Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan brntuk
(distorsi) secara permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu
massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuklah lapisan-lapisan
di mana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, hingga mencapai
suatu bentuk baru. Selama perubahan bentuk itu, terdapat pada tegangan
geser (shear stress), yang besarnya bergantung pada viskositas fluida dan
laju luncur. Tetapi,bila fluida itu sudah mendapatkan bentuk akhirnya,
semua tegangan geser itu akan hilang (Mc. Cabe, 1987).
Efflux time adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan
konten cair yang sangat penting dalam banyak situasi darurat atau
skenario kecelakaan selain dari pertimbangan produktivitas geser. Kerja
ini dianggap pengeringan lambat dari cairan Newtonian dari tangki silinder
besar di bawah gravitasi palung sebuah pipa keluar ketika aliran dalam
pipa adalah bergolak. Gaya-gaya yang berpengaruh yaitu gaya berat dan
gaya tekan, sedangkan gaya friksi dianggap sangat kecil dibandingkan
gaya-gaya lainnya karena efek dinding terhadap fluida dapat diabaikan
(Subbarao,2008).
Teori mengenai efflux time banyak dibutuhkan di dunia industri
demi kelancaran jalannya suatu proses produksi. Pada dunia industri
khususnya industri-industri yang menggunakan pipa-pipa fluida, efflux
time perlu dipelajari secara jelas. Dengan mempelajari efflux time, kita
akan dapat mempelajari aliran fluida yang dinamis, kita juga dapat
menetapkan waktu yang diperlukan untuk pengosongan tangki serta yang
lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana mempelajari aliran fluida dinamis didalam pipa vertikal?
2. Bagaimana cara menetapkan waktu yang diperlukan untuk
pengosongan tangki secara teoritis?
3. Bagaimana menghitung faktor koreksi waktu pengosongan tangki
sebenarnya terhadap waktu pengosongan teoritis?

I.3 Tujuan Percobaan


1. Mempelajari aliran fluida dinamis didalam pipa vertikal.
2. Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pengosongan tangki secara
teoritis.
3. Menghitung faktor koreksi waktu pengosongan tangki sebenarnya
terhadap waktu pengosongan teoritis.

I-1