Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH TEKNOLOGI HASIL HEWANI

TELUR ASIN

Disusun oleh :
Kelompok 4
1. Inawati Jati
2. Junjung Agung K.
3. Miftachul Ikhsan
4. Moh. Luthfi I.
5. Nurfi Ikhsani
6. Pebri F.
7. Selvia Kumala
8. Septi Sulistiani
9. Sindi Alpresta
10. Yulia Suryandari
11. Yusrina A.

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA TEKNOLOGI HASILPERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Telur merupakan salah satu makanan yang berasal dari ternak, yang
memiliki nilai gizi tinggi . komposisi kimia telur terdiri dari 11% kulit, 58%
putih dan 31% kuning telur.sebutir telur berisi 6-7 gram protein. Telur
memiliki beberapa kelemahan antara lain, kulit mudah retak dan tidak dapat
menahan tekanan mekanis yang besar, sehingga telur tak dapat di perlakukan
secara kasar di dalam wadah. Suhu dan kelembabab yang tinggi dapat
mempercepat kerusakan secara fisik, kimia dan mikrobiologis. Usaha
pengawetan sanggat penting untuk menjaga kwalitas telur.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya
simpan telur adalah mengolahnya menjadi telur asin. Umumnya telur yang
diasinkan adalah telur itik, karena telur itik memiliki nilai gizi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan telur ayam. Proses pengasinan telur terkadang ada yang
menggunakan natrium nitrit/garam sendawa (NaNO3) dalam jumlah banyak
untuk mempertahankan daya simpan telur asin, tetapi menggunakan natrium
nitrit terlalu banyak dapat membahayakan kesehatan, hal ini dapat dihindari
dengan cara menggunakan pengawet alami yang dikombinasikan dengan
larutan garam pada saat proses pemeraman telur asin(Susmiati, 2013).
B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian,
proses pembuatan, faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan, cara
membedakan telur asin yang masih segar dengan yang tidak segar, kandungan
gizi, cara penyimpanan, factor yang mempengaruhi kerusakan, dan titik kritis
dalam pembuatan telur asin.
BAB II
ISI

A. Pengertian Telur Asin


Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur
yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk
menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah
telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain.
Masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan (30 hari).
Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama
telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia
berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki cap
sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun
selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi
memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga
kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak
menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat(Syamsinan, 1982).
B. Proses Pembuatan Telur Asin
Telur asin adalah telur utuh yang diawetkan dengan adonan yang
dibubuhi garam. Ada 3 cara pembuatan telur asin yaitu :
1)Telur asin dengan adonan garam berbentuk padat atau kering;
2)Telur asin dengan adonan garam ditambah ekstrak daun teh;

3)Telur asin dengan adonan garam, dan kemudian direndam dalam


ekstrak atau cairan teh
Bahan- bahan Pada metode pembuatan Telur Asin antara lain:
Telur bebek yang bermutu baik.
Abu gosok atau batu bata merah 1K g.
Garam dapur secukupnya.
Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh/3 liter air.
Alat yang dibutuhkan :
Ember plastik
Kuali tanah atau alat pemanas
Alat pengaduk
Stoples atau alat penyimpan telur
Langkah Pembuatan Telur Asin:
1. Pilih telur yang bermutu baik, tidak retak atau busuk.
2. Bersihkan telur dari kotoran yang menempel dengan cara mencuci
atau di lap dengan air hangat dan keringkan.
3. Amplas seluruh permukaan telur agar pori-pori telur terbuka.
4. Buat adonan pengasin yang terbuat dari sampuran abu gosok dan
garam atau adonan yang terdiri dari campuran bubuk batu bata dan
garam dengan perbandingan yang sama.
5. Tambahkan sedikit air dan aduk adonan sampai berbentuk pasta.
6. Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata di sekitar
telur sampai ketebalan kira-kira 1-2mm.
7. Simpan telur dalam ember plastic atau kwali tanah selama 10-15
hari. Usahakan telur tidak sampai pecah, simpan di tempat kering
dan terbuka.
8. Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam
dalam larutan the selama 8 hari.
9. Seletah semua proses terlewati, rebuslah telur selama 60 menit agar
telur masak sempurna.

