Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN RESIKO

Abdul Hafiz Al Bajiri

Abstract
Risk is the variation in things that may happen naturally or the possibility of occurrence of events
beyond that expected of a threat to property and financial benefits due to hazards that occur. Risk
management is an approach taken against risks is to understand, identify and evaluate the risk of
a proyek.Tujuan of this study is to know about risk management in project construction.
The method used is the study of literature on risk management in construction projects with
reference to relevant theories.
The study shows that risk management is very important to do for every construction project to
avoid losses on cost, quality and project completion schedule. Conduct response actions carried
out against possible risks (risk response) by: holding risk (risk retention), reduce the risk (risk reduction),
transfer of risk (risk transfer), to avoid risk (risk avoidance).
Key words : Risk management, construction project

Abstrak
Risiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinan
terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dan
keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang
dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu
proyek.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui tentang manajemen risiko pada proyek
konstruksi.
Metode yang digunakan adalah studi literatur tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi
dengan mengacu kepada teori-teori yang relevan.
Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko sangat penting dilakukan bagi setiap proyek
konstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal penyelesaian proyek.
Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (respon
risiko) dengan cara : menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan
risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance).
Kata Kunci : Manajemen resiko, proyek konstruksi

1. Pendahuluan secara tak terduga. Walaupun suatu


Proyek konstruksi merupakan kegiatan telah direncanakan sebaik
suatu bidang yang dinamis dan mungkin, namun tetap mengandung
mengandung risiko. Risiko dapat ketidakpastian bahwa nanti akan
memberikan pengaruh terhadap berjalan sepenuhnya sesuai rencana.
produktivitas, kinerja, kualitas dan dan Risiko pada proyek konstruksi
batasan biaya dari proyek. bagaimanapun tidak dapat dihilangkan
Risiko dapat dikatakan tetapi dapat dikurangi atau ditransfer
merupakan akibat yang mungkin terjadi dari satu pihak kepihak lainnya (Kangari,
1995). Bila risiko terjadi akan berdampak kebutuhan dalam penanganannya
pada pada terganggunya kinerja (Rahayu, 2001) :
proyek secara keseluruhan sehingga 1) Risiko murni dan risiko spekulatif (Pure
dapat menimbulkan kerugian terhadap risk and speculative risk)
biaya, waktu dan kualitas pekerjaan. Dimana risiko murni dianggap sebagai
Para pelaku dalam industri konstruksi suatu ketidakpastian yang dikaitkan
sekarang ini makin menyadari akan dengan adanya suatu luaran
pentingnya memperhatikan (outcome) yaitu kerugian. Contoh
permasalahan risiko pada proyek- risiko murni kecelakaan kerja di
proyek yang ditangani, karena proyek. Karena itu risiko murni dikenal
kesalahan dalam memperkirakan dan dengan nama risiko statis. Risiko
menangani risiko akan menimbulkan spekulatif mengandung dua keluaran
dampak negatif, baik langsung maupun yaitu kerugian (loss) dan keuntungan
