Anda di halaman 1dari 2

Kolik secara umum didefinisikan sebagai suatu bentuk kesakitan yang sangat parah di bagian abdominal kuda, baik

yang berasal dari alat p


encernaan maupun bukan yang ditandai dengan kegelisahan, kesakitan, dan secara langsung dengan gangguan peredaran darah dan segal
a manifestasinya. Beberapa penyebab yang mempengaruhi kuda mudah terserang kolik diantaranya, lambung kuda relatif kecil, pilorus kuda
letaknya terjepit diantara kolon dorsal dan ventral, kolon dorsal dan ventral tergantung longgar pada mesenterium yang panjang hingga mud
ah mengalami pemutaran dan perubahan letak anatomis, kuda memiliki saluran pencernaan yang panjang, sedang ukuran rongga perut rela
tif sempit, kerongkongan yang panjang terletak miring dan terjepit tidak memudahkan proses muntah, kuda termasuk spesies mamalia yang
tidak tahan terhadap sensasi sakit hingga memudahkan terjadinya kolik (Subronto dalam Andhie, 2011).

Menurut Belschner (1974) faktor penyebab kolik yang lain adalah manajemen peternakan yang tidak benar misalnya keadaan dan letak kan
dang yang terlalu terbuka serta tumbuhnya tanaman liar dari jenis leguminosa serta penggunaan kuda secara berlebihan. Faktor umur yaitu
umur 2-
10 tahun memiliki resiko lebih besar terserang kolik dibanding kuda dibawah 2 tahun atau diatas 10 tahun. Memakan konsentrat yang terlalu
banyak, atau makan rumput yang terlalu sering dan mengalami kesulitan dalam mastikasi karena gigi molar yang tajam sering menyulitkan p
roses pencernaan.

Menurut penyebabnya kolik dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kolik non spesifik (kolik palsu) dan kolik spesifik (kolik asli).

Kolik Non Spesifik


Kolik non spesifik bisa disebabkan karena adanya penyakit pada organ ginjal, saluran reproduksi pada hewan betina, hemoragi yang meluas
pada ligamentum uterus setelah melahirkan, kontraksi ketika melahirkan serta pada saat mengeluarkan plasenta, involusi uteri dan aborsi.
Pada kuda jantan dapat disebabkan oleh orchitis dan anomali testis.
Kolik Spesifik
Pada kolik spesifik asal penyebab rasa sakit adalah dari saluran pencernaan misalnya usus, lambung, hati, dan sebagainya. Kebanyakan ka
sus kolik di Nusantara Polo Club disebabkan karena kolik jenis ini. Kolik spesifik dapat diklasifikasikan berdasarkan perubahan patofisiologis
alat pencernaan makanan antara lain sebagai berikut:Kolik konstipasi (impaksio kolon)

A.Kolik konstipasi merupakan kolik yang ditandai dengan rasa sakit perut dengan derajat sedang, anoreksia, depresi, serta adanya konstipa
si. Kasus ini dapat terjadi karena kurangnya pakan, kurang minum, kelelahan setelah latihan yang berlebihan, keadaan gigi yang tidak baik,
setelah sakit ataupun operasi, setelah pengobatan cacing, dan pada anak-anak kuda yang baru lahir karena retensi tahi gagak (mukonum)

B.Kolik spasmodik (enteralgia catharalis)


Kolik spasmodik
adalah kolik akut disertai rasa mulas yang biasanya berlangsung tidak lama, akan tetapi terjadi secara berulang kali. Rasa mulas disebabkan
peningkatan peristaltik usus dan spasmus hingga mengakibatkan tergencetnya syaraf. Peningkatan peristaltik akan menyebabkan terjadiny
a diare. Kolik dapat terjadi karena pemberian pakan yang kasar dan sulit dicerna. Penggantian pakan yang dilakukan secara mendadak dan
kuda yang baru saja diberi makan kenyang dan segera dipekerjakan lagi juga dapat menimbulkna kolik.

C. Kolik timpani (flatulent colic)


Kolik timpani merupakan kolik yang disertai timbunan gas yang berlebihan didalam kolon dan sekum. Pembebasan gas terhalang oleh obstr
uksi atau oleh perubahan lain dari saluran pencernaan. Pembentukan gas yang cepat menyebabkan proses kolik berlangsung secara akut y
ang kadang-
kadang terjadi secara berulang, dan mengakibatkan rasa sakit yang sangat. Kolik timpani dapat terjadi akibat mengkonsumsi pakan yang mu
dah mengalami fermentasi atau faktor lain yang menyebabkan penurunan peristaltik.