C. Faktor yang Mempengaruhi dalam Pembuatan Telur Asin


Faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan telur asin ada
beberapa di antaranya kwalitas telur yang digunakan, lama perendaman
dalam larutan garam dengan abu dan penyimpanan saat pengaraman.
Kwalitas telur yang di gunakan adalah fakto utama yang sanggat
penting karena apabila kita memakai telur yang masih baru dengan
kwalitas terbaik seperti telur yang tidak cacat dan tidak ada retak di
cangkangnya.
Lama perendaman telur dalam larutan garam dan abu juga adat
mempengaruhi kwalitas telur asin yang di hasilkan nantinya semakin
lama waktu yang di guankan dalam perendaman aroma, tekstur dan
warna pada telur asin akan semakin baik karena cirri-ciri telur asin
yang baik sudah terpenuhi di dalamnya. bagian kuning telur berwarna
jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak
mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak
menyengat
D. Cara Membedakan Telur Asin yang Masih Baru Dengan Telur Asin
yang Sudah Lama
Menurut Koswara (2009) pengasinan telur dikatakan berhasil
dengan baik, jika telur asin yangdihasilkan bersifat :
1. Stabil, dapat disimpan lama tanpa banyak mengalami
perubahan.Keawetan telur asin tergantung pada konsentrasi garam
yang digunakan dalamadonan. Semakin tinggi konsentrasinya,
semakin awet telur asin yangdihasilkan. Selain itu, waktu telur
dibungkus dengan adonan juga berpengaruhterhadap keawetan.
Semakin lama dibungkus adonan, semakin baikkeawetannya. Dalam
hal ini harus dipertimbangkan intensitas rasa asin yangdihasilkan.
Dengan kata lain rasa asin yang diperoleh juga harus diatur.
2. Aroma dan rasa telur asin terasa dengan nyata (tidak tercium bau
amoniak ataubau yang kurang sedap).Telur bebek sangat cocok
untuk diasin, karena rasa amis dari telur akanberkurang dengan
pengasinan. Selain itu, pori-pori telur bebek lebih banyaksehingga
garam mudah berpenetrasi (masuk ke dalam telur). Pembuatan
telurasin menggunakan adonan garam dengan tanah liat atau abu
gosok denganperbandingan 1 : 1,5 menghasilkan telur asin yang
disukai.
3. Penampakan putih dan kuning telur yang baik. Telur dengan
albumen yang putih dan kuning telur yang mempur danberminyak
dipinggirnya saja merupakan telur asin yang disukai. Jika
adonanpembungkus telur kurang baik, kuning telur akan berwarna
kebiruan. Kuningtelur pada telur asin yang ber mutu tinggi terletak
di tengah, dengan ukurankantung udara yang kecil. Jika letaknya
tidak di tengah, menandakan telur yangdigunakan mutunya kurang
baik. Penggunaan teh pada proses pengasinan telurternyata dapat
mengurangi pergeseran kuning telur ke arah kulit.
Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Putriana dkk (2013)
menyimpulkan bahwa konsentrasi garam berpengaruh terhadap kandungan
mikroba telur asin. Semakin rendah konsentrasi garam, semakin banyak
bakteri yang dapat tumbuh. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap
kandungan mikroba telur asin. Semakin lama telur asin disimpan, semakin
banyak bakteri yang dapat tumbuh, terkhusus bakteri Salmonella other sp.
Penelitian ini menyarankan agar bagi konsumen hendaknya menghindari
mengonsumsi telur yang masa simpannya sudah mencapai 7 hari karena
cenderung mengandung mikroba Salmonella other sp. Sebaiknya
pedagang memperhatikan usia telur serta kebersihan wadah telur baik
sebelum maupun setelah diolah menjadi telur asin. Dilakukan penelitian
lanjutan terhadap produk telur ayam asin sebagai pendukung dan
pelengkap penelitian ini.
E. Kandungan Gizi Pada Telur Asin
Telur asin merupakan telur yang diawetkan dengan cara diasinkan.
Telur yang telah diasinkan tersebut, selanjutnya dapat dibiarkan/disimpan
dalam keadaan mentah ataupun matang (direbus). Dalam keadaan mentah,
telur asin dapat disimpan selama 9 bulan, sedangkan dalam keadaan
matang dapat disimpan selama 3 bulan (Suprapti, 2002). Secara umum,
telur asin (baik yang masih mentah maupun sudah direbus) mempunyai
daya awet yang tinggi sehingga dapat disimpan pada suhu kamar.
Walaupun demikian, akan lebih baik jika penyimpanan telur asin
dilakukan pada suhu 12-15oC dan kelembaban udara 70-80%. Dalam skala
rumah tangga, penyimpanan telur dapat dilakukan di dalam lemari es.
Untuk mencegah kerusakan, memperlambat hilangnya kelembaban dan
mencegah terserapnya bau tajam dari makanan, saat menyimpan di lemari
es sebaiknya telur asin dibungkus dengan wadah karton (Astawan, 2009).
Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur yang memiliki gizi
yang tidak jauh berbeda dengan telur segar. pada tabel dibawah ini
dituliskan perbandingan gizi dari telur ayam segar, telur itik segar dan
telur asin tiap 100 gram.