tidak langsung pada proyek konstruksi. (gain). Risiko spekulatif dikenal
Risiko dapat menyebabkan sebagai risiko dinamis. Contoh risiko
pertambahan biaya dan keterlambatan spekulatif pada perusahaan asuransi
jadwal penyelesaian proyek. Oleh jika risiko yang dijamin terjadi maka
karena besarnya dampak yang pihak asuransi akan mengalami
ditimbulkan, maka tujuan dari studi ini kerugian karena harus
adalah untuk mengetahui manajemen menanggung uang
risiko pada proyek konstruksi, dengan pertanggungan sebesar nilai
melakukan studi literatur yang mengacu kerugian yang terjadi tetapi bila risiko
kepada teori-teori yang relevan. yang dijamin tidak terjadi maka
perusahaan akan meperoleh
keuntungan.
2) Risiko terhadap benda dan manusia,
2. Tinjauan Pustaka
dimana risiko terhadap benda adalah
2.1 Risiko
risiko yang menimpa benda seperti
Risiko merupakan variasi rumah terbakar sedangkan risiko
dalam hal-hal yang mungkin terjadi terhadap manusia adalah risiko yang
secara alami didalam suatu situasi (Fisk, menimpa manusia seperti risiko hari
1997). Risiko adalah ancaman terhadap tua, kematian dsb.
kehidupan, properti atau keuntungan
3) Risiko fundamental dan risiko khusus
finansial akibat bahaya yang terjadi
(Duffield & Trigunarsyah, 1999). Secara (fundamental risk and particular risk)
umum risiko dikaitkan dengan Risiko fundamental adalah risiko yang
kemungkinan (probabilitas) terjadinya kemungkinannya dapat timbul pada
peristiwa diluar yang diharapkan hampir sebagian besar anggota
(Soeharto, 1995). masyarakat dan tidak dapat
disalahkan pada seseorang atau
Jadi risiko adalah variasi dalam
beberapa orang sebagai
hal-hal yang mungkin terjadi secara
penyebabnya, contoh risiko
alami atau kemungkinan terjadinya
fundamental: bencana alam,
peristiwa diluar yang diharapkan yang
peperangan. Risiko khusus adalah
merupakan ancaman terhadap properti
risiko yang bersumber dari peristiwa-
dan keuntungan finansial akibat bahaya
peristiwa yang mandiri dimana sifat
yang terjadi.
dari risiko ini adalah tidak selalu
Secara umum risiko dapat bersifat bencana, bisa dikendalikan
diklasifikasikan menurut berbagai sudut atau umumnya dapat diasuransikan.
pandang yang tergantung dari dari
Contoh risiko khusus: jatuhnya kapal Menurut Flanagan & Norman
terbang, kandasnya kapal dsb. (1993), risiko-risiko dalam proyek
konstruksi adalah :
a. Penyelesaian yang gagal sesuai
2.2 Jenis risiko
desain yang telah
Risiko-risiko yang terdapat
ditentukan/penetapan waktu
pada proyek konstruksi sangat banyak,
konstruksi
namun tidak semua risiko-risiko tersebut
b. Kegagalan untuk memperoleh
perlu diprediksi dan diperhatikan untuk
gambar perencanaan, detail
memulai suatu proyek karena hal itu
perencanaan/izin dengan waktu
akan memakan waktu yang lama. Oleh
yang tersedia.
karena itu pihak-pihak didalam proyek
c. Kondisi tanah yang tak terduga
kontruksi perlu untuk memberi prioritas
d. Cuaca yang sangat buruk.
pada risiko-risiko yang penting yang akan
e. Pemogokan tenaga kerja.
memberikan pengaruh terhadap
f. Kenaikan harga yang tidak terduga
keuntungan proyek.
untuk tenaga kerja dan bahan.
Risiko-risiko tersebut adalah
g. Kecelakaan yang terjadi dilokasi
(Wideman, 1992) :
yang menyebabkan luka.
External, tidak dapat diprediksi (tidak
h. Kerusakan yang terjadi pada struktur
dapat dikontrol):
akibat cara kerja yang jelek.
a)Perubahan peraturan perundang-
i. Kejadian tidak terduga (banjir,
undangan, b) Bencana alam : badai,
gempa bumi, dan lainlain)
