Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH TEKNOLOGI HASIL HEWANI

ANALISA USAHA EMPAL DAGING SAPI

Disusun oleh :
Kelompok 4
1. Inawati Jati H3113052
2. Junjung Agung K. H3113057
3. Miftachul Ikhsan H3113061
4. Moh. Luthfi I. H3113062
5. Nurfi Ikhsani H3113070
6. Pebri F. H3113074
7. Selvia Kumala H3113085
8. Septi Sulistiani H3113084
9. Sindi Alpresta H3113087
10. Yulia Suryandari H3113096
11. Yusrina A H3113099

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA TEKNOLOGI HASILPERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Indonesia sebagai negara yang memiliki pulau terbanyak di
dunia memiliki keragaman mulai dari suku, budaya, adat istiadat, agama, alam,
makanan, dan lain-lain. Tetapi dari seluruh keragaman ini tidak banyak orang
yang cukup memahami antar keragaman tersebut disebabkan luasnya wilayah
Indonesia. Salah satu contohnya adalah keanekaragaman makanan dari
berbagai daerah di Indonesia. Tidak semua orang mengenal makanan khas dari
daerah lain disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luasnya wilayah
Indonesia sehingga penyebaran informasi tentang asal usul serta bahan-bahan
dari makanan tersebut kurang tersampaikan dengan baik. Kemudian masih
kurangnya promosi dan sosialisasi keanekaragaman makanan tersebut antar
satu daerah dengan daerah yang lainnya sehingga masyarakat terkadang hanya
mengetahui dari segi nama makanannya saja tetapi dari rasa dan bentuk mereka
sangat minim pengetahuannya. Salah satu contoh makanan yang digemari oleh
masyarakat indonesia adalah produk olahan daging yaitu empal.
Daging sapi merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki nilai
gizi tinggi, terutama protein. Nilai gizi yang tinggi mengakibatkan bahan
pangan ini disukai konsumen untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari,
sehingga setiap harinya daging sapi diproduksi dalam jumlah yang banyak.
Untuk mempertahankan nilai dan manfaat daging dapat diolah menjadi produk
lain yaitu empal daging. Empal adalah daging sapi yang dipotong agak pipih
dengan sedikit lemak kemudian diberi bumbu.
Ada berbagai macam masakan empal yang berasal dari Indonesia
diantaranya empal gepuk dari Sunda dan empal gentong dari Cirebon. Yang
digunakan untuk membuat empal gepuk ini adalah daging sapi bagian paha
atas. Sedangkan nama empal gepuk ternyata memiliki arti tersendiri. Daging
sapi biasanya dipotong tipis mengikuti serat lalu dimasak dengan bumbu empal
(bawang merah, bawang putih, ketumbar dan gula merah) hingga meresap.
Sebelum digoreng, daging empal dipukul-pukul ata digepuk hingga pipih,
karena itulah namnya jadi empal gepuk.
Sedangkan empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon,
Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan
kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang
digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari
desa. Nama empal gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan
hidangan berkuah asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya
memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk
menunjukkan proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.
Pengolahan daging seperti halnya pengolahan bahan lainya ini bertujuan untuk
memperpanjang umur simpan, memperbaiki sifat organoleptik, menambah
variasi bentuk hasil olahan daging, memungkinkan tersedianya produk daging
setiap saat serta menghemat waktu dan energi untuk persiapan daging sebelum
dimakan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah awal terbentuknya empal?
2. Apakah yang dimaksud dengan empal?
3. Bagaimana cara pembuatan empal?
4. Apakah kandungan gizi pada empal daging sapi?
5. Bagaimana standar mutu empal?
6. Bagaimana dan seperti apakah gambaran umum rencana usaha?
7. Seperti apakah metode pelaksanaan rencana usaha?
8. Bagaimanakah anggaran kegiatan dan analisa biaya rencana usaha empal
daging sapi?
C. Tujuan
1. Mengetahui sejarah terbentuknya empal.
2. Mengetahui apa itu empal.
3. Mengetahui cara pembuatan empal.
4. Mengetahui kandungan gizi pada empal daging sapi.
5. Mengetahui standar mutu empal.
6. Mengetahui gambaran secara umum tentang rencana usaha.
7. Mengetahui metode pelaksanaan rencana usaha.
8. Mengetahui anggaran kegiatan dan analisa biaya rencana usaha empal
daging sapi.
BAB II
ISI