Tabel 1.1 komposisi kimia telur segar dan telur asin per 100 gram.

Komposisi Telur bebek segar Telur bebek asin


Kaloro (kal) 189 195
Protein (gr) 13,1 13,6
Lemak (gr) 14,3 13,6
Hidrat arang (gr) 0,8 1,4
Kalsium (mg) 56 120
Fosfor (mg) 175 157
Besi (mg) 2,8 1,8
Vit. A (SI) 1230 841
Vit. B-1 (mg) 0,18 0,28
Air (gr) 70,8 66,5
b.d.d (%) 90 83
(Anonim, 2006).

Standar mutu telur asin berdasarkan SNI 01-4277-1996 (Badan


Standarisasi Nasional, 1996) dapat dilihat pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Standar mutu telur asin menurut SNI 01-4277-1996.

Jenis uji Satuan Persyaratan


Keadaan:
a. Bau - Normal
b. Warna - Normal
c. Kenampakan - Normal
Garam b/b % Minimal 2,0
Cemaran mikroba
a. Salmonella Koloni/25 gram Negatif
b. Stapylococcus aurous Koloni/ gram Negatif
Sumber: Badan Standarisasi Nasional

Mutu telur asin menurut Standar Nasional Indonesia meliputi bau,


warna, kenampakan, kadar garam, cemaran mikroba Salmonella dan
Staphylacoccus aureus. Kadar garam telur asin yang dibuat dengan
perendaman air garam jenuh selama 12 hari adalah kuning telur 0,58 %
dan putih telur 3,02 %. Kadar garam telur asin pada bagian putih telur
3,69-3,79 % dan bagian kuning telur 1,40-1,96 %. Kadar air telur segar 87
% pada putih telur, dan 59 % pada kuning telur. Kadar protein telur segar
10,9 % pada putih telur dan 16,5 % pada kuning telur (Soewedo, 1983).
Daya tahan telur asin sangat dipengaruhi oleh kadar garam telur asin.
Semakin tinggi kadar garam dalam telur semakin lama pula daya tahan
telur asin. Hal ini disebabkan fungsi garam yang menghambat
pertumbuhan bakteri dan berfungsi sebagai penyerap air sehingga telur
asin yang dihasilkan lebih awet. Selain itu garam juga berfungsi sebagai
pengawet dan pencipta rasa yang khas, garam juga dapat mengurangi
kelarutan oksigen sehingga bakteri yang membutuhkan oksigen untuk
hidupnya menjadi terhambat perkembangannya, garam juga dapat
menghambat kerja enzim proteolitik yaitu enzim yang mengurai protein
sehingga protein didalam telur terjaga kualitasnya
F. Manfaat Telur Asin Bagi Tubuh
Telur asin dikenal sebagai telur yang nikmat dan mempunyai cita
rasa khas asin tersendiri. Tapi telur asin ini juga mempunyai kandungan
gizi yang sangat lengkap bagi tubuh manusia. Telur asin ini adalah sumber
protein, vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Protein dalam telur asin
juga dipercaya mengandung semua asam amino yang dibutuhkan manusia
untuk hidup sehat. Menurut Prof. Made, seorang doktor di Tokyo
University, kandungan kalsium dalam telur asin akan berlipat puluhan
kali, karena dalam proses pembuatan telur asin menggunakan abu dan
kapur. Abu dan kapur adalah sumber kalsium, ketika garam masuk ke
dalam telur, kandungan kalsium pun juga ikut masuk secara perlahan akan
menembus jaringan putih telur dan jaringan pada kuning telur.