D.Kolik sumbatan (obstruction colic)


E.Kolik obstruksi merupakan kolik yang timbul akibat terhalangnya ingesta di dalam usus, oleh karena adanya batu usus (enterolith, fecalith, c
oprolith) atau bentukan bola-
bola serat kasar (phytobezoar). Timbunan serat kasar dapat disebabkan karena perubahan anatomi usus, seperti invaginasi, volvulus, dan stra
gulasi. Kolik obstruksi ditandai dengan adanya rasa sakit yang berlangsung secara progresif, terhentinya secara total pasasi tinja di dalam sa
luran pencernaan, penurunan kondisi tubuh dan gejala autointoksikasi. Kolik obstruksi terjadi karena pemberian pakan yang kasar dan kuran
gnya volume air yang diminum, serta pakan hijauan yanng tercampur tanah.Kolik lambung (distensi lambung)
F.Kolik lambung adalah kolik yang biasanya berlangsung secara akut, yang terjadi sebagai akibat meningkatnya volume lambung yang berle
bihan. Kolik ditandai dengan ketidaktenangan, anoreksia total, rasa sakit yang mendadak, atau sedikit demi sedikit. Dalam keadaan lebih lan
jut gejala kelesuan dan shock terlihat lebih dominan.

G.Kolik trombo-emboli (arteritis mesenterica verminosa, Aunerisma verminosa)


Terjadi karena gangguan aliran darah ke dalam segmen usus sebagai akibat terbentuknya simpul-
simpul arteri oleh migrasi larva cacing Strongylus vulgaris. Terbendungnya saluran darah oleh thrombus dan embolus mengakibatkan terjadin
ya kolik spasmodik yang rekuren, sedangkan atoni segmen usus mengakibatkan kolik konstipasi.
Gejala umum yang sering terlihat pada kuda yang menderita kolik diantaranya, mengais-
ngais tanah, berkeringat, sering melihat ke arah belakang/ perutnya, gelisah, nafsu makan menurun, menghentak-
hentakkan kakinya, pada kasus yang berat kuda berguling dan berbaring dengan punggungnya, frekuensi nafas dan denyut janting meningk
at.

Terapi yang dapat diberikan kepada kuda-


kuda dengan gejala kolik tersebut antara lain dengan pemberian obat analgesik, antasida, diuretik, larutan buffer, laksansia, dan obat lain un
tuk mengatasi penyakit utama yang menyebabkan kolik. Obat analgesik yang biasanya diberikan seperti Adimodon , Novalgin , Novamidon ,

Delamidon , Camidon , Benodon , dan semua obat yang mengandung Antalgin dengan komposisi Methampyron (+Chlordizepoxide). Indikasi

obat-
obat tersebut adalah sebagai analgesik dan anti piretik untuk meredakan rasa nyeri hebat dan demam. Analgesik merupakan obat pertama d
an yang utama untuk menanggulangi masalah kolik, sebelum dilakukan terapi terhadap penyakit utama penyebab kolik.
Vitamin B-
kompleks digunakan sebagai multivitamin dengan tujuan meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki daya tahan tubuh. Antasida merupak
an obat dengan kandungan aluminium hidroksida 200 mg yang berfungsi untuk mengurangi gejala yang berhubungan dengan akibat kelebih
an asam lambung, gastritis, dan peradangan usus duabelas jari. Gejala tersebut diantaranya mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, dan sensasi
penuh pada lambung. Diuretik yang biasanya digunakan adalah Furosemid. Penggunaan obat tersebut dengan alasan adanya gangguan uri
nasi yang dapat menyebabkan rasa nyeri di abdomen. Diuretik lebih sering digunakan pada kuda jantan.

Selain terapi obat untuk penangan kolik, juga dapat dilakukan terapi kateterisasi dan pengeluaran feses dari rektum. Kateterisasi membantu
pengeluaran urin dari vesika urinaria sehingga dapat mengurangi tekanan yang dapat meningkatkan rasa nyeri. Metode tubing dapat dilakuk
an untuk membantu memasukan obat yang terhubung langsung ke lambung. Metode ini juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan gas pada
kasus timpany. Setelah semua terapi diberikan kuda di longser untuk merangsang pengeluaran keringat, flatus dan memperlancar aktifitas s
aluran pencernaan.
Pencegahan kolik dapat dilakukan dengan pemberian pakan dan minum yang baik dan teratur, perawatan gigi, pemberian obat cacing secar
a teratur, dan tidak menganti pakan secara tiba-tiba.

DAFTAR PUSTAKA

Belschner H G, Horses Diseases, Angus and Robertson Publishers, Sydney, 1974