Anda di halaman 1dari 9

TES GRAFIS

Matrikulasi Laporan Interpretasi

Disusun Oleh :

DIAN NUR ANDRIANI 201710500211014


DWI MARTHA RAMADHANI 201710500211001
FATIMAH AZZAHRA 201710500211018
MAY LIA ELFINA 201710500211026
RIZKY WIRA PARAMITA 201710500211017
WINDY RAINATA 201710500211004

MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
DRAW A PERSON INTERPRETATION

GAMBARAN UMUM TESTEE

Deskripsi testee tentang gambar.


Testee menggambar seorang wanita berusia sekitar 47 tahun, lengkap dengan
pakaian (menggunakan gamis/tertutup dengan hijabnya) dan memakai alas kaki.
(sepatu). Menurut testee, wanita tersebut akan pergi melakukan sholat IED.
Sikap testee saat tes
Testee tidak mengalami kesulitan saat menggambar orang. Testee tampak tegas dan
tanpa ragu menorehkan goresan dan membuat gambar mulai dari awal mengambar.
Testee juga tidak melakukan pembetulan (penghapusan) terhadap apa yang ia
gambar. Gambar yang tampak tidak mengandung arsiran/coretan ragu-ragu sama
sekali. Sehingga gambar terlihat jelas dan tegas.

INTERPRETASI GAMBAR

Observasi
o Urutan menggambar
Subjek menggambar dengan urutan: kepala, alis, mata, hidung, mulut,
rambut, badan, tangan, kaki, sepatu, tanpa ada penghapusan serta memiliki
garis tegas tanpa ada ragu.
Jenis kelamin
Perempuan (Seperti testee)
Letak gambar
Tengah; adaptasi cukup baik, berusaha control secara cermat, cukup rigid, dan
terkadang memiliki egosentrisme.
Posisi anggota badan
Posisi anggota badan proporsional dalam arti sesuai dengan normalnya. Untuk
interpretasi anggota badan sebagai berikut:
o Kepala
Agak besar; penekanan pada fantasi, membanggakan intelektual, cukup
percaya diri
o Muka/wajah
Menunjukkan ekspresi senang, menggambarkan yang dirasakanya, suasana
hati yang berlaku pada yang bersangkutan
o Alis
Alis tebal dan teratur- lurus; percaya diri, tidak merasa terhambat, cukup
tegas dan berani
o Mata
Lebar dan diberi tekanan; bersemangat, histeris egoisitas
o Hidung
Membengkok; memiliki sikap merendahkan, kecenderungan berfikir di dalam
istilah-istilah yang secara stereotype.
o Mulut
Terbuka; oral erotis
o Dagu
Perluasan dagu; adanya dorongan agresif
o Tubuh
Normal; cukup luwes, terlihat nyata
o Lengan
Cukup terbuka dan luas; mengutamakan kekuatan
o Tangan dan jari
Terbuka dan luas; usaha yang kuat, memperbaiki hubungan sosial
o Pakaian
Pakaian normal dan terlihat cukup sederhana; cenderung easy going dan
cukup mampu memecahkan masalah
o Kaki
Bulat; proporsional dan terdapat detail aksesoris; tendensi infantil.

2
Kualitas coretan
Subjek menggambar dengan tekun tanpa ada kesukaran; prognosa baik, memiliki
dorongan/semangat.
Kesimpulan
Dari interpretasi DAP tes di atas, sifat-sifat yang sering muncul sebagai tendensi pada
testee adalah, tegas dan cukup berani dalam menyampaikan pendapatnya. Testee
merupakan orang yang cukup terbuka, meskipun terkadang egois namun testee berusaha
menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Selain itu, testee memiliki kencederungan
infantile. Kecenderungan sifat yang sering muncul pada testee adalah: egois, cenderung
menutup diri, menekan permusuhan, tidak bisa mengambil keputusan, infantile dan inferior
(kekurangan diri).

3
BAUM INTERPRETASION
GAMBARAN UMUM TESTEE
Deskripsi testee tentang gambar
Testee menggambar sebuah pohon dengan banyak daun dan testee menorehkan
judul Pohon Mapple ketika musim gugur di Kanada
Sikap testee saat tes
Testee tidak mengalami kesulitan saat menggambar dan tanpa sekalipun
memberikan pembetulan terhadap apa yang di gambarnya. Testee tanpa ragu
menorehkan coretan pensil diatas kertas yang sudah diberikan.
INTERPRETASI GAMBAR
Observasi
Urutan Menggambar
Testee menggambar dimulai dari bawah ke atas. Dari akar sebelah kiri menjulang ke
atas menggambar batang dan di lanjutkan dengan batang yang kanan dari akar ke
batang atas juga. Setelah itu testee menggambar Dahan, ranting, dan daun sebelah
kiri dan dilanjutkan disebelah kanan
Letak/lokasi penempatan Gambar : Ditengah (Normal, cukup secure, tidak kaku)
Ukuran Gambar : Normal
Kesan gambar :
o Batang yang digambar licin : Sensitif, Rangsang dari luar tidak mudah menjadi
masalah
o Focus pada mahkota : Idealis, mudah antusias, menitik beratkan pada
keinginan.
Kualitas garis/coretan : Tekanan lemah (adanya rasa enggan)
Untuk Interpretasi Bagian-bagian pohon adalaha sebagai berikut :
o Akar : Diatas tanah = Impulsif, stastis
o Bingkai pohon (stembasis) : Kanan kiri sama besar = belajar dengan pelan
namun pasti