Kaya akan vitamin


Telur bebek asin mengandung banyak vitamin A dan B 12.
Vitamin A berfungsi menjaga sel-sel dalam tubuh agar tubuh tetap sehat
dan menjaga kesehatan penglihatan. Vitamin B 12 bermanfaat dalam
menjaga kesehatan saraf dan meningkatkan fungsi sel darah merah.
Vitamin B kompleks, vitamin D, dan vitamin E juga terkandung di dalam
telur asin dalam jumlah yang kecil.
Bagus untuk pertumbuhan anak
Seperti yang dipaparkan diatas, telur asin mempunyai kandungan
kalsium dan protein yang tinggi, serta mengandung berbagai vitamin yang
menjaga agar tubuh tetap sehat. Kalsium dan protein yang tinggi akan
membantu anak dalam masa pertumbuhan tulang dan kesehatannya.
Sangat dianjurkan bagi para orang tua untuk menyajikan telur asin sebagai
salah satu dari berbagai menu makanan yang disantap oleh anak agar dapat
membantu pertumbuhan yang sehat.

Membantu perkembangan kecerdasan otak


Manfaat telur asin memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya
seperti yang dipaparkan diatas. Tapi masih adalagi, telur asin mengandung
asam lemak omega 3 yang dipercaya sangat baik untuk kecerdasan otak.
Selain membantu dalam pertumbuhan anak, telur asin ini juga dapat
membantu perkembangan kecerdasan otak anak agar dapat berkembang
dengan baik, sehat dan cerdas.
Sumber energy
Kandungan lemak yang terdapat dalam telur pada umumnya terdiri
dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida dan kolesterol. Dari 1 gram
lemak akan menghasilkan 9 kilo kalori energi. Trigliserida dan fosfolipida
kandungan lemak yang berfungsi sebagai sumber energi tubuh.
1. Menjaga Mata Agar TetapSehat
Kandungan vitamin A nya yang tinggi, dipercaya dapat menjaga
kesehatan mata. Mata yang kurang asupan vitamin akan berwarna
keruh dan tidak bening lagi. Mata juga menjadi kuning karena kurang
vitamin. Satu butir telur bebek mengandung vitamin A sebesar 472 IU,
vitamin A dengan kandungan sebesar itu merupakan asupan vitamin
yang sangat direkomendasikan setiap harinya.
2. Membuang Radikal Bebas & Sistem Imun
Selain menjaga kesehatan mata, vitamin A jug abermanfaat dalam
menangkal radikal bebas, meningkatkan sistem imun dan juga
memperkuat kesehatan tulang dan gigi. Manfaat anti oksidan
merupakan salah satu zat yang dapat memerangi radikal bebas dan
meningkatkan sitem imun tubuh.
3. Tulang & Gigi
Jika anda sering mengkonsumsi vitamin A, maka gigi dan tulang
Anda akan terhindar dari keropos. Tulang dan gigi yang keropos akan
membuat performa anda kedepannya akan semakin terbebani.
4. Membantu Metabolisme Tubuh Manusia dan Pencernaan Manusia
Vitamin E yang ada di dalam telur bebek sangat bermanfaat dalam
membantu pencernaan manusia dan meningkatkan sistem metabolisme
tubuh manusia. Di dalam telur bebek terdapat sekitar 0,9 miligram
