
tetapi banyak orang yang sok tahu dan memunculkan dogma dan pengkultusan yang tidak benar,
yang tidak sesuai kesejatiannya.

Mahluk halus bangsa dewa sangat sulit dirasakan kehadiran energinya, sangat halus, dan sangat sulit
dilihat, bahkan para mahluk halus sendiri pun banyak yang tidak bisa melihat bangsa dewa, bahkan
tidak menyadari keberadaan para dewa, walaupun ada dewa hadir di dekat mereka.

Secara alami aura energi masing-masing mahluk halus akan terpancar pada jarak tertentu sesuai
kekuatan energinya. Pancaran energi ini akan dirasakan manusia sebagai penyebab rasa merinding
takut, tetapi bagi yang pernah olah rasa atau melatih kebatinan tertentu pancaran energi mahluk
halus dapat dirasakan berupa rasa sesak di dada pada jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa
merinding.

Rasa merinding itu juga bisa dibedakan. Jika rasa itu berasal dari adanya sesosok bangsa jin biasanya
rasa merindingnya terasa berat dan rasanya seperti "mencengkeram" dan ada juga yang sampai
menyebabkan orang lemas ketakutan. Tetapi jika rasa itu berasal dari adanya sesosok sukma
manusia biasanya rasa merindingnya hanya terasa tajam menusuk.

Secara alami pada umumnya jati diri dan keberadaan mahluk halus tidak ingin diketahui oleh
manusia. Sosok-sosok halus yang menimbulkan rasa merinding itu adalah karena mereka dengan
sengaja menunjukkan keberadaannya kepada manusia untuk maksud tertentu. Kalau tidak begitu
maka keberadaan mereka tidak akan menimbulkan rasa merinding, mungkin terasakan saja tidak.

Biasanya semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, walaupun pancaran energinya besar, tetapi
pancaran energinya semakin halus dan semakin sulit dirasakan oleh manusia (juga semakin sulit
dilihat) dan keberadaan sosok itu juga tidak menimbulkan rasa merinding, sehingga keberadaan
mahluk halus yang kesaktiannya tinggi akan sangat sulit dideteksi keberadaannya oleh manusia.
Kadangkala sesama mahluk halus pun tidak bisa melihat mahluk halus lain yang kekuatannya jauh di
atasnya, tetapi masih bisa merasakan kehadiran energinya, sehingga bila mereka merasakan
kehadiran energinya, maka mereka akan berhati-hati dan menyingkir.

Cara merasakan keberadaan sesosok mahluk halus dengan merasakan kehadiran energinya ini dapat
dilakukan dengan merasakan getaran / setruman energinya di telapak tangan kita, akan lebih baik
bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau benturan energi
yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa pada tangan kita
dapat dibaca di : Olah Rasa dan Kebatinan.

Selain belajar mempertajam kepekaan rasa di tangan kita, tulisan di atas juga memberikan tuntunan
untuk kita belajar mempertajam kepekaan rasa batin, sehingga walaupun keberadaan sesosok
mahluk halus tidak terasakan kehadiran energinya, dan tidak dapat dilihat dengan kemampuan
melihat gaib, tetapi kita bisa mendeteksi keberadaannya dengan adanya rasa berat di dada pada
jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa merinding.

Secara alami semua mahluk halus akan memancarkan suatu hawa / aura energi dari tempat
keberadaannya masing-masing yang sesuai dengan sifat psikologis dan perwatakan mahluk
halusnya. Bila kita sudah cukup peka rasa dan batin, kita akan dapat mengenali dari hawa / aura
energinya itu apakah sesosok mahluk halus itu bersikap bersahabat atau tidak, sedang marah atau
tidak, sedang sedih atau tidak, apakah sifat wataknya menonjolkan kesaktian dan kegagahan, apakah
sifat energinya baik atau tidak untuk manusia, apakah keberadaannya berbahaya untuk kita, dsb.

Dan masing-masing rasa energi mahluk halus itu berbeda, rasa energinya berbeda antara sukma
manusia, bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, buto, dsb, dan juga berbeda rasanya bila energi itu
berasal dari adanya mustika dan pusaka di alam gaib bila ada keberadaannya di dekat kita, sehingga
tanpa melihat sosok wujudnya, dari pengenalan rasa itu kita bisa mengenali sosok halus jenis apa
yang ada di suatu tempat. Rasa energi itu akan terasa ketika kita datang / berada di suatu tempat
sebagai rasa gaib dari suasana alam di tempat tersebut, sesudah itu barulah digunakan kemampuan
melihat gaib untuk menegaskan sosok wujudnya seperti apa.

3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya

Para mahluk halus dapat membuat suatu bentukan energi, yang dapat dijadikan perisai energi
pagaran diri untuk perlindungan dan bertahan dari serangan mahluk halus lain, atau menyalurkan
energinya untuk menyerang, atau untuk merubah penampilan wujudnya, atau untuk banyak tujuan
yang lain.

Kemampuan para mahluk halus dalam membuat bentukan energi itu akan membedakan jenisnya
bahwa mereka bukanlah roh manusia, karena roh manusia tidak dapat melakukan itu.

Secara umum dipahami bahwa sifat fisik mahluk halus adalah bersifat energi. Perbedaan sifat fisik
energi ini akan membedakan antara mahluk halus yang adalah sukma manusia dengan mahluk halus
lain yang bukan sukma manusia, walaupun menampakkan suatu sosok yang serupa. Sudah dituliskan
dalam tulisan Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus bahwa sosok wujud mahluk halus tidaklah
menggambarkan kesaktiannya. Kesaktian mahluk halus harus secara khusus diukur masing-masing
kekuatan energinya berikut perbedaan sifat dan kemampuan energi mahluk halus yang itu akan
membedakan apakah sesosok mahluk halus adalah sukma manusia atau bukan, selengkapnya dapat
dibaca di : Kesaktian Mahluk Halus.

Selain yang sengaja disalurkan keluar tubuh, aura energi dari keberadaan sesosok mahluk halus juga
akan terpancar dalam jarak tertentu yang akan dirasakan oleh manusia sebagai bersifat baik atau
tidak baik, bersifat positif atau negatif, menyebabkan rasa tertekan di dada, atau menimbulkan rasa
merinding. Jika si mahluk halus dengan sengaja membuat merinding manusia, bila asalnya dari jenis
sukma manusia, maka rasa merindingnya hanya akan terasa tajam saja, tetapi jika asalnya dari jenis
mahluk halus lain, selain merindingnya terasa tajam, juga akan memberikan rasa berat di dada
(karena adanya tekanan energi mereka).

4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya


Penggolongan ini didasarkan pada pengaruh energi masing-masing mahluk halus terhadap
manusia.

1. Golongan Berenergi Positif.

Adalah golongan mahluk halus yang energinya selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia.

Jika manusia hidup berdekatan dengan mereka, manusia tidak akan mengalami gangguan kesehatan
tubuh ataupun psikologis. Kedekatan manusia dengan mahluk halus tersebut mungkin malah dapat
dirasakan menambah energi dan semangat hidup manusia. Tetapi walaupun begitu, bila mahluk
halus tersebut "menempel" di tubuh manusia, biasanya si manusia akan merasakan sakit pegal-pegal
di tubuhnya atau merasakan pusing ringan, karena tidak tahan dengan keberadaan energinya.

Jadi selama mahluk halus tersebut tidak menempel di tubuh manusia, manusia dan sang mahluk
halus dapat hidup berdampingan.

2. Golongan Berenergi Negatif.

Adalah golongan mahluk halus yang energinya tidak selaras dengan energi tubuh dan psikologis
manusia (energinya bersifat negatif bagi manusia).

Walaupun hanya berdekatan dengannya, manusia dapat mengalami gangguan kesehatan tubuh
ataupun psikologis, pengaruh energinya bisa menjadikan manusia mudah sakit-sakitan, atau
memunculkan banyak sakit-penyakit atau menjadikan mudah marah dan bertengkar. Apalagi bila
mahluk halus tersebut menempel atau berdiam di tubuh manusia, biasanya akan menjadikan si
manusia mengalami sakit cukup berat atau mengalami sakit kepala berat.

Jadi manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan, apalagi kalau mahluk
halus tersebut sampai menempel / bersemayam di dalam tubuh manusia.

Sebagai contoh, sudah biasa bila sebuah rumah atau di sekitarnya ada berpenghuni mahluk halus.
Bila para mahluk halus tersebut energinya bersifat positif, maka manusia yang berdiam di rumah itu
akan baik-baik saja. Bahkan mungkin ada mahluk halus yang pancaran energinya menjadikan
manusia bersemangat dalam bekerja, menjadikan orang senang untuk datang berkunjung (dan
menambah jumlah pengunjung warung / toko), mendatangkan suasana teduh, ceria, tenteram, dsb.

Dalam batasan ini dianggap bahwa pengaruh energi keberadaan mereka itu bersifat positif bagi
manusia dan manusia tidak perlu merasa takut atau terganggu dengan keberadaan mereka. Dan
juga tidak perlu sampai mendatangkan orang pinter untuk melakukan pembersihan gaib, karena
justru nantinya malah bisa merubah keseimbangan alam yang ada, atau dikemudian hari malah
mengundang datangnya mahluk halus lain, yang mungkin ada yang bersifat negatif, untuk tinggal
disitu.

Tetapi bila di antara para mahluk halus tersebut ada yang berenergi negatif, walaupun mahluk
tersebut tidak berniat dan tidak berbuat mengganggu ataupun menyerang, pancaran energi dari
keberadaannya dapat berpengaruh negatif bagi manusia di rumah itu.

Contohnya adalah mahluk halus jenis dedemit gondoruwo, jenis bangsa jin yang sosoknya hitam
tinggi besar, dan yang sosoknya putih, berwajah menyeramkan, matanya mendelik keluar dan kuku-
kukunya panjang. Pengaruh negatif energinya terhadap manusia adalah menjadikan manusia sakit
atau mudah sakit-sakitan, dari sakit kulit, masuk angin, pegal-pegal, mulas-mencret, sakit kepala
sampai kanker atau yang penyakit lain yang sampai menyebabkan kematian, atau bisa menyebabkan
keguguran dan kematian anak di dalam kandungan, atau jika ada jenis bangsa jin yang energinya
berhawa panas akan menyebabkan manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di
rumah, malas bekerja, orang malas datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb.

Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa sakit-penyakit kulit, sakit perut mulas-mencret,
meriang, kepala pusing, kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan ginjal,
liver, keguguran dan kematian anak di dalam kandungan, dsb, tidak semuanya awalnya semata-mata
bersifat medis, dan kondisi manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di rumah,
malas bekerja, orang malas datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb, tidak semuanya
bersifat psikologis asli manusia, karena asal-muasal penyebab terjadinya bisa juga adalah akibat dari
pengaruh energi keberadaan sesosok mahluk halus, bisa sebagai efek dari keberadaan mahluk halus
berenergi negatif di sekitar tempat tinggal si manusia, atau kepemilikan jimat dan benda gaib yang
tidak baik isi gaibnya.

Bila seseorang telah beberapa kali mengalami kejadian keguguran kehamilan, atau bayi meninggal di
dalam kandungan, atau sering sakit-sakitan (terutama anak-anak), selain orangnya memeriksakan
dirinya secara medis, perlu juga diperiksa kemungkinan adanya keberadaan mahluk halus berenergi
negatif di lingkungan tempatnya tinggal.

Sakit manusia yang disebabkan oleh adanya mahluk halus di dalam tubuh manusia (ketempelan /
kesambet / disantet), selain dapat diketahui dengan cara penglihatan gaib, juga dapat diketahui bila
diraba / dipijat / diurut pada bagian yang sakit akan terasa ada hawa yang berbeda, atau ada rasa
setruman listrik tipis, yang berbeda dengan bagian tubuhnya yang lain (bila tangan yang meraba
cukup peka). Untuk melatih / belajar cara mendeteksinya silakan dibaca tulisan berjudul : Olah Rasa
dan Kebatinan. Contoh pengaruh perbuatan atau keberadaan sesosok mahluk halus terhadap
manusia bisa dibaca di : Pengaruh Gaib thd Manusia.

Penggolongan mahluk halus dari pengaruh energinya terhadap manusia, berpengaruh positif
ataukah negatif, dapat dijadikan patokan untuk melakukan pembersihan gaib, yang dibersihkan
hanyalah yang bersifat negatif saja terhadap manusia (baca : Pembersihan Gaib).

Pengertian tentang mahluk halus berenergi negatif di atas termasuk juga khodam jimat / benda gaib
/ pusaka dan khodam ilmu / pendamping yang berenergi negatif dan yang energinya berhawa panas.
Atau juga yang semula normal, tetapi karena ada sugesti dari si manusia untuk kewibawaan /
penundukkan, atau sugesti untuk keselamatan / penjagaan gaib yang sifatnya menyerang / agresif,

maka kemudian khodam-khodamnya juga akan terpengaruh mengikuti isi sugestinya menjadi galak
dan berhawa panas, yang akibatnya dapat merusak suasana nyaman dalam pergaulan / hubungan
sosial, membuat pembeli enggan datang, membuat orangnya dijauhi, atau mengganggu jalan
kerejekian dan hubungan kerja. Apalagi kalau orangnya juga sok berwibawa, perilakunya tidak
bersahabat, atau menjadi temperamental mudah emosi.

Contoh lainnya yang energinya bersifat negatif terhadap kesehatan manusia adalah jenis halus
sukma manusia yang tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badannya
atau di dalam kepalanya (ketempatan mahluk halus). Jika sukma manusia itu berdiam di dalam
kepala, biasanya akan sering membuat kepala pusing, dan jika tinggal di dalam badan bisa membuat
banyak organ dalam tubuh manusia yang ditempatinya rusak berat karena kebebanan energinya.

Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam
ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, perabotan, atau
tinggal di rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau
hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat
memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok jenis ini yang tinggal
bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami
gangguan kejiwaan.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu juga sebagian besar berintelijensi rendah yang sering dalam
usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam di dalam tubuh manusia. Akibatnya,
selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan dan pikirannya, juga banyak yang sampai
mengalami gangguan jiwa (gila). Tentang ini Penulis sudah menuliskan fenomenanya dalam halaman
berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Keberadaan mahluk halus tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak
berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam ilmu / pendamping, atau khodam
benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu energinya dengan
energi si manusia.

Tetapi jika jenis itu datang sendiri kepada manusia atau datang sendiri masuk menjadi "isi" benda
gaib kita, kemungkinan besar ia masih dalam kondisi aslinya yang memancarkan energi negatif,
sehingga si manusia tetap beresiko mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatan
dan psikologisnya dan beresiko suatu saat khodam tersebut masuk bersemayam di dalam tubuhnya.

Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Dalam kondisi aslinya memang sosok jin hitam besar itu berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan
mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron ke bendanya. Tetapi jika anda sudah
mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut,
sebaiknya dicoba dulu bendanya / khodamnya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang
anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan badan, pengasihan, penglaris
dagangan, dsb (amalan gaibnya bisa dicari di internet). Mudah-mudahan sesudah tersugesti
mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi
negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi mereka menjadi lebih baik sehingga tidak akan
memberatkan dalam proses kematian manusia.

Tips lain. Jika anda mempunyai benda berkhodam semisal batu akik yang isinya bangsa jin berbulu
hitam tinggi besar tersebut, jika benda itu bertuah biasanya tuah utamanya adalah untuk kekuatan
badan, dengan isi khodam jenis itu biasanya batu anda itu, jika dipakai, tuahnya kuat dan terasa,
bagus sebagai jimat, jadi mungkin bisa dipertimbangkan untuk tidak diusir.

Cobalah dengan cara sambat persuasif atau dengan cara-cara tayuhan seperti dicontohkan dalam
tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris khodam batunya itu diperintahkan supaya merubah energinya
menjadi positif dan selalu positif, supaya tidak lagi berenergi negatif dan tidak perlu lagi anda usir
dengan jafaron.

Dengan cara-cara itu usahakan supaya khodamnya benar-benar berubah menjadi berenergi positif
dan selalu dipantau apakah benar kondisinya selalu positif dan ditayuh juga apakah jika batunya
dioleskan minyak jafaron khodamnya itu masih akan pergi. Kalau masih berenergi negatif maka
khodamnya akan pergi jika batunya dioleskan minyak jafaron, tetapi jika sudah benar-benar berubah
menjadi positif dan selalu positif, khodamnya tidak akan pergi oleh minyak jafaron. Coba juga anda
rasakan apakah rasa energi negatifnya atau rasa mengganggu ketika memakai cincin itu masih ada
terasa.

Lebih baik lagi kalau dengan cara-cara persuasif itu anda bisa juga mengsugesti khodam jin berbulu
hitam itu untuk merubah wujudnya secara permanen menjadi bersosok seperti manusia, sehingga
intelijensinya pun akan menjadi lebih baik, karena ia akan menjiwai kondisi wujudnya yang sudah
seperti manusia, tidak lagi seperti sebelumnya yang seperti orang utan. Sampaikan juga jika nanti ia
mempunyai pasangan dan anak, pasangan dan anaknya itu pun supaya berubah wujud juga menjadi
seperti manusia.

Jin berbulu hitam itu aslinya memang berenergi negatif, entah dia baik ataukah jahat.

Kita bisa memerintahkannya untuk memperbaiki kondisi energinya menjadi positif, tapi itu tidak
langgeng, sewaktu-waktu bisa kembali lagi negatif seperti aslinya.

Lebih baik kalau dia, pasangannya dan anak-anaknya kita perintahkan merubah wujud menjadi
seperti manusia.

Sesudah berubah kemudian disuruh juga supaya mereka merubah energinya supaya positif sesuai
dengan wujudnya dan psikologisnya yang sudah seperti manusia. Dengan begitu perubahannya akan
bersifat langgeng.

Sebaiknya berubahnya energinya menjadi positif sampai benar-benar mereka tidak terpengaruh lagi
oleh minyak jafaron, karena kalau masih terpengaruh minyak jafaron berarti energi positifnya tidak
100% positif, masih ada negatifnya.

Kalau benar kondisinya sudah positif dan selalu positif, maka khodamnya itu tidak perlu lagi anda
usir dengan minyak jafaron. Batunya dioleskan dengan minyak jafaron pun sekarang khodamnya
tidak akan pergi, bahkan minyak jafaron itu sekarang bisa menjadi sesajinya.

Masukan-masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut
sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah
ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai
khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib.
Cara merubah negatif menjadi positif di atas bisa juga dilakukan terhadap khodam pendamping jenis
itu, tetapi Penulis tidak merekomendasikan itu. Untuk khodam pendamping sebaiknya anda memiliki
yang intelijensinya lebih baik daripada jenis itu.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap
mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dibersihkan / diusir / akan pergi jika kita
mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk
tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena
asap bakaran minyak jafaron. Tatacara pembersihannya silakan dibaca dalam tulisan
berjudul Pembersihan Gaib 2.

Penggolongan positif dan negatif dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengaruh energi dari sesosok
mahluk halus terhadap manusia. Tetapi ada orang lain yang menyebutkan suatu mahluk halus
bersifat positif atau negatif dari sifat mahluk halusnya apakah bertendensi menyerang manusia
ataukah tidak. Perbedaan dalam menggolongkan sifat mahluk halus ini, yang berbeda dasar
pengertiannya walaupun menggunakan istilah yang sama positif dan negatif, cukuplah untuk
menjadi tambahan pengetahuan bagi kita.

5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya

Penggolongan ini didasarkan pada sifat perwatakan masing-masing mahluk halus dan pengaruhnya
terhadap manusia (juga pengaruhnya terhadap mahluk halus lain).

1. Golongan Putih.

Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap
manusia. Bukan berarti mereka tidak berbahaya dan tidak akan mencelakakan / menyerang
manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi menyerang /
menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat
saja suatu saat mereka menyerang / menyakiti manusia, tetapi selama tidak ada perbuatan manusia
yang salah, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

2. Golongan Hitam.

Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia.
Sifat jahatnya ini bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia
sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang
sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena
dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan atau menyesatkan manusia, walaupun tidak ada
perbuatan si manusia yang menyalahi mereka. Manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat
hidup berdampingan.

3. Golongan Abu-Abu.

Di tengah-tengah antara golongan hitam dan putih, ada mahluk halus yang aura kejiwaannya
berwarna abu-abu. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah yang terpengaruh oleh yang
golongan hitam. Biasanya mereka suka usil, menakut-nakuti, mengganggu dan mencelakakan
manusia, dan suka dengan sengaja bersikap merendahkan manusia dan menipu / menyesatkan
manusia. Manusia dan mereka tidak dapat hidup berdampingan.

4. Golongan Yang Harus Diwaspadai.

Ada golongan mahluk halus yang secara perwatakannya tidak digolongkan sebagai putih, hitam, atau
abu-abu, tetapi harus diwaspadai dan dihindari.

Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum,
sehingga keberadaan mereka bisa mendatangkan bahaya bagi manusia, sehingga harus diwaspadai.

Contohnya adalah mahluk halus yang sulit dibaca jalan pikirannya dan lebih sering menggunakan
insting atau nalurinya dalam bertindak, seperti yang sosoknya berwujud ular, gondoruwo, banaspati
dan buto. Jenis-jenis ini bisa menyerang tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa
terancam.

Juga ada jenis bangsa jin yang sosoknya tinggi besar dan berbulu hitam di seluruh tubuhnya seperti
gondoruwo. Jenis ini tidak mempunyai sikap berpikir seperti manusia, intelijensinya rendah, lebih
banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya. Dalam usahanya mencari tempat tinggal
banyak mahluk halus jenis ini menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya tinggal yang sering
sekali akibatnya menjadikan si manusia mengalami kelainan atau gangguan jiwa (gila).

Ada juga sosok-sosok halus tertentu yang harus diwaspadai karena perilakunya yang tidak
bersahabat terhadap manusia (juga tidak bersahabat terhadap mahluk halus lain).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang
tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan yang tinggal / bersemayam di
dalam tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di dalam kepalanya.

Mengenai perbuatan-perbuatan mahluk halus dan efek perbuatan mereka terhadap manusia sudah
Penulis tuliskan dalam halaman berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Kecenderungan jahat atau tidaknya sesosok mahluk halus tidak perlu ditunggu sampai benar mereka
berbuat jahat, karena dapat dilihat dari aura kejiwaannya. Bila aura kejiwaannya berwarna putih
bersih berarti dia berwatak baik, tidak berkecenderungan jahat, sebaliknya bila aura kejiwaannya
berwarna hitam seperti asap knalpot bus / truk, berarti sifat dasar wataknya jahat.

Pengertian tentang mahluk halus golongan hitam di atas tidak terbatas pada kondisi dan sifat-sifat
asli mahluk halusnya yang golongan hitam. Dalam pengertian ini, semua jenis mahluk halus, selain
yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah / pocong / siluman) juga akan berubah menjadi
golongan hitam / abu-abu jika mereka mengeluarkan rasa jahat / marah atau sering melakukan
perbuatan jahat. Contohnya adalah mahluk halus gol.putih yang sering diperintahkan untuk
menyakiti seseorang (khodam teluh / santet) atau jika kita kesambet. Dalam keadaan itu mereka
akan berubah menjadi golongan hitam / abu-abu.

Sebenarnya banyak sekali fenomena perbuatan gaib yang tidak semuanya bisa kita sebutkan satu
per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh gol.putih maupun gol.hitam, atau abu-abu, entah
perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia ataupun menggunakan manusia sebagai
perantaraan perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui
/ menyadarinya, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek
resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya
merugikan kita.

Penulis mengelompokkan mahluk halus dari sisi perwatakan mereka bukan hanya gol.putih dan
hitam / abu-abu saja, tetapi ada juga yang tidak digolongkan sebagai hitam atau putih, tetapi adalah
golongan mahluk halus yang harus diwaspadai.

Yang dari gol.putih bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga
berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka
sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataukah tidak, tidak berkecenderungan jahat
terhadap manusia, sedangkan yang gol.hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat /
jahil / iseng terhadap manusia, banyak efek / potensi negatifnya bagi manusia. Juga ada
pengelompokan golongan mahluk halus yang harus diwaspadai, karena memang perbuatan mereka
seringkali sebelumnya tidak terduga dan bisa merugikan / mencelakakan manusia.

Jadi terhadap suatu perbuatan mahluk halus atau keberadaannya, bila kita mengetahui /
menyadarinya, entah golongan putih ataukah dari golongan yang lain, kita tetap harus waspada,
terutama adalah pada potensi efek pengaruh dan resikonya terhadap kita.

Golongan Mahluk Halus Yang Harus Diwaspadai

Selain yang dari perwatakannya digolongkan putih, hitam atau abu-abu, ada mahluk halus yang dari
sisi perwatakannya tidak digolongkan putih atau hitam, tetapi harus diwaspadai dan dihindari. Jenis-
jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum,
keberadaan mereka berpotensi negatif bagi manusia, bisa mendatangkan bahaya sehingga harus
diwaspadai dan dihindari.

Misalnya mahluk halus yang sosoknya berwujud ular, atau jenis gondoruwo, banaspati dan buto.
Jenis-jenis itu sulit dibaca jalan pikirannya, dan lebih sering menggunakan insting atau naluri dalam
bertindak. Jenis-jenis itu bisa menyerang setiap saat tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau
merasa terancam.

Banyak bangsa jin yang sosok wujudnya ular. Ada yang besar, ada juga yang kecil. Ini berarti sosok
mahluk tersebut menggambarkan watak ular yang sulit ditebak jalan pikirannya, dan lebih banyak
menggunakan insting / naluri dalam bertindak, bisa menyerang tanpa sebab yang jelas. Dan sudah
pasti berintelijensi rendah. Jika menyerang manusia, mereka tidak memperhitungkan akibat
perbuatannya pada manusia itu, apakah akan menjadikannya sakit atau mati. Sebagian mahluk halus
berwujud ular ini ada yang suka bertempat tinggal / bersemayam / membuat sarang di dalam badan
manusia.
Aura kejiwaan sosok-sosok ular tersebut kebanyakan berwarna putih, artinya secara psikologis
mereka tidak berkecenderungan berlaku jahat kepada manusia maupun kepada mahluk halus lain.
Tetapi karena mereka lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, jenis ini
harus diwaspadai, karena mereka bisa menyerang kapan saja tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau
kaget atau merasa terancam. Artinya, pada saat mereka menyerang itu mereka tidak bermaksud
berbuat jahat, hanya nalurinya saja yang membuat mereka melakukan itu. Karena itu jika mereka
ada di sekitar kita, maka keberadaannya harus diwaspadai dan harus dihindari.

Mahluk halus bersosok ular ini sering sekali menyerang manusia, membuat sakit manusia
(kesambet), karena tanpa sadarnya si manusia sudah menendang / menginjak si ular yang posisinya
memang di bawah seperti ular sungguhan di dunia manusia.

Ada juga jenis mahluk halus yang sebenarnya menurut pikirannya sendiri tidak bermaksud jahat
terhadap manusia, tetapi perilakunya begitu, dan aura perwatakannya memang juga abu-abu,
misalnya jenis Palasik, Wewe Gombel, Banaspati, dsb (baca : Bangsa Dedemit dan Bangsa Halus
Lain-lain).

Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam
ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, atau tinggal di
perabotan dan rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih
atau hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat
memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok gaib jenis ini yang tinggal
bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami
kelainan / gangguan kejiwaan.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu harus diwaspadai, karena sebagian besar berintelijensi rendah,
seperti orang utan, yang sering dalam usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam
di tubuh manusia. Akibatnya, selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan, juga banyak
yang sampai mengalami gangguan jiwa (idiot dan gila). Tentang ini Penulis sudah menuliskan
fenomenanya dalam halaman berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Keberadaan mahluk halus jenis tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak
berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam pendamping atau khodam ilmu,
atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu
energinya dengan energi si manusia.
Walaupun sosok jin hitam tinggi besar itu sudah tinggal dan menjadi khodam benda gaib maupun
khodam pendamping, karena intelijensinya yang rendah, tetap saja ada resiko bahwa sosok halus itu
suatu saat akan masuk bersemayam di dalam tubuh manusia, atau si manusia mendapatkan
pengaruh negatif energinya terhadap kesehatannya.

Jenis bangsa jin yang sosoknya hitam besar dan berbulu di seluruh tubuhnya (mirip gondoruwo) itu
sering menjadi penyebab manusia ketindihan yang akhirnya bisa sampai menyebabkan si manusia
mengalami gangguan jiwa.

Sosok jin hitam besar tersebut tidak dikategorikan putih atau hitam, tetapi dikategorikan sebagai
jenis mahluk halus yang harus diwaspadai, karena mereka tidak mempunyai sikap berpikir dan
perwatakan seperti manusia, intelijensinya rendah, perilakunya seperti orang utan atau gorilla, lebih
banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya daripada pikirannya.

Umumnya jenis mahluk halus tersebut membutuhkan sesuatu sebagai tempat tinggalnya, bisa di
pohon, di rumah seseorang, batu kali, patung, batu akik, atau di tempat-tempat lain yang bahkan
mahluk halus lain tidak mau tinggal di dalamnya. Ada juga yang merasa cocok untuk masuk dan
tinggal di dalam tubuh manusia yang proses awalnya adalah apa yang biasa disebut ketindihan yang
akhirmya menjadikan si manusia sampai mengalami gangguan jiwa.

Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Sosok halus hitam besar itu adalah dari jenis bangsa jin yang dalam kategori Penulis termasuk
mahluk halus yang kelasnya rendah dan daya pikirnya rendah. Sosok itu sendiri sebenarnya tidak
bermaksud mengganggu, tetapi kelas berpikirnya rendah, sehingga tidak bisa membedakan mana
tempat yang layak dan mana yang tidak untuk menjadi tempat tinggalnya. Tetapi ada beberapa
(sedikit) dari mereka yang kelihatannya tidak berbahaya dan tidak suka masuk ke dalam tubuh
manusia, sebagiannya tinggal di dalam benda-benda seperti batu akik (yang khodamnya alami,
bukan isian), sehingga perilakunya sama dengan yang golongan putih. Uraiannya tentang pengaruh
perbuatan mahluk halus tersebut sudah dituliskan dalam halaman berjudul Pengaruh Gaib thd
Manusia.
Dalam kondisi aslinya sosok jin hitam besar itu memang berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan
mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron saja pada bendanya. Tetapi jika anda
mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut,
sebaiknya dicoba dulu diberikan sesajinya misik putih dan bendanya diwiridkan amalan gaib yang
sesuai dengan tuah yang anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan,
kewibawaan, penglaris dagangan, dsb (amalan gaibnya bisa dicari di internet). Mudah-mudahan
sesudah menerima sesajinya dan tersugesti mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan
berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi
mereka menjadi lebih baik lagi dan diharapkan tidak akan memberatkan dalam proses kematian.

Masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut sebagai
khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah ketempatan jenis
halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai khodam ilmu /
pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib.

Untuk yang di badannya sudah ketempatan mahluk halus tersebut sebaiknya segera membersihkan
dirinya dengan menggunakan minyak jafaron, sebaiknya jangan cuma mengoleskan minyaknya saja,
lebih baik mandi saja dengan campuran minyak jafaron supaya dengan cara mandi itu juga akan
membersihkan semua sisa energi negatif jin itu dari badannya.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap
mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dengan mudah dibersihkan / diusir / akan pergi
jika kita mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan
mahluk tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah
terkena asap bakaran minyak jafaron. Tatacara pembersihannya sudah dituliskan dalam halaman
berjudul Pembersihan Gaib 2.

Selain itu ada juga golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak baik, yaitu mahluk halus yang
bersikap tidak bersahabat terhadap manusia maupun terhadap mahluk halus lain. Biasanya mereka
hidup sendiri atau tinggal di dalam komunitas yang perwatakannya sejenis. Mereka tidak menyukai
keberadaan mahluk lain di lingkungan keberadaannya. Biasanya mereka memancarkan aura energi
yang membuat mahluk lain tidak nyaman berada di dekatnya. Biasanya mereka sangat menonjolkan
kekuasaannya, kekuatannya dan akan menyerang siapa saja yang dianggap mengganggu dan
"menghukum" siapa saja yang dianggap melakukan "kesalahan" di lingkungan mereka.

Bila jenis mahluk ini berdiam di dalam sebuah rumah, toko, bangunan atau di suatu lokasi tanah
tertentu, maka rumah, bangunan dan lokasi itu akan terasa tidak nyaman, orang akan merasa takut
untuk datang, apalagi untuk tinggal di situ, warung dan toko akan dijauhi orang. Mereka akan
mengusir mahluk halus lain yang tidak sehaluan dan akan membuat berbagai macam gangguan
kepada manusia, atau membuat manusia celaka atau sakit, bahkan meninggal, supaya manusia tidak
tinggal disitu. Beberapa dari jenis mahluk halus ini akan merasa cocok mendampingi manusia yang
menonjolkan kekuatan, sok gagah, sok sakti, sok jagoan dan akan mengusir keberadaan khodam
pendamping manusia lain yang ditemuinya. Mereka juga akan memancarkan aura yang membuat si
manusia ditakuti dan menjadi tidak disukai oleh manusia lain.

Jenis-jenis mahluk halus yang perwatakannya negatif seperti tertulis di atas umumnya aura
kejiwaannya hitam atau abu-abu. Beberapa dari mereka (tidak semuanya) berasal dari jenis bangsa
jin, kuntilanak, peri yang tubuhnya tinggi seperti manusia, banaspati dan buto.

Selain yang tinggal di darat, ada banyak jenis itu yang merupakan jenis jin air. Jenis jin air ini tidak
menyukai kehadiran mahluk daratan, baik manusia maupun mahluk halus. Mereka bisa
mencelakakan siapa saja yang masuk ke lingkungan mereka. Karena itu kita, manusia, yang adalah
mahluk daratan, sebaiknya selalu berhati-hati ketika berada di lingkungan air, terutama di
lingkungan air yang tempatnya sepi dan jarang didatangi manusia (baca juga : Bangsa Jin Air dan Jin
Udara).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang
tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang
tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di kepala manusia.

Ada jenis halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai, yaitu yang tinggal menghuni di
dalam benda-benda gaib tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan
keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal,
menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang
memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda itu yang
menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita
melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan
"menegur" atau "menghukum" kita.

Ada juga mahluk halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai karena wataknya yang jelek
yang suka bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, bersemayam di dalam badan
atau di kepala manusia, yang selain bisa menyesatkan jalan pikiran si manusia, memberikan banyak
bisikan gaib dan penglihatan gaib fiktif / ilusi / halusinasi, juga bisa mendatangkan kejadian-kejadian
gaib lain yang negatif.

Mahluk Halus Golongan Putih dan Hitam


Umumnya orang membedakan mahluk halus yang baik dan jahat atau golongan putih dan hitam dari
sosok wujud dan penampakannya. Jika perwujudannya kelihatan menyeramkan akan dikatakan tidak
baik / jahat, sebaliknya kalau perwujudannya bagus, ganteng / cantik, tutur katanya manis / lembut,
perilakunya bersahabat tidak kelihatan sebagai mahluk yang jahat / berbahaya, maka akan dikatakan
baik.

Yang di atas itu adalah yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam dalam menilai sesosok mahluk
halus, tetapi tidak sepantasnya orang-orang berilmu (dan yang mengaku mengerti gaib) melakukan
itu dalam menilai sesosok mahluk halus. Seharusnya mereka bisa melakukan pembedaan dengan
cara yang lebih baik lagi, bukan dengan cara awam seperti itu, karena dengan cara itu orang akan
mudah tertipu, apalagi kalau mahluk halusnya sengaja menipu mengelabui manusia dengan
menampakkan perwujudan dan perilaku yang kelihatan baik.

Penulis ada mengelompokkan mahluk halus dalam golongan putih dan golongan hitam dari sisi
perwatakannya.

Penekanan penggolongan putih dan hitam ini ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk
halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib, sekaligus juga ahli dalam hal agama, tetapi tidak
semuanya mampu mengenal dan membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari
golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia.
Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya
menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu
mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam yang dituliskan di bawah ini sebagian
terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang
golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya
mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang nyata terjadi di dunia
tidak semuanya tertulis dalam agama.

Mahluk halus golongan putih adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak
berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti tidak jahat atau tidak berbahaya dan tidak
akan menyerang / mencelakakan manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak
bertendensi mengganggu / menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati
dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / mencelakakan manusia, terutama
jika manusia "dianggap" melakukan kesalahan kepada mereka. Tetapi selama tidak ada perbuatan
manusia yang menyalahi mereka, tidak ada perbuatan manusia yang "dianggap" menyalahi mereka,
manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

Mahluk halus yang dari golongan putih ini bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik
dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah
bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak
berkecenderungan jahat terhadap manusia.

Mahluk halus golongan hitam adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya
berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang
sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja
membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi,
manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan
atau menyesatkan, walaupun tidak ada perbuatan si manusia yang menyalahi mereka.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil terhadap
manusia, banyak efek negatifnya bagi manusia. Manusia dan jenis halus tersebut tidak boleh hidup
berdampingan.

Mahluk halus, baik golongan putih maupun hitam, dari sisi pengaruhnya terhadap manusia ada 2
macam posisi keberadaannya.

Yang pertama adalah mahluk halus yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia.

Mahluk halus, golongan putih maupun hitam, apapun jenisnya, yang kesaktiannya tinggi, biasanya
hidup sendiri, tidak berkomunitas. Kalau berkomunitas, biasanya mereka berkomunitas dengan yang
sejenisnya saja dan kekuatannya setingkat. Yang kesaktiannya tinggi itu, walaupun kelihatannya
hidup sendiri, sebenarnya mereka juga berkomunitas, hanya saja sesuai tingkat kesaktian mereka
yang tinggi, dalam berkomunitas mereka tidak tinggal berdekatan, satu dengan lainnya bisa berjarak
puluhan, bahkan ratusan kilometer jauhnya, sehingga akan tampak bahwa mereka hidup sendiri.

Baik mereka hidup sendiri atau pun berkomunitas, selain yang berkesaktian rendah, banyak di
antara mereka adalah mahluk halus yang berkesaktian tinggi. Mereka tidak tampak berinteraksi
langsung dengan manusia. Jenis ini biasanya pengaruhnya tidak disadari oleh manusia karena
interaksinya dengan manusia tidak kelihatan langsung dan tidak terasa. Seringkali keberadaannya
saja tidak diketahui oleh manusia, karena semakin tinggi kekuatannya, akan juga semakin sulit untuk
dilihat. Walaupun pancaran energinya besar, tetapi energinya juga semakin halus dan semakin sulit
dideteksi keberadaannya.

Biasanya semua mahluk halus memancarkan suatu aura energi yang melingkupi area yang menjadi
wilayah kekuasaannya. Yang kesaktiannya tinggi (yang sampai ratusan atau bahkan ribuan kalinya
kesaktiannya Ibu Ratu Kidul) pancaran hawa energinya bisa melingkupi jarak yang sangat jauh, bisa
puluhan atau bahkan ratusan kilometer jauhnya. Sekalipun mereka hidup sendiri dan tampak tidak
berinteraksi langsung dengan manusia atau pun dengan mahluk halus lain, tetapi sebenarnya
mereka itulah yang pengaruhnya paling kuat dalam mempengaruhi psikologis para mahluk halus lain
dan manusia.

Secara fisiknya para mahluk halus adalah bersifat energi, sehingga secara alami dari tempat
keberadaannya mereka akan memancarkan suatu hawa energi yang sesuai dengan kondisi psikologis
dan sifat perwatakannya. Mahluk halus yang kesaktiannya tinggi, pengaruh hawa energi mereka
sangat kuat, pengaruhnya mencakup jarak yang jauh sampai beratus-ratus kilometer jauhnya, yang
bukan hanya akan mempengaruhi manusia, tetapi juga mempengaruhi mahluk halus lain di dalam
wilayah cakupan pancaran energinya. Hanya orang-orang yang tinggi tingkat kepekaan batinnya dan
tinggi spiritualitasnya saja yang bisa mendeteksi hawa pengaruh mereka. Berbeda dengan jenis
sukma manusia yang walaupun berkesaktian tinggi, tetapi pancaran aura energinya hanya beberapa
meter saja yang pancaran aura energinya itu menggambarkan hawa kekuatan kebatinan, kanuragan
atau spiritualnya.

Yang kedua adalah mahluk halus yang mudah diidentifikasikan berinteraksi langsung dengan
manusia dalam bentuk khodam ilmu, khodam pendamping, khodam jimat dan pusaka atau mahluk
halus lain yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia, atau yang tinggal di tempat-tempat / lokasi
yang ada interaksi langsung dengan manusia. Pengaruh perbuatan mereka lebih mudah untuk
diketahui, dan atas terjadinya suatu perbuatan gaib / kejadian gaib lebih bisa diidentifikasi sosok
halus pelakunya, karena ada interaksi antara mereka dengan manusia secara langsung maupun tidak
langsung.

Dengan demikian pengaruh dari mahluk halus golongan putih atau hitam yang berpengaruh
terhadap manusia bersifat kombinasi, yaitu kekuatan pancaran gaib dari mahluk halus yang hidup
sendiri, yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia, ditambah pengaruh dari yang
tampak ada interaksi dengan manusia. Dengan demikian, sekalipun manusia tidak secara langsung
berinteraksi dengan mahluk halus, manusia tetap berpotensi terpengaruh psikologisnya secara
positif atau pun negatif oleh pancaran gaib mahluk halus yang hidup sendiri.

Mahluk halus golongan putih, yang tampaknya hidup sendiri, yang tingkat kekuatan gaibnya tinggi,
dari tempat keberadaannya memancarkan hawa aura positif yang mempengaruhi psikologis manusia
dan mahluk halus lain. Manusia dan mahluk halus lain, yang eling dan menjaga kelurusan dan
kesucian hati dan pikiran, baik beragama ataupun tidak, akan terpengaruh menjadi semakin baik
kesadaran moralitas dan budi pekertinya.
Sedangkan mahluk halus golongan putih yang kekuatan gaibnya rendah, selain yang hidup sendiri di
dalam batu atau benda lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan
manusia, sebagian lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat. Sebagian
dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang
karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan
yang "ngalap berkah". Pengaruh keberadaan mereka biasanya tidak menyesatkan manusia, malah
ada yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia dengan sengaja membantu kehidupan manusia
tanpa diketahui dan tanpa meminta imbalan.

Mahluk halus golongan hitam, yang hidup sendiri, yang kekuatan gaibnya tinggi, melakukan
penyesatan tidak dengan mempengaruhi satu per satu individu, tetapi melakukannya secara masal,
yaitu dengan memancarkan hawa aura jahat yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk
halus lain di dalam area pengaruhnya yang radiusnya bisa sampai beratus-ratus kilometer. Manusia
dan mahluk halus lain, beragama ataupun tidak, yang tidak eling dan tidak menjaga kelurusan dan
kesucian hati dan pikirannya akan menjadi terpengaruh, sehingga menjadi berhati dan berpikiran
jahat atau menjadi berperilaku menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Mereka cukup cerdas dalam usahanya menyesatkan. Biasanya cara kerja mereka sangat halus.
Mereka menyerang sisi psikologis yang lemah pada manusia dan mahluk halus lain. Pada manusia
yang menganggap suci dan sakral urusan iman dan agama, mereka akan membelokkannya, sehingga
pemahaman kerohanian manusia menjadi menyimpang dan memunculkan sifat-sifat ke-Aku-an yang
kuat, yang menyimpang dari ajaran ketuhanan yang benar, menyimpang dari budi pekerti dan kasih.
Pada manusia yang suka bersenang-senang dan mengumbar keduniawiannya, mereka akan
menambah kuat kecenderungan sifat-sifat itu, sehingga korbannya akan semakin menyimpang dari
budi pekerti dan kesusilaan.

Sedangkan para mahluk halus golongan hitam dan abu-abu yang kesaktiannya rendah, selain yang
hidup sendiri di dalam batu atau benda gaib lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup
di lingkungan manusia, sebagiannya lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan
jimat (isian). Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa.
Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang
mempraktekkan ilmu gaib dan yang "ngalap berkah". Keberadaan mereka, selain akan sengaja
menyesatkan manusia, juga akan dengan sengaja mengganggu, menyakiti atau mencelakakan
manusia.

Mahluk halus dari golongan abu-abu, yang suka usil, mengganggu atau mencelakakan manusia, atau
yang seringkali menakut-nakuti dan menipu dengan merubah wujudnya (jadi-jadian) menyerupai
mahluk halus lain, seperti menirukan wujud kuntilanak atau si muka rata, atau banaspati, atau
menyerupai sesosok manusia yang sudah meninggal, biasanya adalah mahluk halus kelas rendah dan
menengah, yang terpengaruh oleh yang golongan hitam. Selain terpengaruh secara psikologis,
mereka juga berada di bawah ancaman kekuatan mahluk halus golongan hitam yang lebih tinggi
kekuatannya.

Mahluk halus yang perwatakannya termasuk dalam golongan hitam dan abu-abu, keberadaannya
akan cenderung menyesatkan atau mencelakakan manusia. Dari sudut pandang pengaruhnya
terhadap manusia, mahluk halus dari golongan hitam dan abu-abu kami anggap sama dan sejenis,
jadi akan kami samakan penyebutannya sebagai golongan hitam.
Mahluk halus golongan hitam menyesatkan manusia dengan cara mengajarkan berbagai
pengetahuan dan keilmuan (melalui ilham yang mengalir dalam pikiran manusia), menyebabkan
manusia merasa hebat, sakti, merasa lebih tahu dan akhirnya akan menjadi sombong, atau dengan
mengajarkan kebijaksanaan dan ilmu agama dan mewujudkan banyak keinginan si manusia,
menyebabkan si manusia merasa dekat dengan Tuhan, karena merasa doa-doanya dikabulkan Tuhan
dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa suci dan benar sendiri, merasa pantas menjadi tokoh
panutan atau bahkan merasa menjadi wakil / perantara Tuhan di bumi, hatinya akan dipengaruhi
menjadi sok suci dan benar, tetapi penuh dengan kebencian dan permusuhan dan akan juga
menyebarkan kebencian dan permusuhan, dan pikirannya akan penuh dengan ide-ide jahat untuk
mengumbar kebencian dan permusuhan itu (apalagi jika orangnya menjadi seorang pemimpin,
tokoh masyarakat atau tokoh agama).

Penyesatan itu awalnya tidak terasa dan sifatnya biasa-biasa saja, tetapi perlahan-lahan si manusia
akan diarahkan menjadi merasa hebat, kuat, sakti, dsb, yang ujung-ujungnya menyebabkan manusia
berperilaku tidak berbudi, atau mengarahkan si manusia menjadi merasa benar dan beriman lebih
daripada manusia yang lain, merasa dekat dengan Tuhan karena doa-doa dan kata-katanya manjur
selalu terjadi, merasa layak menjadi tokoh panutan atau merasa menjadi wakil Tuhan di dunia,
mempertuhankan agama, kemudian meningkat menjadi mempertuhankan dirinya sendiri yang akan
menganggap pendapat keagamaan dan ajarannya sebagai kebenaran mutlak dan akan
memaksakannya kepada orang lain. Ke-Aku-an manusia akan ditinggikan, sehingga masing-masing
manusia akan merasa "lebih" daripada orang lain dan akan menganggap orang-orang yang tidak
sejalan dengannya sebagai "rendah" dan sesat.

Penyesatan juga bisa dalam bentuknya menambah kuat kegemaran bersenang-senang dan
mengumbar nafsu duniawi, nafsu syahwat, keserakahan, ketamakan, kesombongan, berhati licik dan
penipu, kebencian, iri dan dengki, kebengisan, kekejian, kejahatan dan perilaku merusak, dan
perilaku-perilaku lain yang menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, dan akan selalu mencari
pembenaran atas perbuatan-perbuatan yang menyimpang.

Mahluk halus golongan hitam sering mengikut kepada orang-orang yang rajin berdoa / zikir / wirid,
termasuk kepada orang-orang yang sering mengamalkan amalan doa atau amalan ilmu, apalagi
orang-orang yang kuat berdoanya karena kondisi yang terpaksa. Keberadaannya akan bersifat
menyesatkan, membuat doa-doa dan kata-katanya ampuh selalu terwujud, banyak mendapat
keberuntungan, membuat orangnya merasa benar jalan agama dan ibadahnya, tetapi pelan-pelan
dan halus orangnya akan disimpangkan menjadi jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya
orangnya akan memuliakan dirinya sendiri (kata-katanya manis memuliakan Tuhan dan perbuatan-
perbuatannya selalu mengatas-namakan Tuhan tetapi sebenarnya ia hanya memuliakan dirinya
sendiri, mencitrakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia).

Jika orangnya sampai terpengaruh, maka pelan-pelan nantinya hatinya akan menyimpang, merasa
dekat dengan Tuhan tapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya
akan memuliakan dirinya sendiri (menganggap dirinya mulia). Jadi sekalipun orangnya kuat
agamanya dan rajin ibadahnya, dan mulutnya manis selalu memuji Tuhan, tapi hatinya akan
dipenuhi pemujaan akan kemuliaan dirinya sendiri, kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan,
pikirannya akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran jahat dan kelicikan (dan tipu muslihat), dan
dipenuhi hasrat mengumbar kebencian dan permusuhan kepada orang-orang yang tidak sejalan,
sehingga tanpa disadarinya ia juga terpengaruh ikut menjadi hitam.

Dalam cerita lama kerohanian / agama atau cerita dunia spiritual, mahluk halus golongan hitam
secara spiritual sering dilambangkan dengan perwujudan naga, sebagai gambaran mahluk halus yang
kuat dan berbahaya bagi manusia, yang sejak dulu sudah "memangsa" manusia, menyimpangkan
manusia dari jalan kebenaran dan menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan dan kesesatan.

Di kalangan keilmuan kebatinan dan spiritual khodam mahluk halus golongan hitam dianggap
"berat", dalam arti orang-orang yang berkhodam golongan hitam, atau mempunyai jimat yang
berkhodam golongan hitam, sedikit atau banyak biasanya orangnya akan terpengaruh, berat baginya
untuk tetap mampu menjaga ketulusan dan kelurusan hatinya.

Orang-orang yang bergelut dalam laku kebatinan dan spiritual ketuhanan, yang mampu
membedakan mahluk halus yang berpengaruh baik (putih) dan yang berpengaruh jahat (hitam),
akan menolak khodam golongan hitam, karena jenis khodam itu dianggap "berat", membuat mereka
semakin berat untuk tetap lurus menjaga hati dan spirtualitas ketuhanan mereka.

Tetapi orang-orang golongan hitam, yang bergelut dalam dunia kejahatan, yang mengagung-
agungkan kekuatan / kesaktian, yang mengagung-agungkan keilmuannya dan khodamnya, dan
orang-orang yang haus kekuasaan / kekayaan / keduniawian justru banyak mencari yang golongan
hitam, bahkan banyak yang dengan sengaja memuja mereka dalam ritual-ritual pemujaan mereka.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam mudah ditemui di situs-situs pemujaan berhala (pemuja
setan), di situs-situs atau di tempat-tempat orang ngalap berkah, di makam-makam yang
dikeramatkan orang, bahkan di rumah-rumah ibadah yang dimuliakan dan yang orang sering datang
untuk meminta berkah. Mahluk halus dan khodam golongan hitam terasa sangat ampuh melebihi
yang dari golongan putih, mampu mewujudkan apapun keinginan manusia dan doa-doa mereka
selalu terkabul, sehingga mereka akan menganggapnya baik dan mereka akan memuja dan
memuliakan yang golongan hitam, atau mereka akan memuliakan tempat tersebut sebagai tempat
yang bagus untuk meminta berkah. Bahkan dari berkah yang diterima banyak orang yang
menganggap mereka sebagai kepanjangan tangan Tuhan.

Khodam yang dari golongan hitam biasanya kerjanya / tuahnya lebih ampuh daripada yang golongan
putih. Tetapi dibalik itu ada maksud lain dari khodamnya itu, yaitu supaya si manusia menjadi
semakin yakin dengan keampuhan khodamnya (dan yakin dengan kemuliaan dirinya sendiri),
menjadikannya semakin bergantung kepada khodamnya itu (kegaibannya), dan pelan-pelan dan
halus ia akan disimpangkan dari jalan yang lurus, menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan dan
menyimpang dari jalan ketuhanan yang benar.

Karena itu sebaiknya kita berhati-hati, harus bisa kita membedakan mana yang hitam dan mana yang
putih, jangan hanya menginginkan tuah dan keampuhannya saja. Jangan sampai nantinya tanpa
disadari kita juga ikut-ikutan menjadi golongan hitam. Dan jangan kita mengikuti anjuran
mendatangkan berkah Tuhan dengan cara-cara yang sekilas kelihatannya agamis, tetapi sebenarnya
itu adalah ajakan untuk "ngalap berkah", untuk mendatangkan berkah duniawi, bukan berkat yang
dari Tuhan. Itu adalah penyesatan halus dari setan dan iblis yang akan menyimpangkan kita dari
jalan ketuhanan yang benar, terutama yang anjurannya berasal dari orang-orang yang di
belakangnya berkhodam (diikuti sesosok mahluk halus) golongan hitam.

Tidak semua orang mampu mengenal dan membedakan mahluk halus golongan putih dan golongan
hitam dan karakteristik perwatakannya dan tidak semua orang mampu membedakan secara nyata
pengaruh mereka terhadap psikologis dan perilaku perbuatan manusia. Tentang mahluk halus yang
menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam
dunia agama / kerohanian. Tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan
pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam
beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan hitam ini sebaiknya dibuktikan
sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja,
karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis dalam kitab suci agama dan kitab
suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.

Seseorang yang menjalani / menguasai ilmu berkhodam, seringkali tidak mengetahui bahwa
keilmuannya adalah menggunakan jasa mahluk halus (khodam / prewangan), karena
sepengetahuannya ilmunya adalah ilmu gaib kebatinan atau ilmu berdasarkan keagamaan.
Karenanya seseorang yang mempelajari / diajarkan / diturunkan suatu ilmu gaib seringkali tidak
menyadari adanya penggunaan jasa mahluk halus ini, karena dipikirnya ia hanya mengamalkan saja
ilmunya, atau laku tirakat dan puasanya, sesuai persyaratan ilmunya.

Seseorang yang menurunkan suatu ilmu berkhodam seringkali juga tidak menyatakan bahwa
keilmuannya adalah menggunakan jasa suatu mahluk halus, atau seandainya pun ia mengetahui dan
sudah menyatakan bahwa keilmuannya itu berkhodam, seringkali ia tidak dapat membedakan
apakah khodam gaibnya itu dari golongan putih ataukah golongan hitam, sehingga dengan demikian
ia juga bisa menjerumuskan orang lain.

Jika seseorang yang ilmunya berkhodam tidak mampu membedakan khodam golongan putih dan
hitam, apalagi orang-orang yang belajar kepadanya. Dan jika ia menurunkan suatu keilmuan
berkhodam kepada orang lain, ia juga tidak akan bisa membedakan apakah ilmu dan khodam yang
diturunkannya itu dari jenis golongan putih ataukah hitam. Kebanyakan orang memang tidak
memperhatikan apakah khodamnya itu dari golongan putih atau hitam, karena sesuai tujuannya
berilmu, yang dipentingkannya hanyalah keampuhan ilmu dan khodamnya saja.

Seorang guru mungkin tidak bermaksud mencelakakan atau menjerumuskan muridnya atau orang
lain yang belajar kepadanya dengan memberinya khodam golongan hitam. Mungkin itu terjadi
karena ketidak-tahuannya saja.

Seseorang yang akan mempelajari suatu ilmu gaib, atau sudah menyadari bahwa keilmuannya
adalah jenis ilmu berkhodam, sebaiknya bisa mengetahui jenis khodamnya, harus bisa membedakan
mana yang golongan putih dan mana yang golongan hitam, jangan menerima khodam dari golongan
hitam, karena dalam kehidupannya khodamnya itu akan cenderung menyesatkan dan pasti akan
menyulitkannya dalam proses kematian.
Selain yang merupakan khodam ilmu dan khodam dari leluhur, atau khodam dari benda-benda gaib,
khodam pendamping yang datang kepada seseorang seringkali datang sendiri, tidak dengan sengaja
didatangkan, tidak sengaja diundang dan seringkali tidak disadari keberadaannya. Banyak mahluk
halus yang datang sendiri kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid. Biasanya
seseorang yang tekun bersemadi, meditasi, zikir dan wirid, tubuhnya akan mengeluarkan energi
tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang tertentu. Pancaran energi tubuh dan
gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya mahluk halus kepada seseorang,
walaupun kedatangannya itu tidak sengaja diundang.

Mahluk halus sering datang kepada manusia, walaupun seringkali tidak disadari, apalagi kepada
orang-orang yang sering khusyuk berdoa, wiridan, dsb, yang dalam keadaan itu tubuh dan pikirannya
mengeluarkan gelombang energi tertentu yang dapat mengundang datangnya sesosok mahluk halus
yang kemudian akan mendampinginya menjadi khodamnya, bisa juga masuk ke dalam badan /
kepalanya.

Yang perlu diwaspadai adalah efek pengaruh keberadaannya.

Jika itu dari golongan yang baik, mungkin kita bisa lebih merasa lega, tidak perlu terlalu was-was.

Tapi jika itu adalah dari golongan yang tidak baik, seharusnya kita berwaspada dan melakukan
pembersihan gaib, kalau bisa. Jenis golongan hitam dan sukma manusia jahat akan cenderung
menyesatkan manusia, apalagi jika si manusia kerap memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk
Tuhan yang mulia, atau ia kuat mengejar keduniawian.

Untuk belajar mencaritahu apakah sesosok gaib adalah dari jenis golongan putih ataukah hitam bisa
diketahui salah satunya dengan cara yang serupa dengan menayuh keris seperti dicontohkan dalam
tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris. Di dalam tayuhan mahluk halus golongan hitam biasanya akan
mengakui bahwa dirinya adalah golongan hitam, tetapi jenis sukma manusia jahat biasanya tidak
akan mengakui, malah akan menyesatkan tayuhan kita.

Atau dengan latihan olah rasa seperti dalam tulisan berjudul Olah Rasa dan Kebatinan.

Mahluk halus golongan hitam belum tentu energinya negatif. Yang golongan putih belum tentu
energinya positif.

Mahluk halus golongan hitam pada rasa energinya kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat,
kebencian dan kelicikan (tipu muslihat). Tetapi pada jenis sukma manusia jahat biasanya kita tidak
bisa merasakan itu pada energinya. Kita akan lebih banyak berpegang pada ketajaman insting dan
naluri untuk bisa mendeteksi apakah mereka sebenarnya termasuk jenis yang jahat.

Dalam kita latihan olah rasa sebaiknya jangan hanya kita tujukan pada keinginan untuk bisa
merasakan / melihat sosok-sosok gaib mahluk halus / khodam saja, tapi dimatangkan untuk bisa juga
mendeteksi rasa energi dan watak mahluk halusnya.

Misalnya dari rasa energinya kita perkirakan sifat energinya, apakah mengandung hawa kekerasan,
kekuatan, kegagahan, keteduhan, keceriaan, dsb, sehingga juga akan bisa dikira-kira tuahnya,
apakah untuk kewibawaan, kekuatan, kekerasan dan penjagaan gaib, ataukah untuk pengasihan,
kerejekian, penglarisan, kesepuhan, dsb,
Dari rasa energinya juga bisa diperkirakan apakah energinya itu bersifat positif bagi manusia ataukah
negatif (apakah selaras dengan energi tubuh manusia, ataukah malah bisa mengganggu kesehatan /
pikiran).

Nantinya kita juga akan bisa membedakan rasa energi dan perwatakan mahluk halus / khodam
golongan putih dengan yang dari golongan hitam. Pada mahluk halus yang golongan hitam kita akan
bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (tipu muslihat jahat).

Mahluk halus golongan putih tidak bergaul / berkomunitas dengan yang dari golongan hitam,
sehingga jika seseorang mendapatkan khodam pendamping baru dari jenis golongan hitam, maka
akan bisa dipastikan bahwa semua jenis khodam golongan putih yang sebelumnya sudah dimilikinya,
yang seharusnya menyatukan diri dan mendampinginya, kemudian akan pergi semua, tidak akan
mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, bukan hanya khodam keris jawa, tapi juga khodam
batu akik dan mustika dan khodam ilmu / pendamping. Bahkan bisa jadi semua benda gaib yang
dipakainya atau yang dibawanya, seperti cincin batu akik dan mustika, juga akan menjadi kosong isi
gaibnya (khodamnya pergi). Penyebabnya adalah selain karena mahluk halus dari golongan putih
tidak mau berdekatan / bergaul / campur dengan yang dari golongan hitam, juga karena mahluk
halus yang dari golongan hitam itu mengambil alih semua peranan dari khodam yang lain (multi
fungsi), sehingga ia akan menjadi satu-satunya tempat bergantung si manusia. Dan mungkin juga
semua benda-benda gaib yang sudah kosong isinya itu kemudian akan diisi oleh khodam lain yang
juga golongan hitam, sehingga keampuhan keilmuan orang itu akan menjadi terasa semakin baik.

Kalau ada sesosok halus datang bukan untuk menyerang, tetapi untuk mengikut kita, apalagi kalau
sosok halus itu datang karena terpanggil oleh adanya doa-doa atau amalan kita, maka khodam-
khodam pendamping kita biasanya tidak akan melarangnya. Tetapi, kalau yang datang itu ternyata
adalah dari golongan hitam, maka khodam-khodam kita yang golongan putih kemudian akan
mundur semua dan pergi, karena mereka tidak mau bersama-sama / berdekatan dengan yang
golongan hitam. Karena itu kalau kita sudah mempunyai khodam pendamping, golongan putih,
sebaiknya disugestikan untuk memberikan pagaran gaib positif dan disugestikan mengusir semua
mahluk halus yang dari golongan hitam dan berenergi negatif, apapun tujuannya datang.

Ada juga orang / spiritualis yang khodamnya adalah dari jenis golongan hitam. Biasanya
spiritualisnya itu ampuh ilmunya, dan khodamnya ampuh untuk semua urusan gaib. Tetapi jika
khodamnya itu digunakannya untuk ilmu penarikan gaib, maka bisa dipastikan bahwa semua benda
gaib yang ditariknya, baik mustika maupun pusaka, akan kosong isinya, bendanya akan kosong tidak
berkhodam, karena khodam benda gaib tarikannya itu tidak mau berdekatan dengan khodam orang
tersebut yang dari golongan hitam. Atau bisa jadi semua benda-benda tarikannya itu di dalamnya
menjadi berkhodam golongan hitam juga. Jika orang itu memberikan / menurunkan / mentransfer
suatu ilmu / khodam kepada orang lain, maka kemungkinan besar orang lain itu akan juga
berkhodam golongan hitam (dan terasa ilmunya ampuh).

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu banyak juga yang membangun komunitas di situs dan
makam yang dikeramatkan, di tempat-tempat orang "ngalap berkah", tempat orang datang
menuntut pesugihan (kekayaan, penglarisan, kepangkatan, jabatan, karir, dsb) dan di tempat orang
menuntut ilmu kesaktian (ngelmu gaib). Sebagian anggotanya, bangsa jin atau dhanyang, ada yang
ditugaskan untuk mencari "pengikut baru". Ada di antara mereka yang mengikut kepada orang-
orang yang datang ngalap berkah ke tempat itu (menjadi khodamnya), atau mengikut kepada orang
lain yang tekun berdoa, ada juga yang mengikut manusia dengan menjadi khodam dari benda-benda
gaib. Biasanya orang-orang yang diikutinya akan merasakan dirinya banyak keberuntungan, banyak
keinginannya yang terkabul, atau ilmunya ampuh bertuah, tetapi sesuai status mahluk halus
khodamnya itu yang golongan hitam penghuni tempat ngalap berkah, nantinya si manusia, selain
akan mereka sesatkan, juga akan menjadi tumbalnya, arwahnya nantinya akan dibawa ke tempat
mereka.

Ada juga kasus yang orang datang kepada seorang spiritualis meminta ilmu gaib dan kesaktian,
pengasihan, penglarisan, perbaikan rejeki, kekayaan atau untuk menaikkan wibawa / pangkat / karir,
atau kejayaan duniawi lainnya. Kadangkala ada spiritualis yang khodam ilmunya berasal dari tempat-
tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib. Dengan demikian walaupun orang kliennya itu tidak
datang dan tidak mencari pesugihan ke tempat-tempat pesugihan, hanya datang berkonsultasi saja
kepada seorang spiritualis, tetapi karena khodam sang spiritualis untuk jasa yang dimintanya itu
terkait dengan tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib bisa saja orang si klien itu kemudian
akan juga berkhodam golongan hitam yang adalah transfer ilmu / jasa dari spiritualisnya. Biasanya
ilmu / jasa dari spiritualis itu sangat ampuh bertuah menaikkan kemuliaan si klien sesuai jasa yang
dimintanya, menjadikan si klien makmur berkelimpahan dari naiknya karir, pangkat dan jabatan atau
majunya usahanya, dan ilmunya ampuh terasa. Tetapi sesuai asal-usul khodamnya itu yang berasal
dari tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib, maka jasa yang dimintanya itu sama saja statusnya
dengan pesugihan, yang nantinya orangnya akan menjadi tumbalnya atau sesudah meninggalnya
arwahnya akan dibawa ke tempat-tempat pesugihan itu.

Seringkali kepemilikan sebuah benda gaib berkhodam atau jimat merupakan suatu kebanggaan bagi
pemiliknya. Begitu juga dengan keberadaan khodam pendamping, walaupun keberadaannya tidak
dengan sengaja diundang. Seseorang juga kadang merasa senang dan bangga, bila ada orang yang
bisa melihat gaib mengatakan bahwa ada sesosok gaib yang mendampinginya, menjaganya, dsb.

Tetapi sebaiknya jangan kita terdorong memiliki banyak khodam dan benda-benda berkhodam,
karena dengan begitu sama saja kita mengumpulkan mahluk halus. Satu hal yang perlu diwaspadai,
sebaiknya diperhatikan, apapun jenis gaibnya, bila khodamnya itu berasal dari golongan hitam,
entah gaibnya itu beragama ataupun tidak, pasti akan menyesatkan jalan pikiran manusia dan
pasti akan menyulitkan proses kematian seseorang.

Selain mahluk halus golongan hitam yang keberadaannya adalah khodam keilmuan gaib kita, mahluk
tersebut bisa juga terpanggil datang karena adanya wiridan amalan / doa kita. Seringkali terjadi pada
orang-orang yang tekun dan khusyuk berdoa mendekatkan diri kepada Tuhan, meminta rejeki atau
kesaktian, apalagi pada orang-orang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa. Sesudahnya
orang tersebut merasakan omongannya ampuh bertuah, kata-katanya manjur selalu terjadi, atau
rejekinya bukan hanya membaik, tapi meningkat drastis dan selalu ada keberuntungan. Kondisi yang
seperti itu sebaiknya dicermati, apakah semua kesaktian, keberuntungan dan ampuhnya ilmunya itu
berasal dari adanya sesosok khodam golongan hitam.

Kadangkala khodam ilmu dari golongan putih tidak mau menjalankan perintah / keinginan seseorang
untuk melakukan perbuatan yang tidak baik atau perbuatan yang dianggapnya "berlebihan" (karena
sosok halus itu mempunyai kaidah kepantasan sendiri), sehingga orang tersebut merasa ilmu dan
khodamnya tidak ampuh. Kebalikannya dengan khodam ilmu dari golongan hitam, mereka tidak
peduli apakah tugas dan perbuatan mereka itu adalah jahat, baik atau tidak baik. Selama mereka
bisa memuaskan tuannya, bisa melakukan semua perintah tuannya, menjadikan tuannya merasa
ilmunya / khodamnya ampuh, tuannya bergantung pada keampuhan kerja mereka, maka mereka
merasa keberadaan mereka bersama si manusia sangat dibutuhkan dan mereka akan terus
menunjukkan kerja yang lebih.

Melebihi mahluk halus dari golongan putih, yang dari golongan hitam akan menunjukkan unjuk kerja
yang lebih, lebih ampuh tuahnya, bahkan mereka akan tetap bekerja walaupun tidak diperintah.
Banyak mahluk halus golongan hitam, dalam bentuk khodam ilmu / pendamping ataupun jimat
seseorang, seringkali dengan sengaja menyesatkan manusia dengan menciptakan kejadian-kejadian
yang menyebabkan manusia tuannya merasa ilmu / jimatnya atau khodamnya ampuh atau merasa
hidupnya penuh keberuntungan, atau merasa doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan. Bahkan ada di
antara mereka yang sengaja mendatangkan uang tunai atau makanan atau benda-benda pusaka dan
jimat secara gaib kepada tuannya, atau sengaja mengalirkan rejeki dari orang lain yang datang.
Banyak juga yang dengan sengaja menciptakan "keberuntungan" dalam kejadian kecelakaan,
tuannya itu selamat, tetapi orang lain yang bersamanya celaka. Itu adalah kejadian-kejadian yang
kejadiannya sebenarnya disengaja (direkayasa) oleh khodamnya itu. Bahkan bila ada orang lain yang
bersikap negatif atau mencemooh si manusia tuannya, banyak di antara mereka yang mencelakakan
atau membunuh orang tersebut, diluar sepengetahuan tuannya. Bahkan bila orang itu bertengkar
dengan istri atau anaknya, kadangkala istri dan anaknya itupun bisa menjadi korban, karena
khodamnya itu menganggap mereka sebagai manusia yang mengganggu / menyalahi tuannya itu.

Fenomena-fenomena di atas banyak terjadi pada orang-orang tertentu yang memiliki keilmuan
tertentu, atau pada orang-orang tertentu yang mengamalkan suatu amalan gaib pribadi atau doa
pribadi, yang kemudian tanpa disadarinya perilakunya mengundang datang sesosok khodam
pendamping dari golongan hitam. Kejadian ini banyak terjadi pada orang-orang yang sangat tekun
mewirid suatu amalan keilmuan atau sangat tekun berdoa memohonkan rejeki, apalagi dalam
kondisi yang terpaksa. Bisa juga terjadi pada jenis jasa spiritualis yang kita mintakan tuahnya untuk
keberuntungan / kekayaan. Pada orang-orang itu, khodam yang dari golongan hitam akan bekerja
"lebih", sehingga terkesan ilmunya ampuh atau orangnya menjadi penuh dengan keberuntungan.
Malahan tanpa diminta pun khodamnya akan bekerja untuk memenuhi kepentingan tuannya,
apalagi kalau sengaja diperintahkan untuk itu. Kejadian-kejadian di atas jarang terjadi pada orang-
orang yang berkhodam golongan putih, karena khodam-khodam golongan putih biasanya memiliki
kaidah kepantasan sendiri atas perilaku dan perbuatannya.

Orang-orang yang memiliki khodam gaib dari golongan hitam, dalam bentuk benda-benda gaib
maupun khodam ilmu dan khodam pendamping, biasanya orang-orang tersebut akan mendapatkan
banyak "keberuntungan". Biasanya khodamnya bersifat multi fungsi, khodamnya akan melakukan
apa saja untuk menyenangkan tuannya, walaupun tidak diminta dan tidak dibacakan amalan
gaibnya. Khodamnya itu akan mendatangkan banyak keberuntungan kepada tuannya, menjadikan
tuannya selalu beruntung, rejeki lancar mengalir, kaya raya, usahanya maju, karirnya tinggi, selalu
mendapatkan apa yang diinginkannya, selalu selamat dalam kecelakaan dan marabahaya,
menjadikan ilmu tuannya ampuh (apalagi jika orangnya menjadi spiritualis atau praktisi ilmu gaib),
dan akan "menghukum" orang-orang yang tidak suka atau menyalahi tuannya.
Tanda-tanda di atas bisa dijadikan petunjuk untuk kita berwaspada. Sekalipun seseorang tidak
memiliki keilmuan tertentu, tidak pernah belajar keilmuan gaib, tetapi ia akan dapat merasakan
bahwa ada "sesuatu" yang ampuh yang selalu menjaga dan melindunginya dan memberinya
keberuntungan.

Orang-orang yang sudah merasakan khodamnya "ampuh" seperti di atas biasanya akan syok atau
marah bila khodamnya itu dikatakan golongan hitam, dan akan merasa berat dan tidak akan rela
kalau harus melepaskan khodamnya atau benda gaibnya itu. Dengan demikian secara psikologis
orang itu sudah masuk terjerumus ke dalam perangkap penyesatan khodamnya itu. Bahkan ada juga
orang yang menganggap khodamnya itu sebagai "pemberian" Tuhan, karena khodamnya itu
bersikap "baik", menjaga dan melindunginya dan selalu memberinya "berkah" dan keberuntungan,
apalagi jika yang diamalkannya adalah doa / amalan bernuansa agama.

Bila mahluk halus merasa sudah membantu manusia, maka si manusia 'harus' memberikan 'sesuatu'
sebagai upahnya (sesaji) karena mereka sudah 'bekerja'. Bila tidak diberikan, maka si manusia akan
mendapatkan beberapa 'teguran', yang bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, atau
pertengkaran keluarga. Tetapi tuntutan upah yang tidak diterima oleh bangsa jin golongan hitam,
akibatnya bagi manusia lebih menyakitkan.

Teguran dan hukuman yang diterima manusia dari mahluk halus golongan hitam biasanya lebih
berat dan lebih menyakitkan dibandingkan teguran yang diterima manusia dari mahluk halus
golongan putih. Selain yang berupa sakit / penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga,
pancaran energi negatif teguran mereka, selain mengganggu secara psikologis, juga bisa
menyebabkan sel-sel tubuh manusia yang positif berubah menjadi bersifat negatif dan yang sudah
menjadi negatif akan memakan yang positif dan merubahnya menjadi negatif juga (bisa
mengakibatkan penyakit kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan organ
ginjal, liver, jantung, dsb). Banyak juga teguran mereka yang berupa kematian. Bila sosok gaib
tersebut adalah khodam pendamping seseorang, hukuman itu seringkali tidak ditujukan kepada
orang tersebut, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, kepada anggota keluarganya yang lain, bisa
orang tua, istri / suami, anak-anak dan anak di dalam kandungan. Mahluk halus golongan hitam tidak
mengenal batasan kepantasan atas perbuatan-perbuatan mereka.

Ini adalah salah satu perbedaan sifat dasar mahluk halus dengan sifat dasar manusia. Manusia dapat
berubah menjadi baik dan berbudi pekerti setelah mengenal agama dan Tuhan (walaupun banyak
juga manusia yang tekun beragama dan beribadah, tetapi perilakunya tidak menunjukkan budi
pekerti dan akhlak yang baik).

