Anda di halaman 1dari 1

Penyebab langsung kematian ibu yang terbanyak adalah: perdarahan, hipertensi pada kehamilan,

partus macet, infeksi dan komplikasi aborsi. Persalinan di rumah dan ditolong oleh dukun, merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi masih tingginya AKI di Indonesia. Kondisi tersebut masih
diperberat dengan adanya faktor risiko 3 Terlambat yaitu terlambat mengambil keputusan di tingkat
keluarga, terlambat merujuk/transportasi dan terlambat menangani serta 4 Terlalu yaitu melahirkan
terlalu muda (dibawah 20 tahun), terlalu tua (diatas 35 tahun), terlalu dekat (jarak melahirkan kurang
dari 2 tahun) dan terlalu banyak (lebih dari 4 kali). Terkait dengan faktor risiko tersebut, data
Riskesdas 2010 memperlihatkan bahwa secara nasional ada 8,4% perempuan usia 10-59 tahun
melahirkan 5-6 anak, bahkan masih 3,4% perempuan usia 10-59 tahun yang melahirkan anak lebih
dari 7. Kelompok perempuan yang tinggal di perdesaan, tidak bersekolah, pekerjaannya
petani/nelayan/buruh, dan status ekonomi terendah, cenderung mempunyai lebih dari 7, lebih tinggi
dari kelompok lainnya (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).

Sebagai upaya penurunan AKI, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sejak tahun

1990 telah meluncurkan safe motherhood initiative, sebuah program yang memastikan semua

wanita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan sehingga selamat dan sehat selama

kehamilan dan persalinannya. Upaya tersebut dilanjutkan dengan program Gerakan Sayang

Ibu di tahun 1996 oleh Presiden Republik Indonesia. Program ini melibatkan sektor lain di

luar kesehatan. Salah satu program utama yang ditujukan untuk mengatasi masalah kematian

ibu yaitu penempatan bidan di tingkat desa secara besar-besaran yang bertujuan untuk

mendekatkan akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir ke masyarakat. Upaya lain

yang juga telah dilakukan yaitu strategi Making Pregnancy Safer yang dicanangkan pada

tahun 2000 (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).