vitamin E, vitamin E dengan kandungan itu merupakan 3 persen dari
kebutuhan vitamin E yang ada di dalam tubuh dan kandungan yang
disarankan oleh paraahli.
Vitamin E di dalam tubuh dapat dijadikan sebagai anti oksidan
tinggi yang bisa bermanfaat dalam menangkal radikal bebas yang ada
di dalam kehidupan ini, vitamin E juga dapat bermanfaat untuk
membantu pencernaan yang lebih baik dan meningkatkan metabolisme
di dalam tubuh. Jika metabolisme di dalam tubuh bagus bermanfaat
dalam menangkal virus dan berbagai infeksi penyakit yang akan
menyerang tubuh.
5. Membantu Tubuh Manusia Dalam Memproduksi Hormon
Telur bebek memiliki kandungan mineral dan zat besi yang
bermanfaat bagi tubuh. Kandungan telur bebek juga mengandung
selenium. Selenium ini bermanfaat dalam meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dan juga membantu tubuh dalam menciptakan
hormon bernamatiroid. Zat besi yang terdapat dalam telur bebek
bermanfaat dalam memproduksi sel darah merah. Darah merah ini
berfungsi dalam membawa dan mengangkut oksigen yang ada di
dalam tubuh dan diedarkan keseluruh tubuh, tidak hanya itu saja zat
besi juga berfungsi dalam menghasilkan energi bagi tubuh.
6. Menambah Vitalitas Bagi Pria
Telur bebek yang tinggi protein bisa berguna dalam menambah
vitalitas pria, terutam apria yang memiliki pekerjaan berat, telur bebek
bisa menjaga stamina dan menghasilkan energi yang lebih banyak.
Oleh sebab itu disarankan pria yang memiliki pekerjaan berat untuk
selalu mengkonsumsi telur bebek.
G. Cara Penyimpanan Telur Asin
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan telur,
sebagai berikut:
1. Letakkan telur pada tempat telur dengan posisi yang runcing pada
bagian bawah dan bagian yang tumpul di atas Hal ini dimaksudkan
agar kantong udara yang terdapat di bagian yang tumpul tetap berada
diatas. Bila di bawah isi telur akan mendesak kantong udara dan
akan merusak mutu telur,
2. Telur jangan disimpan di tempat yang berbau keras seperti
bawang, terasi, ikan asin, sabun dan minyak tanah karena bau
tersebut mudah diserap oleh pori-pori kulit,
3. Simpanlah telur pada susu 0 15 C dengan kelembaban 85 90
%. Dengan cara seperti ini telur dapat disimpan sampai 6 bulan.
Beberapa tempat untuk penyimpanan telur antara lain :
1. Lemari es adalah tempat penimpanan telur yang paling praktis.
Telur yang disimpan di tempat ini dapat bertahan selama 2 minggu,
2. Freezer, bila disimpan di tempat ini dengan suhu 5-10 C dapat
bertahan hingga 4 minggu,
3. Periuk tanah yang telah dilapisi denganjerami atau daun pisang
kering (kelaras), namun periuk tanah ini harus selalu disiram dengan
air dari bagian luarnya agar tetap lembab,
4. Kantong Plastik, dengan cara menutupnya secara rapat agar tidak
terjadi pertukaran udara.