Mahluk halus yang sudah "diagamakan", sifat dasarnya akan tetap sama sesuai aslinya. Hanya saja
selama manusia yang meng-agama-kan mereka masih hidup, mereka akan menunjukkan perilaku
rajin beribadah. Tetapi ketika manusia itu sudah meninggal, berarti mereka telah terbebas dari
kungkungan manusia tersebut. Terserah mereka apakah akan tetap menjadi baik ataukah kembali
menjadi jahat (ada juga dari mereka yang menyerang balik dan menyiksa roh / arwah orang tersebut
sesudah meninggalnya sebagai pembalasan dendam).
Bila kita menyebutkan adanya Tuhan yang menjadi penguasa atas seluruh kehidupan, termasuk
berkuasa atas kehidupan mahluk halus, mereka tidak akan percaya, karena sebagai sesama mahluk
gaib mereka akan mencari keberadaan Tuhan yang dikatakan juga bersifat gaib. Tetapi karena si
manusia tidak bisa menunjukkan keberadaan Tuhan, sehingga mereka tidak dapat menemukan
Tuhan, dan kekuasaan Tuhan juga tidak dirasakan dalam sehari-harinya mereka, maka mereka tidak
akan percaya bahwa Tuhan benar ada, kecuali kita bisa menunjukkan keberadaan-Nya supaya
mereka bisa pergi mencari dan menemukanNya, kemudian percaya dan ikut menyembahNya. Dalam
kondisi yang seperti itu agama bagi mahluk halus seringkali hanya menjadi simbol saja dan menjadi
suatu hal yang bersifat pemaksaan (begitu juga sering terjadi di dunia manusia).

Beragama ataupun tidak, yang wataknya berkuasa akan tetap memaksakan kekuasaannya kepada
yang lebih lemah dan menindas. Yang suka berbuat jahat akan tetap berbuat jahat. Yang suka usil
dan mengganggu akan tetap berbuat usil dan mengganggu. Tetapi pengertian keagamaan pada
mahluk halus golongan putih akan dapat menambah kebijaksanaannya.

Mahluk halus dari golongan putih, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan tetap sama, yaitu
tidak berkecenderungan jahat. Pengenalannya pada agama dapat menambah kebijaksanaannya dan
membuatnya semakin baik, sehingga dapat lebih mengenal budi pekerti dan kesusilaan.

Mahluk halus dari golongan hitam dan abu abu , yang watak dasarnya berkecenderungan jahat,
diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan selalu tetap, yaitu berkecenderungan jahat. Mereka
tidak mengenal akhlak yang baik, karena dunia mahluk halus tidak sama dengan dunia manusia.
Yang mereka lakukan hanyalah sebatas menjalankan tata laku ibadahnya saja sesuai yang
diperintahkan kepada mereka tanpa ada perubahan pada budi pekerti mereka. Justru pengetahuan
agama itu seolah-olah menjadikan mereka seperti memiliki "ilmu" baru, memiliki kekuatan baru,
sehingga pada saat mereka ber-'ulah' dan manusia ingin mengusir mereka, mereka tidak lagi
mempan dibacakan ayat-ayat suci, tidak lagi merasa 'panas' mendengar suara adzan, malahan
mereka dapat mengajari manusia bagaimana caranya membaca ayat-ayat suci, dan selain tetap
menyesatkan, mereka juga mentertawakan manusia karena kebodohannya sendiri, karena telah
mengajarkan mereka "ilmu".

Aturan dan hukum di dunia mahluk halus hanya ada di wilayah dan di lingkungan komunitas mahluk
halus yang di dalamnya ada sosok penguasanya. Komunitas itu bisa berupa perkumpulan biasa saja,
bisa juga kerajaan mahluk halus. Di luar itu kondisinya sama saja seperti di dunia manusia di tempat-
tempat dimana tidak ada aturan yang mengikat, dan tidak ada orang yang menjadi penguasa dan
menegakkan hukum. Yang perilakunya baik akan kelihatan baik, yang jelek akan kelihatan jelek.
Dunianya penuh dengan kekerasan, sehingga orang-orangnya juga akan berkarakter keras dan tidak
segan-segan untuk bertindak keras. Kekuatan (senjata dan kesaktian) akan menjadi sesuatu yang
utama harus dimiliki.

Dunia dan kehidupan mahluk halus berbeda dengan dunia dan kehidupan manusia. Para mahluk
halus, selain sukma manusia dan bangsa dewa, tidak mengenal budi pekerti dan akhlak yang baik
seperti di dunia manusia. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kekuatan dan kekuasaan.
Mereka bebas berbuat apa saja, karena tidak ada hukum, penguasa dan penegak hukum yang harus
mereka patuhi, kecuali hukum dan aturan yang ditetapkan oleh atasan mereka dan mahluk halus lain
yang lebih berkuasa yang harus mereka patuhi. Berkelahi dan bertarung adu kekuatan dan menindas
yang lemah adalah hal yang biasa bagi mereka. Karena itu yang lemah harus mengalah dan mengikut
kepada yang kuat atau menyingkir supaya tidak menjadi korban.

Nyawa manusia tidak penting bagi mereka. Apapun perbuatan mereka dan akibatnya terhadap
manusia, tidak penting bagi mereka. Semua akibat perbuatan mereka terhadap manusia berupa
sakit / penyakit, keguguran kandungan, bayi meninggal di dalam kandungan, bayi lahir cacat, sakit
jantung, buang-buang air, kanker otak, kanker rahim, gagal ginjal, gagal jantung, kecelakaan, bahkan
kematian, tidak penting bagi mereka. Sama dengan kondisi bahwa manusia juga tidak menganggap
penting nyawa seekor ayam, kambing, cicak, kucing, anjing, dsb, dan membunuhi hewan yang
dianggap mengganggu seperti kecoa, tikus, ular, semut, nyamuk, dsb, adalah hal yang biasa, bukan
sesuatu yang jahat.

Ada manusia yang jahat atau suka iseng, menjepret cicak, mengikat burung, capung, menembaki
burung, menyakiti kucing / anjing, dsb. Begitu juga halnya para mahluk halus, ada yang suka
mengganggu, usil / jahil, menakut-nakuti, mencelakakan atau bahkan membunuh manusia.

Semakin jahat watak mahluk halus, keberadaannya akan menyesatkan dan semakin membahayakan
manusia.

Semakin tinggi kekuatan mahluk halus, semakin fatal akibat perbuatannya bagi manusia.

Manusia cenderung untuk tidak berhati-hati, karena manusia meremehkan pengaruh keberadaan
mereka, atau menjauhi mereka karena dorongan agama, atau karena memaksakan rasionalisasi
sikap berpikir manusia yang tidak mau menghubung-hubungkan semua kejadian di dunia manusia
dengan keberadaan mahluk halus.

Meskipun sekarang ini sudah jaman modern, bukan berarti kejadian supranatural dan para mahluk
halus itu menghilang dengan sendirinya tidak ada lagi. Di negara-negara yang sudah modern pun
selalu saja ada kejadian-kejadian supranatural atau sakit-penyakit yang sumber penyebab awalnya
adalah interaksi / perbuatan mahluk halus, walaupun manusia tidak mengakuinya. Baik kita percaya
ataupun tidak, mereka tetap ada, hanya interaksinya dengan manusia saja yang terasa berkurang.

Mahluk halus jahat dan penyesat selain yang dari jenis bangsa jin atau jenis halus lainnya, ada juga
yang dari jenis sukma manusia (arwah). Sebagian pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah
dituliskan dalam tulisan berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Penggolongan mahluk halus dari sisi perwatakannya ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan
pembersihan gaib (baca juga : Pembersihan Gaib).

Jenis mahluk halus golongan hitam dan abu-abu dan yang berenergi negatif jika ada keberadaannya
bersama manusia dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal
di tempat tinggal manusia, keberadaannya dapat diusir dengan menggunakan minyak jafaron. (Baca
: Pembersihan Gaib 2).

Pembersihan gaib menggunakan minyak jafaron ini hanya efektif digunakan terhadap mahluk halus
golongan hitam dan yang berenergi negatif saja dari jenis gaib selain yang berasal dari sukma
manusia (arwah, pocong, siluman) jika ada di antara mereka yang dirasakan mengganggu.
Dituliskan di atas bahwa mahluk halus golongan hitam pasti akan menyulitkan dalam proses
kematian.

Tapi apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan menyulitkan dalam proses kematian ?

Yang namanya resiko selalu ada.

Memang tidak bisa dipastikan apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan memberatkan
kematian. Semuanya harus dilihat satu per satu sosok gaibnya untuk dinilai karakternya dan untuk
dinilai apakah nantinya akan ada resiko yang negatif jika berhubungan dengannya.

Tapi secara garis besarnya, yang dari golongan hitam pasti akan memberatkan dalam proses
kematian, bahkan dapat juga memberikan resiko lain baik selama si manusia masih hidup maupun
sesudah meninggalnya.

Mahluk Halus Khusus Untuk Diwaspadai : Setan dan Iblis

Penekanan penggolongan putih dan hitam di atas ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk
halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib, sekaligus juga ahli dalam hal agama, tetapi jarang sekali
ada yang mampu mengenal dan membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari
golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia.
Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya
menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu
mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan
orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini
sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan
dogma agama, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci
agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.

Ada jenis mahluk halus yang disebut iblis yang ceritanya dalam kitab suci dulu sudah menyesatkan
Adam dan Hawa, yaitu yang sosok aslinya seperti ular tanah berwarna hitam dengan panjang tubuh
+ 2 meter. Sosok halus ini beraura hitam dan kelicikannya luar biasa. Sekalipun tingkat kekuatan dan
kesaktiannya rendah, biasanya hanya antara 1 - 5 kalinya kekuatan gaib mustika merah delima,
tetapi ia tidak takut dengan lawan yang kekuatannya lebih tinggi, karena ia bisa menggerakkan
teman-temannya yang juga beraura hitam dan berkesaktian tinggi untuk membantunya. Karena
kekuatannya tidak cukup tinggi, maka kelicikannya adalah senjata utama yang diandalkannya.
Waspadalah bila anda menemukan sosok gaib jenis ini.

Selain yang berwujud ular di atas, ada banyak mahluk halus iblis yang sosoknya seperti manusia,
tubuh dan wajahnya seperti manusia, tetapi memiliki tanduk di kepalanya. Biasanya sosoknya tinggi
besar lebih dari 2 meter. Badannya kekar bertelanjang dada seperti manusia. Badan dan wajahnya
biasanya hitam gelap atau coklat kemerahan. Kesaktiannya ada yang tinggi, ada juga yang rendah.
Jenis bertanduk itu ada yang bertanduk satu seperti tanduk badak, ada yang bertanduk dua seperti
tanduk kerbau. Ada yang tanduknya pendek, ada yang panjang melingkar seperti tanduk kerbau
aduan. Kekuatannya ada yang rendah seperti gondoruwo, ada juga yang menengah dari beberapa
puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai beberapa ratus kalinya kekuatan gaib ibu
ratu kidul.

Yang bertanduk satu lebih sering membunuh atau mencelakakan manusia.

Yang bertanduk dua, yang biasa merasuk membuat kesurupan, atau mencelakakan dan membunuh
manusia biasanya kekuatannya rendah. Tetapi yang bertanduk dua itu, yang biasa menyesatkan
manusia, atau yang biasa memberi jasa pesugihan, biasanya kekuatannya kelas menengah, dari
beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai beberapa ratus kalinya
kekuatan gaib ibu ratu kidul.

Mahluk halus berwujud manusia dengan tanduk di kepalanya melambangkan sifat watak yang jahat
dan suka menyesatkan, tetapi tidak cukup licik jika dibandingkan dengan iblis ular hitam di atas, dan
tanduknya itu juga menggambarkan sikap yang suka menyerang mengagungkan kekuatannya. Jenis
bertanduk itu juga suka merasuki manusia, atau mencelakakan dan membunuh manusia.
Menghindarlah segera bila bertemu dengan sosok jenis ini, atau jika anda mengetahui ada
keberadaannya di sekitar tempat tinggal anda, apalagi menjadi khodam ilmu / pendamping anda,
segeralah lakukan usaha pembersihan gaib.

Ada juga sosok-sosok gaib golongan hitam berwarna kemerahan seperti kelelawar bersayap. Jenis
halus ini kekuatannya rendah, biasanya tidak sampai 5 md. Jenis ini sering sekali berperilaku seperti
setan yang memberikan bisikan-bisikan yang menyesatkan.

Jenis-jenis iblis di atas, yang sosoknya seperti manusia, yang bertanduk maupun tidak, banyak yang
menjadi khodam pendamping manusia, biasanya ia memposisikan dirinya di belakang si manusia
atau di belakang agak ke kanan.

Sosok-sosok halus yang disebutkan di atas adalah sosok-sosok mahluk halus yang secara tampilan
fisiknya dapat dengan mudah dibedakan dari mahluk halus lainnya, sehingga manusia yang
menemukannya, yang bisa melihatnya, akan dapat dengan mudah melakukan pembedaan dan dapat
segera melakukan tindakan yang diperlukan.

Selain mereka, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam yang sosoknya tidak semuanya
seperti manusia, tidak semuanya bertanduk, tetapi aura kejiwaannya hitam, dan kekuatannya tinggi.

Ada juga sosok halus lain golongan hitam yang sosok wujudnya seperti manusia, tetapi aura
kejiwaannya hitam. Contohnya adalah bangsa jin laki-laki yang wajahnya tampan rupawan, kulitnya
halus dan bersih dan pakaiannya bagus seperti seorang pangeran, atau bangsa jin perempuan yang
wajahnya cantik dan anggun, kulitnya halus dan bersih dan pakaiannya bagus seperti seorang putri
raja. Perwujudan mereka cantik dan ganteng seperti pangeran dan putri, sikap perilaku dan kata-
katanya manis, tetapi wataknya jahat dan licik. Diperlukan ketajaman insting, kemampuan deteksi
dan spiritualitas yang lebih untuk bisa mengetahui dan untuk bisa mendeteksi sifat jahatnya. Mereka
sering disebut pangeran dan ratu kegelapan. Aura kejiwaannya hitam (sangat hitam) dan
kelicikannya luar biasa, sangat senang menyesatkan manusia, menampilkan perwujudannya yang
bagus seolah-olah mereka adalah utusan Tuhan, tapi tidak segan-segan membunuh manusia jika
orang itu membuatnya kesal.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada sosok-sosok lain yang beraura kejiwaan hitam (sangat
hitam), tetapi kekuatannya sangat tinggi, bisa sampai 30.000 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul
(30.000 KRK). Ini adalah jenis jin iblis yang kekuatan gaibnya paling tinggi di bumi. Kebanyakan
sosoknya seperti manusia laki-laki bertubuh tinggi besar kekar bertelanjang dada dengan tinggi
tubuh rata-rata 30 meter, tidak bertanduk. Jarang sekali ada manusia, bahkan mahluk halus, yang
mampu melihat dan mengetahui keberadaan mereka, kecuali mereka yang mengerti kegaiban dan
berkekuatan / berspiritualitas tinggi. Jenis ini tidak banyak bergerak dan jarang sekali berpindah
tempat, tetapi pancaran aura hitam kejiwaannya yang licik, jahat dan menyesatkan mencakup area
yang luas bisa sampai radius ratusan kilometer jauhnya.

Jika dinilai secara kepangkatan, sosok ular hitam di atas berpangkat setingkat menteri. Sekalipun
kekuatan gaibnya rendah, tetapi dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk
halus golongan hitam lainnya. Sedangkan sosok-sosok bertanduk di atas berpangkat setingkat
prajurit sampai perwira, dan biasa menjadi "pelaksana tugas lapangan". Ada yang kesaktiannya
rendah, ada juga yang kesaktiannya tinggi. Yang disebut pangeran dan ratu kegelapan di atas adalah
raja dan ratu yang dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk halus
golongan hitam lainnya. Jenis terakhir di atas yang seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada
adalah mahluk halus golongan hitam yang kekuatannya paling tinggi, yang menjadi raja-raja dan
jenderal lapangan, yang menjadi penguasa-penguasa tertinggi di lingkungan mahluk halus golongan
hitam. Semua mahluk halus golongan hitam tunduk kepada mereka.

Secara keseluruhan sosok-sosok halus di atas adalah yang seringkali kita sebut sebagai setan dan
iblis (dan sejatinya adalah iblis), yang sifat perbuatannya, tujuan keberadaannya dan pancaran aura
kejiwaannya sengaja menyesatkan manusia atau mencelakakan. Sekalipun keberadaan mereka
tidak tampak mata manusia, tetapi pancaran aura kejiwaan mereka akan mempengaruhi manusia,
bahkan juga mempengaruhi mahluk halus lain ikut menjadi golongan hitam, sehingga mereka yang
tidak eling lan waspada, yang tidak menjaga kebersihan dan kelurusan hatinya, pikiran dan batinnya,
yang tinggi ke-aku-annya dan yang mempunyai kecenderungan menyimpang dari budi pekerti dan
kesusilaan, akan menjadi terpengaruh.

Secara umum mahluk-mahluk halus golongan hitam yang diceritakan sebelumnya di atas, sekalipun
ada yang bentuk tubuh dan wujudnya biasa saja sama dengan mahluk halus lainnya, tetapi sifat
perwatakannya jahat dan cenderung menyesatkan manusia. Mereka adalah kaki tangan / simpatisan
dari yang disebut iblis. Sekalipun kita tidak bisa melihat gaib, atau bisa melihat gaib tapi tidak bisa
melihat keberadaan mereka, dengan cara peka rasa kita bisa merasakan hawa energi mereka yang
mengandung hawa jahat, penuh kebencian dan kelicikan (tipu muslihat jahat) dan dengan pancaran
hawa aura energinya itu mereka memancarkan / menyebarkan sifat-sifat kelicikan, kemunafikan,
rasa kebencian dan permusuhan yang mempengaruhi psikologis mahluk halus dan manusia untuk
juga berhati penuh kelicikan, kemunafikan, kebencian dan permusuhan. Sebaiknya kita berwaspada,
mereka ada dimana-mana, mungkin juga ada di dekat kita, atau bahkan menjadi khodam kita, jangan
sampai kita terpengaruh penyesatan mereka.
Jenis mahluk halus iblis dan yang dari golongan hitam dan abu-abu jika ada keberadaannya bersama
anda dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat
tinggal anda atau di sekitarnya, sebaiknya keberadaannya diusir saja, lakukan saja dengan cara yang
mudah, yaitu menggunakan minyak jafaron. (Baca : Pembersihan Gaib 2).

Sukma Jahat Manusia

Sosok-sosok halus yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, yang sifatnya jahat atau beresiko
merugikan, atau yang sering masuk merasuk ke dalam tubuh manusia, adalah dari jenis bangsa jin,
dhanyang, dedemit atau jenis mahluk halus lainnya.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada juga mahluk halus jahat dan penyesat dari jenis sukma
manusia (arwah). Jenis sukma manusia ini lebih sulit untuk digolongkan secara pasti hitam atau putih
seperti jenis mahluk halus lainnya, apalagi oleh orang awam, karena sukma manusia bisa menipu
dan bisa dengan akalnya merubah-ubah sikap dan perilakunya, sama seperti manusia yang masih
hidup.

Selain yang bebas bergentayangan, yang harus diwaspadai adalah juga mahluk halus sukma / arwah
manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma /
arwah yang tinggal bersemayam di tubuh manusia, di dalam badan atau di dalam kepala manusia
yang masih hidup (ketempatan mahluk halus).

Banyak dari mereka yang dulunya tidak berbudi baik dan dari golongan yang jahat masuk
bersemayam di dalam tubuh manusia, menjadikan tubuh manusia yang masih hidup sebagai rumah
mereka, dan mempengaruhi si manusia yang tubuhnya ditempatinya untuk berpikir, berbuat,
berperilaku dan berkepribadian sama seperti yang mereka inginkan, sesuatu yang umumnya tidak
dilakukan oleh sukma orang-orang yang berbudi pekerti baik.

Sebagian lagi hidup sendiri, atau membentuk kelompok-kelompok dari kalangan yang sejenis,
membentuk kekuasaan jahat di alam gaib.

Sebagian lagi dari mereka hidup berkomunitas. Kebanyakan menjadi penghuni tempat-tempat
angker dan wingit yang sewaktu-waktu bisa membuat manusia tewas / celaka. Atau mereka
menghuni tempat-tempat orang "ngalap berkah" dan memaksa mahluk halus dhanyang setempat
untuk tunduk kepada mereka, menjadikan mereka golongan hitam. Dengan cara itu mereka secara
langsung menyesatkan manusia dan sering membawa sukma manusia yang sudah meninggal ke
tempat kediaman mereka untuk diperbudak (dijadikan tumbal).

Selain mereka yang berkekuatan tinggi, ada banyak sukma yang kekuatannya rendah, umumnya
tidak lebih dari 5 md saja, yang kebanyakan dulunya adalah pelaku jahat ilmu gaib dan perdukunan,
yang selanjutnya banyak bersemayam di dalam kepala manusia yang masih hidup. Sekalipun
keberadaan mereka itu dengan sengaja telah menjadikan orangnya merasa bisa melihat gaib dan
merasa mengerti kegaiban, tetapi banyak penglihatan gaibnya yang bersifat fiktif, ilusi dan
halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu
dijadikannya sarana mereka berpraktek ilmu gaib kembali.

Sebagiannya lagi yang kekuatannya lebih tinggi banyak yang masuk bersemayam di badan manusia
yang masih hidup. Mereka juga dengan sengaja menjadikan orangnya merasa bisa melihat gaib, peka
rasa dan merasa mengerti kegaiban, merasa tubuhnya kuat dan mengandung kegaiban /
"berkaromah" dan kata-katanya manjur selalu terjadi (atau malah menjadi sakit-sakitan karena
tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka), tetapi banyak kegaibannya yang fiktif, ilusi dan
halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu
dijadikannya sarana mereka menunjukkan kegaiban dari kesaktian mereka.

(Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia).

Mereka yang tinggal bersemayam di dalam kepala atau di dalam badan manusia yang masih hidup
itu umumnya bersifat menyesatkan, menjadikan orangnya semakin memuliakan dirinya sendiri,
menjadikan orangnya merasa dirinya istimewa dan percaya diri karena memiliki kegaiban, karomah,
atau berilmu gaib. Walaupun orangnya tekun beragama, agamis, merasa beriman, dan mulutnya
selalu menyuarakan nama Tuhan, tetapi hatinya akan semakin jauh dari Tuhan, karena akan
didorong oleh rasa keinginan dan hasrat memegahkan dirinya sendiri, dan menjadikan orang-orang
pengikutnya memuliakan diri mereka, bukan memuliakan Tuhan, bahkan menjadikan perhatian
orang-orang terpusat kepada mereka, bukan kepada Tuhan.

Sebenarnya kasus-kasus penyesatan seperti itu sudah juga terjadi di seluruh dunia yang umumnya
kasusnya jauh lebih parah daripada di Jawa, karena umumnya kasus-kasusnya berhubungan dengan
agama dan sudah memunculkan banyak nabi-nabi palsu dan orang-orang sesat yang dipuja dan
dimuliakan orang, yang sampai sekarang sudah menciptakan banyak pengikut yang berhasil
dipengaruhi untuk memuliakan agama tetapi hatinya malah menjadi jauh dari Tuhan. Sedangkan
mahluk halus dan sukma-sukma jahat lainnya mendorong orang menjadi penyembah berhala dan
mempertuhankan dirinya sendiri.

Sedangkan di Jawa kasus penyesatannya kebanyakan bersifat personal, individu. Tetapi yang bersifat
personal / individu itu menjadi fatal akibatnya jika orangnya adalah seorang pemimpin, tokoh
masyarakat, tokoh agama, atau orang-orang berpengaruh lainnya, karena mereka akan dipengaruhi
menjadi berhati jahat dan menyebarkan kebencian dan permusuhan dan pengaruh penyesatan pada
satu orang saja dari antara mereka akan dapat mempengaruhi banyak orang lain pengikut mereka.

Ada juga mahluk halus sukma manusia (arwah) yang tinggal di dalam benda-benda gaib tertentu,
seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-
benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai
rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia
pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya
kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa
menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum"
kita.

Juga mahluk halus sukma manusia (arwah) jahat harus diwaspadai karena wataknya yang jelek yang
suka bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam badan atau kepala manusia yang masih hidup
(ketempatan mahluk halus), yang selain bisa menyesatkan jalan pikiran si manusia, memberikan
banyak gambaran gaib fiktif / halusinasi, juga bisa mendatangkan kejadian-kejadian gaib lain yang
negatif.
Sukma manusia yang seringkali masuk merasuk dan bersemayam di tubuh manusia biasanya adalah
sukma (arwah) dari orang-orang yang dulu memiliki keilmuan gaib / kesaktian, sebagiannya dulu
hidup sebagai tokoh-tokoh sakti dunia kejahatan dan berilmu tinggi. Mereka biasanya berwatak
keras dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan, cenderung menonjolkan kesombongan dan
mengandalkan kesaktiannya untuk memaksakan kehendaknya (juga sampai sekarang sesudah
mereka menjadi roh / sukma / arwah).

Sosok halus sukma / arwah yang kekuatannya rendah (1 - 2 md), biasanya akan bersemayam di
bagian kepala manusia, tetapi yang kekuatannya lebih tinggi biasanya akan bersemayam di dalam
badan manusia.

Ketika sesosok sukma (arwah) bersemayam di dalam kepala seseorang, biasanya sosok sukma
tersebut akan aktif memberikan bisikan gaib, penglihatan gaib, dsb, akan menjadikan si manusia
memiliki kemampuan melihat gaib, atau bisa mengetahui sesuatu yang gaib, bahkan ada yang bisa
meramal. Tetapi keberadaan sosok sukma tersebut bisa juga mengacaukan alam pikiran si manusia,
memenuhi pikiran si manusia dengan halusinasi dan penglihatan gaib fiktif yang tidak sesuai dengan
kondisi dan arti kejadian gaib yang sesungguhnya, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat
(fitnah) tentang orang lain, sehingga orangnya juga akan menjadi selalu berpikiran jahat / jelek
kepada orang lain.

Jika ada sesosok sukma (arwah) bersemayam di badan seorang manusia (yang masih hidup),
biasanya sehari-harinya si manusia tersebut juga akan merasakan adanya ide-ide atau bisikan gaib /
ilham dan kadang juga menerima penglihatan gaib yang berasal dari sosok halus di dalam tubuhnya
itu. Biasanya si manusia akan merasa memiliki kepekaan batin, mengerti hal-hal gaib. Tetapi
seringkali semua bisikan gaib itu bersifat menyesatkan walaupun halus tidak terasa, banyak juga
yang membisikkan kata-kata jahat tentang orang lain. Kadangkala juga si manusia akan merasakan
adanya dorongan emosi / amarah yang tidak jelas penyebabnya. Di sisi lain sosok sukma arwah
tersebut bisa menjadi khodam kekuatan bagi si manusia ketika si manusia sedang berkelahi dan akan
membantu memberikan inspirasi jika si manusia menjalani laku keilmuan kegaiban maupun
kanuragan.

Baik sosok sukma / arwah itu tinggal di dalam kepala maupun di dalam badan manusia yang masih
hidup biasanya keberadaannya akan membantu si manusia peka rasa, mengerti dan bisa mendeteksi
kegaiban, bahkan banyak yang menjadikan orangnya memiliki kemampuan gaib tertentu tanpa
sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaib si manusia yang sifatnya
halusinasi / ilusi, tidak sungguh-sungguh terjadi. Sekalipun benar terjadi, tetapi arti kegaiban yang
ditangkap oleh si manusia seringkali bukanlah arti kejadian gaib yang sesungguhnya (tipuan). Yang
paling buruk adalah jika si sosok sukma itu berwatak sedemikian jahatnya sehingga ia benar-benar
menyesatkan jalan pikiran si manusia, menjadi setan dan iblis bagi si manusia, yang mempengaruhi
si manusia untuk juga berhati jahat dan berperangai buruk (akibatnya fatal jika orangnya adalah
seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama yang akan dipengaruhi menjadi
berhati jahat dan menyebarkan kebencian dan permusuhan).

Baik yang hidup sendiri maupun yang berkomunitas, banyak dari mereka yang mendorong orang
menjadi sok kuasa, yang dalam kekuasaannya itu orang bertindak sewenang-wenang, menonjolkan
kesombongan dan mempertuhankan dirinya sendiri.

Bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sukma leluhur si manusia, kecuali sukma leluhur yang
berwatak jelek, karena sukma leluhur yang berwatak baik biasanya akan menempatkan dirinya
sebagai sosok pendamping dan pelindung, bukannya masuk merasuk dan bersemayam di dalam
tubuh manusia keturunannya.

Ada juga kasus-kasus yang sesosok halus sukma yang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia
memiliki musuh di alam gaib, sehingga ia akan sering bertarung. Pada kasus itu sering sekali si sukma
itu menarik masuk mahluk halus lain di bawah kekuatannya untuk dijadikan tamengnya, bisa jenis
ular gaib, banyak juga yang sampai menarik masuk jenis jin iblis bertanduk dua. Keberadaan mereka
itu semakin memperparah gangguan gaib pada orangnya, pada psikologisnya dan pada fisiknya.

Gangguan gaib yang asalnya dari jenis sukma / arwah yang bersemayam di dalam tubuh manusia
yang masih hidup adalah jenis gangguan gaib yang paling sulit ditangkal. Yang bersemayam di dalam
kepala biasanya kekuatannya rendah, kalau lebih kuat biasanya akan bersemayam di dalam badan.

Sosok sukma manusia tersebut biasanya energinya halus sekali sehingga sulit dideteksi dan sulit
dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali sehingga sulit dilihat
keberadaannya, ditambah lagi ada banyak sukma manusia pelakunya yang berkesaktian tinggi yang
kesaktiannya bisa sampai puluhan ribu kali lipat kesaktiannya ibu ratu kidul, jauh sekali di atas
kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, apalagi dibandingkan khodam ilmu yang umum, dan untuk
mengusirnya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan
kebatinan / spiritual, atau khodam) yang lebih tinggi saja.

Secara umum keberadaan sesosok gaib, apapun jenis dan wujudnya, yang bersemayam tinggal di
dalam tubuh manusia (di dalam kepala atau badannya) adalah kegaiban tingkat tinggi, sehingga
jarang ada orang, sekalipun orang itu berilmu tinggi / spiritualis kawakan, yang bisa dengan benar
mendeteksi keberadaannya, apalagi untuk menangkalnya, apalagi yang baru sekedar bisa melihat
gaib. Kebanyakan orang yang berusaha mendeteksi / melihat keberadaan sosok halus itu akan
dikelabui dan disesatkan pengertiannya, sehingga ia akan mengatakan bahwa orang yang
ketempatan mahluk halus itu memiliki khodam pendamping penjaga, berwujud harimau atau
prajurit, seringkali malah dikatakannya bahwa itu adalah khodam leluhurnya.

Bersemayamnya sesosok sukma jahat di dalam tubuh atau di dalam kepala seseorang sulit sekali
untuk diketahui, termasuk oleh orang-orang yang tajam penglihatan gaibnya dan yang sudah
bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal dan spiritualis supranatural, karena selain sukma
tersebut halus sekali energi dan penampakannya, menyamarkan keberadaan dirinya dengan suatu
energi (ilmu halimunan), juga ada yang keberadaannya tertutupi oleh mahluk-mahluk halus lain yang
sengaja ditariknya untuk menutupi dirinya. Apalagi jika sukma tersebut berkekuatan tinggi yang
bahkan mampu menarik mahluk halus jin iblis bertanduk dua untuk menutupi dirinya. Hanya orang-
orang yang sangat tinggi tingkat kepekaan / ketajaman kebatinan - spiritualnya saja yang mampu
mendeteksinya.

Tapi sekarang dari uraian pola perilaku dan fenomena yang sudah diceritakan di atas, tentang
kemampuan seseorang melihat gaib tanpa sebelumnya pernah belajar peka rasa, kita mendapatkan
bahan untuk berwaspada terhadap kemungkinan adanya keberadaan sukma jahat tersebut, atau
jenis mahluk halus lainnya, di dalam tubuh kita. Walaupun indikasi-indikasi kejadian seperti disebut
di atas belum tentu pasti menunjukkan adanya sesosok halus di dalam tubuh manusia, karena harus
diperiksa satu per satu kejadiannya, tetapi seharusnya itu menjadi bahan untuk kita berwaspada.

Sifat-sifat energi mahluk halus akan mengikuti perwatakannya. Sifat energi mahluk halus golongan
putih akan berbeda dengan yang dari golongan hitam. Dengan kepekaan rasa orang akan bisa
membedakan kehadiran sesosok halus dari rasa energinya apakah sosok halus itu dari golongan
putih ataukah dari golongan hitam. Dan dengan kepekaan rasa juga orang akan bisa membedakan
energi sesosok gaib apakah bersifat positif ataukah negatif.

Semua mahluk halus, selain yang dari jenis sukma manusia, fisiknya adalah berupa energi sehingga
perbuatan dan pergerakannya bisa dihalangi atau ditangkal dengan pagaran energi yang lebih kuat.

Mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif, karena fisiknya berupa energi maka
pergerakannya akan bisa dihalangi atau ditangkal selain dengan pagaran energi yang lebih kuat, juga
dengan pagaran gaib yang padat berisi energi positif yang berlawanan sifatnya dengan energi sosok
gaib yang negatif / hitam. Karena itu jika kita membuat pagaran energi, usahakan selain membuat
dindingnya keras, ada energi penolakannya, juga dibuat di dalamnya padat dengan energi positif,
sehingga jika ada sesosok halus golongan hitam yang mampu menembus dinding pagaran gaibnya,
diharapkan dia tidak akan mampu terus masuk ke dalamnya, karena padatnya energi positif di dalam
pagaran gaib yang sifatnya berlawanan dengan sifat energinya. Seandainya pun kekuatan gaib sosok
halus itu terlalu tinggi sehingga mampu masuk menembus pagarannya, diharapkan dia tidak akan
betah berlama-lama di dalamnya sehubungan dengan ketidak-nyamanan dari adanya energi positif
yang berlawanan sifat dengan energinya.

Pagaran gaib untuk melawan jenis sukma manusia memang sulit dibuat. Selain karena tingkat
kekuatan mereka bervariasi, ada yang rendah, ada juga yang tinggi sekali, juga karena mereka bisa
dengan akalnya beradaptasi dengan bentuk pagaran gaibnya untuk menerobosnya.

Jika untuk menangkal jenis sukma manusia itu digunakan pagaran gaib, maka pagarannya harus
bersifat absolut / solid.

Sekalipun jenis sukma manusia fisiknya juga berupa energi, tetapi tidak murni bersifat energi seperti
mahluk halus lainnya, tetapi dominan bersifat roh, yaitu roh / sukma (arwah) manusia. Lebih sulit
membuat pagaran energi untuk menahan jenis sukma manusia. Untuk menangkalnya pagarannya
harus bersifat absolut / solid. Tetapi kalau pagaran energi itu dibuat, berarti juga akan dapat
menahan roh manusia yang masih hidup (roh pancer dan sedulur papat).

Pagaran energi bersifat pasif, diam saja, tidak seperti roh atau khodam yang bisa bergerak bertindak
sendiri. Jadi untuk penjagaan gaib terhadap sukma manusia jahat itu lebih baik ditambahkan dengan
sesuatu yang bisa bertindak sendiri ketika sukma tersebut datang, misalnya penjagaan gaib dengan
khodam jimat / pusaka atau khodam pendamping. Paling baik adalah penjagaan oleh roh sedulur
papat kita sendiri kalau sudah kuat, berarti kita sendiri harus belajar "membangun" kekuatan gaib
dan sensitif peka rasa sebagai radar deteksi dini.

Dan untuk mengusir sukma jahat tersebut bukan dengan cara membuat pagaran energi, tetapi harus
dengan langsung menghantamkan energi yang lebih kuat kepada sosok sukma tersebut, bisa berupa
energi dari diri sendiri atau energi dari penggunaan khodam / benda gaib. Atau dengan
membungkusnya / mengisolasinya dengan pagaran absolut yang lebih kuat, kemudian pagaran dan
isinya dibuang jauh.

Jadi mahluk-mahluk halus penyesat, yang menyesatkan manusia, selain sosok-sosok halus dari jenis
bangsa jin atau jenis halus lainnya, ternyata ada juga sosok-sosok halus sukma manusia yang jahat.
Sebagian potensi pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah dituliskan dalam tulisan
berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.
Ini adalah salah satu jenis kegaiban tingkat tinggi yang jarang sekali manusia dapat mendeteksi dan
mengetahuinya, apalagi menangkalnya. Sulit untuk manusia, berilmu tinggi sekalipun, untuk bisa
mendeteksi, menangkal atau mengusir keberadaan sukma manusia jahat tersebut, apalagi bila
sukma jahat tersebut menyamarkan keberadaannya dan kesaktian gaibnya juga ada yang sampai
puluhan ribu kali lipatnya kesaktian Ibu Ratu Kidul, dan keberadaannya hanya dapat diusir dengan
kekuatan gaib yang lebih tinggi saja.

Mungkin tidak kita sadari bahwa ada banyak kasus dalam kehidupan manusia yang sumbernya
adalah pengaruh gaib. Salah satu gangguannya adalah yang bersifat fisik. Umumnya jenis halus
sukma manusia energinya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh biologis manusia yang masih
hidup, energinya bersifat negatif bagi manusia. Manusia yang di tubuhnya ketempatan jenis halus
sukma manusia cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, dari yang
kadarnya ringan sampai yang menyebabkan rusak beratnya organ-organ tubuh bagian dalam, di
kepala atau badannya.

Efek resiko lainnya, jenis halus sukma manusia yang masuk dan bertempat tinggal di dalam badan
manusia yang masih hidup pasti akan menyulitkan proses kematiannya, tetapi yang bertempat
tinggal di dalam kepala sifatnya relatif, tidak semuanya akan menyulitkan kematian orangnya.

Pengaruh gaib lainnya adalah kasus-kasus yang orang mendapatkan bisikan-bisikan gaib atau
kesadarannya ditunggangi oleh gaib sehingga orangnya terdorong untuk melakukan perbuatan-
perbuatan yang rendah, dipenuhi pikiran cabul, suka berzinah, memperkosa, suka marah-marah,
emosi tak terkendali, mengamuk, membunuh, dipenuhi pikiran jahat dan suka memfitnah dan
menghasut, menyebarkan kebencian dan permusuhan, dsb, bahkan ada yang sampai benar-benar
hilang kesadarannya, gila. Masing-masing pengaruh gaib itu terhadap psikologis manusia ada kadar
pengaruhnya sendiri-sendiri dari yang kadarnya ringan sampai yang berat.

Walaupun begitu selayaknya manusia sendiri yang harus dapat menahan diri dari segala macam
pengaruh penyesatan, untuk tidak terpengaruh, untuk tidak dikelabui / disesatkan pikirannya, untuk
tidak berbuat jahat, untuk tetap sadar dan menjaga keluhuran budi dan pekerti, apapun agamanya.
Walaupun di dalam dirinya atau di sekitarnya ada mahluk-mahluk halus jahat dan roh-roh penyesat,
ia tetap harus dapat mengendalikan diri untuk tidak terbawa pengaruhnya.

Memang yang utama adalah pengendalian diri, mengutamakan kesadaran yang tinggi untuk selalu
sadar untuk selalu menggunakan kesadaran yang tinggi untuk kontrol diri. Kita sendiri yang harus
tetap bisa kontrol diri, sehingga jika kita mengalami gejolak emosi, atau ada dorongan-dorongan
berbuat tidak baik atau berbuat yang tidak lazim, atau sekalipun di dalam diri kita atau di sekitar kita
ada pribadi-pribadi lain yang sifatnya menggoda / mengganggu / mempengaruhi / menyesatkan, kita
tetap bisa kontrol diri, tetap sadar.

Ada pertanyaan dari pembaca :

Saya membaca obrolan bapak dengan para pembaca yang dalam pencariannya untuk menemukan
Tuhan malah banyak mahluk2 yang mengaku Tuhan mendatangi mereka. Saya sangat tertarik
dengan tema itu. Kira2 apakah hanya dengan eling bisa menyelamatkan mereka dari
kesesatan? Lalu bagaimana orang2 bisa membedakan yang Asli dan Palsu?

Ulasan :

Roh-roh jahat dan penyesat ada dimana-mana. Ada yg datang mengikuti / mendampingi manusia,
ada yg masuk tinggal di dalam badan / kepala manusia (ketempatan mahluk halus). Mereka bukan
hanya datang kpd orang2 yg mencari Tuhan, tapi juga datang kpd orang2 yg awam maupun yg
agamis. Hanya saja orang2 agama dan para spiritualis agamis tidak mampu mengenalinya, apalagi
kalau mereka sendiri ternyata tanpa disadarinya sudah juga disesatkan. Lebih banyak itu hanya
menjadi cerita agama saja.

Seringkali sosok penyesat yg datang itu kekuatannya jauh di atas kemampuan kita untuk mendeteksi
dan menangkalnya. Jadi tinggal kita saja yg berusaha bertahan dari pengaruh penyesatannya. Belajar
membangun ketahanan terhadap penyesatan.

Untuk menghindari kita terbawa penyesatannya tidak cukup kita hanya berserah / bersandar pada
Tuhan. Itu hanya dogma saja. Bagaimana melakukannya kita berserah / bersandar pada Tuhan
? Pasrah tanpa berbuat apa-apa ?

Kita sendiri yg harus selalu eling, tajamkan insting dan peka rasa, kuatkan hikmat ketuhanan dan
belajar fokus kpd Tuhan di atas sana.

Kalau hanya mendengarkan bisikan gaib saja, atau mengawang2, tidak fokus kpd sumbernya,
seringkali kita tidak bisa membedakan sumbernya darimana. Karena itu dalam latihan olah rasa dan
melihat gaib ditekankan juga supaya kita bisa fokus, jangan mengawang-awang, dan dalam laku
kebatinan keagamaan / ketuhanan kita belajar fokus kpd Tuhan di atas sana.

Tambahan :

Ada banyak kejadian yang sifatnya terlalu tinggi untuk bisa kita atasi sendiri ataupun dengan
meminta bantuan orang lain. Sebaiknya kita belajar memperkuat benteng kita dan perlindungan kita
dengan menyatukan diri dengan kekuatan yang paling tinggi, yaitu Tuhan, juga dalam hal meminta
pertolongan. Salah satu caranya adalah dengan kita menekuni laku kebatinan ketuhanan seperti
yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.

Selain kita tidak perlu berguru kemana-mana untuk keperluan itu, yang juga masih belum tentu bisa
digunakan untuk mengatasinya jika kejadian-kejadian di atas ternyata terjadi juga pada diri kita
sendiri, laku itu juga sejalan dengan jalan kepercayaan kita sendiri, tidak perlu mencari-cari cara yang
lain, ketekunan kita itu juga akan menambah kualitas kepercayaan dan kerohanian kita sendiri.
Selain kita akan menjadi lebih bisa bersugesti langsung kepada Tuhan, untuk berdoa ataupun untuk
meminta pertolongan, juga kekuatan dari sugesti kita itu akan bisa digunakan untuk banyak
keperluan.

Pengaruh Sinar Bulan Terhadap Mahluk Halus

Bangsa mahluk halus yang terhitung sebagai golongan putih dan golongan hitam, kondisi fisiknya
kuat atau lemah, sangat dipengaruhi oleh sinar bulan. Mahluk halus golongan putih mengambil
sinar bulan sebagai sumber utama kekuatan energinya, sedangkan mahluk halus golongan hitam
mengambil energi dari bumi.
Pada malam bulan purnama (dari bulan sabit menuju bulan purnama), mahluk halus golongan putih
berada dalam kondisi penuh energi. Secara umum kita bisa merasakan suasana yang segar bila
keluar rumah pada saat malam bulan purnama, karena banyak mahluk halus golongan putih yang
keluar bebas di alam untuk mandi sinar bulan purnama, dan pancaran energi positif mereka akan
menyehatkan kita secara fisik maupun psikologis. Sebaliknya, mahluk halus golongan hitam berada
dalam kondisi lemah kekurangan energi dan mereka berdiam di tempat gelap menghindari sinar
bulan.

Pada malam bulan purnama, apalagi pada malam hari Waisak, aura energi positif sinar bulan sedang
dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini baik sekali untuk kesehatan dan untuk ritual menambah
kekuatan spiritual atau mencari wangsit.

Pada malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan sabit) atau malam mendung dan gelap
tanpa sinar bulan, mahluk halus golongan putih berada dalam kondisi lemah kekurangan energi,
sedangkan mahluk halus golongan hitam berada dalam kondisi penuh energi. Dalam kondisi alam
yang seperti ini para mahluk halus golongan hitam bebas memilih untuk tetap berdiam di tempatnya
berdiam atau keluar bebas di alam. Pancaran aura energi mereka membawa pengaruh negatif
terhadap fisik maupun psikologis manusia.

Pada malam bulan sabit, aura energi kekuatan bumi sedang dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini
baik untuk ritual kebatinan dan keilmuan yang menyerap atau menggunakan kekuatan bumi sebagai
sumber kekuatan ilmunya. Tetapi untuk yang sengaja bertirakat untuk tujuan kebatinan, mencari
ilmu atau mencari wangsit, pada malam bulan sabit itu kebanyakan sosok halus yang datang kepada
mereka adalah yang dari golongan hitam dan wangsit / bisikan gaib yang mereka terima kebanyakan
juga berasal dari yang golongan hitam yang kebanyakan palsu dan bersifat menyesatkan. Karena itu
untuk tujuan bertirakat itu paling baik adalah dilakukan pada malam bulan purnama.

Kondisi sinar bulan ini dapat dijadikan suatu petunjuk, tetapi bersifat tidak pasti, hanya sebagai
petunjuk awal saja. Seseorang yang memiliki ilmu gaib berkhodam atau mempunyai khodam
pendamping, ada saat-saat tertentu yang ia merasa ilmunya itu terasa ampuh dan manjur, atau
keinginan-keinginannya banyak terkabul, atau jalan hidupnya terasa ringan banyak keberuntungan.
Bila itu terasa terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan purnama (dari bulan sabit
menuju bulan purnama), mungkin saja khodamnya itu dari jenis golongan putih. Bila itu terasa
terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan
sabit) atau hari-hari dan malam cuaca mendung tanpa sinar bulan, bisa jadi khodamnya itu adalah
dari jenis golongan hitam.
Kondisi sinar bulan ini tidak berpengaruh terhadap jenis mahluk halus yang berasal dari jenis sukma
manusia (arwah, pocong, siluman), dedemit gondoruwo, kuntilanak, palasik, wewe gombel,
banaspati, jenis buto, jenis bangsa jin yang sosoknya hitam besar dan yang sosok wujudnya ular.

Pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (atau dari bulan purnama
menuju bulan sabit) ada banyak gaib-gaib negatif yang berseliweran. Sebaiknya selama hari-hari itu
kita membatasi diri untuk tidak melakukan ritual atau begadang di luar rumah. Juga untuk laku
meditasi menurunkan energi bulan usahakan tidak melakukannya pada saat bulan sabit. Jangan
sampai apapun aktivitas yang anda lakukan pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam
bulan sabit itu ada sesosok gaib negatif yang mengikuti anda. Gunakan minyak jafaron merah atau
turunkan energi positif untuk menolak datangnya gaib-gaib negatif (tetapi cara ini tidak dapat
digunakan untuk jenis halus sukma manusia).

Pertanyaan Seputar Perilaku Mahluk Halus

Ada banyak pertanyaan serupa mengenai perilaku mahluk halus, misalnya banyak orang yang
mengatakan bahwa mahluk halus suka menipu. Jadi kalau kita bertanya atau meminta petunjuk
kepada mereka, maka jawaban mereka adalah bohong dan menipu.

Di sisi lain banyak juga orang berkata bahwa mahluk halus lebih tegas daripada manusia. Kalau
jawabannya ya, akan mereka katakan ya, kalau jawabannya tidak, akan mereka katakan tidak. Jadi
mereka berkata yang sebenarnya, tidak menipu.

Mana yang benar ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, memang tidak akan ada jawaban yang pasti benar, karena
sebenarnya perilaku mahluk halus mirip juga dengan perilaku manusia.
Perilaku mahluk halus sama dengan manusia, ada yang jujur, ada juga yang suka berbohong. Ada
yang polos, lugu dan berintelijensi rendah, ada juga yang cerdik, bijaksana dan berintelijensi tinggi.

Manusia yang suka menyendiri, tidak suka bergaul, biasanya jarang berbohong. Begitu juga mahluk
halus yang hidupnya menyendiri, tidak berkomunitas, biasanya juga tidak suka berbohong.

Manusia yang suka bergaul, berkomunitas, suka berkumpul dan mengobrol dengan teman-
temannya, ada yang suka berbohong, ada juga yang tidak suka berbohong. Begitu juga mahluk halus
yang hidupnya berkomunitas, ada yang suka berbohong, ada juga yang tidak suka berbohong.

Dan seperti juga manusia, manusia yang jujur pun kadangkala juga berbohong. Begitu juga mahluk
halus. Karena itu kita harus pandai-pandai menilai, jangan sampai tertipu.

Tapi kalau dikatakan mahluk halus lebih keras dan tegas daripada manusia, secara umum pandangan
itu bisa dikatakan benar. Kehidupan di alam halus sangat mengutamakan kekuatan dan kesaktian,
maka semua yang hidup di alam halus secara umum lebih keras dan tegas daripada di dunia
manusia. Mereka juga tidak mengenal basa-basi. Jadi apapun yang kita katakan kepada mereka,
yang bisa disamakan dengan harapan atau janji, walaupun maksudnya hanya sekedar basa-basi,
pasti akan dituntut pemenuhannya. Jadi kita harus lebih berhati-hati terhadap perkataan dan
perilaku kita, jangan mengatakan sesuatu yang bisa disamakan sebagai janji / harapan, karena suatu
saat akan dituntut pemenuhannya. Mereka akan "menegur" kita kalau kita tidak memenuhi janji kita
itu.

Misalnya saja pada saat serah terima suatu benda pusaka atau jimat atau ilmu gaib seringkali disertai
pesan untuk merawat, memberi sesaji kembang atau minyak, laku-laku yang harus dijalankan dan
pantangan-pantangan tertentu yang tidak boleh dilanggar. Bila kita tidak mampu menjalaninya atau
merasa berat terbebani dalam jangka panjang, sebaiknya jangan kita sanggupi, jangan meng-iya-kan.
Walaupun kita menyatakan kesanggupan menjalankannya kepada orang yang memberi, tetapi
mahluk gaib benda tersebut atau khodamnya menjadi saksi janji kita, dan janji itu juga berkaitan
dengan dirinya. Bila kita tidak menjalaninya, gaib tersebut dapat menuntut pemenuhan janji kita dan
mungkin juga akan "menghukum" kita dengan caranya sendiri.

Begitu juga halnya dengan roh / sukma / arwah manusia yang sudah hidup di alam halus. Sekalipun
semasa hidupnya seseorang berwatak lembut dan halus, tetapi setelah hidup di alam halus, karena
pengaruh kehidupan di alam halus yang sangat mengedepankan kekerasan, ketegasan dan kekuatan,
mereka juga akan beradaptasi dan akan menjadi lebih galak / keras / tegas, lebih dari watak aslinya
semasa masih hidup.
Ada juga pertanyaan, apakah khodam akik atau keris atau mahluk halus lain yang bergolongan hitam
atau berenergi negatif, ketika ditayuh akan jujur mengakui bahwa dia dari gol. hitam atau berenergi
negatif ?

Jawab : biasanya ya, mereka akan mengakui itu. Tapi kalau itu dari jenis sukma manusia, kalau
wataknya jelek biasanya mereka tidak akan mengakui dan akan cenderung menipu.

Ada juga pertanyaan, apakah sosok iblis yang di tulisan mas tersebut yang berbentuk ular hitam
merupakan sosok IBLIS dari jaman Nabi ADAM...(yang dipanjangkan umurnya sampai Kiamat Tiba?).
Kalau iya kenapa kekuatannya cuma setingkat kanjeng Ratu Kidul ?

Pertanyaan kedua, adakah sosok Jin yang lebih tua umurnya dari IBLIS ? yang masih ada sampai
sekarang ?

Jawab :

Ada banyak iblis ular hitam, bukan hanya satu, hanya saja jarang ketahuan dimana keberadaannya,
karena mereka selalu bergerak berpindah tempat. Selain itu ada banyak mahluk halus jin berwujud
ular, tapi tidak semua orang bisa membedakan ular-ular gaib itu mana yang iblis, mana yang bukan.

Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua,
jadi mungkin ada yg umurnya sudah tua sekali, mungkin juga adalah generasi pertama mahluk halus
diciptakan.

Yang lainnya mungkin adalah keturunan mereka.

Mungkin awalnya semua mahluk diciptakan dalam keadaan yang baik. Tetapi sesudah mereka hidup
sebagai mahluk duniawi, ada yang tetap baik, ada yang menjadi jahat.

Dan generasi pertama mahluk halus diciptakan mungkin bukan iblis, tetapi mereka menjadi iblis,
disebut iblis, sesudah wataknya jahat dan menyesatkan.
Dan penggolongan sebagai iblis atau bukan iblis dilihat dari sifat wataknya yg jahat dan
menyesatkan, bukan semata2 dari tingkat kesaktiannya, sehingga mahluk halus yg sifat wataknya
jahat dan menyesatkan ada yg kekuatannya tinggi, ada juga yg rendah. Yang menentukan adalah
sifat jahatnya, bukan kekuatannya.

Tulisan lebih lanjut untuk belajar mengetahui keberadaan dan pengaruh mahluk halus terhadap
manusia dapat dibaca dalam tulisan Menayuh Keris, Pengaruh Gaib Thd Manusia, dan Interaksi
Mahluk Halus.

from: Ri

date: Thu, Jun 5, 2014 at 8:33 PM

subject: minta tolong

Salam Sejahtera Romo,,,

Kalau tidak keberatan saya ingin minta bantuan romo untuk keadaan saya,

foto terbaru terlampir....

1. begini romo, belakangan ini kenapa kok saya seperti ada gambaran atau bisikan dalam pikiran
saya untuk menghujat Tuhan... biasanya saya lalu bicara tak karuan supaya bisa menghilangkan
sugesti / pikiran tersebut. padahal dulu saya tidak pernah seperti ini. apakah saya ada ditempeli roh
jahat atau mahluk gaib dalam diri saya yang membuat pikiran / sugesti tersebut...?

2. itu foto ruang kerja saya, tolong dilihat apakah ada mahluk gaibnya romo,?

soalnya beberapa orang pernah melihat seorang wanita berambut panjang dengan gaun putih di
ruang kerja saya.

3. perasaan saya belakangan ini sepertinya saya kurang beruntung dalam hal rejeki. padahal dulu
tidak seperti ini. yah memang tidak selalu mujur, tapi bisa dikatakan belakangan ini saya lebih sial.
apa ada faktor penghambatnya romo,?

sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas kesediaan romo membantu saya.
Salam Sejahtera.

Javanese TC.

Badan bapak ketempatan 1 sukma bapak2, 5000 KRK yg menarik masuk 5 jin iblis bertanduk 2.

Jadi keseluruhannya ada 6 sosok gaib jahat yg menghuni badan bapak.

Tadi semuanya sudah saya keluarkan.

Sering2 saja pak mandi kembang dan berdoa tulus kpd Tuhan seperti dicontohkan di tulisan saya
berjudul Laku Prihatin dan Tirakat untuk upaya memberkahi jalan hidup bapak.

Di pojokan ruang kerja bapak memang ada jin perempuan, barusan sudah saya pindahkan

terima kasih

10:11 PM Jun 5

Javanese TC.

from: Ri

wah, saya tak menyangka akan mendapat balasan secepat ini.

terima kasih romo, atas kesediaannya membantu saya serta anjuran romo akan coba saya ikuti. saya
sama sekali tidak menyangka kalau sukma dengan kekuatan 5000 KRK bisa ada di tubuh saya, saya
sempat berpikir seandainya saya punya keris atau pusaka lainnya yang mempunyai kekuatan
kebanyakan yaitu antara 50 MD sampai dengan 100 MD berarti saya tetap tidak mampu untuk
mengeluarkan sukma tersebut.

kalau romo tidak keberatan saya ada sedikin pertanyaan lagi...

1. mengenai sukma bapak2 yg katanya 5000 KRK itu romo, apakah sukma itu seperti sosok bapak2
seperti orang jawa ataukah bentuk lain romo.?
2. sebab apa sehingga sukma tersebut bisa masuk ke dalam tubuh saya,? apakah karena ada
perbuatan saya sehingga mengundang sukma tersebut mendatangi saya ataukah memeng kebetulan
saja sukma itu menempati badan saya ?

3. mengenai 5 jin iblis bertanduk 2 itu romo, kalau boleh kiranya romo bisa menjelaskan berapa
kekuatan mereka romo.?

4. apakah sedulur papat saya sudah lengkap 4, dan berapa kekuatan pancer serta sedulur papat
saya,?

terima kasih sebelumnya atas jawaban romo.

Salam Sejahtera.

12:30 PM Jun 6

Javanese TC.

Sosoknya bapak2, tapi dari luar jawa.

Kasus ketempatan mahluk halus sudah banyak terjadi. Saya sudah menuliskannya dalam judul
Pengaruh Gaib Thd Manusia dan Ketempatan Mahluk Halus. Silakan dibaca2.

5 jin iblis bertanduk 2 itu saya tidak mengukur kekuatannya, pastinya masih di bawah bapak2 itu.

Pancer dan sedulur papat bapak kekuatannya masih sama dengan orang lain yg umum.

Sedulur papat bapak masih 2, belum lengkap 4.

Untuk melengkapkannya ikuti saja panduannya di tulisan saya berjudul Sedulur Papat Yang Terpisah.

terima kasih

12:31 PM Jun 6

Javanese TC.
from: Ri

Terima kasih banyak romo atas bantuan pencerahannya,,,,

sy ingat sekarang, beberapa waktu lalu sy memang mencoba belajar salah satu ilmu yang berasal
dari sumatera,,,, namun sy belajarnya hanya setengah saja tidak sampai tamat dan sungguh di luar
dugaan saya kalau ternyata ilmu pukau tersebut adalah ilmu hitam. sama sekali tidak disangka kalau
akibatnya ada sosok bapak2 yang mengikuti saya dengan kesaktian tinggi disusul oleh jin iblis
tersebut.

saya sempat membaca beberapa pertanyaan artikel di blognya romo, memang ada beberapa kasus
orang yang disusupi mahluk gaib, tapi saya lihat ga ada sukma yang kekuatannya 5000 KRK ditambah
lagi dengan 5 jin iblis bertanduk 2.

palingan ada yang disusupi jin iblis bertanduk 2 tapi hanya 1 saja.

menurut romo bagaimana.? untuk orang yang berkonsultasi dengan romo apa ada yang disusupi
oleh sukma dengan kekuatan seperti yang saya alami,?

maksudnya sy ingin tanya menurut romo apakah kasus saya ini tergolong langka ?

saya sekarang jadi khawatir keluarga saya kena pengaruh juga.

kalau romo tidak keberatan, saya mau minta tolong romo buat dilihat istri dan anak saya nanti foto
terbaru mereka saya kirimkan.

soalnya saya khawatir jangan2 pengaruh gaib tersebut turut mempengaruhi keluarga saya.

sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Salam Sejahtera.

8:12 PM Jun 6

Javanese TC.

Kalau yg kemasukan banyak jin iblis memang jarang, paling2 hanya 1 atau 2 saja, tidak lebih.

Tapi kalau kemasukan sukma manusia yg lebih dari 5000 KRK banyak.

5000 KRK itu termasuknya rendah.


Tapi mungkin tidak semuanya saya upload.

Mungkin sukma bapak2 itu bukan berasal dari khodam ilmu anda, karena kasus kemasukan seperti
itu ada banyak juga yg terjadi pada orang2 yg tidak pernah belajar keilmuan.

8:14 PM Jun 6

Javanese TC.

from: Ri

mungkin juga romo, cuma sy berpikiran seperti itu karena sy tinggalnya di kawasan timur, dan
sampai sekarang belum pernah ke kawasan indonesia tengah, apalagi indonesia barat, terlebih lagi
wilayah sumatera belum pernah saya datangi.

menurut romo, apa mungkin sukma bapak2 dr sumatera bisa ada di timur romo,?

mohon maaf, kalau saya banyak pertanyaan karena saya masih awam dalam hal ini dan ini juga
untuk memperluas wawasan saya mengenai dunia ghaib.

terima kasih.

9:17 PM Jun 6

Javanese TC.

Mungkin saja yg aslinya dari timur kemudian tinggal di barat, dan sebaliknya.

Jaman dulu kan juga ada banyak orang yg merantau.

Juga ada ekspedisi kapal laut kerajaan, kapal dagang atau kapal perang.

Juga di alam gaib ada banyak perpindahan komunitas dan tempat tinggal

9:18 PM Jun 6

Asalammuallaikum w.b.

Salam sejahtera dan terimakasih saya ucapkan buat mas yg telah banyak memberikan saya
pengetahuan dan amalan" khususnya buat saya yg msih awam ini,

saya sangat tertarik sekali tentang apa yg mas tulis yg membuat saya terpacu untuk mengetahui
lebih dalam lagi tentang hal meditasi, sugesti, ghaib, sedulur papat, komunikasi, dsb. apalagi
mendengar cerita" orang tua saya tentang sejarah" sedulur saya yang membuat saya terkagum2 dan
hal ini secara tidak langsung juga menjadi sebuah arahan buat diri pribadi saya,

sudi kiranya mas dapat membantu saya dalam hal ini apakah saya mempunyai kodam pendamping
atau tidak ?

Karena saya suka merasakan suatu ketika dalam hati bicara seperti halnya akan adanya teman yg
datang di tempat tersebut dan nyatanya emang benar, atau pernah saya mencoba dengan awalnya
saya so jadi peramal kepada teman saya dalam artian sedang becanda tentang menerawang
rumahnya yg saya belum tau jdi dalam hal ini saya cuma membayangkan yg hasilnya ada yg benar
dan ada juga yg salah ,

trus kadang kala jika saya berdekatan atau melihat seseorang seperti adanya rasa atau saya suka
merasakan seperti ah sepertinya orang ini orang yg berilmu atau ah sepertinya ini orang lagi sedih
atau lagi ada masalah atau lagi butuh pencerahan atau gak mau di ganggu , apakah hal ini benar atau
ini cuman perasaan saya saja atau halusinasi saya saja yg mengada-ngada ,

apakah ada leluhur atau sedulur saya yg menjaga saya atau tidak ?

karena sejak kecil saya jika saya bermimpi seram selalu ada yg menolong saya yg anehnya keluarga
saya pun seperti itu slalu sama seperti kakek" yg berjubah dan bersorban putih dengan cahaya
terang ,

sedikit bercerita mas dulu juga waktu saya kecil saya pernah terkena aliran listrik atau kesetrum di
rumah waktu saya pingin masukin colokan radio ke listrik waktu itu kebetulan gak ada orang,
keluarga lagi berada di luar, yg jadi aneh nya cerita ini ketika saat saya di ceritakan terkena aliran
listrik tersebut dan posisi tidak ......

Javanese TC. ...... ada yg bisa bantu saya, tiba" saya melihat dengan jelas nya tangan dengan seperti
memakai kemeja tangan panjang yang bercahaya merangkul saya tepatnya seperti memeluk perut
saya yg di tariknya ke belakang sehingga saya tidak lagi terkena aliran listrik dan terjatuh yg lagi"
saya merasakan seperti orang dalam mimpi saya ,

apakah di dalam diri saya bersih tidak ada dalam bahasa mas ketempelan mahluk halus yg negatif
atau tidak ?

apakah sedulur papat saya sudah lengkap atau belum ?


di dalam pesan ini juga sudah saya masukan foto" barang milik saya termasuk foto saya di dalamnya
yg sudi kiranya mas bisa membantu saya dan mencari tau apakah ada penghuninya, apa wataknya
apa wujud aslinya dan berapa kekuatannya ,

karena saya juga pernah melakukan ilmu tayuhan seperti yg mas katakan dalam tulisan mas tapi yg
sering terjadi jawaban yg saya tanyakan itu sama dengan jawaban yg saya inginkan jadi dalam hal ini
mungkin saya belum bisa menetralkan pikiran saya, jadi cukup susah buat saya yg selalu memikirkan
sesuatu . jadi saya cukup sulit untuk fokus mungkin juga saya terlalu fokus pada jawaban yg saya
inginkan jadi butuh waktu lumayan lama untuk saya bisa menetralkan pikiran,

itu juga termasuk dalam halnya bermeditasi atau berpasrah diri kepada sang pencipta, yg hal ini juga
ada sisi positif nya buat saya jika di hadapkan dalam suatu obrolan jadi dalam benak saya itu sering
kali sudah tersusun kata" yg tinggal saya ucapkan yg di pikir" tidak ada habisnya dan sering juga hal
itu yg membuat saya lebih mengerti menjadi lebih mempunyai sifat seperti kesepuhan yg pinginnya
membantu orang dalam segi bukan menggurui tapi lebih ke memberi tahu apa yg saya ketahui yg
lebih tepatnya apa yg ada dalam hati atau pikiran saya ,

karena saya itu orangnya senang berpikir senang mencari mengetahui lebih dalam tentang suatu
kata atau judul yg saya pikirkan jadi lebih ke arti, isi, atau makna,

mungkin cukup sekian mas pesan yg mau saya sampaikan saya harap mas dapat bisa membantu saya
dan membalas isi, atau makna, ......

5:09 PM May 21

Javanese TC. ...... mungkin cukup sekian mas pesan yg mau saya sampaikan saya harap mas dapat
bisa membantu saya dan membalas isi pesan ini ,

assalammuallaikum w.b.

saya do'a kan semoga mas selalu di beri kasih dan rahmatNYA , Amin .

5:09 PM May 21

Javanese TC.

Sosok gaib yg anda ceritakan itu berdiam / bertempat di alam badan anda. Jenisnya sukma manusia.
Ia bisa menjadi khodam anda, bisa menjadi sumber kekuatan gaib anda, bisa juga memberikan
banyak pengetahuan gaib kpd anda, tetapi sebaiknya anda selalu bisa kontrol dan koreksi diri
seandainya saja ada bisikan2, penglihatan atau pengaruh yg sifatnya tidak baik / menipu /
menyesatkan.

Sedulur papat anda masih 2, belum lengkap 4.

Kekuatan sukma anda masih sama dgn orang lain yg umum.

Benda2 anda dari kiri ke kanan :

Atas :

1. Isinya suami istri jin bapak2 dan ibu2 berkemben. 70 md.

Tuahnya untuk kerejekian dan pengasihan.

Minyaknya olesan misik putih sebulan sekali.

2. Isinya jin berbulu hitam lebat, 60 md.

Tuahnya mengikuti sugesti pemiliknya.

Minyaknya olesan misik putih sebulan sekali.

3. Isinya suami istri jin bapak2 dan ibu2 berkemben. 70 md.

Tuahnya untuk kerejekian.

Minyaknya olesan misih putih sebulan sekali.

Bawah :

1. Kosong tidak berkhodam.

2. Isinya jin berbulu hitam lebat, 60 md.

Tuahnya untuk kekuatan berkelahi

Minyaknya olesan misik putih sebulan sekali.

terima kasih

Salam Rahayu kangmas Javanese,


saya membaca tulisan tulisan Mas , bolehkah saya tanya sesuatu..?

Apakah sosok iblis yang di tulisan mas tersebut yang berbentuk ular hitam merupakan Sosok IBLIS
dari jaman Nabi ADAM...(yang dipanjangkan umurnya sampai Kiamat Tiba?).

Kalau iya kenapa kekuatannya cuma setingkat kanjeng Ratu Kidul ?

Pertanyaan kedua, adakah sosok Jin yang lebih tua umurnya dari IBLIS ? yang masih ada sampai
sekarang ?..sejak nenek moyang iblis Marijan dan Marijah (versi jawa) masih ada?

saya orang awam dalam hal hal kebatinan, saya pernah ingin melihat mahluk halus sampai pernah
mencoba uji nyali, namun tetap tidak bisa melihat meski banyak orang sekitar saya melihat...(meski
sama sama awam) apakah sedemikian tidak pekanya saya sehingga tidak bisa melihat?

matursuwun sanget mas saderengipun....

salam

Javanese TC.

Ada banyak iblis ular hitam, bukan hanya satu, hanya saja jarang ketahuan dimana keberadaannya,
karena ia selalu bergerak berpindah tempat. Selain itu ada banyak mahluk halus jin berwujud ular,
tapi tidak semua orang bisa membedakan ular-ular gaib itu mana yg iblis, mana yg bukan.

Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua,
jadi mungkin ada yg umurnya sudah tua sekali, mungkin juga adalah generasi pertama mahluk halus
diciptakan. Yg lainnya mungkin adalah keturunan mereka.

Generasi pertama mahluk halus diciptakan mungkin bukan iblis, tetapi mereka menjadi iblis sesudah
wataknya jahat dan menyesatkan.
Dan penggolongan sebagai iblis atau bukan iblis dilihat dari sifat wataknya yg jahat dan
menyesatkan, bukan semata2 dari tingkat kesaktiannya, sehingga mahluk halus yg sifat wataknya
jahat dan menyesatkan ada yg kekuatannya tinggi, ada juga yg rendah.

Saya belum tahu tentang nenek moyang iblis Marijan dan Marijah (versi jawa).

Memang tidak semua orang bisa mudah melihat mahluk halus.

Kalau anda ingin belajar bisa melihat mahluk halus, anda harus membuka kepekaan rasa, jangan
berkeras pada sikap berpikir, karena itu bisa menumpulkan kepekaan rasa.

assalamualaikum,, pak saya mau tanya,

di artikel bapak berjudul pembersihan ghaib, cara membersihkan ghaib2 yg mengganggu dgn
menggunakan minyak jafaron. minyak jafaron ini berguna untuk mengusir ghaib2 yang berenergi
negatif selain dari sukma manusia seperti siluman, roh jahat dll

saya ingin bertanya kalau ingin mengusir ghaib2 pengganggu dari sukma manusia seperti siluman,
roh jahat atau sukma manusia yg meraga sukma untuk mengganggu kehidupan orang bagaimana
caranya pak dengan menggunakan media minyak jafaron..

mohon penjelasannya

terima kasih

Javanese TC.

Minyak jafaron hanya bisa digunakan mengusir mahluk halus yg berenergi negatif atau gol.hitam.

Untuk mahluk halus lain yg berenergi positif dan jenis sukma manusia menangkalnya harus dgn
energi atau kekuatan gaib yg lebih besar, dgn tenaga dalam, khodam, atau kekuatan kebatinan /
sukma yg kekuatannya lebih besar, atau ditangkal dengan pagaran gaib yg kekuatannya lebih tinggi
daripada mahluk yg menyerang.

thanks

1:22 AM Mar 8

assalamualaikum,, pak saya mau tanya,

di artikel bapak berjudul pembersihan ghaib, cara membersihkan ghaib2 yg mengganggu dgn
menggunakan minyak jafaron. minyak jafaron ini berguna untuk mengusir ghaib2 yang berenergi
negatif selain dari sukma manusia seperti siluman, roh jahat dll
saya ingin bertanya kalau ingin mengusir ghaib2 pengganggu dari sukma manusia seperti siluman,
roh jahat atau sukma manusia yg meraga sukma untuk mengganggu kehidupan orang bagaimana
caranya pak dengan menggunakan media minyak jafaron..

mohon penjelasannya

terima kasih

Javanese TC.

Minyak jafaron hanya bisa digunakan mengusir mahluk halus yg berenergi negatif atau gol.hitam.

Untuk mahluk halus lain yg berenergi positif dan jenis sukma manusia menangkalnya harus dgn
energi atau kekuatan gaib yg lebih besar, dgn tenaga dalam, khodam, atau kekuatan kebatinan /
sukma yg kekuatannya lebih besar, atau ditangkal dengan pagaran gaib yg kekuatannya lebih tinggi
daripada mahluk yg menyerang.

thanks

1:22 AM Mar 8

Mon, Sep 9, 2013

subject: mohon dilihat

Saya kirimkan foto terakhir suami, mohon dilihat tentang kondisi gaib yang ada di badannya.

Sekian dan terimakasih banyak

Salam hormat

FMA

Javanese TC.

Tadinya saya kira ada sukma di tempat lain yg sedang mengintai


Iya bu di dalam badannya ada sukma bapak2 jawa tokoh kebatinan gol.hitam, 80.000 KRK.

Tadi sudah saya keluarkan.

Kalau dirasakan masih ada yg ganjil nanti sampaikan saja kpd saya.

Mbah Kato leluhur ibu 60.000 KRK.

Sosok sukma tsb memang masih lebih tinggi kekuatannya daripada mbah Kato.

terima kasih

6:35 AM Sep 27, 2013

Javanese TC.

from: FMA

date: Tue, Sep 10, 2013

Selamat pagi ,

Terimakasih pak atas jawaban bapak. Dan kami juga bingung ya pak, kenapa sukma tokoh tsb bisa n
tertarik masuk ke badan suami ya ?? sepertinya semakin masuk ke arah kebathinan kok jadi ada-ada
aja ya pak yang begitu ??? hehehe..

Terimakasih pak. Tuhan memberkati

Salam hormat

6:37 AM Sep 27, 2013

Javanese TC.

He he he Mahluk halus itu kan ada dimana2. Sukma / arwah juga ada dimana2.

tapi yah ... yg namanya ketempelan, kesambet, kerasukan, ketempatan mahluk halus itu kan biasa,
sudah umum terjadi.
Lah dulu anak ibu kan malah sudah ngalami duluan.

terima kasih

6:38 AM Sep 27, 2013

Selamat malam, Pak.

Mau tanya

Khodam dalam mustika yang dari golongan hitam, apakah selamanya akan menjadi golongan hitam.

Atau bisa berubah menjadi golongan putih?

Begitu pula sebaliknya.

Yang dari golongan putih apakah ada kemungkinan nantinya akan berubah menjadi golongan hitam?

Ya ibaratnya seperti manusia, Pak.

Yang baik dapat berubah menjadi jahat dan yang jahat juga ada kemungkinan berubah menjadi baik.

Apakah dapat terjadi demikian, Pak?

Javanese TC.

Yg dari gol.putih bisa berubah mjd gol.hitam.

Tapi yg sudah gol.hitam kelihatannya akan sulit untuk mjd putih, krn mereka juga berada di bawah
ancaman atasannya yg lebih tinggi kekuatannya.

Terima kasih

3:40 AM Mar 30, 2013

Javanese TC 4:07 AM Mar 10, 2013

from: bocahe dewe

to: Javanese2000

date: Sat, Mar 9, 2013


ngapunten kangmas, mau menanyakan sosok halus yang seperti ular tanah berwarna hitam dengan
panjang tubuh + 2 meter, beraura hitam dan kelicikannya luar biasa, paling sering bisa kita temui di
mana ya kangmas ?

maturnuwun kangmas . . .