banjir, gempa bumi, c) Akibat
j. Klaim dari kontraktor akibat
kejadian pengrusakan dan sabotase,
kehilangan dan biaya akibat
d) Pengaruh lingkungan dan sosial,
keterlambatan produksi karena
sebagai akibat dari proyek, e)
detail desain oleh tim desain.
Kegagalan penyelesaian proyek
k. Kegagalan dalam penyelesaian
External, dapat diprediksi (tetapi tidak
proyek dengan budget yang telah
dapat dikontrol):
ditetapkan
a)Resiko pasar, b) Operasional
(setelah proyek selesai), c) Pengaruh Sumbersumber risiko
lingkungan, d) Pengaruh sosial, e) (Flanagan & Norman, 1993) :
Perubahan mata uang, f) Inflasi, g) 1) Timbulnya inflasi,
Pajak 2) Kondisi tanah yang tidak terduga,
Internal, non-teknik (tetapi umumnya 3) Keterlambatan material,
dapat dikontrol): 4) Detail desain yang salah, seperti
a)Manajemen, b) Jadwal yang ukuran yang salah dari gambar yang
terlambat, c) Pertambahan biaya, d) dibuat oleh arsitek,
Cash flow, e)Potensi kehilangan atas 5) Kontraktor utama tidak mampu
manfaat dan keuntungan membayar/bangkrut,
Teknik (dapat dikontrol): 6) Tidak ada koordinasi
a)Perubahan teknologi, b) Risiko-risiko
spesifikasi atas teknologi proyek,
c) Desain 2.3 Proyek konstruksi
Hukum, timbulnya kesulitan akibat dari Proyek konstruksi adalah suatu
: rangkaian kegiatan yang hanya satu kali
a)Lisensi, b) Hak paten, c) Gugatan dilaksanakan dan umumnya berjangka
dari luar, d) Gugatan dari dalam, e) pendek serta jelas waktu awal dan akhir
Hal-hal tak terduga kegiatannya. Dalam rangkaian kegiatan
tersebut, ada suatu
proses yang mengolah sumber daya batasan/kendala (triple constraint) yaitu
proyek menjadi suatu hasil kegiatan besar biaya (anggaran) yang
berupa bangunan. Proses yang terjadi dialokasikan, mutu dan jadwal yang
dalam rangkaian kegiatan tersebut harus dipenuhi.
tentunya melibatkan pihak-pihak yang
terkait baik secara langsung maupun
tidak langsung 3. Pembahasan
Menurut Ervianto( 2002), Manajemen risiko merupakan
proyek konstruksi mempunyai tiga Pendekatan yang dilakukan terhadap
karakteristik yang dapat dipandang risiko yaitu dengan memahami,
secara tiga demensi yaitu : mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko
1) Bersifat unik : tidak pernah terjadi suatu proyek. Kemudian
rangkaian kegiatan yang sama persis mempertimbangkan apa yang akan
(tidak ada proyek yang identik, yang dilakukan terhadap dampak yang
ada adalah proyek sejenis), proyek ditimbulkan dan kemungkinan
bersifat sementara dan selalu pengalihan risiko kepada pihak lain atau
melibatkan grup pekerja yang mengurangi risiko yang terjadi.
berbeda-beda Manajemen risiko adalah semua
2) Dibutuhkan sumber daya : setiap rangkaian kegiatan yang berhubungan
proyek konstruksi membutuhkan dengan risiko yaitu perencanaan
sumber daya yaitu tenaga kerja, (planning), penilaian (assessment),
uang, peralatan, metode dan penanganan (handling) dan
material. pemantauan (monitoring) risiko (Kerzner,
3) Organisasi : setiap organisasi 2001).
mempunyai keragaman tujuan di Tujuan dari manajemen risiko
dalamnya terlibat sejumlah individu adalah untuk mengenali risiko dalam
dengan keahlian yang bervariasi. sebuah proyek dan mengembangkan
Langkah awal yang harus dilakukan strategi untuk mengurangi atau bahkan
adalah menyatukan fisi menjadi satu menghindarinya, dilain sisi juga harus
tujuan yang ditetapkan organisasi dicari cara untuk memaksimalkan
Dalam proses mencapai peluang yang ada (Wideman, 1992).
tujuan proyek telah ditentukan tiga