A. Sejarah Empal
Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat.
Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar
(pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan
adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari
desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Nama empal gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan
hidangan berkuah asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya
memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk
menunjukkan proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.
Istilah empal di Cirebon adalah gulai, bukan gepuk atau dendeng.
Disebut demikian karena dimasak paling sedikit lima jam dalam gentong atau
kuali menggunakan bahan bakar khusus, yaitu kayu dari pohon asam. Hal itu
guna menciptakan rasa dan tingkat keempukan daging. Cara memasak dengan
kuali ini sudah dilakukan secara turun temurun. Wadah tanah liat yang sudah
dipakai bertahun-tahun akan memberi sentuhan rasa sedap yang tiada tara.
Tentu saja karena kerak bumbu sudah mengendap di pori-pori tanah liatnya.
Selain menggunakan kayu bakar dan gentong, makanan ini disajikan
dengan daun kucai (Chlorella sorokiniana) dan sambal berupa cabai kering
giling. Sambal empal gentong ini sangatlah pedas sebab merupakan saripati
cabai merah kering yang kemudian ditumbuk. Empal gentong dapat disajikan
dengan nasi atau juga lontong. Lontong menurut orang cirebon hanyalah beras
yang dimasukan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk silinder, tidak ada
campuran lainnya, kemudian direbus selama 4 jam.
Pada saat disajikan api harus tetap membara untuk menjaga suhu makan
standar. Paduan daun kucai sebagai penyedap sekaligus penetralisir lemak serta
sambal cabai kering dan kerupuk rambak (kerupuk kulit kerbau) menjadikan
rasa yang khas.
B. Pengertian Empal
Empal adalah kuliner masakan dari bahan daging sapi yang diolah dengan
cara daging sapi direbus dahulu dengan bumbu sampai empuk yang kemudian
digoreng. Empal terbuat dari daging dengan bumbu rempah dan direbus selama
berjam-jam. Empal dapat disajikan dengan nasi atau lontong. Makanan ini
mempunyai rasa enak dan berbumbu seperti rendang. Daging sapi sangat enak
jika dibuat empal. Proses pembuatannya pun melalui tahap pemukulan
kemudian direndam lagi dalam bumbu, direbus dan digoreng. Sehingga sudah
dipastikan si daging sapi sangatlah empuk, manis, gurih, serta dengan warna
coklat kehitaman.

C. Cara Pembuatan Empal


Bahan utama
Daging sapi segar kg
Santan kelapa 700 ml
Daun salam 3 helai
Asam jawa sdt
Air 50 ml
Minyak goreng secukupnya

Bumbu yang dihaluskan


bawang merah 10 biji
bawang putih 3 siung
ketumbar 2 sdt
lengkuas 2 cm
sdt garam
Gula merah 2 sdt
serai
Cara Membuat Empal Daging Sapi Empuk
1. Sebelumnya daging harus anda rebus hingga empuk
2. Setelah itu angkat dan potong kecil kecil daging sapi. Kemudian pukuli
hingga daging tersebut pipih
3. Selanjutnya santan anda didihkan dan masukkan bumbu yang telah
dihaluskan, air asam jawa dan daun salam. Kemudian aduk supaya santan
tidak pecah.
4. Lalu anda masukkan daging sapi yang sudah dipipihkan tadi, masak
hingga santan mengental dan kering
5. Daging sapi digoreng.
6. Empal sudah siap untuk disajikan, Untuk mempercantik + menambah nilai
gizi dan vitamin bisa kita tambahkan sayuran seperti sawi, tomat dan
cabai paprika + taburan bawang goreng.
Tanpa dihangatkan dan disimpan di suhu ruangan, empal bisa
bertahan hingga 36 jam. Jika tidak habis dikonsumsi dalam jangka waktu
tersebut, sebaiknya empal disimpan dalam lemari es, dan dihangatkan
kembali dengan cara dikukus atau dengan microwave. Dengan begini,
anda dapat mengurangi penggunaan minyak goreng, sehingga akan lebih
sehat.