Javanese TC.

Sosok ular tanah itu sebenarnya banyak, tapi tersebar, dan agak jarang kita menemuinya, kadang
juga bergerak berpindah tempat.

Yg paling banyak ditemui adalah yg sosoknya spt manusia bertanduk.

4:08 AM Mar 10, 2013

Javanese TC 7:17 AM Nov 23, 2012

rom: Jolean Lee

to: Javanese2000

Pak mhon maaf saya mau tnya apa di diriku ini ada makhluk halus yg jahat padaku, soalnya 2 mlam
terakhir ini saya merasa ada yg narik roh saya, bkan di mimpi tapi waktu dini hari biasanya saya bgun
buang air kecil trus wktu mau tdr lagi wktu merem tp blom tertidur saya merasa raga sperti patung
tidak bisa bergerak trus roh saya berniat brontak tp tidak bisa apa2,, mhon bapak terawang knpa
dgan saya pak,, sblum dan ssdahnya mkasih pak!

Javanese TC.

Kalo gak salah itu ada sosok hitam besar bgs jin gol.hitam yg ingin merasuk ke badan anda.

Kelihatannya itu khodam batu. Kekuatannya 10 md.

Apakah ada batu anda yg isinya hitam besar bgs jin gol.hitam ?

Kalo ada dibuang saja ke sungai atau ke laut.

Atau minta kpd benda2 anda yg lain yg kekuatannya 20 md keatas, atau ramai2 saja, untuk
membersihkan rumah dan benda2 anda dari yg golongan hitam dan yg tidak baik sifatnya.
7:18 AM Nov 23, 2012

Javanese TC.

from: Jolean Lee

to: Javanese2000

Pak, ini foto batu yg berisi jin gol.hitam mhon tolong bapak komunikasi dengan dia kenapa harus
ganggu saya, dan apa yg dia inginkan dari saya,, mhon bapak bersedia menanyakan dia nanti
hasilnya bapak kabar ke saya! Mkasih pak!

7:19 AM Nov 23, 2012

Javanese TC.

Dia sih bukan maksudnya mengganggu, malah ingin menyatu dgn anda, tapi karena aslinya dari
gol.hitam nantinya anda akan dikuasainya. Bisa gila.

Diolesi saja dengan minyak jafaron sambil tangan anda dibasahi juga dgn minyak jafaron,
sesudahnya anda mandi juga dgn minyak jafaron.

7:20 AM Nov 23, 2012

Javanese TC.

from: Jolean Lee

to: Javanese2000

Oya pak apa jadinya kalo batunya saya hancurkan pakai palu, apa nanti jin gol hitam tersebut akan
balas dendam ke saya, atau sebaiknya saya buang saja,,,mhon bimbingan bapak! Maaf merepotkan
pak,, sblm da ssdahnya mkasih pak!

7:21 AM Nov 23, 2012

Javanese TC.

Lebih baik dibuang.

Atau dibersihkan saja dgn khodam2 batu yg lain.


Atau diolesi saja dgn minyak jafaron, nanti khodamnya pergi sendiri, jadi batunya gak usah dibuang,
sesudahnya anda mandi juga dgn airnya dicampur beberapa tetes jafaron.

7:21 AM Nov 23, 2012

romo sekalian menanyakan ini,,, saya pernah dibuatkan temen katanya uang bibit,, apakah bener
romo,, ini bisa untuk itu romo,,,,,,, mohon pencerahannya

Javanese TC.

Uang bibit itu kalo gak salah pengertiannya sama dgn uang induk ya, yg kalau disimpan uangnya bisa
beranak mjd banyak.

Kalo pengertian uang balik kan uang yg kalo dibelanjakan nantinya uangnya akan balik lagi ke
dompet kita ya.

Uangnya bisa menjadi uang bibit atau uang balik itu karena ada khodam yg mengatur.

Dari 5 lembar uang di foto anda, yg ada khodamnya hanya yg lembar 100 rupiah dan 50.000 rupiah.

Uang yg 100 rupiah berpotensi mjd uang balik. Khodamnya bgs jin gol.putih yg sosoknya spt
kuntilanak.

Uang yg 50.000 rupiah berpotensi mjd uang bibit. Khodamnya bgs jin gol.hitam yg sosoknya hitam
besar.

Kedua lembar uang itu berpotensi mjd uang bibit atau uang balik, tetapi apakah benar ampuh sbg
uang bibit atau uang balik ya harus dibuktikan.

Uang bibit atau uang balik termasuk sbg pesugihan, kadarnya saja yg rendah, tidak spt pesugihan yg
dikenal orang yg bisa cepat mendatangkan kekayaan.

Biasanya pesugihan yg ampuh adalah yg khodam gaibnya golongan hitam.

Kalau ingin sekedar koleksi saja, sebaiknya jangan deh.

Tapi kalau memang diniatkan ingin pesugihan, sebaiknya jangan tanggung2, yg kelas berat sekalian,
karena yg ringan dan yg berat resikonya sama.

11:44 PM Nov 20, 2012

Mas,apa kabar??

Kok komentar2nya yg ada di web ilang semua??


Mas,saya melihat di suatu langit.

Ada kerumunan makhluk yg berwujud seperti manusia kelelawar...,pemimpinya mbawa tongkat


bermata 3 macam trisula.

Apa mereka yg disebut Iblis si malaikat2 pemberontak...???

Javanese TC.

Ada perubahan format website dari penyelenggara websites (googlesites). Saya sempat capek juga
menyusun ulang komentar2 pembaca karena urutannya jadi gak urut. Selain itu komen nya juga
sering gak langsung muncul, jadi terpaksa halamannya harus direload dulu atau buka dulu halaman
yg lain, terus kembali lagi ke halaman yg dituju, baru deh komen nya muncul. Biasanya terjadi kalau
modemnya lambat atau karena ada gangguan sinyal, misalnya kondisi mendung dan hujan.

Ada kerumunan makhluk yg berwujud seperti manusia kelelawar...,pemimpinya mbawa tongkat


bermata 3 macam trisula.

Apa mereka yg disebut Iblis si malaikat2 pemberontak...???

Mereka dari jenis iblis, tapi bukan malaikat pemberontak.

Malaikat pemberontak wujudnya sama dgn malaikat yg lain.

Sosok halus yg berbadan manusia bertanduk dan yg bertongkat trisula adalah lambang iblis
penyesat.

Sosok halus yg berbadan manusia bertanduk ada banyak di seluruh dunia, termasuk di jawa.

Sosok halus yg berbadan manusia dan membawa tongkat trisula paling banyak ada di timur tengah
dan eropa.

Yg spt manusia kelelawar di jawa juga ada, tapi tidak banyak, sosoknya bersayap seperti kelelawar,
badannya merah. lebih kecil sedikit drpd manusia.
Ada juga sosok halus seperti naga bersayap yg tidak berdaging, tulang semua (naga tengkorak), atau
spt manusia berkerudung, tapi tangan, badan dan mukanya tulang tengkorak semua. Itu sering
disebut sbg mahluk kegelapan, sering membawa kematian. tinggalnya di eropa di bagian yg redup yg
jarang terkena sinar matahari.

Ada juga sosok spt manusia berkerudung hitam, wajahnya gelap tidak kelihatan (mirip jin udara, tapi
bukan di udara, tinggal di darat). Sering disebut iblis pemakan jiwa, ada juga yg menyebut malaikat
pencabut nyawa. Mereka mencabut nyawa manusia dengan menarik rohnya keluar dari dada atau
ubun2.

Ada juga sosok spt itu yg membawa tongkat kayu yg ujungnya spt sabit. Mereka mencabut nyawa
manusia dengan menebaskan sabit itu ke leher manusia.

9:47 PM Oct 8, 2012 (edited 10:50 AM Jan 8, 2013)

Sifat-Sifat Kesaktian Mahluk Halus

Dalam kehidupan mahluk halus di alam gaib, kekuatan dan kesaktian adalah sesuatu yang sangat
penting. Hidup mereka banyak didasarkan pada kekuatan yang dimiliki. Di alam kehidupan mahluk
halus, di antara para mahluk halus sering sekali terjadi perebutan wilayah dan tempat tinggal, siapa
yang kuat, dia yang akan menang dan berkuasa. Siapa yang kuat, dia dapat menjadi pemimpin dan
penguasa. Siapa yang lemah, dia harus tunduk kepada yang lebih kuat, atau menyingkir supaya tidak
menjadi korban. Yang lemah akan mencari / mendekati yang lebih kuat untuk menjadi tempatnya
berlindung.

Di dunia manusia, kekuatan dan kesaktian adalah pengertian yang berbeda. Kekuatan
menggambarkan tenaga / kekuatan tubuh manusia dan kesaktian menggambarkan kombinasi
kemampuan manusia yang terkait dengan kekuatan tubuhnya, kemampuan olah gerak, tenaga
dalam, tenaga batin / spiritual dan ilmu gaib / khodam, senjata dan pusaka.

Semasa manusia masih hidup, kesaktian manusia merupakan kombinasi dari kekuatan tubuhnya,
kemampuan olah gerak, tenaga dalam, kebatinan / spiritual dan ilmu gaib / khodam, jimat dan
pusaka, khodam dan kekuatan dewa di dalam tubuh orang yang ketitisan dewa. Tetapi setelah
kematiannya, kekuatannya terutama berasal dari kekuatan sukmanya saja yang berasal dari laku
kebatinan dan spiritual yang telah dicapainya semasa hidupnya (baca : Kesaktian Manusia) dan
kekuatan gaib dari jimat dan pusaka jika memilikinya di alam gaib.

Di dunia mahluk halus, kekuatan dan kesaktian pengertiannya tidak banyak berbeda, karena
semuanya tergantung pada kekuatan energi dan kemampuan untuk menembus benteng pertahanan
lawannya untuk memukul / menghajarnya. Kekuatan dan kesaktian mahluk halus terutama
ditentukan oleh kombinasi besarnya, kepadatan dan ketajaman energinya.
Kekuatan mahluk halus, termasuk sukma manusia, terutama berasal dari kekuatan energinya sendiri,
ditambah kekuatan gaib jimat dan pusaka jika memilikinya. Tetapi kekuatan mereka tidak selalu
sama dengan apa yang tampak pada kondisi normalnya, karena ada mahluk halus tertentu yang
dapat melipatgandakan kekuatannya pada saat bertarung, misalnya bangsa dewa yang dapat
bertriwikrama, melipatgandakan kekuatannya menjadi 3 kali lipat kekuatan normalnya, atau bangsa
buto yang dapat melipatgandakan kekuatannya menjadi 5 kali lipat kekuatan normalnya, sehingga
bagi yang belum mengenal sifat-sifat kekuatan mereka akan kecele, karena kondisi kekuatan mereka
pada saat bertarung akan berbeda jauh sekali dengan yang terlihat dalam kondisi normalnya.

Kondisi di atas bisa dianalogikan sbb. Misalnya saja kita melihat kondisi fisik seseorang secara kasat
mata, dengan mata kita. Dari bentuk dan ukuran tubuhnya kita bisa memperkirakan kekuatannya,
kegesitannya, staminanya, dsb. Itu adalah cara yang umum kita memperkirakan apakah seseorang
itu lebih kuat atau lebih lemah daripada diri kita sendiri, atau untuk tujuan memperbandingkan
seseorang dengan seseorang yang lain.

Jika hanya memandang secara awam saja seperti di atas, kita akan kecele, karena ada orang-orang
tertentu yang ketika sedang berkelahi / bertarung ternyata kekuatannya jauh di atas kondisi
normalnya yang kita kira, misalnya adalah orang-orang yang ikut beladiri karate / pencak silat, orang-
orang yang sudah melatih tenaga dalam, atau orang-orang yang sudah menjalani olah kekuatan
kebatinan, atau orang-orang yang berkhodam.

Dalam kondisi santainya mungkin orang-orang itu akan kelihatan biasa saja sama seperti orang-
orang lainnya. Tetapi ketika sedang berkelahi, maka keseluruhannya barulah kelihatan, kekuatan dan
geraknya tidak sama dengan manusia lainnya yang awam, karena akan juga dilambari dengan
kekuatan dan kemampuan dari latihan beladirinya atau dilambari "kekuatan lain" dalam dirinya.
Dengan demikian apa yang tampak sekilas dari penampakan luarnya tidak selalu sama dengan
keseluruhannya yang sesungguhnya. Diperlukan kemampuan pengetahuan khusus untuk bisa
menilai "isi" dari seseorang tanpa harus kita lebih dulu sudah mengenalnya atau tanpa harus kita
lebih dulu mengetahui apa saja yang sudah dilakukannya.

Para mahluk halus, selain sukma manusia, fisiknya adalah bersifat energi, sehingga secara alami dari
tempat keberadaannya mereka akan memancarkan suatu hawa energi yang sifat-sifatnya sesuai
dengan psikologis dan perwatakannya. Mahluk halus yang kesaktiannya tinggi, pengaruh hawa
energi mereka, yang dirasakan bersifat positif atau negatif, sangat kuat, bukan hanya dapat
mempengaruhi manusia, tetapi juga mempengaruhi banyak mahluk halus lain, dan pengaruhnya bisa
mencakup jarak yang jauh (yang kekuatannya sangat tinggi pengaruh hawa energinya bisa sampai
beratus-ratus kilometer). Berbeda dengan jenis sukma manusia yang walaupun kesaktiannya tinggi,
tetapi pancaran aura energinya hanya beberapa meter saja dan pancaran aura energinya itu
menggambarkan hawa kekuatan kebatinan atau spiritualnya.
Para mahluk halus, selain sukma manusia, dapat membentuk suatu bentukan energi, dapat
membentuk energinya sesuai keperluannya. Artinya para mahluk halus itu dapat membentuk suatu
bentukan energi, dapat dijadikan energi pagaran diri untuk perlindungan dan bertahan dari serangan
mahluk halus lain, atau energinya dipadatkan untuk "ketahanan" tubuhnya, atau menyalurkan
energinya untuk menyerang menusuk / menghantam, atau digunakan untuk merubah penampilan
wujudnya, atau untuk mempengaruhi pikiran manusia, atau untuk tujuan yang lain.

Dengan pagaran dan ketahanan energinya, mahluk halus yang kekuatannya tinggi dapat merasa
aman, karena benteng pagaran energi pelindungnya itu atau kekuatan ketahanan tubuhnya itu tidak
dapat ditembus oleh serangan mahluk halus lain yang kekuatannya lebih rendah, walaupun yang
menyerangnya jumlahnya banyak. Sedangkan yang kekuatannya lebih rendah, walaupun jumlahnya
banyak dan juga dapat membentuk pagaran energi / ketahanan tubuh, pastilah kalah jika dipukul /
dihantam oleh mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi.

Satu mahluk halus yang berkekuatan tinggi, selain pagaran energinya dan ketahanan tubuhnya tidak
dapat ditembus oleh serangan mahluk halus lain yang kekuatannya lebih rendah, dengan kekuatan
energinya ia juga dapat menghajar semua mahluk halus di bawah kekuatannya. Jadi di dunia mahluk
halus kekuatan adalah hal yang utama, sedangkan banyaknya jumlah prajurit, pengikut, rakyat, dsb,
bukanlah sesuatu hal yang penting, tetapi tetap berguna untuk diperintah melakukan tugas tertentu.

Dalam hal kesaktian / kekuatan gaib, sifat energi para mahluk halus yang dapat membentuk pagaran
energi merupakan suatu kelebihan dibandingkan roh sukma manusia yang tidak dapat membentuk
pagaran energi.

Para mahluk halus itu dengan pagaran energi dan ketahanan tubuhnya, mereka tidak terluka oleh
serangan mahluk halus yang kekuatannya lebih rendah. Sedangkan sukma manusia, walaupun
berkesaktian tinggi, tetap dapat terluka oleh serangan mahluk halus yang rendah kekuatannya,
karena tidak memiliki pagaran energi. Tetapi kekuatan gaib sukmanya tetap berguna untuk
menghantam / memukul yang kekuatannya lebih rendah, walaupun dia sendiri mungkin terluka.
Para mahluk halus, dengan energinya itu, mereka juga akan lebih cepat dalam pemulihan lukanya,
dibandingkan sukma manusia.

Sukma manusia pada umumnya tidak dapat membentuk pagaran energi, tetapi Ibu Kanjeng Ratu
Kidul, yang aslinya adalah sukma manusia, dapat membentuk pagaran energi, karena sifat fisik
energi - nya telah berubah menjadi seperti bangsa jin, tidak lagi sama dengan sifat energi sukma
pada umumnya (baca: Bangsa Siluman).
Dari sifat energi kesaktiannya, energi sukma manusia lebih halus tetapi tajam. Sedangkan mahluk
halus lain energinya lebih besar dan lebih padat. Dapat diibaratkan seperti pedang tipis dan golok.
Kesaktian sukma manusia yang ditandai dengan ketajaman energinya digunakan untuk menembus
dan merobek pertahanan mahluk halus lain, menusuk dan melukainya.

Karena tidak dapat membentuk pagaran energi, maka untuk bertahannya sukma manusia akan
menggunakan kekuatan energinya untuk "ketahanan tubuh". Sedangkan para mahluk halus lain,
selain bisa membentuk pagaran energi, mereka juga menggunakan kekuatan energinya untuk
"ketahanan tubuh".

Jika sukma manusia bertarung dengan mahluk halus lain, dan kekuatannya seimbang, masing-masing
dapat menciderai lawannya. Hancur-hancuran. Tetapi mahluk halus lain itu dapat lebih cepat dalam
memulihkan luka-lukanya dibandingkan sukma manusia.

Jika para mahluk halus bertarung, pertarungan itu bisa dilakukan secara fisik, yaitu memukul dan
menendang seperti perkelahian di dunia manusia, bisa juga dengan cara melontarkan /
menghantamkan energinya kepada lawannya untuk memukul jarak jauh atau menusuk lawannya
dengan energinya, bisa juga secara frontal saling menabrakkan / menghantamkan fisik dan energi
mereka dengan lawannya. Dalam perkelahian frontal tersebut mahluk halus yang kekuatannya besar
akan bisa menghajar yang kekuatannya lebih lemah.

Mahluk halus yang sosoknya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada, yang sosoknya hitam
besar seperti gondoruwo dan yang sosoknya seperti raksasa buto, kebanyakan ketika berkelahi
dengan mahluk halus lain akan cenderung bertarung secara frontal mengadu kekuatan dan
ketahanan tubuhnya. Sedangkan mahluk halus jenis lain tidak semuanya menonjolkan kekuatan dan
ketahanan tubuhnya. Jika bertarung dengan mahluk halus lain mereka lebih banyak mengandalkan
kegesitan, kelincahan gerak dan kekuatan memukul untuk mengalahkan lawannya.

Mereka di alam halus biasanya dapat mengukur kekuatan masing-masing, sehingga yang
kekuatannya lebih rendah akan memilih mundur daripada harus bertarung dan kalah dengan
menanggung banyak luka. Selain diperlukan kemampuan spiritual khusus untuk dapat mengukur
kekuatan sesosok mahluk halus, bila kita mampu menyelami psikologis mereka, maka kita juga akan
dapat seperti mereka, mengukur kekuatan masing-masing mahluk halus.
Untuk menggambarkan tingkatan kekuatan para mahluk halus, selain sukma manusia, dapat dibuat
gambaran sebagai tolok ukur / perbandingan kekuatan / kesaktian masing-masing mahluk halus sbb
:

- Energi kekuatan kuntilanak diibaratkan seperti percikan-percikan api kembang api.

- Energi kekuatan gondoruwo = 2 kali lipatnya kekuatan kuntilanak.

- Energi kekuatan & perlindungan mustika wesi kuning = 100 kali lipatnya kekuatan kuntilanak atau
50 kali

lipatnya kekuatan gondoruwo.

- Energi kekuatan & perlindungan mustika merah delima (md) = 9 kali lipatnya kekuatan mustika
wesi kuning.

- Energi kekuatan Ibu Kanjeng Ratu Kidul (KRK) seperti api lilin besar ( = 100 kali lipatnya kekuatan
mustika

merah delima).

- Energi kekuatan bangsa dewa utama seperti api obor ( = 300 kali lipatnya kekuatan gaib Ibu Ratu
Kidul).

- Energi kekuatan bangsa buto seperti api obor besar ( = 600 - 1000 kali lipatnya kekuatan gaib ibu
Ratu Kidul).

- Energi kekuatan para mahluk halus lain yang sampai ribuan kali lipatnya kekuatan kesaktian Ibu
Kanjeng Ratu Kidul seperti api unggun besar.

Selain gambaran di atas, masing-masing mahluk halus juga tampak dari pancaran hawa aura
energinya yang bisa digunakan untuk menilai kadar kekuatannya, perwatakannya apakah berwatak
halus ataukah berwatak keras, dan apakah karakternya menonjolkan kekuatan / kegagahan.

Gambaran perbandingan kekuatan gaib di atas adalah untuk menggambarkan kekuatan gaib sesosok
mahluk halus tertentu ketika berhadapan dengan sosok halus yang lain, yang merupakan kombinasi
dari besarnya, kepadatan dan ketajaman energinya, yang secara keseluruhan menggambarkan
tingkat kekuatan / kesaktian sesosok mahluk halus dibandingkan sosok mahluk halus lainnya.

Gambaran masing-masing kekuatan gaib di atas mengindikasikan bahwa mahluk halus dan benda
gaib yang kekuatan gaibnya setingkat atau lebih tinggi daripada wesi kuning atau mustika merah
delima, akan terlalu mudah baginya jika diperintahkan membersihkan / mengusir / menyapu bersih
keberadaan dedemit seperti kuntilanak atau gondoruwo atau mahluk halus lain yang kekuatannya
setingkat dengan itu.

Gambaran di atas juga mengindikasikan bahwa sosok halus atau benda gaib yang kekuatan gaibnya
lebih tinggi di atas kekuatan gaib mustika merah delima akan bisa menembus kekuatan gaib
pertahanan perlindungan kekebalan wesi kuning dan mustika merah delima, bahkan bisa mengusir
pergi khodamnya.

Mustika merah delima mempunyai keistimewaan membuat kebal seseorang, sedangkan keris tidak
membuat kebal pemakainya, tetapi kebanyakan khodam keris lebih tinggi kekuatan gaibnya
sehingga bisa menembus "ketahanan" / kekebalan mustika merah delima dan orangnya akan terluka
oleh tusukan keris. Artinya dengan kekuatan gaibnya yang lebih tinggi, keris itu dapat menembus
mengalahkan pertahanan kekebalan mustika merah delima, bahkan khodam kerisnya bisa juga
mengusir pergi khodam merah delimanya.

Gambaran di atas juga mengindikasikan bahwa khodam pendamping atau sebuah benda gaib
khodamnya akan tertahan atau menjadi kosong isi gaibnya jika dibawa masuk ke dalam sebuah
rumah yang memiliki pagaran gaib absolut yang kekuatan gaib pagarannya lebih tinggi daripada
kekuatan khodamnya. Jika khodam benda gaibnya bersifat mendampingi si manusia pemiliknya,
menjadi khodam pendamping, maka khodam itu akan menunggu sampai pemiliknya keluar lagi dari
balik pagaran gaib itu. Tetapi jika khodamnya tidak bersifat mendampingi pemiliknya, yang biasanya
tetap tinggal di dalam benda gaibnya, misalnya yang fungsinya untuk kekuatan dan kekebalan, maka
kemungkinan besar benda gaib itu kemudian akan hilang kegaibannya, karena setelah khodamnya
tertahan tidak dapat masuk menembus pagaran gaib itu, maka ia akan pergi mencari benda lain
untuk ditinggali dan tidak kembali lagi kepada bendanya yang lama.

Gambaran di atas juga mengindikasikan bahwa ada banyak sosok halus yang memiliki tingkat
kekuatan gaib di atas kesaktian Ibu Ratu Kidul yang Ibu Ratu Kidul sendiri dan seluruh prajuritnya
pun harus menghindarinya, tidak akan berani berspekulasi untuk berhadapan dengan mereka.

Benda-benda jimat dan khodam yang bisa menjadikan seseorang kebal senjata tajam, atau
menjadikannya tahan pukul, adalah penyatuan "ketahanan" tubuh si khodam dengan si manusia.
Selain itu kekuatan khodam itu juga menyatu dengan kekuatan si manusia sehingga ketika orangnya
memukul orang lain, maka pukulannya akan juga mengandung efek kekuatan gaib, karena kekuatan
pukulannya adalah kombinasi dari kekuatannya sendiri ditambah kekuatan khodamnya.
Sebuah jimat kekebalan badan seperti wesi kuning dan mustika merah delima atau batu akik anti
cukur, dsb, akan memberikan tuah ketahanan / kekebalan tubuh kepada manusia pemakainya,
sehingga manusia tersebut akan tahan menerima pukulan dan tidak terluka jika dibacok / ditusuk
dengan senjata tajam, sepanjang kekuatan pukulan dan senjata yang digunakan membacok /
menusuk itu tidak mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi dari kekuatan gaib jimat
kebalnya. Jika pukulan dan senjata penyerangnya mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi
daripada kekuatan gaib jimatnya, maka pertahanan gaib kekebalannya itu akan mampu ditembus
dan orang itu akan terluka.

Khusus untuk tuah kekuatan / kekebalan, biasanya tidak memerlukan khodam dengan kekuatan gaib
yang tinggi, karena cakupan energinya hanya diperlukan untuk area yang sempit saja, yaitu
dipadatkan hanya menjadi sebatas tubuh si manusia pemakainya, seringkali kekuatan gaib setingkat
gondoruwo saja sudah cukup untuk menjadi khodam jimat kekuatan dan kekebalan, dan mungkin
tidak banyak yang menyadari bahwa gondoruwo sering menjadi khodam jimat isian dan khodam
ilmu kekuatan / kekebalan dan banyak kekuatan gaib susuk kekuatan / kekebalan tidak lebih tinggi
dari kekuatan gaib gondoruwo, sehingga akan luntur oleh daun kelor, bambu kuning, dsb. Karena itu
biasanya jimat kebal dan ilmu kebal isian / asma'an akan tidak berdaya ketika berhadapan dengan
senjata pusaka atau ilmu kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Yang paling utama diperlukan
untuk khodam kekuatan dan kekebalan adalah sifat perwatakan khodamnya yang harus keras dan
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, bukan semata-mata khodam yang sakti.

Biasanya jimat kebal, susuk kebal dan ilmu kebal (yang bukan ilmu kebatinan, apalagi yang isian /
asma'an) cukup ampuh untuk digunakan menghadapi pukulan tangan kosong, senjata tajam atau
senjata api, yang tidak mengandung serangan kekuatan gaib yang tinggi, tetapi tidak berdaya ketika
berhadapan dengan senjata pusaka atau aji-aji kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Karena itu
untuk menangkal penyalahgunaan / mengalahkan keilmuan kebal itu tidak dilakukan dengan
menyerangnya dengan senjata tajam atau dengan ilmu pukulan yang kekuatannya tinggi, tetapi
dengan cara melunturkan / memusnahkan kegaiban ilmunya atau mengusir khodam kebalnya yang
biasanya kekuatan gaibnya tidak tinggi. Banyak susuk dan ilmu isian yang sengaja diberikan
pantangan ilmu untuk menangkal penyalahgunaan ilmunya, atau untuk digunakan sewaktu-waktu
jika penggunanya ingin menghilangkan ilmunya.

Berbeda halnya dengan keperluan untuk tuah penjagaan gaib. Tuah untuk penjagaan gaib
membutuhkan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena fungsinya memang untuk
menghadapi mahluk halus lain. Semakin tinggi kekuatan gaibnya dan keras karakternya akan
semakin baik khodam itu menjalankan fungsi penjagaan gaib. Tetapi banyak juga benda-benda gaib
yang fungsinya untuk penjagaan gaib, tetapi kekuatan gaibnya rendah. Walaupun begitu biasanya
kesaktian khodamnya masih cukup untuk menghadapi, menangkal dan mengusir para mahluk halus
setingkat dedemit kuntilanak dan gondoruwo atau mahluk halus dan jin-jin kelas rendah yang sering
mengganggu manusia dewasa dan anak-anak, atau untuk menangkal dan mengusir para mahluk
halus yang sok berkuasa dan bersifat mengganggu di sebuah rumah atau bangunan / lokasi tertentu.

Gambaran perbandingan kekuatan gaib di atas tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat
kekuatan gaib sukma manusia, karena sifat energi sukma manusia tidak sama dengan sifat energi
mahluk halus lain yang dapat membentuk pagaran energi. Tingkat kekuatan sukma manusia diukur
dengan tingkat kekuatan pagaran energi dan ketahanan tubuh mahluk halus yang dapat ditembus
dan dilukainya.

Dalam pengertian sukma manusia disini termasuk di dalamnya adalah sukma / roh / arwah manusia
yang sudah meninggal, roh / sukma manusia yang moksa (tidak meninggal, tetapi masuk / pindah ke
alam gaib bersama dengan raganya), dan manusia yang diambil / dibawa oleh sesosok mahluk halus
ke alam gaib, sehingga hilang dari dunia manusia.

Kekuatan sukma seseorang terutama adalah berasal dari kekuatan laku kebatinan / spiritual orang
tersebut semasa hidupnya (selain kebatinan / spiritual yang bersifat keilmuan, juga kekuatan dari
penghayatan kebatinan kerohanian dan keagamaan / ketuhanan).

Jika seseorang belum pernah menekuni suatu laku yang efeknya meningkatkan kekuatan sukma
kemungkinan besar kondisi kekuatan sukmanya itu masih rendah, masih sama dengan kekuatan
sukma orang-orang yang umum dan awam yang biasanya tidak lebih tinggi daripada kekuatan gaib
kuntilanak yang di alam gaib termasuk sebagai roh halus yang kekuatan gaibnya paling lemah.

Sukma manusia yang memiliki kekuatan gaib dari kebatinan, akan merasakan energinya berupa
getaran rasa dan tekanan di dada dan selimut tebal energi yang mengisi tubuhnya yang dapat
diwujudkan menjadi ketahanan tubuh atau menjadi kekuatan gaib untuk menyerang mahluk halus
lain dengan cara memukul, menendang, menusukkan energi, dsb, atau memukul jarak jauh, atau
menyerang melalui pancaran energi kekuatan pikiran yang menusuk. Dan kekuatan sukma manusia
tersebut dapat dirasakan oleh mahluk halus lain di sekitarnya sebagai suatu perbawa / wibawa
tersendiri.

Sukma manusia yang memiliki kekuatan gaib dari kekuatan spiritual akan merasakan kekuatan
energinya di kepalanya berupa kekuatan energi yang tajam yang terpancar lewat kekuatan pikiran,
kekuatan energi yang tajam yang dapat untuk menembus pagaran gaib / energi, atau menyerang
menusuk mahluk halus, atau untuk menembus / membuka tabir-tabir kegaiban. Dan aura
spiritualnya akan terlihat sebagai suatu karisma tersendiri yang terpancar di wajah atau sorot
matanya dan pendaran-pendaran energi pikirannya yang kuat dan tajam akan dapat dirasakan oleh
mahluk halus lain di sekitarnya.

Seringkali kekuatan sukma dari kekuatan spiritual tidak dapat disatukan dengan kekuatan tubuh,
hanya menjadi kekuatan di pikiran, tetapi seseorang yang menekuni olah spiritual sebagai kelanjutan
dari olah kebatinannya, maka dia juga akan menguasai kekuatan kebatinan sekaligus kekuatan
spiritual, kekuatan tubuh sekaligus kekuatan pikiran.

Para mahluk halus, selain sukma manusia, dapat membentuk suatu bentukan energi, yang dapat
dijadikan energi pagaran diri / ketahanan tubuh untuk perlindungan dan bertahan dari serangan
mahluk halus lain, atau menyalurkan energinya untuk memukul, menusukkan energi, atau untuk
merubah penampilan wujudnya, atau untuk tujuan yang lain. Bentuk energi ini juga dapat disatukan
dengan energi manusia, untuk menambah kekuatan dan ketahanan tubuh, kekebalan, menambah
wibawa / pengasihan, juga dapat untuk membuat manusia sakit atau meninggal. Bagi manusia yang
dapat berinteraksi dengan mahluk halus, kemampuan mahluk halus untuk membentuk energi ini
seringkali ditujukan terhadap manusia lain dalam bentuk teluh, santet, pelet, guna-guna, juga bisa
untuk tujuan pengobatan gaib, penglaris dagangan, memancarkan kewibawaan / karisma /
pengasihan, dsb.

Bentukan energi itu juga dapat digunakan untuk mempengaruhi pikiran manusia (halusinasi). Ini
seringkali terjadi pada orang-orang yang datang ke makam-makam atau tempat-tempat mistis untuk
'ngalap berkah'. Para mahluk halus itu dapat dengan energinya mempengaruhi pikiran manusia,
sehingga di mata (pikiran) manusia tersebut sang mahluk halus tampak sebagai sosok yang lain,
misalnya seperti sesosok sukma orang tertentu yang telah meninggal. Selama sesajinya sesuai, para
mahluk halus tersebut mau memenuhi keinginan si manusia yang 'ngalap berkah', walaupun
menurut si manusia yang 'ngalap berkah', yang memberikan 'berkah' tersebut adalah sukma / arwah
si manusia yang telah meninggal.

Selain dapat mempengaruhi pikiran manusia (halusinasi), para mahluk halus itu secara energi dapat
merubah wujudnya (jadi-jadian). Jika penampakkan sosok wujudnya berubah, misalnya aslinya
adalah si A, kemudian merubah wujudnya menjadi si B, maka semua orang yang melihatnya akan
melihat sosok itu sebagai si B, sesuai ubahan wujudnya, tetapi bagi yang penglihatan gaibnya tajam,
atau kepekaan batinnya tajam, mereka tetap bisa membedakan sosok ubahannya dengan sosok
aslinya, walaupun samar-samar.
Sukma manusia tidak dapat membentuk pagaran energi dan tidak dapat menggunakan energinya
untuk merubah wujudnya. Jadi sosok manusia yang tampak adalah sosok aslinya. Tetapi sukma
manusia dapat melakukan 'kontak batin' dengan manusia lain untuk memberikan 'penglihatan gaib',
wangsit atau bisikan gaib, atau untuk mempengaruhi jalan pikiran (ilusi / halusinasi) supaya manusia
merasa melihat sosok tertentu lain yang berbeda.

Sukma manusia tidak bisa merubah-ubah bentuk wujud aslinya. Walaupun ada sukma manusia yang
bisa bergonta-ganti pakaian, terutama mereka yang tinggal di dalam suatu komunitas atau kerajaan
gaib, tetapi wujud aslinya sendiri tidak bisa mereka rubah, tidak bisa mereka merubah sosok sukma
mereka menjadi wujud ular, macan, dsb. Tetapi dengan cara kontak batin mereka bisa
mempengaruhi pikiran (ilusi / halusinasi) manusia yang masih hidup, menyebabkan manusia
"merasa" melihat sosok lain yang berbeda.

Pengaruh ilusi / halusinasi bisa diketahui dengan melakukan perbandingan.

Misalnya ada sukma manusia si A.

Ketika ada beberapa orang yang datang, sukma si A itu melakukan kontak batin untuk
mempengaruhi pikiran orang-orang tersebut supaya melihatnya sebagai si B. Mereka yang
terpengaruh oleh halusinasi itu akan melihat si A sebagai si B, tetapi mungkin masih ada orang
lainnya yang masih melihatnya sebagai si A.

Sosok halus yang mereka lihat sebenarnya sama, dan hanya satu, tapi sosok yang mereka lihat bisa
berbeda, yaitu mereka melihat si A sebagai si B, tetapi ada orang lain yang masih bisa melihat sosok
itu sebagai si A. Ini terjadi karena orang-orang yang melihat gaib itu tidak semuanya secara serentak
bisa dipengaruhi pikirannya oleh sukma tersebut, dan besar kecilnya kadar pengaruh halusinasi itu
tidak sama pada setiap orang, karena masing-masing orang juga punya "daya tahan" sendiri-sendiri
terhadap pengaruh gaib.

Berbeda halnya dengan penampakan.

Selain bisa juga melakukan kontak batin untuk mempengaruhi pikiran manusia, para mahluk halus
selain sukma manusia bisa merubah wujud fisiknya menjadi bentuk lain yang berbeda dari wujud
aslinya.

Misalnya sesosok dhanyang atau jin yang aslinya berwujud seperti manusia, mereka bisa merubah
wujudnya untuk menampakkan dirinya sebagai ular, harimau, dsb. Orang-orang yang bisa
melihatnya, semuanya akan melihat wujudnya sebagai ular atau harimau sesuai ubahan wujudnya.
Jadi jika semua orang melihatnya sebagai satu wujud yang sama, maka itu adalah suatu bentuk
penampakan ubahan wujud, tetapi jika masih ada orang yang melihatnya sebagai sosok yang lain,
maka itu adalah bentuk kontak batin (ilusi).

Sukma manusia tidak bisa merubah-ubah bentuk wujud aslinya, tidak bisa menampakkan diri
sebagai wujud yang berbeda, mungkin hanya pakaiannya saja yang bisa bergonta-ganti. Dengan
demikian semua orang yang melihat penampakannya (atau yang bisa melihat gaib) akan melihat
wujud aslinya, mungkin hanya pakaiannya saja yang bisa berganti.

Keterbatasan sifat energi sukma manusia menyebabkan sukma manusia tidak dapat merubah-rubah
wujud aslinya. Sukma manusia masih bisa membentuk energinya (pancarannya) untuk memberikan
jasa pengasihan, kekebalan, penglaris dagangan, kewibawaan, dsb. tetapi jarak pancarannya tidak
jauh, dan itu akan sangat melelahkannya jika tidak sejalan dengan kepribadian aslinya. Jika ingin
melakukan itu sukma manusia biasanya melakukannya dengan cara kontak batin untuk
mempengaruhi satu per satu pikiran manusia.

manusia itu sendiri seringkali tidak berada di kuburannya, berada di tempat lain. Dengan
keterbatasan sifat energinya tersebut sukma / arwah manusia seringkali tidak dapat memenuhi
keinginan manusia yang 'ngalap berkah'. Yang sering mengabulkan permohonan mereka adalah
mahluk-mahluk halus lain selain sukma manusia, biasanya adalah bangsa jin atau dhanyang yang
tinggal di lokasi tersebut. Apalagi sukma / arwah

Sebenarnya para mahluk halus itu juga mempunyai roh seperti manusia, sedangkan yang sering
dilihat oleh manusia sebagai sosok suatu mahluk halus adalah wujud fisiknya yang bersifat energi.
Roh para mahluk halus adalah wujud aslinya, dan yang bisa mereka ubah-ubah bentuknya adalah
wujud fisik mereka yang bersifat energi, sedangkan wujud roh mereka tidak bisa mereka ubah. Jadi
sekalipun mereka merubah-ubah bentuk wujud fisiknya, dengan penglihatan batinnya manusia
masih bisa melihat wujud asli mereka yang sebenarnya adalah wujud roh mereka.

Jadi para mahluk halus itu dapat merubah-ubah bentuk wujud fisik mereka, tetapi tidak dapat
merubah-ubah bentuk wujud roh mereka. Begitu juga sukma manusia yang sebenarnya adalah roh
manusia, sukma / roh manusia tidak dapat merubah-ubah bentuk wujudnya.

Tidak seperti di dunia manusia, di alam gaib, para mahluk halus tidak dapat membunuh mahluk
halus lainnya. Setinggi-tingginya kesaktian sesosok mahluk halus, yang dapat dilakukannya hanyalah
melukai dan menciderai lawannya sampai "sekarat", tetapi tidak bisa sampai membunuhnya. Yang
ada di dalam kisah-kisah legenda ataupun pewayangan tentang tewasnya suatu tokoh gaib, misalnya
tokoh Rahwana (buto), sebenarnya tidaklah sungguh-sungguh itu terjadi. Itu hanyalah kiasan bahwa
peranannya telah selesai, karena dia sudah dikalahkan, sudah ditundukkan atau sudah
"dipenjarakan".
Kemampuan para mahluk halus untuk membentuk energi dan merubah-ubah bentuk energinya
adalah kelebihan para mahluk halus dibandingkan sukma manusia. Mereka memiliki semua
kemampuan sukma manusia, termasuk kemampuan untuk "kontak batin". Selain sifat energi yang
berbeda, sifat perwatakan masing-masing mahluk halus, yang bisa dipastikan dari aura kejiwaannya,
juga berbeda-beda. Perbedaan sifat energi dan sifat perwatakan ini dapat dijadikan sebagai tolok
ukur untuk membedakan apakah sesosok mahluk halus itu adalah sukma manusia, ataukah bangsa
jin, dedemit, buto, dsb, walaupun penampakannya sama / mirip.

Secara alami energi mahluk halus akan terpancar pada jarak tertentu sesuai kekuatan energinya
masing-masing. Pancaran energi ini akan dirasakan manusia sebagai penyebab rasa merinding takut,
atau pada orang-orang tertentu yang pernah melatih olah rasa atau kebatinan keberadaan energi
mahluk halus tersebut dapat dirasakan sebagai rasa sesak di dada pada jarak yang lebih jauh
sebelum muncul rasa merinding.

Rasa merinding itu bisa dibedakan. Jika rasa itu berasal dari adanya sesosok bangsa jin, kuntilanak,
gondoruwo, dsb, biasanya rasa merindingnya terasa berat dan rasanya seperti "mencengkeram" dan
ada juga yang sampai menyebabkan orang lemas ketakutan. Tetapi jika rasa itu berasal dari adanya
sesosok sukma manusia biasanya rasa merindingnya hanya terasa tajam menusuk, tidak
"mencengkeram".

Secara alami pada umumnya jati diri dan keberadaan mahluk halus tidak ingin diketahui oleh
manusia. Sosok-sosok halus yang menimbulkan rasa merinding itu adalah karena mereka memang
dengan sengaja menunjukkan keberadaannya kepada manusia untuk maksud tertentu, misalnya
menunjukkan bahwa mereka (mahluk halus) sedang datang ke tempat kediaman manusia, atau
menunjukkan bahwa mereka tidak suka dengan kehadiran manusia di tempat tinggal mereka. Kalau
tidak begitu maka keberadaan mereka tidak akan menimbulkan rasa merinding dan keberadaan
mereka juga tidak terasakan.

Biasanya semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, walaupun pancaran energinya besar dan tajam,
tetapi pancaran energinya itu juga semakin halus dan semakin sulit dirasakan oleh manusia (semakin
sulit dideteksi keberadaan energinya dan juga semakin sulit dilihat) dan keberadaan sosok halus itu
juga tidak menimbulkan rasa merinding, sehingga keberadaan mahluk halus yang kesaktiannya tinggi
itu akan sulit sekali terdeteksi keberadaannya oleh manusia. Kadangkala sesama mahluk halus pun
tidak bisa melihat mahluk halus lain yang kekuatannya jauh di atasnya, tetapi masih bisa merasakan
kehadiran energinya, sehingga ketika mereka merasakan kehadiran energinya, mereka akan berhati-
hati dan menyingkir.

Secara alami semua mahluk halus akan memancarkan suatu hawa / aura energi dari tempat
keberadaannya masing-masing yang sifat-sifatnya sesuai dengan sifat psikologis dan perwatakan
mahluk halusnya. Bila kita sudah cukup peka rasa dan batin, kita akan dapat mengenali dari hawa /
aura energinya apakah sesosok mahluk halus itu bersikap bersahabat atau tidak, sedang marah atau
tidak, sedang sedih atau tidak, apakah sifatnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, apakah sifat
energinya baik untuk manusia, apakah keberadaannya berbahaya untuk kita, dsb.

Dan masing-masing rasa energi itu yang berasal dari keberadaan sesosok sukma manusia akan
berbeda dengan yang berasal dari jenis mahluk halus yang lain. Juga masing-masing jenis mahluk
halus itu yang selain dari jenis sukma manusia rasa energinya akan berbeda. Rasa energi sesosok
bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, buto, dsb, masing-masing akan berbeda-beda, tidak sama, dan
rasa energinya juga berbeda bila energi itu berasal dari keberadaan harta karun gaib atau mustika
dan pusaka di alam gaib, sehingga tanpa harus melihat sosok dan bentuk wujudnya, dari pengenalan
rasa itu kita bisa mengenali sosok halus jenis apa yang ada di dalam sebuah benda gaib atau yang
ada di suatu lokasi.

Rasa energi gaib itu secara umum akan terasa sebagai rasa gaib dari suasana alam di suatu tempat
ketika kita berada di suatu tempat / lokasi, apakah bersifat wingit / angker, panas / dingin / teduh,
dsb. Sesudah itu barulah digunakan kemampuan melihat gaib untuk melihat dan menegaskan sosok
wujud gaibnya seperti apa, apakah disitu ada sesosok bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, buto, dsb,
ataukah disitu ada harta karun gaib atau mustika dan pusaka di alam gaib, karena masing-masing
akan berbeda rasanya, tidak sama. Dengan cara membedakan rasa energi itu kita juga akan dapat
dengan cepat menentukan apakah sesosok halus di hadapan kita adalah benar sesosok sukma
manusia ataukah sebenarnya adalah jenis kuntilanak, gondoruwo, atau bangsa jin, dan kita juga bisa
merasakan apakah keberadaan sosok halus tersebut bersifat berbahaya, sehingga kita bisa
menghindar atau melakukan tindakan preventif lainnya.

--------------

Ada beberapa pertanyaan serupa dari para pembaca mengenai bagaimana cara Penulis mengukur
kekuatan mahluk halus seperti tertulis di atas yang ukuran kekuatan gaib itu dituliskan juga di
halaman-halaman lain.

Pengenalan terhadap kekuatan mahluk halus ini sebenarnya terkandung di dalam usaha belajar
memperhatikan kehidupan mahluk halus dan belajar mengenal kepribadian masing-masing mereka.
Mungkin sama halnya dengan kita memperhatikan kehidupan manusia dan binatang, dengan cara
memperhatikan secara langsung ataupun melalui televisi. Ada banyak pengetahuan yang bisa
didapatkan jika kita mau memperhatikan kehidupan mereka, yang tidak akan didapatkan dengan
hanya puas bisa melihat gaib. Sebagian pengetahuan itu bersifat pengetahuan gaib yang berdimensi
tinggi, yang tidak akan didapatkan hanya dengan sekedar bisa melihat gaib.

Untuk mengukur kekuatan masing-masing mahluk halus ada beberapa metode :

1. Mampu berinteraksi langsung (secara energi) untuk merasakan dan mengukur kekuatan gaib
masing- masing mahluk halus.
2. Mampu berinteraksi dan mempertemukan sosok-sosok halus untuk saling diperbandingkan
kekuatannya (bisa juga meminta kesaksian dari mereka sendiri tentang tingkat kekuatan mereka
masing-masing dibanding sosok halus lainnya).

3. Memiliki tingkat kebatinan dan spiritualitas tertentu untuk bisa mengetahui sifat-sifat kesaktian
mahluk halus dan memperbandingkannya satu dengan lainnya (termasuk untuk menilai sifat-sifat
karakternya).

4. Memiliki sosok halus pendamping yang bisa menceritakan kekuatan gaib masing-masing sosok
halus (dan untuk meng-crosscheck pendapat kita dengan pendapatnya).

Masing-masing metode di atas bisa saling dikombinasikan untuk mendapatkan penilaian yang lebih
akurat.

Ukuran yang digunakan :

1. Kekuatan gaib kuntilanak untuk mahluk halus yang tingkat kekuatan gaibnya rendah.

2. Kekuatan gaib mustika merah delima (md) untuk mahluk halus yang tingkat kekuatan gaibnya
menengah.

3. Kekuatan gaib Ibu Kanjeng Ratu Kidul (KRK) untuk mahluk halus yang tingkat kekuatan gaibnya
tinggi.

Untuk bisa menggunakan masing-masing ukuran itu kita harus mengenal betul masing-masing
mahluk halusnya dan bisa mengukur kekuatannya. Khusus untuk sosok-sosok halus yang dijadikan
ukuran skala kekuatan, kita harus mengenal betul seluk-beluk mereka dan sifat-sifat kekuatannya,
bukan sekedar bisa melihatnya, apalagi cuma mendengar ceritanya saja.

Sama juga kita menggunakan ukuran cc dan liter untuk air, kita harus mengetahui karakteristik
ukurannya dan cara-cara pengukurannya sehingga kita bisa mengukur isi volume segelas air, segalon
aqua, ataupun setangki air, walaupun bentuk tabung dan ukurannya berbeda-beda.

Mengenai parameter ukuran kekuatan gaib, kita akan bisa mengukur kekuatan gaib kalau kita sudah
terbiasa berinteraksi langsung secara energi dengan mereka. Caranya misalnya berkelahi / bertarung
melawan kuntilanak / gondoruwo dengan tenaga dalam atau kekuatan kebatinan, sehingga kita bisa
mengukur dan membedakan kekuatan mereka masing-masing, dan dalam bertarung itu bukan
dengan menggunakan amalan gaib / khodam yang tidak ada interaksi langsung dengan kekuatan
lawannya.

Sama seperti kalau kita sudah terbiasa menangkap kambing dan kerbau, maka kita akan bisa
membedakan kekuatan kambing dengan kekuatan kerbau, pasti berbeda kekuatannya. Dan
tergantung kekritisan kita, seharusnya kita bisa menilai kekuatan kerbau itu secara rata-rata sekian
..... kalinya kekuatan kambing.

Jadi kemampuan mengukur kekuatan kambing dan kerbau itu bisa dengan mudah dilakukan kalau
kita biasa turun tangan berinteraksi langsung dengan kambing dan kerbau, bukan sekedar bisa
melihat kerbau, atau menundukkan kerbau dengan amalan gaib yang tidak ada interaksi langsung.
Hanya saja kambing dan kerbau itu tidak bisa disamakan dengan mahluk halus yang bersifat energi
dan tak kelihatan mata.

Khusus untuk sosok-sosok halus yang dijadikan ukuran skala kekuatan, kita harus mengenal betul
seluk-beluk mereka dan sifat-sifat kekuatannya, supaya nilai ukuran kita bisa akurat, walaupun
mungkin tetap masih ada selisih keakuratan, mudah-mudahan tidak banyak, karena pengukurannya
memang lebih banyak berupa perkiraan perbandingan yang keakuratannya tidak sama dengan
mengukur memakai alat meteran.

Tambahan :

Untuk mahluk halus dan benda gaib yang kekuatannya dijadikan indikator kekuatan gaib, kita harus
mengenal betul sosok gaibnya dan karakteristik kekuatannya, bukan sekedar tahu tuahnya atau
sekedar pernah melihatnya.

Bagi orang umum memang akan susah untuk mengukur sendiri kekuatan mahluk halus, karena
mungkin kita tidak pernah mengukur kekuatan gaib kuntilanak, gondoruwo, wk, md, ibu ratu kidul,
dewa dan buto, melihatnya pun mungkin belum pernah. Tapi akan lebih mudah kalau kita tanyakan
langsung kepada masing-masing mahluk halusnya.

Misalnya untuk mengukur kekuatan khodam sebuah keris, akan lebih mudah kalau kita tanyakan
langsung kepada kerisnya, misalnya, berapa ukuran kekuatannya jika dibandingkan dengan kekuatan
mustika merah delima (md) atau jika dibandingkan dengan Ibu Kanjeng Ratu Kidul (KRK).

Mudah-mudahan khodam kerisnya tahu sosok yang dimaksud dan bisa mengukur kekuatan md dan
KRK, sehingga bisa mengukur kekuatannya sendiri dibandingkan mereka.

Lebih baik lagi kalau hasil pengukurannya ditanyakan lagi kepada keris yang lainnya, sehingga dari
perbandingan itu kita bisa mengambil kesimpulan yang lebih baik.

Tapi memang hasil pengukurannya tidak bisa 100% akurat, karena hanya bersifat perkiraan saja,
tidak seperti mengukur dengan alat meteran. Mudah-mudahan selisihnya tidak banyak.

Ada juga yang menanyakan tentang mahluk-mahluk gaib yang mempunyai kesaktian, apakah
kesaktiannya itu diperoleh dari olah sukma atau olah batin makhluk gaib tersebut, ataukah kesaktian
itu terjadi dengan sendirinya tanpa latihan ?

Mengenai itu kita harus membedakan sifat kesaktian masing-masing jenis mahluk halus. Ada 2 jenis
mahluk halus, yaitu yang aslinya adalah sukma / arwah manusia dan yang asli mahluk halus.

Mahluk halus yang aslinya adalah sukma manusia umumnya kekuatan gaibnya berasal dari kekuatan
kebatinan dan spiritualnya semasa hidupnya. Seorang manusia awam / umum yang belum pernah
melakukan laku olah kebatinan / spiritual atau laku lain yang efeknya memperkuat sukma, kekuatan
sukmanya (kesatuan roh pancer dan sedulur papatnya) umumnya tidak lebih tinggi daripada
kekuatan gaib kuntilanak (karena itu kekuatan gaib setingkat kuntilanak saja bisa membunuh
manusia). Sesudah orang tersebut menjalani laku kebatinan / spiritual atau laku lain yang efeknya
memperkuat sukma, barulah sukma orang itu terbentuk kekuatannya, dan dari sifat kekuatan
sukmanya itu akan bisa diketahui apakah kekuatannya itu berasal dari laku kebatinan ataukah dari
laku spiritual (baca juga : Kesaktian Manusia).
Mahluk halus lain selain sukma manusia secara fisiknya mereka adalah energi, sehingga kekuatan
kesaktiannya terutama berasal dari kombinasi 3 unsur, yaitu besarnya, kepadatan dan ketajaman
energinya. Sifat dan kekuatan energi ini bersifat alami, bersifat asli sesuai jenis masing-masing
mahluk halus.

Tetapi ada sosok-sosok halus tertentu yang juga melatih diri untuk meningkatkan kekuatannya,
misalnya dari jenis bangsa dewa dan sukma manusia, yang bertapa atau berguru untuk
meningkatkan kesaktiannya, terutama untuk meningkatkan kualitas kepadatan dan ketajaman
energinya. Karena kekuatan / kesaktian mahluk halus berasal dari kombinasi besarnya, kapadatan
dan ketajaman energinya, setelah berhasil ditingkatkan kualitas salah satu unsurnya, misalnya
kepadatan atau ketajaman energinya, tentunya kekuatan gaibnya juga akan bertambah. Di dalam
komunitas bangsa dewa ada juga latihan keprajuritan untuk bangsa dewa setingkatan prajurit.

Mahluk halus lain selain sukma manusia secara fisiknya mereka adalah energi, sehingga kekuatan
gaibnya berasal dari kombinasi besarnya, kapadatan dan ketajaman energinya. Kombinasi dari ketiga
unsur itu merupakan faktor yang menentukan tingkat kekuatan gaib mahluk halus, sehingga kalau
salah satu unsur kekuatannya berhasil ditingkatkan, maka kekuatan gaibnya juga akan meningkat.

Di alam roh teknik berkelahi seperti pencak silat biasanya tidak banyak berguna. Yang lebih berguna
adalah kegesitan / kecepatan gerak untuk menghindar dan menyerang, seperti tokoh wayang gatot
kaca, tetapi ini lebih berguna untuk berhadapan dengan lawan yang kekuatan gaibnya seimbang
atau lawan yang lebih lambat gerakannya.

Misalnya sesosok dewa berkelahi melawan buto. Kekuatan / kesaktian bangsa dewa kalah jauh
dibanding buto. Tetapi gerakan buto agak lambat, sehingga bangsa dewa akan banyak
mengandalkan kegesitan dan kecepatan gerak untuk menyerang dan menghindar. Tetapi karena
kekuatan bangsa dewa masih jauh di bawah buto, maka serangannya tidak banyak berarti, ibaratnya
pukulan dan tendangannya tidak begitu terasa sakit. Tetapi kalau serangan buto ada sekali mengenai
dewa itu, akibatnya fatal. Karena itulah di pewayangan pun diceritakan kalau bangsa buto datang
menyerang kahyangan, bangsa dewa pun tak berdaya, terpaksa mencari bantuan kepada orang lain
yang lebih sakti.

Di alam gaib masing-masing mahluk halus dapat bergerak lambat seperti sedang berjalan, tetapi di
saat yang lain mereka dapat melesat cepat. Namun ada jenis mahluk halus tertentu yang gerakannya
lebih lambat daripada mahluk halus lainnya. Contohnya adalah jenis gondoruwo dan buto atau jenis
bangsa jin berbulu hitam tinggi besar seperti gondoruwo dan bangsa jin yang wujudnya seperti
raksasa. Sehari-harinya, walaupun tujuan mereka jauh, jenis gondoruwo bergerak dengan berjalan
seperti orang utan berjalan tegak dan bangsa buto berjalan seperti raksasa. Mereka juga dapat
melesat cepat, tetapi kecepatan melesat mereka lebih lambat dibandingkan mahluk halus yang lain.

Mahluk halus yang sosoknya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada, yang sosoknya hitam
besar seperti gondoruwo dan yang sosoknya seperti raksasa buto, kebanyakan jika berkelahi dengan
mahluk halus lain akan cenderung bertarung secara frontal mengadu kekuatan dan ketahanan
tubuhnya. Sedangkan mahluk halus jenis lain tidak semuanya menonjolkan kekuatan dan ketahanan
tubuhnya. Jika bertarung dengan mahluk halus lain mereka lebih banyak mengandalkan kegesitan,
kelincahan dan kekuatan pukulan untuk mengalahkan lawannya.

Ada pertanyaan :

Bagaimana caranya menghitung penjumlahan kekuatan gaib ?

Misalkan ada 2 khodam 60 md dan 80 md, seharusnya jumlahnya kan 140,

apakah dengan kekuatan gaib 100 md bisa disapu bersih semuanya ?

Jawab :

Sifat kekuatan mahluk halus ada 2 macam, yaitu jenis sukma manusia dan selain jenis sukma
manusia, seperti bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, dewa, dsb. Masing2 sifat kekuatan dan
ketahanan tubuhnya berbeda. Penjelasannya sudah dituliskan di atas.

Secara umum gabungan kekuatan mahluk halus adalah sama dengan kekuatan salah satu mahluk
halus yg paling tinggi kekuatannya.

Kalau ada 2 khodam, 60 md dan 80 md, maka gabungan kekuatan mereka adalah 80 md, keduanya
tidak bisa mengalahkan satu bangsa jin yg 100 md, tapi mungkin bisa mengalahkan jenis sukma
manusia yg 100 md.

Kalau anda punya 1.000 khodam yg kekuatannya rata-rata 60 md, yg seribu itu bisa disapu bersih
hanya oleh 1 khodam jin 100 md tanpa jin itu mengalami luka sedikitpun.

Sukma manusia 100 md "mungkin" bisa juga menyapu bersih 1.000 khodam 60 md tersebut, tetapi
besar resiko dirinya terluka berat.

Kekuatan 60 md itu berselisih banyak dgn kekuatan jin 100 md.

Kalau kekuatannya 80 md lebih sedikit selisihnya dgn yg 100 md, hampir menyamai.

Kalau yg 1.000 khodam itu rata2 kekuatannya 80 md, mungkin khodam jin 100 md itu masih bisa
mengusir mereka semua, tapi resiko dirinya terluka lebih besar.

Ada pertanyaan yang umum tentang benda-benda gaib, yaitu bagaimana caranya meningkatkan
powernya.

Kalau maksudnya meningkatkan powernya itu adalah meningkatkan kekuatan gaib khodamnya,
kelihatannya tidak bisa, itu hanya bisa dilakukan dengan cara kita memadatkan atau mempertajam
energinya (kalau kita mempunyai kemampuan untuk itu) atau dengan memberikannya energi /
kekuatan gaib yang lebih besar untuk diserap oleh khodamnya. Itu berlaku juga untuk khodam
pusaka dan khodam pendamping, dan untuk kekuatan sukma kita sendiri.
Yang dimaksud energi untuk diserap oleh mahluk halus / khodam adalah energi yang lebih kuat
daripada kekuatan khodamnya, bisa dari tenaga dalam, kekuatan kebatinan, ataupun energi alam
dari tempat-tempat mistis yang sangat tinggi bermuatan gaib yang energinya bisa diserap oleh
khodamnya, contohnya adalah energi alam di tempat-tempat mistis dalam tulisan berjudul Tempat-
tempat Mistis.

Energi itu bisa juga energi yang kita turunkan sendiri, contohnya adalah yang dilakukan dengan
mengikuti contoh dalam tulisan yang berjudul Meditasi Energi dan Pembersihan Gaib 4.

Sedangkan tempat-tempat wingit atau makam yang dikeramatkan biasanya kekuatan energi
alamnya biasa saja, penghuni gaibnya saja yang banyak.

Untuk meningkatkan kekuatan gaibnya secara relatif permanen adalah dengan memberinya kantong
atau tempat penyimpanan dari bahan kain katun yang berwarna hitam. Untuk keris bisa dilakukan
dengan mengikuti contoh dalam tulisan yang berjudul Perawatan Keris dan Penyimpanannya.

Kalau maksudnya meningkatkan powernya itu adalah untuk meningkatkan kadar tuahnya atau
"kegalakan" nya, sehingga tuahnya lebih kuat terasa, lebih ampuh terasa, bisa dilakukan dengan
mewiridkan amalan gaib yang lebih tinggi kadar tuahnya dan memberikan sesaji yang lebih kuat efek
kegaibannya, seperti minyak misik putih atau kemenyan jawa / kemenyan arab, dan memberikan
kantung penyimpanan dari bahan kain katun merah terang (baca juga : Sesaji).

Benda-benda gaib yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan
disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah / luntur.

Juga benda-benda gaib yang bertuah khusus, misalnya tuah pengasihan, dan tuahnya sudah bagus,
sebaiknya jangan disugestikan untuk memberikan tuah lain, supaya tuahnya itu tidak berubah /
memudar.

Untuk menambah pemahaman mengenai sifat-sifat kesaktian manusia, mahluk halus dan khodam,
kekuatannya dan tuahnya, silakan dibaca juga tulisan-tulisan :

- Kesaktian Manusia

- Kesaktian Mustika

- Khodam dan Kualitas Tuah

- Khodam dan Kekuatan Tuah

Tempat-tempat Wisata Mistis

Ada banyak tempat di dunia, bangunan, lokasi dan situs, yang menyimpan cerita-cerita mistik,
dikeramatkan, sakral, menyeramkan, angker, banyak penampakan gaib, dsb. Penulis juga sudah
pernah mengunjungi beberapa di antaranya ataupun hanya sekedar lewat saja. Tetapi walaupun
hanya lewat saja, seseorang yang sudah terbiasa peka dengan getaran aura gaib akan dapat
mengenali kegaibannya.

Yang ingin Penulis ceritakan disini adalah tempat-tempat yang berhawa mistis kuat dan wingit, yang
cocok bagi para pemerhati dan praktisi kebatinan dan spiritual (atau penggemar spiritual) untuk
mengunjunginya. Ada banyak tempat-tempat itu yang menjadi tempat tujuan wisata. Selain untuk
tujuan berwisata lebih baik lagi jika ketika sedang berada di tempat itu kita juga melakukan suatu
laku tirakat atau semadi / meditasi untuk menambah / mempertajam kemampuan kebatinan dan
spiritual kita.

Jadi pengertian tempat-tempat mistis disini bukanlah sekedar tempat yang banyak dihuni oleh
mahluk halus, banyak penampakan gaib, dikeramatkan orang, angker dan menakutkan, atau tempat
orang ngalap berkah, dsb. Tempat-tempat seperti itu ada banyak sekali dimana-mana dan bisa
diketahui informasinya dari banyak sumber, sehingga tidak perlu dituliskan disini.

Yang Penulis maksud adalah tempat-tempat yang kuat berhawa mistis dan wingit yang cocok untuk
menambah dan mempertajam kemampuan kebatinan dan spiritual seseorang. Mungkin tempat-
tempat tersebut, nama dan lokasinya sudah banyak diketahui orang, tetapi yang ditekankan disini
adalah keistimewaan kandungan gaibnya yang mungkin tidak banyak diketahui orang, sehingga tidak
dimanfaatkan untuk tujuan meningkatkan kemampuan kebatinan dan spiritual (bukan untuk ilmu
gaib dan ilmu khodam).

Untuk memperdalam keilmuan kegaiban (misalnya tapa), maka suasana gaib di tempatnya bertirakat
dan para mahluk gaibnya yang menghuni tempat itu yang bisa menurunkan keilmuannya atau yang
kemudian menjadi khodamnya akan sangat berpengaruh besar pada keberhasilan orangnya dalam
memperdalam keilmuannya masing-masing. Dan tempat-tempat yang akan kami sebutkan berkaitan
dengan mahluk gaib tingkat tinggi dan berkarakter baik. Yang tempatnya dan mahluk halusnya tidak
baik akan kami berikan catatan tersendiri.

Biasanya orang-orang yang belajar kebatinan sudah pernah berkunjung ke tempat-tempat mistis /
keramat tertentu yang terkait dengan keilmuannya. Tempat-tempat mistis yang kami tuliskan adalah
tempat-tempat yang bagus sekali untuk tujuan memperdalam keilmuan kebatinan dan spiritual
tingkat tinggi. Jadi tempat-tempat itu dikhususkan untuk yang sudah mendalami suatu keilmuan
saja. Tempat-tempat yang kami rekomendasikan ini bagus sekali untuk tujuan memperdalam
keilmuan, sayang sekali kalau dilewatkan.

Tetapi untuk bisa merasakan sisi kegaiban yang dituliskan di halaman ini para pembaca harus sudah
mempunyai kepekaan / kemampuan untuk mendeteksi dan membedakan kandungan energi alam
yang berbeda pengertiannya dengan istilah dan pengertian berisi mahluk halus atau wingit dan
angker, dan harus juga memiliki kepekaan untuk mendeteksi sesuatu yang gaib. Energi alam itu
berbeda pengertiannya dengan energi keberadaan mahluk halus. Tempat-tempat wingit atau
makam yang dikeramatkan biasanya kekuatan energi alamnya biasa saja, penghuni gaibnya saja yang
banyak.

Mudah-mudahan para pembaca juga bisa membedakan energi alam yang padat (terasa tekanan
energinya) dengan energi alam yang padat tetapi halus (padat tetapi tidak terasa tekanan
energinya).
Selain tempat-tempat mistis yang direkomendasikan oleh Penulis untuk tujuan keilmuan kebatinan-
spiritual atau untuk tujuan wisata, ada juga tempat-tempat mistis / wisata lain yang fotonya
dikirimkan oleh para Pembaca yang sudah Penulis tambahkan ulasan seperlunya. Selain
dimaksudkan untuk menambah wawasan pengetahuan kita, sebagian tempat-tempat itu tidak
direkomendasikan oleh Penulis untuk dikunjungi, untuk tujuan kehati-hatian. Sebaiknya
diperhatikan.

Tempat-Tempat Mistis Utama.

1. Candi Sewu, Dieng, Jawa Tengah.

Secara umum kandungan energi alam di komplek percandian Dieng lebih berat dan lebih padat
daripada di situs-situs Majapahit.

Kandungan energinya kuat sekali.

Cocok untuk laku menambah ketajaman dan kekuatan kebatinan dan kanuragan dan untuk mencari
khodam pendamping yang baik dan sakti, dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Auranya positif dan menjauhkan mahluk halus yang beraura negatif.

Aura mistisnya kuat sekali, cocok untuk olah rasa dan kebatinan.

Tempat ini banyak / sering sekali didatangi oleh mahluk halus bangsa dewa dan sukma orang-orang
Jawa jaman dulu yang sakti dan yang berhubungan dekat dengan wahyu dewa.

Sukma para Pandawa dan tokoh-tokoh pewayangan dari India juga kadangkala mengunjungi tempat
ini.

Walaupun tokoh-tokoh utama bangsa dewa sudah jarang datang ke tempat ini, tetapi ada banyak
bangsa dewa sekelas prajurit yang berdiam di tempat ini menjaga kesakralannya.

Tempat ini baik sekali untuk menambah dan mempertajam kekuatan kebatinan dan spiritualitas
yang berhubungan dengan mahluk gaib berdimensi tinggi dan baik sekali untuk didatangi oleh orang-
orang yang mendalami kebatinan kejawen.

Masih di dekat area komplek percandian Dieng, tetapi sudah berada di luar komplek candi, ada
sebuah goa yang disebut Goa Semar, yang mahluk halus penjaganya adalah bangsa jin yang
sosoknya mirip dengan Dewa Semar, mirip juga dengan Ki Sabdopalon.

2. Situs-situs Majapahit, Jawa Timur.

Yang dimaksud situs-situs Majapaht disini adalah situs-situs yang dibangun oleh kerajaan Majapahit,
bukan sekedar situs yang diperkirakan dibangun pada jaman kerajaan Majapahit.

Umumnya situs-situs tersebut kuat sekali kandungan energinya, tetapi halus.

Cocok untuk menambah ketajaman dan kekuatan kebatinan / spiritual dan untuk mencari khodam
pendamping yang baik dan sakti, dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Auranya positif dan menjauhkan mahluk halus yang beraura negatif.


Banyak didatangi oleh mahluk halus golongan putih yang sakti dan berdimensi tinggi.

Banyak sekali wahyu dan wangsit yang terkait dengan situs-situs Majapahit, tetapi hanya orang-
orang tertentu saja yang diperkenankan menerimanya. Baik sekali untuk dikunjungi oleh orang-
orang yang memiliki garis keturunan Majapahit atau keturunan bangsawan Majapahit jaman dulu.

Situs-situs Trowulan adalah puncaknya kegaiban dari situs-situs Majapahit.

3. Candi Borobudur.

Secara umum kandungan energi alam di Candi Borobudur lebih halus daripada di komplek
percandian Dieng dan situs-situs Majapahit, tetapi energi spiritualnya kuat sekali.

Cocok untuk olah kekuatan spiritual dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Auranya positif.Paling baik didatangi pada malam bulan purnama.

Candi Borobudur sangat baik dijadikan tempat beribadah dan bermeditasi bagi para penganut
agama Budha, terutama pada puncak malam bulan purnama.

Pada puncak malam bulan purnama (setiap bulan) Candi Borobudur banyak didatangi oleh tokoh-
tokoh agama Budha (almarhum) yang asalnya dari berbagai pulau di nusantara.

Pada puncak malam bulan purnama (setiap bulan) itu Candi Borobudur juga banyak didatangi oleh
tokoh-tokoh agama Budha (almarhum) yang asalnya dari negeri Cina, kecuali pada malam Waisak
(mungkin pada malam Waisak itu mereka beribadah di tempatnya masing-masing).

Karena banyaknya tokoh agama Budha yang beribadah di Candi Borobudur pada puncak malam
bulan purnama itu, maka kondisi kegaiban Candi Borobudur sangat baik untuk laku spiritualitas
maupun keagamaan (Budha), dan suasana gaibnya penuh dengan aura positif.

Bila anda berniat melakukan suatu ritual untuk menambah dan mempertajam kemampuan
kebatinan dan spiritual di tempat-tempat tersebut di atas, yang terbaik lakukankah
pada malam bulan purnama.

Bagi anda yang sedang mengupayakan kesembuhan sakit-penyakit atau mengupayakan


pembersihan gaib bagi yang mengalami sakit karena gangguan mahluk halus, situs-situs Majapahit di
atas baik sekali untuk dikunjungi untuk tujuan ritual berdoa, karena aura positif tempat-tempat
tersebut akan menjauhkan mahluk halus yang beraura dan bertendensi negatif. Jika anda datang
kesana untuk kesembuhan dan pembersihan gaib, cukup anda berdoa tulus kepada Tuhan sesuai
keperluannya. Tempat-tempat itu tidak mengharuskan anda membawa sesaji, karena tempat-
tempat itu bukanlah tempat berhala / ngalap berkah. Tapi kalau anda ingin memberikan suatu sesaji
sebagai bentuk penghormatan, itu tidak apa-apa, dan baik secara spiritual.

Candi Dieng, Borobudur dan situs-situs Majapahit kandungan energinya kuat sekali, jadi sumber
kegaibannya bukanlah semata-mata berasal dari sosok-sosok mahluk halus yang berdiam di tempat
tersebut.
Yang utama perlu diwaspadai adalah tempat-tempat wingit dan keramat yang beraura negatif,
misalnya candi Roro Jonggrang (Jogja - Solo) dan situs makam Siti Nurbaya (di pantai kota Padang,
Sumatera Barat), yang dapat berpengaruh merusak hubungan cinta, terutama yang masih pacaran,
karena auranya adalah aura sakit hati. Tempat-tempat itu tidak termasuk yang direkomendasikan
oleh Penulis untuk dikunjungi.

Candi Brahu Trowulan juga mengandung unsur negatif, yaitu bisa menghisap energi manusia
maupun mahluk halus (dan khodam). Mungkin daya hisap energi dari candi itu tidak masalah bagi
orang umum, tidak terasa dan tidak berpengaruh negatif bagi orang umum, tetapi karena kondisinya
seperti itu, maka Candi Brahu ini tidak termasuk yang Penulis rekomendasikan untuk dikunjungi oleh
orang-orang yang sudah mendalami olah energi, baik tenaga dalam maupun kekuatan kebatinan /
spiritual.

Di bawah ini adalah foto situs-situs yang dikirimkan oleh para pembaca yang sudah Penulis
tambahkan ulasan seperlunya.

Candi Arjuna, Dieng

Candi Arjuna

Secara umum kandungan energi alam di komplek percandian Dieng lebih berat dan lebih padat
daripada di situs-situs Majapahit. Cocok untuk olah kebatinan dan kanuragan.

Auranya positif.

Komplek percandian Dieng dijaga kesakralannya oleh dewa-dewa prajurit.


Dewa-dewa utama dan sukma para Pandawa sudah mulai mengunjungi lagi komplek percandian ini.

Di situs percandian ini baik juga kalau kita ingin melatih spiritualitas untuk mendeteksi / berinteraksi
dengan mahluk-mahluk halus dan kegaiban berdimensi tinggi dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Situs ini baik sekali untuk didatangi oleh orang-orang yang mendalami kebatinan kejawen.

Telaga Warna, Dieng

Suasana di sekeliling telaga terasa damai, tetapi auranya terasa wingit.

Secara umum auranya positif.

Di telaga itu berdiam sesosok jin air berwujud naga merah dengan panjang tubuh aslinya sekitar 5
km, tetapi dalam kondisi sehari-harinya tubuhnya menyesuaikan diri dengan bentuk dan ukuran
telaga.

Naga itu adalah penjaga gaib sebuah kerajaan jin yang bangunannya berdiri megah di tengah telaga
berbentuk seperti candi tinggi menjulang memancarkan cahaya kuning keemasan penuh keagungan.
Raja dan ratu kerajaan gaib itu juga berpakaian penuh warna keemasan.
Dari sisi kegaibannya telaga itu terasa wingit, tetapi cukup aman, karena tidak berisi mahluk-mahluk
halus yang suka mencelakakan manusia.