4
o Batang : bergelombang serasi = mudah menyesuaikan diri atau beradaptasi,
mudah terpengaruh
o Bentuk batang : = bersikap praktis, sangat instingtif
o Condong batang : Kekiri = penyesuaian, baik, ekstrovert, suggestible
o Dahan : Bersilang = kurang dapat memutuskan sesuatu
o Mahkota : dahan terpencar dan tertutup = banyak keinginan
o Pohon dengan daun jatuh : pada mahkota = perasaan halus, ekspresif
o Mahkota berombak tapi tidak berawan : mudah bergaul, lemabh lembut dan
empati

KESIMPULAN
Dari interpretasi BAUM tes diatas, sifat-sifat yang sering muncul sebagai tendensi
pada testee adalah mudah bergaul dan dapat menyesuaikan diri dengan lingukan dengan
mudah antusias terhadap lingkungan atau sesuatu, cukup terbuka dan ekspresif. Testee
merupakan orang idealis dan sesekali statis dengan pola hidupnya namun keinginan
(dreams) yang cukup banyak, karena itu testee dengan pelan tapi pasti mewujudkan
keinginan tersebut. Meskipun testee berpikir secara praktis, idealis dan tidak kaku namun
testee mempunyai rasa enggan terhadap lawan bicaranya. Testee mempunyai sifat sensitive
dan rasa empati yang cukup serta hati yang lemah lembut. Namun, hal itu menjadikan
dirinya kurang dapat memutuskan sesuatu dan mudah terpengaruh.

5
TES HTP (HOUSE TREE PERSON)

OBSERVASI
Subjek memulai menggambar dari gambar rumah terlebih dahulu. Setelah
menggambar kerangka rumah, subjek menggambar pintu rumah yang tertutup, lengkap
dengan handle pintu, kemudian subjek menambahkan 3 buah ventilasi di atas pintu. Setelah
itu, subjek terlihat berhenti sejenak kemudian menambahkan ornamen-ornamen rumah
dalam gambar tersebut, seperti jendela yang terlihat transparan dari luar, sehingga terlihat
gorden yang terbuka jika dilihat dari luar rumah.
Subjek kemudian melanjutkan menggambar pohon. Sebelum mulai menggambar
pohon, subjek terlihat bingung ingin menggambarkan pohon dibagian kanan atau kiri
rumah. Akhirnya subjek memilih menggambar pohon disamping kanan rumah. Gambar
pohon di mulai dari menggambar badan pohonnya, kemudian daun-daun pohon, baru
menambahkan dahan-dahan pohon. Subjek terlihat diam sejenak lagi, lalu mulai
menggambarkan rerumputan di bagian bawah pohon. Setelah itu subjek beralih
menggambar rumah lagi, menambahkan bagian teras didepan pintu lengakap dengan
penutup terasnya. Setelah menambahkan detail-detail rumah, subjek melanjutkan ke
gambar orang.
Saat menggambar orang, subjek tidak terlihat ragu untuk menggambar. Subjek
langsung menggambar orang di dekat pohon, dan mulai menggambar dari bagian kepala,
wajah, dan rambut. Setelah itu menggambar bagian badan, tangan dan kaki. setelah
menggambar bagian terkahir dari gambar orang (kaki), subjek terlihat diam dan
memperhatikan gambar sejenak, kemudian subjek memutuskan untuk menyelesaikan sesi
tes gambar, dengan mengatakan selesai kepadaa tester.

POINT / DETAIL GAMBAR


Besar gambar sama
Jarak ketigagambar cenderung berdekatan
Pintu dan jendela rumah tertutup

6
Rumah bagus
Rumah besar
Orang cenderung lebih dekat dengan pohon dibandingkan dengan rumah
Orang melihat ke arah lain (tidak melihat ke arah rumah atau pohon)

KESIMPULAN
Ketiga gambar berukuran sama besar atau dapat disebut seimbang atau
proporsional dan juga berdekatan yang artinya keluarga subjek termasuk keluarga yang
demokratif dan juga cukup dekat satu sama lain. Pintu dan jendela pada rumah
digambarkan tertutup memiliki arti bahwa acceptance kurang atau sang ibu menjaga anak
dari orang luar atau pengaruh luar namun tidak berlebihan atau posesif. Subjek
menggambar rumah yang cukup bagus, hal ini menunjukkan bahwa peran ibu terpenuhi
dengan baik dan juga menunjukkan bahwa ibu subjek memiliki kesan yang menyenangkan,
poistif dan baik. Rumah yang digambar oleh subjek juga terlihat cukup besar yang artinya
ibu subjek berperan baik sebagai tempat berlindung subjek. Namun pada gambar ini subjek
menggambarkan orang tersebut sedang menghadap ke arah lain, ini menandakan bahwa
subjek memberikan perhatian lebih pada keadaan diluar keluarganya.