D. Kandungan Gizi Empal Daging Sapi


Daging adalah bagian tubuh hewan yang dijadikan makanan. Daging
hewan yang biasa dikonsumsi manusia adalah daging ayam,daging sapi dan
daging kambing. Konsumsi daging di Indonesia belum sebanyak konsumsi
daging di luar negeri. Padahal, daging memiliki kandungan gizi tinggi. Hal ini
mungkin dikarenakan harga daging yang relatif lebih. Daging adalah sumber
protein hewani. Protein hewani yang dimilki daging hewan mengandung asam
amino yang mirip tubuh manusia. Protein bagi tubuh manusia berguna bagi
proses tumbuhdan perbaikan sel tubuh, membentuk plasmadan enzim yang
berguna bagi tubuh, penghasil energi.
Berikut merupakan kandungan nutrisi /100 gr daging:
1. Kalori (KKal) :207
2. Protein (gr) :18,8
3. Lemak (gr) :14
4. Kalsium (mg) :11
5. Phospor (mg) : 170
6. Besi (mg) : 28

E. Standar Mutu Empal


Setelah sapi dipotong kita dapat mengetahui mutu daging tersebut.
Mutu daging sangat tergantung pada berbagai faktor, antara lain:
a. Umur
Sapi yang sudah tua mutu dagingnya sangat rendah, apalagi bila
sapi tersebut sering dipakai untuk bekerja seperti untuk membajak atau
menarik beban. Daging sapi yang sudah tua biasanya berwarna merah tua,
serabutnya kasar dan apabila dimasak terasa liat. Sebaliknya, sapi yang
masih muda (sekitar umur 1 / 2 / tahun), dagingnya akan benwarna
merah terang, serabutnya halus dan apabila dimasak akan terasa lebih
empuk.
b. Kondisi Waktu Hidup
Apabila sapi-sapi yang dipotong dalam kondisi yang sehat dan gemuk,
dagingnya tentu akan lebih baik daripada sapi-sapi dalam kondisi yang
kurang sehat dan kurus. Walaupun sapi yang dipotong itu masih muda,
tetapi jika kondisi badan tidak sehat dan kurus, mutu dagingnya jelek dan
liat, karena jaringan-jaringan yang ada hanya serabut-serabut kasar tanpa
diselubungi oleh sel-sel daging yang cukup.
c. Perlakuan Sapi
Sapi-sapi yang akan dipotong harus memenuhi persyaratan dan
perlakuan sebagai berikut: Sapi harus dalam keadaan tenang. Sapi telah
beristirahat cukup sapi yang baru saja dibawa dari perjalanan jarak jauh
tidak boleh langsung dipotong, tetapi harus diistirahatkan terlebih dahulu,
supaya jiwa sapi tersebut tidak merasa tertekan. Sapi tidak boleh
diperlakukan kasar, supaya tidak mengalami goncangan berat dan meronta-
ronta. Sapi harus dalam keadaan sehat dan gemuk Sapi yang dipotong tanpa
memenuhi syarat atau dengan perlakuan yang benar, hasilnya akan jelek.
Daging dari karkas sapi memiliki beberapa golongan kualitas sesuai dengan
peta rangka tubuh sapi. Untuk pemasaran, penentuan kualitas sangat penting.
Sesuai dengan kualitasnya, dapat dipilih hasil olahan hidangan yang sesuai,
seperti:

1. Daging kualitas I adalah Has Luar. Jenis olahan dan hidangan: Beef-steak, Roll.
2. Daging kualitas II adalah Has Dalam. Jenis olahan dan hidangan: Empal, Sate,
Rendang, Sukiyaki, Grill, Steak.
3. Daging kualitas III adalah penutup
Jenis olahan dan hidangan : Empal, Beef-steak, Rendang, Dendeng,Kari,
Bakso, Abon.
4. Daging kualitas IV adalah :
a. Pendasar dan Gandik.
b. Kepala.
Jenis olahan dan hidangan :
a. Empal, Bistik, Rendang, Dendeng, Baso dan Abon.
b. Sate, Daging giling,, Sop dan Rawon.
5. Daging kualitas V adalah Lamsir Depan.
Jenis olahan dan hidangan : Beef-steak, Sate, Rendang, Empal, dan Sukiyaki.
6. Daging sapi kualitas VI adalah Paha Depan.
Jenis olahan dan hidangan : Empal, Semur, Sop, Kari, dan Abon.
7. Daging sapi kualitas VII adalah Daging Punuk.
Jenis olahan dan hidangan : Empal, Semur, Sop, Kari, dan Abon.
8. Daging sapi kualitas VIII adalah Sengkel.
Jenis olahan dan hidangan : Semur, Sop, dan Rawon.
9. Daging sapi kualitas IX adalah :
a. Daging iga.
b. Sandung Lamur.
Jenis olahan dan hidangan :
a. Sop, Corned, Rawon, Roll, dan Roas.
b. Sop, Corned, Rawon, Roll, dan Roas.
10. Daging sapi kualitas X adalah Sancam
Jenis olahan dan hidangan : Sate, Daging giling, Sop, Corned, Rawon.

F. Gambaran Umum Rencana Usaha


Negara Indonesia sebagai negara yang memiliki pulau terbanyak di dunia
memiliki keragaman mulai dari suku, budaya, adat istiadat, agama, alam,
makanan, dan lain-lain. Tetapi dari seluruh keragaman ini tidak banyak orang
yang cukup memahami antar keragaman tersebut disebabkan luasnya wilayah
Indonesia. Salah satu contohnya adalah keanekaragaman makanan dari
berbagai daerah di Indonesia. Tidak semua orang mengenal makanan khas dari
daerah lain disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luasnya wilayah
Indonesia sehingga penyebaran informasi tentang asal usul serta bahan-bahan
dari makanan tersebut kurang tersampaikan dengan baik. Kemudian masih
kurangnya promosi dan sosialisasi keanekaragaman makanan tersebut antar
satu daerah dengan daerah yang lainnya sehingga masyarakat terkadang hanya
mengetahui dari segi nama makanannya saja tetapi dari rasa dan bentuk mereka
sangat minim pengetahuannya. Salah satu contoh makanan yang digemari oleh
masyarakat indonesia adalah produk olahan daging yaitu empal.
Permintaan lauk siap saji dipasaran terus meningkat sehingga perlu
dibuat inovasi pangan baru yang kaya akan gizi. Inovasi produk pangan yang
akan dikembangkan yaitu empal. Empal adalah daging sapi yang dipotong
agak pipih dengan sedikit lemak kemudian diberi bumbu.
Ada berbagai macam masakan empal yang diantaranya empal gepuk dari
Sunda. Yang digunakan untuk membuat empal gepuk ini adalah daging sapi
bagian paha atas. Daging sapi biasanya dipotong tipis mengikuti serat lalu
dimasak dengan bumbu empal (bawang merah, bawang putih, ketumbar dan
gula merah) hingga meresap. Sebelum digoreng, daging empal dipukul-pukul
ata digepuk hingga pipih, karena itulah namnya jadi empal gepuk. Sasaran
produk empal ini yaitu mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang tua,
kalangan atas maupun kalangan bawah.
Program ini dilaksanakan di kota Surakarta karena ditinjau dari beberapa
aspek, seperti lokasi pemenuhan bahan baku yang dekat, tempat strategis untuk
pengembangan produk serta pangsa pasarnya yang luas. Bahan baku yang
digunakan dalam pembuatan empal berupa daging sapi. Produk empal dikemas
secara praktis menggunakan pengemas plastik persegi berukuran 8 cm x 8 cm.
Selama satu bulan, produksi empal sebanyak 2400 potong. Harga dari empal
yang kaya nutrisi dan zat gizi ini cukup terjangkau yaitu Rp 7.000,- per potong.