Di alam gaibnya telaga itu juga banyak berisi benda-benda mustika.

Tetapi kelihatannya lingkungan telaga itu tidak cukup baik untuk dijadikan tempat meditasi /
bertirakat.

Gapura Wringin Lawang

Pintu masuk utama kerajaan Majapahit berada di bagian utara komplek kerajaan, tapi mungkin
bentuk bangunannya sudah tidak ada lagi.

Gapura Wringin Lawang ini adalah salah satu pintu masuk ke dalam komplek kerajaan majapahit.

Gapura ini dijaga oleh sukma-sukma prajurit majapahit yang berdiam di bangunan gapura itu.

Aura energi tempat itu positif, padat, tetapi halus.

Tempat itu baik sekali untuk laku meningkatkan kekuatan kebatinan / sukma dan kanuragan.

Energinya juga baik sekali untuk menambah kekuatan spiritual, untuk menambah kemampuan
mendeteksi / mempelajari dunia kegaiban tingkat tinggi dan untuk mencari wahyu / wangsit.
Candi Brahu Trowulan

Kemungkinannya Candi Brahu itu dulunya adalah tempat orang melabuh / menyimpan abu kremasi
jenazah bagi para keluarga kerajaan, atau tempat menyimpan benda-benda atau pusaka yang
dianggap bersifat negatif.

Candi Brahu mungkin adalah sebuah tempat mistis yang bisa menghisap energi manusia dan mahluk
halus (dan khodam), karena ketika Penulis mendeteksi dengan kontak rasa dan energi pada fotonya,
terasa energi Penulis sebagian terhisap ke dalamnya. Kalau kita mendekat ke tangga candi, masuk
atau memegang dinding candinya energi kita akan terhisap ke dalamnya.

Jadi Candi Brahu mengandung unsur negatif, yaitu bisa menghisap energi manusia maupun mahluk
halus (dan khodam). Aspek positifnya adalah aura dan energi negatif dari tempat abu jenazah atau
dari benda-benda gaib negatif di dalamnya akan terhisap ke dalamnya, sehingga aura / energi
negatifnya tidak keluar meluas / menyebar kemana-mana.
Energi hisapnya tidak bersifat alami, tapi berasal dari kekuatan kebatinan orang-orang jaman dulu
yang sengaja membuat kegaiban seperti itu di candi itu.

Kekuatan daya hisap candi itu sekitar 300 KRK.

Kekuatan di bawah 300 KRK akan terpengaruh oleh daya hisap candi itu, tetapi kekuatan di atas itu
juga akan terpengaruh oleh hisapan energinya, kecuali sebelumnya sudah membuat pagaran absolut
yang kekuatannya di atas 300 KRK.

Sifat menghisapnya tidak menyentak, tetapi menghisap secara halus dan perlahan. Mungkin kalau
hanya sebentar saja tidak terlalu masalah, tapi semakin lama seseorang / mahluk halus berada di
dalamnya, semakin banyak energinya akan terhisap.

Karena adanya daya hisap energi pada candi itu, maka di dalam dan sekitar candi itu tidak dihuni
mahluk halus. Mahluk halus yang tinggal di sekitar candi hanya sebatas di halamannya saja, di bagian
yang tidak ada pengaruh hisapan energi.

Efek daya hisap energi Candi Brahu dapat menipu kita, karena sepintas akan kita rasakan bahwa
suasananya nyaman untuk duduk-duduk ataupun untuk meditasi, energinya halus dan mengalir
sejuk ... , tetapi sebenarnya rasa nyamannya itu adalah karena kondisi kita dilemahkan, energi kita
dihisapnya.

Jadi Candi Brahu Trowulan juga mengandung unsur negatif, yaitu bisa menghisap energi manusia
maupun mahluk halus (dan khodam). Mungkin daya hisap energi dari candi itu tidak masalah bagi
orang umum, tidak terasa dan tidak berpengaruh negatif bagi orang umum, tetapi karena kondisinya
seperti itu, maka Candi Brahu ini tidak termasuk yang Penulis rekomendasikan untuk dikunjungi oleh
orang-orang yang sudah mendalami olah energi, baik tenaga dalam maupun kekuatan kebatinan /
spiritual.

Candi Ratu Bajang.


Sebuah candi yang anggun, mencerminkan keelokan seorang ratu majapahit.

Candi itu sebenarnya adalah makam dari seorang ratu / istri raja.

Di dalam bangunan candi berdiam sukma istri-istri dan putri-putri raja majapahit bersama dengan
emban-emban pembantu mereka, menjadikan bangunan candinya sebagai rumah mereka seolah-
olah mereka masih hidup di dunia.

Bangunan candinya dijaga kesakralannya oleh sesosok bangsa jin seperti manusia laki-laki tinggi
besar yang sama tingginya dengan candinya.

Bangunan candinya menyimpan energi yang besar dan padat, tetapi cukup halus.

Dengan cara berdiam di dalam candi baik sekali untuk laku meningkatkan kekuatan kebatinan /
sukma.
Energinya juga baik sekali untuk menambah kekuatan spiritual, untuk menambah kemampuan
mendeteksi dunia kegaiban tingkat tinggi.

Candi Tikus,

Sampai sekarang, di alam gaibnya, situs itu berisi air, berfungsi sebagai kolam pemandian (tempat
berendam) dan digunakan oleh sukma orang-orang anggota keluarga kerajaan Majapahit, para raja
dan istrinya, para pangeran dan putri-putri raja untuk berkumpul mengobrol, bersenda gurau
dengan duduk-duduk di pinggir kolam atau berendam di dalam airnya. Jadi sebenarnya situs ini
bukanlah tempat pemandian, tetapi adalah sebuah kolam kecil tempat para anggota keluarga raja
berkumpul bercengkerama.

Pada jarak sekitar 20 meter dari posisi situsnya, di pojok-pojoknya, tempat itu dijaga oleh sukma
prajurit-prajurit majapahit.

Auranya positif dan halus.

Tempat itu baik sekali untuk menambah kekuatan spiritual, untuk menambah kemampuan
mendeteksi / mempelajari dunia kegaiban tingkat tinggi dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Kolam Segaran,
Sampai sekarang, di alam gaibnya, di situs itu ada aktivitas sukma-sukma prajurit Majapahit yang
sedang berlatih keprajuritan dan pencak silat seolah-olah mereka masih hidup di dunia. Di pinggir-
pinggir situs ada bangunan-bangunan gaib tempat penyimpanan persenjataan dan ada juga sanggar-
sanggar / aula kecil untuk tempat berlatih keilmuan kanuragan yang lebih tinggi, terutama
digunakan oleh para senior mereka.

Di pojok-pojok situs ada sukma-sukma prajurit Majapahit yang menjaga tempat itu.

Dari sisi kegaiban di situs itu bisa dipahami bahwa keprajuritan majapahit sangat terorganisir dan
terlatih baik. Majapahit memiliki ketentaraan yang bukan hanya banyak jumlahnya, tetapi juga kuat
dan tangguh dan dilengkapi persenjataan yang baik. Pantas saja kerajaan majapahit bisa menjadi
kerajaan yang besar dan kuat dan bisa menaklukkan nusantara. Kondisinya sangat berbeda dengan
kerajaan-kerajaan lain di Jawa yang lebih banyak mengandalkan banyaknya prajurit, tapi tentaranya
tidak cukup tangguh terlatih.

Di alam gaibnya di situs itu ada banyak sekali mustika dan pusaka, dari yang kekuatan gaibnya
rendah sampai yang kekuatannya tinggi. Yang kekuatannya rendah mungkin bisa didapatkan orang
dengan cara penarikan gaib, atau mungkin sengaja diberikan kepada orang-orang tertentu yang
datang berkunjung bertirakat disana, tetapi yang kekuatannya tinggi hanya diberikan kepada orang-
orang tertentu saja yang diperkenankan.

Situs itu dijaga kesakralannya oleh sesosok bangsa jin yang kekuatannya, sosok wujud dan tinggi
tubuhnya mirip dengan yang menjaga kesakralan candi Bajang Ratu, berdiri di bagian tengah situs
itu.

Aura energi tempat itu positif, padat, tetapi halus. Kurang terasa bila kita berada di pinggir situs,
karena energinya lebih terpusat di tengah, di tempat sukma orang-orang Majapahit itu beraktivitas.

Tempat itu baik sekali untuk laku meningkatkan kekuatan kebatinan / sukma dan kanuragan (dan
tenaga dalam).
Energinya juga baik sekali untuk menambah kekuatan spiritual, untuk menambah kemampuan
mendeteksi / mempelajari dunia kegaiban tingkat tinggi dan untuk mencari wahyu / wangsit.

Siti Hinggil - Sumur Upas

Situs ini kuat sekali berisi (sisa-sisa) energi kebatinan / spiritual orang-orang yang dulu bertapa
disana dalam laku manembah. Auranya positif. Auranya lebih bisa dirasakan oleh orang-orang yang
sudah olah kebatinan.

Siti Hinggil dari Pendopo


Siti Hinggil

Sumur Upas

Sumur Upas
Dari deteksian Penulis, sumur upas dan sekitarnya di alam gaibnya sekarang ini masih menjadi
tempat aktivitas sukma orang-orang Majapahit jaman Hayam Wuruk, laki-laki dan perempuan, yang
beraktivitas memasak dan menyiapkan makanan dan minuman di tempat itu seolah-olah mereka
masih hidup di dunia. Di dalam Siti Hinggil itu sekarang ini juga memang ada dihuni oleh sukma-
sukma manusia jaman dulu yang sedang (masih) bertapa.

Kemungkinannya, Siti Hinggil, yang dikatakan sebagai tempat pertapaannya Raden Wijaya dulu,
secara tradisi dijadikan tempat bertapa atau dijadikan tempat menyepi / mandito bagi orang-orang
anggota keluarga kerajaan Majapahit, dan lokasi sumur upas itu dijadikan dapur tempat memasak
dan menyiapkan makanan untuk keperluan orang-orang dan para anggota keluarga kerajaan yang
tinggal disana.

Siti Hinggil sering dijadikan tempat berkumpul sukma para raja, adipati / bupati, bangsawan dan
para tokoh sesepuh, semuanya mereka itu hanya dalam lingkup kerajaan Majapahit dan yang setia
kepada Majapahit saja, untuk membicarakan jalannya pemerintahan di Indonesia dan turunnya
wahyu-wahyu dewa kepada orang-orang di Indonesia.

Pendopo Agung Majapahit


Pendopo Agung Majapahit

Tempat itu sering dijadikan tempat berkumpul sukma keluarga raja, adipati / bupati, bangsawan,
istri-istri dan anak-anak mereka dan para sesepuh. Semuanya mereka itu hanya dalam lingkup
kerajaan Majapahit dan yang setia kepada Majapahit saja. Keberadaan mereka itu lebih bersifat
seperti perkumpulan keluarga saja.

Khusus dalam rangka membicarakan jalannya pemerintahan di Indonesia dan turunnya wahyu-
wahyu dewa kepada orang-orang di Indonesia sukma para raja, adipati / bupati, bangsawan dan
para tokoh sesepuh biasanya berkumpul di Siti Hinggil. Semuanya mereka itu hanya dalam lingkup
kerajaan Majapahit dan yang setia kepada Majapahit saja.

Aura energi tempat itu positif, padat, tetapi halus.

Tempat itu baik sekali untuk laku meditasi spiritual dan bertirakat untuk mencari wahyu / wangsit.
Candi Cetho Gunung Lawu

Candi Cetho auranya positif dan masih terasa auranya sebagai tempat pertapaan. Kemungkinannya
pada jaman dulu tempat itu banyak digunakan untuk bertapa atau menyepi oleh orang-orang yang
sudah mandito.

Di bagian puncaknya ada dihuni beberapa sosok sukma manusia (arwah) berpakaian pertapa yang
mengambil sikap tubuh duduk seperti sedang bertapa.

Kandungan / muatan energi gaibnya kurang terasa, lebih terasa di bagian puncaknya. Kurang cocok
untuk laku menyerap energi bumi, lebih cocok untuk laku menyerap energi alam raya berdimensi
tinggi atau untuk olah kebatinan / spiritual untuk bisa masuk ke dimensi gaib yang tinggi. Pelataran
tempat ini juga baik untuk olah tenaga dalam, untuk semakin memadatkan tenaga dalam yang sudah
dimiliki.

Candi Cetho yang untuk pertapaan ini lebih cocok untuk orang-orang yang sudah mempunyai bekal
keilmuan kebatinan dan spiritual. Aura pertapaannya akan sangat kondusif untuk memperdalam
kemampuan kebatinan dan spiritual untuk bisa masuk ke dimensi gaib yang tinggi. Lebih baik jika
laku tirakatnya dilakukan di malam bulan purnama.
Candi Sukuh Gunung Lawu

Candi Sukuh, Penulis kok merasakan candi itu dulunya adalah tempat pemujaan orang-orang
golongan hitam ya, yang menggunakan gadis-gadis perawan sebagai persembahan. Terasa sekali
aroma mabuk-mabukan minuman keras, pesta pora dan tari-tarian erotis. Perasaan Penulis saja kali
ya.

Mungkin awalnya candi itu adalah tempat pemujaan suci kerohanian manusia jaman dulu. Tapi
mungkin ketika pihak keamanan kerajaan / penguasa setempat sudah tidak lagi ketat menjaga
kesakralan tempat itu (mungkin kekuasaan kerajaannya sudah melemah), kemudian candi itu
digunakan sepihak oleh orang-orang yang tidak berbudi pekerti baik.

Mungkin ini hanya perasaan Penulis saja.

Mungkin para pembaca mempunyai telaahan lain yang berbeda.

Candi Sukuh ini tidak termasuk yang direkomendasikan oleh Penulis untuk dikunjungi.

Tempat Mistis / Wisata Lain

Batu Buyong (Pulau Belitung).

Batu Buyong adalah salah satu objek wisata yang berada pada daerah paling ujung selatan pulau
Belitung yang terletak sekitar 110 km dari Tanjung Pandan. Kelebihan obyek wisata ini adalah
sebuah batu seukuran lapangan bulutangkis yang terlihat agak unik, yaitu seperti sebuah batu yang
ditaruh di atas sebuah batu datar lainnya.

Selain sebagai tempat wisata, kawasan obyek wisata Batu Buyong ini juga dikenal masyarakat
sebagai tempat yang memiliki nuansa magis cukup kuat hingga kerapkali orang-orang mendatangi
Batu Buyong untuk bernazar, meminta sesuatu seperti nomor buntut, dsb.

Konon katanya Batu Buyong adalah sebuah batu yang selalu membesar. Konon awalnya hanya
sebesar kepala bayi saja, sekarang sudah sangat besar. Konon pada jaman belanda pernah dicoba
dibuang ke laut, tapi esoknya kembali lagi ke posisinya semula.

Cerita turun-temurun masyarakat setempat mengatakan bahwa penghuni Batu Buyong saat ini ada
tiga orang, yaitu Bujang Tanggok (Melayu / Islam), Taopekong Gambar Melayang (Cina / Khong Hu
Cu), dan Penderas Kilat Di Awan (Kulit Putih / Kristen).

Tetapi dari deteksian Penulis batunya berisi 5 mahluk halus bangsa jin, sosok wujudnya seperti
raksasa dengan tinggi tubuh sekitar 3 meter. Masing-masing kekuatannya sekitar 30 KRK.

Sebaiknya para pembaca yang berkunjung kesana berhati-hati, karena kelima sosok gaib itu tidak
cukup bersahabat terhadap manusia. Jangan sampai selama berada disana anda dianggap
mengganggu mereka atau dianggap melakukan kesalahan.

Batu Baginde (Pulau Belitung).

Objek wisata mistis selanjutnya adalah Batu Baginde.


Batu Baginde adalah sebuah objek wisata sekaligus tempat mistis yang berbentuk dua gunung batu
besar, terletak di kecamatan Membalong 70 km dari kota Tanjung Pandan. Konon di sekitar lokasi
Batu Baginde sering dijadikan tempat orang ngalap berkah.

Terlepas dari hal-hal mistis tersebut batu Baginde adalah salah satu objek wisata menakjubkan
dengan panorama yang asri dikelilingi pepohonan besar di sekelilingnya. Selain itu Batu Baginde juga
menjadi salah satu penanda kawasan selatan dari Pulau Belitung.

Menurut deteksian Penulis tempat itu dihuni oleh suatu komunitas gaib berisi sekitar 100 mahluk
halus berbagai jenis, sukma manusia, bangsa jin dan dhanyang. Pemimpinnya adalah sesosok sukma
bapak-bapak 10 KRK.

Komunitas itu mau melayani keinginan orang-orang yang ngalap berkah, tetapi nantinya orang-orang
itu akan menjadi tumbal mereka.

Sebaiknya para pembaca yang berkunjung kesana berhati-hati. Jangan sampai selama berada disana
anda dianggap mengganggu mereka atau dianggap melakukan kesalahan. Juga jangan sampai ada
mahluk halus disana yang tertarik mengikuti anda.

Sebagai catatan tambahan :

Di bawah ini ada contoh kasus yang bisa menyebabkan kekuatan gaib khodam / jimat menjadi hilang
/ luntur, tetapi tidak selalu terjadi pada semua orang (tidak semua orang mengalami kejadian yang
sama).

Banyak tempat mistis yang berpenghuni gaib-gaib sakti tingkat tinggi, sehingga menarik gaib-gaib
lain untuk datang berkumpul dan meninggalkan tuannya, misalnya candi-candi dan situs-
situs majapahit.

Ada kasus seseorang mempunyai khodam kekuatan di badan. Tetapi setelah orang tersebut
berkunjung ke jawa timur, melewati situs bekas keraton majapahit, khodamnya pergi pindah kesana.
Beberapa bulan kemudian barulah khodam tersebut kembali lagi kepada orang itu.

Ada juga tempat-tempat tertentu yang memiliki kegaiban kuat yang bisa mengusir khodam gaib
seseorang, terutama khodam-khodam yang bertuah kekuatan dan kesaktian. Misalnya sungai-sungai
yang angker / wingit, seperti sungai Brantas, Serayu, dsb.

Contoh kasus di atas, tidak pasti akan dialami oleh semua orang. Ini hanyalah sekedar informasi
untuk berjaga-jaga. Sesakti apapun khodam atau jimat kita, sebaiknya kita harus tetap berhati-hati,
supaya tidak terjadi kejadian yang negatif, karena ada banyak kasus yang bisa menyebabkan khodam
gaib seseorang menghilang.

Berbeda dengan khodam pendamping, bila khodam jimat kita sempat hilang, seandainya pun
kemudian khodamnya itu kembali lagi, kegaiban jimatnya tidak akan sama lagi dengan kondisi
sebelumnya.

Sifat-Sifat Kesaktian Manusia

Kesaktian Manusia Di Dunia Manusia

Keilmuan kanuragan, tenaga dalam, ilmu gaib dan ilmu khodam, olah batin dan olah spiritual
mempunyai sifat dan pengaruh sendiri-sendiri bagi setiap orang semasa hidupnya di dunia dan
kondisinya setelah ia hidup di alam roh.

Ilmu Kanuragan adalah satu kesatuan ilmu olah fisik dan gerak, termasuk yang dilambari dengan
ilmu gaib dan ilmu khodam, olah nafas dan olah batin untuk kanuragan / kesaktian.

Olah raga, olah fisik dan olah gerak adalah tingkatan yang paling dasar. Yang bersifat kesaktian,
tujuan latihannya adalah untuk melatih kekuatan, kelincahan dan kecepatan gerak, ketrampilan
(teknik beladiri) dan prestasi, kesehatan, dan kebugaran.

Dalam pengertian yang umum di masyarakat, kesaktian adalah bersifat fisik. Seseorang akan
dianggap sakti jika ia bisa menunjukkan keilmuan kesaktian yang kelihatan mata. Jika hanya
kesaktian gaib saja, maka ia akan disamakan dengan dukun atau orang pinter, tukang sihir atau
tukang santet. Unsur kesaktian fisik itu adalah kombinasi dari permainan jurus, kelincahan dan
kecepatan gerak, tenaga gaib dan tenaga dalam, kekuatan pukulan - tendangan, tahan pukul -
tendangan, dan pada tingkatan keilmuan yang khusus juga tahan diserang dengan senjata tajam
(kebal) dan tahan diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Di berbagai belahan dunia, jenis dan sifat kesaktian manusianya sangat bergantung pada sifat
karakter dan pemahaman manusianya atas unsur-unsur kesaktian. Umumnya penggunaan senjata
dan senjata-senjata yang berkekuatan gaib sudah dikenal dimana-mana. Begitu juga dengan
penggunaan jimat, ilmu gaib dan khodam. Penggunaan tenaga dalam lebih banyak berkembang di
Asia. Tetapi penggunaan kekuatan kebatinan dan spiritual sebagai unsur kesaktian sangat terbatas,
lebih banyak berkembang di daerah yang masyarakatnya memahami kebatinan dan spiritual
kegaiban.

Tenaga dalam termasuk sebagai kekuatan gaib (daya gaib) yang menjadi pengganda kesaktian
manusia. Seseorang yang menekuni olah beladiri kanuragan dan olah gerak, kekuatan ilmunya akan
bertambah berlipat-lipat puluhan atau ratusan kali setelah dilambari dengan kekuatan tenaga
dalam. Yang telah memiliki tenaga dalam, kekuatan ilmunya juga akan berlipat-lipat bila dilambari
dengan ilmu gaib dan ilmu khodam, atau dilambari dengan kekuatan kebatinan dan spiritual. Karena
itu, biasanya pada penguasaan tingkat lanjut, seseorang memperdalam kekuatan keilmuannya tidak
lagi melulu dengan olah gerak dan olah pernafasan, tetapi akan banyak melakukan pendalaman
dengan mewirid amalan gaib kesaktian, laku puasa dan tirakat, meditasi, semadi, bahkan tapa brata.

Secara umum, sifat kesaktian manusia di daratan Eropa, Amerika, Arab, Afrika dan Jepang, lebih
dominan mengedepankan kekuatan fisik, senjata dan ketrampilan / teknik beladiri. Di tempat-
tempat di atas, selain di Jepang, berkembang juga keilmuan gaib dan khodam, tetapi konotasinya
lebih banyak sebagai ilmu sihir dan perdukunan, tidak menjadi unsur pengganda kesaktian
kanuragan manusia.

(Baca juga : Ilmu Gaib dan Ilmu Khodam).

Di negeri Cina dan Mongol sifat kesaktian manusianya selain bersifat kekuatan fisik dan teknik
beladiri, juga dominan mengandalkan kekuatan tenaga dalam. Mereka mempelajari olah fisik, olah
gerak dan tenaga dalam sampai mendetail sekali dan variasi penggunaannya banyak sekali.
Umumnya dilatih dengan olah gerak, olah nafas dan meditasi. Sifat keilmuan mereka yang dominan
mengedepankan ketrampilan / teknik beladiri dan tenaga dalam bisa menjadi panutan bagi orang-
orang yang mempelajari keilmuan kanuragan dan tenaga dalam (baca juga : Kanuragan & Tenaga
Dalam). Ilmu gaib dan mantra sebagai pengganda kesaktian manusia juga ada yang
menggunakannya, tetapi secara umum tidak dikedepankan dalam proses pembelajaran kesaktian.

Pada tingkatan keilmuan yang tinggi, di kalangan tokoh-tokoh dunia persilatan di wilayah itu, mereka
juga menekuni kebatinan, selain sebagai bagian dari kerohanian mereka, kebatinan itu juga
diterapkan sebagai pengganda kesaktian tenaga dalam mereka. Ketika kekuatan tenaga dalam
seseorang sudah mencapai tingkat yang sulit untuk bisa dikembangkan lagi, kekuatan kebatinan itu
akan menjadi pengganda kekuatan tenaga dalam. Bahkan sebagian kalangan meyakini bahwa
kekuatan kebatinan untuk kesaktian kekuatannya jauh lebih dahsyat daripada kekuatan tenaga
dalam, sehingga kekuatan kebatinan banyak dijadikan sebagai kekuatan yang mendasari kekuatan
kesaktian tingkat tinggi, bukan tenaga dalam lagi. Karena itu pelatihan tenaga dalam lebih banyak
dilakukan sebagai pelajaran dasar keilmuan kesaktian seseorang. Sedangkan ketika orangnya sudah
mencapai tingkatan keilmuan yang tinggi mereka akan lebih menekankan pada olah kebatinan. Laku
prihatin dan puasa, meditasi, bahkan tapa brata akan mengisi laku mereka (baca juga : Olah Batin
dan Kebatinan).

Di daerah India dan sekitarnya kehidupan masyarakatnya sangat agamis dan religius. Kehidupan
mereka sangat akrab hubungannya dengan mahluk halus dan kegaiban sesuai sifat keagamaan
mereka, sehingga ilmu gaib dan khodam, jimat dan senjata-senjata berkekuatan gaib sudah umum
digunakan sebagai bagian dari kesaktian. Mereka juga mempelajari olah kebatinan dan spiritual
tingkat tinggi, dan mengenal juga mahluk-mahluk halus berkekuatan tinggi, baik yang menjadi
musuh mereka untuk dilawan, juga yang bisa untuk dijadikan khodam ilmu mereka, atau untuk
dijadikan khodam jimat dan pusaka. Dengan demikian keilmuan kesaktian mereka mengandung
kekuatan gaib yang tinggi yang merupakan kombinasi dari olah gerak, tenaga dalam (prana /
kundalini), ilmu gaib dan khodam (ilmu sihir dan perdukunan), kekuatan kebatinan dan spiritual, dan
penggunaan jimat dan senjata berkekuatan gaib tinggi. Secara umum sifat dasar kesaktian di daerah
India dan sekitarnya lebih dominan berdasarkan kekuatan kebatinan dan spiritual ditambah ilmu
gaib dan khodam.

(baca juga : Olah Spiritual dan Kebatinan).

Di tanah Jawa (termasuk Jawa Barat), sebelum berkembangnya agama Islam, secara umum sifat
kesaktian kanuragan manusianya mengedepankan olah gerak (pencak silat) yang dilambari dengan
kekuatan kebatinan. Secara umum penggunaan kekuatan tenaga dalam sangat minim, mungkin
malah sama sekali tidak ada pengetahuan tentang itu, karena kekuatan yang mendasari kesaktian
dominan berasal dari olah kebatinan. Tokoh-tokoh dunia persilatan pada masa itu umumnya adalah
tokoh-tokoh kebatinan, baik yang dari golongan putih maupun yang hitam (golongan yang baik
maupun yang jahat). Ilmu gaib dan khodam dan aji-aji kesaktian umumnya berasal dari olah
kebatinan, bukan dari mantra-mantra ilmu gaib dan ilmu khodam. Mereka juga mengenal mahluk
halus tingkat tinggi untuk dijadikan khodam ilmu mereka, dan mampu menyatukan kegaiban dari
pusaka-pusaka mereka (keris) dengan kesaktian mereka (baca juga : Keris dan Kesaktian).

Di tanah Jawa, setelah berkembangnya agama Islam, olah kebatinan yang untuk kesaktian sudah
banyak ditinggalkan, digantikan dengan ilmu gaib dan ilmu khodam. Ada yang masih menekuni
pencak silat yang sama dengan ajaran lama aslinya, biasanya menjadi ilmu keluarga yang diajarkan
turun-temurun, tetapi olah lakunya sudah tidak sama lagi dengan aslinya dulu. Ada juga yang
mengkombinasikan tenaga dalam dengan amalan gaib, tetapi banyak kejadian sekalipun
menggunakan tenaga dalam, kebanyakan tenaga dalam orangnya tidak seberapa, yang lebih kuat
adalah sugesti amalan gaibnya. Pada masa ini manusia sudah tidak mampu mengenal mahluk halus
tingkat tinggi, karena tidak menguasai kebatinan dan spiritual yang tinggi. Kegaiban pusaka juga
sudah tidak menyatu lagi dengan kesaktian. Kekuatan gaib pusaka lebih banyak digunakan untuk
keperluan ilmu gaib / perdukunan. Kegaiban pusaka sebagai pengganda kesaktian manusia sudah
banyak digantikan dengan susuk dan jimat untuk kekuatan dan kekebalan.

Kesaktian Manusia Di Alam Roh


Masing-masing sifat kekuatan dan kesaktian di atas mempunyai sifat dan pengaruh sendiri-sendiri
terhadap kesaktian dan kekuatan manusia, dalam kehidupannya di dunia maupun dalam
kehidupannya di alam roh setelah kematiannya.

Kekuatan dari hasil olah kanuragan dan ilmu tenaga dalam hanya bersifat fisik biologis manusia.
Setelah kematiannya, keilmuan kanuragan dan tenaga dalam itu tidak berlaku lagi. Artinya, setelah
kematiannya, sukmanya tidak lagi dapat menggunakan kekuatan dari keilmuan kanuragan dan
tenaga dalam itu. Kekuatan sukmanya menjadi tidak jauh berbeda dengan sukma orang lain yang
tidak pernah belajar ilmu beladiri. Walaupun tetap memiliki kelebihan dalam hal olah gerak, tetapi di
dunia roh, kemampuan olah gerak itu tidak akan banyak berguna tanpa dilambari kekuatan sukma
yang besar.

Tetapi dalam olah kanuragan dan ilmu tenaga dalam itu terkandung juga olah sugesti kebatinan /
keyakinan, sehingga daripadanya ada juga tambahan kekuatan bagi sukmanya, walaupun tidak
banyak.

Kekuatan dari ilmu gaib hanya berlaku semasa manusia tersebut masih hidup di dunia. Semasa
hidupnya, dengan ilmu gaibnya seseorang merasa memiliki kemampuan yang tinggi, seolah-olah
mampu melakukan apa saja dengan ilmunya itu. Tetapi setelah kematiannya, sukmanya tidak lagi
memiliki kemampuan yang sama seperti ketika dia masih hidup.

Begitu juga mereka yang mempelajari ilmu berkhodam, semasa hidupnya khodamnya itu menyatu
dengannya dan menjalankan perintahnya, menjadi sumber kekuatan ilmunya, membuatnya seolah-
olah mampu melakukan apa saja dengan keilmuannya itu. Setelah kematiannya, khodamnya akan
berpisah darinya, hidup sendiri-sendiri. Dalam kondisi sendiri-sendiri itu sukma orang tersebut tidak
lagi memiliki kemampuan yang sama seperti ketika dirinya masih berkhodam, karena kekuatannya
adalah kekuatannya sendiri, tidak lagi ditambah dengan kekuatan khodamnya seperti ketika ia masih
hidup, kecuali di alam sana ia memiliki khodam / teman gaib yang mau membantunya / menjalankan
perintahnya.

Tetapi dalam olah ilmu gaib dan ilmu khodam terkandung juga olah sugesti kebatinan / keyakinan,
sehingga daripadanya ada juga tambahan kekuatan bagi sukmanya, walaupun tidak banyak.
Kekuatan dari hasil olah batin dan olah spiritual berhubungan dengan kekuatan batin / sukma / roh
manusia yang bersangkutan. Kekuatan kebatinan dan spiritual sejatinya adalah kekuatan sukma /
roh. Kekuatan dari sukma / roh bukan hanya berlaku semasa si manusia masih hidup, tetapi akan
terus terbawa sampai pada kehidupan manusia sesudah kematiannya. Artinya, setelah manusia
tersebut meninggal dan sukmanya masuk ke alam roh, maka di alam sana sukma / rohnya akan
menjadi sukma yang memiliki kekuatan gaib tinggi (relatif) yang berasal dari kekuatan kebatinan /
spiritualnya semasa hidupnya yang akan dapat digunakannya untuk menghadapi mahluk halus lain,
jika diperlukan. Kekuatan sukma masing-masing orang tidak sama, tergantung pada pencapaian
kekuatan sukma masing-masing orang semasa hidupnya.

Yang termasuk sebagai kekuatan sukma dari hasil olah batin dan spiritual tidak hanya yang berasal
dari yang sifatnya keilmuan, tetapi juga yang berasal dari kekuatan laku kebatinan - spiritual dalam
agama atau laku ketuhanan / kepercayaan kerohanian.

Yang paling efektif meningkatkan kekuatan sukma adalah kekuatan dari olah sugesti yang murni
untuk tujuan kebatinan / spiritual, biasanya berasal dari ketekunan kebatinan / spiritual ketuhanan
dan pencarian ketuhanan. Tetapi pada jaman dulu tidak semua orang murni menjalankan laku
kebatinan yang murni, karena sebagian besar olah kebatinan dilakukan untuk menyatukannya
dengan fisik untuk menjadi pengganda kekuatan kesaktian kanuragan, sehingga tidak seluruhnya
laku kebatinannya itu akan menambah kekuatan sukmanya.

Sukma manusia umumnya kekuatan gaibnya berasal dari kekuatan kebatinan dan spiritualnya
semasa hidupnya. Seorang manusia awam / umum yang belum pernah melakukan laku olah
kebatinan / spiritual atau laku lain yang efeknya memperkuat sukma, kekuatan sukmanya (kesatuan
roh pancer dan sedulur papatnya) umumnya tidak lebih tinggi daripada kekuatan gaib kuntilanak
(karena itu kekuatan gaib setingkat kuntilanak saja bisa membunuh manusia. Baca juga : Kesaktian
Mahluk Halus). Sesudah orang tersebut menjalani laku kebatinan / spiritual atau laku lain yang
efeknya memperkuat sukma, barulah sukma orang itu terbentuk kekuatannya, dan dari sifat
kekuatan sukmanya itu akan bisa diketahui apakah kekuatannya itu berasal dari laku kebatinan
ataukah dari laku spiritual.

Sukma manusia yang memiliki kekuatan gaib dari kebatinan, akan merasakan energi kekuatannya
berupa getaran rasa dan tekanan di dada, dan selimut tebal energi yang mengisi tubuhnya yang
dapat diwujudkan menjadi ketahanan tubuh atau menjadi kekuatan gaib untuk menyerang mahluk
halus lain dengan cara memukul, menendang, menusukkan energi, dsb, atau memukul jarak jauh,
atau menyerang melalui pancaran energi kekuatan pikiran yang menusuk. Dan kekuatan sukma
manusia tersebut dapat dirasakan oleh mahluk halus lain di sekitarnya sebagai suatu perbawa /
wibawa tersendiri.
Sukma manusia yang memiliki kekuatan gaib dari kekuatan spiritual akan merasakan kekuatan
energinya di kepalanya berupa kekuatan energi yang tajam yang terpancar lewat kekuatan pikiran,
kekuatan energi yang tajam yang dapat untuk menembus pagaran gaib / energi, atau menyerang
menusuk mahluk halus, atau untuk menembus / membuka tabir-tabir kegaiban. Dan aura
spiritualnya akan terlihat sebagai suatu karisma tersendiri yang terpancar di wajah atau sorot
matanya dan pendaran-pendaran energi pikirannya yang kuat dan tajam akan dapat dirasakan oleh
mahluk halus lain di sekitarnya.

Seringkali kekuatan sukma dari kekuatan spiritual tidak dapat disatukan dengan kekuatan tubuh,
hanya menjadi kekuatan di pikiran, tetapi seseorang yang menekuni olah spiritual sebagai kelanjutan
dari olah kebatinannya, maka dia juga akan menguasai kekuatan kebatinan sekaligus kekuatan
spiritual, kekuatan tubuh sekaligus kekuatan pikiran.

Ketika masih hidup, walaupun menekuni keilmuan yang sama, seseorang bisa memiliki kesaktian
yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan orang lain tergantung pada tingkat pencapaian
keilmuannya masing-masing, karena dipengaruhi oleh tingkatan ilmu gerak, tenaga dalam, ilmu gaib
/ khodam, olah kebatinan dan senjata.

Setelah kematiannya, kekuatan sukma seseorang sangat ditentukan oleh pencapaian kekuatan
kebatinan dan spiritualnya semasa hidupnya. Oleh karena itu, walaupun semasa hidupnya di dunia
ilmu kesaktian seseorang termasuk yang paling rendah, tetapi setelah kematiannya mungkin saja di
antara yang lainnya sukma orang itu termasuk yang paling tinggi kekuatannya, karena ternyata
orang itu juga menempa kebatinannya.

Sebagai dasar pemahaman, kehidupan di dunia ketika manusia masih hidup sangat jauh berbeda
dengan kehidupan di alam roh. Semasa seseorang masih hidup di dunia, kehidupannya sangat
berkaitan dengan aspek biologis dan materi, tetapi juga berkaitan dengan yang bersifat energi dan
immateri. Tetapi di alam roh, semua yang bersifat biologis tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah
semua yang bersifat energi dan roh.

Semasa manusia masih hidup, kekuatan / kesaktiannya merupakan kombinasi dari kekuatan
tubuhnya, kemampuan olah gerak, tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual dan ilmu gaib /
khodam, jimat, senjata dan pusaka, kekuatan dewa di dalam tubuh orang yang ketitisan dewa atau
khodam bagi yang berkhodam. Tetapi setelah kematiannya, semua roh halus khodam, jimat dan
pusaka akan berpisah, dan semua kekuatan yang bersifat fisik kanuragan tidak akan dibawa ke alam
roh. Setelah berada di alam roh, yang berfungsi adalah kekuatan yang bersifat roh, yaitu kekuatan
sukma, yang berasal dari kekuatan kebatinan dan spiritualnya sendiri yang dicapai semasa hidupnya.
Kekuatan gaib dari sukma manusia titisan dewa atau yang memiliki khodam atau jimat dan
pusaka akan berbeda dengan sukma manusia yang kekuatannya murni berasal dari dirinya sendiri.
Semasa hidupnya seseorang memiliki tambahan kekuatan gaib dari khodam atau jimat dan pusaka
yang bersamanya, sehingga tampak "lebih" dibandingkan manusia lain. Tetapi setelah kematiannya,
khodam atau jimat dan pusaka itu akan terpisah dari dirinya, sehingga kekuatan sukmanya akan
berkurang, mungkin malah menjadi lebih rendah kekuatannya dibandingkan manusia lain yang
dulunya tidak memiliki khodam atau jimat dan pusaka.

Sebenarnya semua jenis kesaktian manusia, semasa hidupnya di dunia maupun setelah berada di
alam roh, tergantung pada kombinasi banyak faktor yang dimiliki dan hasil pencapaian masing-
masing manusia yang bersangkutan, jadi penilaian di atas tidak bersifat mutlak, walaupun begitu kita
tetap bisa menarik kesimpulan dari kenyataan yang terjadi secara umum.

Secara umum jarang ada manusia yang memiliki khodam ilmu atau khodam pendamping yang
kesaktiannya tinggi, karena kebanyakan orang belum sampai ilmunya untuk mengenal mahluk gaib
yang berkesaktian tinggi, karena semakin tinggi kesaktian suatu mahluk halus biasanya juga semakin
sulit untuk dilihat dan semakin sulit untuk dideteksi keberadaannya. Karena itulah contoh gaib
seperti Ibu Kanjeng Ratu Kidul sangat diagung-agungkan orang sebagai tokoh sakti dari alam gaib,
padahal di alam gaib sendiri ada banyak sekali mahluk halus yang kesaktiannya jauh tinggi berlipat-
lipat di atasnya yang beliau sendiri harus menghindarinya supaya tidak terjadi bentrokan yang akan
merugikan dirinya sendiri. Itulah juga sebabnya para Wali dulu di Jawa ilmu gaib dan ilmu
khodamnya tidak dapat digunakan untuk berhadapan dengan orang-orang sakti tanah jawa.

Kebanyakan orang-orang yang berilmu khodam biasanya khodamnya kelasnya rendah, karena
mereka tidak mengenal dan tidak mampu mendatangkan mahluk gaib berkesaktian tinggi. Biasanya
juga mereka tidak memperhatikan tingkat kesaktian khodamnya, tetapi lebih menekankan pada
amalan ilmunya dan keampuhan / keberhasilannya dalam mempraktekkan ilmunya sesuai tujuannya
berilmu. Selain itu juga jarang ada orang yang dapat mengukur tingkat kesaktian mahluk halus.
Tetapi jika mereka mampu mengenal mahluk halus berkesaktian tinggi, mungkin mereka dapat juga
mendatangkannya sebagai khodamnya, contohnya adalah seperti Begawan Abiyasa yang
khodamnya adalah bangsa jin yang kesaktiannya setingkat buto (1000 kalinya kesaktian Ibu Ratu
Kidul), atau seperti Arjuna yang memiliki khodam kanuragan di dalam badannya yang kesaktiannya
75 kalinya kesaktian Ibu Ratu Kidul.

Pada jaman dulu seseorang yang menekuni dan mendalami kebatinan biasanya akan memiliki
kegaiban dan kekuatan kebatinan yang tinggi, yang berasal dari keyakinan batin dan keselarasan
dengan ke-maha-kuasa-an Tuhan, dan menjadi orang-orang yang linuwih dan waskita. Mereka
membentuk pribadi dan sukma yang selaras dengan keillahian Tuhan. Mereka membebaskan diri
dari belenggu keduniawian, sehingga berpuasa dan hidup berprihatin tidak makan dan minum
selama berhari-hari bukanlah beban berat bagi mereka, dan melepaskan keterikatan roh mereka
dari tubuh biologis mereka, melolos sukma, bukanlah sesuatu yang istimewa. Bahkan banyak di
antara mereka yang kemudian moksa, bersama raganya berpindah dari alam manusia ke alam roh
tanpa terlebih dulu mengalami kematian.
Orang-orang yang menekuni ilmu kebatinan dan spiritual, terutama keilmuan yang berasal dari
kesejatian diri, akan mengandalkan kekuatan dari dirinya sendiri, bukan dari kekuatan gaib lain /
khodam, sehingga mereka akan menempa diri untuk bisa memiliki kekuatan dan kemampuan
sendiri, dan seringkali kekuatan keilmuan mereka menjadi jauh tinggi melebihi kekuatan ilmu-ilmu
gaib dan khodam kebanyakan orang.

Karena itu seringkali kesaktian gaib dari orang-orang yang juga menekuni olah kebatinan dan
spiritual hasilnya akan jauh lebih tinggi dibanding yang hanya menekuni ilmu khodam. Contohnya
seperti para Pandawa, yang selama hidupnya di dunia ataupun sukmanya sekarang di alam gaib,
kesaktiannya lebih tinggi daripada buto. Atau Budha Gautama yang kesaktiannya jauh sekali di atas
para Pandawa. Atau dari tanah Jawa, ada Prabu Airlangga yang kesaktiannya setingkat buto. Atau Ki
Ageng Pengging yang ternyata jauh lebih sakti daripada para Pandawa. Atau juga Resi Mayangkara
yang bahkan berhasil meningkatkan kesaktian Dewa Hanoman menjadi dua kali lipat daripada
sebelumnya. Selain itu masih ada banyak orang yang kesaktiannya tinggi, tetapi sayangnya mereka
tidak dikenal umum.

Semasa hidupnya, para Pandawa adalah orang-orang sakti yang sulit sekali dicari tandingannya,
karena mereka menguasai ilmu-ilmu kesaktian kanuragan dan kesaktian gaib tingkat tinggi, pusaka
dan senjata-senjata sakti milik dewa, juga menekuni kebatinan dan spiritual tingkat tinggi. Mereka
sudah terbiasa bertarung dengan sesama manusia, juga sudah biasa berkelahi melawan mahluk
halus kelas atas setingkat buto. Tetapi setinggi-tingginya kesaktian mereka itu tetap masih di bawah
kesaktian Prabu Kresna yang adalah titisan Dewa Wisnu. Namun kondisi mereka sekarang di alam
roh sangat berbeda sekali, karena kesaktian sukma para Pandawa ternyata jauh lebih tinggi daripada
kesaktian sukma Prabu Kresna, Dewa dan buto.

Selain menguasai kesaktian kanuragan, kebatinan dan spiritual, para Pandawa juga memiliki banyak
pusaka sakti yang menjadi bagian dari kesaktian mereka.

Yang sering didengar penggunaannya adalah panah-panah sakti Arjuna, yang setelah dilepaskan dari
busurnya panah-panah itu dapat disetir arah geraknya atau bisa bergerak sendiri mengejar
targetnya, bisa juga berubah menjadi bermacam-macam bentuk "panah" dan bisa mengenai target
sasaran lebih dari satu target. Arjuna juga mempunyai sebuah pisau belati baja putih di belakang
pinggangnya yang di dalam cerita pewayangan jawa sering dikatakan sebagai keris.

Atau Bima dengan pusaka saktinya berupa gada yang berbahan khusus dari besi dan baja dan
kukunya Pancanaka yang terbuat dari tempaan logam seperti keris.
Ada juga sebuah pusaka yang bernama kitab Kalimusada (yang di dalam pewayangan sering
disimpangkan namanya menjadi kalimah syahadat), sebuah kitab kecil seperti kitab stambul, tetapi
kekuatan gaibnya tinggi sekali jauh di atas kitab stambul. Kitab itu berisi tuntunan gaib keilmuan dan
juga kerohanian yang kegaibannya akan menyatu dengan manusia pemiliknya. Karena
keampuhannya jimat kitab Kalimusada itu menjadi incaran banyak orang. Tetapi sesungguhnya
seandainya pun kitab itu hilang atau dicuri orang, tidaklah menjadi masalah, karena kekuatan gaib
Kalimusada itu sudah menyatu dengan Puntadewa.

Tetapi kondisinya sekarang di alam roh, para Pandawa tidak lagi mengandalkan senjata-senjata dan
pusaka-pusaka sakti tersebut. Selain karena sebagian senjata dan pusaka itu sudah kembali kepada
para Dewa pemiliknya, juga sekarang tanpa itu pun kesaktian sukma para Pandawa sudah tinggi
sekali, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada senjata dan pusaka.

Puntadewa mempunyai sifat karakter yang berbeda dengan anggota Pandawa yang lain. Walaupun
jaman itu adalah jamannya kesaktian, dan walaupun ia juga menekuni olah kanuragan, tetapi ia tidak
mengutamakan kesaktian kanuragan seperti anggota Pandawa lainnya. Ia lebih suka dengan
kerohanian. Semua anggota Pandawa menguasai olah kebatinan dan spiritual tingkat tinggi dan
menekuni kebatinan yang mirip dengan ajaran Sukma Sejati di Jawa, ajaran yang mengutamakan
kesejatian diri dan manembah kepada Yang Kuasa, tetapi Puntadewa lebih dalam lagi. Karena itu
kesaktiannya terutama berasal dari kekuatan kebatinan, berasal dari kekuatan sukmanya, tidak
dominan dari kanuragan, senjata atau pusaka.

Budha Gautama, setelah keberhasilannya mencapai tingkat "Pencerahan" dan mampu


menyelaraskan kebatinan dan spiritualnya dengan "Cahaya" Tuhan, telah menjadikannya seorang
yang digdaya, linuwih dan waskita, jiwa dan raganya. Sesuai pencapaiannya itu semua keilmuan
kesaktian kanuragan, kebatinan dan spiritualnya menjadi seperti bertumbuh-bertambah, karena
beliau telah menguasai aspek spiritual dari keilmuannya, menguasai intisari keilmuannya.
Karenanya, beliau menjadi seorang yang memiliki kesaktian "super" dibandingkan manusia lain, baik
semasa hidupnya di dunia maupun sukmanya sekarang di alam roh. Kesaktiannya juga jauh lebih
tinggi puluhan kali lipat dibandingkan kesaktian para Pandawa dan Prabu Kresna, baik selama
mereka masih hidup di dunia, maupun ketika sukma mereka sudah berada di alam roh.

Tidak banyak manusia yang memiliki tingkat kesaktian raga maupun sukma, yang setingkat atau
melebihi tingkatan Budha Gautama, termasuk mereka yang "mengaku" telah mengenal Tuhan.
Tetapi walaupun begitu, semua kemampuan beliau itu masih jauh berada di bawah tingkatan orang-
orang yang telah "manunggal" dengan Tuhan.
Sifat kekuatan yang mendasari kesaktian tingkat tinggi manusia jaman dulu, baik keilmuan aliran
putih maupun aliran hitam, adalah dominan dari kebatinan, bukan semata-mata berasal dari
kanuragan, tenaga dalam atau ilmu gaib dan khodam. Contoh di atas adalah contoh tokoh-tokoh
pelaku kebatinan yang dianggap berwatak baik. Tetapi selain mereka, ada banyak tokoh-tokoh
kebatinan yang berwatak jahat, yang dulunya hidup sebagai tokoh-tokoh kebatinan dan persilatan
golongan hitam.

Dengan demikian kita menjadi paham bahwa tidak semua pelaku kebatinan adalah tokoh-tokoh
manusia yang baik, dan tidak semua laku kebatinan bertujuan baik, karena ada juga laku kebatinan
dari aliran hitam, dan laku kebatinan itu adalah jalan yang ditempuh untuk ambisi mereka pada
kekuatan, kesaktian dan kekuasaan. Dengan demikian harus kita sadari bahwa masih banyak sosok-
sosok jahat sukma manusia di alam gaib yang berkesaktian tinggi, hanya saja sosok-sosok sakti dari
jenis sukma manusia secara umum lebih jarang diketahui interaksinya dengan manusia. Yang paling
sering diketahui berinteraksi dengan manusia adalah dari jenis bangsa jin.

Untuk melengkapi pemahaman mengenai sifat-sifat kesaktian manusia dan mahluk halus, sifat
kesaktian manusia di alam roh, silakan dibaca juga tulisan berjudul : Kesaktian Mahluk Halus.

Sifat-Sifat Kesaktian Mustika

Pada halaman ini Penulis ingin meluruskan pandangan orang tentang sifat kegaiban dan penggunaan
benda mustika dan benda-benda bertuah lain termasuk keris, batu akik, jimat isian / asma'an, dan
benda-benda gaib lain yang terkait.

Di masyarakat kita ada pandangan umum yang mengatakan bahwa benda-benda yang ampuh untuk
kekebalan adalah benda-benda yang kekuatan gaibnya tinggi, yang ampuh untuk melindungi dari
segala macam serangan gaib dan menjadi jimat yang ampuh untuk diandalkan masuk ke tempat-
tempat angker.

Di dunia mahluk halus, tuah dengan kekuatan gaib berbeda pengertiannya.

Tuah diartikan sebagai unjuk kerjanya.

Sedangkan kekuatannya adalah kekuatan / kesaktiannya dalam berkelahi melawan mahluk halus
lain.
Antara tuah dan kekuatan gaib tidak selalu sejalan dan tidak berbanding lurus, tergantung karakter
dan kondisi khodamnya masing-masing.

Contohnya ada benda mustika yang kekuatannya hanya 1 md, tapi tuahnya ampuh untuk kekebalan,

sedangkan mustika lain yang kekuatannya 60 md tidak bisa untuk kekebalan.

Secara umum benda-benda gaib, mustika dan jimat adalah benda-benda yang memiliki tuah dan
tuahnya itu dapat dirasakan secara fisik ataupun secara psikologis oleh manusia.

Secara umum, kualitas dan keampuhan sebuah mustika, benda-benda gaib dan jimat dinilai dari
tuah / pengaruhnya bagi manusia pemakainya, bukan dinilai dari kekuatan / kesaktian sosok gaib /
khodam di dalamnya.

Ada 2 jenis benda gaib berdasarkan asal-usul kegaibannya sbb :

1. Benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami benda gaibnya.

2. Benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan suatu sosok mahluk halus yang berdiam di
dalamnya.

Benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami benda gaibnya lebih mudah dalam
penggunaannya dan tidak memerlukan sesaji. Dalam pemeliharaannya hanya perlu dijaga jangan
sampai ada perbuatan yang dapat mengurangi / menghalangi pancaran energinya, misalnya jangan
dipernis / dipolitur dan jangan dibungkus dengan plastik. Sebagian benda gaib itu energi gaibnya
bersifat jangka panjang dan tidak cepat hilang, seperti fosil kayu kelor, kayu setigi dan sada lanang.
Sebagian lagi energi gaibnya perlahan-lahan akan memudar, seperti bambu kuning, daun kelor dan
benda-benda gaib berisi energi kekuatan doa / sugesti.

Sedangkan benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang
berdiam di dalamnya (benda-benda gaib berkhodam) seringkali ada tata aturan dalam
penggunaannya dan memerlukan pemberian sesaji tertentu supaya kegaibannya tetap bekerja.
Benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang berdiam di
dalamnya dibedakan berdasarkan sifat-sifat kegaibannya sbb :

1. Yang kegaibannya dominan bersifat fisik / kanuragan.

2. Yang kegaibannya dominan berupa pancaran energi / aura gaib.

3. Yang kegaibannya dimanfaatkan untuk keperluan khusus.

Benda-benda gaib yang kegaibannya dominan bersifat fisik / kanuragan contohnya adalah mustika
merah delima dan mustika wesi kuning, batu-batu dan jimat anti cukur, anti bacok, mustika untu
bledeg, dsb, yang kegaibannya bisa dirasakan secara fisik manusia, terutama yang tuahnya untuk
kekuatan berkelahi, kesaktian / kekebalan, dan untuk pengobatan.

Sedangkan benda-benda gaib yang kegaibannya dominan berupa pancaran energi / aura gaib
contohnya adalah mustika kendit, wesi angkus, dan wesi kuning yang untuk kewibawaan. Benda-
benda jenis ini kegaibannya hanya bisa dirasakan secara psikologis dan dengan rasa, terutama yang
tuahnya untuk pengasihan, penglarisan, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb.

Dan benda-benda gaib yang kegaibannya dimanfaatkan untuk keperluan khusus, misalnya adalah
mustika bambu pethuk atau benda-benda lain yang digunakan untuk membuat pagaran gaib,
pembersihan gaib, penarikan benda gaib, dsb. Dalam penggunaan jenis benda-benda ini
memerlukan pengetahuan keilmuan khusus untuk dapat memanfaatkannya.

Masing-masing jenis benda gaib yang kegaibannya berasal dari adanya sosok gaib di dalamnya,
selain yang sudah bekerja secara alami, ada juga yang keampuhan kegaibannya tergantung pada
kecocokkannya dengan si pemilik, kemampuan si pemilik dalam mengsugesti benda gaibnya dan
pemenuhan sesajinya.

Masing-masing benda gaib, baik mustika, batu akik ataupun pusaka dan benda-benda jimat isian /
asma'an, mempunyai karakteristik kegaiban sendiri-sendiri dan antar jenis yang berbeda satu
dengan lainnya tidak dapat diperbandingkan karena karakteristik kegaibannya berbeda.

Dan masing-masing jenis mustika, walaupun sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan kegaibannya
sama, masing-masing ada kelasnya sendiri-sendiri, tergantung pada kekuatan gaib dan perwatakan
masing-masing khodam gaib di dalamnya (bisa dipelajari dengan cara seperti menayuh keris). Karena
itu walaupun mustikanya sejenis dan tuahnya juga sejenis, belum tentu kekuatan tuahnya sama,
tergantung kondisi masing-masing sosok khodam di dalamnya.
Kebanyakan mustika dan benda-benda gaib memiliki sesosok mahluk gaib (khodam) yang
bersemayam di dalamnya, sehingga mustika itu dapat memberikan suatu kegaiban tertentu. Masing-
masing sosok gaib di dalam sebuah mustika memiliki tingkat kekuatan gaib atau kesaktian sendiri-
sendiri. Tetapi di sekitar kita ada banyak mahluk gaib yang kesaktiannya jauh lebih tinggi daripada
kesaktian mahluk gaib di dalam sebuah mustika. Jadi, supaya kita tidak rugi dan menyesal karena
mustika kita kehilangan kegaibannya, kekuatan gaib sebuah mustika jangan sampai dilawankan
dengan kekuatan mahluk gaib lain, kecuali untuk benda-benda gaib yang kegunaannya memang
untuk menangkal atau mengusir gangguan / serangan mahluk halus lain.

Semua benda gaib haruslah dinilai keampuhannya berdasarkan kemampuannya dalam memberikan
kegaibannya sesuai fungsi tuahnya masing-masing.

Mustika merah delima, wesi kuning, stambul, dsb, yang penggunaannya sama dengan jimat, yang
dimaksudkan sebagai alat keselamatan, kekebalan badan, penyembuhan penyakit, dsb, cukuplah
dimanfaatkan untuk itu. Dengan membawa mustika-mustika itu kita tidak terluka karena dibacok,
ditusuk, ditembak, dipukul, selamat dalam kecelakaan dan badan juga sehat.

Tetapi janganlah karena memiliki benda-benda mustika itu kemudian kita yakin merasa aman dari
serangan santet atau tidak takut masuk ke tempat-tempat yang angker, dsb, karena khasiat benda-
benda mustika itu tidak cukup kuat untuk melindungi kita dari serangan gaib. Juga jangan
disombongkan terhadap orang-orang yang memiliki ilmu batin / ilmu khodam, dan jangan
disombongkan terhadap pusaka seseorang, karena mungkin ketinggian ilmu orang itu atau khodam
dan pusakanya berada di atas kesaktian gaib mustikanya. Termasuk juga jangan mengetes jimat
kekebalan dengan cara ditusuk dengan keris jawa (biasanya kekebalannya akan luntur dan orang itu
akan terluka oleh tusukan keris itu). Selain itu juga ada orang-orang tertentu yang menguasai ilmu
perkhodaman, yang dapat melunturkan kegaiban sebuah mustika dan jimat, atau mengusir pergi
sosok gaib di dalamnya.

Benda-benda gaib yang watak khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, seperti mustika
wesi kuning atau benda-benda jimat kekebalan yang lain, suatu saat dapat mengalami masalah,
yaitu khodamnya hilang atau kegaibannya menjadi tidak berfungsi di tempat-tempat yang penguasa
gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu, atau bila dalam penyimpanannya disatukan dengan
benda-benda gaib lain (karena itu penyimpanannya harus dipisah / disendirikan).
Itulah sebabnya manusia yang mempunyai jimat untuk kesaktian kanuragan atau kesaktian gaib, bila
menyeberang pulau, atau menyeberangi sungai yang angker / wingit, atau sedang berada di atas
laut, bisa terjadi kemudian jimatnya tersebut tidak berfungsi. Sebabnya adalah karena khodamnya
tidak dapat terus berada di dalam jimat tersebut karena mungkin di posisi tempatnya berada ada
sesosok gaib penguasa wilayah yang lebih sakti daripada dirinya, sehingga terpaksa khodamnya itu
harus mencari 'jalan' lain yang lebih aman baginya, atau mungkin juga sama sekali tidak dapat
menyeberang, sehingga jimatnya tersebut menjadi kosong "isinya" dan menjadi benar-benar tidak
berfungsi. Tetapi jimat yang berfungsi selain untuk kesaktian, misalnya yang hanya untuk
keselamatan saja, pengasihan, pengobatan, dsb, biasanya bisa menyeberang, karena khodamnya
lebih bisa mengkondisikan diri untuk tidak menonjolkan kegagahan dan kesaktian, lebih bisa
merendahkan diri untuk berkata: "permisi, numpang lewat".

Benda-benda gaib yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan
disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah / luntur.

Benda-benda gaib yang tuahnya bisa dirasakan secara fisik, bisa ditunjukkan / dites / dibuktikan
keampuhannya, biasanya adalah yang paling banyak diinginkan orang, karena secara umum orang
lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung dirasakan pengaruhnya, bisa dibuktikan
keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu harganya biasanya mahal sekali.

Secara umum benda gaib dan mustika yang paling diinginkan orang adalah yang bertuah untuk
kekuatan dan keselamatan, yaitu yang bisa melindungi seseorang dari berbagai macam kejadian
musibah dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian umum tentang benda-benda gaib yang
memberikan tuah seperti itu adalah benda-benda gaib yang memberikan efek kekuatan dan
kekebalan badan.

Kegaiban sebuah mustika sebagai jimat keselamatan fisik hanya akan didapatkan jika benda tersebut
dapat memberikan tuah kekebalan tubuh, yang bila bendanya digenggam atau dikantongi, maka
orangnya akan menjadi tahan pukul, kebal senjata tajam, tidak mempan rambutnya dicukur, tahan
panasnya api, rambut tidak terbakar dan kulitnya pun tidak melepuh, selamat dalam kecelakaan
mobil, dsb. Kekuatan gaib sebuah mustika sampai bisa menjadikan seseorang kebal seperti itu
adalah patokan standar ukuran kualitas sebuah jimat keselamatan.

Tetapi kekuatan / kesaktian khodam benda gaib yang bisa untuk kekebalan belum tentu lebih tinggi
dari kekuatan khodam benda gaib lain. Begitu juga sebaliknya, benda yang khodamnya sakti belum
tentu bendanya bisa untuk kekebalan.
Selain ditentukan oleh sifat alami benda gaibnya dan kesempurnaan pemrosesan penarikan gaibnya,
kemampuan gaib jimat kekebalan juga ditentukan oleh perwatakan sosok gaibnya yang berwatak
keras dan menonjolkan kekuatan / kegagahan. Walaupun khodam gaibnya berkesaktian tinggi,
tetapi jika sosok gaibnya tidak berwatak keras, tidak menonjolkan kekuatan dan kegagahan, maka
benda gaibnya seringkali tidak dapat menjadi jimat kekebalan, hanya akan berguna untuk
menambah kekuatan tubuh / pukulan, menambah wibawa, dsb, atau untuk penjagaan gaib saja.
Sebagian benda-benda jimat lainnya walaupun khodamnya berwatak keras, tetapi tidak selalu
menonjolkan kegagahan, sehingga untuk bisa memberikan tuah kekebalan harus "dipaksa" dulu
dengan amalan gaib.

Dari sekian banyak benda gaib yang dimiliki orang pada jaman sekarang, yang seharusnya bisa untuk
kekebalan, seperti mustika merah delima, wesi kuning, badar besi, keong buntet, dsb, ternyata tidak
semuanya bisa dites / dibuktikan keampuhannya untuk kekebalan. Sebagian bisa untuk kekebalan,
sebagian lainnya hanya bisa untuk kekuatan saja atau wibawa saja. Dan tidak semua jimat kekebalan
bisa setiap saat dites keampuhannya. Penyebabnya, selain kualitas dari benda itu sendiri dan
perwatakan khodamnya, juga kesempurnaan kegaiban dari penarikan gaibnya.

Mustika wesi kuning yang sempurna sebagai jimat kekebalan, biasanya berisi khodam yang sifat
wataknya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, dan energinya stabil, sehingga bisa dites berfungsi
oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Berbeda dengan mustika wesi kuning yang bisa dites berfungsi oleh siapa saja, kapan saja dan
dimana saja, dalam memiliki batu mustika merah delima dituntut perhatian lebih dan kehati-hatian.
Sekalipun kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada wesi kuning, tetapi batu mustika ini juga
mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam memilih orang pemiliknya, tidak suka dites-tes
dan tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan keampuhannya kepada orang lain, dan batunya
dapat pergi menghilang atau luntur kegaibannya bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang
dia tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika harus berhati-hati jangan sampai melakukan
perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya hilang atau tidak berfungsi dan jangan terlalu
sering mengetes mustikanya seolah-olah tidak yakin dengan keampuhannya, dan jangan mem-
pamerkan atau mempertontonkan keampuhannya.

Benda-benda gaib bertuah kekuatan dan kekebalan terutama banyak dicari oleh orang-orang yang
bergerak di dunia persilatan / kesaktian, dunia kekerasan, dan orang-orang yang hidupnya ber-resiko
mengalami pembunuhan atau perampokan. Benda-benda gaib yang tuahnya bisa langsung
dibuktikan (dites) memberikan efek kekebalan tubuh biasanya adalah yang paling banyak diinginkan
orang, karena secara umum orang lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung dibuktikan
khasiatnya, bisa dibuktikan keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu harganya mahal
sekali.

Sekalipun seseorang tidak hidup dalam dunia kesaktian dan kekerasan dan hidupnya relatif tidak
ber-resiko mengalami pembunuhan atau perampokan, tetapi jika seseorang memiliki benda jimat
kekebalan itu, ia bisa mempamerkannya kepada orang lain, atau sengaja melibatkan diri dalam suatu
kejadian kerusuhan / perkelahian, sehingga kemudian orang-orang akan menganggap dirinya
sebagai orang yang sakti.

Pengertian kesaktian secara umum di masyarakat, orang-orang yang dipandang sakti adalah orang-
orang yang memiliki kesaktian yang bersifat fisik, yang kelihatan mata, yang bisa dibuktikan kepada
orang lain. Jika hanya memiliki kesaktian gaib saja, maka konotasinya adalah sama dengan dukun
atau orang pinter. Unsur kesaktian fisk itu adalah kombinasi dari permainan jurus, kecepatan gerak
dan kekuatan pukulan / tendangan, tenaga gaib dan tenaga dalam, tahan pukul / tendangan, dan
pada tingkatan yang tinggi juga tahan diserang dengan senjata tajam (kebal) dan tahan diserang
dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Jimat yang berhubungan dengan kesaktian akan menunjang kecepatan gerak dan kekuatan pukulan
/ tendangan, tenaga gaib (pukulan dan tendangannya mengandung kekuatan gaib), tahan pukul /
tendangan, pada tuah yang ekstrim tahan diserang dengan senjata tajam (kebal senjata tajam) dan
pada tingkatan yang tinggi juga tahan diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Jimat yang berhubungan dengan kesaktian ada 2 tingkatan kualitasnya :

1. Yang tuahnya hanya sebatas menunjang kecepatan gerak dan kekuatan pukulan / tendangan,
tenaga gaib

(pukulan dan tendangannya mengandung kekuatan gaib), dan tahan pukul / tendangan.

2. Yang tuahnya ekstrim, yang sampai bisa membuat tubuh seseorang kebal senjata tajam dan tahan
dipukul /

diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Pada masa sekarang, yang umum disebut jimat kekebalan adalah sebuah jimat yang memberikan
efek kekebalan tubuh, yang menjadikan tubuh seseorang tidak mempan dibacok, tidak mempan
disabet pedang, tidak mempan ditusuk pisau, tidak mempan ditembak senjata api, tahan panasnya
api dan rambut pun tidak terbakar, dan menjadikan tubuhnya tahan pukul. Karena kehebatannya itu
ada sebagian orang yang mengagung-agungkan jimat kekebalan ini sampai menyebutnya sebagai
jimat keselamatan mutlak, walaupun benda-benda itu tidak dapat menyelamatkan seseorang yang
diserang dengan cara ditenggelamkan ke dalam air (dan tidak dapat menyelamatkannya dalam kasus
kebanjiran) atau perbuatan lain yang menyebabkannya kehabisan nafas atau diserang secara gaib.

Kemampuan kekebalan di atas adalah standar dasar ukuran keampuhan sebuah jimat kekebalan.
Tetapi tingkatan kualitas sebuah jimat kekebalan akan diuji dari sejauh mana keampuhannya
memberikan efek kekebalan terhadap serangan yang mengandung kekuatan gaib, seperti senjata-
senjata tajam berkhodam (misalnya keris, tombak dan kujang atau badik berkhodam) dan pukulan
yang menggunakan tenaga dalam atau aji-aji kesaktian.

Kalau kita berbicara tentang jimat kekebalan, dari sekian banyak benda jimat kekebalan (yang benar
dan bisa dites ampuh untuk kekebalan) batu mustika merah delima memang memiliki banyak
kegunaan dan keistimewaan yang menjadikannya mustika yang paling diinginkan orang dan
harganya mahal sekali melebihi penghargaan orang terhadap jimat-jimat kekebalan yang lain seperti
mustika wesi kuning, badar besi, stambul, rante babi, jenglot, batara karang, keong buntet, kul
buntet, puser bumi, dsb.

Tetapi masing-masing benda tersebut mempunyai kekuatan gaib dan karakteristik kegaiban yang
berbeda, yang tidak persis sama satu dengan lainnya. Dan untuk membuktikan mana yang paling
unggul sebagai sebuah jimat kekebalan harus dilakukan dengan cara mencoba langsung satu per
satu kekebalan mustika merah delima, wesi kuning, badar besi, rante babi, jenglot, batara karang,
keong buntet, kul buntet, puser bumi, dsb, misalnya dengan cara ditusuk / diiris dengan senjata
tajam berkhodam, seperti keris jawa, dan ketahanan pemakainya bila diserang dengan pukulan yang
menggunakan tenaga dalam atau aji-aji kesaktian.

Sebagai jimat kekebalan, kekuatan gaib mustika merah delima lebih baik daripada wesi kuning dan
stambul, tetapi mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi (yang sama-sama bisa untuk
kekebalan), secara rata-rata kekuatan gaibnya jauh lebih tinggi puluhan kalinya mustika merah
delima, wesi kuning dan stambul, sehingga lebih mampu untuk menahan serangan yang
mengandung kekuatan gaib, termasuk serangan dengan senjata tajam berkhodam dan serangan
yang menggunakan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Kekuatan gaib khodam mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi itu juga mampu untuk
mengosongkan / mengusir khodam merah delima dan wesi kuning (termasuk jimat anti cukur dan
susuk kebal seseorang), tetapi khodam merah delima dan wesi kuning tidak mampu mengosongkan
/ mengusir khodam mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi. Ini menunjukkan bahwa
tingkat kekuatan / kesaktian khodam benda-benda itu tidak sama, kekuatan gaib mustika keong
buntet, kul buntet dan puser bumi lebih tinggi daripada merah delima dan wesi kuning.

Sebuah jimat kekebalan badan, seperti wesi kuning dan mustika merah delima atau batu akik anti
cukur, dsb, akan memberikan tuah keselamatan / kekebalan tubuh kepada manusia pemakainya,
sehingga si manusia akan tahan menerima pukulan dan tidak terluka jika dibacok / ditusuk dengan
senjata tajam, sepanjang kekuatan pukulan dan senjata yang untuk membacok / menusuk itu tidak
mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada kekuatan perlindungan jimat kekebalan
itu. Jika pukulan dan senjata penyerangnya mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada
kekuatan gaib jimat kebalnya, maka pertahanan gaib kekebalan itu akan mampu ditembus dan
orangnya akan terluka.

Sebuah keris jawa yang tuah utamanya untuk kerejekian, yang kekuatannya hanya 60 md, akan bisa
melukai orang yang kebal karena mustika merah delima, bahkan khodam keris itu bisa
mengosongkan / mengusir pergi khodam md-nya. Tapi sebaliknya khodam md itu tidak bisa
mengosongkan / mengusir pergi khodam keris itu. Dari situ saja sudah kelihatan bahwa khodam
keris itu lebih kuat daripada khodam md.

Secara umum keris memang berfungsi sebagai senjata tusuk dan sabet untuk tarung, berkelahi,
tetapi kekuatan gaibnya juga berfungsi untuk menembus kekebalan atau perisai gaib lawannya. Jika
keris itu mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada kekuatan gaib jimat kebal seseorang,
maka pertahanan gaib kekebalan itu akan mampu ditembus dan orangnya akan terluka oleh tusukan
keris.

Biasanya jimat kebal, susuk kebal dan ilmu kebal (yang bukan ilmu kebatinan), cukup ampuh untuk
digunakan menghadapi pukulan tangan kosong, senjata tajam atau senjata api, yang tidak
mengandung serangan kekuatan gaib yang tinggi, tetapi tidak berdaya ketika berhadapan dengan
senjata pusaka atau aji-aji kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Karena itu untuk menangkal
penyalahgunaan keilmuan kebal itu tidak dilakukan dengan menyerangnya dengan senjata tajam
atau dengan ilmu pukulan yang lebih tinggi, tetapi dengan cara melunturkan / memusnahkan
kegaiban ilmunya atau mengusir khodam kebalnya yang biasanya kekuatannya tidak tinggi. Banyak
jenis ilmu isian yang sengaja diberikan pantangan ilmu untuk menangkal penyalahgunaan ilmunya,
atau untuk digunakan sewaktu-waktu jika penggunanya ingin menghilangkan ilmunya.

Khusus untuk ilmu dan benda-benda bertuah kekuatan / kekebalan, biasanya tidak memerlukan
khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena cakupan energinya hanya diperlukan untuk area
yang sempit saja, yaitu dipadatkan hanya menjadi sebatas tubuh si manusia pemakainya, seringkali
kekuatan gaib setingkat gondoruwo saja sudah cukup untuk menjadi khodam jimat kekuatan dan
kekebalan (dan mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa gondoruwo sering menjadi khodam
jimat isian dan khodam ilmu kekuatan / kekebalan, dan banyak kekuatan gaib ilmu dan susuk
kekuatan / kekebalan tidak lebih tinggi dari kekuatan gaib gondoruwo, sehingga akan luntur oleh
daun kelor, bambu kuning, dsb). Karena itu biasanya jimat kebal dan ilmu kebal isian / asma'an akan
tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau ilmu kesaktian yang kekuatan gaibnya
tinggi. Yang paling utama diperlukan untuk khodam kekuatan dan kekebalan adalah sifat perwatakan
khodam gaibnya yang harus keras dan menonjolkan kegagahan / kesaktian, bukan semata-mata
khodam yang sakti.

Berbeda halnya dengan keperluan untuk tuah penjagaan gaib. Tuah untuk penjagaan gaib
membutuhkan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena fungsinya memang untuk
menghadapi mahluk halus lain. Semakin tinggi kekuatan gaibnya dan keras karakternya akan
semakin baik khodam itu menjalankan fungsi penjagaan gaib. Tetapi banyak juga benda-benda gaib
yang fungsinya untuk penjagaan gaib, tetapi kekuatan gaibnya rendah. Walaupun begitu biasanya
kesaktian khodamnya masih cukup untuk menghadapi, menangkal dan mengusir mahluk halus
setingkat dedemit kuntilanak dan gondoruwo atau mahluk halus dan jin-jin kelas rendah yang sering
mengganggu manusia dewasa dan anak-anak, atau untuk menangkal dan mengusir para mahluk
halus yang sok berkuasa dan bersifat mengganggu di sebuah rumah atau bangunan / lokasi tertentu.
Benda-benda gaib tersebut diukur keampuhannya dari kemampuannya menghadapi / mengusir
gaib-gaib lain, bukan dari kemampuannya memberikan efek kekebalan badan.

Masing-masing mahluk halus mempunyai kekuatan gaib, artinya, selain tuahnya, kekuatan gaibnya
juga bisa dimanfaatkan untuk penjagaan / pembersihan gaib dan bisa juga disatukan dengan
kekuatan badan si manusia pemiliknya. Benda-benda gaib yang fungsinya untuk kekuatan, biasanya
khodamnya sudah memberikan tuah kekuatan badan, dan benda gaib yang berfungsi untuk
penjagaan gaib biasanya khodamnya secara otomatis sudah memberikan fungsi penjagaan gaib.
Tetapi aktif tidaknya kerja fungsinya itu tergantung juga penyatuan khodamnya dengan si manusia.
Walaupun sudah diberikan sesaji, untuk masing-masing benda gaib tetap perlu adanya sugesti
penyatuan manusia dengan khodamnya jika ia menginginkan tuahnya, supaya khodamnya aktif
bekerja. Sama saja dengan kita, kalau atasan kita tidak mengsugesti / memerintahkan kita bekerja,
kadang-kadang kita santai-santai saja, padahal kita digaji untuk bekerja.