Identifikasi Risiko
Penilaian kembali

beberapa waktu

Apakah risiko Tidak perlu


No
setelah

ini dapat pertimbangan lebih


dipengaruhi? lanjut

Ya

Gambar 1. Diagram Alir Manajemen Risiko


Sumber: Duffield dan Trigunarsyah,1999
Evaluasi dampak terhadap
Pengaruh yang
proyek (Evaluasi Risiko)
dapat diabaikan

Risiko dianggap penting

Tentukan siapa yang bertanggung


jawab terhadap risiko (Alokasi Risiko)

Jika bertanggung jawab atas risiko ini, apakah


anda akan memindahkan risiko ini kepada
pihak lain (Pengurangan risiko)

Gambar 2. Diagram Alir Manajemen Risiko (lanjutan)


Sumber: Duffield dan Trigunarsyah,1999

3.1 Identifikasi risiko dalam perjalanan, b) ketersediaaan


sumber daya khusus, c) pemisahan
Untuk mengidentifikasi risiko,
organisasi
pertanyaan yang perlu dijawab adalah
Keuangan : a) ketersediaaan dana
siapa yang terlibat dalam penilaian risiko
dan kecukupan asuransi, b)
dan mengapa? Jenis risiko apa yang
penyediaan aliran kas yang cukup, c)
mempengaruhi suatu proyek?
kehilangan akibat kontraktor, supplier
Sumber-sumber utama
d) fluktuasi nilai tukar dan inflasi, e)
timbulnya risiko yang umum untuk setiap
perpajakan, f) suku bunga, g) biaya
proyek konstruksi, menurut Duffield dan
pinjaman
Trigunarsyah (1999) adalah :
Perundang-undangan : perubahan
Fisik : kerugian atau kerusakan akibat
disebabkan perundang-undangan
kebakaran, gempa bumi, banjir,
atau pemerintah
kecelakaan dan tanah longsor
Keamanan properti intelektual
Lingkungan : kerusakan ekologi, polusi
Hak atas tanah dan penggunaan
dan pengolahan limbah,
Politik : a) Risiko politik dinegara pemilik
penyelidikan keadaan masyarakat
proyek, supplier dan kontraktor,
Perancangan : a) Teknologi baru,
peperangan, revolusi dan perubahan
aplikasi baru, ketahanan uji dan
hukum, b) ketidakpastian dari
keselamatan, b) Rincian, ketelitian
kebijakan pemerintah
dan kesesuain spesifikasi, c) Risiko
Konstruksi : a) kelayakan metode
perancangan yang timbul dari
konstruksi, keselamatan, b) hubungan
pengukuran dan penyelidikan, d)
industrial, c) tingkat perubahan dari
kemungkinan perubahan terhadap
rancangan awal, d) cuaca, e) kualitas
rancangan yang telah disetujui, e)
dan ketersediaan manajemen dan
Interaksi rancangan dengan metode
supervisi, f) kondisi yang tersembunyi
konstruksi
Operasional : a) fluktuasi permintaan
Logistik : a) Kehilangan atau kerusakan
pasar terhadap produk dan jasa yang
material dan peralatan