G. Metode Pelaksanaan
Metode yang digunakan dalam program kewirausahaan ini terbagi atas 3
tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan program dan evaluasi.
1. Persiapan
a. Persiapan Bahan dan Alat
Tahap awal yang dilakukan dalam proses pembuatan empal ini yaitu
mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan. Bahan yang dibutuhkan
antara lain daging khas luar, air untuk merebus daging, sdt garam,
lengkuas, daun salam, santan kental, minyak goreng secukupnya, bawang
putih, ketumbar, sangrai, jinten, asam jawa, gula merah, sisir dan garam.
b. Persiapan tempat
Sebelum memasarkan produk empal dilakukan survei tempat yang akan
dijadikan tempat untuk menjual dan menitipkan produk. Tempat yang
dijadikan untuk penitipan produk seperti warung makan dan kantin.
2. Pelaksanaan program
a. Pembuatan
Langkah pertama letakkan daging dan air secukupnya dalam panci,
tambahkan garam. Masukkan lengkuas dan daun salam, jerang di atas api.
Rebus hingga daging berubah warna, angkat dan tiriskan. Potong-potong
daging memanjang (sesuai arah serat), ukuran 1x6x8 cm pukul-pukul
potongan daging dengan pemukul daging hingga memar, sisihkan.
Campurkan bumbu halus bersama santan kental, tuangkan ke atas daging,
tambahkan sisa kaldu perebus daging. Letakkan seluruh bahan dalam wajan,
jerang di atas api sedang atau kecil, ungkep (tutupi wajan) sambil sesekali
diaduk hingga airnya mengering, angkat. Panaskan minyak goreng dalam
wajan. Masukkan daging satu persatu ke dalam minyak panas, goreng
hingga berwarna kuning kecoklatan, angkat dan sajikan.
b. Pengemasan
Setelah adoanan matang sempurna, empal di potong dengan ukuran 7 cm x
7 cm. Kemasan yang digunakan dalam pengemasan empal adalah mika
dengan ukuran 8 cm x 8 cm. Pada luar kemasan di beri label empal yang
dapat menarik konsumen.
A. Kondisi Umum Lingkungan Usaha
Sebagai langkah awal usaha, pemasaran produk dilakukan di Solo
dengan lokasi: Kios Wahyudi di Madoh RT 02/08, Bolon, Colomadu,
Surakarta, Jawa Tengah.
B. Potensi Sumber Daya Manusia
Empal memiliki potensi sumber daya manusia yang terpetakan sebagai
berikut:
Tabel 2.1 Potensi Sumber Daya Manusia
Nama Lengkap Kompetensi Uraian Pekerjaan
Junjung Agung Penanggung jawab
Leadership
K. kegiatan
Inawati Jati Kulineri Produksi
Miftachul Ikhsan Penguasaan wilayah Pencarian bahan baku
Komunikasi dan
Moh. Luthfi I. Pemasaran
bisnis
Komunikasi dan
Nurfi Ikhsani Pemasaran
bisnis
Pebri F. Bendahara Pengelola keuangan
Selvia Kumala Sekretaris Pembuat laporan
Septi Sulistiani Periklanan Promosi produk
Yulia Suryandari Periklanan Promosi produk
Yusrina A Periklanan Promosi produk