Semua yang berhubungan dengan jimat / benda gaib dan kekuatan gaib, pengertian fungsi kekuatan
badan adalah untuk berkelahi. Jika benda-benda dan khodam anda fungsinya ada yang untuk
kekuatan, maka jika benar-benar sedang digunakan bertarung / berkelahi, biasanya tanpa perlu
diminta kegaibannya otomatis akan menambah keberanian, semangat, kecepatan dan kekuatan
badan untuk berkelahi, sehingga pukulan / tendangan anda mengandung kekuatan gaib yang
efeknya tidak sama dengan pukulan tangan kosong biasa, dan lebih tahan menerima pukulan (lebih
tahan pukul), pukulan dan tendangan lawannya tidak begitu dirasakan sakit.
Untuk kekuatan badan mengangkat benda-benda berat diperlukan kemampuan sugesti khusus
untuk menyatukan kekuatan gaib dengan kekuatan badan kita, karena kegaiban benda-benda gaib
dan khodam berbeda dengan susuk yang sejak awalnya kegaibannya sudah disatukan dengan badan
orangnya.

Khusus untuk benda-benda gaib yang fungsinya dominan untuk kesehatan dan pengobatan, jika
mengandung fungsi untuk kekuatan badan, berarti kekuatan badan disitu dimaksudkan sebagai
kekuatan dan kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan. Benda-benda itu bisa juga diminta
untuk menyingkirkan pegal-pegal, asam urat dan kolesterol, dsb. Tetapi kalau sedang berkelahi,
kegaibannya juga menambah kekuatan untuk berkelahi.

Sebagai pemahaman dasar dalam memiliki dan menilai kualitas / keampuhan sebuah mustika atau
benda-benda gaib lain, benda-benda gaib itu harus diukur kualitasnya dari kemampuannya
memberikan tuahnya sesuai tujuan fungsi tuahnya masing-masing, bukan dari tingkat kesaktian gaib
di dalamnya, sehingga dalam penggunaannya juga harus sesuai dengan tujuan fungsi tuahnya.

Kegaiban benda-benda itu jangan dilawankan atau diperbandingkan dengan kekuatan gaib lain,
kecuali untuk benda-benda gaib yang kegunaannya memang untuk menangkal atau mengusir
gangguan / serangan mahluk halus (penjagaan gaib). Sebagai sebuah benda jimat, maka kekuatan
gaibnya harus diukur dari manfaat / tuah yang bisa dirasakan oleh pemakainya.

Misalnya yang kegunaannya untuk kekebalan badan. Jika jimat itu berfungsi baik, bisa melindungi
pemakainya dari pukulan dan tusukan / sabetan senjata tajam, maka jimat itu akan kita katakan
ampuh. Tapi jika jimatnya tidak berfungsi, tidak bisa melindungi pemakainya dari pukulan dan
tusukan / sabetan senjata tajam, pasti tidak akan kita katakan ampuh sebagai jimat kekebalan.
Tetapi keampuhan kekebalannya itu jangan diadu dengan benda atau pusaka yang berfungsi untuk
kesaktian atau yang untuk menangkal serangan gaib, karena mungkin kekebalan atau kekuatan gaib
jimatnya akan kalah.

Begitu juga pada saat transaksi "jual-beli" mustika-mustika di atas, yang melibatkan uang ratusan
juta atau bahkan milyaran rupiah dan melibatkan seseorang sebagai tester (pengetes). Tester adalah
orang yang ditugasi oleh si calon pembeli untuk mengetes keaslian dan keampuhan benda
mustikanya.
Keberadaan tester itu janganlah digunakan untuk menguji benda mustikanya dengan cara
menyerangnya dengan ilmu batin atau ilmu khodam, dsb, sehingga kegaiban mustika itu kalah dan
transaksinya menjadi batal. Seharusnya tugas sang tester adalah memeriksa keaslian benda
mustikanya, memeriksa kualitas khasiatnya dan memastikan bahwa khasiat tersebut
benar murni berasal dari benda mustikanya, bukan karena tipuan akal-akalan ilmu gaib sang penjual,
dan memastikan bahwa khodam isi gaibnya adalah asli dari mustikanya, bukan asma'an atau isian,
dan untuk memastikan bahwa bila mustika itu jadi dibeli oleh si calon pembeli, maka kegaiban
mustika itu juga akan dimiliki oleh si pembeli dalam jangka panjang.

Begitu juga dengan mustika yang bertuah untuk kerejekian penglaris dagangan. Karena keberadaan
mustika itu seharusnya sebuah warung / toko akan laris dagangannya. Tetapi bila di toko itu atau di
sekitarnya ada sesosok gaib yang memancarkan hawa / aura yang membuat toko itu tidak laku dan
membuat orang segan untuk datang ke toko itu, mungkin mustika itu tidak dapat bekerja seperti
yang diharapkan. Karena fungsinya adalah sebagai penglaris dagangan, bukan untuk menangkal
gangguan gaib, maka kegaiban benda-benda itu tidak mengusir keberadaan sosok-sosok gaib lain
yang bersifat mengganggu, sehingga hasil kerjanya mungkin tidak kelihatan. Lingkungannya berada
harus dibersihkan dulu dari kekuatan gaib-gaib yang mengganggu supaya jimat tersebut dapat terasa
memberikan hasil kerja yang optimal. Karena itu untuk mengukur keampuhan mustika penglarisan
itu adalah dengan menilai hasil kerjanya membuat laris dagangan, bukan dari tingginya kesaktian
khodamnya.

Sebuah mustika untu bledeg kegunaannya adalah untuk pengobatan-penyembuhan berbagai jenis
sakit-penyakit. Tuah penyembuhannya lebih baik daripada mustika merah delima yang juga bertuah
pengobatan. Benda-benda mustika itu kualitas tuahnya lebih bagus, lebih terasa keampuhan
penyembuhannya dibandingkan benda-benda lain yang tuahnya untuk pengobatan, yang bukan
mustika, walaupun kekuatan / kesaktian gaibnya sama.

Umumnya mustika-mustika itu cukup mampu menyembuhkan banyak jenis sakit-penyakit manusia,
tetapi dalam hal penyembuhan sakit-penyakit yang disebabkan oleh serangan gaib, seperti
kesambet, diteluh, disantet atau diguna-guna, karena fungsinya bukan untuk menangkal serangan
gaib, maka kemampuan pengobatannya menjadi terbatas. Diperlukan kekuatan gaib atau benda-
benda gaib lain untuk mengusir keberadaan khodam santet dan teluhnya dulu, sesudah itu barulah
mustika itu dapat bekerja optimal menyembuhkan sakitnya.

Jadi pada kondisi-kondisi di atas bukan berarti mustika-mustika itu tidak berkhasiat, tetapi tuahnya
jangan dilawankan dengan kekuatan gaib lain, dan atas adanya sesuatu yang negatif itu harus
dibersihkan terlebih dahulu supaya mustika-mustika itu benar-benar bisa bekerja optimal dan
khasiat / tuahnya bisa dirasakan. Jadi keampuhannya sebagai sebuah benda gaib diukur dari
manfaatnya (tuahnya) yang bisa dinikmati oleh pemakainya sesuai jenis tuahnya masing-masing,
bukan dari tingkat kesaktian gaib di dalamnya.

Selain tuah dan kegunaan yang sudah disebutkan di atas, ada benda-benda gaib yang
keampuhannya diukur dari tingginya kekuatan gaibnya, yaitu yang fungsinya khusus untuk
menangkal / melawan / mengusir mahluk-mahluk halus yang mengganggu atau menyerang, atau
untuk menjadi pagaran gaib dari serangan mahluk halus, santet dan guna-guna. Untuk keperluan itu
maka kekuatan / kesaktian gaib khodamnya mutlak harus kuat, karena khodamnya harus bisa
menghadapi serangan dan kekuatan mahluk halus lain. Benda-benda gaib tersebut diukur
keampuhannya dari kemampuannya menghadapi / mengusir gaib-gaib lain, bukan dari
kemampuannya memberikan efek kekebalan badan.

Benda-benda gaib yang memberikan kegunaan di atas (lebih dulu disugestikan untuk itu) contohnya
adalah tapal kuda, keong buntet, kul buntet, mustika puser bumi, perkutut majapahit, perkutut jawa
berbulu putih dan keris-keris yang tuah utamanya untuk kesaktian, kekuasaan dan wibawa.

Untuk tuah penjagaan gaib, khodam pendamping dan benda-benda gaib yang khodamnya keluar
dari bendanya menjadi khodam pendamping lebih baik kerjanya (lebih aktif) daripada benda-benda
yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya (biasanya lebih pasif).

Kelebihan sebuah mustika dibandingkan benda-benda gaib alami lain bukan pada kekuatan gaibnya,
tetapi adalah pada kualitas tuahnya.

Kebanyakan mustika mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah alami dari batu
akik berkhodam atau benda alam lain, tetapi kekuatan tuahnya belum tentu lebih baik. Umumnya
kekuatan tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dikantongi.

Kekuatan gaib jenis mustika yang tuahnya selain yang untuk penjagaan gaib, biasanya kekuatan
gaibnya rendah, cakupan energinya sempit, hanya cukup untuk si pembawa mustikanya, untuk
dikantongi. Kelebihan jenis mustika biasanya bukan pada kekuatan gaibnya, tetapi pada kualitas
tuahnya yang biasanya lebih baik daripada batu akik biasa atau benda-benda isian, walaupun jenis
tuahnya sama.

Tapi mustika yang untuk kekuatan dan kekebalan, walaupun seringkali kekuatan gaibnya juga
rendah, perlu juga diukur sebagai bahan perbandingan. Misalnya anda memakai Wesi Kuning atau
Merah Delima yang bisa untuk kekebalan, walaupun mustika itu membuat anda tahan pukul, tapi
kalau orang yang memukul memakai cincin batu akik yang kekuatan gaibnya di atas merah delima,
biasanya pukulannya akan anda rasakan sakit, malahan ada juga yang bisa melunturkan kekebalan
mustika anda. Atau bila anda diserang dengan pisau atau golok yang berkhodam, jika kekuatan gaib
khodam pisau atau golok itu lebih tinggi daripada mustika anda, maka pertahanan kekebalan anda
akan dapat ditembus dan anda akan terluka.

Benda-benda yang untuk kekuatan dan kekebalan, kekuatannya perlu diukur untuk mengetahui
sejauh mana kesanggupannya untuk digunakan menyerang dan untuk menahan serangan.

Benda-benda yang untuk tolak bala / penjagaan gaib, kekuatannya perlu diukur untuk mengetahui
sejauh mana kesanggupannya menghadapi kekuatan gaib lain.

Benda-benda jimat dan mustika kekebalan, selain tuah kekebalannya itu, ada juga unsur lain yang
perlu diperhatikan, yaitu kestabilan energi khodam gaibnya yang berhubungan dengan kestabilan
fungsi sebuah jimat kekebalan. Jika khodamnya memancarkan energi dengan stabil setiap saat, maka
kita akan dapat menikmati fungsi tuahnya setiap saat. Tetapi jika pancaran energinya tidak stabil,
maka akan ada saat-saat tertentu benda gaib itu tidak berfungsi. Mungkin kita tidak bisa merasakan
bila suatu saat benda gaib / jimat kita sedang tidak berfungsi, tetapi kestabilan ini bersifat vital untuk
benda gaib / jimat / ilmu untuk keselamatan / kekebalan, jangan sampai dalam situasi berbahaya,
ternyata jimat / ilmu kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka.

Ada benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya stabil, sehingga bisa dites oleh siapa
saja, kapan saja dan dimana saja. Dengan memiliki benda yang seperti itu kita akan merasa yakin
dengan keselamatan kita. Tetapi ada juga benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya
tidak stabil, sehingga tidak bisa dites setiap saat. Dalam penggunaannya kita harus berhati-hati,
jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat kita sedang tidak berfungsi, sehingga
kemudian kita menjadi celaka. Benda-benda gaib yang seperti ini dalam menggunakannya orang
pemakainya harus menerapkan sugesti khusus (keyakinan) akan keampuhannya, untuk mengsugesti
khodam bendanya supaya menunjukkan keampuhannya, sehingga kemudian benda itu menjadi
ampuh bertuah sesuai sugesti keyakinan si pemakainya akan keampuhannya.

Sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang, biasanya tuah mustika itu bagus
untuk si manusia pemiliknya sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya
laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan orangnya
aktif turun tangan berdagang. Jika pancaran kekuatan gaib mustika itu diukur, kira-kira pancaran
tuahnya 3 - 5 meter, sehingga hanya baik jika dipakai sendiri oleh pemiliknya untuk berdagang.
Untuk memaksimalkannya, mustika itu bisa disugestikan (sekali saja) untuk memberikan aura
penglaris sampai jarak lebih jauh lagi beberapa meter dari tokonya atau dari posisi barang
dagangannya. Sesudahnya mustika itu dibiarkan bekerja seperti aslinya.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal /
diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup bagus, yang
benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya besar
dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan toko). Mustika itu
cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si pemiliknya, tetapi hasilnya tidak cukup bagus
jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya hanya diserahkan kepada para pekerjanya.

Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik
menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa jin
yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih
tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan penglaris toko.
Tinggal kemampuan si pemiliknya saja (atau penjual bendanya) untuk mengsugesti khodam benda
gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai penglaris toko.

Kebanyakan benda mustika isi gaibnya adalah dari jenis khodam mustika, suatu jenis tersendiri, tapi
ada juga sebagian kecil yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin. Jadi khodam jin di dalam sebuah
mustika sebagian adalah khodam asli mustikanya, sebagian lagi asalnya adalah khodam isian.

Sebuah mustika yang isi gaibnya sejenis khodam mustika, biasanya tuahnya bagus dan bisa
diharapkan stabil kekuatannya, sesuai karakteristiknya sebagai khodam mustika.

Sedangkan kalau isinya bangsa jin, tuahnya tidak selalu stabil, karena tujuan awal keberadaannya di
dalam sebuah benda gaib adalah karena dia membutuhkan tempat tinggal, bukan untuk menjadikan
sebuah benda bertuah. Kalau tuahnya bisa stabil, ya bagus deh. Kalau tidak ya harus disempurnakan
lagi dengan amalan gaib.

Tapi kalau status bendanya adalah sebuah mustika, walaupun khodamnya adalah bangsa jin,
biasanya tuahnya stabil (yang hasil penarikan gaibnya sempurna).

Khodam yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa kebanyakan kekuatan gaibnya tinggi, bisa sampai 60
kalinya md (mustika merah delima), ada juga yang lebih dari itu, sehingga walaupun tuah utamanya
untuk kerejekian, tetapi kekuatan gaibnya bisa juga dimanfaatkan untuk tuah lain, misalnya untuk
penjagaan gaib, pembersihan gaib dan untuk memberikan pagaran gaib. Tapi yang diutamakan
bukanlah sekedar kekuatan gaibnya, tapi karakter sosok ibu-ibu jawa itu halus seperti ibu-ibu, yang
akan mendatangkan banyak orang untuk datang berkumpul, cocok untuk tuah pengasihan dan
kerejekian. Sedangkan sosok lain, seperti yang bapak-bapak berjubah misalnya, kekuatan gaibnya
bervariasi, ada yang tinggi, ada juga yang rendah. Sosok gaib seperti kakek-kakek berjubah biasanya
kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada yang sosoknya bapak-bapak berjubah.

Mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian, yang isi gaibnya dari jenis khodam mustika,
memang biasanya kekuatan gaibnya rendah, sehingga pancaran energi tuahnya sempit, tidak
mencakup area yang luas, karena itu jenis mustika seperti itu lebih cocok untuk dipakai sendiri
dengan cara dikantongi.

Kelebihan utama sebuah mustika dibandingkan benda gaib alami lain adalah pada kualitas tuah-nya,
bukan pada kekuatan tuah-nya.

Sebagai patokan untuk menilai sebuah benda gaib bertuah :

- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk penjagaan gaib / pembersihan gaib, yang paling
dipentingkan adalah

kekuatan gaibnya. Kekuatan 40 md terlalu rendah.

- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk fungsi lain, misalnya bertuah untuk kekuatan, kekebalan,
pengasihan,

kepangkatan, kerejekian, dsb, kekuatan 40 md itu tidak masalah. Yang paling dipentingkan adalah
tuahnya,

tuahnya harus terasa. Kalau tuahnya tidak terasa maka benda itu tidak banyak berguna.

Kelebihan utama sebuah mustika, yang isi gaibnya dari jenis khodam mustika, apapun jenis tuah
mustikanya, adalah pada pancaran energinya yang padat, lebih padat dari pancaran aura energi jenis
mahluk halus lain yang umum. Karena pancaran energinya yang padat biasanya pancaran energinya
sempit, tuahnya tidak mencakup area yang luas, tetapi kualitas tuahnya lebih baik. Karena itu jenis
mustika lebih cocok untuk dipakai sendiri dengan cara dikantongi.

Tapi kalau mustika itu isi gaibnya bangsa jin yang kekuatannya lebih tinggi mungkin pancaran
tuahnya bisa lebih luas. Dalam hal ini yang diutamakan bukanlah sekedar isinya yang bangsa jin, yang
diutamakan sebagai benda bertuah adalah tuahnya harus bagus, sudah diproses sampai tuahnya
bagus, sudah melalui proses penyempurnaan tuah (dengan wiridan amalan gaib dan sesaji). Sesudah
kualitas tuahnya bagus, barulah dinilai kekuatan tuahnya.

Tapi kelemahannya, kalau sifatnya adalah jimat isian, atau tuahnya asalnya dari kekuatan wiridan
amalan gaib, mungkin nantinya tuahnya akan memudar, sehingga harus diwirid lagi amalannya. Jadi
sifatnya untung-untungan. Kalau bisa bertuah jangka panjang, ya untunglah kita. Tapi kalau ternyata
tuahnya memudar, terpaksa deh harus dicharge lagi (diwirid lagi amalan gaibnya atau datang lagi ke
spiritualisnya).

Sebagai ilustrasi untuk tuah pengasihan dan kerejekian dagang :

Kalau khodamnya adalah jenis khodam mustika, mungkin pancaran tuahnya hanya 3 - 5 meter saja.

Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 10 md, mungkin pancaran tuahnya bisa 5 - 10 meter.

Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 60 md, mungkin pancaran tuahnya bisa sampai 10 -
40 meter, cocok untuk toko besar, super market, toko di mall atau di pasar, atau toko di deretan
toko di pinggir jalan.

Karena itulah kebanyakan tuah penglaris dari orang pinter / spiritualis kebanyakan khodamnya
adalah dari jenis bangsa jin, bukan mustika.

Begitu juga sebuah mustika atau benda gaib untuk kekebalan, tuahnya hanya cukup untuk si
pembawa bendanya saja dan bisa menyelamatkannya dalam musibah kecelakaan mobil, tetapi tuah
itu bukan untuk semua orang yang satu mobil dengannya. Tetapi tuah kekebalan itu mungkin bisa
juga dinikmati oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya berniat
menyelamatkan mereka semua.

Begitu juga untuk benda-benda gaib lain yang fungsinya bukan untuk menangkal serangan gaib,
seperti yang untuk pengobatan, pengasihan, penglaris dagangan, dsb, kondisi di sekitarnya harus
dibersihkan dahulu dari gaib-gaib dan aura negatif, supaya tuahnya bisa terasa bekerja maksimal.

Ada pertanyaan yang umum tentang benda-benda gaib, yaitu bagaimana caranya meningkatkan
powernya.

Kalau maksudnya untuk meningkatkan kekuatan gaib khodamnya, kelihatannya tidak bisa, hanya
bisa dilakukan dengan memberikannya energi / kekuatan gaib yang lebih tinggi untuk diserapnya.
Tapi untuk meningkatkan kekuatan gaibnya secara relatif permanen adalah dengan memberinya
kantong atau tempat penyimpanan dari bahan kain katun yang berwarna hitam.

Kalau maksudnya untuk meningkatkan "kegalakan" nya, sehingga tuahnya lebih kuat terasa, bisa
dilakukan dengan mewirid amalan gaib yang lebih tinggi kadar kegaibannya dan memberikan sesaji
yang lebih kuat efek gaibnya, seperti minyak misik hitam, minyak madat arab atau kemenyan jawa.
Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan
berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris untuk mengetahui karakter aura / energi benda-benda milik
anda, sifat-sifat karakter gaibnya (jika ada), kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang
diberikannya, pantangan dalam penggunaannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika
ada, dsb.

Di bawah ini ada beberapa contoh kasus yang bisa menyebabkan kekuatan gaib khodam / jimat
menjadi hilang / luntur, tetapi tidak selalu terjadi pada semua orang (tidak semua orang mengalami
kejadian yang sama).

Selama tidak ada perbenturan ilmu atau kekuatan gaib, atau tidak ada pihak yang sengaja
menyerang, biasanya akan aman-aman saja, kecuali khodamnya pergi (atau bendanya menghilang)
meninggalkan pemiliknya karena keinginannya sendiri atau karena ada unsur ketidakcocokkan.

Bila ada pihak yang sengaja menyerang secara gaib, maka bila kekuatan khodam dan jimat anda
kalah, maka jimat anda akan menjadi luntur dan tidak berfungsi atau khodamnya pergi menghilang.

Ada orang-orang tertentu yang bukan hanya menguasai ilmu gaib dan ilmu khodam, tetapi
juga menguasai ilmu perkhodaman, mereka bisa dengan sengaja mengusir atau memindahkan
atau mencuri khodam orang lain dan bisa juga menghapuskan / menghilangkan ilmu gaib atau
khodam jimat orang lain.

Bila berada di lingkungan orang-orang berkhodam, atau benda jimat anda penyimpanannya
disatukan dengan benda-benda gaib lain, dan ada ketidak-cocokkan antar khodam, biasanya khodam
yang lebih lemah akan mundur atau terpaksa pergi menghindar. Jadi bila kekuatan khodam dan
jimat anda kalah, maka jimat anda akan menjadi luntur dan tidak berfungsi atau hilang khodamnya.
Ketidak-cocokkan antar khodam sering terjadi pada khodam-khodam jimat seperti wesi kuning atau
jimat kekebalan lain dan khodam ilmu kesaktian / kekuatan / kekebalan, yang khodamnya
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, yang bila berada di lingkungan gaib atau benda-benda gaib
yang lebih tinggi kekuatannya, benda jimat tersebut akan luntur kegaibannya atau khodamnya pergi
menghilang.

Ada rumah-rumah atau lokasi yang memiliki pagaran gaib, maka ketika anda atau bendanya dibawa
masuk ke lokasi itu, jika khodam ilmu atau jimat anda kalah kuat, maka khodamnya tidak bisa ikut
masuk ke dalam lokasi itu, akan tertahan di luar. Kebanyakan khodam akan kembali lagi kepada anda
atau benda gaibnya setelah anda dan benda gaibnya keluar dari lokasi tersebut. Tetapi jika
khodamnya termasuk jenis yang untuk kekebalan, biasanya setelah khodamnya tertahan di luar, ia
akan pergi mencari benda lain untuk ditinggali, sehingga kemudian jimat kekebalan anda menjadi
tidak berfungsi, atau mungkin kemudian jimatnya akan ditinggali oleh sosok gaib yang lain yang
bukan khodam aslinya.

Ada tempat-tempat tertentu yang memiliki kegaiban kuat yang bisa mengusir khodam gaib
seseorang, terutama khodam-khodam yang bertuah kekuatan dan kesaktian. Misalnya sungai-sungai
yang angker / wingit, seperti sungai Brantas, Serayu, dsb.
Ada juga tempat-tempat mistis yang banyak berpenghuni gaib-gaib sakti tingkat tinggi, sehingga
menarik gaib-gaib lain untuk datang berkumpul dan meninggalkan tuannya, misalnya candi-candi
dan situs-situs majapahit.

Ada kasus seseorang mempunyai khodam kekuatan di badan. Tetapi setelah orang tersebut
berkunjung ke jawa timur, melewati situs bekas keraton majapahit, khodamnya pergi pindah
kesana. Beberapa bulan kemudian barulah khodam tersebut kembali lagi kepada orang itu.

Contoh-contoh kasus di atas, tidak pasti akan dialami oleh semua orang. Ini hanyalah sekedar
informasi untuk berjaga-jaga. Sesakti apapun khodam atau jimat kita, sebaiknya kita harus tetap
berhati-hati supaya tidak terjadi kejadian yang negatif, karena ada banyak kasus yang bisa
menyebabkan khodam gaib seseorang menghilang.

Berbeda dengan khodam pendamping, bila khodam jimat kita sempat hilang, atau sempat luntur
kegaibannya, seandainya pun kemudian khodamnya itu kembali lagi, mungkin kegaiban jimatnya
tidak akan sama lagi dengan kondisi sebelumnya, sehingga seringkali kegaibannya harus
disempurnakan lagi.

Kalau kita sudah memiliki benda-benda gaib berkhodam sebaiknya penyimpanannya jangan saling
berdekatan, minimal benda-benda itu jangan bersentuhan.

Untuk menambah pemahaman mengenai mahluk halus dan khodam, kekuatannya dan tuahnya,
silakan dibaca tulisan-tulisan berjudul :

- Mustika

- Kesaktian Mahluk Halus

- Khodam dan Kualitas Tuah

- Khodam dan Kekuatan Tuah

- Obrolan Santai Benda Gaib 1


------------------

Sebagai catatan tambahan, semua benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari suatu sosok
mahluk halus yang berdiam di dalamnya, terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib /
keselamatan, kekuatan dan wibawa, kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam
hal lain, misalnya diminta menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun
sakit karena guna-guna, pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan
orang-orang penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif,
membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu melariskan dagangan,
dsb.

Mustika

Benda-benda tertentu yang digolongkan sebagai Mustika, adalah benda-benda gaib asli dan alami
yang secara fisik tidak boleh diasah, diubah atau dimodifikasi bentuknya, karena bila itu dilakukan
maka (dikhawatirkan) kegaiban dari benda itu akan hilang atau luntur. Sebuah batu yang
tergolong mustika, misalnya batu anti cukur, tidak boleh diasah untuk diperkecil bentuknya dan
tidak boleh digosok walaupun maksudnya untuk menjadikannya lebih mengkilat. Bila itu
dilakukan, dikhawatirkan kemampuan batu itu untuk menjadikan anti cukur menjadi luntur (tidak
anti cukur lagi).

Yang tergolong sebagai mustika adalah benda-benda yang dapat diketahui nilai kegaibannya
(walaupun seringkali hanya bisa diketahui secara kebatinan), kegaibannya kuat, bentuknya
terbentuk asli dari alam, bukan dibentuk oleh manusia, dan isi gaibnya asli dari mustikanya, bukan
gaib gantian ataupun "isian". Benda-benda mustika ini ada yang ditemukan di alam nyata
manusia, tetapi lebih banyak yang diperoleh dari alam gaib (melalui penarikan gaib).

Menurut pengetahuan Penulis, benda mustika yang terbaik kegaibannya adalah yang asli
diperoleh dari alam gaib. Mustika dari alam gaib ini lebih banyak yang diperoleh dari hasil
penarikan gaib. Tetapi ada juga mustika dari alam gaib ini yang diperoleh tanpa disengaja,
misalnya ada mustika yang datang sendiri atau menampakkan diri kepada seseorang untuk
diambilnya, karena merasa cocok atau sudah waktunya dia mengikut kepada seseorang.
Mustika adalah benda-benda yang sarat dengan muatan gaib, karena itu secara alami benda-
benda mustika lebih banyak berada di alam gaib daripada di alam nyata manusia. Umumnya
energi gaib dari khodam di dalam sebuah mustika mengisi dan menyatu dengan bendanya,
sehingga sebuah batu mustika akan terasa sekali setrumannya di tangan jika sengaja dirasakan.
Khodamnya menyatu dengan mustikanya, sehingga tuah dari sebuah mustika lebih terasa
daripada tuah benda-benda alami lain. Itu berbeda dengan jenis batu akik yang walaupun batunya
juga berkhodam, biasanya setruman energinya tidak begitu terasa dan tuahnya tidak lebih baik
daripada sebuah mustika.

Kegaiban mustika itulah yang menyebabkannya banyak diinginkan orang. Sebuah mustika yang
kegaibannya sempurna, kegaibannya itu akan bisa dirasakan langsung oleh pemiliknya. Misalnya
yang kegunaannya untuk kekuatan, keselamatan dan kekebalan, maka kegaibannya itu bisa
ditunjukkannya dengan menjadikan manusia pembawanya tahan menerima pukulan, menjadi
kebal tidak mempan dibacok, kebal terhadap tusukan senjata tajam, rambutnya tidak dapat
dicukur, tahan panasnya api dan tidak akan terbakar. Kekuatan kegaiban itulah yang
menjadikannya sebuah mustika yang berbeda dengan benda-benda serupa di dunia manusia.
Walaupun ada benda-benda mustika ini yang ditemukan di alam nyata manusia, tetapi lebih
banyak lagi yang berada di alam gaib.

Khodam dari sebuah mustika (yang asli alam), umumnya bukan bangsa jin. Khodamnya adalah
jenis tersendiri.

Tapi ada juga mustika yang khodamnya adalah bangsa jin.

Mustika yang sejenis biasanya khodamnya juga dari jenis yang sama (wujud sosoknya saja yang
berbeda-beda). Mustika yang berbeda, khodamnya juga dari jenis yang berbeda.

Khodam dari berbagai mustika wesi kuning umumnya sejenis.

Khodam dari banyak mustika merah delima umumnya juga sejenis.

Tetapi khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika merah delima.

Khodam mustika keong buntet, kul buntet dan batu puser bumi biasanya adalah bangsa jin dari
golongan putih.

Selain yang diperoleh dari alam gaib, ada juga mustika yang diperoleh dari alam nyata (alam
manusia), karena di alam manusia pun banyak benda-benda yang serupa dengan benda-benda
mustika di alam gaib. Tetapi mustika dari alam manusia ini kualitas kegaibannya adalah kelas 2
dan seringkali kualitas kegaibannya tidak dapat ditunjukkan dengan nyata, seperti yang bisa
ditunjukkan oleh mustika dari alam gaib. Karena itu, yang terbaik adalah mustika yang didapat
dari alam gaib, yang hasil penarikannya sempurna.
Mustika dari alam gaib, yang didapat dari hasil penarikan gaib, akan benar menjadi sebuah
mustika dengan syarat hasil penarikannya sempurna (kalau tidak sempurna maka kegaibannya
sulit untuk dapat ditunjukkan). Biasanya proses penarikan dari alam gaib dilakukan dalam 2
tahapan. Tahap pertama adalah menarik / memindahkan benda gaibnya dari tempatnya semula
ke tempat kita. Tahap ke 2 adalah proses menghadirkan / mewujudkan benda gaibnya ke alam
nyata manusia dan menyempurnakan kegaiban benda gaib tersebut supaya 'mapan' di tempatnya
dan berfungsi dengan semestinya.

Misalnya hasil penarikan batu mustika merah delima. Bila penarikannya sempurna, maka
kegaibannya akan dapat ditunjukkan, seperti bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan
berubah warna menjadi merah, bila digenggam, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tidak
mempan dicukur, tahan panasnya api dan rambut pun tidak terbakar, dsb. Bila penarikannya tidak
sempurna, maka batu itu tidak dapat digolongkan sebagai batu mustika, karena tidak dapat
menunjukkan kegaibannya seperti tersebut di atas, dan batunya sendiri hanya akan mirip dengan
batu merah siam biasa. Bila ini yang terjadi maka batu tersebut harus diproses lagi untuk
disempurnakan kegaibannya.

Ketidak-sempurnaan mustika hasil penarikan gaib seringkali terjadi karena dalam proses
penarikan itu digunakan jasa khodam gaib tertentu untuk menarik dan mewujudkan bendanya ke
dunia manusia. Dengan cara ini biasanya akan terjadi "pemaksaan", yaitu dengan kekuatan
gaibnya yang lebih besar khodam tersebut memaksa benda mustikanya untuk wujud di dunia
manusia, sehingga menjadikan khodam mustikanya sakit hati, ngambek dan tidak mau
menyatukan dirinya dengan si manusia dan tidak mau memberikan tuahnya / keistimewaannya.

Yang sering terjadi adalah, walaupun bendanya berhasil mewujud, tetapi tidak dengan
kegaibannya, sehingga terpaksa harus disempurnakan lagi kegaibannya. Itu juga kalau si pelaku
penarikan gaib bisa menyempurnakan kegaibannya.

Pada banyak kasus penarikan gaib, benda gaibnya malah kosong, khodamnya tidak ikut serta di
dalam benda gaibnya, sehingga sosok halus yang kemudian datang dan masuk menghuni benda
gaib tarikan itu bukan khodam aslinya. Bila itu terjadi, maka khodamnya harus dipanggil lagi untuk
kembali tinggal di dalam bendanya. Tetapi walaupun kemudian khodamnya sudah kembali,
biasanya kegaiban benda itu sulit sekali untuk disempurnakan.

Cara yang terbaik dalam melakukan penarikan gaib adalah dengan mengsugesti khodam benda
gaibnya sendiri untuk mewujudkan bendanya (dengan amalan gaib) dan memenuhi sesajinya
sesuai persyaratan khodam benda gaibnya. Jika ini dilakukan, biasanya benda gaibnya akan
mewujud dengan kegaiban yang sempurna.

Dalam tulisan berjudul Pusaka & Mustika di Alam Gaib, Penulis menceritakan keberadaan benda-
benda gaib di alam gaib.

Masing-masing mustika, walaupun sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan kegaibannya sama,
masing-masing ada kelasnya sendiri-sendiri, tergantung pada kekuatan gaib dan perwatakan
masing-masing khodam gaib di dalamnya (bisa dicaritahu dengan cara seperti menayuh keris).
Karena itu walaupun mustikanya sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan tuahnya sama,
tergantung masing-masing sosok gaib di dalamnya.

Masing-masing benda gaib, baik mustika, batu akik ataupun pusaka dan benda-benda jimat isian,
mempunyai karakteristik kegaiban sendiri-sendiri dan antar jenis yang berbeda satu dengan
lainnya tidak dapat diperbandingkan karena karakteristik kegaibannya berbeda.

Ada benda-benda gaib yang kegaibannya murni bersifat gaib, yang tuahnya hanya bisa dirasakan
pengaruhnya dengan rasa / batin, misalnya yang tuahnya untuk penjagaan gaib, kewibawaan,
kerejekian, pengasihan, dsb.

Ada benda-benda gaib yang kegaibannya bisa dirasakan secara fisik, yang tuahnya bukan hanya
bisa dirasakan pengaruhnya dengan rasa / batin, tetapi juga terasa pengaruhnya secara fisik,
misalnya yang tuahnya untuk kekuatan, kekebalan, pengobatan, dsb.

Masing-masing sifat tuah di atas sesuai dengan karakter sosok khodamnya.

Benda-benda gaib yang tuahnya bisa dirasakan secara fisik biasanya adalah yang paling banyak
diinginkan orang, karena secara umum orang lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung
dirasakan pengaruhnya, bisa dibuktikan keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu
harganya biasanya mahal sekali.

Kegaiban sebuah mustika sebagai jimat keselamatan fisik hanya akan didapatkan jika benda
tersebut dapat memberikan tuah kekebalan tubuh, yang bila bendanya digenggam atau
dikantongi, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tidak mempan dicukur, tahan panasnya api
dan rambut pun tidak terbakar, selamat dalam kecelakaan, dsb. Kekuatan gaib sebuah mustika
sampai bisa menjadikan seseorang kebal seperti itu adalah patokan standar nilai ukuran kualitas
sebuah jimat keselamatan.

Tetapi kekuatan gaib khodam benda yang bisa untuk kekebalan belum tentu lebih tinggi dari
kekuatan khodam benda lain yang tidak bisa untuk kekebalan. Begitu juga sebaliknya, sesosok
khodam yang sakti benda gaibnya belum tentu bisa untuk kekebalan. Mengenai itu Penulis
menuliskannya dalam tulisan Kesaktian Mustika.

Selain ditentukan oleh sifat alami benda gaibnya dan kesempurnaan pemrosesan penarikan
gaibnya, kemampuan gaib jimat kekebalan juga ditentukan oleh perwatakan sosok gaibnya yang
berwatak keras dan menonjolkan kekuatan / kegagahan. Walaupun khodam gaibnya berkesaktian
tinggi, tetapi jika sosok gaibnya tidak berwatak keras, tidak menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, benda tersebut seringkali tidak dapat menjadi jimat kekebalan, hanya akan berguna
untuk menambah kekuatan tubuh / pukulan, menambah wibawa, dsb, atau untuk penjagaan gaib
saja.

Walaupun ada banyak benda-benda gaib yang sering disebutkan bisa bertuah untuk kekebalan,
tetapi benda-benda tersebut yang dimiliki oleh manusia kebanyakan tidak bisa untuk kekebalan,
tidak bisa dibuktikan / dites keampuhannya sebagai jimat kekebalan. Penyebabnya sudah
disebutkan di atas. Selain itu, kegaiban sebuah benda gaib juga tergantung pada kekuatan sugesti
(keyakinan) si manusia pemakainya.

Khodam dari sebuah mustika biasanya tetap berdiam di dalam mustikanya, tidak menjadi khodam
pendamping, sehingga untuk mendapatkan tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa. Jika
ada sebuah mustika yang dikatakan bertuah penjagaan gaib, umumnya mustika itu tidak sungguh-
sungguh bertuah penjagaan gaib, umumnya hanya memberikan tuah kekuatan badan dan
ketahanan tubuh terhadap serangan gaib, khodamnya pasif, tidak aktif seperti benda-benda gaib
yang khodamnya menjadi khodam pendamping.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan
berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan untuk mengetahui apakah
benda-benda gaib milik anda tergolong sebagai mustika, sifat-sifat karakter gaibnya,
kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, pantangan dalam penggunaannya,
persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.

Beberapa contoh jenis Mustika :

1. Mustika Merah Delima.


Batu Mustika Merah Delima memiliki banyak kegunaan dan keistimewaan yang menjadikannya
mustika yang paling diinginkan orang dan harga maharnya mahal sekali (milyaran rupiah). Batu
mustika ini berisi jenis gaib yang istimewa pula, yaitu sosok gaibnya berkarakter seperti seorang
resi yang mandito, artinya sosok gaibnya berwatak baik, tidak meminta sesaji dan juga tidak mau
diberi sesaji. Tetapi batu mustika ini juga mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam
memilih orang pemiliknya, tidak suka dites-tes dan tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan
keampuhannya kepada orang lain, dan batunya dapat pergi menghilang atau luntur kegaibannya
bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang ia tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika
harus berhati-hati jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya
hilang atau menjadi tidak berfungsi dan jangan terlalu sering mengetes mustikanya seolah-olah
tidak yakin dengan keampuhannya dan jangan mem-pamerkan atau mempertontonkan
keampuhannya.

Keistimewaan yang bisa ditunjukkan mustika merah delima antara lain :

- Bila digenggam, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tahan panasnya api dan rambutnya
pun

tidak akan terbakar.

- Bila dicelupkan ke dalam air bening, maka airnya akan berubah warna menjadi merah (airnya
berubah

warna menjadi merah, bukan batunya yang menyala di dalam air).

- Bila air rendamannya diminum akan menyebabkan orangnya menjadi kebal, tidak mempan
dibacok,

rambutnya tidak mempan dicukur, tetapi biasanya keajaiban tersebut hanya berlaku sampai saat

orang tersebut buang air.

- Air rendamannya juga dapat diminum atau dibasuhkan untuk tujuan pengobatan.

Umumnya khodam dari banyak mustika merah delima adalah dari jenis yang sama, yaitu dari jenis
khodam mustika merah delima (bukan bangsa jin), tetapi wujud sosoknya bisa bermacam-macam,
tidak selalu sama. Ada yang seperti seorang ksatria muda laki-laki atau perempuan, ada yang
seperti ibu-ibu, ada yang seperti kakek-kakek, ada juga yang seperti anak-anak. Walaupun
sosoknya berbeda-beda, tetapi mereka dari jenis gaib yang sama. Selain itu ada juga sebutir batu
mustika merah delima yang isi gaibnya sepasang (isi gaibnya ada 2, biasanya suami-istri).
Secara umum sebuah batu Mustika Merah Delima mempunyai kekuatan 9 kali lipat kekuatan gaib
Mustika Wesi Kuning.

Kekuatan gaib Mustika Merah Delima terbagi dalam 3 kelas :

Kualitas kelas 1 (terbaik) adalah yang batunya berwarna merah (seperti merah fanta).

Kualitas kelas 2 adalah yang berwarna merah keunguan, kekuatan gaibnya 90% yang merah fanta.

Kualitas kelas 3 adalah yang berwarna merah jambu atau merah jambu keunguan, kekuatan
gaibnya 75% yang merah fanta.

Bentuk batu mustika merah delima ada yang bulat, ada yang bulat lonjong, ada yang setengah
bola seperti batu cincin (bagian bawahnya datar), ada juga yang seperti biji jeruk (ada bagian yang
meruncing). Kebanyakan bentuknya kecil-kecil, paling besar sebesar biji jeruk atau biji kedelai.
Tetapi ada juga, walaupun sedikit sekali jumlahnya, yang bentuknya sebesar kelereng dan sebesar
bola pingpong.

Batu mustika merah delima yang dari pulau Jawa umumnya seperti batu merah siam, tidak ada
ster-nya, tapi yang dari pulau Bali dan Nusa Tenggara kebanyakan batunya ada ster-nya (ada sinar
garis putih bersilangan bila terkena cahaya seperti batu american star).

Umumnya batu mustika merah delima bentuk fisiknya keras menyerupai batu cincin pada
umumnya. Namun ada juga, walaupun jumlahnya tidak banyak, yang bentuk fisiknya lembek
seperti karet, tetapi bila dijatuhkan di atas kaca atau lantai akan berbunyi "tek" seperti batu
keras. Kekuatan kegaibannya sedikit di bawah mustika merah delima yang bentuknya keras.

Dalam kondisi aslinya di alam gaib batu mustika merah delima ada yang hanya 1 (sendiri), ada
yang sepasang. Bila aslinya sepasang, sebaiknya jangan dipisahkan, jangan dibagi menjadi 2.

Untuk jenis mustika merah delima yang sama, yang batunya sepasang kekuatannya bisa 110% -
125% dari kekuatan mustika merah delima yang sendiri, tetapi jika yang sepasang itu dipisah,
maka masing-masing batunya kekuatannya hanya 75% dari mustika merah delima yang sendiri.

Ada juga yang kondisi aslinya memiliki cupu, rumahnya, berbentuk batu atau kepompong.
Sebaiknya rumahnya juga jangan dipisahkan. Dalam kondisi aslinya, tidak semua mustika merah
delima memiliki cupu. Sebagian besar tidak bercupu. Mustika merah delima yang sejenis, yang
bercupu atau pun yang tidak bercupu, kekuatannya sama.
Untuk jenis mustika merah delima yang sama, yang bentuknya besar seperti kelereng atau bola
pingpong kekuatan gaibnya bisa 1,5 - 2,5 kalinya yang bentuk fisiknya kecil-kecil.

Umumnya batu mustika merah delima akan memancarkan hawa dingin seperti uap es ketika
digenggam, terutama saat pertamanya di dunia manusia (tetapi ada juga yang hawanya hangat).
Hawa dingin batu itu ada yang bertahan dalam jangka panjang, ada juga yang kemudian memudar
(tidak dingin lagi) karena penyesuaiannya dengan lingkungan.

Banyak orang mengukur kekuatan gaib mustika merah delima dari banyaknya jumlah gelas berisi
air yang berubah warna menjadi merah ketika disusun sejajar segaris dengan gelas yang berisi
batu mustika merah delima di dalamnya, ada yang memerahkan 7 gelas, ada yang 15 gelas, 20
gelas, dsb.

Menurut hemat Penulis pandangan di atas tidaklah tepat. Banyaknya jumlah air di gelas yang ikut
berubah warna tidaklah menjadi ukuran kekuatan gaib dari mustika merah delima, karena itu
hanyalah merupakan pancaran aura energi dari karakter khodam gaibnya yang berwatak keras
ataukah berwatak halus (kalem).

Yang berwatak keras secara alami getaran / setrumannya akan lebih keras terasa dan pancaran
energinya lebih luas dibandingkan yang berwatak halus (yang berwatak keras akan memerahkan
gelas air lebih banyak daripada yang berwatak halus). Tetapi baik yang berwatak keras maupun
yang berwatak halus secara rata-rata kekuatan gaibnya hampir sama. Pembedaan tingkatan /
kualitas kekuatan gaibnya lebih banyak ditunjukkan dari warna batunya seperti yang sudah
disebutkan di atas.

Untuk memperbandingkan batas kekuatan gaib masing-masing batu mustika merah delima, kita
harus membuatnya "bekerja". Misalnya, bila setelah mengsejajarkan gelas-gelas berisi air, sebuah
batu mustika merah delima hanya memerahkan 7 gelas, jika kemudian batu itu kita berikan
sugesti / perintah : "merahkan semua air di gelas-gelas itu ! ", maka semua air di gelas-gelas itu
akan menjadi merah semua, bisa 10, bisa 20, bisa 50 gelas, bisa juga 100 gelas.

Begitu juga bila batu merah delima itu kita celupkan ke dalam air danau, air danau yang berubah
menjadi merah hanya dalam radius 5 - 15 meter. Tetapi bila kita berikan sugesti / perintah
: "merahkan semua air di danau ini ! ", maka semua air di danau yang luas itu akan menjadi
merah.
Jadi, untuk mengukur kekuatan gaib sebuah batu mustika merah delima haruslah dengan
membuatnya "bekerja" seperti contoh di atas. Setelah "bekerja" seperti itu barulah kita tahu
batas kemampuan gaib masing-masing batu merah delima untuk diperbandingkan.

Ada mustika lain yang kegaibannya mirip dengan batu mustika merah delima, yaitu yang sering
disebut dengan Batu Rubah. Batu Rubah mempunyai kegaiban yang sama dengan mustika merah
delima. Perbedaannya adalah bila dicelupkan ke dalam air bening, maka airnya akan berubah
warna menjadi merah, dan airnya akan kembali menjadi bening lagi setelah batu itu dikeluarkan
dari airnya. Jadi airnya akan berubah warna hanya ketika batu itu dicelupkan ke dalamnya.
Sedangkan mustika merah delima, airnya akan tetap berwarna merah, walaupun batunya sudah
dikeluarkan dari dalam airnya (atau airnya menjadi bening kembali, tetapi perlahan-lahan, tidak
seketika). Fungsi Batu Rubah sama dengan mustika merah delima.

Ada juga mustika lain, yaitu batu mustika delima, yang didapatkan dari dalam buah delima.
Fisiknya mengikuti bentuk dan warna biji buah delimanya (berwarna putih atau merah jambu).
Bila dicelupkan ke dalam air, airnya juga akan berubah warna. Berguna untuk pengasihan dan
rejeki / dagang.

2. Mustika Keong Buntet.

Bentuknya menyerupai fosil keong. Yang terbaik adalah yang batunya tua berwarna hitam gelap.

Mustika keong buntet yang berwarna hitam gelap banyak yang bisa untuk kekebalan tubuh dan
banyak yang memiliki wibawa kegaiban tinggi menyerupai keris tindih.

Secara umum mustika keong buntet memiliki kekuatan gaib lebih tinggi daripada Mustika Merah
Delima, bahkan bisa sampai puluhan kalinya, tergantung pada sosok gaib yang bersemayam di
dalamnya, tetapi kekuatan tuahnya sebagai jimat, apakah sampai bisa digunakan untuk jimat
kekebalan, tergantung pada kekerasan karakter sosok gaib di dalamnya dan kesempurnaan
pemrosesan penarikan gaibnya.

Gaib di dalam mustika keong buntet bila sudah cocok dengan manusia pemiliknya atau
pembawanya, akan menyelaraskan dirinya dan membantu setiap usaha / aktivitas yang dilakukan
oleh orang pemiliknya. Apalagi bila orang tersebut dapat mengsugesti khodam gaibnya untuk
membantunya.

Ada pembaca yang mengajukan pertanyaan :

Sebenarnya keong buntet yang asli itu bentuknya seperti apa ?

Rumah keong yang membatu ataukah batu yang menyerupai keong ?

Demikian penjelasannya :
Secara fisiknya, mustika keong buntet memang adalah sebuah batu yang bentuknya menyerupai
keong. Tetapi kegaiban batu itulah yang menjadikannya sebuah mustika dan kegaiban itu pula
yang membedakannya dengan batu fosil lainnya.

Menurut penelusuran Penulis, awal terbentuknya mustika keong buntet adalah karena adanya
keong yang mati karena tertimbun longsoran tanah atau lumpur, atau kejadian lain yang mirip
seperti itu. Cangkang keong itu membatasi tubuhnya yang mati, sehingga tidak seluruhnya
langsung membusuk dan terurai menyatu dengan tanah. Cangkang keong itu juga membatasi aura
energi bekas kehidupan di dalamnya, sehingga tidak cepat memudar.

Kemudian cangkang itu terisi oleh tanah, pasir, endapan lumpur, dsb, menggantikan tubuh
keongnya yang sudah membusuk. Aura energi bekas kehidupan di dalamnya mengundang
datangnya sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang merasa cocok untuk tinggal di
dalamnya. Kondisi membatunya keong terjadi melalui proses ratusan tahun. Keberadaan energi
mahluk gaib di dalamnya ikut mempercepat proses penuaan batunya.

Seiring berjalannya waktu, cangkangnya menjadi semakin rapuh dan mungkin kemudian pecah
tidak tampak lagi, sedangkan tanah / endapan di dalam cangkang itu mengeras dan membatu
mengikuti bentuk cangkangnya. Jadi sebenarnya tidak tepat menyebut keong buntet adalah batu
fosil, karena keong buntet itu adalah tanah yang membatu mengikuti bentuk cangkang keong,
bukan fosil dari tubuh keong yang membatu. Tetapi istilah fosil itu cukup berguna untuk
menjelaskan asal-usul keong buntet.

Kunci awal terjadinya keong buntet menjadi sebuah mustika adalah adanya aura energi bekas
kehidupan di dalam cangkang keong yang mengundang kehadiran sesosok gaib untuk
bersemayam di dalamnya. Dan itu tidak dapat terjadi pada keong yang mati dengan sendirinya di
atas tanah dan membusuk, atau keong yang terkena lahar panas, sehingga dagingnya menjadi
matang dan tidak ada aura kehidupannya lagi. Aura energi bekas kehidupan juga ada di
pemakaman / kuburan manusia, sehingga mengundang gaib-gaib tertentu untuk tinggal di
sekitarnya.

Setelah sempurna menjadi sebuah mustika, khodam gaibnya akan membawanya masuk ke alam
gaib. Biasanya orang mendapatkan sebuah mustika keong buntet melalui proses penarikan gaib,
tetapi ada juga orang yang tidak sengaja menemukannya di alam manusia.

Penulis pernah melihat beberapa macam bentuk dan warna fosil keong buntet. Ada yang
bentuknya kecil, ada juga yang besar seperti keong mas sawah atau bekicot. Ada yang warnanya
hitam, coklat, putih, ada juga yang kuning transparan tembus cahaya. Semua tergantung bentuk
cangkang keongnya dan jenis tanah yang mengisi cangkang keong tersebut. Masing-masing sosok
gaib di dalamnya mempunyai perwatakan yang sesuai dengan fisik batunya.

Kebanyakan khodam gaib dari mustika keong buntet adalah dari jenis bangsa jin golongan putih.
Sesuai tingkat kualitasnya masing-masing, mustika keong buntet ada yang dapat untuk kekuatan
tubuh dan pukulan, perisai gaib, kewibawaan, keselamatan dan kekebalan.
1. Keong buntet yang berwarna putih dan kuning, sosok gaibnya berwatak halus, memancarkan
aura pengasihan, kerejekian dan kesepuhan.

2. Yang berwarna coklat wataknya ada di tengah-tengah antara yang putih dan yang hitam.

3. Keong buntet yang batunya tua berwarna hitam legam, keras dan padat, adalah yang terbaik,

biasanya sosok khodamnya berwatak keras. Cocok untuk jimat kesaktian, kekebalan dan
wIbawa.

Biasanya sosok khodamnya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala
botak,

berwatak keras menonjolkan kekuatan dan kegagahan dan lebih berpotensi untuk menjadi
jimat kebal. Keong buntet jenis ini kebanyakan khodamnya berwatak keras dan berwibawa,
sehingga sifat wataknya serupa dengan sifat watak keris tindih, mampu meredam gangguan gaib
dari jimat, pusaka atau dari mahluk-mahluk gaib di sekitarnya.

Secara umum mustika keong buntet khodamnya adalah dari jenis khodam mustika atau jenis
bangsa jin. Yang khodamnya dari jenis khodam mustika biasanya tuahnya lebih baik, lebih terasa
ampuhnya, dibandingkan yang khodamnya jenis bangsa jin.

Keong buntet memiliki banyak tuah dan dapat dimanfaatkan untuk kerejekian, penglaris
dagangan, pengasihan, pengobatan gaib dan banyak macam kegaiban lain sesuai yang diinginkan
oleh pemiliknya (banyak fungsinya tergantung kemampuan sugesti pemakainya), tetapi yang
sudah ampuh untuk kekebalan sebaiknya jangan diperintahkan untuk memberikan tuah lain
supaya tuah kekebalannya itu tidak luntur.

Ada jenis mustika lain yang penamaannya mirip dengan keong buntet, yaitu yang disebut Kul
Buntet. Penamaan Kul Buntet ditujukan untuk fosil kerang laut. Fisiknya menyerupai kulit kerang
dengan bentuk setengah bola (bagian bawahnya datar) berwarna putih halus mengkilap,
kebanyakan di bagian kulit atasnya ada garis / corak melingkar ke dalam dengan warna lain. Di
bagian bawahnya juga ada garis atau lekukan berbentuk melingkar ke dalam. Bagian dalam fosil
ini padat berisi endapan sejenis batu kapur atau batu karang. Kebanyakan isi gaibnya adalah dari
jenis khodam mustika, jenis tersendiri, bukan bangsa jin.

Secara fisiknya, kualitas kul buntet yang paling baik adalah yang fisiknya dominan berwarna putih
mengkilap. Biasanya sosok gaibnya seperti manusia laki-laki bertelanjang dada dan berkepala
botak, berwatak keras dan lebih berpotensi untuk menjadi jimat kekebalan.

Ada lagi yang disebut Batu Kijing, bentuknya seperti fosil kerang air tawar.

Ada juga mustika lain yang disebut Batu Puser Bumi. Fisiknya seperti batu kali berwarna coklat
gelap kehitaman, berbentuk bulat agak gepeng. Biasanya ukurannya sebesar kelereng. Di bagian
yang agak gepeng itu ada gambar garis yang melingkar ke dalam. Isi gaibnya biasanya adalah
bangsa jin golongan putih.
Secara fisiknya, kualitas batu puser bumi yang paling baik adalah yang fisiknya dominan berwarna
gelap atau hitam. Biasanya sosok gaibnya seperti manusia laki-laki berbadan kekar bertelanjang
dada dan berkepala botak, berwatak keras dan lebih berpotensi untuk menjadi jimat kekebalan.

Keempat jenis mustika itu, yaitu Mustika Keong Buntet, Kul Buntet, Kijing dan Puser Bumi,
biasanya kekuatan gaibnya jauh di atas mustika merah delima, bisa puluhan kalinya, tetapi yang
dapat untuk menjadi jimat kekebalan sangat ditentukan oleh kekerasan watak sosok khodamnya
(sesuai kualitasnya masing-masing), terutama yang kekerasan watak khodamnya mirip dengan
watak khodam mustika Wesi Kuning.

Mustika-mustika itu khodam aslinya bisa dari jenis khodam mustika, bisa juga dari jenis bangsa
jin. Sosok wujud khodamnya juga bermacam-macam, tidak semuanya sama, ada yang seperti
bapak-bapak berjubah, ada yang seperti ibu-ibu jawa memakai kemben, ada juga yang seperti
manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada.

Sebagian khodamnya ada yang keluar mendampingi manusia pemiliknya untuk memberikan
penjagaan gaib dan/ kerejekian, biasanya adalah yang sosoknya seperti bapak-bapak berjubah
putih atau seperti ibu-ibu jawa. Sebagian lagi ada yang tetap berdiam di dalam batunya, biasanya
adalah yang sosoknya seperti manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada.

Yang sosok khodamnya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada kekerasan watak
khodamnya lebih daripada yang lainnya, bendanya akan berfungsi sebagai jimat kekuatan
berkelahi (dan tahan pukul), sebagian lainnya khodamnya berwatak sangat keras dan
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, bendanya berpotensi menjadi jimat kekebalan. Sebaiknya
penyimpanannya jangan disatukan, jangan berdekatan dengan benda-benda lain yang
berkhodam, seperti batu akik berkhodam atau jimat lain.

Kekerasan watak khodamnya menjadi faktor yang menentukan apakah bendanya akan berpotensi
menjadi jimat kebal. Dengan demikian, sekalipun ada benda-benda itu yang bentuk dan warnanya
serupa, tetapi khodam di dalamnya belum tentu sama kekerasan wataknya, sehingga sekalipun
bendanya mirip dan serupa, tidak semuanya bisa menjadi jimat kebal. Misalnya saja ada beberapa
mustika keong buntet hitam. Tidak semuanya keong buntet itu bisa menjadi jimat kebal, karena
kekerasan watak khodamnya masing-masing tidak semuanya sama. Dalam hal ini diperlukan
proses selanjutnya untuk meningkatkan kekerasan watak khodamnya dan menjadikan energinya
lebih padat, misalnya diwiridkan amalan gaib khusus untuk jimat kekebalan, supaya nantinya
benda itu benar menjadi jimat kebal. Tetapi karena sifat kekebalannya itu bukan aslinya, maka
wiridan itu harus dilakukan secara berkala, 3 bulan atau 6 bulan sekali, untuk menjaga kestabilan
kegaiban jimatnya itu. (Amalan gaibnya bisa dicari di internet, atau diserahkan saja kepada
spiritualis atau orang-orang yang biasa wiridan atau yang biasa membuat jimat kebal).

Mustika Keong Buntet, Kul Buntet, Kijing dan Puser Bumi sifat perwatakan khodam gaibnya
sejenis, yaitu keras dan berwibawa, dan tuah / fungsinya sejenis. Jika anda memilikinya, janganlah
menganggapnya sama dengan benda gaib lain yang hanya memberikan fungsi tertentu saja,
seperti khusus untuk pengasihan, dsb. Benda-benda itu bersifat multi fungsi, tuahnya akan
mengikuti sugesti pemiliknya. Jadi pemiliknya juga harus mempelajari cara-cara memberikan
sugesti, misalnya seperti contoh yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh /
Menayuh Keris, atau berinteraksi dengan cara kontak rasa, atau dengan mewirid / mengamalkan
amalan gaib. Tetapi yang sudah bisa untuk kekebalan (dan bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya
jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak
berubah / luntur.

3. Mustika Wesi Kuning.

Mustika Wesi Kuning adalah penamaan tersendiri yang artinya tidak sama dengan istilah besi
kuning (kuningan) yang bentuknya bisa bermacam-macam dan terbuat dari bahan kuningan.
Bentuk Mustika Wesi Kuning seperti kepompong ulat yang di dalamnya ada sebentuk jarum.
Bentuk kepompongnya keras dan berat seperti besi, berselimut seperti serat-serat kayu berwarna
coklat atau coklat keemasan.

Secara rata-rata Mustika Wesi Kuning memiliki kekuatan gaib 100 kali lipat kekuatan gaib
kuntilanak atau 50 kali gondoruwo.

Dalam kondisi aslinya di alam gaib, mustika wesi kuning ada yang hanya 1 (sendiri), ada yang
sepasang. Bila aslinya sepasang, sebaiknya jangan dipisahkan, jangan dibagi menjadi 2.

Keberadaannya di alam gaib seringkali ada bersama dengan mustika merah delima.

Umumnya khodam dari berbagai mustika wesi kuning adalah dari jenis yang sama, dan wujudnya
juga sama, yaitu seperti manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada, berkepala botak,
dan berwatak keras, menonjolkan kekuatan dan kegagahan.

Sesuai kelas kualitasnya masing-masing mustika wesi kuning dapat berguna untuk :

- Kelas 1, terbaik, untuk kekebalan badan, kekuatan pukulan (dan tahan pukul), dan kewibawaan.

- Kelas 2, untuk kekuatan pukulan (dan tahan pukul) dan kewibawaan.

- Kelas 3, untuk kewibawaan dan membantu usaha dagang.

Untuk menentukan mana yang kualitas kelas satu, yang bisa untuk kekebalan, dan
membedakannya dengan yang kelas 2 atau 3 sulit dilihat ciri-cirinya secara fisik. Harus dites
langsung. Tetapi secara kebatinan, dengan melihat tingkat kekerasan watak khodamnya masing-
masing dan kepadatan energinya bisa diperkirakan apakah mustika itu bisa untuk kekebalan
ataukah tidak.

Mustika wesi kuning yang kualitasnya kelas satu selalu siap sedia kapan saja untuk dites anti cukur
dan kekebalan. Tapi kelemahannya, khodamnya berwatak keras, dan menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, sehingga bisa bermasalah jika tempat penyimpanannya disatukan dengan benda-
benda lain yang berkhodam, bisa luntur kegaibannya jika benda-benda lain itu lebih tinggi
kekuatannya.

Sebuah mustika wesi kuning berisi khodam yang sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan
kegagahan dan pancaran energinya stabil, sehingga yang asli bisa berfungsi untuk kekebalan,
fungsi kekebalannya itu bisa dites oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tetapi karena
watak khodamnya menonjolkan kegagahan, maka suatu saat mustika itu dapat mengalami
masalah, yaitu khodamnya hilang atau bendanya menjadi tidak berfungsi atau menjadi luntur
kegaibannya jika penempatannya disatukan dengan benda gaib lain (misalnya penyimpanannya
disatukan dengan batu-batu akik berkhodam) atau ketika benda itu berada di tempat-tempat yang
penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu.

Mustika wesi kuning dan benda-benda gaib lain yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, terutama yang bisa untuk kekebalan, ibaratnya seperti binatang yang tidak mau
campur dengan binatang lain, yang akan mengusir binatang-binatang lain dari dekatnya. Khodam
yang lebih lemah akan menyingkir menjauh. Tapi akan bermasalah kalau mustika itu berdekatan
dengan benda lain yang kekuatan gaibnya lebih tinggi. Kemungkinannya khodamnya itu akan
"mengkeret" ketakutan kalau diserang balik, dan akan luntur kegaibannya. Jadi sebaiknya tempat
penyimpanannya disendirikan. Kalau dibawa bepergian juga tempatnya disendirikan, misalnya
ditempatkan di kantong kanan, sedangkan benda-benda lain di kantong kiri.

Mustika wesi kuning cukup baik untuk kekebalan, untuk membantu keselamatan sehari-hari,
sayangnya kekuatan gaib khodamnya tidak cukup tinggi, sehingga mudah sekali kegaibannya
luntur. Kalau tempat penyimpanannya disatukan dengan benda-benda gaib lain, misalnya saja
penyimpanannya disatukan dengan cincin batu akik berkhodam, bisa jadi mustika wesi kuning
yang bisa untuk kekebalan itu akan luntur kekebalannya. Sudah ada beberapa pemilik mustika
wesi kuning yang mengalaminya. Jadi penyimpanan wesi kuning harus dipisahkan dari benda-
benda lain yang berkhodam. Begitu juga halnya dengan penyimpanan benda-benda lain yang bisa
untuk kekebalan.

Untuk ilustrasi pemahaman kekuatan gaib silakan dibaca tulisan berjudul Kesaktian Mahluk Halus.

Banyak mustika, apapun jenisnya, bila dicari dengan sengaja biasanya tidak akan ditemukan,
tetapi kadangkala ada orang yang beruntung, karena menemukannya dengan tidak sengaja.

Ada orang yang beruntung tanpa sengaja menemukan sebuah mustika wesi kuning menggantung
di pohon jati, menggantung di pohon pisang, ada juga yang di pohon seri. Semula mereka
mengiranya sebagai kepompong biasa. Tetapi setelah dipegang, kepompong itu keras, tidak
lembek. Kemudian kepompong itu diambil dan dibawanya pulang. Beberapa kejadian ajaib pun
dialaminya setelah mendapatkan kepompong itu.

Mustika wesi kuning yang ditemukan dengan posisi menggantung di atas, kira-kira 2 meter di atas
tanah, biasanya bisa untuk jimat kekebalan, kegaibannya lebih baik daripada yang ditemukan di
tanah atau yang posisinya di bawah, yang biasanya tidak bisa untuk jimat kekebalan.

4. Mustika Tapak Jalak.

Batu tapak jalak juga banyak yang berbentuk mustika. Bentuknya bercincin seperti batu kendit,
tetapi memiliki 2 cincin yang bertemu saling bersilangan. Yang terbaik biasanya adalah yang
batunya tua dan cincin bersilangnya tebal dan timbul menonjol keluar seperti lapisan lilin.
Warnanya bisa apa saja.
Sesuai tingkatan kualitasnya masing-masing, batu ini dapat berguna untuk kekuatan tubuh dan
pukulan dan tahan pukul (untuk kejadugan) dan ada juga yang bisa untuk kekebalan. Sisi
negatifnya adalah batu jenis ini mengeluarkan aura panas yang menyebabkan pemakainya
menjadi temperamental, mudah marah, disegani dan dijauhi orang.

Hawa aura yang bersifat panas dapat mempengaruhi manusia menjadi merasa lebih segar / bugar
kondisi tubuh dan pikirannya, tetapi juga dapat mempengaruhi manusia menjadi mudah marah,
mudah naik darah, mudah terpancing emosinya, memudahkan timbulnya pertengkaran.

Hawa tersebut juga dapat memberikan suasana panas yang berpengaruh negatif terhadap
kerejekian, hubungan sosial / pergaulan dan ketentraman di dalam keluarga.

Sebagian juga berpengaruh negatif terhadap kesehatan, baik bagi si manusianya sendiri maupun
orang lain di sekitarnya.

Walaupun menimbulkan efek bersemangat, segar dan bugar, tapi dapat juga menyebabkan
manusia pemakai / pembawanya mudah sakit panas dalam, dehidrasi, dsb, yang jika kondisi
tubuhnya lemah atau sudah tua, akan memudahkannya mengalami sakit-sakitan atau
menyebabkan kerusakan organ tubuh bagian dalam.

Di dunia manusia banyak sekali batu yang bentuknya seperti batu tapak jalak dan biasa dijadikan
cincin batu akik, tetapi tidak semuanya memiliki kegaiban sama dengan batu tapak jalak yang asli.
Dalam hal ini batu-batu tersebut, walaupun juga berkhodam, tetapi hanyalah batu biasa saja yang
bentuknya ada garis bersilangnya menyerupai batu tapak jalak.

Secara umum yang disebut batu tapak jalak adalah batu yang ada garisnya bersilangan tebal
menonjol keluar seperti lapisan lilin. Tetapi yang umum ditemui adalah batu yang garisnya bening
transparan tembus sinar.

Dalam kesempatan ini Penulis ingin meluruskan pandangan orang tentang pengertian tapak jalak.

Yang disebut tapak jalak, baik batu akik maupun mustika, adalah yang garis persilangannya tebal
padat dan tidak bening transparan. Lebih bagus lagi kalau garis persilangannya itu tebal menonjol
keluar seperti lapisan lilin (garis bersilangnya timbul). Yang dihuni oleh mahluk halus khodamnya
adalah bagian batu bersilangnya itu, sedangkan batu di bagian lainnya kosong tidak berpenghuni
gaib.

Jadi berdasarkan spesifikasi di atas, mustika atau batu akik yang garis persilangannya bening
transparan sebenarnya bukanlah jenis tapak jalak, hanya saja karena kesalah-pengertian orang
maka semua batu yang mempunyai garis bersilangan itu disebut tapak jalak. Ada banyak batu
yang mempunyai corak gambar garis bersilang. Batu yang seperti itu, walaupun juga berkhodam,
dan juga berfungsi untuk kekuatan berkelahi, biasanya kegaibannya tidak persis sama dengan
batu tapak jalak yang asli.

Batu mustika ataupun akik tapak jalak yang asli sebaiknya dijauhkan dari minyak jafaron, karena
khodamnya akan pergi jika bendanya diolesi atau terkena asap bakaran minyak jafaron
(khodamnya termasuk jenis berenergi negatif karena mengeluarkan hawa panas yang tidak
selaras dengan kondisi normal energi tubuh manusia) dan penyimpanannya harus dipisahkan dari
benda-benda lain yang berkhodam.

Batu akik atau mustika tapak jalak yang asli kebanyakan khodamnya bersosok seperti manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala botak yang sifatnya menonjolkan kekerasan dan
kegagahan. Kekuatan gaibnya bisa sampai puluhan kalinya kekuatan gaib mustika merah delima.

Sesuai karakter khodamnya yang keras batu / mustika tapak jalak berguna untuk kekuatan tubuh
dan pukulan dan tahan pukul (untuk kejadugan) dan ada juga yang bisa untuk kekebalan. Tetapi
kekerasan watak khodam tapak jalak melebihi kekerasan watak khodam wesi kuning, penuh
dengan hawa kekerasan sehingga mengeluarkan aura panas yang sampai menyebabkan orang
pemakainya terpengaruh menjadi temperamental mudah marah. Khodam Wesi Kuning juga
penuh dengan hawa kekerasan, tapi tidak sampai orangnya terpengaruh menjadi temperamental,
hanya terpengaruh menjadi (sombong) penuh percaya diri.

Sifat karakter dan aura panas tapak jalak itu bersifat negatif bagi manusia, tidak selaras dengan
kondisi energi manusia yang umum. Kondisi ini menyebabkan khodam tapak jalak akan pergi bila
bendanya diolesi / diasapkan minyak jafaron merah.

Khodam tapak jalak karakternya menonjolkan kekerasan dan kegagahan. Penyimpanannya harus
dipisahkan dari benda-benda lain yang berkhodam.

5. Mustika Stambul.

Bentuknya kecil menyerupai kitab Al Qur'an mini.

Kegunaannya untuk keselamatan, kekebalan, membantu keilmuan gaib dan kerohanian.

Kebanyakan mustika jenis ini berisi khodam gaib Jin Muslim dan hanya cocok untuk dimiliki oleh
orang-orang muslim.

Mustika ini memiliki kekuatan gaib setingkat dengan Mustika Wesi Kuning.

Bila anda memiliki mustika stambul, berhati-hatilah dalam sesajinya, karena ada sebagian dari
jenis mustika ini yang akan kehilangan kegaibannya jika diolesi atau diasapi minyak jafaron.

6. Mustika Kendit.

Bentuknya seperti batu biasa, tetapi memiliki satu cincin berwarna putih seperti lapisan lilin
mengelilingi batu itu yang ujungnya saling bertemu. Biasanya yang terbaik adalah yang batunya
berwarna hitam tua dan cincin putihnya tebal menonjol keluar. Kegunaannya adalah untuk
pengasihan / pelet.
Selain yang berada di alam gaib, batu jenis ini juga banyak yang berada di alam manusia. Dalam
kondisi aslinya di alam, batu ini mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu mempunyai
kemampuan halimunan, khodamnya mampu menyelimuti batunya dengan suatu energi yang
membuat orang tidak dapat melihat atau menemukannya, walaupun batu itu ada di hadapannya,
kecuali batu itu berkenan kepadanya untuk dilihat dan diambilnya.

Di pedesaan dan perbukitan banyak sekali batu yang bentuknya seperti batu kendit, misalnya
yang berwarna merah ati ayam dan batu kali hitam atau coklat, masing-masing memiliki garis
putih melingkari batunya seperti cincin, tetapi jarang sekali yang memiliki kegaiban sama dengan
batu kendit. Dalam hal ini batu-batu tersebut bukanlah batu kendit, hanya batu biasa saja yang
bentuknya mirip batu kendit.

7. Mustika Wesi Angkus.

Mustika Wesi Angkus fisiknya terbuat dari bahan logam. Bentuknya seperti pipa kecil hampir
sebesar batang rokok kretek dengan panjang sekitar 3 sampai 5 cm. Salah satu ujungnya bisa
dibuka dan di dalamnya terdapat cairan hitam seperti minyak madat atau candu Arab. Dalam
penggunaannya cairan candu Arab ini harus selalu terisi, tidak boleh kosong, sebagai sesajinya.
Tapi paling baik sesajinya adalah menyan jawa.

Mustika ini berguna untuk pengasihan dan penglaris usaha perdagangan.

Mustika ini seringkali bersemayam secara gaib di dalam tubuh burung liar kecil yang bulu
badannya berwarna kuning dan bulu kepalanya berwarna hijau.

Mustika ini kadang juga berdiam di dalam batang pohon nangka (bisa juga di batang pohon
nangka yang sudah mati). Tanda-tandanya, bila diperhatikan, dari batang pohon nangka tersebut
kerap berbunyi cuit-cuit seperti suara burung, padahal sedang tidak ada burung yang hinggap di
batang pohon tersebut. Biasanya suara tersebut terdengar pada pagi hari dan pada sore hari
menjelang mahgrib.

8. Mustika Bambu Buta dan Mustika Bambu Petuk (Pring Pethuk).

Mustika Bambu Buta (Bambu Buntet) berbentuk kayu bambu, tetapi bagian tengahnya padat
seperti rotan, tidak bolong. Kegunaannya untuk jimat kanuragan (untuk jimat kekuatan pukulan).

Ukuran batang bambunya biasanya sebesar jari tangan orang dewasa sampai seukuran pipa 1/2
inci.

Mustika Bambu Petuk (Pring Pethuk) berbentuk kayu bambu, memiliki ruas yang tunasnya saling
berhadapan (pethuk). Kegunaannya untuk membantu mewujudkan keinginan si pemilik dalam
bidang keilmuan gaib / kebatinan / spiritual dan dalam bidang usaha ekonomi. Isi gaibnya
biasanya adalah sesosok khodam mustika berwujud bapak-bapak berjubah, 40 md.

Penggunaan tuah Bambu Petuk bukan untuk keperluan sehari-hari, tapi untuk keperluan khusus
saja, untuk meluluskan suatu keperluan, misalnya saat akan menemui seseorang untuk keperluan
tertentu, atau untuk pergi bernegosiasi dengan relasi dagang / bisnis, dsb.

Kualitas kegaiban bambu petuk yang kita dapat dari alam manusia (alam nyata), kualitasnya
adalah nomor 2. Bambu petuk kualitas kelas satu adalah yang didapat dari alam gaib, dengan
syarat kondisi hasil penarikannya sempurna (di alam gaib juga ada pohon bambu petuk).