dihasilkan, b) kebutuhan perawatan, Tingkatan risiko yang dapat diterima
c) keandalan, d) keselamatan adalah dimanan Indeks Risiko berada
pelaksanaan, e) ketersediaan pabrik, dalam zona 1 yaitu dampak yang
f) manajemen. rendah terhadap proyek dengan
Jenis risiko yang terpenting probabilitas kejadian sedang, atau
bagi setiap pihak yang terlibat dalam probabilitas rendah dengan dampak
sebuah proyek tergantung pada yang berarti pada proyek
berbagai tahapan proyek dan peran Tingkatan risiko yang tidak dapat
serta tanggung jawab dari berbagai diterima berada pada zona 2 dimana
pihak. dampak yang tinggi pada proyek
dengan kemungkinan kejadian yang
besar atau dampak yang terlalu besar
3.2 Evaluasi risiko bagi proyek
Evaluasi risiko pada suatu Tingkat risiko yang dianggap dapat
proyek tergantung pada ( Duffield dan diterima akan tergantung sekali
Trigunarsyah,1999): kepada pengambil keputusan berada
1) Probabilitas terjadinya risiko tersebut, pada zona 3.
frekuensi kejadian
2) Dampak dari risiko tersebut bila Biasanya tidaklah praktis
terjadi. menganalisis setiap jenis risiko secara
rinci. Perlu ditentukan suatu tingkatan
Dalam membandingkan dimana kontribusi dari risiko terkecil
pilihan proyek dari berbagai risiko yang berikutnya dapat diabaikan bila
terkait sering digunakan Indeks Risiko: dibandingkan dengan total risiko yang
lebih besar secara kumulatif.
Indeks Risiko = Frekuensi x Dampak Akurasi dari setiap evaluasi
atau analisis risiko hanya akan seakurat
data yang menjadi dasar bagi perkiraan
probabilitas dan frekuensinya.
Probabilitas terjadinya suatu risiko
biasanya didasarkan kepada data
historis, sedangkan dampak terhadap
proyek akan melibatkan analisis teknis
dan finansial.
Untuk melakukan analisis risiko
secara efektif, menurut Burby (1991)
dalam Duffield dan Trigunarsyah (1999)
harus mempertimbangkan hal-hal
berikut :
a) Analisis yang dilakukan harus
difocuskan pada kerugian finansial
langsung daripada gangguan
pelayanan atau kematian dan
Gambar 2. Probabiliats vs dampak kerugian
terhadap proyek b) Tingkat ketidakpastian dalam setiap
Sumber : Duffield dan
perkliraan output harus dapat dinilai
Trigunarsyah,1999
c) Akurasi dari analisis harus sesuai
dengan akurasi data dan tahapan
Dari gambar 2 di atas dapat dilihat proyek
bahwa :
d) Biaya dan usaha dalam melakukan berkewajiban untuk melindungi
analisis harus serendah mungkin yang masyarakat umum terhadap risiko
dapat diserap oleh anggaran proyek. finansial dan sosial dari suatu proyek.