C. Deskripsi Produk
1. Nama, Jenis dan Karakteristik Produk
Empal adalah makanan dari olahahan daging (sapi dsb) yg
dipotong agak pipih dan digoreng (setelah direbus dan dibumbui). adalah
makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip
dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon
mangga) di dalam (periuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah
usus, babat dan daging sapi. Empal berasal dari desa. Empal dapat
disajikan dengan nasi panas atau juga lontong. Daging sapi mempunyai
nilai gizi yang sangat baik untuk kebutuhan tubuh. Kandungan gizi pada
daging sapi antara lain zat besi, protein, lemak, kalsium, fosfor dan
energi. Manfaat mengkonsumsi daging sapi adalah membentuk otot,
meningkatkan stamina tubuh, memperkuat sistem imun dan membantu
perkembangan sel otak. Rasa empal gentong sangat lezat dan nikmat.
Pantas saja para kuliner memburu menu hidangan ini.
2. Keunggulan Produk
Produk Empal memiliki beberapa keunggulan seperti:
a. Empal sendiri mempunyai keunggulan dari harganya yang lebih
murah, kalau soal rasa setiap konsumen mempunyai penilaian
tersendiri. Karena tentu saja mempunyai selera rasa yang berbeda.
b. Umur simpan lebih lama.
c. Memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi karena empal berbahan
baku daging yang kaya akan protein.
d. Daging sapi mempunyai nilai gizi yang sangat baik untuk kebutuhan
tubuh. Kandungan gizi pada daging sapi antara lain zat besi, protein,
lemak, kalsium, fosfor dan energi. Manfaat mengkonsumsi daging
sapi adalah membentuk otot, meningkatkan stamina tubuh,
memperkuat sistem imun dan membantu perkembangan sel otak. Rasa
empal gentong sangat lezat dan nikmat. Pantas saja para kuliner
memburu menu hidangan ini.
D. Prospek Produk
Sektor industri bidang makanan selain membutuhkan inovasi
bentuk, juga inovasi bahan agar menjadikan variasi dalam produk
olahan daging dengan tambahan rempah. Prospek business startup
produksi empal ini terkategorikan prospektif.

E. Keberlanjutan Usaha
Usaha ini akan terus dilanjutkan. Setelah tahun pertama usaha
dan didapatkan peningkatan profit maka akan dilakukan penambahan
kapasitas produksi dan perluasan lokasi pemasaran dengan target
wilayah kota Solo, terutama di mini market dan supermarket.
Metode pelaksanaan yang diterapkan:
A. Tempat Produksi
Produksi empal berupa pengolahan daging sapi, yang
ditambahkan bumbu dan rempah-rempah, berada di rumah pribadi
pemilik usaha, yaitu Madoh RT 02 RW 08, Bolon, Colomadu, Jawa
Tengah.
B. Bahan dan Alat
1. Bahan
Bahan yang digunakan dalam pembuatan Empal meliputi
Santan, daun salam, lengkuas, jahe, serai, cengkeh, kayu manis,
bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar, jinten, kemiri,
kapulaga, gula pasir, garam, minyak goreng dan air.
2. Alat
Alat yang di gunakan pada pembuatan empal diantaranya pisau,
panci, blender, pemukul daging, wajan, spatula, irus, kompor, kayu
bakar.
C. Tata Laksana
1. Persiapan Usaha
Pencarian bahan baku daging sapi terletak di Boyolali, Jawa
Tengah karena disana merupakan setral produk daging sapi.
Sedangkan pencarian bumbu dan rempahnya di Pasar Gede karena
disini merupakan pusat penjualan berbagai macam rempah. Selain itu,
persiapan usaha juga dilakukan dengan membuat sampel produk dan
melakukan survei respon masyarakat terhadap sampel produk tersebut.
Adapun proses pembuatan empal seperti bagan dibawah ini :