Keistimewaan :

- Bila dimasukkan ke dalam air sungai yang mengalir, maka bambu ini akan mengambang bergerak

melawan arus air.

- Bila digenggam dan dicelupkan ke dalam air panas, si pemegang tidak akan merasakan panasnya

air dan tangannya juga tidak akan melepuh.

Sebagai catatan penting, kegaiban benda-benda dari jenis bambu petuk dan bambu buta,
kegaibannya berasal dari mahluk gaib yang berdiam di dalamnya (khodam). Dengan demikian, jika
ada manusia yang menemukannya di alam manusia, bambu-bambu itu harus dipotong dengan
hati-hati. Sebaiknya meminta petunjuk dahulu (dengan komunikasi gaib atau meminta petunjuk
gaib / wangsit) tentang kapan memotongnya, bagaimana memotongnya, dan tata cara beserta
sesaji apa yang harus disediakan sebelum melakukan pemotongan. Dengan demikian proses
pemotongannya harus mengikuti persyaratan yang ditentukan oleh sosok gaib bambunya.

Bila persyaratan yang diminta oleh mahluk gaibnya itu tidak dipenuhi, biasanya kegaibannya
kemudian akan hilang, tidak lagi bertuah seperti seharusnya, kegaibannya tidak sempurna. Jadi
walaupun kita memiliki potongan bambunya, dan bambu tersebut juga ada isi gaibnya, tetapi
tidak akan ada kegaibannya, hanya bentuk bambunya saja yang sama, tetapi kegaibannya tidak
ada, hanya akan menjadi potongan bambu biasa saja sama seperti potongan bambu lain yang
tidak bertuah.

Begitu juga bila kita akan membeli sebuah potongan bambu yang katanya bertuah, harus
ditentukan dulu dengan teliti apakah potongan bambunya benar bertuah, apakah sempurna
kegaibannya. Jadi potongan bambunya bukan hanya sekedar ada isi gaibnya, tetapi juga harus
benar bertuah. Kalau tidak, maka mungkin yang kita dapatkan hanya sepotong bambu saja, tapi
tidak mendapatkan tuah apa-apa.

9. Mustika Badar Besi.

Bentuknya seperti campuran batu dan besi. Kebanyakan berwarna hitam. Yang terbaik biasanya
yang berwarna putih seperti baja. Bentuknya batu tetapi keras seperti besi dan menempel pada
magnet. Sesuai tingkat kualitasnya masing-masing, kegunaannya untuk kekuatan pukulan / tahan
pukul dan ada yang berpotensi menjadi jimat kekebalan. Mustika ini memiliki kekuatan gaib
setingkat dengan Mustika Wesi Kuning, tapi ada juga yang kekuatan gaibnya sampai puluhan kali
mustika wesi kuning dan merah delima.

Biasanya ada pantangan bagi si pembawa batu mustika ini, yaitu mustika ini tidak boleh dibawa
berenang atau dibawa masuk ke lubang sumur atau lubang galian atau naik tangga ke tempat
yang tinggi, karena orangnya akan merasa berat seperti menggendong batu besar.

Sekalipun mengandung unsur besi, tetapi tidak semua mustika badar besi sungguh-sungguh
bersifat besi, dan tidak semuanya menempel pada magnet, sehingga disebut batu badar.

Begitu juga yang terjadi pada banyak keris, yang secara fisiknya jelas-jelas logam, tetapi tidak
semuanya menempel pada magnet dan tidak semuanya terdeteksi oleh detektor logam di
bandara, sehingga bisa dibawa ke luar negeri.

Atau emas hasil penarikan dari alam gaib yang tidak sempurna, sehingga hanya menjadi
kuningansari. Bila kuningansari diteliti di laboratorium teknik, apa jenis logamnya tidak jelas.

Ini adalah salah satu keunikan dari benda-benda gaib yang tidak bisa disamakan dengan benda-
benda biasa di dunia manusia.

Ada banyak di dunia manusia sejenis batu yang mengandung unsur besi sehingga menempel di
magnet. Batu-batu jenis itu biasa dipecah dan diasah menjadi batu cincin. Batu-batu jenis itu
memang mengandung unsur aura kekuatan dan juga sering disebut batu badar besi. Tetapi batu-
batu itu tidak tergolong sebagai mustika, hanya batu biasa di dunia manusia yang mengandung
unsur besi.

10. Mustika Rante Babi.

Bentuknya melingkar seperti gelang bulu binatang.

Berguna sebagai jimat keselamatan dan kekebalan.

Mustika ini memiliki kekuatan gaib 30% lebih tinggi dibandingkan Mustika Wesi Kuning.

Mustika ini berisi khodam gaib yang berenergi negatif, yang dapat mengakibatkan orang
pemakainya mengalami gatal-gatal sakit kulit seperti kudis dan kurap. Benda mustika ini harus
dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila bendanya diolesi atau diasapi
bakaran minyak jafaron.

11. Mustika Kelapa.

Batu mustika kelapa didapatkan dari dalam buah kelapa. Bentuknya seperti kentos kelapa
berwarna putih dan keras seperti batu, menempel di daging kelapa di dalam tempurungnya.
Ukurannya sebesar kelereng dengan salah satu bagiannya meruncing. Biasanya ada 2 buah
(sepasang). Biasanya khodamnya juga sepasang suami istri, jadi sebaiknya jangan dipisahkan,
jangan dibagi menjadi dua. Berguna untuk digunakan mempertahankan makanan supaya tidak
basi walaupun sudah berhari-hari.

Ada juga mustika kelapa yang posisinya berada di air kelapanya. Biasanya bentuknya bulat
lonjong. Mustika kelapa biasa warnanya putih.

Mustika kelapa ijo warnanya hijau.

12. Mustika Batu Bambu.

Mustika Batu Bambu adalah sebuah batu yang didapatkan dari dalam batang bambu. Warnanya
putih susu, ada juga yang bercorak seperti batu marmer. Banyak kegunaannya sesuai yang
diinginkan oleh pemiliknya, tetapi kekuatan gaibnya agak lemah.

13. Mustika Ikan.

Mustika ikan didapatkan dari dalam perut atau kepala ikan. Biasanya berwarna putih bening atau
merah.

Biasanya berisi khodam mustika bersosok perempuan muda cantik berpenampilan seperti putri
keraton atau seperti Ibu Ratu Kidul.

Jika didapatkan dengan cara yang benar, yaitu memintanya dengan baik-baik, mustika ini berguna
untuk menangkap ikan, untuk mengundang ikan supaya datang berkumpul, ada juga yang bukan
hanya bisa untuk membantu menangkap ikan, tetapi bisa juga mendatangkan kekayaan.

Tetapi jika didapat dengan cara yang tidak benar, berupa penarikan gaib dengan pemaksaan
(penarikan gaib menggunakan khodam), mustika ini tidak akan memberikan tuah apa-apa,
malah akan membawa celaka kalau dibawa memancing / menangkap ikan. Jika terjadi begitu
berarti kondisinya tidak bisa diperbaiki, nantinya akan lebih banyak akibat negatifnya daripada
positifnya, lebih baik dikembalikan saja ke sungai, dicelupkan saja biar tenggelam sendiri, jangan
dilempar.

14. Mustika Buaya.

Mustika buaya didapatkan dari dalam perut buaya. Biasanya berwarna putih. Kegaibannya untuk
jimat kekuatan pukulan (jimat berkelahi) dan untuk jimat bersenggama.
Sosok gaib mustika buaya berwatak jahat dan tidak baik untuk manusia, mendorong manusia
menjadi berwatak jahat, sok kuasa, sok kuat, sok sakti dan penuh nafsu bersenggama. Anak-anak
yang kemudian dilahirkan pun bisa-bisa adalah keturunan gaib mustika buaya tersebut.

Mustika ini berisi khodam gaib berwatak jelek. Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak
jafaron, karena khodamnya akan pergi bila bendanya diolesi atau diasapi bakaran minyak jafaron.

15. Mustika Ular dan Mustika Naga

Mustika ular didapatkan dari dalam perut atau kepala ular. Biasanya berwarna putih atau merah.

Mustika ini bisa mengundang datangnya ular-ular gaib maupun yang nyata.

Bila kita membawa mustika ini, dimanapun kita berada biasanya banyak ular akan mendatangi
kita, mengira kita adalah induknya.

Menimbang potensi efek buruknya, sebaiknya jangan kita menyimpan mustika ini, apalagi kalau
kita dianggap sudah merebut mustika itu dari mereka.

Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila diolesi
atau diasapi bakaran minyak jafaron.

Mustika naga didapatkan dari dalam perut atau kepala mahluk halus berwujud naga. Biasanya
berwarna merah. Berguna untuk menambah wibawa kekuasaan dan menjauhkan mahluk-mahluk
halus dari sekitar kita.

16. Mustika Telur.

Kadang-kadang manusia mendapati sebuah telur ayam / burung / angsa yang tidak menetas
seperti telur-telur lainnya. Setelah diperiksa, ternyata itu bukanlah telur biasa. Fisiknya memang
mirip dengan telur lainnya, tetapi keras dan berat seperti batu. Itulah Telur Mustika. Berguna
untuk kerejekian, penglaris dagangan, dan perkembangan peternakan burung / ayam. Bila anda
memilikinya, simpanlah di dalam kantung kain katun putih atau kendil kecil yang diberi sejumput
beras di dalamnya di tempat usaha anda. Gantilah beras tersebut sebulan sekali.

Ada juga orang mendapati sebuah batu mustika berwarna bening seperti batu es, menempel di
dalam tembolok ayam yang disembelih. Batu itu berguna untuk kerejekian / penglaris dagangan.

Jenis mustika lain yang berfungsi sebagai penglaris dagangan adalah Mustika Beras. Bentuknya
kecil seperti kedelai dan berwarna bening (atau berkabut putih di dalamnya). Pemeliharaannya
sama dengan mustika telur.

17. Mustika 'Untu Bledeg'.


Mustika Untu Bledeg atau gigi petir didapatkan setelah terjadinya petir yang menyambar sebuah
pohon. Biasanya menancap di pohon tersebut atau tergeletak di dekatnya. Bentuknya seperti gigi
taring dengan salah satu bagiannya meruncing. Berguna untuk penyembuhan berbagai macam
penyakit.

(Baca juga : Jin Udara).

Ada juga yang berbentuk gulungan rumput kering (suket). Biasanya didapati di sekitar orang yang
tersambar petir di sawah. Gunanya untuk diusapkan ke seluruh tubuh orang yang tersambar petir
dan biasanya orang tersebut akan selamat dan berangsur-angsur sehat kembali.

18. Batara Karang dan Jenglot.

Batara Karang dan Jenglot adalah jasad manusia yang dahulu semasa hidupnya memiliki ilmu
kebal, yang setelah kematiannya jasadnya itu tidak mengalami pembusukan seperti jasad manusia
pada umumnya. Rohnya sendiri terkunci di dalamnya tidak dapat keluar dari jasadnya. Dengan
kondisi seperti itu, jasad itu memiliki energi kehidupan di dalamnya dan tidak membusuk, mirip
seperti mumi. Setelah beratus-ratus tahun kemudian jasad tersebut menyusut, mengecil, tetapi
karena adanya energi kehidupan di dalamnya, ada bagian-bagian tubuh jasad tersebut yang tetap
tumbuh, seperti bagian kuku dan rambut.

Batara Karang dan Jenglot menyukai darah manusia untuk menyegarkan energi kehidupan
fisiknya, dan yang sudah sering diberi minum darah maka gigi taringnya akan tumbuh memanjang
seperti drakula.

Umumnya Batara Karang dan Jenglot yang dikenal manusia panjangnya sekitar sejengkal tangan
orang dewasa. Tetapi Penulis pernah mendapati (di alam gaib) Batara Karang seperti bayi yang
panjangnya 3/4 meter, mungkin umurnya belum terlalu tua.

Di dalam tubuh Batara Karang dan Jenglot ada roh manusia yang terkunci di dalamnya, sehingga
roh tersebut berwatak seperti orang stress / depresi dan karenanya dapat berkecenderungan
jahat. Dan kebutuhannya akan darah membuatnya akan melakukan apa saja asalkan darah itu
diberikan.

Sekalipun rohnya terkunci di dalam jasadnya, tetapi roh tersebut dapat memancarkan kekuatan
energi gaibnya keluar tubuhnya, sehingga orang yang membawanya bisa kebal senjata tajam /
pukulan dan memiliki kekuatan tubuh dan pukulan seperti orang sakti. Bahkan dengan pancaran
energinya Batara Karang dan Jenglot dapat membunuh manusia. Pancaran energinya bisa
menghipnotis, menyebabkan manusia terpaku kehilangan kesadaran atau mengamuk seperti
orang kesurupan. Pancaran energinya juga bisa memanipulasi pikiran manusia, membuat manusia
merasa bisa melihat / berkomunikasi dengan roh / khodam Batara Karang / Jenglot di luar
tubuhnya seperti halnya terhadap roh lain, padahal itu hanya halusinasi saja.

Batara Karang dan Jenglot sulit dibedakan secara fisik, karena terutama yang membedakannya
adalah perwatakan dari roh yang ada di dalamnya.
Batara Karang berwatak tidak berkecenderungan jahat, tetapi bukan juga berarti berwatak baik.

Bila tidak diberi darah manusia, dia mau juga diberi darah ayam (yang masih segar).

Batara Karang tidak menuntut untuk selalu diberi minum darah. Tetapi bila diperintah untuk
melakukan suatu perbuatan gaib, maka dia akan menuntut diberikan darah sebagai upahnya.

Jenglot berwatak jahat. Walaupun tidak diperintah untuk melakukan suatu perbuatan, Jenglot
menuntut untuk selalu diberi minum darah. Apalagi bila diperintahkan untuk melakukan suatu
perbuatan tertentu, maka pemberian darah itu wajib untuk diberikan kepadanya.

Jenglot hanya mau diberi darah manusia. Jika darah manusia tidak diberikan, dia dapat menghisap
aura / energi darah manusia pembawanya atau manusia lain dengan sorot matanya dan
membunuhnya. Itulah sebabnya si pemilik jenglot akan selalu menutup mata Jenglotnya dengan
kain yang tidak tembus pandang.

Kebanyakan Batara Karang memiliki kekuatan gaib setingkat dengan mustika wesi kuning, atau
lebih sedikit, tetapi Jenglot dapat memiliki kekuatan gaib sampai 3 kali kekuatan gaib mustika
wesi kuning.

Batara Karang dan Jenglot sebenarnya tidak tergolong sebagai mustika. Tulisan ini ditujukan
hanya untuk menambah pengetahuan saja, karena banyak cerita di masyarakat tentang
keberadaan Batara Karang dan Jenglot yang dipelihara oleh seseorang dan dimuliakan. Walaupun
tidak selalu, tetapi seringkali kepemilikan Batara Karang dan Jenglot dimanfaatkan untuk tujuan
perbuatan gaib yang tidak baik menurut norma umum di masyarakat, misalnya untuk teluh dan
santet, guna-guna, secara gaib mengambil uang milik orang lain, mendatangkan uang gaib,
pesugihan, dsb.

Menimbang efek buruknya, dan menimbang asal-usul Batara Karang dan Jenglot yang adalah
jasad manusia, sebaiknya manusia tidak memeliharanya. Sebaiknya dimakamkan saja dengan baik
dan pantas seperti layaknya jasad orang yang sudah meninggal.

19. Batu-batu Mustika Lain dan Batu Fosil Mustika.

Batu fosil tercipta secara alami dari proses alam. Batu fosil adalah fosil dari mahluk hidup atau
bagian-bagian tubuhnya, yang telah membatu. Contohnya adalah fosil kayu, fosil binatang, fosil
buah-buahan, dsb. Sebagian daripadanya merupakan batu bertuah dan tergolong sebagai
mustika.

Fosil kayu biasanya dijadikan batu cincin atau kalung atau dijadikan suiseki bila bentuknya besar.

Fosil kayu kelor mempunyai kegaiban yang sama dengan daun kelor, memancarkan suatu aura
energi yang dalam jarak 2 meter akan dirasakan panas oleh mahluk halus, terutama terhadap
jenis-jenis mahluk halus tingkat rendah (bangsa dedemit dan mahluk halus lain yang kesaktiannya
rendah). Jenis gaib dari sukma manusia tidak terpengaruh oleh fosil kelor ini.
Kegaiban fosil kayu kelor bersifat alami. Batu fosil ini memancarkan energi yang dalam jarak 2
meter akan menolak mahluk halus jenis kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya dan bangsa
jin kelas rendah, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilihnya, jangan sampai membeli batu fosil
biasa yang hanya mirip dengan fosil kayu kelor. Cara membedakannya adalah kalau dipegang akan
terasa ada setruman halus di tangan kita dan pada jarak beberapa centimeter dari bendanya akan
ada terasa hawa hangat / panas.

Di pasar batu akik Rawa Bening, Jakarta, biasanya ada dijual murah hanya dengan harga Rp.
20.000,- tidak sampai 100.000 rupiah.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan sebagai penjagaan gaib di rumah dan untuk melindungi
anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak, juga cocok untuk
digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakit karena ketempelan atau kesambet mahluk
halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu sosok gaib tersebut akan terusir pergi.

Batu fosil kayu kelor biasanya tidak berisi sesosok gaib di dalamnya (tidak berkhodam), tetapi jika
ada batu fosil kayu kelor yang berpenghuni sesosok mahluk halus di dalamnya, mahluk halus itu
akan menambah kuat kegaiban fosil kayu kelor itu.

Fosil binatang dapat berupa bagian-bagian tertentu dari tubuh binatang atau dapat juga
keseluruhan tubuh binatang yang telah membatu, seperti fosil ikan atau mustika keong buntet
dan kul buntet.

Fosil buah-buahan biasanya memberikan tuah yang sangat baik untuk kerejekian penglaris
dagangan.

Fosil buah-buahan ini berbentuk seperti buah aslinya, tetapi yang tuahnya paling baik biasanya
adalah yang bentuknya pecah-pecah seperti buah yang merekah karena sudah terlalu matang dan
sudah mulai membusuk dan batunya tua, tidak muda. Fosil buah-buahan yang bentuknya pecah-
pecah seringkali tidak tampak seperti fosil buah-buahan, tetapi dari sisi kegaibannya bisa
diketahui sifatnya yang sama dengan fosil buah.

Fosil buah-buahan seperti jahe, biasanya berguna untuk pengobatan.

Yang membedakan batu fosil biasa dengan batu fosil yang merupakan sebuah mustika adalah
unsur kegaibannya. Bila batu fosil itu tidak memiliki kegaiban tertentu, maka itu hanyalah batu
fosil biasa saja, bukan sebuah mustika. Dan sekalipun sebuah batu fosil berisi sesosok gaib yang
berdiam di dalamnya, bila tidak memberikan tuah tertentu seperti layaknya sebuah mustika,
maka batu itu tidak tergolong sebagai batu mustika, tetapi hanya batu fosil biasa yang di
dalamnya ada berpenghuni gaib.

Ada juga jenis-jenis batu lain yang tidak termasuk fosil, tetapi memiliki kegaiban dan fisiknya
terbentuk oleh alam, sehingga digolongkan sebagai jenis mustika. Contohnya :

- Batu Tahi Ayam, bentuknya mirip seperti tahi ayam, bagian bawahnya datar dan melingkar
mengerucut
ke atas. Biasanya berwarna putih. Berguna untuk pengobatan. Tetapi tidak semuanya jenis batu
ini bertuah, karena ada yang batunya masih sangat muda, sehingga tidak dihuni sesosok gaib di
dalamnya dan juga tidak bertuah.

- Batu Kodok, bentuknya kecil mirip hewan kodok. Tuahnya untuk pengobatan dan penawar
racun.

20. Batu Mulia dan Akik dari alam gaib.

Di alam gaib ada banyak sekali mustika yang bentuknya serupa dengan batu permata dan batu
akik di alam nyata manusia, seperti batu berlian, batu giok, biduri bulan, safir, jamrud, tapak jalak,
kendit, dsb. Batu-batu tersebut memberikan tuah seperti batu sejenisnya di alam manusia, tetapi
kekuatan tuahnya bisa puluhan atau ratusan kali lipat dibanding batu sejenisnya di alam manusia
karena kegaiban mahluk gaib (khodam) di dalamnya. Perwatakan mahluk gaib di dalamnya dan
tuah / karisma yang berasal daripadanya sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya.

Ada beberapa jenis batu mustika dari alam gaib, selain batu mustika merah delima, yang bila
dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna.

Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah
warna menjadi biru. Kegunaannya untuk pengasihan, membersihkan aura tubuh dan wajah dan
menyelaraskan aura tubuh supaya menjadi positif, dan untuk pengobatan sakit ringan.

Ada juga batu-batu mustika yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah menjadi
2 warna, 3 warna, atau 5 warna (panca warna).

Ada batu berlian mustika yang bila terkena sinar / cahaya akan memantulkan warni-warni cahaya
yang indah dan mencolok mata, lebih daripada batu berlian biasa, apalagi bila dicelupkan ke
dalam air, maka airnya akan memancarkan cahaya warna-warni yang indah sekali dipandang
mata. Kegunaannya untuk menaikkan kharisma dan membersihkan pancaran aura tubuh dan
wajah. Hasilnya akan luar biasa sekali bila mustika berlian ini dijadikan susuk di wajah.

Ada juga emas mustika, biasanya berbentuk bola-bola kecil seperti bola pingpong atau seperti
telur burung / ayam, yang bila sempurna diwujudkan ke alam manusia, mustika emas itu akan
memancarkan cahaya berwarna kuning yang indah dipandang mata, berbeda dengan emas-emas
lain yang biasa saja.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu
Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan untuk mencaritahu apakah benda-benda
milik anda berpenghuni gaib di dalamnya, apakah termasuk sebagai batu akik ataukah mustika,
untuk mencaritahu sifat-sifat perwatakan gaibnya, untuk mencaritahu kecocokkannya dengan
anda, apa tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, dan
pantangannya, jika ada, dsb. Karakteristik mahluk halus khodam mustika apakah dari golongan
hitam dan yang berenergi negatif terhadap manusia dapat dibaca di : Penggolongan Mahluk
Halus.

Semua benda gaib yang kegaibannya berasal dari sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya
(khodam), terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa,
kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta
menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna,
pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang
penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif atau untuk
pembersihan gaib, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu
melariskan dagangan, dsb.

Kelebihan sebuah mustika dibandingkan dengan benda-benda gaib alami lain adalah pada kualitas
tuahnya. Kebanyakan mustika mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah
alami dari batu akik berkhodam, tetapi kekuatan tuahnya belum tentu lebih baik. Umumnya
kekuatan tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dikantongi.

Misalnya sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang. Biasanya tuah mustika itu
bagus untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya
laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan
orangnya aktif turun tangan berdagang.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya
ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup
bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau
tokonya besar dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan
toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya
tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya hanya diserahkan kepada
para pekerjanya.

Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik
menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa
jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan
gaibnya lebih kuat daripada kekuatan gaib sebuah mustika penglarisan, sehingga cukup bagus jika
dijadikan penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau si penjual bendanya) untuk
mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai
penglaris toko.

Begitu juga sebuah mustika atau benda gaib yang untuk kekebalan, tuahnya hanya cukup untuk si
pembawa bendanya saja dan bisa menyelamatkannya dalam musibah kecelakaan mobil, tetapi
tuah itu bukan untuk semua orang yang satu mobil dengannya. Tetapi tuah kekebalan itu mungkin
bisa juga dinikmati oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya
berniat menyelamatkan mereka semua.

Untuk menambah pemahaman mengenai khodam, kekuatannya dan tuahnya, silakan dibaca
tulisan-tulisan yang berjudul :
- Sifat Kesaktian Mustika

- Kesaktian Mahluk Halus

- Khodam dan Kualitas Tuah

- Khodam dan Kekuatan Tuah

Jenis-jenis mustika di atas adalah yang biasa dikenal orang dan kegunaan / manfaat tuah yang
disebutkan juga adalah manfaat yang asli dari benda-benda tersebut, tetapi di dunia keilmuan
gaib tuah masing-masing benda gaib tersebut dapat diubah atau ditambahkan fungsinya,
tergantung kemampuan masing-masing orang dalam mengsugesti kemampuan gaib benda-benda
tersebut.

Jika anda mempunyai sebuah benda gaib atau mustika yang sudah secara alami memberikan
tuahnya dengan baik, dan kualitas tuahnya bagus, sebaiknya jangan dibacakan amalan gaib, dan
jangan diperintahkan untuk memberikan fungsi lain selain fungsi aslinya, baik dengan cara sambat
maupun dengan amalan gaib, supaya kegaibannya tidak berubah karena mengikuti sugesti anda,
dan supaya kualitas tuahnya tidak luntur / memudar.

Mewirid atau membacakan amalan gaib biasanya baik untuk mempertajam / menaikkan kekuatan
dan kualitas tuah benda gaib, tetapi jika itu adalah sebuah mustika, maka nantinya mustika itu
akan bekerja mengikuti isi amalan gaibnya, yang nantinya harus selalu dibacakan / diwirid amalan
gaibnya supaya kegaibannya tidak melemah memudar.

Sebuah mustika yang sudah baik memancarkan aura pengasihan, jangan dibacakan amalan gaib
untuk pengasihan, dan jangan disugestikan untuk fungsi lain, misalnya untuk pelet atau untuk
penglaris dagangan. Biarkan saja khodamnya bekerja sesuai aslinya.

Benda-benda gaib yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan
disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, misalnya untuk pembersihan gaib, supaya tuah
kekebalannya tidak berubah / luntur.

Pemberian sugesti, baik dengan cara sambat ataupun mewirid amalan gaib, lebih diutamakan
untuk benda-benda gaib yang lemah tuahnya, atau untuk benda-benda gaib isian, atau untuk
mustika yang kegaibannya tidak sempurna, supaya tuahnya menjadi lebih kuat dan le

Benda-benda tertentu yang digolongkan sebagai Mustika, adalah benda-benda gaib asli dan alami
yang secara fisik tidak boleh diasah, diubah atau dimodifikasi bentuknya, karena bila itu dilakukan
maka (dikhawatirkan) kegaiban dari benda itu akan hilang atau luntur. Sebuah batu yang
tergolong mustika, misalnya batu anti cukur, tidak boleh diasah untuk diperkecil bentuknya dan
tidak boleh digosok walaupun maksudnya untuk menjadikannya lebih mengkilat. Bila itu
dilakukan, dikhawatirkan kemampuan batu itu untuk menjadikan anti cukur menjadi luntur (tidak
anti cukur lagi).

Yang tergolong sebagai mustika adalah benda-benda yang dapat diketahui nilai kegaibannya
(walaupun seringkali hanya bisa diketahui secara kebatinan), kegaibannya kuat, bentuknya
terbentuk asli dari alam, bukan dibentuk oleh manusia, dan isi gaibnya asli dari mustikanya, bukan
gaib gantian ataupun "isian". Benda-benda mustika ini ada yang ditemukan di alam nyata
manusia, tetapi lebih banyak yang diperoleh dari alam gaib (melalui penarikan gaib).

Menurut pengetahuan Penulis, benda mustika yang terbaik kegaibannya adalah yang asli
diperoleh dari alam gaib. Mustika dari alam gaib ini lebih banyak yang diperoleh dari hasil
penarikan gaib. Tetapi ada juga mustika dari alam gaib ini yang diperoleh tanpa disengaja,
misalnya ada mustika yang datang sendiri atau menampakkan diri kepada seseorang untuk
diambilnya, karena merasa cocok atau sudah waktunya dia mengikut kepada seseorang.

Mustika adalah benda-benda yang sarat dengan muatan gaib, karena itu secara alami benda-
benda mustika lebih banyak berada di alam gaib daripada di alam nyata manusia. Umumnya
energi gaib dari khodam di dalam sebuah mustika mengisi dan menyatu dengan bendanya,
sehingga sebuah batu mustika akan terasa sekali setrumannya di tangan jika sengaja dirasakan.
Khodamnya menyatu dengan mustikanya, sehingga tuah dari sebuah mustika lebih terasa
daripada tuah benda-benda alami lain. Itu berbeda dengan jenis batu akik yang walaupun batunya
juga berkhodam, biasanya setruman energinya tidak begitu terasa dan tuahnya tidak lebih baik
daripada sebuah mustika.

Kegaiban mustika itulah yang menyebabkannya banyak diinginkan orang. Sebuah mustika yang
kegaibannya sempurna, kegaibannya itu akan bisa dirasakan langsung oleh pemiliknya. Misalnya
yang kegunaannya untuk kekuatan, keselamatan dan kekebalan, maka kegaibannya itu bisa
ditunjukkannya dengan menjadikan manusia pembawanya tahan menerima pukulan, menjadi
kebal tidak mempan dibacok, kebal terhadap tusukan senjata tajam, rambutnya tidak dapat
dicukur, tahan panasnya api dan tidak akan terbakar. Kekuatan kegaiban itulah yang
menjadikannya sebuah mustika yang berbeda dengan benda-benda serupa di dunia manusia.
Walaupun ada benda-benda mustika ini yang ditemukan di alam nyata manusia, tetapi lebih
banyak lagi yang berada di alam gaib.

Khodam dari sebuah mustika (yang asli alam), umumnya bukan bangsa jin. Khodamnya adalah
jenis tersendiri.

Tapi ada juga mustika yang khodamnya adalah bangsa jin.

Mustika yang sejenis biasanya khodamnya juga dari jenis yang sama (wujud sosoknya saja yang
berbeda-beda). Mustika yang berbeda, khodamnya juga dari jenis yang berbeda.

Khodam dari berbagai mustika wesi kuning umumnya sejenis.

Khodam dari banyak mustika merah delima umumnya juga sejenis.

Tetapi khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika merah delima.

Khodam mustika keong buntet, kul buntet dan batu puser bumi biasanya adalah bangsa jin dari
golongan putih.

Selain yang diperoleh dari alam gaib, ada juga mustika yang diperoleh dari alam nyata (alam
manusia), karena di alam manusia pun banyak benda-benda yang serupa dengan benda-benda
mustika di alam gaib. Tetapi mustika dari alam manusia ini kualitas kegaibannya adalah kelas 2
dan seringkali kualitas kegaibannya tidak dapat ditunjukkan dengan nyata, seperti yang bisa
ditunjukkan oleh mustika dari alam gaib. Karena itu, yang terbaik adalah mustika yang didapat
dari alam gaib, yang hasil penarikannya sempurna.

Mustika dari alam gaib, yang didapat dari hasil penarikan gaib, akan benar menjadi sebuah
mustika dengan syarat hasil penarikannya sempurna (kalau tidak sempurna maka kegaibannya
sulit untuk dapat ditunjukkan). Biasanya proses penarikan dari alam gaib dilakukan dalam 2
tahapan. Tahap pertama adalah menarik / memindahkan benda gaibnya dari tempatnya semula
ke tempat kita. Tahap ke 2 adalah proses menghadirkan / mewujudkan benda gaibnya ke alam
nyata manusia dan menyempurnakan kegaiban benda gaib tersebut supaya 'mapan' di tempatnya
dan berfungsi dengan semestinya.

Misalnya hasil penarikan batu mustika merah delima. Bila penarikannya sempurna, maka
kegaibannya akan dapat ditunjukkan, seperti bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan
berubah warna menjadi merah, bila digenggam, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tidak
mempan dicukur, tahan panasnya api dan rambut pun tidak terbakar, dsb. Bila penarikannya tidak
sempurna, maka batu itu tidak dapat digolongkan sebagai batu mustika, karena tidak dapat
menunjukkan kegaibannya seperti tersebut di atas, dan batunya sendiri hanya akan mirip dengan
batu merah siam biasa. Bila ini yang terjadi maka batu tersebut harus diproses lagi untuk
disempurnakan kegaibannya.

Ketidak-sempurnaan mustika hasil penarikan gaib seringkali terjadi karena dalam proses
penarikan itu digunakan jasa khodam gaib tertentu untuk menarik dan mewujudkan bendanya ke
dunia manusia. Dengan cara ini biasanya akan terjadi "pemaksaan", yaitu dengan kekuatan
gaibnya yang lebih besar khodam tersebut memaksa benda mustikanya untuk wujud di dunia
manusia, sehingga menjadikan khodam mustikanya sakit hati, ngambek dan tidak mau
menyatukan dirinya dengan si manusia dan tidak mau memberikan tuahnya / keistimewaannya.

Yang sering terjadi adalah, walaupun bendanya berhasil mewujud, tetapi tidak dengan
kegaibannya, sehingga terpaksa harus disempurnakan lagi kegaibannya. Itu juga kalau si pelaku
penarikan gaib bisa menyempurnakan kegaibannya.

Pada banyak kasus penarikan gaib, benda gaibnya malah kosong, khodamnya tidak ikut serta di
dalam benda gaibnya, sehingga sosok halus yang kemudian datang dan masuk menghuni benda
gaib tarikan itu bukan khodam aslinya. Bila itu terjadi, maka khodamnya harus dipanggil lagi untuk
kembali tinggal di dalam bendanya. Tetapi walaupun kemudian khodamnya sudah kembali,
biasanya kegaiban benda itu sulit sekali untuk disempurnakan.

Cara yang terbaik dalam melakukan penarikan gaib adalah dengan mengsugesti khodam benda
gaibnya sendiri untuk mewujudkan bendanya (dengan amalan gaib) dan memenuhi sesajinya
sesuai persyaratan khodam benda gaibnya. Jika ini dilakukan, biasanya benda gaibnya akan
mewujud dengan kegaiban yang sempurna.

Dalam tulisan berjudul Pusaka & Mustika di Alam Gaib, Penulis menceritakan keberadaan benda-
benda gaib di alam gaib.
Masing-masing mustika, walaupun sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan kegaibannya sama,
masing-masing ada kelasnya sendiri-sendiri, tergantung pada kekuatan gaib dan perwatakan
masing-masing khodam gaib di dalamnya (bisa dicaritahu dengan cara seperti menayuh keris).
Karena itu walaupun mustikanya sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan tuahnya sama,
tergantung masing-masing sosok gaib di dalamnya.

Masing-masing benda gaib, baik mustika, batu akik ataupun pusaka dan benda-benda jimat isian,
mempunyai karakteristik kegaiban sendiri-sendiri dan antar jenis yang berbeda satu dengan
lainnya tidak dapat diperbandingkan karena karakteristik kegaibannya berbeda.

Ada benda-benda gaib yang kegaibannya murni bersifat gaib, yang tuahnya hanya bisa dirasakan
pengaruhnya dengan rasa / batin, misalnya yang tuahnya untuk penjagaan gaib, kewibawaan,
kerejekian, pengasihan, dsb.

Ada benda-benda gaib yang kegaibannya bisa dirasakan secara fisik, yang tuahnya bukan hanya
bisa dirasakan pengaruhnya dengan rasa / batin, tetapi juga terasa pengaruhnya secara fisik,
misalnya yang tuahnya untuk kekuatan, kekebalan, pengobatan, dsb.

Masing-masing sifat tuah di atas sesuai dengan karakter sosok khodamnya.

Benda-benda gaib yang tuahnya bisa dirasakan secara fisik biasanya adalah yang paling banyak
diinginkan orang, karena secara umum orang lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung
dirasakan pengaruhnya, bisa dibuktikan keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu
harganya biasanya mahal sekali.

Kegaiban sebuah mustika sebagai jimat keselamatan fisik hanya akan didapatkan jika benda
tersebut dapat memberikan tuah kekebalan tubuh, yang bila bendanya digenggam atau
dikantongi, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tidak mempan dicukur, tahan panasnya api
dan rambut pun tidak terbakar, selamat dalam kecelakaan, dsb. Kekuatan gaib sebuah mustika
sampai bisa menjadikan seseorang kebal seperti itu adalah patokan standar nilai ukuran kualitas
sebuah jimat keselamatan.

Tetapi kekuatan gaib khodam benda yang bisa untuk kekebalan belum tentu lebih tinggi dari
kekuatan khodam benda lain yang tidak bisa untuk kekebalan. Begitu juga sebaliknya, sesosok
khodam yang sakti benda gaibnya belum tentu bisa untuk kekebalan. Mengenai itu Penulis
menuliskannya dalam tulisan Kesaktian Mustika.

Selain ditentukan oleh sifat alami benda gaibnya dan kesempurnaan pemrosesan penarikan
gaibnya, kemampuan gaib jimat kekebalan juga ditentukan oleh perwatakan sosok gaibnya yang
berwatak keras dan menonjolkan kekuatan / kegagahan. Walaupun khodam gaibnya berkesaktian
tinggi, tetapi jika sosok gaibnya tidak berwatak keras, tidak menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, benda tersebut seringkali tidak dapat menjadi jimat kekebalan, hanya akan berguna
untuk menambah kekuatan tubuh / pukulan, menambah wibawa, dsb, atau untuk penjagaan gaib
saja.

Walaupun ada banyak benda-benda gaib yang sering disebutkan bisa bertuah untuk kekebalan,
tetapi benda-benda tersebut yang dimiliki oleh manusia kebanyakan tidak bisa untuk kekebalan,
tidak bisa dibuktikan / dites keampuhannya sebagai jimat kekebalan. Penyebabnya sudah
disebutkan di atas. Selain itu, kegaiban sebuah benda gaib juga tergantung pada kekuatan sugesti
(keyakinan) si manusia pemakainya.

Khodam dari sebuah mustika biasanya tetap berdiam di dalam mustikanya, tidak menjadi khodam
pendamping, sehingga untuk mendapatkan tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa. Jika
ada sebuah mustika yang dikatakan bertuah penjagaan gaib, umumnya mustika itu tidak sungguh-
sungguh bertuah penjagaan gaib, umumnya hanya memberikan tuah kekuatan badan dan
ketahanan tubuh terhadap serangan gaib, khodamnya pasif, tidak aktif seperti benda-benda gaib
yang khodamnya menjadi khodam pendamping.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan
berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan untuk mengetahui apakah
benda-benda gaib milik anda tergolong sebagai mustika, sifat-sifat karakter gaibnya,
kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, pantangan dalam penggunaannya,
persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.

Beberapa contoh jenis Mustika :

1. Mustika Merah Delima.

Batu Mustika Merah Delima memiliki banyak kegunaan dan keistimewaan yang menjadikannya
mustika yang paling diinginkan orang dan harga maharnya mahal sekali (milyaran rupiah). Batu
mustika ini berisi jenis gaib yang istimewa pula, yaitu sosok gaibnya berkarakter seperti seorang
resi yang mandito, artinya sosok gaibnya berwatak baik, tidak meminta sesaji dan juga tidak mau
diberi sesaji. Tetapi batu mustika ini juga mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam
memilih orang pemiliknya, tidak suka dites-tes dan tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan
keampuhannya kepada orang lain, dan batunya dapat pergi menghilang atau luntur kegaibannya
bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang ia tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika
harus berhati-hati jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya
hilang atau menjadi tidak berfungsi dan jangan terlalu sering mengetes mustikanya seolah-olah
tidak yakin dengan keampuhannya dan jangan mem-pamerkan atau mempertontonkan
keampuhannya.

Keistimewaan yang bisa ditunjukkan mustika merah delima antara lain :

- Bila digenggam, maka orangnya akan kebal senjata tajam, tahan panasnya api dan rambutnya
pun

tidak akan terbakar.

- Bila dicelupkan ke dalam air bening, maka airnya akan berubah warna menjadi merah (airnya
berubah warna menjadi merah, bukan batunya yang menyala di dalam air).

- Bila air rendamannya diminum akan menyebabkan orangnya menjadi kebal, tidak mempan
dibacok,
rambutnya tidak mempan dicukur, tetapi biasanya keajaiban tersebut hanya berlaku sampai saat

orang tersebut buang air.

- Air rendamannya juga dapat diminum atau dibasuhkan untuk tujuan pengobatan.

Umumnya khodam dari banyak mustika merah delima adalah dari jenis yang sama, yaitu dari jenis
khodam mustika merah delima (bukan bangsa jin), tetapi wujud sosoknya bisa bermacam-macam,
tidak selalu sama. Ada yang seperti seorang ksatria muda laki-laki atau perempuan, ada yang
seperti ibu-ibu, ada yang seperti kakek-kakek, ada juga yang seperti anak-anak. Walaupun
sosoknya berbeda-beda, tetapi mereka dari jenis gaib yang sama. Selain itu ada juga sebutir batu
mustika merah delima yang isi gaibnya sepasang (isi gaibnya ada 2, biasanya suami-istri).

Secara umum sebuah batu Mustika Merah Delima mempunyai kekuatan 9 kali lipat kekuatan gaib
Mustika Wesi Kuning.

Kekuatan gaib Mustika Merah Delima terbagi dalam 3 kelas :

Kualitas kelas 1 (terbaik) adalah yang batunya berwarna merah (seperti merah fanta).

Kualitas kelas 2 adalah yang berwarna merah keunguan, kekuatan gaibnya 90% yang merah fanta.

Kualitas kelas 3 adalah yang berwarna merah jambu atau merah jambu keunguan, kekuatan
gaibnya 75% yang merah fanta.

Bentuk batu mustika merah delima ada yang bulat, ada yang bulat lonjong, ada yang setengah
bola seperti batu cincin (bagian bawahnya datar), ada juga yang seperti biji jeruk (ada bagian yang
meruncing). Kebanyakan bentuknya kecil-kecil, paling besar sebesar biji jeruk atau biji kedelai.
Tetapi ada juga, walaupun sedikit sekali jumlahnya, yang bentuknya sebesar kelereng dan sebesar
bola pingpong.

Batu mustika merah delima yang dari pulau Jawa umumnya seperti batu merah siam, tidak ada
ster-nya, tapi yang dari pulau Bali dan Nusa Tenggara kebanyakan batunya ada ster-nya (ada sinar
garis putih bersilangan bila terkena cahaya seperti batu american star).

Umumnya batu mustika merah delima bentuk fisiknya keras menyerupai batu cincin pada
umumnya. Namun ada juga, walaupun jumlahnya tidak banyak, yang bentuk fisiknya lembek
seperti karet, tetapi bila dijatuhkan di atas kaca atau lantai akan berbunyi "tek" seperti batu
keras. Kekuatan kegaibannya sedikit di bawah mustika merah delima yang bentuknya keras.

Dalam kondisi aslinya di alam gaib batu mustika merah delima ada yang hanya 1 (sendiri), ada
yang sepasang. Bila aslinya sepasang, sebaiknya jangan dipisahkan, jangan dibagi menjadi 2.

Untuk jenis mustika merah delima yang sama, yang batunya sepasang kekuatannya bisa 110% -
125% dari kekuatan mustika merah delima yang sendiri, tetapi jika yang sepasang itu dipisah,
maka masing-masing batunya kekuatannya hanya 75% dari mustika merah delima yang sendiri.
Ada juga yang kondisi aslinya memiliki cupu, rumahnya, berbentuk batu atau kepompong.
Sebaiknya rumahnya juga jangan dipisahkan. Dalam kondisi aslinya, tidak semua mustika merah
delima memiliki cupu. Sebagian besar tidak bercupu. Mustika merah delima yang sejenis, yang
bercupu atau pun yang tidak bercupu, kekuatannya sama.

Untuk jenis mustika merah delima yang sama, yang bentuknya besar seperti kelereng atau bola
pingpong kekuatan gaibnya bisa 1,5 - 2,5 kalinya yang bentuk fisiknya kecil-kecil.

Umumnya batu mustika merah delima akan memancarkan hawa dingin seperti uap es ketika
digenggam, terutama saat pertamanya di dunia manusia (tetapi ada juga yang hawanya hangat).
Hawa dingin batu itu ada yang bertahan dalam jangka panjang, ada juga yang kemudian memudar
(tidak dingin lagi) karena penyesuaiannya dengan lingkungan.

Banyak orang mengukur kekuatan gaib mustika merah delima dari banyaknya jumlah gelas berisi
air yang berubah warna menjadi merah ketika disusun sejajar segaris dengan gelas yang berisi
batu mustika merah delima di dalamnya, ada yang memerahkan 7 gelas, ada yang 15 gelas, 20
gelas, dsb.

Menurut hemat Penulis pandangan di atas tidaklah tepat. Banyaknya jumlah air di gelas yang ikut
berubah warna tidaklah menjadi ukuran kekuatan gaib dari mustika merah delima, karena itu
hanyalah merupakan pancaran aura energi dari karakter khodam gaibnya yang berwatak keras
ataukah berwatak halus (kalem).

Yang berwatak keras secara alami getaran / setrumannya akan lebih keras terasa dan pancaran
energinya lebih luas dibandingkan yang berwatak halus (yang berwatak keras akan memerahkan
gelas air lebih banyak daripada yang berwatak halus). Tetapi baik yang berwatak keras maupun
yang berwatak halus secara rata-rata kekuatan gaibnya hampir sama. Pembedaan tingkatan /
kualitas kekuatan gaibnya lebih banyak ditunjukkan dari warna batunya seperti yang sudah
disebutkan di atas.

Untuk memperbandingkan batas kekuatan gaib masing-masing batu mustika merah delima, kita
harus membuatnya "bekerja". Misalnya, bila setelah mengsejajarkan gelas-gelas berisi air, sebuah
batu mustika merah delima hanya memerahkan 7 gelas, jika kemudian batu itu kita berikan
sugesti / perintah : "merahkan semua air di gelas-gelas itu ! ", maka semua air di gelas-gelas itu
akan menjadi merah semua, bisa 10, bisa 20, bisa 50 gelas, bisa juga 100 gelas.

Begitu juga bila batu merah delima itu kita celupkan ke dalam air danau, air danau yang berubah
menjadi merah hanya dalam radius 5 - 15 meter. Tetapi bila kita berikan sugesti / perintah
: "merahkan semua air di danau ini ! ", maka semua air di danau yang luas itu akan menjadi
merah.

Jadi, untuk mengukur kekuatan gaib sebuah batu mustika merah delima haruslah dengan
membuatnya "bekerja" seperti contoh di atas. Setelah "bekerja" seperti itu barulah kita tahu
batas kemampuan gaib masing-masing batu merah delima untuk diperbandingkan.

Ada mustika lain yang kegaibannya mirip dengan batu mustika merah delima, yaitu yang sering
disebut dengan Batu Rubah. Batu Rubah mempunyai kegaiban yang sama dengan mustika merah
delima. Perbedaannya adalah bila dicelupkan ke dalam air bening, maka airnya akan berubah
warna menjadi merah, dan airnya akan kembali menjadi bening lagi setelah batu itu dikeluarkan
dari airnya. Jadi airnya akan berubah warna hanya ketika batu itu dicelupkan ke dalamnya.
Sedangkan mustika merah delima, airnya akan tetap berwarna merah, walaupun batunya sudah
dikeluarkan dari dalam airnya (atau airnya menjadi bening kembali, tetapi perlahan-lahan, tidak
seketika). Fungsi Batu Rubah sama dengan mustika merah delima.

Ada juga mustika lain, yaitu batu mustika delima, yang didapatkan dari dalam buah delima.
Fisiknya mengikuti bentuk dan warna biji buah delimanya (berwarna putih atau merah jambu).
Bila dicelupkan ke dalam air, airnya juga akan berubah warna. Berguna untuk pengasihan dan
rejeki / dagang.

2. Mustika Keong Buntet.

Bentuknya menyerupai fosil keong. Yang terbaik adalah yang batunya tua berwarna hitam gelap.

Mustika keong buntet yang berwarna hitam gelap banyak yang bisa untuk kekebalan tubuh dan
banyak yang memiliki wibawa kegaiban tinggi menyerupai keris tindih.

Secara umum mustika keong buntet memiliki kekuatan gaib lebih tinggi daripada Mustika Merah
Delima, bahkan bisa sampai puluhan kalinya, tergantung pada sosok gaib yang bersemayam di
dalamnya, tetapi kekuatan tuahnya sebagai jimat, apakah sampai bisa digunakan untuk jimat
kekebalan, tergantung pada kekerasan karakter sosok gaib di dalamnya dan kesempurnaan
pemrosesan penarikan gaibnya.

Gaib di dalam mustika keong buntet bila sudah cocok dengan manusia pemiliknya atau
pembawanya, akan menyelaraskan dirinya dan membantu setiap usaha / aktivitas yang dilakukan
oleh orang pemiliknya. Apalagi bila orang tersebut dapat mengsugesti khodam gaibnya untuk
membantunya.

Ada pembaca yang mengajukan pertanyaan :

Sebenarnya keong buntet yang asli itu bentuknya seperti apa ?

Rumah keong yang membatu ataukah batu yang menyerupai keong ?

Demikian penjelasannya :

Secara fisiknya, mustika keong buntet memang adalah sebuah batu yang bentuknya menyerupai
keong. Tetapi kegaiban batu itulah yang menjadikannya sebuah mustika dan kegaiban itu pula
yang membedakannya dengan batu fosil lainnya.

Menurut penelusuran Penulis, awal terbentuknya mustika keong buntet adalah karena adanya
keong yang mati karena tertimbun longsoran tanah atau lumpur, atau kejadian lain yang mirip
seperti itu. Cangkang keong itu membatasi tubuhnya yang mati, sehingga tidak seluruhnya
langsung membusuk dan terurai menyatu dengan tanah. Cangkang keong itu juga membatasi aura
energi bekas kehidupan di dalamnya, sehingga tidak cepat memudar.

Kemudian cangkang itu terisi oleh tanah, pasir, endapan lumpur, dsb, menggantikan tubuh
keongnya yang sudah membusuk. Aura energi bekas kehidupan di dalamnya mengundang
datangnya sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang merasa cocok untuk tinggal di
dalamnya. Kondisi membatunya keong terjadi melalui proses ratusan tahun. Keberadaan energi
mahluk gaib di dalamnya ikut mempercepat proses penuaan batunya.

Seiring berjalannya waktu, cangkangnya menjadi semakin rapuh dan mungkin kemudian pecah
tidak tampak lagi, sedangkan tanah / endapan di dalam cangkang itu mengeras dan membatu
mengikuti bentuk cangkangnya. Jadi sebenarnya tidak tepat menyebut keong buntet adalah batu
fosil, karena keong buntet itu adalah tanah yang membatu mengikuti bentuk cangkang keong,
bukan fosil dari tubuh keong yang membatu. Tetapi istilah fosil itu cukup berguna untuk
menjelaskan asal-usul keong buntet.

Kunci awal terjadinya keong buntet menjadi sebuah mustika adalah adanya aura energi bekas
kehidupan di dalam cangkang keong yang mengundang kehadiran sesosok gaib untuk
bersemayam di dalamnya. Dan itu tidak dapat terjadi pada keong yang mati dengan sendirinya di
atas tanah dan membusuk, atau keong yang terkena lahar panas, sehingga dagingnya menjadi
matang dan tidak ada aura kehidupannya lagi. Aura energi bekas kehidupan juga ada di
pemakaman / kuburan manusia, sehingga mengundang gaib-gaib tertentu untuk tinggal di
sekitarnya.

Setelah sempurna menjadi sebuah mustika, khodam gaibnya akan membawanya masuk ke alam
gaib. Biasanya orang mendapatkan sebuah mustika keong buntet melalui proses penarikan gaib,
tetapi ada juga orang yang tidak sengaja menemukannya di alam manusia.

Penulis pernah melihat beberapa macam bentuk dan warna fosil keong buntet. Ada yang
bentuknya kecil, ada juga yang besar seperti keong mas sawah atau bekicot. Ada yang warnanya
hitam, coklat, putih, ada juga yang kuning transparan tembus cahaya. Semua tergantung bentuk
cangkang keongnya dan jenis tanah yang mengisi cangkang keong tersebut. Masing-masing sosok
gaib di dalamnya mempunyai perwatakan yang sesuai dengan fisik batunya.

Kebanyakan khodam gaib dari mustika keong buntet adalah dari jenis bangsa jin golongan putih.
Sesuai tingkat kualitasnya masing-masing, mustika keong buntet ada yang dapat untuk kekuatan
tubuh dan pukulan, perisai gaib, kewibawaan, keselamatan dan kekebalan.
1. Keong buntet yang berwarna putih dan kuning, sosok gaibnya berwatak halus, memancarkan
aura pengasihan, kerejekian dan kesepuhan.

2. Yang berwarna coklat wataknya ada di tengah-tengah antara yang putih dan yang hitam.

3. Keong buntet yang batunya tua berwarna hitam legam, keras dan padat, adalah yang terbaik,

biasanya sosok khodamnya berwatak keras. Cocok untuk jimat kesaktian, kekebalan dan
wibawa.

Biasanya sosok khodamnya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala
botak,

berwatak keras menonjolkan kekuatan dan kegagahan dan lebih berpotensi untuk menjadi
jimat

kebal. Keong buntet jenis ini kebanyakan khodamnya berwatak keras dan berwibawa, sehingga
sifat

wataknya serupa dengan sifat watak keris tindih, mampu meredam gangguan gaib dari jimat,
pusaka

atau dari mahluk-mahluk gaib di sekitarnya.

Secara umum mustika keong buntet khodamnya adalah dari jenis khodam mustika atau jenis
bangsa jin. Yang khodamnya dari jenis khodam mustika biasanya tuahnya lebih baik, lebih terasa
ampuhnya, dibandingkan yang khodamnya jenis bangsa jin.

Keong buntet memiliki banyak tuah dan dapat dimanfaatkan untuk kerejekian, penglaris
dagangan, pengasihan, pengobatan gaib dan banyak macam kegaiban lain sesuai yang diinginkan
oleh pemiliknya (banyak fungsinya tergantung kemampuan sugesti pemakainya), tetapi yang
sudah ampuh untuk kekebalan sebaiknya jangan diperintahkan untuk memberikan tuah lain
supaya tuah kekebalannya itu tidak luntur.

Ada jenis mustika lain yang penamaannya mirip dengan keong buntet, yaitu yang disebut Kul
Buntet. Penamaan Kul Buntet ditujukan untuk fosil kerang laut. Fisiknya menyerupai kulit kerang
dengan bentuk setengah bola (bagian bawahnya datar) berwarna putih halus mengkilap,
kebanyakan di bagian kulit atasnya ada garis / corak melingkar ke dalam dengan warna lain. Di
bagian bawahnya juga ada garis atau lekukan berbentuk melingkar ke dalam. Bagian dalam fosil
ini padat berisi endapan sejenis batu kapur atau batu karang. Kebanyakan isi gaibnya adalah dari
jenis khodam mustika, jenis tersendiri, bukan bangsa jin.

Secara fisiknya, kualitas kul buntet yang paling baik adalah yang fisiknya dominan berwarna putih
mengkilap. Biasanya sosok gaibnya seperti manusia laki-laki bertelanjang dada dan berkepala
botak, berwatak keras dan lebih berpotensi untuk menjadi jimat kekebalan.
Ada lagi yang disebut Batu Kijing, bentuknya seperti fosil kerang air tawar.

Ada juga mustika lain yang disebut Batu Puser Bumi. Fisiknya seperti batu kali berwarna coklat
gelap kehitaman, berbentuk bulat agak gepeng. Biasanya ukurannya sebesar kelereng. Di bagian
yang agak gepeng itu ada gambar garis yang melingkar ke dalam. Isi gaibnya biasanya adalah
bangsa jin golongan putih.

Secara fisiknya, kualitas batu puser bumi yang paling baik adalah yang fisiknya dominan berwarna
gelap atau hitam. Biasanya sosok gaibnya seperti manusia laki-laki berbadan kekar bertelanjang
dada dan berkepala botak, berwatak keras dan lebih berpotensi untuk menjadi jimat kekebalan.

Keempat jenis mustika itu, yaitu Mustika Keong Buntet, Kul Buntet, Kijing dan Puser Bumi,
biasanya kekuatan gaibnya jauh di atas mustika merah delima, bisa puluhan kalinya, tetapi yang
dapat untuk menjadi jimat kekebalan sangat ditentukan oleh kekerasan watak sosok khodamnya
(sesuai kualitasnya masing-masing), terutama yang kekerasan watak khodamnya mirip dengan
watak khodam mustika Wesi Kuning.

Mustika-mustika itu khodam aslinya bisa dari jenis khodam mustika, bisa juga dari jenis bangsa
jin. Sosok wujud khodamnya juga bermacam-macam, tidak semuanya sama, ada yang seperti
bapak-bapak berjubah, ada yang seperti ibu-ibu jawa memakai kemben, ada juga yang seperti
manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada.

Sebagian khodamnya ada yang keluar mendampingi manusia pemiliknya untuk memberikan
penjagaan gaib dan/ kerejekian, biasanya adalah yang sosoknya seperti bapak-bapak berjubah
putih atau seperti ibu-ibu jawa. Sebagian lagi ada yang tetap berdiam di dalam batunya, biasanya
adalah yang sosoknya seperti manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada.

Yang sosok khodamnya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada kekerasan watak
khodamnya lebih daripada yang lainnya, bendanya akan berfungsi sebagai jimat kekuatan
berkelahi (dan tahan pukul), sebagian lainnya khodamnya berwatak sangat keras dan
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, bendanya berpotensi menjadi jimat kekebalan. Sebaiknya
penyimpanannya jangan disatukan, jangan berdekatan dengan benda-benda lain yang
berkhodam, seperti batu akik berkhodam atau jimat lain.

Kekerasan watak khodamnya menjadi faktor yang menentukan apakah bendanya akan berpotensi
menjadi jimat kebal. Dengan demikian, sekalipun ada benda-benda itu yang bentuk dan warnanya
serupa, tetapi khodam di dalamnya belum tentu sama kekerasan wataknya, sehingga sekalipun
bendanya mirip dan serupa, tidak semuanya bisa menjadi jimat kebal. Misalnya saja ada beberapa
mustika keong buntet hitam. Tidak semuanya keong buntet itu bisa menjadi jimat kebal, karena
kekerasan watak khodamnya masing-masing tidak semuanya sama. Dalam hal ini diperlukan
proses selanjutnya untuk meningkatkan kekerasan watak khodamnya dan menjadikan energinya
lebih padat, misalnya diwiridkan amalan gaib khusus untuk jimat kekebalan, supaya nantinya
benda itu benar menjadi jimat kebal. Tetapi karena sifat kekebalannya itu bukan aslinya, maka
wiridan itu harus dilakukan secara berkala, 3 bulan atau 6 bulan sekali, untuk menjaga kestabilan
kegaiban jimatnya itu. (Amalan gaibnya bisa dicari di internet, atau diserahkan saja kepada
spiritualis atau orang-orang yang biasa wiridan atau yang biasa membuat jimat kebal).

Mustika Keong Buntet, Kul Buntet, Kijing dan Puser Bumi sifat perwatakan khodam gaibnya
sejenis, yaitu keras dan berwibawa, dan tuah / fungsinya sejenis. Jika anda memilikinya, janganlah
menganggapnya sama dengan benda gaib lain yang hanya memberikan fungsi tertentu saja,
seperti khusus untuk pengasihan, dsb. Benda-benda itu bersifat multi fungsi, tuahnya akan
mengikuti sugesti pemiliknya. Jadi pemiliknya juga harus mempelajari cara-cara memberikan
sugesti, misalnya seperti contoh yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh /
Menayuh Keris, atau berinteraksi dengan cara kontak rasa, atau dengan mewirid / mengamalkan
amalan gaib. Tetapi yang sudah bisa untuk kekebalan (dan bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya
jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak
berubah / luntur.

3. Mustika Wesi Kuning.

Mustika Wesi Kuning adalah penamaan tersendiri yang artinya tidak sama dengan istilah besi
kuning (kuningan) yang bentuknya bisa bermacam-macam dan terbuat dari bahan kuningan.
Bentuk Mustika Wesi Kuning seperti kepompong ulat yang di dalamnya ada sebentuk jarum.
Bentuk kepompongnya keras dan berat seperti besi, berselimut seperti serat-serat kayu berwarna
coklat atau coklat keemasan.

Secara rata-rata Mustika Wesi Kuning memiliki kekuatan gaib 100 kali lipat kekuatan gaib
kuntilanak atau 50 kali gondoruwo.

Dalam kondisi aslinya di alam gaib, mustika wesi kuning ada yang hanya 1 (sendiri), ada yang
sepasang. Bila aslinya sepasang, sebaiknya jangan dipisahkan, jangan dibagi menjadi 2.

Keberadaannya di alam gaib seringkali ada bersama dengan mustika merah delima.
Umumnya khodam dari berbagai mustika wesi kuning adalah dari jenis yang sama, dan wujudnya
juga sama, yaitu seperti manusia laki-laki berbadan kekar dan bertelanjang dada, berkepala botak,
dan berwatak keras, menonjolkan kekuatan dan kegagahan.

Sesuai kelas kualitasnya masing-masing mustika wesi kuning dapat berguna untuk :

- Kelas 1, terbaik, untuk kekebalan badan, kekuatan pukulan (dan tahan pukul), dan kewibawaan.

- Kelas 2, untuk kekuatan pukulan (dan tahan pukul) dan kewibawaan.

- Kelas 3, untuk kewibawaan dan membantu usaha dagang.

Untuk menentukan mana yang kualitas kelas satu, yang bisa untuk kekebalan, dan
membedakannya dengan yang kelas 2 atau 3 sulit dilihat ciri-cirinya secara fisik. Harus dites
langsung. Tetapi secara kebatinan, dengan melihat tingkat kekerasan watak khodamnya masing-
masing dan kepadatan energinya bisa diperkirakan apakah mustika itu bisa untuk kekebalan
ataukah tidak.

Mustika wesi kuning yang kualitasnya kelas satu selalu siap sedia kapan saja untuk dites anti cukur
dan kekebalan. Tapi kelemahannya, khodamnya berwatak keras, dan menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, sehingga bisa bermasalah jika tempat penyimpanannya disatukan dengan benda-
benda lain yang berkhodam, bisa luntur kegaibannya jika benda-benda lain itu lebih tinggi
kekuatannya.

Sebuah mustika wesi kuning berisi khodam yang sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan
kegagahan dan pancaran energinya stabil, sehingga yang asli bisa berfungsi untuk kekebalan,
fungsi kekebalannya itu bisa dites oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tetapi karena
watak khodamnya menonjolkan kegagahan, maka suatu saat mustika itu dapat mengalami
masalah, yaitu khodamnya hilang atau bendanya menjadi tidak berfungsi atau menjadi luntur
kegaibannya jika penempatannya disatukan dengan benda gaib lain (misalnya penyimpanannya
disatukan dengan batu-batu akik berkhodam) atau ketika benda itu berada di tempat-tempat yang
penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu.

Mustika wesi kuning dan benda-benda gaib lain yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, terutama yang bisa untuk kekebalan, ibaratnya seperti binatang yang tidak mau
campur dengan binatang lain, yang akan mengusir binatang-binatang lain dari dekatnya. Khodam
yang lebih lemah akan menyingkir menjauh. Tapi akan bermasalah kalau mustika itu berdekatan
dengan benda lain yang kekuatan gaibnya lebih tinggi. Kemungkinannya khodamnya itu akan
"mengkeret" ketakutan kalau diserang balik, dan akan luntur kegaibannya. Jadi sebaiknya tempat
penyimpanannya disendirikan. Kalau dibawa bepergian juga tempatnya disendirikan, misalnya
ditempatkan di kantong kanan, sedangkan benda-benda lain di kantong kiri.

Mustika wesi kuning cukup baik untuk kekebalan, untuk membantu keselamatan sehari-hari,
sayangnya kekuatan gaib khodamnya tidak cukup tinggi, sehingga mudah sekali kegaibannya
luntur. Kalau tempat penyimpanannya disatukan dengan benda-benda gaib lain, misalnya saja
penyimpanannya disatukan dengan cincin batu akik berkhodam, bisa jadi mustika wesi kuning
yang bisa untuk kekebalan itu akan luntur kekebalannya. Sudah ada beberapa pemilik mustika
wesi kuning yang mengalaminya. Jadi penyimpanan wesi kuning harus dipisahkan dari benda-
benda lain yang berkhodam. Begitu juga halnya dengan penyimpanan benda-benda lain yang bisa
untuk kekebalan.

Untuk ilustrasi pemahaman kekuatan gaib silakan dibaca tulisan berjudul Kesaktian Mahluk Halus.

Banyak mustika, apapun jenisnya, bila dicari dengan sengaja biasanya tidak akan ditemukan,
tetapi kadangkala ada orang yang beruntung, karena menemukannya dengan tidak sengaja.

Ada orang yang beruntung tanpa sengaja menemukan sebuah mustika wesi kuning menggantung
di pohon jati, menggantung di pohon pisang, ada juga yang di pohon seri. Semula mereka
mengiranya sebagai kepompong biasa. Tetapi setelah dipegang, kepompong itu keras, tidak
lembek. Kemudian kepompong itu diambil dan dibawanya pulang. Beberapa kejadian ajaib pun
dialaminya setelah mendapatkan kepompong itu.

Mustika wesi kuning yang ditemukan dengan posisi menggantung di atas, kira-kira 2 meter di atas
tanah, biasanya bisa untuk jimat kekebalan, kegaibannya lebih baik daripada yang ditemukan di
tanah atau yang posisinya di bawah, yang biasanya tidak bisa untuk jimat kekebalan.

4. Mustika Tapak Jalak.

Batu tapak jalak juga banyak yang berbentuk mustika. Bentuknya bercincin seperti batu kendit,
tetapi memiliki 2 cincin yang bertemu saling bersilangan. Yang terbaik biasanya adalah yang
batunya tua dan cincin bersilangnya tebal dan timbul menonjol keluar seperti lapisan lilin.
Warnanya bisa apa saja.

Sesuai tingkatan kualitasnya masing-masing, batu ini dapat berguna untuk kekuatan tubuh dan
pukulan dan tahan pukul (untuk kejadugan) dan ada juga yang bisa untuk kekebalan. Sisi
negatifnya adalah batu jenis ini mengeluarkan aura panas yang menyebabkan pemakainya
menjadi temperamental, mudah marah, disegani dan dijauhi orang.

Hawa aura yang bersifat panas dapat mempengaruhi manusia menjadi merasa lebih segar / bugar
kondisi tubuh dan pikirannya, tetapi juga dapat mempengaruhi manusia menjadi mudah marah,
mudah naik darah, mudah terpancing emosinya, memudahkan timbulnya pertengkaran.

Hawa tersebut juga dapat memberikan suasana panas yang berpengaruh negatif terhadap
kerejekian, hubungan sosial / pergaulan dan ketentraman di dalam keluarga.

Sebagian juga berpengaruh negatif terhadap kesehatan, baik bagi si manusianya sendiri maupun
orang lain di sekitarnya.

Walaupun menimbulkan efek bersemangat, segar dan bugar, tapi dapat juga menyebabkan
manusia pemakai / pembawanya mudah sakit panas dalam, dehidrasi, dsb, yang jika kondisi
tubuhnya lemah atau sudah tua, akan memudahkannya mengalami sakit-sakitan atau
menyebabkan kerusakan organ tubuh bagian dalam.

Di dunia manusia banyak sekali batu yang bentuknya seperti batu tapak jalak dan biasa dijadikan
cincin batu akik, tetapi tidak semuanya memiliki kegaiban sama dengan batu tapak jalak yang asli.
Dalam hal ini batu-batu tersebut, walaupun juga berkhodam, tetapi hanyalah batu biasa saja yang
bentuknya ada garis bersilangnya menyerupai batu tapak jalak.

Secara umum yang disebut batu tapak jalak adalah batu yang ada garisnya bersilangan tebal
menonjol keluar seperti lapisan lilin. Tetapi yang umum ditemui adalah batu yang garisnya bening
transparan tembus sinar.

Dalam kesempatan ini Penulis ingin meluruskan pandangan orang tentang pengertian tapak jalak.

Yang disebut tapak jalak, baik batu akik maupun mustika, adalah yang garis persilangannya tebal
padat dan tidak bening transparan. Lebih bagus lagi kalau garis persilangannya itu tebal menonjol
keluar seperti lapisan lilin (garis bersilangnya timbul). Yang dihuni oleh mahluk halus khodamnya
adalah bagian batu bersilangnya itu, sedangkan batu di bagian lainnya kosong tidak berpenghuni
gaib.

Jadi berdasarkan spesifikasi di atas, mustika atau batu akik yang garis persilangannya bening
transparan sebenarnya bukanlah jenis tapak jalak, hanya saja karena kesalah-pengertian orang
maka semua batu yang mempunyai garis bersilangan itu disebut tapak jalak. Ada banyak batu
yang mempunyai corak gambar garis bersilang. Batu yang seperti itu, walaupun juga berkhodam,
dan juga berfungsi untuk kekuatan berkelahi, biasanya kegaibannya tidak persis sama dengan
batu tapak jalak yang asli.

Batu mustika ataupun akik tapak jalak yang asli sebaiknya dijauhkan dari minyak jafaron, karena
khodamnya akan pergi jika bendanya diolesi atau terkena asap bakaran minyak jafaron
(khodamnya termasuk jenis berenergi negatif karena mengeluarkan hawa panas yang tidak
selaras dengan kondisi normal energi tubuh manusia) dan penyimpanannya harus dipisahkan dari
benda-benda lain yang berkhodam.

Batu akik atau mustika tapak jalak yang asli kebanyakan khodamnya bersosok seperti manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala botak yang sifatnya menonjolkan kekerasan dan
kegagahan. Kekuatan gaibnya bisa sampai puluhan kalinya kekuatan gaib mustika merah delima.

Sesuai karakter khodamnya yang keras batu / mustika tapak jalak berguna untuk kekuatan tubuh
dan pukulan dan tahan pukul (untuk kejadugan) dan ada juga yang bisa untuk kekebalan. Tetapi
kekerasan watak khodam tapak jalak melebihi kekerasan watak khodam wesi kuning, penuh
dengan hawa kekerasan sehingga mengeluarkan aura panas yang sampai menyebabkan orang
pemakainya terpengaruh menjadi temperamental mudah marah. Khodam Wesi Kuning juga
penuh dengan hawa kekerasan, tapi tidak sampai orangnya terpengaruh menjadi temperamental,
hanya terpengaruh menjadi (sombong) penuh percaya diri.

Sifat karakter dan aura panas tapak jalak itu bersifat negatif bagi manusia, tidak selaras dengan
kondisi energi manusia yang umum. Kondisi ini menyebabkan khodam tapak jalak akan pergi bila
bendanya diolesi / diasapkan minyak jafaron merah.

Khodam tapak jalak karakternya menonjolkan kekerasan dan kegagahan. Penyimpanannya harus
dipisahkan dari benda-benda lain yang berkhodam.

5. Mustika Stambul.

Bentuknya kecil menyerupai kitab Al Qur'an mini.

Kegunaannya untuk keselamatan, kekebalan, membantu keilmuan gaib dan kerohanian.


Kebanyakan mustika jenis ini berisi khodam gaib Jin Muslim dan hanya cocok untuk dimiliki oleh
orang-orang muslim.

Mustika ini memiliki kekuatan gaib setingkat dengan Mustika Wesi Kuning.

Bila anda memiliki mustika stambul, berhati-hatilah dalam sesajinya, karena ada sebagian dari
jenis mustika ini yang akan kehilangan kegaibannya jika diolesi atau diasapi minyak jafaron.

6. Mustika Kendit.

Bentuknya seperti batu biasa, tetapi memiliki satu cincin berwarna putih seperti lapisan lilin
mengelilingi batu itu yang ujungnya saling bertemu. Biasanya yang terbaik adalah yang batunya
berwarna hitam tua dan cincin putihnya tebal menonjol keluar. Kegunaannya adalah untuk
pengasihan / pelet.

Selain yang berada di alam gaib, batu jenis ini juga banyak yang berada di alam manusia. Dalam
kondisi aslinya di alam, batu ini mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu mempunyai
kemampuan halimunan, khodamnya mampu menyelimuti batunya dengan suatu energi yang
membuat orang tidak dapat melihat atau menemukannya, walaupun batu itu ada di hadapannya,
kecuali batu itu berkenan kepadanya untuk dilihat dan diambilnya.

Di pedesaan dan perbukitan banyak sekali batu yang bentuknya seperti batu kendit, misalnya
yang berwarna merah ati ayam dan batu kali hitam atau coklat, masing-masing memiliki garis
putih melingkari batunya seperti cincin, tetapi jarang sekali yang memiliki kegaiban sama dengan
batu kendit. Dalam hal ini batu-batu tersebut bukanlah batu kendit, hanya batu biasa saja yang
bentuknya mirip batu kendit.

7. Mustika Wesi Angkus.

Mustika Wesi Angkus fisiknya terbuat dari bahan logam. Bentuknya seperti pipa kecil hampir
sebesar batang rokok kretek dengan panjang sekitar 3 sampai 5 cm. Salah satu ujungnya bisa
dibuka dan di dalamnya terdapat cairan hitam seperti minyak madat atau candu Arab. Dalam
penggunaannya cairan candu Arab ini harus selalu terisi, tidak boleh kosong, sebagai sesajinya.
Tapi paling baik sesajinya adalah menyan jawa.

Mustika ini berguna untuk pengasihan dan penglaris usaha perdagangan.

Mustika ini seringkali bersemayam secara gaib di dalam tubuh burung liar kecil yang bulu
badannya berwarna kuning dan bulu kepalanya berwarna hijau.

Mustika ini kadang juga berdiam di dalam batang pohon nangka (bisa juga di batang pohon
nangka yang sudah mati). Tanda-tandanya, bila diperhatikan, dari batang pohon nangka tersebut
kerap berbunyi cuit-cuit seperti suara burung, padahal sedang tidak ada burung yang hinggap di
batang pohon tersebut. Biasanya suara tersebut terdengar pada pagi hari dan pada sore hari
menjelang mahgrib.

8. Mustika Bambu Buta dan Mustika Bambu Petuk (Pring Pethuk).

Mustika Bambu Buta (Bambu Buntet) berbentuk kayu bambu, tetapi bagian tengahnya padat
seperti rotan, tidak bolong. Kegunaannya untuk jimat kanuragan (untuk jimat kekuatan pukulan).

Ukuran batang bambunya biasanya sebesar jari tangan orang dewasa sampai seukuran pipa 1/2
inci.

Mustika Bambu Petuk (Pring Pethuk) berbentuk kayu bambu, memiliki ruas yang tunasnya saling
berhadapan (pethuk). Kegunaannya untuk membantu mewujudkan keinginan si pemilik dalam
bidang keilmuan gaib / kebatinan / spiritual dan dalam bidang usaha ekonomi. Isi gaibnya
biasanya adalah sesosok khodam mustika berwujud bapak-bapak berjubah, 40 md.

Penggunaan tuah Bambu Petuk bukan untuk keperluan sehari-hari, tapi untuk keperluan khusus
saja, untuk meluluskan suatu keperluan, misalnya saat akan menemui seseorang untuk keperluan
tertentu, atau untuk pergi bernegosiasi dengan relasi dagang / bisnis, dsb.