3.3 Alokasi risiko 3.4 Respon resiko


Alokasi risiko seringkali Respon risiko adalah tindakan
merupakan permasalahan yang sulit. penanganan yang dilakukan terhadap
Pertanggung jawaban atas suatu risiko risiko yang mungkin terjadi. Risiko-risiko
membawa kemungkinan untuk penting yang sudah diketahui perlu
mendapatkan keuntungan atau ditindak lanjuti dengan respon yang
kerugian. dilakukan oleh kontraktor dalam
Secara tradisional para pemilik menangani risiko tersebut. Metode yang
proyek telah mencoba memindahkan dipakai dalam menangani risiko
sebanyak mungkin risiko kepada pihak (Flanagan & Norman, 1993):
lain, dan yang umumnya penerima risiko 1) Menahan risiko (Risk retention)
dalam tahapan konstruksi suatu proyek Merupakan bentuk penanganan
adalah kontraktor, dan kontraktor risiko yang mana akan ditahan atau
seringkali memindahkan risiko yang diambil sendiri oleh suatu pihak.
diterimanya kepada sub-kontraktor atau Biasanya cara ini dilakukan apabila
perusahaan asuransi. Biaya proyek risiko yang dihadapi tidak
secara keseluruhan akan meningkat mendatangkan kerugian yang terlalu
apabila risiko proyek tidak dialokasikan besar atau kemungkinan terjadinya
kepada pihak yang memiliki kendali kerugian itu kecil, atau biaya yang
terhadap risiko tersebut. dikeluarkan untuk menanggulangi
Jika kontraktor harus risiko tersebut tidak terlalu besar
bertanggung jawab terhadap seluruh dibandingkan dengan manfaat yang
risiko konstruksi dari suati proyek, ada dua akan diperoleh.
pilihan yang tersedia untuk 2) Mengurangi risiko (Risk reduction)
mendapatkan kompensasi terhadap Yaitu tindakan untuk mengurangi
tanggung jawab ini yaitu : risiko yang kemungkinan akan terjadi
1) Menaikkan nilai penawaran awal dengan cara:
untuk menciptakan imbalan yang a. Pendidikan dan pelatihan bagi
sesuai para tenaga kerja dalam
2) Menghindari risiko tersebut pada menghadapi risiko
penawaran awal dengan b. Perlindungan terhadap
memberikan batasan atau kualitas kemungkinan kehilangan
tertentu, atau mengajukan c. Perlindungan terhadap orang dan
perubahan lingkup kerja jika dan bila properti
terjadi hal-hal yang tidak 3) Mengalihkan risiko (Risk transfer)
menguntungkan. Pengalihan ini dilakukan untuk
Penanganan risiko sebaiknya memindahkan risiko kepada pihak
dimulai pada tahapan awal proyek, lain.
dengan tujuan alokasi risiko kepada Bentuk pengalihan risiko yang
pihak-pihak yang memiliki kendali dimaksud adalah asuransi dengan
terhadap risiko terkait pada setiap membayar premi.
tahapan proyek. 4) Menghindari risiko (Risk avoidance)
Potensi keuntungan bagi pemilik dana Menghindari risiko sama dengan
harus sepadan dengan tingkat risiko menolak untuk menerima risiko yang
yang dihadapi. Pemerintah
berarti menolak untuk menerima Fisk, E.R.1997. Construction Project
proyek tersebut. Administration Fifth Edition.
Prentice Hall. New Jersey.
Flanagan, R & Norman, G.1993, Risk
4. Kesimpulan
Management and
a) Dalam setiap proyek konstruksi sangat
Construction. Blackwell
penting dilakukan
Science, London.
manajemen risiko untuk menghindari
kerugian atas biaya, mutu dan jadwal Kangari, R. 1995. Risk Management
proyek. Perceptions and Trends of U.S.
b) Manajemen risiko merupakan Construction. Journal of
Pendekatan yang dilakukan terhadap Construction Engineering and
risiko yaitu dengan memahami, Management. ASCE.
mengidentifikasi dan mengevaluasi December.
risiko suatu proyek. Kemudian
mempertimbangkan apa yang akan Kerzner, H. 2001. Project Management.
dilakukan terhadap dampak yang Seventh Edition. John Wiley &
ditimbulkan dan kemungkinan Sons, Inc. New York.
pengalihan risiko kepada pihak lain Rahayu, P.H. 2001. Asuransi Contractors
atau mengurangi resiko yang terjadi. All Risk sebagai Alternatif
c) Penilaian risiko yang dilakukan Pengalihan Risiko Proyek
meliputi : Identifikasi risiko, memahami Dalam Industri Konstruksi
kebutuhan atau mempertimbangkan Indonesia. Seminar Nasional
risiko, menganalisis dampak dari risiko Manajement Konstruksi 2001.
tersebut/evaluasi risiko, menetapkan Fakultas Teknik Universitas
siapa yang bertanggung jawab Katolik Parahyangan.
terhadap risiko tertentu (alokasi risiko). Bandung.
d) Melakukan tindakan penanganan
yang dilakukan terhadap risiko yang Soeharto, I. 1995. Manajemen Proyek dari
mungkin terjadi (respon risiko) dengan konseptual sampai
cara : menahan risiko (risk retention), operasional. Erlangga.
mengurangi risiko (risk reduction), Jakarta.
mengalihkan risiko (risk transfer), Well-Stam, D Van, et.al., 2004. Project Risk
menghindari risiko (risk avoidance). Management: an essential tool
for managing and controlling
project, Kogan Page, London
5. Daftar Pustaka
and Sterling VA.
Duffield, C & Trigunarsyah, B. 1999. Project
Management- Wideman, Max.R.1992. Project And
Conception to Completion. Program Risk Management: A
Engineering Education Guide To Managing Project
Australia. (EEA). Australia. Risk Opportunities. Project
Management Institute.
Ervianto,A.U dan Joshua, M. (2001). Amerika.
Manajemen Proyek Konstruksi.
Andi, Yogyakarta