1. Sebelumnya daging harus anda rebus hingga empuk


2. Setelah itu angkat dan potong kecil kecil daging sapi. Kemudian
pukuli hingga daging tersebut pipih
3. Selanjutnya santan anda didihkan dan masukkan bumbu yang
telah dihaluskan, air asam jawa dan daun salam. Kemudian aduk
supaya santan tidak pecah.
4. Lalu anda masukkan daging sapi yang sudah dipipihkan tadi,
masak hingga santan mengental dan kering
5. Daging sapi digoreng.
6. Empal sudah siap untuk disajikan, Untuk mempercantik +
menambah nilai gizi dan vitamin bisa kita tambahkan sayuran
seperti sawi, tomat dan cabai paprika + taburan bawang goreng.
2. Promosi Produk
Media Cetak: Brosur dan koran yang mengenalkan produk empal dan
ditempel di tempat tempat strategis.
Media Sosial: Memanfaatkan akun twitter, facebook dan instagram
sebagai penyebarluasan produk.
3. Pelaksanaan Penjualan
Sebagai permulaan, produk empal yang telah jadi akan
dipasarkan di toko-toko sekitar Solo dengan target penjualan sejumlah
2000 bungkus empal per bulan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk
inisiasi agar produk ini dikenal dan pada akhirnya akan dikembangkan
sebagai pendorong daya tarik akan produk olahan daging tersebut.
Beberapa strategi pemasaran kami, yaitu :
Konsinyasi, yaitu dengan memproduksi empal dan menitipkannya di
toko-toko. Adapun beberapa toko yang menjadi sasaran yaitu: Kios
Wahyudi, Madoh RT 02 RW 08, Bolon, Colomadu, Jateng.
Delivery Order (pesan antar), untuk pembelian 2 atau lebih empal
dengan domisili pelanggan sekitar kampus UNS. Pemesanan Delivery
Order ini dapat dilakukan melalui via SMS atau via telepon.
4. Pengamatan dan Evaluasi Pemasaran.
Pengamatan dan evaluasi dilakukan untuk mencari kelebihan
dan kelemahan metode pemasaran serta untuk menilai keberjalanan
usaha. Indikasinya berupa banyaknya produk yang terjual di pasaran.

5. Penyusunan Laporan Keuangan.


Pengusaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya
dengan menganalisis laporan keuangan. Oleh karena itu, laporan
keuangan perlu disusun setiap minggu.