Kualitas kegaiban bambu petuk yang kita dapat dari alam manusia (alam nyata), kualitasnya
adalah nomor 2. Bambu petuk kualitas kelas satu adalah yang didapat dari alam gaib, dengan
syarat kondisi hasil penarikannya sempurna (di alam gaib juga ada pohon bambu petuk).
Keistimewaan :

- Bila dimasukkan ke dalam air sungai yang mengalir, maka bambu ini akan mengambang bergerak

melawan arus air.

- Bila digenggam dan dicelupkan ke dalam air panas, si pemegang tidak akan merasakan panasnya

air dan tangannya juga tidak akan melepuh.

Sebagai catatan penting, kegaiban benda-benda dari jenis bambu petuk dan bambu buta,
kegaibannya berasal dari mahluk gaib yang berdiam di dalamnya (khodam). Dengan demikian, jika
ada manusia yang menemukannya di alam manusia, bambu-bambu itu harus dipotong dengan
hati-hati. Sebaiknya meminta petunjuk dahulu (dengan komunikasi gaib atau meminta petunjuk
gaib / wangsit) tentang kapan memotongnya, bagaimana memotongnya, dan tata cara beserta
sesaji apa yang harus disediakan sebelum melakukan pemotongan. Dengan demikian proses
pemotongannya harus mengikuti persyaratan yang ditentukan oleh sosok gaib bambunya.

Bila persyaratan yang diminta oleh mahluk gaibnya itu tidak dipenuhi, biasanya kegaibannya
kemudian akan hilang, tidak lagi bertuah seperti seharusnya, kegaibannya tidak sempurna. Jadi
walaupun kita memiliki potongan bambunya, dan bambu tersebut juga ada isi gaibnya, tetapi
tidak akan ada kegaibannya, hanya bentuk bambunya saja yang sama, tetapi kegaibannya tidak
ada, hanya akan menjadi potongan bambu biasa saja sama seperti potongan bambu lain yang
tidak bertuah.

Begitu juga bila kita akan membeli sebuah potongan bambu yang katanya bertuah, harus
ditentukan dulu dengan teliti apakah potongan bambunya benar bertuah, apakah sempurna
kegaibannya. Jadi potongan bambunya bukan hanya sekedar ada isi gaibnya, tetapi juga harus
benar bertuah. Kalau tidak, maka mungkin yang kita dapatkan hanya sepotong bambu saja, tapi
tidak mendapatkan tuah apa-apa.

9. Mustika Badar Besi.

Bentuknya seperti campuran batu dan besi. Kebanyakan berwarna hitam. Yang terbaik biasanya
yang berwarna putih seperti baja. Bentuknya batu tetapi keras seperti besi dan menempel pada
magnet. Sesuai tingkat kualitasnya masing-masing, kegunaannya untuk kekuatan pukulan / tahan
pukul dan ada yang berpotensi menjadi jimat kekebalan. Mustika ini memiliki kekuatan gaib
setingkat dengan Mustika Wesi Kuning, tapi ada juga yang kekuatan gaibnya sampai puluhan kali
mustika wesi kuning dan merah delima.

Biasanya ada pantangan bagi si pembawa batu mustika ini, yaitu mustika ini tidak boleh dibawa
berenang atau dibawa masuk ke lubang sumur atau lubang galian atau naik tangga ke tempat
yang tinggi, karena orangnya akan merasa berat seperti menggendong batu besar.

Sekalipun mengandung unsur besi, tetapi tidak semua mustika badar besi sungguh-sungguh
bersifat besi, dan tidak semuanya menempel pada magnet, sehingga disebut batu badar.

Begitu juga yang terjadi pada banyak keris, yang secara fisiknya jelas-jelas logam, tetapi tidak
semuanya menempel pada magnet dan tidak semuanya terdeteksi oleh detektor logam di
bandara, sehingga bisa dibawa ke luar negeri.

Atau emas hasil penarikan dari alam gaib yang tidak sempurna, sehingga hanya menjadi
kuningansari. Bila kuningansari diteliti di laboratorium teknik, apa jenis logamnya tidak jelas.

Ini adalah salah satu keunikan dari benda-benda gaib yang tidak bisa disamakan dengan benda-
benda biasa di dunia manusia.

Ada banyak di dunia manusia sejenis batu yang mengandung unsur besi sehingga menempel di
magnet. Batu-batu jenis itu biasa dipecah dan diasah menjadi batu cincin. Batu-batu jenis itu
memang mengandung unsur aura kekuatan dan juga sering disebut batu badar besi. Tetapi batu-
batu itu tidak tergolong sebagai mustika, hanya batu biasa di dunia manusia yang mengandung
unsur besi.

10. Mustika Rante Babi.

Bentuknya melingkar seperti gelang bulu binatang.

Berguna sebagai jimat keselamatan dan kekebalan.

Mustika ini memiliki kekuatan gaib 30% lebih tinggi dibandingkan Mustika Wesi Kuning.
Mustika ini berisi khodam gaib yang berenergi negatif, yang dapat mengakibatkan orang
pemakainya mengalami gatal-gatal sakit kulit seperti kudis dan kurap. Benda mustika ini harus
dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila bendanya diolesi atau diasapi
bakaran minyak jafaron.

11. Mustika Kelapa.

Batu mustika kelapa didapatkan dari dalam buah kelapa. Bentuknya seperti kentos kelapa
berwarna putih dan keras seperti batu, menempel di daging kelapa di dalam tempurungnya.
Ukurannya sebesar kelereng dengan salah satu bagiannya meruncing. Biasanya ada 2 buah
(sepasang). Biasanya khodamnya juga sepasang suami istri, jadi sebaiknya jangan dipisahkan,
jangan dibagi menjadi dua. Berguna untuk digunakan mempertahankan makanan supaya tidak
basi walaupun sudah berhari-hari.

Ada juga mustika kelapa yang posisinya berada di air kelapanya. Biasanya bentuknya bulat
lonjong. Mustika kelapa biasa warnanya putih.

Mustika kelapa ijo warnanya hijau.

12. Mustika Batu Bambu.

Mustika Batu Bambu adalah sebuah batu yang didapatkan dari dalam batang bambu. Warnanya
putih susu, ada juga yang bercorak seperti batu marmer. Banyak kegunaannya sesuai yang
diinginkan oleh pemiliknya, tetapi kekuatan gaibnya agak lemah.

13. Mustika Ikan.

Mustika ikan didapatkan dari dalam perut atau kepala ikan. Biasanya berwarna putih bening atau
merah.

Biasanya berisi khodam mustika bersosok perempuan muda cantik berpenampilan seperti putri
keraton atau seperti Ibu Ratu Kidul.
Jika didapatkan dengan cara yang benar, yaitu memintanya dengan baik-baik, mustika ini berguna
untuk menangkap ikan, untuk mengundang ikan supaya datang berkumpul, ada juga yang bukan
hanya bisa untuk membantu menangkap ikan, tetapi bisa juga mendatangkan kekayaan.

Tetapi jika didapat dengan cara yang tidak benar, berupa penarikan gaib dengan pemaksaan
(penarikan gaib menggunakan khodam), mustika ini tidak akan memberikan tuah apa-apa,
malah akan membawa celaka kalau dibawa memancing / menangkap ikan. Jika terjadi begitu
berarti kondisinya tidak bisa diperbaiki, nantinya akan lebih banyak akibat negatifnya daripada
positifnya, lebih baik dikembalikan saja ke sungai, dicelupkan saja biar tenggelam sendiri, jangan
dilempar.

14. Mustika Buaya.

Mustika buaya didapatkan dari dalam perut buaya. Biasanya berwarna putih. Kegaibannya untuk
jimat kekuatan pukulan (jimat berkelahi) dan untuk jimat bersenggama.

Sosok gaib mustika buaya berwatak jahat dan tidak baik untuk manusia, mendorong manusia
menjadi berwatak jahat, sok kuasa, sok kuat, sok sakti dan penuh nafsu bersenggama. Anak-anak
yang kemudian dilahirkan pun bisa-bisa adalah keturunan gaib mustika buaya tersebut.

Mustika ini berisi khodam gaib berwatak jelek. Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak
jafaron, karena khodamnya akan pergi bila bendanya diolesi atau diasapi bakaran minyak jafaron.

15. Mustika Ular dan Mustika Naga

Mustika ular didapatkan dari dalam perut atau kepala ular. Biasanya berwarna putih atau merah.

Mustika ini bisa mengundang datangnya ular-ular gaib maupun yang nyata.

Bila kita membawa mustika ini, dimanapun kita berada biasanya banyak ular akan mendatangi
kita, mengira kita adalah induknya.
Menimbang potensi efek buruknya, sebaiknya jangan kita menyimpan mustika ini, apalagi kalau
kita dianggap sudah merebut mustika itu dari mereka.

Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila diolesi
atau diasapi bakaran minyak jafaron.

Mustika naga didapatkan dari dalam perut atau kepala mahluk halus berwujud naga. Biasanya
berwarna merah. Berguna untuk menambah wibawa kekuasaan dan menjauhkan mahluk-mahluk
halus dari sekitar kita.

16. Mustika Telur.

Kadang-kadang manusia mendapati sebuah telur ayam / burung / angsa yang tidak menetas
seperti telur-telur lainnya. Setelah diperiksa, ternyata itu bukanlah telur biasa. Fisiknya memang
mirip dengan telur lainnya, tetapi keras dan berat seperti batu. Itulah Telur Mustika. Berguna
untuk kerejekian, penglaris dagangan, dan perkembangan peternakan burung / ayam. Bila anda
memilikinya, simpanlah di dalam kantung kain katun putih atau kendil kecil yang diberi sejumput
beras di dalamnya di tempat usaha anda. Gantilah beras tersebut sebulan sekali.

Ada juga orang mendapati sebuah batu mustika berwarna bening seperti batu es, menempel di
dalam tembolok ayam yang disembelih. Batu itu berguna untuk kerejekian / penglaris dagangan.

Jenis mustika lain yang berfungsi sebagai penglaris dagangan adalah Mustika Beras. Bentuknya
kecil seperti kedelai dan berwarna bening (atau berkabut putih di dalamnya). Pemeliharaannya
sama dengan mustika telur.

17. Mustika 'Untu Bledeg'.

Mustika Untu Bledeg atau gigi petir didapatkan setelah terjadinya petir yang menyambar sebuah
pohon. Biasanya menancap di pohon tersebut atau tergeletak di dekatnya. Bentuknya seperti gigi
taring dengan salah satu bagiannya meruncing. Berguna untuk penyembuhan berbagai macam
penyakit.
(Baca juga : Jin Udara).

Ada juga yang berbentuk gulungan rumput kering (suket). Biasanya didapati di sekitar orang yang
tersambar petir di sawah. Gunanya untuk diusapkan ke seluruh tubuh orang yang tersambar petir
dan biasanya orang tersebut akan selamat dan berangsur-angsur sehat kembali.

18. Batara Karang dan Jenglot.

Batara Karang dan Jenglot adalah jasad manusia yang dahulu semasa hidupnya memiliki ilmu
kebal, yang setelah kematiannya jasadnya itu tidak mengalami pembusukan seperti jasad manusia
pada umumnya. Rohnya sendiri terkunci di dalamnya tidak dapat keluar dari jasadnya. Dengan
kondisi seperti itu, jasad itu memiliki energi kehidupan di dalamnya dan tidak membusuk, mirip
seperti mumi. Setelah beratus-ratus tahun kemudian jasad tersebut menyusut, mengecil, tetapi
karena adanya energi kehidupan di dalamnya, ada bagian-bagian tubuh jasad tersebut yang tetap
tumbuh, seperti bagian kuku dan rambut.

Batara Karang dan Jenglot menyukai darah manusia untuk menyegarkan energi kehidupan
fisiknya, dan yang sudah sering diberi minum darah maka gigi taringnya akan tumbuh memanjang
seperti drakula.

Umumnya Batara Karang dan Jenglot yang dikenal manusia panjangnya sekitar sejengkal tangan
orang dewasa. Tetapi Penulis pernah mendapati (di alam gaib) Batara Karang seperti bayi yang
panjangnya 3/4 meter, mungkin umurnya belum terlalu tua.

Di dalam tubuh Batara Karang dan Jenglot ada roh manusia yang terkunci di dalamnya, sehingga
roh tersebut berwatak seperti orang stress / depresi dan karenanya dapat berkecenderungan
jahat. Dan kebutuhannya akan darah membuatnya akan melakukan apa saja asalkan darah itu
diberikan.

Sekalipun rohnya terkunci di dalam jasadnya, tetapi roh tersebut dapat memancarkan kekuatan
energi gaibnya keluar tubuhnya, sehingga orang yang membawanya bisa kebal senjata tajam /
pukulan dan memiliki kekuatan tubuh dan pukulan seperti orang sakti. Bahkan dengan pancaran
energinya Batara Karang dan Jenglot dapat membunuh manusia. Pancaran energinya bisa
menghipnotis, menyebabkan manusia terpaku kehilangan kesadaran atau mengamuk seperti
orang kesurupan. Pancaran energinya juga bisa memanipulasi pikiran manusia, membuat manusia
merasa bisa melihat / berkomunikasi dengan roh / khodam Batara Karang / Jenglot di luar
tubuhnya seperti halnya terhadap roh lain, padahal itu hanya halusinasi saja.

Batara Karang dan Jenglot sulit dibedakan secara fisik, karena terutama yang membedakannya
adalah perwatakan dari roh yang ada di dalamnya.

Batara Karang berwatak tidak berkecenderungan jahat, tetapi bukan juga berarti berwatak baik.

Bila tidak diberi darah manusia, dia mau juga diberi darah ayam (yang masih segar).

Batara Karang tidak menuntut untuk selalu diberi minum darah. Tetapi bila diperintah untuk
melakukan suatu perbuatan gaib, maka dia akan menuntut diberikan darah sebagai upahnya.

Jenglot berwatak jahat. Walaupun tidak diperintah untuk melakukan suatu perbuatan, Jenglot
menuntut untuk selalu diberi minum darah. Apalagi bila diperintahkan untuk melakukan suatu
perbuatan tertentu, maka pemberian darah itu wajib untuk diberikan kepadanya.

Jenglot hanya mau diberi darah manusia. Jika darah manusia tidak diberikan, dia dapat menghisap
aura / energi darah manusia pembawanya atau manusia lain dengan sorot matanya dan
membunuhnya. Itulah sebabnya si pemilik jenglot akan selalu menutup mata Jenglotnya dengan
kain yang tidak tembus pandang.

Kebanyakan Batara Karang memiliki kekuatan gaib setingkat dengan mustika wesi kuning, atau
lebih sedikit, tetapi Jenglot dapat memiliki kekuatan gaib sampai 3 kali kekuatan gaib mustika
wesi kuning.

Batara Karang dan Jenglot sebenarnya tidak tergolong sebagai mustika. Tulisan ini ditujukan
hanya untuk menambah pengetahuan saja, karena banyak cerita di masyarakat tentang
keberadaan Batara Karang dan Jenglot yang dipelihara oleh seseorang dan dimuliakan. Walaupun
tidak selalu, tetapi seringkali kepemilikan Batara Karang dan Jenglot dimanfaatkan untuk tujuan
perbuatan gaib yang tidak baik menurut norma umum di masyarakat, misalnya untuk teluh dan
santet, guna-guna, secara gaib mengambil uang milik orang lain, mendatangkan uang gaib,
pesugihan, dsb.

Menimbang efek buruknya, dan menimbang asal-usul Batara Karang dan Jenglot yang adalah
jasad manusia, sebaiknya manusia tidak memeliharanya. Sebaiknya dimakamkan saja dengan baik
dan pantas seperti layaknya jasad orang yang sudah meninggal.
19. Batu-batu Mustika Lain dan Batu Fosil Mustika.

Batu fosil tercipta secara alami dari proses alam. Batu fosil adalah fosil dari mahluk hidup atau
bagian-bagian tubuhnya, yang telah membatu. Contohnya adalah fosil kayu, fosil binatang, fosil
buah-buahan, dsb. Sebagian daripadanya merupakan batu bertuah dan tergolong sebagai
mustika.

Fosil kayu biasanya dijadikan batu cincin atau kalung atau dijadikan suiseki bila bentuknya besar.

Fosil kayu kelor mempunyai kegaiban yang sama dengan daun kelor, memancarkan suatu aura
energi yang dalam jarak 2 meter akan dirasakan panas oleh mahluk halus, terutama terhadap
jenis-jenis mahluk halus tingkat rendah (bangsa dedemit dan mahluk halus lain yang kesaktiannya
rendah). Jenis gaib dari sukma manusia tidak terpengaruh oleh fosil kelor ini.

Kegaiban fosil kayu kelor bersifat alami. Batu fosil ini memancarkan energi yang dalam jarak 2
meter akan menolak mahluk halus jenis kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya dan bangsa
jin kelas rendah, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilihnya, jangan sampai membeli batu fosil
biasa yang hanya mirip dengan fosil kayu kelor. Cara membedakannya adalah kalau dipegang akan
terasa ada setruman halus di tangan kita dan pada jarak beberapa centimeter dari bendanya akan
ada terasa hawa hangat / panas.

Di pasar batu akik Rawa Bening, Jakarta, biasanya ada dijual murah hanya dengan harga Rp.
20.000,- tidak sampai 100.000 rupiah.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan sebagai penjagaan gaib di rumah dan untuk melindungi
anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak, juga cocok untuk
digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakit karena ketempelan atau kesambet mahluk
halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu sosok gaib tersebut akan terusir pergi.

Batu fosil kayu kelor biasanya tidak berisi sesosok gaib di dalamnya (tidak berkhodam), tetapi jika
ada batu fosil kayu kelor yang berpenghuni sesosok mahluk halus di dalamnya, mahluk halus itu
akan menambah kuat kegaiban fosil kayu kelor itu.
Fosil binatang dapat berupa bagian-bagian tertentu dari tubuh binatang atau dapat juga
keseluruhan tubuh binatang yang telah membatu, seperti fosil ikan atau mustika keong buntet
dan kul buntet.

Fosil buah-buahan biasanya memberikan tuah yang sangat baik untuk kerejekian penglaris
dagangan.

Fosil buah-buahan ini berbentuk seperti buah aslinya, tetapi yang tuahnya paling baik biasanya
adalah yang bentuknya pecah-pecah seperti buah yang merekah karena sudah terlalu matang dan
sudah mulai membusuk dan batunya tua, tidak muda. Fosil buah-buahan yang bentuknya pecah-
pecah seringkali tidak tampak seperti fosil buah-buahan, tetapi dari sisi kegaibannya bisa
diketahui sifatnya yang sama dengan fosil buah.

Fosil buah-buahan seperti jahe, biasanya berguna untuk pengobatan.

Yang membedakan batu fosil biasa dengan batu fosil yang merupakan sebuah mustika adalah
unsur kegaibannya. Bila batu fosil itu tidak memiliki kegaiban tertentu, maka itu hanyalah batu
fosil biasa saja, bukan sebuah mustika. Dan sekalipun sebuah batu fosil berisi sesosok gaib yang
berdiam di dalamnya, bila tidak memberikan tuah tertentu seperti layaknya sebuah mustika,
maka batu itu tidak tergolong sebagai batu mustika, tetapi hanya batu fosil biasa yang di
dalamnya ada berpenghuni gaib.

Ada juga jenis-jenis batu lain yang tidak termasuk fosil, tetapi memiliki kegaiban dan fisiknya
terbentuk oleh alam, sehingga digolongkan sebagai jenis mustika. Contohnya :

- Batu Tahi Ayam, bentuknya mirip seperti tahi ayam, bagian bawahnya datar dan melingkar
mengerucut ke atas. Biasanya berwarna putih. Berguna untuk pengobatan. Tetapi tidak
semuanya jenis batu ini bertuah, karena ada yang batunya masih sangat muda, sehingga tidak
dihuni sesosok gaib di dalamnya dan juga tidak bertuah.

-Batu Kodok, bentuknya kecil mirip hewan kodok. Tuahnya untuk pengobatan dan penawar racun.

20. Batu Mulia dan Akik dari alam gaib.

Di alam gaib ada banyak sekali mustika yang bentuknya serupa dengan batu permata dan batu
akik di alam nyata manusia, seperti batu berlian, batu giok, biduri bulan, safir, jamrud, tapak jalak,
kendit, dsb. Batu-batu tersebut memberikan tuah seperti batu sejenisnya di alam manusia, tetapi
kekuatan tuahnya bisa puluhan atau ratusan kali lipat dibanding batu sejenisnya di alam manusia
karena kegaiban mahluk gaib (khodam) di dalamnya. Perwatakan mahluk gaib di dalamnya dan
tuah / karisma yang berasal daripadanya sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya.

Ada beberapa jenis batu mustika dari alam gaib, selain batu mustika merah delima, yang bila
dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna.

Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah
warna menjadi biru. Kegunaannya untuk pengasihan, membersihkan aura tubuh dan wajah dan
menyelaraskan aura tubuh supaya menjadi positif, dan untuk pengobatan sakit ringan.

Ada juga batu-batu mustika yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah menjadi
2 warna, 3 warna, atau 5 warna (panca warna).

Ada batu berlian mustika yang bila terkena sinar / cahaya akan memantulkan warni-warni cahaya
yang indah dan mencolok mata, lebih daripada batu berlian biasa, apalagi bila dicelupkan ke
dalam air, maka airnya akan memancarkan cahaya warna-warni yang indah sekali dipandang
mata. Kegunaannya untuk menaikkan kharisma dan membersihkan pancaran aura tubuh dan
wajah. Hasilnya akan luar biasa sekali bila mustika berlian ini dijadikan susuk di wajah.

Ada juga emas mustika, biasanya berbentuk bola-bola kecil seperti bola pingpong atau seperti
telur burung / ayam, yang bila sempurna diwujudkan ke alam manusia, mustika emas itu akan
memancarkan cahaya berwarna kuning yang indah dipandang mata, berbeda dengan emas-emas
lain yang biasa saja.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu
Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan untuk mencaritahu apakah benda-benda
milik anda berpenghuni gaib di dalamnya, apakah termasuk sebagai batu akik ataukah mustika,
untuk mencaritahu sifat-sifat perwatakan gaibnya, untuk mencaritahu kecocokkannya dengan
anda, apa tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, dan
pantangannya, jika ada, dsb. Karakteristik mahluk halus khodam mustika apakah dari golongan
hitam dan yang berenergi negatif terhadap manusia dapat dibaca di : Penggolongan Mahluk
Halus.

Semua benda gaib yang kegaibannya berasal dari sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya
(khodam), terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa,
kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta
menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna,
pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang
penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif atau untuk
pembersihan gaib, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu
melariskan dagangan, dsb.

Kelebihan sebuah mustika dibandingkan dengan benda-benda gaib alami lain adalah pada kualitas
tuahnya. Kebanyakan mustika mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah
alami dari batu akik berkhodam, tetapi kekuatan tuahnya belum tentu lebih baik. Umumnya
kekuatan tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dikantongi.
Misalnya sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang. Biasanya tuah mustika itu
bagus untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya
laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan
orangnya aktif turun tangan berdagang.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya
ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup
bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau
tokonya besar dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan
toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya
tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya hanya diserahkan kepada
para pekerjanya.

Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik
menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa
jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan
gaibnya lebih kuat daripada kekuatan gaib sebuah mustika penglarisan, sehingga cukup bagus jika
dijadikan penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau si penjual bendanya) untuk
mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai
penglaris toko.

Begitu juga sebuah mustika atau benda gaib yang untuk kekebalan, tuahnya hanya cukup untuk si
pembawa bendanya saja dan bisa menyelamatkannya dalam musibah kecelakaan mobil, tetapi
tuah itu bukan untuk semua orang yang satu mobil dengannya. Tetapi tuah kekebalan itu mungkin
bisa juga dinikmati oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya
berniat menyelamatkan mereka semua.

Untuk menambah pemahaman mengenai khodam, kekuatannya dan tuahnya, silakan dibaca
tulisan-tulisan yang berjudul :

- Sifat Kesaktian Mustika

- Kesaktian Mahluk Halus


- Khodam dan Kualitas Tuah

- Khodam dan Kekuatan Tuah

Jenis-jenis mustika di atas adalah yang biasa dikenal orang dan kegunaan / manfaat tuah yang
disebutkan juga adalah manfaat yang asli dari benda-benda tersebut, tetapi di dunia keilmuan
gaib tuah masing-masing benda gaib tersebut dapat diubah atau ditambahkan fungsinya,
tergantung kemampuan masing-masing orang dalam mengsugesti kemampuan gaib benda-benda
tersebut.

Jika anda mempunyai sebuah benda gaib atau mustika yang sudah secara alami memberikan
tuahnya dengan baik, dan kualitas tuahnya bagus, sebaiknya jangan dibacakan amalan gaib, dan
jangan diperintahkan untuk memberikan fungsi lain selain fungsi aslinya, baik dengan cara sambat
maupun dengan amalan gaib, supaya kegaibannya tidak berubah karena mengikuti sugesti anda,
dan supaya kualitas tuahnya tidak luntur / memudar.

Mewirid atau membacakan amalan gaib biasanya baik untuk mempertajam / menaikkan kekuatan
dan kualitas tuah benda gaib, tetapi jika itu adalah sebuah mustika, maka nantinya mustika itu
akan bekerja mengikuti isi amalan gaibnya, yang nantinya harus selalu dibacakan / diwirid amalan
gaibnya supaya kegaibannya tidak melemah memudar.

Sebuah mustika yang sudah baik memancarkan aura pengasihan, jangan dibacakan amalan gaib
untuk pengasihan, dan jangan disugestikan untuk fungsi lain, misalnya untuk pelet atau untuk
penglaris dagangan. Biarkan saja khodamnya bekerja sesuai aslinya.

Benda-benda gaib yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan
disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, misalnya untuk pembersihan gaib, supaya tuah
kekebalannya tidak berubah / luntur.

Pemberian sugesti, baik dengan cara sambat ataupun mewirid amalan gaib, lebih diutamakan
untuk benda-benda gaib yang lemah tuahnya, atau untuk benda-benda gaib isian, atau untuk
mustika yang kegaibannya tidak sempurna, supaya tuahnya menjadi lebih kuat dan le

Pemberian sugesti, baik dengan cara sambat ataupun mewirid amalan gaib, lebih diutamakan
untuk benda-benda gaib yang lemah tuahnya, atau untuk benda-benda gaib isian, atau untuk
mustika yang kegaibannya tidak sempurna, supaya tuahnya menjadi lebih kuat dan lebih baik
kualitasnya. Sugesti terhadap benda gaib jenis apapun yang paling penting adalah sugesti
penyatuan untuk menyatukan si benda gaib dengan kita untuk menegaskan bahwa kita adalah
pemiliknya dan kita menginginkan tuahnya.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada banyak macam mustika di alam gaib. Ada juga yang
bahkan kekuatan gaib dan tuahnya bisa sampai puluhan atau ratusan kali lipat dibanding
kekuatan gaib mustika merah delima. Sayangnya mustika yang seperti itu keberadaannya hanya
sedikit sekali dan jarang sekali ditemui oleh manusia, dan mereka sangat selektif dalam menerima
seseorang sebagai tuannya, sehingga banyak manusia tidak mengetahui keberadaannya dan tidak
dapat memilikinya. (Baca juga: Pusaka & Mustika di Alam Gaib).

Seperti sudah dituliskan di atas, mustika yang khodamnya berkarakter keras, yang menonjolkan
kekuatan dan kegagahan, sehingga tuahnya bagus untuk jimat berkelahi (atau kekebalan), tetapi
sifat kerasnya khodamnya itu seringkali menyebabkannya tidak akur dengan khodam jimat yang
lain, juga bisa bermasalah dengan khodam yang kekuatannya lebih tinggi. Penyimpanannya
sebaiknya dipisahkan, jangan berdekatan dengan benda-benda gaib / jimat yang lain.

Juga untuk semua jimat-jimat anda yang lain, kalau ada, misalnya cincin batu akik, yang
khodamnya berkarakter keras, yang menonjolkan kekuatan dan kegagahan, penyimpanannya
sebaiknya dipisahkan, jangan berdekatan, dengan benda-benda gaib / jimat yang lain.
Penjelasannya tentang khodam jimat yang karakternya keras, yang menonjolkan kekuatan dan
kegagahan sudah dituliskan dalam contoh-contoh mustika di atas yang tuahnya untuk kekuatan
berkelahi atau kekebalan, silakan juga dibaca penjelasannya dalam tulisan yang
berjudul Kesaktian Mustika,

Penulis ingin menasehatkan kepada para pembaca yang berminat dengan benda-benda mustika
seperti yang dituliskan di atas supaya berhati-hati, apalagi kalau harus menggantinya dengan
harga yang mahal. Benda mustika sangat diinginkan orang dan orang akan senang dan bangga
sekali bila memilikinya. Namun banyak mustika yang palsu atau sengaja dipalsukan, atau asli hasil
penarikan dari alam gaib, tetapi tidak sempurna kegaibannya, sehingga kegaibannya tidak dapat
dimanfaatkan dengan semestinya. Ada juga yang secara fisik mirip dengan suatu mustika, tetapi
kegaibannya palsu belaka, karena sosok gaibnya adalah 'isian', atau asma'an, bukan gaib asli dari
sebuah mustika.

Dalam proses penarikan benda gaib, biasanya digunakan minyak Arab yang mahal harganya
sebagai sesaji. Sebaiknya dipastikan dahulu sebelumnya, bahwa orang yang melakukan penarikan
tersebut benar mampu, sudah biasa melakukannya dan hasil penarikannya benar sempurna. Bila
hasilnya tidak sempurna, maka hasil yang didapat tidak akan banyak berguna dan tidak ada
keistimewaan yang bisa ditunjukkan. Dengan demikian mustika merah delima hanya akan tampak
seperti batu merah siam biasa. Mustika wesi kuning hanya akan menjadi kepompong yang keras
dan berat seperti kepompong logam. Emas hanya akan menjadi seperti logam kuningan (kuningan
sari). Berlian akan tampak seperti batu kristal, tetapi tidak bercahaya seperti batu kristal asli.
Penarikan uang kertas yang tidak sempurna, akan tampak seperti uang kertas sungguhan tetapi
tidak ada tanda-tanda sebagai uang kertas asli, akan menjadi sama dengan uang palsu, bisa-bisa
anda ditangkap polisi karena dituduh menyimpan dan mengedarkan uang palsu.
Benda-benda mustika yang mempunyai keistimewaan khusus, seperti mustika merah delima atau
mustika-mustika lain yang bisa merubah air menjadi berubah warna atau membuat orang menjadi
kebal tusuk, anti cukur, dsb, memang seringkali memerlukan perlakuan khusus, terutama pada
saat proses penarikan gaibnya.

Bila mustika anda penarikannya dilakukan oleh orang lain, sebaiknya jangan langsung dibawa
pulang. Sebaiknya dipastikan dulu kepada orang tersebut tentang kemapanan / kesempurnaan
kegaibannya, sesaji dan amalan gaibnya (jika ada), untuk memastikan bahwa setelah anda bawa
pulang benda tersebut akan bisa setiap saat menunjukkan keistimewaannya.

Sebuah mustika yang kondisinya tidak sempurna tidak akan banyak berguna, kondisinya akan
sama saja dengan benda lain yang berkhodam, malahan masih lebih baik jika kita memiliki sebuah
benda gaib isian, yang walaupun bukan asli sebuah mustika, tetapi tuahnya bisa lebih bagus dan
lebih kuat daripada tuah sebuah mustika yang tidak sempurna kegaibannya. Jadi, tidak perlu kita
membayar mahal untuk sebuah mustika yang tidak sempurna kegaibannya, kecuali bila kemudian
kita sendiri dapat menyempurnakan kegaibannya dengan mewirid amalan gaib atau ritual gaib
lain untuk menyempurnakan kegaibannya.

Selain itu ada banyak jenis mustika di alam gaib yang sebenarnya tidak memberikan tuah bagi
manusia. Contohnya adalah mustika-mustika yang khodamnya bersosok seperti hewan burung,
ular, kuda, dsb. Dengan demikian sekalipun benda-benda tersebut berhasil sempurna diwujudkan
ke dunia manusia, tetap saja bendanya itu nantinya tidak bermanfaat, karena khodamnya tidak
memberikan tuah apa-apa untuk manusia. Dalam hal ini diperlukan kecermatan yang tinggi untuk
memilih-milih benda gaib yang bertuah sebelum menariknya ke dunia manusia, karena tidak
semuanya akan memberikan tuah yang bermanfaat.

Begitu juga halnya bila kita ingin membeli sebuah mustika, sebaiknya kita cermat memilih dan
menilai, jangan sampai bendanya itu walaupun berkhodam, tapi ternyata sebenarnya tidak
memberikan tuah, atau sekalipun awalnya bertuah tapi nantinya akan tidak lagi bertuah, karena
tuah itu bukan tuahnya yang asli, tapi karena sebelumnya sudah diwiridkan amalan gaib (tuahnya
hanya bersifat sementara).

Bila anda memiliki sebuah mustika atau benda-benda berharga lainnya, sebaiknya keberadaannya
cukup untuk diri anda sendiri, jangan dipamerkan / dipertontonkan, jangan sampai anda menyesal
jika kemudian benda berharga anda itu luntur kegaibannya, atau hilang dicuri orang.

Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira
berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan
sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau yang
berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan resiko negatif
dari keberadaannya. Tetapi jika benda-benda gaib anda tuahnya bagus, dan anda menginginkan
itu, sekalipun khodamnya dari jenis yang tidak baik, jangan menggunakan minyak jafaron.

Secara umum benda-benda mustika di atas paling baik sesajinya adalah menyan jawa. Kalau tidak
ada menyan jawa bisa juga digunakan minyak misik putih, dalam bentuk pengasapan lebih baik.
Baca juga : Sesaji dan Pembersihan Gaib 2.

Khodam dan Kualitas Tuah

Halaman ini adalah kelanjutan dari tulisan di halaman-halaman lain yang terkait dengan istilah
khodam. Untuk keterangan lengkapnya silakan dibaca juga tulisan di halaman-halaman lain yang
terkait.

Untuk menambah pemahaman isi tulisan dalam halaman ini silakan dibaca juga halaman-halaman
lain yang terkait :

- Sebagian pengertian dalam menilai tuah dan kesaktian khodam gaib sudah dituliskan dalam
tulisan :

Kesaktian Mustika.

- Untuk tujuan mengetahui karakter suatu sosok halus / khodam, tuahnya dan sesajinya bisa
dilakukan

dengan cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

- Jenis-jenis sesaji untuk khodam gaib bisa dibaca dalam tulisan Sesaji Untuk Benda Gaib.

- Untuk keperluan mendapatkan suatu amalan gaib untuk tujuan tertentu silakan mencarinya di
internet.

Khodam adalah istilah untuk suatu mahluk halus yang bisa dimintai bantuannya oleh
manusia. Jenis mahluk halusnya bisa dari jenis apa saja, bisa jin, kuntilanak, gondoruwo, dsb, bisa
berasal dari khodam jimat atau pusaka, khodam ilmu gaib atau khodam pendamping, atau yang
dipanggil / dihadirkan untuk diperintah melakukan perbuatan gaib tertentu (khodam ilmu
hadiran).

Istilah khodam dalam tulisan ini meliputi pengertian khodam secara umum, yaitu khodam dari
benda-benda gaib, khodam ilmu dan khodam pendamping.

Tuah dan Kualitas Tuah

Jika kita memiliki sebuah benda berkhodam atau memiliki khodam ilmu / pendamping :

- Apa hubungannya tuah dengan kesaktian khodamnya ?


- Kalau khodamnya kuat, apakah tuahnya juga pasti bagus dan kuat ?

- Apakah semakin kuat khodamnya semakin bagus juga tuahnya ?

- Manakah yang lebih baik untuk dimiliki : khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?

- Manakah yang lebih penting : tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?

Tuah dari sebuah benda gaib berkhodam ada yang bersifat alami dari benda gaibnya, ada juga
yang tuahnya didapatkan setelah memberikan sugesti tertentu (misalnya yang tuahnya
didapatkan setelah bendanya dibacakan amalan pengasihan, dsb).

Dalam memberikan tuahnya, khodam dari sebuah benda gaib yang dimiliki oleh seseorang ada
yang tetap berdiam di dalam benda gaibnya, ada juga yang keluar dari bendanya dan
mendampingi tuannya (berlaku sama dengan khodam pendamping). Jika sosok gaibnya keluar dari
benda gaibnya dan mendampingi tuannya, maka tuahnya akan tetap didapatkan walaupun benda
gaibnya ditinggal di rumah. Tetapi jika khodamnya itu tetap berdiam di dalam benda gaibnya,
maka untuk mendapatkan tuahnya benda itu harus selalu dipakai / dibawa.

Secara alami semua sosok halus memancarkan suatu aura energi tertentu hingga jarak tertentu
dari tempat keberadaannya. Masing-masing aura energi itu mempunyai sifat sendiri-sendiri sesuai
jenis karakter sosok halusnya masing-masing.

Secara alami pancaran energi dari sesosok mahluk halus adalah sejalan dengan karakter
kepribadian mahluk halusnya masing-masing :

1. Yang karakternya keras akan memancarkan aura kekuatan / kegagahan, kewibawaan,


kekuasaan, ada juga yang menakutkan.

2. Yang karakternya halus akan memancarkan aura pengasihan, kerejekian, keteduhan, disukai
dalam pergaulan / hubungan sosial, dsb.

3. Yang karakternya bijaksana seperti orang tua akan memancarkan aura karisma wibawa,
keteduhan, kesepuhan, kebijaksanaan, dsb.

4. Yang karakternya jelek dan jahat akan memancarkan aura yang mempengaruhi psikologis,
mempengaruhi manusia menjadi berwatak sok gagah, sok sakti, sok beriman, sok benar, sok kuasa
dan sok menghakimi, meninggikan hasratnya akan kekayaan, hasrat kekuasaan dan hasrat
memiliki dengan menghalalkan berbagai cara dan mencari pembenaran atas perbuatannya yang
menghalalkan cara, dan mendorong manusia berperilaku menyimpang dari budi pekerti dan
kesusilaan.

Sebagian besar pancaran aura energi mahlus halus yang alami tidak terasakan pengaruhnya oleh
manusia. Sebagian lainnya pengaruhnya bisa dirasakan sebagai berpengaruh positif atau bersifat
negatif bagi manusia.

Bentuk sifat aura energi pancaran mahluk halus di atas adalah bersifat alami. Selain itu ada juga
yang tidak alami, yaitu perbuatan mahluk halus dan sifat aura energi yang sengaja dibentuk
dengan sugesti amalan gaib (atau dengan sambat).

Jika pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itu oleh manusia dirasakan sebagai
bermanfaat, maka pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itulah yang secara umum
kita sebut tuah , yang pengaruhnya bisa dinikmati oleh manusia dan bisa dengan sengaja
dimanfaatkan oleh manusia.

Tuah adalah perbuatan atau pancaran aura energi dari sesosok mahluk halus (khodam) yang
dirasakan bermanfaat dan bisa dengan sengaja dimanfaatkan oleh manusia.

Jadi pengertian tuah itu ada 2 macamnya, yaitu pancaran aura energi suatu mahluk halus atau
perbuatan tertentu dari sesosok mahluk halus.

Secara umum tuah yang dinikmati oleh manusia bentuknya adalah pancaran energi alami dari
karakter mahluk halusnya, misalnya didapatkan dari sebuah benda gaib yang khodamnya
memancarkan aura pengasihan, kerejekian, kewibawaan, atau aura kekuatan. Ada juga bentuk
tuah yang didapatkan setelah diberikan sugesti atau dibacakan amalan gaib tertentu. Selain itu
ada tuah dalam bentuk khusus, biasanya adalah yang merupakan perbuatan dari perintah khusus
manusia untuk dilakukan oleh si mahluk halus, misalnya tuah untuk pembersihan gaib,
pengobatan gaib, penarikan benda gaib, pelet, penundukkan, dsb.

Masing-masing bentuk tuah itu, terasa tidaknya perbuatan dan pancaran aura energi itu, yang
alami ataupun yang didapat setelah mengsugestikan suatu amalan gaib, berhubungan dengan
kualitas dan kekuatan tuahnya.

Istilah kualitas tuah, dapat dianalogikan sebagai kadar tingkatan sifat dari suatu bentuk tuah.

Jika tingkatan sifat tuah ini diukur nilainya dengan skala penilaian dari 1 sampai 10, maka bila
nilainya 1 berarti tingkatan sifat tuahnya paling lemah (paling rendah kualitasnya, paling rendah
tingkatan sifat tuahnya), dan nilai 10 berarti kadar tingkatan sifat tuahnya paling tinggi (paling
tinggi tingkat kualitas tuahnya).

Kebanyakan sosok halus dapat disugestikan untuk memberikan tuah tertentu (disugestikan untuk
memancarkan aura energi dengan sifat tertentu), tetapi tuah-tuah yang kualitasnya bagus hanya
didapatkan jika tuah itu sejalan dengan karakter asli (kepribadian) sosok gaibnya.

Biasanya kualitas tuah (sifat aura energi yang dipancarkan oleh masing-masing mahluk halus /
khodam) akan terus seperti aslinya, tidak akan meningkat, tapi bisa menurun kualitasnya. Tapi jika
kita bisa mengsugestinya untuk memberikan tuah yang lebih baik kualitasnya (dengan amalan
gaib dan sesaji), biasanya khodam-khodam itu bisa "bekerja" mengikuti sugesti kita untuk
merubah sifat pancaran energinya (menambah kadar kualitas tuahnya).

Berikut ini dituliskan ilustrasi singkat mengenai pengertian tuah dan kualitas tuah.

Tuah Pengasihan.

Pengertian tuah pengasihan bagi seseorang adalah adanya suatu aura / energi gaib yang
menyebabkan orang-orang di sekitarnya, termasuk yang baru pertama kali bertemu dengannya,
merasa suka dan mengasihinya, menyebabkan seseorang disukai / disenangi / dikasihi oleh orang
lain yang ada di sekitarnya atau orang-orang yang bertemu dengannya. Tuah ini berguna dalam
hubungan sosial (dan hubungan khusus).

Tuah pengasihan bersifat umum, pengaruhnya adalah terhadap banyak orang di sekitarnya.

Jika tuah pengasihan ini ditujukan hanya kepada orang tertentu saja, maka tuah ini disebut pelet,
yaitu membuat orang tertentu menjadi suka / terpikat kepadanya.

Tingkatan kualitas tuah pengasihan :

- Nilai 6, adalah batas terendah suatu aura energi terasa berpengaruh pengasihan.

- Nilai 7-8, adalah pengaruh pengasihan yang membuat keberadaan seseorang dikasihi di
lingkungannya termasuk oleh orang-orang yang baru pertama kali bertemu dengannya.

- Nilai 9, adalah pengaruh pengasihan yang membuat keberadaan seseorang dikasihi di


lingkungannya dan menyebabkan orang-orang yang biasa bertemu dengannya merasa rindu
dengan kehadirannya.

- Nilai 10, adalah pengaruh pengasihan yang membuat keberadaan seseorang dikasihi di
lingkungannya sampai menyebabkan orang-orang yang biasa bertemu dengannya merasa rindu
dengan kehadirannya dan merasa belum nyaman jika orang itu belum hadir bersama mereka
(pengaruhnya hampir sama dengan pelet).

Tuah Kerejekian.

Pengertian tuah kerejekian bagi seseorang adalah adanya suatu aura / energi gaib yang
memberikan pengaruh berupa semangat psikologis untuk bekerja, memberikan pengaruh yang
baik dalam hubungan dengan orang lain (hubungan sosial), membuka pikiran dalam pemecahan
masalah-masalah yang dihadapi dan melancarkan urusannya yang berhubungan dengan jalan
kerejekian. Di dalam tuah kerejekian terkandung juga di dalamnya tuah untuk ketenangan hati
dan pikiran, pengasihan umum, kesehatan dan ketentraman keluarga.
Tuah untuk kerejekian akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mempunyai lahan / usaha
sendiri dan yang bersemangat untuk mengembangkan usahanya, memberinya semangat
psikologis untuk bekerja, memberikan ide-ide dan ilham untuk pengembangan usaha,
memberikan aura yang baik untuk hubungan sosial, hubungan baik penjual-pembeli dan
hubungan baik dengan sesama usahawan (hubungan kerjasama usaha), memberikan aura yang
baik untuk perkembangan peternakan dan kesuburan pertanian, sehingga jika seseorang mampu
membuka pikiran dan mengikuti tuntunan gaib yang diterimanya, tuah kerejekian itu akan dapat
membantu seseorang mengembangkan usaha dan jalan kerejekiannya mengantarkannya menjadi
makmur sejahtera dan berkelimpahan.

Tingkatan kualitas tuah kerejekian :

- Nilai 6, adalah batas terendah suatu aura energi terasa berpengaruh bertuah kerejekian.

- Nilai 7-8, adalah pengaruh berupa semangat psikologis untuk bekerja, ide-ide dan ilham
mengalir lancar untuk pengembangan usaha dan memecahkan masalah, membuat orang-orang di
sekitarnya suka dengan dirinya dan suka datang ke tempat usahanya, membuat orang-orang suka
datang dan berbelanja, membuat pekerjaan dan usahanya lebih berkembang dan lebih maju atau
dagangannya lebih laris.

- Nilai 9, adalah pengaruh tuah kerejekian yang sampai menyebabkan orang-orang di sekitarnya
(rekan kerja dan para bawahan) ikut bersemangat untuk bekerja bersamanya, menaruh
kepercayaan yang besar kepadanya untuk meminpin usaha, karirnya meningkat tinggi,
peternakan berkembang pesat, pertanian panen berlimpah.

- Nilai 10, adalah pengaruh tuah kerejekian yang sampai menyebabkan sesama pengusaha /
rekanan menaruh kepercayaan yang besar kepadanya, senang berbisnis dengannya, senang
bekerja sama / berinvestasi pada usahanya, senang memberikan pinjaman / kredit usaha
kepadanya, dan mau menyerahkan kepercayaan kepadanya untuk memimpin usaha / proyek-
proyek mereka.

Tuah Kewibawaan.

Pengertian tuah kewibawaan bagi seseorang adalah adanya suatu aura / energi gaib yang
menyebabkan orang-orang di sekitarnya merasa hormat kepadanya, menyebabkannya dihormati
/ disegani oleh orang lain yang ada di sekitarnya atau orang-orang yang bertemu dengannya,
menyebabkan orang-orang tidak berani dengan sengaja berbuat tidak hormat atau merendahkan,
menjadikannya dihormati sebagai pemimpin atau dihormati untuk memegang jabatan tertentu,
menjauhkannya dari fitnah dan pelecehan yang bisa menjatuhkan martabatnya. Dalam pengaruh
kekuatan gaib yang ekstrim tuah ini sampai menyebabkan kehadiran seseorang ditakuti oleh
orang lain di sekitarnya.

Tingkatan kualitas tuah kewibawaan :

- Nilai 6, adalah batas terendah suatu aura energi terasa berpengaruh kewibawaan.

- Nilai 7-8, adalah pengaruh kewibawaan yang membuat keberadaan seseorang dihormati di
lingkungannya.

- Nilai 9, adalah pengaruh kewibawaan yang sampai menjadikan seseorang dihormati dan
disegani,

menyebabkan orang lain tidak berani dengan sengaja berbuat tidak hormat atau
merendahkan,

menjauhkannya dari fitnah dan pelecehan yang bisa menjatuhkan martabatnya,


menjadikannya

dihormati dan dianggap pantas untuk memimpin atau memegang jabatan tertentu (karir
/ kepangkatan

/ derajat).

Tuah ini juga akan memberikan rasa firasat bila akan ada kejadian yang tidak
mengenakkan, atau

bila ada ancaman musuh di dalam selimut, atau peringatan bila ada orang-orang yang
berniat

menjatuhkan wibawanya, sehingga orang itu akan menjadi tajam instingnya dan dapat
melakukan

tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menangkalnya.

- Nilai 10, adalah pengaruh kewibawaan yang membuat keberadaan seseorang sangat disegani /
dihormati,

sampai-sampai ucapannya tidak akan dibantah oleh orang lain yang mendengarkannya,
dan

permintaan atau perintahnya kepada orang lain akan dituruti (penundukan).

Jika terlibat dalam suatu masalah, tuah ini akan membungkam mulut lawan bicara
(pambungkem),

membuat lawan bicara berat / takut untuk berbicara atau membuatnya menjadi lupa
atas apa yang

akan diucapkannya, sehingga akan membebaskannya dari dakwaan / tuntutan.


Tuah Kesaktian / Kekuatan dan Keselamatan.

Pengertian tuah kesaktian / kekuatan dan keselamatan bagi seseorang adalah adanya suatu energi
gaib yang menyebabkan seseorang merasakan tubuhnya lebih kuat dan bersemangat, ketika
berkelahi kecepatan geraknya bertambah, kekuatan pukulannya bertambah (dan pukulannya
mengandung efek kekuatan gaib) dan tubuhnya lebih tahan menerima pukulan (tidak begitu
merasa sakit ketika dipukul / terluka). Dalam pengaruh kekuatan yang ekstrim, tuah ini sampai
menyebabkan tubuh seseorang menjadi kebal, tidak terluka oleh senjata tajam atau senjata api,
rambutnya tidak dapat dipotong / dicukur dan tidak terbakar oleh api, tahan panasnya api dan
kulitnya pun tidak akan melepuh, dan tahan (relatif) menerima serangan pukulan / tendangan
yang menggunakan tenaga dalam atau aji-aji kesaktian.

Tingkatan kualitas tuah kekuatan / keselamatan:

- Nilai 6, adalah batas terendah suatu aura energi berpengaruh sebagai penambah kekuatan /
semangat.

- Nilai 7-9, adalah pengaruh tuah kekuatan yang menyebabkan seseorang merasakan tubuhnya
lebih bertenaga

dan bersemangat, ketika berkelahi kecepatan geraknya bertambah, kekuatan


pukulannya bertambah

(dan mengandung kekuatan gaib) dan tubuhnya lebih tahan menerima pukulan (tidak
begitu merasa

sakit ketika dipukul / terluka) dan tidak cepat lelah.

- Nilai 10, adalah pengaruh tuah kekuatan / keselamatan yang sampai menyebabkan tubuh
seseorang tidak

terluka oleh senjata tajam atau senjata api, rambutnya tidak dapat dipotong / dicukur
dan tidak

terbakar oleh api, tahan panasnya api dan kulitnya pun tidak akan melepuh dan tahan
(relatif)

diserang dengan pukulan / tendangan yang menggunakan tenaga dalam atau aji-aji
kesaktian.
Contoh-contoh ilustrasi di atas menggambarkan contoh-contoh pengaruh energi mahluk halus
yang secara umum kita sebut tuah, dan kualitas tuah menentukan kadar tingkatan sifat suatu
tuah.

Benda-benda gaib anda yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan
disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah /
luntur.

Begitu juga benda-benda gaib anda yang lain, yang tuahnya bersifat khusus dan tuahnya sudah
bagus, misalnya yang khusus untuk pengasihan / kerejekian, sebaiknya jangan disugestikan untuk
memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah khususnya itu tidak berubah / luntur.

Secara umum benda-benda gaib yang bisa bertuah untuk pengasihan, kerejekian, dan
kewibawaan dapat disugestikan untuk tuah junjung derajat. Tentang pengertian junjung derajat
silakan dibaca dalam tulisan berjudul Keris Junjung Derajat.

Catatan khusus :

Mengoptimalkan Tuah :

Secara umum bentuk tuah di atas seperti pengasihan, kerejekian, kewibawaan, kekuatan, adalah
sebentuk energi gaib / aura yang bisa dirasakan oleh orang lain dan diri kita sendiri, aura itu selain
akan mempengaruhi orang lain juga bisa dirasakan pengaruhnya pada diri kita sendiri sesuai
bentuk tuahnya.

Untuk mengoptimalkan fungsi tuah-tuah tersebut, selain tuah itu sudah bekerja pada diri kita atau
mempengaruhi orang lain, kita sendiri harus menyesuaikan diri kita supaya selaras dengan
tuahnya, yaitu selain kita sendiri harus menunjukkan sikap yang selaras dengan bentuk tuahnya,
kita juga harus membuka pikiran untuk mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang sejalan
dengan bentuk tuahnya, dan jangan melakukan sikap dan perbuatan yang berlawanan dengan
tuahnya.
Misalnya :

Tuah Pengasihan, selain tuah itu sudah bekerja mempengaruhi orang lain supaya kasih kepada
kita, kita sendiri harus menunjukkan sikap yang sejalan dengan tuahnya, yaitu menunjukkan sikap
yang menyenangkan bagi orang lain, jangan menunjukkan sikap yang tidak bersahabat atau tidak
menyenangkan bagi orang lain. Jangan sampai tuah pengasihannya kalah oleh perilaku kita sendiri
yang tidak menyenangkan bagi orang lain.

Tuah Kerejekian, selain tuah itu sudah bekerja mempengaruhi orang lain supaya kasih kepada kita,
suka bekerja dengan kita, suka berbisnis / berjual-beli dengan kita, kita sendiri harus
menunjukkan sikap yang sejalan dengan tuahnya, yaitu menunjukkan sikap yang menyenangkan
bagi orang lain, jangan menunjukkan sikap yang tidak bersahabat atau tidak menyenangkan bagi
orang lain.

Kita sendiri harus bersemangat bekerja, membuka pikiran atas ide dan ilham untuk kelancaran
pekerjaan dan pengembangan usaha kita dan melakukan perbuatan-perbuatan nyata dari
masuknya ide dan ilham untuk mengembangkan usaha dan jalan kerejekian kita, jangan pasif.
Dengan demikian tuah itu menjadi bermanfaat dan bisa dirasakan pengaruhnya dalam
menggandakan usaha kerejekian kita.

Tuah Kewibawaan, selain tuah itu sudah bekerja mempengaruhi orang lain supaya hormat kepada
kita, tidak menyepelekan kita, menjadikan kita tampak lebih berkarisma dan berwibawa, kita
sendiri harus menunjukkan sikap yang sejalan dengan tuahnya, yaitu menunjukkan sikap percaya
diri, jangan menunjukkan sikap yang lemah atau kurang percaya diri yang akan membuat kita
tampak tidak berwibawa dan akan disepelekan.

Kita sendiri juga harus bersemangat bekerja, menguasai materi dan teknis pekerjaan kita,
membuka pikiran atas ide dan ilham untuk kelancaran pekerjaan dan usaha kita dan membina
hubungan yang baik dengan atasan, bawahan, maupun rekan kerja sederajat, sehingga pengaruh
kewibawaan itu juga akan membuat kita dihormati dan dianggap pantas untuk memegang jabatan
tertentu (karir / kepangkatan).

Tuah Kekuatan, selain tuah itu sudah bekerja memberikan tambahan energi dan kekuatan gaib
pada diri kita, kita sendiri harus menunjukkan sikap yang sejalan dengan tuahnya, yaitu
menunjukkan sikap percaya diri, jangan menunjukkan sikap yang lemah, takut atau kurang
percaya diri yang akan membuat kita merasa lemah, sehingga tuah kekuatan itu menjadi tidak
terasakan keampuhannya. Selain itu kita juga perlu melatih suatu olah gerak atau kekuatan
tertentu untuk mengoptimalkan penggunaan kekuatan.
Jadi kalau kita menginginkan tuah itu bekerja optimal untuk kita, maka kita juga harus melakukan
perbuatan dan sikap yang sejalan, jangan melakukan sikap dan perbuatan yang berlawanan
dengan bentuk tuahnya. Jadi, jika kita merasakan bentuk tuahnya kurang terasa, mungkin adalah
karena kita sendiri yang tidak bisa menyelaraskan diri kita dengan bentuk tuahnya (kita sendiri
yang menjadi penghalang keampuhan tuahnya).

Efek negatif kualitas tuah :

Selain tuah-tuah di atas memberikan manfaat kepada kita, ada juga sisi negatifnya.

Misalnya :

Tuah Pengasihan berlawanan dengan Kewibawaan.

Pengasihan yang kuat pengaruhnya bisa menjadikan kita dikasihi di lingkungan kita, tetapi dalam
hal tertentu bisa menyebabkan kita disepelekan, karena kita tidak tampak berwibawa. Ilmu
pengasihan yang terlalu kuat bisa membuat kita kehilangan kewibawaan, membuat kita tampak
tidak berwibawa, menjadi disepelekan, bahkan bisa dianggap tidak pantas menduduki jabatan
tertentu.

Tuah Kewibawaan berlawanan dengan Pengasihan.

Kewibawaan yang kuat pengaruhnya bisa menjadikan kita dihormati / disegani di lingkungan kita,
tetapi dalam hal tertentu bisa menyebabkan keberadaan kita tidak disukai, kita tampak tidak
punya rasa kasih, kita bisa dijauhi orang karena dianggap angkuh, sombong dan kurang fiendly.

Tuah Kekuatan bisa berlawanan dengan Pengasihan.

Kekuatan umumnya identik dengan kekerasan.

Hawa / aura kekuatan / kekerasan yang kuat pengaruhnya bisa menjadikan kita percaya diri
merasa kuat, tetapi dalam hal tertentu bisa menyebabkan keberadaan kita tidak disukai, akan
tampak sombong dan kita akan dijauhi orang karena dianggap "berbahaya". Apalagi jika
khodamnya (atau kita sendiri) memancarkan aura yang panas, apalagi jika kita sendiri mudah
"panas".

Ada banyak amalan dan ilmu keselamatan dan penjagaan gaib yang katanya ampuh, yang kadar
tuahnya tinggi, tetapi di sisi lain ilmu keselamatan itu bisa berpengaruh negatif terhadap
pergaulan dan jalan kerejekian kita, karena ilmunya beraura kekerasan, khodamnya agresif dan
berhawa panas, kita sendiri juga bisa menjadi terlihat keras, angkuh, sombong, terlihat jauh dari
rasa pengasihan, bisa juga kita menjadi dijauhi orang karena dianggap "berbahaya".
Jadi, jika kita memilki / mencari sebuah benda gaib atau khodam dan amalan karena
mengharapkan ampuhnya tuahnya, sebaiknya kita aware juga terhadap sisi negatif dari tuah
benda gaib dan amalan yang kadarnya tinggi.

Kalau memang ada suatu bentuk pencapaian tertentu atau ada kondisi tertentu yang ingin kita
capai, lebih baik memang kita memakai benda gaib / amalan yang kadar tuahnya tinggi, yang
nilainya 9 - 10.

Tetapi kalau kita menganggap penting hubungan sosial dengan orang lain di sekitar kita, apalagi
jika jalan kehidupan kita banyak berhubungan dengan orang lain, sebaiknya kita tidak memakai /
mengantongi benda gaib yang kualitas tuahnya terlalu tinggi, juga tidak mewiridkan amalan yang
kadarnya tinggi, karena ada efek negatif lain yang muncul dari kuatnya sebentuk tuah.

Dalam kondisi normal hubungan sosial atau hubungan kerja, benda gaib dengan kadar tuah nilai 8
atau 8,5, atau maksimal 9, mungkin cukup baik untuk kita pakai sehari-hari.

Kekuatan Khodam dan Kekuatan Tuah

Halaman ini adalah kelanjutan dari tulisan di halaman-halaman lain yang terkait dengan istilah
khodam. Untuk keterangan lengkapnya silakan dibaca juga tulisan di halaman-halaman lain yang
terkait.

Untuk keperluan menambah pemahaman isi tulisan dalam halaman ini :

- Sebagian pengertian dalam menilai tuah dan kesaktian khodam gaib sudah dituliskan dalam
tulisan :

Kesaktian Mustika.

- Untuk tujuan menilai karakter suatu sosok halus / khodam dan tuahnya bisa dilakukan dengan
cara yang

serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

- Untuk mengetahui jenis-jenis sesaji untuk khodam gaib bisa dibaca dalam tulisan Sesaji Untuk
Benda Gaib.

- Untuk keperluan mendapatkan suatu amalan gaib untuk tujuan tertentu dapat mencarinya di
internet.

Khodam adalah istilah untuk suatu mahluk halus yang bisa dimintai bantuannya oleh
manusia. Jenis mahluk halusnya bisa dari jenis apa saja, bisa jin, kuntilanak, gondoruwo, dsb, bisa
juga berasal dari khodam jimat atau pusaka, bisa menjadi khodam ilmu gaib atau khodam
pendamping, atau pun dipanggil / dihadirkan untuk diperintah melakukan perbuatan gaib
tertentu (khodam ilmu hadiran).

Istilah khodam dalam tulisan ini meliputi pengertian khodam secara umum, yaitu khodam dari
benda-benda gaib, khodam ilmu dan khodam pendamping.

Kekuatan Tuah

Jika kita memiliki sebuah benda berkhodam atau memiliki khodam ilmu / pendamping :

- Apa hubungannya tuah gaib dengan kesaktian khodamnya ?

- Kalau khodamnya kuat, apakah tuahnya juga pasti bagus dan kuat ?

- Apakah semakin kuat khodamnya semakin bagus juga tuahnya ?

- Manakah yang lebih baik untuk dimiliki : khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?

- Manakah yang lebih penting : tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?

Di halaman sebelumnya (Kualitas Tuah dan Khodam) Penulis sudah menuliskan tentang kualitas
tuah sebuah benda gaib yang berhubungan dengan karakter khodam gaibnya.

Secara alami semua sosok halus memancarkan suatu aura energi tertentu hingga jarak tertentu
dari tempat keberadaannya. Masing-masing aura energi itu mempunyai sifat sendiri-sendiri sesuai
jenis karakter sosok halusnya.

Sebagian besar pancaran aura energi mahlus halus yang alami tidak terasakan pengaruhnya oleh
manusia. Sebagian lainnya pengaruhnya bisa dirasakan sebagai berpengaruh positif atau bersifat
negatif bagi manusia.
Bentuk sifat aura energi pancaran mahluk halus di atas adalah bersifat alami. Selain itu ada juga
yang tidak alami, yaitu perbuatan mahluk halus dan sifat aura energi yang sengaja dibentuk
dengan sugesti amalan gaib (atau dengan sambat).

Jika pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itu oleh manusia dirasakan sebagai
bermanfaat, maka pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itulah yang secara umum
kita sebut tuah , yang pengaruhnya bisa dinikmati oleh manusia dan bisa dengan sengaja
dimanfaatkan oleh manusia.

Tuah adalah perbuatan atau pancaran aura energi dari sesosok mahluk halus (khodam) yang
dirasakan bermanfaat dan bisa dengan sengaja dimanfaatkan oleh manusia.

Secara umum tuah yang dinikmati oleh manusia bentuknya adalah pancaran energi alami dari
karakter mahluk halusnya, misalnya didapatkan dari sebuah benda gaib yang khodamnya
memancarkan aura pengasihan, kerejekian, kewibawaan, atau aura kekuatan. Ada juga bentuk
tuah yang didapatkan setelah diberikan sugesti atau dibacakan amalan gaib tertentu. Selain itu
ada tuah dalam bentuk khusus, biasanya adalah yang merupakan perbuatan dari perintah khusus
manusia untuk dilakukan oleh si mahluk halus, misalnya tuah untuk pembersihan gaib,
pengobatan gaib, penarikan benda gaib, pelet, penundukkan, dsb.

Masing-masing bentuk tuah itu, terasa tidaknya perbuatan dan pancaran aura energi itu, yang
alami ataupun yang didapat setelah mengsugestikan suatu amalan gaib, berhubungan dengan
kualitas dan kekuatan tuahnya.

Istilah kualitas tuah, dapat dianalogikan sebagai tingkatan sifat dari suatu bentuk tuah.

Jika tingkatan sifat tuah ini diukur nilainya dengan skala penilaian dari 1 sampai 10, maka bila
nilainya 1 berarti tingkatan sifat tuahnya paling lemah (paling rendah kualitasnya, paling rendah
tingkatan sifat tuahnya), dan nilai 10 berarti kadar tingkatan sifat tuahnya paling tinggi (paling
tinggi tingkat kualitas tuahnya).

Kebanyakan sosok halus dapat disugestikan untuk memberikan tuah tertentu (disugestikan untuk
memancarkan aura energi dengan sifat tertentu), tetapi tuah-tuah yang kualitasnya bagus hanya
didapatkan jika tuah itu sejalan dengan karakter asli (kepribadian) sosok gaibnya.
Dalam tulisan di halaman ini ada digunakan istilah kekuatan tuah.

Istilah kekuatan tuah, dapat dianalogikan sebagai kekuatan dan kestabilan pancaran energi tuah
dari khodam sebuah benda gaib, khodam ilmu atau khodam pendamping.

Ada beberapa kondisi yang menentukan kekuatan tuah, yaitu :

1. Kekuatan energi si khodam.

2. Kestabilan energi si khodam.

3. Kondisi psikologis dan perwatakan si khodam.

Penjelasannya sbb :

1. Kekuatan Khodam.

Kekuatan / kesaktian mahluk halus identik dengan besarnya energi, kepadatan dan ketajaman
energinya.

Dalam hubungannya dengan tuah, maka kekuatan mahluk halus ini identik dengan kekuatannya
memancarkan energi yang berupa tuahnya, disebut kekuatan tuah, yaitu besarnya pancaran
energi, kepadatan dan ketajaman energi tuahnya.

Kekuatan pancaran energi tuah benda gaib seseorang biasanya hanya terpancar dalam jarak
tertentu saja, misalnya hanya untuk mempengaruhi orang-orang di sekitarnya sebatas luas suatu
ruangan, tetapi bisa juga dipancarkan dalam radius yang cukup jauh dan mempengaruhi banyak
orang, misalnya untuk mempengaruhi orang-orang yang hadir dalam acara pidato di lapangan
atau di dalam gedung pertemuan.

Masing-masing mahluk halus mempunyai kekuatan sendiri-sendiri yang tidak sama satu dengan
yang lainnya. Jika kekuatannya rendah, maka pancaran kekuatan tuahnya hanya dapat
berpengaruh dalam radius dekat saja, tetapi jika kekuatannya tinggi, maka pancaran kekuatan
tuahnya dapat berpengaruh dalam radius yang cukup jauh (tetapi semakin jauh jaraknya, tuahnya
semakin lemah pengaruhnya).

Umumnya kekuatan gaib dan kesaktian mahluk halus dan kekuatan tuah-nya bersifat tetap, tidak
berubah (given), tetapi kualitas tuah-nya dan kadar pengaruh tuah-nya bisa kita ubah dengan
sugesti khusus (dengan amalan gaib).

Biasanya kualitas tuah dari masing-masing mahluk halus / khodam akan terus seperti aslinya,
tidak akan meningkat, tapi bisa menurun kualitasnya, sehingga harus diusahakan supaya kualitas
tuahnya bisa bagus lagi, misalnya dengan cara secara berkala diwiridkan amalan gaib yang sesuai
dengan tuahnya dan pemberian sesaji.

Jika kekuatan asli mahluk halus tersebut rendah, maka jika dipaksakan agar memancarkan
tuahnya dalam radius yang jauh, biasanya kualitas tuahnya malah akan melemah dan tidak
terasakan pengaruhnya. Tapi jika kita bisa mengsugestikannya untuk memberikan tuah yang lebih
baik kualitasnya, biasanya khodam-khodam itu bisa "bekerja" mengikuti sugesti kita, walaupun
pancaran tuahnya tidak jauh, tapi secara kualitas, tuahnya cukup untuk berpengaruh terhadap
orang lain di sekitar kita.

Jadi masing-masing mahluk halus mempunyai keterbatasan dalam kekuatannya masing-masing.


Mahluk halus yang kekuatannya tinggi dapat memancarkan pengaruh tuahnya meliputi area yang
lebih luas daripada yang kekuatannya lebih rendah.

Untuk menambah pemahaman kita berikut ini diberikan ilustrasi sbb:

Mahluk halus A nilai kekuatannya 7.

Mahluk halus B nilai kekuatannya 6.

Berdasarkan skala nilai kekuatan di atas mahluk halus A lebih tinggi kekuatannya dibanding
mahluk halus B.

Masing-masing si A dan si B mempunyai tuah yang sama untuk pengasihan dan dengan nilai
kualitas tuah yang sama, masing-masing nilai kualitas tuahnya 8.
Si A dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8 sampai jarak 10 meter, jika lebih jauh dari itu
maka kualitas tuahnya akan semakin menurun menjadi 7, 6, 5, atau bahkan sama sekali tidak
terasa pengaruhnya.

Si B lebih lemah kekuatannya, dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8 hanya sampai jarak
5 meter saja, jika lebih jauh dari itu maka kualitas tuahnya akan semakin menurun menjadi 7, 6, 5,
atau bahkan sama sekali tidak terasa pengaruhnya.

Secara umum semakin tinggi kekuatan gaib sesosok mahluk halus, maka kekuatan pancaran
energinya juga akan lebih jauh dibandingkan yang lebih lemah kekuatannya. Karena si A kekuatan
gaibnya lebih tinggi daripada si B, maka si A dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8
sampai jarak 10 meter, sedangkan si B hanya sampai jarak 5 meter.

Tetapi jika si A dapat memfokuskan kekuatan tuahnya, yaitu yang semula 10 meter, difokuskan
hanya untuk area yang sama dengan si B, yaitu sejauh 5 meter, maka kadar kekuatan pengaruh
tuahnya bisa menjadi 50% lebih tinggi daripada aslinya. Selain menjadikan pengaruh gaibnya lebih
terasa oleh orang-orang di sekitarnya, kadar pengaruh tuah yang lebih tinggi berguna untuk
mempengaruhi orang-orang yang mempunyai "ketahanan" lebih terhadap pengaruh gaib atau
terhadap orang-orang yang mempunyai benteng / pagaran gaib.

Jika si A dapat "dipaksa" meningkatkan kualitas tuahnya yang semula nilainya 8 menjadi bernilai 9
(dengan amalan gaib pengasihan), yang semula nilai kualitasnya 8 dengan pancaran 10 meter,
mungkin tuah pengasihan dengan nilai 9 itu hanya mampu dipancarkannya dalam radius 5 meter
seperti area si B di atas.

Si B dapat juga "dipaksa" meningkatkan kualitas tuahnya menjadi bernilai 9, tetapi karena
kekuatannya yang lebih rendah tuah pengasihan dengan nilai 9 itu hanya mampu dipancarkannya
dalam radius yang lebih sempit, misalnya yang semula bisa 5 meter kemudian menjadi hanya
sampai jarak 2 atau 3 meter saja.

Jadi walaupun masing-masing mahluk halus mempunyai keterbatasan dalam kekuatannya masing-
masing, tetapi mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi dapat memancarkan tuahnya meliputi
area yang lebih luas daripada yang kekuatannya lebih rendah, dan menyimpan potensi untuk lebih
ditingkatkan kualitas dan kekuatan tuahnya (dengan amalan gaib).

Sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang, biasanya tuah mustika itu bagus
hanya untuk si manusia pemiliknya sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan /
dagangannya laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi
dan orangnya aktif turun tangan berdagang. Jika pancaran kekuatan gaib mustika itu diukur, kira-
kira pancaran tuahnya 3 - 5 meter, sehingga hanya baik jika dipakai sendiri oleh pemiliknya untuk
berdagang. Untuk memaksimalkannya, mustika itu bisa disugestikan (sekali saja) untuk
memberikan aura penglaris sampai jarak lebih jauh lagi beberapa meter dari tokonya atau dari
posisi barang dagangannya. Sesudahnya mustika itu dibiarkan bekerja seperti aslinya.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya
ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup
bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau
tokonya besar dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan
toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya
tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko. Apalagi kalau kegaiban mustika itu sudah
menyatu dengan orang si pemilik toko yang kegaibannya akan bagus bekerja selama mustikanya
bersama dengan orang pemiliknya, sehingga si pemilik toko terpaksa harus aktif berjualan supaya
kegaiban mustika itu juga bagus bekerja yang hasilnya akan sangat berbeda dibanding jika
tokonya hanya diserahkan saja kepada para pelayan toko.

Mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian, yang isi gaibnya dari jenis khodam
mustika, memang biasanya kekuatan gaibnya rendah, sehingga pancaran energi tuahnya sempit,
tidak mencakup area yang luas, karena itu jenis mustika seperti itu lebih cocok untuk dipakai
sendiri dengan cara dikantongi. Kebanyakan kekuatan khodamnya tidak lebih dari kekuatan gaib
mustika merah delima.

Tetapi sebuah mustika lain yang tuahnya sejenis dengan itu, yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin,
biasanya kekuatan gaibnya lebih tinggi, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, sehingga
pancaran energi tuahnya bisa lebih luas, mencakup area yang lebih luas. Kebanyakan mustika
yang isi khodamnya bangsa jin yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih tinggi
dari kekuatan gaib mustika merah delima, bahkan bisa sampai puluhan kalinya.

Khodam bangsa jin yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa kebanyakan kekuatan gaibnya tinggi, bisa
sampai 60 md (60 kalinya kekuatan mustika merah delima), ada juga yang lebih dari itu, sehingga
kekuatan gaibnya bisa juga dimanfaatkan untuk tuah lain, misalnya untuk penjagaan gaib atau
untuk membersihkan tempat usaha dari gaib-gaib negatif. Sedangkan sosok jin lain, misalnya yang
seperti kuntilanak, seperti ksatria laki-laki atau perempuan, seperti bapak-bapak berjubah atau
yang seperti manusia kekar bertelanjang dada, kekuatan gaibnya bervariasi, bisa di atas bisa juga
di bawah kekuatannya yang ibu-ibu jawa.

Tapi yang diutamakan bukan hanya sekedar kekuatan gaibnya, tapi juga karakter sosok ibu-ibu
jawa itu halus seperti ibu-ibu, yang akan menarik banyak orang untuk datang berkumpul, cocok
untuk tuah pengasihan dan kerejekian.
Kebanyakan benda mustika isi gaibnya adalah dari jenis khodam mustika, suatu jenis gaib
tersendiri, tapi ada juga sebagian kecil yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin. Jadi khodam jin pada
mustika sebagian adalah khodam asli mustikanya, sebagian lagi asalnya adalah khodam isian.
Karena jumlah mustika yang khodamnya bangsa jin hanya sedikit, maka akan sulit kalau kita
dengan sengaja mencari mustika yang khodam aslinya adalah bangsa jin. Ada, tapi hanya sedikit
sekali.

Karena itu untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih
baik menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya
bangsa jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan
gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan
penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau spiritualis / penjual bendanya) untuk
mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai
penglaris toko.

Kelebihan utama sebuah mustika dibandingkan benda gaib alami lain adalah pada kualitas tuah-
nya, bukan pada kekuatan tuah-nya.

Kalau isi gaib sebuah mustika adalah bangsa jin yang biasanya kekuatannya lebih tinggi mungkin
pancaran tuahnya bisa lebih luas daripada yang isi gaibnya sejenis khodam mustika.