H. Faktor Yang Mempengaruhi Kerusakan Telur Asin


Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih
dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan
yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah
telur pecah. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah, retak).
Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat
keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam
telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga
kesegaran telur merosot. Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh
masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada
dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran
yang menempel pada kulit telur. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi
oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpanan. Telur yang
di simpan pada suhu yang tinggi akan mempercepat kerusakan pada telur
dan mudah masuk dalam tubuh.
I. Titik Kritis dalam Pembuatan Telur Asin
a. Pembuatan larutan perendam
Proses pembuatan larutan garam jenuh berfungsi sebagai larutan
perendam diterlebih dahulu, karena membutuhkan waktu lama untuk
mendinginkannya. Proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air
hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendiidh) yang sekiranya cukup
dapat membantu proses pelarutan garam.
b. Pemilihan telur
Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan,
maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus pemilihan (sortasi). Namun,
harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa
tersebut merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali,
sehingga kemungkinan adanya janin di dalamnya dapat dihindari. Di
samping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang mengalami retak
atau pecah kulit, karena selama dalam perendaman putih telurnya akan
menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya berbau busuk.
Pemerikasaan dilakukan dengan memasukkan telur-telur tersebut
ke dalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi dengan air,
kemudian mengamati posisi telur-telur tersebut di dalam air. Telur yang
melayang harus segera dipidahkan, sedangkan telur yang tenggelam atau
setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat sehingga kotorannya
mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut kemudian dicuci
dengan sabun dan dibilas dengan air hingga benar-benar bersih, serta
ditiriskan.
c. Perebusan
Perebusan dapat langsung dilakukan apabila telur asin tersebut
akan dipasarkan dalam kondisi matang. Untuk mencegah retak atau
pecahnya telur dalam proses perebusan ini dapat dilakukan cara perebusan
yang aman yaitu dengan cara masukkan telur ke dalam panci perebus yang
telah diisi air secukupnya, kemudian panaskan dengan api kecil. Usahakan
agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (kurang lebih 30
menit). Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan putih telur
menjadi matang atau mengental. Selanjutnya api dapat dibesarkan hingga
api mendidih
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari makalah yang telah dibuat dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Telur asin adalah olahan telur yang di awetkan dengan penambahan garam.
2. Faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan telur asin adalah kwalitas
telur yang digunakan, lama perendaman dalam larutan garam dengan abu
dan penyimpanan.
3. Cara membedakan telur asin dapat di lihat dari warna telur serta aroma
yang di keluarkan oleh telur.
4. Kandungan gizi dalam telur asin sebagai berikut Kaloro (kal), Protein (gr),
Hidrat arang (gr), Lemak (gr)Kalsium(mg), Vit. B-1 (mg), Vit. A (SI), Besi
(mg), Fosfor (mg), Air (gr).
DAFTAR PUSTAKA

Suprapti, Lies. 2002. Pengawetan Telur. Kanisius. Yogyakarta


Pengawetan telur. Dalam : Berkas lembaran petunjuk latihan teknologi
makanan. Yogyakarta : Pendidikan Guru Pertanian PGP. Kejuruan
Teknologi Makanan, 1975. Hal. 59-60.

Sutrisno, Koswara. Perbaikan proses pengasinan telur. Ayam dan Telur, 63,
1991 : 35-36.

Syamsinan, S.T. dan Soekarta. Penggunaan teh pada proses pengasinan telur
bebek (Muscovy sp.). Buletin Pusbangtepa, Mei 1982 : 9 13.

Sarwono, B; A. Murtidjo dan A. Daryanto. Telur : Pengawetan dan


manfaatnya. Jakarta : Penebar Swadaya, 1985. 73 hal.

Koswara, Sutrisno. 2009. Teknologi Pengolahan Telur (Teori dan Praktek).


EbookPangan.
Putriana, Armenia Eka., Saifuddin Sirajuddin dan Ulfa Najamuddin. 2013.
Pengaruh Konsentrasi Garam dan Lama Penyimpanan terhadap
Kandungan Mikroba Telur Asin. Universitas Hasanuddin. Makasar

Soewedo, 1983. Hasi-hasil Olahan Susu, Ikan, Daging dan Telur. Liberty.
Yogyakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 1996. SNI 01-4277-1996