6. Penyusunan Laporan Akhir.


Penyusunan laporan akhir dilakukan pada tahap terakhir
setelah kegiatan Monitoring dan Evaluasi.
I. Anggaran Kegiatan dan Analisi Usaha
Asumsi angka ekspektasi penjualan selama 1 bulan sebesar 2.400
bungkus empal yang dapat diproduksi.
1. Investasi yang dibutuhkan
Tabel 2.2 Investasi Jangka Panjang
No Nama Satuan Harga (Rp) Total (Rp)
1 Tabung Gas 12 kg 2 unit 150.000 300.000
2 Kompor Gas 2 tungku 2 unit 350.000 700.000
3 Panci 2 unit 100.000 200.000
4 Timbangan 2 unit 350.000 700.000
5 Freezer 2 unit 1.000.000 2.000.000
6 Termometer 2 unit 35.000 70.000
7 Saringan 2 unit 20.000 40.000
8 Sendok Pengaduk 5 unit 10.000 50.000
9 Blender 5 unit 100.000 500.000
10 Pisau 5 unit 15.000 75.000
11 Pemukul daging 5 unit 10.000 50.000
12 Wajan 3 unit 100.000 300.000
13 Spatula 5 unit 10.000 50.000
14 Irus 5 unit 10.000 50.000
15 Kayu bakar 5 ikat 20.000 100.000
TOTAL INVESTASI JANGKA PANJANG 5.185.000
2. Total Biaya Produksi (Tiap Bungkus = 60 gram)
Tabel 2.3 Biaya Habis Pakai (400 bungkus Empal)
No Nama Satuan Harga Total (Rp)
(Rp)
Bahan baku utama
1 Daging sapi 20 Kg 100.000 2.000.000
Bahan Baku
Pelengkap
2 Kayu manis 0,5 Kg 8000 4000
3 Jahe 0,25 Kg 5000 5000
4 Santan 20 liter 20.000 20.000
5 Daun salam 1/3 Kg 3.000 3.000
6 Lengkuas 1/3 Kg 5.000 5.000
7 Serai 1/3 Kg 2.000 2.000
8 Cengkeh 1/3 Kg 10,000 10.000
9 Bawang putih 1/3 Kg 7.500 7.500
10 Bawang merah 1/3 Kg 10.000 10.000
11 Kunyit Kg 4.000 4.000
12 Ketumbar Kg 3.000 3.000
13 Jinten kg 2.000 2.000
14 Kemiri kg 5.000 5.000
15 Kapulaga kg 7.000 7.000
16 Gula pasir kg 3.000 3.000
17 Garam 1/5 kg 1.000 1.000
18 Minyak goreng 2 Liter 26.000 26.000
Bahan Kemasan
5 Plastik 50 400 20.000
TOTAL BIAYA PRODUKSI 2.137.500
Maka, biaya habis pakai setiap bungkus empal yang diproduksi sebesar Rp
5.343,75:
Biaya Satu Kali Pakai = Total biaya : 400
= Rp 2.137.500 : 400 bungkus
= Rp 5.343,75
Biaya satu bulan produksi = (2400 : 400) x Rp. 2.137.500,-
= 6 x Rp. 2.137.500,-
= 12.825.000,-
Tabel 2.4 Biaya Penunjang Per bungkus
No Jenis Biaya Biaya per Unit (Rp)
1 Depresiasi Biaya Investasi 200,00
2 Biaya Pemasaran 100,00
3 Biaya Lain Lain 200,00
TOTAL 500,00
3. Harga Penjualan
Empal merupakan produk makanan kuliner yang kaya akan protein
karena bahan dasar terbuat dari daging sapi. Harga produk setiap bungkus
sebesar Rp 7.000 yang mana disesuaikan dengan tempat dan waktu
penjualan.
4. Keuntungan
Keuntungan tiap bungkus empal adalah sebesar Rp 1.700,00.
Keuntungan = Harga Jual Terendah Total Biaya Produksi
= Rp 7.000,00 Rp 5.843,75
= Rp 1.156,25
Maka, apabila dalam 1 bulan tercapai angka penjualan sebesar Rp 1.700,-
bungkus empal akan tercapai keuntungan bersih sebesar Rp 3.975.000,-.
1. Analisa Pendapatan
Harga Empal = Rp 7.000,-/potong
Jumlah produksi empal = 2400 potong/bulan = 80 potong/hari
Hasil penjualan = Harga empal x jumlah empal
= Rp 7.000,- x 80
= Rp 560.000,-/hari
2. Analisis keuntungan
Pendapatan = Rp 560.000,-/hari
Pengeluaran = Rp 427.500,-/hari
Pendapatan = Rp 560.000 Rp 427.500 = Rp 132.500/hari
= Rp 3.975.000/bulan
3. BEP
a. BEP Volume Produksi = pengeluaran/harga
= Rp 427.500,-/Rp7.000.,-
= 61 potong/hari
b. BEP Harga Produksi = pengeluaran/jumlah
= Rp 427.500,-/80
= Rp 5300,-/potong
4. R/C Ratio
R/C Ratio = pendapatan/pengeluaran = Rp 560.000,-/ Rp 427.500,- = 1,309
Karena nilai R/C Ratio lebih dari 1 yaitu 1,309 maka usaha ini layak untuk
dikembangkan
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Empal adalah kuliner masakan dari bahan daging sapi yang diolah
dengan cara daging sapi direbus dahulu dengan bumbu sampai empuk yang
kemudian digoreng.
Berdasarkan analisa keuangan di atas, jadi apabila keseluruhan program
dapat berjalan lancar maka dalam jangka waktu 10-12 bulan produksi empal
dapat mencapai titik impas sejumlah total investasi.
DAFTAR PUSTAKA

http://desynurrohmah.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-empal-gentongcirebon.html.
https://rikapurwani.wordpress.com/2011/12/31/tugas-ibm-2011-rika-purwani
22030111130024/.
http://resep-om.blogspot.com/2014/10/resep-dan-cara-membuat-empal
daging.html.