Baik mustika maupun jimat isian, yang diutamakan bukanlah sekedar isinya yang bangsa jin, yang
utama adalah tuahnya harus bagus, sudah diproses sampai tuahnya bagus (dengan wiridan
amalan gaib dan sesaji) dan kegaibannya sempurna. Sesudah kualitas tuahnya bagus, barulah
dinilai kekuatan tuahnya.

Tapi kelemahannya, kalau sifatnya adalah jimat isian, atau tuahnya asalnya dari kekuatan wiridan
amalan gaib, mungkin nantinya tuahnya akan memudar, sehingga harus diwirid lagi amalannya.
Jadi sifatnya untung-untungan. Kalau bisa bertuah jangka panjang, ya untunglah kita. Tapi kalau
ternyata tuahnya memudar, terpaksa deh harus dicharge lagi (diwirid lagi amalan gaibnya atau
datang lagi ke spiritualisnya).

Sebagai ilustrasi untuk tuah pengasihan dan kerejekian dagang :

Kalau khodamnya adalah jenis khodam mustika, mungkin pancaran tuahnya hanya 3 - 5 meter
saja.
Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 10 md, mungkin pancaran tuahnya bisa 5 - 10
meter.

Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 40 md atau lebih, mungkin pancaran tuahnya bisa
sampai 10 - 40 meter, cocok untuk toko besar, super market, toko di mall atau di pasar, atau toko
di deretan toko di pinggir jalan.

Karena itulah kebanyakan tuah penglaris yang bagus dari orang pinter / spiritualis kebanyakan
khodamnya adalah dari jenis bangsa jin, bukan khodam yang sejenis khodam mustika.

Sebagai tambahan untuk penjelasan di atas :

Sebenarnya yang dimaksud di atas bukanlah semata-mata bangsa jin-nya, tetapi sebuah mustika
yang khodamnya bangsa jin.

Sepengetahuan Penulis, kebanyakan mustika ada 2 jenisnya, yaitu yang khodamnya sejenis
khodam mustika dan yang khodamnya bangsa jin.

Penjelasannya sbb :

1. Mustika yang khodamnya sejenis khodam mustika.

Yang disebut sejenis khodam mustika itu sebenarnya banyak sekali jenisnya, tidak semuanya
sama, dan tidak semuanya sejenis,

Misalnya, walaupun disebut khodamnya adalah sejenis khodam mustika, tetapi khodam mustika
wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika merah delima, dan berbeda jenis juga dengan
khodam keong buntet.

Tapi bingung juga untuk menyebutkan nama-nama jenisnya karena sebenarnya ada banyak sekali
jenisnya dan jenis-jenis itu hanya ditemukan di dalam mustika, tidak ada di tempat lain dan di
masyarakat kita jenis-jenis itu tidak ada namanya. Jadi untuk mudahnya jenis-jenis khodam itu
dikelompokkan saja dengan sebutan sejenis khodam mustika.

2. Mustika yang khodamnya sejenis bangsa jin.

Bangsa jin ada dimana-mana. Bisa ada di alam bebas, bisa menjadi khodam batu akik, bisa juga
menjadi khodam mustika. Jadi sebuah mustika yang isi gaibnya bangsa jin tidak selalu berarti
khodamnya adalah isian, bisa jadi itu adalah khodam asli mustikanya. Kebetulan saja sebutan jin
itu ada dalam masyarakat kita, sehingga disebut khodamnya bangsa jin dan jin itu adalah khodam
asli mustikanya, bukan isian.

Khodam sejenis khodam mustika, yang kekuatannya tinggi kebanyakan adalah khodam-khodam
dari mustika yang tuahnya untuk kekuatan / kekebalan, seperti wesi kuning. merah delima, keong
buntet, dsb.

Sedangkan khodam sejenis itu di dalam mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian
kebanyakan kekuatan gaibnya rendah, yang kekuatannya tinggi hanya yang khodamnya dari jenis
bangsa jin.

Karena itu untuk tuah pengasihan dan kerejekian, mustika yang kekuatan tuahnya bagus dan
pancaran tuahnya luas kebanyakan adalah yang khodamnya bangsa jin, bukan yang khodamnya
sejenis khodam mustika.

Jadi kalau mustika tersebut khodamnya adalah dari jenis bangsa jin biasanya kekuatan tuahnya
lebih kuat.

Kelebihan sebuah mustika dibanding benda alam lain adalah pada kualitas tuahnya.

Untuk tuah yang sama, walaupun khodamnya sama-sama bangsa jin, tuah sebuah mustika lebih
bagus kualitasnya daripada batu akik.

Supaya tuah sebuah batu akik bisa sama kualitasnya dengan mustika, walaupun khodamnya
sama-sama bangsa jin, bendanya harus diproses lagi, diwirid dengan amalan gaib. Sedangkan
sebuah mustika tanpa perlu diwirid lagi tuahnya sudah bagus. Hanya satu saja syaratnya, yaitu
kondisi kegaibannya harus sempurna.

Khusus untuk tuah kekuatan / kekebalan, biasanya tidak memerlukan khodam dengan kekuatan
gaib yang tinggi, karena cakupan energinya hanya diperlukan untuk area yang sempit saja, yaitu
hanya sebatas tubuh si manusia pemakainya, seringkali kekuatan gaib setingkat gondoruwo saja
sudah cukup untuk menjadi khodam jimat kekuatan dan kekebalan, dan mungkin tidak banyak
yang menyadari bahwa gondoruwo sering menjadi khodam jimat isian dan khodam ilmu kekuatan
dan kekebalan (tapi karena kekuatan khodamnya rendah jimatnya akan luntur keampuhannya
oleh daun kelor atau bambu kuning). Karena itu biasanya ilmu kebal isian / asma'an dan jimat
kebal akan tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau aji kesaktian yang
kekuatan gaibnya tinggi. Yang paling utama diperlukan untuk khodam kekuatan dan kekebalan
adalah sifat perwatakan khodam gaibnya yang harus keras dan menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, bukan semata-mata khodam yang sakti.

Biasanya jimat kebal, ilmu kebal isian dan asma'an (yang bukan ilmu kebatinan) dan susuk kebal,
cukup ampuh untuk digunakan menghadapi pukulan tangan kosong, senjata tajam atau senjata
api, yang tidak mengandung serangan kekuatan gaib yang tinggi, tetapi tidak berdaya ketika
berhadapan dengan senjata pusaka atau ilmu kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Karena itu
untuk menangkal penyalahgunaan keilmuan kebal itu tidak dilakukan dengan menyerangnya
dengan senjata tajam atau dengan kekuatan pukulan yang lebih tinggi, tetapi dengan cara
melunturkan / memusnahkan kegaiban ilmunya atau khodam kebalnya yang biasanya
kekuatannya tidak tinggi. Banyak jenis ilmu isian yang sengaja diberikan pantangan ilmu untuk
bisa digunakan sewaktu-waktu jika penggunanya ingin menghilangkan ilmunya, atau untuk
menangkal penyalahgunaan ilmunya.

Berbeda halnya dengan keperluan untuk tuah penjagaan gaib, tuah itu membutuhkan khodam
dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena fungsinya memang untuk menghadapi mahluk halus
lain. Semakin tinggi kekuatan gaibnya dan keras karakternya akan semakin baik khodam itu
menjalankan fungsi penjagaan gaib. Tetapi banyak juga benda-benda gaib yang fungsinya untuk
penjagaan gaib, tetapi kekuatan gaibnya rendah. Walaupun begitu khodam itu biasanya
kesaktiannya masih cukup untuk menghadapi para mahluk halus setingkat dedemit kuntilanak
dan gondoruwo atau jin-jin kelas rendah yang biasa mengganggu manusia dewasa dan anak-anak
atau untuk menghadapi para mahluk halus yang sok berkuasa dan bersifat mengganggu di sebuah
rumah / bangunan / lokasi tertentu.

2. Kestabilan energi si khodam.

Semua sosok halus memancarkan energi tertentu.

Secara alami biasanya benda-benda gaib berupa mustika memancarkan energi tuah yang stabil,
sedangkan benda-benda gaib lainnya biasanya tidak selalu stabil pancaran energinya.
Jadi bila kita memiliki sebuah mustika, biasanya kualitas tuahnya bagus dan stabil berfungsi,
sehingga yang diperlukan hanyalah sugesti penyatuan mustika itu dengan kita pemiliknya (dan
sebaiknya jangan disugestikan lain selain sugesti yang sesuai dengan tuah aslinya, supaya tidak
merusak kualitas kestabilan pancaran energinya).

Sedangkan kepemilikan kita atas benda-benda gaib lain seringkali diperlukan sugesti, selain untuk
menyatukan benda gaibnya dengan kita, juga sugesti untuk memperkuat kualitas tuahnya dan
supaya berfungsi setiap saat.

Seberapa sering kita memberikan sesajinya juga akan berpengaruh terhadap kekuatan "kerja" dan
kestabilan "kerja" benda gaibnya.

Kestabilan energi khodam gaib ini berhubungan dengan kestabilan fungsi sebuah jimat / benda
gaib.

Jika khodamnya memancarkan energi dengan stabil setiap saat, maka kita akan dapat menikmati
fungsi tuahnya setiap saat. Tetapi jika pancaran energinya tidak stabil, maka akan ada saat-saat
tertentu benda gaib itu tidak berfungsi. Mungkin kita tidak bisa merasakan bila suatu saat benda
gaib / jimat kita sedang tidak berfungsi, tetapi kestabilan ini bersifat vital untuk benda gaib / jimat
/ ilmu untuk keselamatan / kekebalan, jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat /
ilmu kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka.

Ada benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya stabil, sehingga bisa dites oleh siapa
saja, kapan saja, dimana saja. Dengan memiliki benda yang seperti itu kita akan merasa yakin
dengan keselamatan kita. Tetapi ada juga benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya
tidak stabil, sehingga tidak bisa dites setiap saat. Dalam penggunaannya kita harus berhati-hati,
jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat kita sedang tidak berfungsi, sehingga
kemudian kita menjadi celaka. Ada banyak jimat kebal yang saat pertama ditarik dari alam gaib
atau saat baru selesai diwirid, tuahnya bagus dan bisa dites kebal. Tapi beberapa hari kemudian
bendanya sudah tidak lagi bisa dites kebal. Tuah kebalnya tidak stabil. Tidak bisa dites setiap saat.

3. Kondisi Psikologis dan Perwatakan si khodam.


Ada kondisi psikologis dan sifat perwatakan mahluk halus yang menjadikan kekuatan benda
gaibnya tidak stabil atau bendanya tidak berfungsi sebagai sebuah jimat / benda gaib.

Contohnya keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam
saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya dengan pemiliknya
jika si pemilik keris bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi psikologis
keris-keris tersebut menjadikannya keris-keris khusus yang tidak semua orang cocok memilikinya
dan tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu.

Atau ada sosok gaib di dalam cincin batu akik yang tidak memberikan tuah apa-apa karena dia
hanya numpang tinggal saja disitu. Mahluk halus bisa tinggal dimana saja, bisa di batu, di kayu, di
pohon, di rumah kita, dsb. Mungkin kebetulan saja batu akik kita berpenghuni sesosok mahluk
halus, dan beruntunglah kita kalau mahluk halus tersebut memancarkan aura energi yang menjadi
tuah bagi kita. Tetapi kalau tidak bertuah, berarti mahluk halus itu memang hanya tinggal saja
disitu menjadi penghuni batunya. Selain tidak memberikan tuah apa-apa, suatu saat juga dapat
mencelakakan kita jika kita melakukan suatu kesalahan kepada mereka, walaupun tidak
disengaja.

Dalam contoh-contoh di atas, sesakti apapun sosok halusnya, tidak semuanya sempurna
bermanfaat bagi kita, malahan suatu saat bisa menjadi petaka untuk kita.

Sebuah mustika wesi kuning yang sempurna sebagai jimat kekebalan, biasanya berisi khodam
yang sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan kegagahan dan siap setiap saat untuk berkelahi,
sehingga kekuatan pancaran energinya stabil, sehingga bisa berfungsi kapan saja dan dimana saja.
Tetapi karena watak khodamnya menonjolkan kegagahan, maka suatu saat mustika itu dapat
mengalami masalah, yaitu khodamnya hilang atau menjadi tidak berfungsi di tempat-tempat yang
penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu.

Batu mustika merah delima berisi sosok gaib yang istimewa, yaitu sosok gaibnya berkarakter
seperti seorang resi yang mandito, artinya sosok gaibnya berwatak baik, tidak meminta sesaji dan
juga tidak mau diberi sesaji.

Tetapi batu mustika ini juga mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam memilih orang
pemiliknya, tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan kepada orang lain, dan batunya dapat
pergi menghilang atau luntur kegaibannya bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang dia
tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika harus berhati-hati jangan sampai melakukan
perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya hilang atau tidak berfungsi.
Sifat perwatakan mahluk gaib sebagian sudah tertulis dalam tulisan Hakekat Wujud dan Watak
Mahluk Halus.

Dalam hubungannya dengan khodam dan tuah, ada sosok-sosok tertentu yang cocok untuk tuah
tertentu dan mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan lainnya.

Misalnya sosok hitam berbulu tinggi besar, sosok seperti gondoruwo, dan sosok seperti raksasa
buto, biasanya mau memberikan segala macam jenis tuah dan mau melakukan apa saja selama
sesajinya sesuai. Tetapi karena aslinya mereka di alamnya suka berkelahi, sok kuat dan sok
berkuasa, seringkali sosok-sosok seperti itu lebih cocok untuk khodam kekuatan.

Ada juga sosok-sosok tinggi besar, tubuh dan wajahnya seperti manusia, berbadan kekar dan
bertelanjang dada, kulitnya coklat gelap atau kemerahan, kepalanya botak, biasanya
perwatakannya seperti manusia, yaitu berintelijensi tinggi, dan biasanya berwatak keras,
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cocok untuk menjadi khodam kekuatan dan kekebalan.
Jika menjadi khodam benda gaib, biasanya sosok ini akan tetap berdiam di dalam benda gaibnya,
tidak keluar mendampingi manusia pemiliknya. Jika menjadi khodam seseorang, biasanya sosok
ini akan masuk bersemayam di dalam badan si manusia menjadi khodam kekuatan / kesaktian,
tidak keluar mendampingi si manusia.

Sosok macan, berarti watak dan perilakunya seperti macan, galak, mudah marah, setia, tetapi
mudah berteman.

Ada juga sosok seperti manusia tinggi besar. Jenis-jenis ini lebih cocok untuk khodam kekuasaan,
kewibawaan dan penjagaan gaib.

Kuntilanak dan bangsa jin yang sosoknya seperti kuntilanak, yaitu seperti manusia perempuan
berambut panjang dan berpakaian putih panjang sampai ke tanah, berarti watak dan perilakunya
seperti manusia, tetapi sikap berpikirnya sederhana. Sosok kuntilanak dan bangsa jin yang mirip
kuntilanak itu, yang kesaktiannya rendah, biasanya bagus sekali untuk khodam pengasihan,
kerejekian dan pelet. Tetapi bangsa jin mirip kuntilanak itu yang kesaktiannya tinggi lebih cocok
untuk khodam kerejekian dan penjagaan gaib.
Sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa dan berkuasa, setia.
Sosok ini bagus sekali untuk khodam kekuasaan dan penjagaan gaib, dan biasanya tidak
memberatkan kerejekian.

Sosok-sosok seperti manusia dan raksasa seperti disebutkan di atas biasanya dapat disugestikan
untuk meningkatkan kualitas tuahnya dan meningkatkan kestabilan energinya, tergantung
kemampuan si manusia untuk mengsugesti mereka, dan juga selama sesajinya sesuai. Tetapi
sosok-sosok seperti hewan (macan, naga, ular, burung, dsb) biasanya sulit disugestikan untuk
meningkatkan kualitas tuahnya atau untuk meningkatkan kestabilan energinya, biasanya kondisi
tuahnya sesuai dengan kondisi aslinya mereka.

Selain itu ada banyak sosok gaib yang wujudnya seperti manusia. Tingginya sama seperti manusia.
Berpakaian dan berpenampilan seperti manusia, misalnya sosoknya seperti ibu-ibu jawa yang
memakai kain kemben, atau bapak-bapak berjubah, sosok berpakaian prajurit atau seperti
seorang ksatria / pendekar, berbaju hitam seperti baju pencak silat, atau berpenampilan seperti
anggota kerajaan. Mereka berpikir dan berbicara seperti manusia. Kesaktian mereka relatif, ada
yang tinggi, ada yang rendah. Sosok-sosok seperti manusia ini menggambarkan kepribadian yang
seperti manusia, dapat berpikir dan bertindak seperti manusia. Jenis-jenis gaib seperti inilah yang
sering dijadikan tempat untuk bertanya, meminta ilmu, meminta petunjuk, wangsit, dsb.

Sosok-sosok halus seperti manusia di atas, jika mengikut kepada manusia, biasanya berperan
sebagai khodam pendamping, atau walaupun aslinya mereka adalah khodam benda-benda gaib,
biasanya dalam menjalankan fungsi tuahnya, mereka akan keluar dari benda gaibnya dan
mendampingi si manusia, berperilaku sebagai khodam pendamping, dan dari posisinya masing-
masing mereka memancarkan suatu aura energi / tuah tertentu, selain itu biasanya mereka juga
aktif memberikan ide dan ilham, atau rasa dan firasat.

Jika sosoknya seperti seorang ksatria (laki-laki atau perempuan), biasanya melambangkan pribadi
yang energik, bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya.

Jika sosoknya seperti anak-anak, biasanya melambangkan pribadi yang penurut dan energik,
biasanya bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya dan akan
menuruti semua perintah si manusia, tetapi tidak semua bisa untuk diajak bertukar pikiran karena
kesederhanaan berpikirnya yang seperti anak-anak.
Jika sosoknya seperti seorang bapak-bapak berjubah atau seperti ibu-ibu jawa, biasanya
melambangkan pribadi yang seperti orang tua, lebih bijaksana, bisa menyesuaikan dirinya dengan
kehidupan manusia yang diikutinya, bisa memberikan keteduhan hati dan pengayoman moral,
dan akan aktif memberikan ide dan ilham untuk kebaikan kehidupan si manusia dan akan
memberikan peringatan berupa rasa dan firasat bila si manusia akan mengalami suatu masalah /
musibah.

Sosok-sosok seperti manusia di atas ada yang mau disugestikan untuk meningkatkan kualitas
tuahnya dan meningkatkan kestabilan energinya, tergantung kemampuan si manusia untuk
mengsugesti mereka, dan juga selama sesajinya sesuai, tetapi ada juga yang tidak mau
disugestikan, karena mempunyai kebijaksanaan sendiri tentang tuah yang baik bagi seseorang.

Kesimpulan

Tulisan dalam halaman ini dan halaman sebelumnya (Kualitas Tuah dan Khodam) telah
menguraikan pokok-pokok pengertian tentang tuah dan pokok-pokok acuan untuk meningkatkan
kualitas / kekuatannya, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tuah dan khodam :

Jika kita memiliki sebuah benda berkhodam atau memiliki khodam ilmu / pendamping :

- Apa hubungannya tuah gaib dengan kesaktian khodamnya ?

- Kalau khodamnya kuat, apakah tuahnya juga pasti bagus dan kuat ?

- Apakah semakin kuat khodamnya semakin bagus juga tuahnya ?

- Manakah yang lebih baik untuk dimiliki : khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?

- Manakah yang lebih penting : tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?

Masing-masing tuah mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang tidak sama dengan tuah yang
lain. Sebagian besar pengertian tuah (bentuk tuah yang umum) adalah dalam bentuk pancaran
energi gaib sesosok khodam yang berguna di dunia manusia dan bisa dengan sengaja
dimanfaatkan oleh manusia. Jenis-jenis tuah ini akan bagus kualitasnya jika sejalan dengan
karakter asli sosok khodamnya.
Sebagian tuah yang lain berbentuk perbuatan khusus si khodam sesuai perintah si manusia,
misalnya tuah untuk pembersihan gaib, pengobatan gaib, penarikan benda gaib, pelet, dsb. Untuk
tuah jenis ini, yang paling menentukan keampuhannya adalah kemampuan si manusia
mengsugestikan khodamnya, kemampuan si khodam untuk melakukan perbuatan khusus itu,
tingkat kekuatan gaib khodamnya, dan kemauan si khodam untuk melaksanakannya
(psikologisnya).

Dalam berbagai pertanyaan yang terkait dengan benda-benda gaib dan khodam bertuah, kualitas
/ kekuatan tuahnya dan keampuhan khodamnya, ada banyak faktor yang mempengaruhinya,
yaitu masalah jenis tuah dan kualitas tuahnya, dan masalah kekuatan tuah dan kekuatan
khodamnya.

Jenis tuah dan kualitas tuah sangat ditentukan oleh jenis karakter sosok gaibnya. Ada jenis-jenis
karakter mahluk halus yang sesuai untuk tuah-tuah tertentu dan ada yang tidak sesuai untuk tuah-
tuah tertentu. Kualitas tuah lebih banyak ditentukan oleh karakter sosok gaibnya, bukan oleh
tingkat kekuatan / kesaktian mahluk gaibnya.

Kekuatan tuah sangat ditentukan oleh kekuatan / kesaktian khodamnya, kestabilan energi si
khodam dan kondisi psikologis dan perwatakan si khodam. Semakin tinggi kekuatan gaib sesosok
khodam, biasanya kekuatan tuahnya juga lebih baik, pancaran tuahnya lebih jauh dan semakin
tinggi kadar pengaruhnya, dan menyimpan potensi yang lebih untuk ditingkatkan kadar kualitas
tuahnya. Tetapi harus juga diperhatikan masalah kestabilan energi dan kondisi psikologis si
khodam.

Ada jenis-jenis khodam gaib yang kualitas dan kekuatan tuahnya bisa ditingkatkan (dengan sugesti
amalan gaib dan sesaji), tetapi ada juga yang tidak dapat diubah.

Jika kita menginginkan benda-benda gaib atau khodam dengan tuah tertentu yang kuat dan
ampuh, maka selain mencari benda-benda dengan tuah tertentu, kita juga harus bisa
mengsugestikannya supaya tuahnya maksimal dan berfungsi setiap saat (dengan amalan gaib dan
sesaji).

Mengenai pertanyaan :

- Manakah yang lebih baik untuk dimiliki : khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?
- Manakah yang lebih penting : tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?

Sebagai patokan untuk menilai sebuah benda gaib bertuah :

- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk penjagaan gaib / pembersihan gaib, yang paling
dipentingkan adalah

kekuatan gaibnya. Kekuatan 40 md terlalu rendah.

- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk fungsi lain, misalnya bertuah untuk kekuatan, kekebalan,
pengasihan,

kepangkatan, kerejekian, dsb, kekuatan 40 md itu tidak masalah. Yang paling dipentingkan
adalah tuahnya,

tuahnya harus terasa. Kalau tuahnya tidak terasa maka benda itu tidak banyak berguna.

Jika kita berbicara tentang tuah dan kita menginginkan suatu tuah, tentunya yang harus
diutamakan adalah tuahnya, yang didapat dari khodam / benda yang bertuah.

Setinggi-tingginya kesaktian mahluk halus tidak semuanya memberikan tuah untuk kita
(keberadaan mereka tidak semuanya memberikan manfaat untuk kita).

Jika kita menginginkan suatu tuah maka kita harus mencari benda-benda atau khodam yang
bertuah dan tuahnya sesuai dengan yang kita inginkan, sehingga bermanfaat untuk kita. Sesudah
itu barulah kita memperbandingkan satu dengan lainnya untuk memilih mana yang paling baik
kualitas tuahnya, kekuatan tuahnya, dan kekuatan khodamnya. Selain itu kita juga harus
menyingkirkan / memindahtangankan khodam / benda-benda yang tidak bertuah, apalagi yang
memberikan pengaruh negatif bagi kita, misalnya benda-benda dan khodam yang berenergi
negatif dan yang memberatkan kerejekian, sehingga semua yang kita miliki hanyalah yang
bermanfaat bagi kita, sempurna menjadi tuah bagi kita.

Contohnya keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam
saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya kepada kita
pemiliknya jika kita bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi psikologis
keris-keris tersebut menjadikannya keris-keris khusus yang kita tidak cocok memilikinya dan kita
tidak bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu. Jika demikian maka jangan kita memiliki
keris-keris itu karena tidak ada manfaatnya yang diberikan kepada kita.

Ada juga sosok gaib di dalam cincin batu akik yang tidak memberikan tuah apa-apa karena dia
hanya numpang tinggal saja disitu. Selain tidak memberikan tuah apa-apa, suatu saat juga dapat
mencelakakan kita jika kita melakukan suatu kesalahan kepadanya, walaupun tidak disengaja.

Atau cincin batu akik kita berisi sesosok mahluk halus yang energinya panas dan mengganggu
kesehatan kita, atau menimbulkan suasana panas yang mengganggu hubungan sosial / pergaulan
dan rumah tangga. Walaupun kita mengharapkan benda itu bertuah, tetapi ada efek samping lain
dari keberadaannya yang membebani kita.

Dengan demikian jika kita mengharapkan suatu tuah, maka seharusnya yang kita miliki adalah
benda-benda yang benar-benar bertuah bagi kita. Dalam contoh-contoh di atas, sesakti apapun
sosok halusnya, tidak semuanya sempurna bermanfaat menjadi tuah bagi kita, malahan bisa
menjadi petaka untuk kita.

Tetapi jika kita menginginkan khodam yang kuat, maka kita harus mencari khodam atau benda-
benda yang khodamnya kuat, tuahnya nomor dua, tetapi jangan sampai khodamnya bersifat
negatif bagi kita. Khodam yang kuat, yang kesaktiannya tinggi dan mau memberi manfaat untuk
kita, lebih diutamakan untuk tuah penjagaan gaib dan pembersihan gaib. Akan berguna sekali jika
kita mampu mengsugestikannya untuk keperluan itu. Tetapi jika khodamnya tidak mau
memberikan tuahnya kepada kita, maka sesakti apapun dirinya, keberadaannya tidak akan
bermanfaat untuk kita.

Selain yang sudah diuraikan di atas, ada lagi faktor yang menentukan kadar kualitas tuah, yaitu
tentang posisi keberadaan khodamnya. Ada benda-benda gaib yang khodamnya tetap berdiam di
dalam bendanya, ada juga yang khodamnya sudah keluar dari bendanya menjadi khodam
pendamping manusia si pemilik bendanya.

Pertanyaannya :

- Manakah yang lebih baik untuk dimiliki : benda gaib yang khodamnya tetap berdiam di dalam
bendanya

ataukah yang khodamnya sudah keluar menjadi khodam pendamping ?

- Manakah yang lebih penting : tuahnya ataukah khodam pendamping ?


Yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya :

Kebaikannya, tuahnya lebih stabil, tidak mudah berubah. Tuahnya lebih terasa keampuhannya.

Kelemahannya, kita harus selalu membawa bendanya untuk bisa mendapatkan tuahnya.

Yang khodamnya sudah keluar menjadi khodam pendamping :

Kebaikannya, bendanya tidak harus dibawa-bawa, karena khodamnya sudah mendampingi.


Khodamnya bisa memberikan banyak fungsi (multi fungsi) karena sudah mengikuti jalan
kehidupan si manusia pemilik bendanya.

Kelemahannya, kadar tuahnya lebih mudah berubah, karena khodamnya mengikuti jalan
kehidupan manusianya. Apalagi kalau manusianya banyak berhubungan dengan gaib-gaib negatif,
maka khodam-khodam pendamping itu yang aslinya bertuah kewibawaan, kesepuhan,
pengasihan, kerejekian, dsb, kemudian menjadi berorientasi pada pertahanan terhadap gangguan
dari gaib lain, cenderung menjadi khodam penjagaan gaib supaya si manusia tidak diganggu oleh
gaib lain. Karena itulah seringkali tuah aslinya menjadi kurang terasa keampuhannya, karena
khodamnya tidak lagi bertuah khusus, tetapi cenderung bertindak sebagai khodam multi fungsi,
mengikuti jalan kehidupan dan permasalahan si manusia.

Karena khodamnya sudah menjadi khodam pendamping, maka cara kerja mereka tidak lagi persis
sama dengan yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya. Dalam pendampingannya itu
mereka tetap memancarkan tuahnya, hanya saja seringkali kadar tuahnya bisa berubah-ubah
mengikuti kondisi psikologis mereka selama mengikuti jalan kehidupan manusia. Tetapi secara
umum, sebagai khodam pendamping mereka akan lebih banyak berinisiatif berinteraksi batin
dengan manusia, tetapi efektivitasnya tergantung apakah si manusia "memperhatikan" interaksi
mereka itu.

Untuk yang khodamnya sudah mendampingi dan mengikuti jalan kehidupan manusianya, maka si
manusianya perlu rajin berinteraksi (batin) dengan khodamnya itu supaya khodamnya tetap
memberikan tuahnya sesuai keinginannya, sama seperti mengkoordinasikan teman sekerja
supaya kerjanya lebih terarah, bisa dengan cara sambat, bisa juga dengan mewiridkan amalan
gaib. Tuah mereka bergantung pada seberapa baik kita mengarahkan kerja mereka. Kalau perlu
kita bacakan amalan gaib kepada masing-masing mereka supaya tuahnya bagus.

Jika kita berbicara tentang tuah dan kita menginginkan suatu tuah, tentunya yang harus
diutamakan adalah tuahnya, terutama didapat dari benda bertuah yang khodamnya tetap
berdiam di dalam bendanya.
Jika kita ingin memiliki khodam pendamping, itu bisa didapatkan dari benda-benda bertuah yang
khodamnya keluar menjadi khodam pendamping, bukan benda-benda yang khodamnya tetap
berdiam di dalam bendanya.

Tetapi kalau kita ingin memiliki khodam pendamping, sebenarnya tidak perlu kita memiliki sebuah
benda bertuah. Yang harus kita lakukan adalah langsung mencari mahluk halus yang mau menjadi
khodam pendamping kita.

Ada juga pertanyaan yang umum tentang benda-benda gaib, yaitu bagaimana caranya
meningkatkan powernya.

Kalau maksudnya meningkatkan kekuatan gaib khodamnya, kelihatannya tidak bisa. Itu hanya
bisa dilakukan dengan memberikan kepada khodamnya energi yang lebih kuat daripada kekuatan
khodamnya.

Kalau maksudnya meningkatkan "kegalakan" nya, sehingga tuahnya lebih kuat terasa, bisa
dilakukan dengan mewiridkan amalan gaib yang kadarnya lebih tinggi dan memberikan sesaji yang
lebih kuat, seperti menyan jawa, menyan arab, minyak misik putih, minyak madat arab.

Seperti sudah dituliskan dalam tulisan berjudul : Kesaktian Mustika, kebanyakan mustika
mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah alami dari batu akik berkhodam.
Tetapi umumnya tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai /
dikantongi.

Misalnya sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang. Biasanya tuah mustika itu
bagus untuk si manusia, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya laris.
Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan orangnya aktif
turun tangan berdagang.

Tetapi mustika itu (mustika yang sama) biasanya tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya
ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup
bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko (apalagi kalau
tokonya besar) dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan
toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya
tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau kegaiban mustikanya sudah
menyatu dengan orang pemiliknya.
Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik
menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa
jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan
gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan
penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau penjual bendanya) untuk
mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya kualitas tuahnya bagus sebagai
penglaris toko.

Hakekat Wujud dan Watak Mahluk halus

Ada banyak jenis mahluk halus dan wujudnya pun bermacam-macam. Ada yang menyeramkan,
ada juga yang cantik / ganteng, enak dipandang. Ada yang menyerupai manusia, banyak juga yang
menyerupai binatang.

Banyak orang menganggap bahwa bila ada mahluk halus sosoknya besar, gagah, seram, pasti juga
sakti. Tetapi yang sebenarnya, apapun bentuk wujudnya, bukan merupakan tolok ukur dari
kesaktian / kekuatan gaibnya. Apapun wujudnya, kesaktiannya adalah bersifat relatif.

Kekuatan / kesaktian mahluk halus lebih ditentukan oleh besarnya energinya, kepadatan dan
ketajaman energinya, dan kondisi energi setiap mahluk halus berbeda-beda, tidak sama.

Tetapi yang pasti, apapun wujudnya (wujudnya yang asli, bukan berubah dengan maksud
menyamar / menipu) merupakan gambaran kepribadian, perwatakan dan perilakunya, yang
semuanya sesuai dengan gambaran sosok wujud aslinya masing-masing.

Misalnya :

- sosok macan, berarti watak dan perilakunya seperti macan, galak, mudah marah, setia, mudah
berteman.

- sosok ular, berarti watak dan perilakunya seperti ular, pikirannya sulit ditebak, bisa menyerang
tanpa alasan.

- sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa dan berkuasa, setia.

- sosok raksasa seperti buto, berarti watak dan perilakunya seperti raksasa, kurang pikir, suka
main

kekerasan.
- sosok manusia, berarti watak dan perilakunya seperti manusia, bisa diajak bertukar pikiran.

- sosok seperti kuntilanak, berarti watak dan perilakunya seperti manusia perempuan, tetapi
sikap berpikirnya

sederhana.

- sosok seperti ibu-ibu jawa memakai kain kemben, berarti watak dan perilakunya seperti
manusia ibu-ibu,

galak dan berwibawa seperti orang tua ibu-ibu. Sebagian besar juga bersifat mengayomi.

- sosok seperti bapak-bapak berjubah, berarti watak dan perilakunya seperti manusia bapak-
bapak. Sebagian

juga bersifat mengayomi.

- sosok seperti anak-anak, berarti watak dan perilakunya seperti manusia anak-anak, penurut,
mau disuruh

apa saja, tapi sebagian bandel dan suka bercanda bermain-main, sebagian tidak bisa diajak
bertukar pikiran

karena kesederhanaan wataknya yang seperti anak-anak.

Contohnya, ada sesosok gaib berwujud macan dan besarnya seperti gajah. Besar sekali, gagah dan
galak. Macan ini menjadi penjaga gaib di sebuah rumah. Seringkali wujud macan ini diartikan
sebagai sosok gaib yang tergolong sakti, apalagi sosoknya gagah dan besar. Tetapi ternyata, sosok
gaib berwujud macan tersebut kadar kesaktiannya rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan
kesaktian kuntilanak yang di antara para mahluk gaib termasuk yang berkesaktian paling rendah.
Jadi, sosok macan ini tidak menggambarkan tingkat kesaktiannya, tetapi sosok macan ini
menggambarkan kepribadian / perwatakannya. Sosok macan ini berarti mahluk tersebut mudah
marah, mudah tersinggung, tetapi memiliki kesetiaan tinggi kepada tuannya dan mudah diajak
berteman, tetapi tidak memiliki sikap dan kemampuan berpikir seperti manusia.

Di saat lain Penulis pernah menemukan sesosok mahluk halus berwujud anak laki-laki gundul yang
penampilan dan penampakkannya persis seperti tuyul di sinetron televisi, dan suka bercanda.
Tidak memakai baju. Hanya memakai celana seikat kain putih, persis seperti tuyul di televisi. Anak
laki-laki itu menunggang seekor macan loreng yang kelihatannya jinak dan suka bercanda.

Orang-orang yang bisa melihatnya, seringkali mereka tertipu. Seringkali sosok anak-anak itu
dianggap tuyul, dan macannya juga hanya dianggap sama dengan sosok halus macan lain yang
biasa menjadi khodam seseorang. Tetapi yang sesungguhnya adalah sosok anak-anak dan macan
itu adalah dari jenis bangsa jin, dan mereka berkesaktian tinggi. Si anak laki-laki yang dianggap
tuyul itu kesaktiannya 5 kalinya kesaktian Ibu Ratu Kidul dan si macan kesaktiannya 2 kalinya
kesaktian Ibu Ratu Kidul. Sosok jin anak laki-laki itu sebenarnya sudah tua, tapi ia berwujud
seperti anak-anak, sesuai dengan karakternya yang suka bermain dan bercanda. Kadang-kadang
penampilan memang bisa menipu, terutama bagi yang hanya bisa melihat gaib, tapi tidak punya
kebatinan / spiritualitas yang lebih.

Ada banyak sosok gaib dari golongan bangsa jin yang sosoknya tinggi, besar, seram, seperti sosok
raksasa buto. Wujud seperti raksasa buto di pewayangan, yang rambutnya gondrong panjang
semrawut, hidungnya besar, biasanya menggambarkan intelijensi yang rendah dan perilakunya
seperti raksasa buto, yaitu kurang pikir dan suka main kekerasan.

Bila sosok raksasa itu adalah asli dari jenis bangsa jin, maka sosok itu menggambarkan
intelijensinya yang rendah. Lebih banyak menggunakan insting dan perasaannya. Mudah "panas"
dan emosi.

Tetapi bila sosok raksasa itu adalah asli bangsa buto, maka intelijensinya rendah, tetapi
kekuatannya tinggi sekali, bisa sampai 1000 kalinya kesaktian ibu ratu kidul.

Ada jenis bangsa jin yang sosoknya hitam tinggi besar dan berbulu lebat di seluruh tubuhnya, yang
sering sekali menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda
gaib dan jimat, tinggal di dalam perabotan rumah tangga, atau tinggal di rumah manusia.
Umumnya kekuatannya tidak lebih dari 60 md.

Jika menjadi khodam ilmu / pendamping atau menjadi khodam benda gaib, biasanya sosok halus
seperti itu tidak memberikan tuah yang khusus, tetapi secara otomatis akan memberikan tuah
untuk kekuatan berkelahi.

Sosok gaib jenis ini sifatnya penurut dan mau diperintahkan untuk memberikan tuah apa saja.

Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau hitam, tetapi dalam kondisi
aslinya di alam jenis ini berenergi negatif yang dapat memunculkan banyak sakit-penyakit di
tubuh manusia, apalagi jika ada sosok ini yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu juga sebagian besar berintelijensi rendah, seperti orang
utan, yang dalam bertindak lebih banyak menggunakan insting / nalurinya, yang dalam kategori
Penulis digolongkan sebagai jenis yang harus diwaspadai, karena sering dalam usahanya mencari
tempat tinggal mereka masuk bersemayam di tubuh manusia yang dapat mengakibatkan selain si
manusia mengalami gangguan kesehatan, juga banyak yang sampai mengalami gangguan jiwa
(gila). Tentang ini Penulis sudah menuliskan fenomenanya dalam halaman berjudul Pengaruh Gaib
thd Manusia.

Keberadaan mahluk halus tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak
berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam pendamping atau khodam
ilmu, atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya telah menyelaraskan dahulu
energinya dengan energi si manusia.

Tetapi jika jenis itu datang sendiri kepada manusia atau datang sendiri masuk menjadi "isi" benda
gaib kita, kemungkinan besar ia masih dalam kondisi aslinya yang berenergi negatif, sehingga si
manusia tetap beresiko mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatan dan
psikologisnya dan beresiko suatu saat khodam tersebut masuk bersemayam di dalam tubuhnya.

Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat
menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses
kematian si manusia.

Walaupun sosok jin hitam tinggi besar itu sudah tinggal dan menjadi khodam benda gaib maupun
khodam pendamping kita, karena intelijensinya yang rendah, tetap saja ada resiko bahwa sosok
itu kemudian akan masuk bersemayam di dalam tubuh kita, atau kita mendapatkan pengaruh
negatif energinya terhadap kesehatan kita. Sosok jin hitam tinggi besar itu juga akan pergi jika kita
mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau mengoleskannya ke tubuh kita, atau
setelah mereka terkena asap bakaran minyak jafaron.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap
mengganggu, keberadaannya dapat dibersihkan / diusir / akan pergi jika kita mengoleskan minyak
jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk tersebut, atau kita
mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena asap bakaran
minyak jafaron.

Tatacara pembersihannya sudah dituliskan dalam judul Pembersihan Gaib 2.

Dalam kondisi aslinya memang sosok jin hitam besar itu berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan
mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron ke bendanya. Tetapi jika anda
mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut,
sebaiknya dicoba dulu bendanya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang anda
inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan, pengasihan, penglaris dagangan,
dsb (amalan gaibnya bisa dicari di internet). Mudah-mudahan sesudah tersugesti mengikuti isi
amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif
seperti aslinya.

Tips lain. Jika anda mempunyai benda berkhodam semisal batu akik yang isinya bangsa jin berbulu
hitam tinggi besar tersebut, jika benda itu bertuah biasanya tuah utamanya adalah untuk
kekuatan badan, dengan isi khodam jenis itu biasanya batu anda itu, jika dipakai, tuahnya kuat
dan terasa, bagus sebagai jimat, jadi mungkin bisa dipertimbangkan untuk tidak diusir.

Cobalah dengan cara sambat persuasif atau dengan cara-cara tayuhan seperti dicontohkan dalam
tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris khodam batunya itu diperintahkan supaya merubah energinya
menjadi positif dan selalu positif, supaya tidak lagi berenergi negatif dan tidak perlu lagi anda usir
dengan jafaron.

Dengan cara-cara itu usahakan supaya khodamnya benar-benar berubah menjadi berenergi positif
dan selalu dipantau apakah benar kondisinya selalu positif dan ditayuh juga apakah jika batunya
dioleskan minyak jafaron khodamnya itu masih akan pergi. Kalau masih berenergi negatif maka
khodamnya akan pergi jika batunya dioleskan minyak jafaron, tetapi jika sudah benar-benar
berubah menjadi positif dan selalu positif, khodamnya tidak akan pergi oleh minyak jafaron. Coba
juga anda rasakan apakah rasa energi negatifnya atau rasa mengganggu ketika memakai cincin itu
masih ada terasa.

Lebih baik lagi kalau dengan cara-cara persuasif itu anda bisa juga mengsugesti khodam jin
berbulu hitam itu untuk merubah wujudnya secara permanen menjadi bersosok seperti manusia,
sehingga intelijensinya pun akan menjadi lebih baik, karena ia akan menjiwai kondisi wujudnya
yang sudah seperti manusia, tidak lagi seperti sebelumnya yang seperti orang utan. Sampaikan
juga jika nanti ia mempunyai pasangan dan anak, pasangan dan anaknya itu pun supaya berubah
wujud juga menjadi seperti manusia.

Jin berbulu hitam itu aslinya memang berenergi negatif, entah dia baik ataukah jahat.

Kita bisa memerintahkannya untuk memperbaiki kondisi energinya menjadi positif, tapi itu tidak
langgeng, sewaktu-waktu bisa kembali lagi negatif seperti aslinya.

Lebih baik kalau dia, pasangannya dan anak-anaknya kita perintahkan merubah wujud menjadi
seperti manusia.
Sesudah berubah kemudian disuruh juga supaya mereka merubah energinya supaya positif sesuai
dengan wujudnya dan psikologisnya yang sudah seperti manusia. Dengan begitu perubahannya
akan bersifat langgeng.

Sebaiknya berubahnya energinya menjadi positif sampai benar-benar mereka tidak terpengaruh
lagi oleh minyak jafaron, karena kalau masih terpengaruh minyak jafaron berarti energi positifnya
tidak 100% positif, masih ada negatifnya.

Kalau benar kondisinya sudah positif dan selalu positif, maka khodamnya itu tidak perlu lagi anda
usir dengan minyak jafaron. Batunya dioleskan dengan minyak jafaron pun sekarang khodamnya
tidak akan pergi, bahkan minyak jafaron itu sekarang bisa menjadi sesajinya.

Masukan-masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut
sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah
ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu
sebagai khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya ia melakukan pembersihan
gaib.

Cara merubah negatif menjadi positif di atas bisa juga dilakukan terhadap khodam pendamping
jenis itu, tetapi Penulis tidak merekomendasikan itu. Untuk khodam pendamping sebaiknya anda
memiliki yang intelijensinya lebih baik daripada jenis itu.

Untuk yang di badannya sudah ketempatan mahluk halus tersebut sebaiknya ia segera
membersihkan dirinya dengan menggunakan minyak jafaron. Bagi yang di dalam badannya
ketempatan jin jenis itu, sebaiknya jangan cuma mengoleskan minyaknya saja, lebih baik mandi
saja dengan campuran minyak jafaron supaya dengan cara mandi itu juga membersihkan sisa-sisa
energi negatif jin itu dari badannya.

Tetapi kalau anda merasa sayang kehilangan khodam, maka anda bisa menggunakan cara-cara
persuasif di atas untuk merubah wujudnya secara permanen menjadi bersosok seperti manusia,
sehingga intelijensinya pun akan menjadi lebih baik, karena ia akan menjiwai kondisi wujudnya
yang sudah seperti manusia, tidak lagi seperti sebelumnya yang seperti orang utan. Tapi sebaiknya
anda perintahkan supaya ia keluar dari tubuh anda, menjadi khodam pendamping anda, tidak lagi
tinggal di dalam tubuh. Sampaikan juga jika nanti ia mempunyai pasangan dan anak, pasangan
dan anaknya itu pun supaya berubah wujud juga menjadi seperti manusia.
Ada juga mahluk halus yang wujudnya ular. Ada yang besar, ada juga yang kecil. Ini berarti sosok
halus tersebut menggambarkan watak ular yang sulit ditebak jalan pikirannya, dan lebih banyak
menggunakan insting / naluri dalam bertindak, bisa menyerang tanpa sebab yang jelas. Dan sudah
pasti berintelijensi rendah. Jika menyerang manusia, mereka tidak memperhitungkan akibat
perbuatannya pada manusia itu, apakah akan menjadikannya sakit atau mati. Sebagian mahluk
halus bersosok ular ini ada yang suka bertempat tinggal / bersemayam di dalam tubuh manusia.

Mahluk halus bersosok ular ini sering sekali menyerang manusia, membuat sakit manusia
(kesambet), karena tanpa sadarnya ia sudah menendang / menginjak si ular yang posisinya
memang di bawah.

Sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa dan berkuasa.

Sosok ular naga ini biasanya menjadi khodam kewibawaan, kekuasaan dan penjagaan gaib. Hawa
aura yang ditimbulkannya biasanya menjadikan si manusia kelihatan berwibawa dan berkuasa
dan akan menjauhkan manusia atau mahluk halus yang bersifat / bertendensi negatif.

Jika menjadi khodam benda gaib, sosok gaib jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam bendanya,
tidak menjadi khodam pendamping.

Sosok ular naga jawa (badan dan kepalanya seperti ular naga, tetapi tidak berkaki), berarti watak
dan perilakunya seperti perpaduan ular dan naga, galak ( / ganas) dan berkuasa.

Sosok ular naga jawa ini biasanya menjadi khodam kekuasaan dan penjagaan gaib. Hawa aura
yang ditimbulkannya biasanya menyebabkan manusianya kelihatan berkuasa, ada juga yang
berhawa menakutkan dan akan menjauhkan manusia atau mahluk halus yang bersifat /
bertendensi negatif. Tetapi banyak jenis khodam ini yang energinya panas dan tajam. Jika menjadi
khodam benda gaib sosok gaib jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam bendanya, tidak menjadi
khodam pendamping.

Tetapi ada juga yang perwujudan aslinya campur-aduk. Misalnya seperti sosok mahluk halus Nyi
Blorong yang wujudnya adalah manusia perempuan dengan bagian pinggang ke bawah seperti
ular (baca: Bangsa Siluman). Perwujudan seperti ini melambangkan perwatakan kombinasi antara
manusia dan ular, dapat berpikir seperti manusia, tetapi berpikiran pendek dan dapat marah dan
jahat seperti ular.

Banyak sosok halus yang wujudnya seperti manusia. Tingginya sama seperti manusia. Berpakaian
dan berpenampilan seperti manusia, misalnya sosoknya seperti laki-laki kekar bertelanjang dada,
ibu-ibu jawa yang memakai kain kemben, atau bapak-bapak berjubah, berpakaian prajurit atau
seperti seorang ksatria / pendekar, berbaju hitam seperti baju petani atau baju seragam pencak
silat, atau berpenampilan seperti anggota kerajaan. Mereka berpikir dan berbicara seperti
manusia. Kesaktian mereka relatif, ada yang tinggi, ada yang rendah. Sosok-sosok seperti manusia
ini menggambarkan kepribadian mereka yang seperti manusia, dapat berpikir dan bertindak
seperti manusia. Jenis-jenis gaib seperti inilah yang sering dijadikan tempat untuk bertanya,
meminta ilmu, meminta petunjuk, wangsit, dsb. Tetapi seperti halnya manusia, mereka juga bisa
menipu.

Sosok-sosok halus seperti manusia di atas, jika mengikut kepada manusia, sebagian akan berperan
sebagai khodam pendamping, atau walaupun aslinya mereka adalah khodam benda-benda gaib,
dalam menjalankan fungsinya, sebagian akan keluar dari benda gaibnya dan mendampingi si
manusia, berperilaku sebagai khodam pendamping, dan selain memberikan tuah tertentu,
biasanya mereka juga aktif memberikan ide dan ilham, atau rasa dan firasat.

Bila ada sesosok halus yang tubuh dan wajahnya seperti manusia laki-laki, berbadan kekar dan
bertelanjang dada, kulitnya coklat gelap atau kemerahan, kepalanya botak, biasanya
perwatakannya seperti manusia, yaitu berintelijensi tinggi, dan biasanya berwatak keras,
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cocok untuk menjadi khodam kekuatan / kesaktian
kanuragan.

Sosok halus seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada itu berwatak keras dan sangat
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, artinya ia punya idealisme tentang kegagahan karakter
dan kualitas kekuatan tubuh.

Jika menjadi khodam benda gaib, biasanya sosok itu akan tetap berdiam di dalam benda gaibnya,
tidak keluar mendampingi manusia pemiliknya, dan bendanya dapat berpotensi menjadi jimat
kebal, tergantung tingkat kekerasan watak masing-masing khodamnya.

Jika menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, biasanya sosok ini akan masuk bersemayam
di dalam badan si manusia dan menjadi khodam kekuatan / kesaktian, tidak di luar mendampingi
si manusia.

Sesuai sosoknya yang berwatak keras dan idealis tentang kualitas kesempurnaan kekuatan gaib,
maka jika sosok seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada itu menjadi khodam sebuah
benda jimat, bendanya akan berpotensi menjadi jimat kebal. Jika anda memilikinya sebaiknya
diserahkan saja kepada spiritualis yang biasa membuat jimat kebal untuk bendanya diproses /
diwiridkan menjadi jimat kebal.

Khusus untuk cincin batu akik yang khodamnya laki-laki kekar ini yang menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, cincinnya harus dipakai di tangan kanan. Pantang baginya diposisikan di sebelah kiri.
Sosok halus seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada di atas berbeda karakter dengan
sosok-sosok seperti manusia lainnya, misalnya sosok-sosok seperti laki-laki ksatria yang walaupun
juga berkarakter keras dan gagah, tapi tidak menonjolkan kekerasan, atau sosok bapak-bapak
berjubah dan ibu-ibu berkemben yang tidak menonjolkan kegagahan, tapi lebih banyak
menonjolkan kesepuhan, sehingga sekalipun kesaktian mereka tinggi, tapi jarang sekali bisa
membuat kebal.

Sesosok halus seperti manusia laki-laki ksatria berbadan tinggi besar (memakai baju, tidak
bertelanjang dada), biasanya watak dan perilakunya bersifat seperti seorang manusia laki-laki
yang berbadan tinggi dan besar, yang menonjolkan kekuatan, kesaktian dan kewibawaan, dan siap
setiap saat untuk bertarung. Jika menjadi khodam dari suatu benda gaib, sosok gaib jenis ini
biasanya tetap berdiam di dalam bendanya, tidak menjadi khodam pendamping.

Secara umum kehidupan mahluk halus, apapun wujudnya, mirip dengan kehidupan manusia.

Misalnya yang sosoknya seperti manusia, awalnya wujudnya adalah anak-anak.

Setelah dewasa akan mengambil wujud laki-laki ksatria.

Setelah lebih sepuh akan mengambil wujud bapak-bapak atau kakek-kakek.

Sosok halus itu, sesuai jenisnya masing-masing, sejak bersosok anak-anak sampai bersosok
manusia dewasa kekuatannya sama, tidak berbeda jauh, kecuali ia mendapatkan tambahan
kekuatan. Hanya sisi kedewasaan psikologisnya saja yang membedakan sosok wujudnya.

Begitu juga mahluk halus lain yang sosoknya tidak seperti manusia, awalnya dimulai dari sosok
anak-anak.

Penulis ada menemui beberapa fenomena unik pada benda-benda gaib dengan isi gaib di atas,
yaitu yang semula isi gaibnya adalah seperti manusia laki-laki tinggi besar, suatu saat kemudian
sosok itu berubah menjadi sosok bapak-bapak berjubah setelah istrinya datang bergabung tinggal
di dalam kerisnya. Dengan demikian benda tersebut khodamnya berubah sosoknya, tidak lagi
seperti sesosok manusia laki-laki berbadan tinggi besar, tapi sudah berubah menjadi sepasang
suami istri bapak-bapak berjubah dan ibu-ibu jawa (memakai kain kemben).

Penulis juga pernah mendapati benda gaib yang semula isi gaibnya bersosok manusia laki-laki
tinggi besar, kemudian berubah rupa menjadi bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah, atau
kadang-kadang isi gaibnya berganti-ganti rupa, yaitu suatu saat sosoknya laki-laki tinggi besar, di
saat yang lain sosoknya adalah bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah. Perubahan wujud itu
terjadi mengikuti kondisi psikologis khodamnya. Ketika kondisinya merasa idealis harus
menonjolkan kegagahan, maka sosok rupanya adalah laki-laki tinggi besar, tetapi jika dirinya
merasa sepuh, atau si pemilik bendanya menonjolkan sifat kesepuhan, atau menjalani keilmuan
kebatinan / spiritual yang bersifat kesepuhan, maka isi gaibnya akan mengambil wujud seperti
bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah.

Memang ada beberapa sosok mahluk halus yang karena kondisi perwatakannya sudah berubah
kemudian ia mengambil wujud lain yang berbeda daripada wujudnya sebelumnya. Perubahan
wujud itu mengikuti kondisi psikologisnya / perwatakannya, bukan untuk maksud menipu.

Contohnya adalah mahluk halus yang sosoknya seperti laki-laki ksatria yang menonjolkan
kewibawaan dan kegagahan, pantang direndahkan, dan siap setiap saat untuk bertarung. Ketika ia
merasa dirinya sepuh, maka ia akan mengambil wujud seperti bapak-bapak berjubah yang lebih
menunjukan sifat sepuh seorang bapak-bapak, walaupun tetap masih siap setiap saat untuk
bertarung. Jika merasa lebih sepuh lagi, maka ia akan mengambil wujud bapak-bapak tua atau
kakek-kakek berjubah.

Contoh lainnya adalah mahluk halus yang sosoknya seperti perempuan ksatria yang menonjolkan
kewibawaan dan kegalakan seorang perempuan dan siap setiap saat untuk bertarung. Ketika ia
merasa dirinya sepuh, maka ia akan mengambil wujud seperti ibu-ibu jawa (memakai kemben)
yang lebih menunjukan sifat sepuh seorang ibu-ibu, walaupun tetap masih siap setiap saat untuk
bertarung. Jika merasa lebih sepuh lagi, maka ia akan mengambil wujud nenek-nenek.

Begitu juga Hanoman, Dewa yang sangat merendahkan hatinya sehingga mau menjadi prajurit,
dan mau diperlakukan sebagai prajurit, yang dulunya aslinya berwujud seperti kera putih besar
kekar. Ketika kekuatannya sudah meningkat tinggi, ia mengambil wujud seekor naga merah besar.
Sekarang setelah ia merasa sepuh, ia mengambil wujud seorang wiku. Tetapi wujud-wujud
barunya itu belum dikenal oleh manusia dan mahluk halus lain, sehingga untuk orang-orang dan
mahluk halus tertentu yang ada keperluan dengannya, maka mereka akan ditunjukkan wujudnya
yang kera putih besar supaya mereka mengenali bahwa itu adalah Hanoman.

Walaupun wujud-wujud di atas itu adalah ubahan, tetapi itu adalah wujud aslinya sekarang,
bersifat permanen, mengikuti jalannya kepribadian mereka yang semakin sepuh, sehingga orang
akan melihat mereka dalam wujusnya sekarang yang tetap, walaupun tidak sama lagi dengan
wujud aslinya sebelumnya. Karena itulah dikatakan bahwa perwujudan asli mahluk halus
menggambarkan kondisi psikologis dan perwatakan mereka.
Mungkin sama dengan manusia yang kalau ia meninggal ketika masih anak-anak, maka sosok
sukmanya adalah anak-anak, tapi kalau meninggalnya ketika sudah tua, maka sosok sukmanya
adalah orang tua yang lebih sepuh daripada anak-anak.

Perubahan-perubahan wujud di atas berbeda dengan perubahan wujud yang berubah jadi-jadian
untuk tujuan menipu. Ini banyak terjadi di tempat-tempat orang "ngalap berkah". Perubahan-
perubahan yang seperti itu sifatnya hanya sementara saja, nantinya akan kembali lagi ke wujud
aslinya. Tapi ada juga yang perubahan wujudnya itu untuk jangka panjang, supaya orang atau
mahluk halus lain melihatnya sebagai wujud ubahannya itu. Tapi tetap saja masih ada selisih
antara kebatinan / kepribadian aslinya dengan bentuk sosoknya yang baru. Tetapi jika bentuk
sosok barunya itu sejalan dengan kepribadiannya yang sekarang, maka wujud barunya itu akan
menjadi wujudnya yang tetap, menjadi wujud aslinya yang sekarang.

Ada juga perbedaan penglihatan wujud mahluk halus yang terjadi karena adanya ilusi / halusinasi.
Ini memang disengaja untuk menipu.

Kalau perubahan wujud itu bersifat tetap, yang sejalan dengan kepribadiannya yang sekarang,
maka orang akan melihatnya dengan wujud barunya itu. Kalau orang berusaha melihat wujud
aslinya yang dulu dan menganggap wujud aslinya yang dulu itu adalah wujudnya yang asli, justru
menjadi salah, karena wujud yang dulu itu tidak sejalan lagi dengan kepribadian sosok halus itu
yang sekarang.

Tetapi kalau perubahan wujud itu bersifat jadi-jadian untuk tujuan menipu, atau karena adanya
ilusi / halusinasi, maka supaya tidak tertipu ya orangnya harus mempertajam kepekaan batinnya
supaya tidak tertipu dengan penglihatannya / perasaannya sendiri, harus punya kepekaan untuk
mendeteksi kepribadian asli si mahluk halus yang tidak sejalan dengan sosok wujudnya.

Karena itu jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya dengan cara melihat saja.

Jika sesosok mahluk halus menjadi khodam bagi manusia :

Jika sosoknya seperti seorang ksatria (laki-laki atau perempuan), biasanya melambangkan pribadi
yang energik, bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya.
Memancarkan aura kewibawaan / karisma.
Jika sosoknya seperti anak-anak, biasanya melambangkan pribadi yang penurut dan energik,
biasanya bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya dan akan
menuruti semua perintah si manusia, tetapi tidak semuanya bisa untuk diajak bertukar pikiran
karena kesederhanaan berpikirnya yang seperti anak-anak.

Jika sosoknya seperti seorang bapak-bapak / kakek-kakek berjubah atau seperti nenek-nenek /
ibu-ibu jawa, biasanya melambangkan pribadi yang seperti orang tua, sepuh, lebih bijaksana, bisa
menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya, bisa memberikan keteduhan
hati dan pengayoman moral, dan akan aktif memberikan ide dan ilham untuk kebaikan kehidupan
si manusia dan akan memberikan peringatan berupa rasa dan firasat bila si manusia akan
mengalami suatu masalah / musibah. Sifatnya mengayomi.

Sosok yang seperti kakek-kakek dan bapak-bapak berjubah, berarti watak dan perilakunya seperti
manusia bapak-bapak sepuh. Apapun jenis tuah yang mereka berikan biasanya mengandung hawa
kewibawaan seorang bapak-bapak yang bersifat mengayomi, dan melambangkan juga
perwatakan yang sepuh, yang akan membantu seseorang kalau juga menekuni keilmuan
kesepuhan. Penampilan berjubah itu juga melambangkan kekerasan watak yang siap setiap saat
menggunakan kesaktiannya untuk bertarung, jika diperlukan.

Sosok-sosok gaib yang wujudnya seperti manusia laki-laki berjubah ini melambangkan perwatakan
yang seperti manusia, melambangkan kekerasan watak yang siap setiap saat menggunakan
kesaktiannya untuk bertarung, jika diperlukan. Yang berjubah putih (putih keabu-abuan)
melambangkan perwatakan yang lebih kalem dan bijaksana, sedangkan yang berjubah hitam
perwatakannya lebih keras dan menonjolkan kesaktian. Umumnya yang banyak ditemui adalah
sosok-sosok yang berjubah putih, yang berjubah hitam jarang sekali ditemui.

Yang dimaksud sosok-sosok berjubah ini adalah berjubah seperti seorang panembahan / resi,
jubahnya putih sedikit keabuan, jubahnya panjang sampai ke tanah, atau seperti seorang sakti
jaman dulu yang jubahnya panjang sampai ke lutut, terbuka di bagian depannya, terikat di bagian
pinggangnya, bukan berjubah putih bersih seperti penggambaran para Wali di televisi.

Sosok yang seperti ibu-ibu jawa memakai kain kemben, berarti watak dan perilakunya seperti
manusia ibu-ibu, galak dan berwibawa seperti orang tua ibu-ibu. Apapun jenis tuah yang mereka
berikan biasanya mengandung hawa kewibawaan seorang ibu-ibu yang galak dan berwibawa yang
mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk tidak bersikap merendahkan dan menjauhkan
orang-orang yang berniat jahat / curang. Tetapi hawa aura ibu-ibu itu juga akan memberikan
suasana yang menarik orang untuk datang berkumpul (membantu hubungan sosial / pergaulan).
Yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa ini biasanya tuah utamanya adalah untuk kerejekian.
Sekalipun tuah utamanya adalah untuk kerejekian, tetapi banyak dari mereka yang berwatak
keras dan galak dan mempunyai kekuatan gaib yang tinggi yang bahkan masih lebih tinggi
daripada kekuatan khodam-khodam yang biasa digunakan untuk kekuatan / kesaktian /
kekebalan dan kewibawaan, sehingga bisa juga dimintai bantuannya untuk membantu
kewibawaan, penjagaan gaib dan pembersihan gaib. Tetapi walaupun kekuatan gaibnya tinggi dan
berwatak keras dan galak, biasanya tidak cocok digunakan sebagai khodam kekuatan / kesaktian,
karena karakternya halus seperti ibu-ibu yang tidak suka berkelahi fisik seperti laki-laki.

Ada jenis mahluk halus yang sehari-hari biasa kita sebut iblis, yaitu yang sosok aslinya seperti ular
tanah berwarna hitam dengan panjang tubuh + 2 meter. Sosok ini beraura hitam dan kelicikannya
luar biasa. Sekalipun tingkat kesaktiannya rendah (biasanya kekuatan gaibnya antara 1 - 5 kalinya
kekuatan gaib mustika merah delima), tetapi dia tidak takut dengan yang kekuatannya lebih
tinggi, karena dia bisa mendatangkan teman-temannya yang juga beraura hitam dan berkesaktian
tinggi untuk membantunya. Karena kekuatannya tidak cukup tinggi, maka kelicikannya adalah
senjatanya yang diandalkannya. Waspadalah bila anda menemukan sosok gaib jenis ini.

Ada juga jenis mahluk halus yang sosoknya seperti manusia, tubuh dan wajahnya seperti manusia,
tetapi memiliki tanduk di kepalanya. Biasanya sosoknya tinggi besar di atas 2 meter. Badannya
kekar bertelanjang dada seperti manusia. Badan dan wajahnya biasanya hitam / coklat
kemerahan. Kesaktiannya ada yang tinggi, ada juga yang rendah.

Ada yang bertanduk satu seperti tanduk badak, ada yang bertanduk dua seperti tanduk kerbau
aduan. Ada yang tanduknya pendek, ada yang panjang. Kekuatannya ada yang rendah seperti
gondoruwo, ada juga yang menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah
delima sampai beberapa ratus kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul.

Yang bertanduk satu lebih sering membunuh atau mencelakakan manusia.

Yang bertanduk dua, yang biasa merasuk membuat kesurupan, atau mencelakakan dan
membunuh manusia biasanya kekuatannya rendah. Tetapi yang bertanduk dua itu, yang biasa
menyesatkan manusia, atau yang biasa memberi jasa pesugihan, biasanya kekuatannya kelas
menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai beberapa
ratus kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul.
Sosok manusia dengan tanduk di kepalanya melambangkan sifat yang jahat dan suka
menyesatkan, tetapi tidak cukup licik jika dibandingkan dengan sosok ular hitam di atas, tetapi
jenis bertanduk ini suka menyerang atau merasuki manusia, atau mencelakakan dan membunuh
manusia. Menghindarlah segera bila bertemu dengan sosok gaib jenis ini, atau jika anda
mengetahui ada keberadaannya di sekitar tempat tinggal anda atau bahkan menjadi khodam anda
segeralah lakukan usaha pembersihan gaib.

Sosok-sosok halus yang disebutkan di atas adalah sosok-sosok mahluk halus yang secara tampilan
fisiknya dapat dengan mudah dibedakan dari mahluk halus lainnya, sehingga manusia yang
menemukannya, yang bisa melihatnya, akan dapat dengan mudah melakukan pembedaan dan
dapat segera melakukan tindakan yang diperlukan.

Selain mereka, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam yang sosoknya tidak semuanya
seperti manusia, tidak semuanya bertanduk, tetapi aura kejiwaannya hitam, dan kekuatannya
tinggi.

Ada juga sosok halus lain golongan hitam yang sosok wujudnya seperti manusia, tetapi aura
kejiwaannya hitam. Contohnya adalah bangsa jin laki-laki yang wajahnya tampan rupawan,
kulitnya halus dan bersih dan pakaiannya bagus seperti seorang pangeran, atau bangsa jin
perempuan yang wajahnya cantik dan anggun, kulitnya halus dan bersih dan pakaiannya bagus
seperti seorang putri raja. Perwujudan mereka cantik dan ganteng seperti pangeran dan putri,
sikap perilaku dan kata-katanya manis, tetapi wataknya jahat dan licik. Diperlukan ketajaman
insting, kemampuan deteksi dan spiritualitas yang lebih untuk bisa mengetahui dan untuk bisa
mendeteksi sifat jahatnya. Mereka sering disebut pangeran dan ratu kegelapan. Aura kejiwaannya
hitam (sangat hitam) dan kelicikannya luar biasa, sangat senang menyesatkan manusia,
menampilkan perwujudannya yang bagus seolah-olah mereka adalah utusan Tuhan, tapi tidak
segan-segan membunuh manusia jika orang itu membuatnya kesal.

Sebaiknya kita berwaspada, mereka ada dimana-mana. Jenis mahluk halus iblis dan yang dari
golongan hitam dan abu-abu jika ada keberadaannya bersama anda dalam bentuk khodam ilmu /
pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat tinggal anda atau di sekitarnya,
sebaiknya keberadaannya diusir saja, lakukan saja dengan cara yang mudah, yaitu menggunakan
minyak jafaron. (Baca : Pembersihan Gaib 2).

Banyak mahluk halus yang ditemui manusia berwajah pucat pasi, pandangan matanya kosong dan
pendiam. Ini adalah ciri-ciri umum sosok mahluk halus yang hidup sendiri, tidak berkomunitas dan
berkesaktian rendah. Selama bertahun-tahun, ratusan tahun atau ribuan tahun, mahluk halus itu
hidup sendiri, maka wajar saja jika pandangan matanya kosong dan wajahnya pucat tidak
menunjukkan adanya semangat hidup. Hanya matanya saja yang kadangkala menyorot tajam dan
dalam, karena yang sehari-harinya aktif memang hanya pikirannya saja. Tetapi biasanya itu hanya
menggambarkan sosok-sosok halus yang tingkat kesaktiannya rendah. Mahluk halus yang
kesaktiannya tinggi, walaupun hidup sendiri, wajah mereka tidak pucat, pandangan mata mereka
tajam dan tidak kosong, karena mereka memperhatikan kehidupan lain di sekitarnya sampai jarak
yang jauh, sesuai tingkat kesaktian mereka.

Mahluk halus yang sosoknya menakutkan, rambut panjang gondrong awut-awutan, wajah
menyeringai menyeramkan, kuku-kuku yang panjang, berbulu tebal hitam atau putih, dsb,
biasanya adalah mahluk halus kelas bawah yang kekuatan / kesaktian gaibnya rendah. Sosok dan
wajah yang seram dan menakutkan juga menggambarkan kondisi psikologis yang tidak stabil dan
perwatakan yang galak, suka menakut-nakuti dan mencelakakan orang, suka marah dan
menyerang. Sorot matanya juga biasanya menggambarkan watak pemarah, galak dan suka
menyerang, apalagi bila sengaja diperintahkan untuk menyerang oleh mahluk gaib atasannya atau
oleh manusia. Mereka juga suka berkelahi dengan sesamanya, walaupun lawan yang dihadapinya
lebih kuat. Karena sudah dasar wataknya yang suka berkelahi mereka senang menerima
tantangan berkelahi dari seorang berilmu yang dipandangnya kekuatannya tidak jauh berbeda
dari mereka, walaupun mereka tahu setelah berkelahi itu mereka akan kalah. Tapi mereka akan
segera menyingkir jika yang dihadapinya kekuatannya jauh di atas mereka.

Mahluk halus kelas atas, yang berkesaktian tinggi, biasanya sosoknya lebih baik, lebih bagus dan
lebih enak dilihat, karena biasanya kondisi psikologisnya lebih stabil, lebih berkarakter, dan juga
tidak suka menakuti atau menyerang manusia. Biasanya pendiam, tidak banyak bicaranya. Sorot
matanya biasanya tajam, berwatak keras, tetapi tidak menggambarkan watak yang pemarah,
galak atau suka menyerang. Mereka tidak suka berkelahi dengan sesamanya, karena mereka bisa
mengukur kekuatan masing-masing. Mereka lebih bijaksana. Yang kekuatannya lebih rendah akan
memilih mundur daripada kalah dan menanggung banyak luka. Biasanya keberadaan mereka lebih
sulit untuk dilihat, bahkan jarang ada manusia yang bisa mendeteksi keberadaannya dan mampu
melihat wujud mereka, walaupun mereka ada di dekatnya.

Yang sering berinteraksi dengan manusia, yang suka mengganggu atau menyerang manusia
biasanya adalah mahluk halus kelas bawah, yang kesaktiannya rendah, bukan yang kelas atas yang
kesaktiannya tinggi. Jadi seringkali manusia suka sombong, merasa hebat, dengan kekuatan jimat,
ilmu gaib atau tenaga dalam, merasa mampu menghadapi atau menaklukkan semua mahluk
halus, padahal yang dihadapinya hanyalah mahluk-mahluk kelas bawah yang kekuatannya rendah,
bukan yang kelas atas yang keberadaannya saja tidak terdeteksi.

Jadi, apapun bentuk wujudnya, bukan merupakan tolok ukur dari kesaktian / kekuatan gaibnya.
Tetapi bentuk sosok wujud itu merupakan gambaran kepribadian, perwatakan dan perilaku, yang
sesuai dengan gambaran sosoknya masing-masing. Diperlukan kemampuan khusus untuk bisa
mengukur dan mengetahui kesaktian mahluk halus beserta sifat-sifat kesaktiannya. Tentang itu
Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan tersendiri berjudul Kesaktian Mahluk Halus. Juga
diperlukan kemampuan khusus untuk bisa mengetahui ketika terjadi suatu penampakkan sesosok
mahluk halus, apakah itu sebenarnya sukma manusia (arwah) ataukah itu sebenarnya bangsa jin,
kuntilanak, dhanyang, dsb. Tentang itu Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan tersendiri
berjudul Penggolongan Mahluk Halus , Kesaktian Mahluk Halus, dan Roh Manusia / Sukma /
Arwah.

Masing-masing sosok mahluk halus mempunyai karakter kepribadian sendiri-sendiri. Jika sosok-
sosok halus itu menjadi khodam ilmu / pendamping atau khodam benda-benda gaib, maka
apapun jenis tuahnya, tuahnya akan membawa sifat-sifat yang sesuai dengan karakter
khodamnya. Mengenai itu sudah Penulis tuliskan dalam tulisan berjudul Khodam dan Kualitas
Tuah

Bentuk fisik mahluk halus bersifat energi hidup. Bentuk wujud energinya itu akan mengikuti
kondisi psikologis mahluk halusnya, sehingga apapun bentuk wujudnya, wujud itu
menggambarkan kondisi psikologis dan perwatakan si mahluk halus.

Pada manusia bisa juga terjadi begitu. Kondisi psikologis yang sedang lesu, sedang malas, sedang
marah, sedang bersemangat, dsb, akan tergambar pada sinar mata dan wajahnya. Begitu juga
sering terjadi pada sepasang suami istri. Seringkali wajah dan sinar mata keduanya menjadi mirip.
Ini diartikan bahwa di antara mereka telah ada keselarasan rasa dan hati, sehingga kondisi
tersebut tergambar di dalam sinar mata dan wajah mereka yang menjadi mirip, berbeda
dibandingkan kondisi mereka sebelumnya ketika masih hidup sendiri-sendiri. Ini juga menjadi
petunjuk bahwa jika sepasang suami istri tidak ada kemiripan pada sinar mata dan wajah mereka,
bisa diartikan bahwa di antara keduanya belum ada keselarasan rasa dan hati.

Hakekatnya roh itu hidup, tidak sama dengan sebentuk energi seperti tenaga dalam yang tidak
memiliki roh dan kehidupan. Bentuk dan wujud roh itu dominan ditentukan oleh kondisi
psikologis dan perwatakannya.

Secara wujudnya, sukma manusia yang spiritualitasnya tinggi biasanya sosok wujudnya bagus
seperti manusia aslinya dan bersih auranya. Yang spiritualitasnya biasa-biasa saja, sosok wujudnya
juga biasa-biasa saja dan auranya banyak yang kotor sesuai kondisi psikologis dan perwatakan
aslinya.

Dalam tulisan Bangsa Siluman Penulis menuliskan fenomena wujud roh manusia / arwah dari
seseorang yang sudah meninggal yang berubah menjadi tidak sama lagi seperti wujud manusia
aslinya. Ada yang berubah menjadi siluman kera, siluman kerbau, buaya putih, dsb. Itu terjadi
selain mungkin karena adanya kutukan atas perilaku dan perbuatan seseorang semasa hidupnya,
juga karena sifat perwatakan manusia itu sendiri semasa hidupnya, sehingga setelah meninggal
rohnya berubah wujud menjadi sejenis siluman, yang tidak sama lagi dengan wujud asli
manusianya dan tidak sama lagi dengan jenis-jenis sukma manusia yang umum.