Anda di halaman 1dari 9

Nama peserta: dr.

Hafidiani
Nama wahana: RSUD dr. Chasbullah A.M. Kota Bekasi
Topik: Dengue Hemorraghic Fever derajat 1
Tanggal (kasus): 10 Desember 2016
Nama Pasien: Y.A. No. RM: 09797888
Tanggal presentasi: 25 Jnuari 2017 Nama pendamping:
1. dr. Richard Sabar Nelson Siahaan
2. dr. Corry Christina H

Tempat presentasi: RSUD dr. Chasbullah A.M. Kota Bekasi


Obyektif presentasi:
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi: Pasien Y.A, 20 tahun, demam sejak 4 hari SMRS, demam dirasakan tiba-tiba dan naik turun. Keluhan ini disertai
dengan mual dan muntah. Muntah 3x, berisi makanan. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati, nyeri kepala, pegal badan dan pilek
sejak 2 hari SMRS. Nafsu makan dan minum menurun. Pasien menyangkal adanya bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi
berdarah, buang air besar berdarah dan nyeri di belakang bola mata. BAK dan BAB tidak ada keluhan.
Tujuan: mencegah komplikasi hemokonsentrasi seperti syok dan menangani gejala simptomatik
Bahan bahasan: Tinjauan pustaka Riset Kasus Audit
Cara membahas: Diskusi Presentasi Email Pos
dan diskusi
Data pasien: Nama: Y.A Nomor RM: 09797888
Nama klinik: RSUD Telp: - Terdaftar sejak: 10 Desember 2016
Chasbullah A.M. Kota Bekasi
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/ gambaran klinis:
Demam sejak 4 hari SMRS, demam dirasakan tiba-tiba dan naik turun. Keluhan ini disertai dengan mual dan muntah.

1
Muntah 3x, berisi makanan. Pasien juga mengeluh nyeri ulu hati, nyeri kepala, pegal badan dan pilek sejak 2 hari SMRS. Nafsu
makan dan minum menurun. Pasien menyangkal adanya bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, buang air besar
berdarah dan nyeri di belakang bola mata. BAK dan BAB tidak ada keluhan.

Pemeriksaan Fisik :

- Keadaan umum : tampak sakit sedang


- Kesadaran : compos mentis, GCS : E4M6V5
- Tanda Vital :
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Torniquet Test : negatif
Nadi : 80 kali/menit, Reguler, Isi kuat, Cukup
Respirasi : 18 kali/menit
Suhu : 37,2 0C

Pemeriksaan Generalis :

Kepala : Normocephal

Mata :
Konjungtiva : anemis (-/-)
Sklera : ikterik (-/-)

2
Reflex cahaya langsung dan tidak langsung (+/+), pupil bulat isokor
Hidung:
Pernapasan Cuping Hidung (-)

Mulut :
Tonsil : T1-T1 Tenang
Pharing : Hiperemis (-)

Leher :
KGB tidak teraba
JVP 5 2 cm H2O

Thorak :
Cor
Inspeksi :Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi :Iktus kordis teraba di Intercosta V Linea Mid Clavicula Sinistra
Perkusi :Batas Jantung Kanan Intercosta IV Linea Parasternalis Dextra
Batas Jantung Kiri Intercosta V Linea Mid Clavicula Sinistra
Batas Pinggang Jantung Intercosta III Linea Parasternalis Sinistra
Auskultasi :Bunyi Jantung I-II reguler, murmur (-), Gallop (-)

Pulmo
Inspeksi : Simetris, dalam keadaan statis dan dinamis

3
Palpasi : Fremitus vokal dan Fremitus taktil pada hemitoraks kanan- kiri teraba
simetris
Perkusi : Sonor pada kedua hemitoraks
Auskultasi : Vesikuler +/+ Normal , Rhonki -/-, Wheezing -/-

Abdomen :
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : Bising Usus (+), normal
Perkusi : Timpani di seluruh lapang abdomen
Palpasi : Cembung, nyeri tekan epigastrium (+), hepar dan lien tidak teraba membesar

Ekstremitas :
Akral hangat, capillary refill time < 2
Atas : Edema -/-, Sianosis -/-
Bawah : Edema -/-, Sianosis -/-
Rumple Leed test (+)
Laboratorium tanggal : 10-12-2016 :

Darah Rutin Hasil Nilai Rujukan


Lekosit 5.6 ribu/uL 5 - 10 ribu/uL
Hemoglobin 13.2 g/dL 13 - 17.5 g/dL
Hematokrit 43.6 % 40 - 54 %

Trombosit 148 ribu/uL 150 400 ribu/uL

4
2. Riwayat pengobatan:
Pasien belum berobat ke dokter. Pasien mengkonsumsi paracetamol untuk meredakan gejala demam.
3. Riwayat kesehatan/ penyakit:
Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya.
4. Riwayat keluarga:
Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien.
5. Riwayat pekerjaan:
Pasien seorang mahasiswa.
6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik:
Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya.
Daftar pustaka:
a. World Helath Organization (WHO). 2009. Dengue: Guidelines for Diagnosis, treatment, prevention and control. Geneva: WHO
b. Sudoyo, Aru W., et al. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 5. Jil 1. Jakarta: Interna Publishing
Hasil pembelajaran:
1. Diagnosis demam berdarah dengue
2. Faktor resiko terjadinya demam berdarah dengue
3. Tatalaksana demam berdarah dengue
4. Edukasi pencegahan penyakit demam berdarah dengue

1. Subyektif :
Pasien Y.A, 20 tahun, datang ke RSUD dr. Chasbullah A.M. Kota Bekasi dengan keluhan demam sejak 4 hari SMRS, demam
dirasakan tiba-tiba dan naik turun. Keluhan ini disertai dengan mual dan muntah. Muntah 3x, berisi makanan. Pasien juga
mengeluh nyeri ulu hati, nyeri kepala, pegal badan dan pilek sejak 2 hari SMRS. Nafsu makan dan minum menurun. Pasien
menyangkal adanya bintik-bintik pada kulit, mimisan, gusi berdarah, buang air besar berdarah dan nyeri di belakang bola
mata. BAK dan BAB tidak ada keluhan.

5
2. Obyektif:
Hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan generalis terdapat anemis pada konjuntiva kedua mata dan pada palpasi abdomen terdapat
nyeri tekan epigastrium dan rumple leed test (+). Hasil pemeriksaan darah didapatkan leukopenia dan trombositopenia. Dan di
sarankan untuk pemeriksaan laboratorium seri DHF (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit) tiap hari untuk monitoring, fungsi hati (AST
(SGOT), ALT (SGPT) dan serologi IgM dan IgG pada demam hari ke 5.

3. Assestment:
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Penyebab demam dengue adalah virus
dengue yang merupakan anggota genus Flavivirus dan terdiri dari 4 serotipe, yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.
Virus tersebut ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ke tubuh manusia dengan masa inkubasi
4-10 hari. Tempat berkembangnya vektor nyamuk adalah air, terutama pada penampungan seperti ember, bak mandi dan
sebagainya. Biasanya nyamuk Aedes menggigit pada siang hari.
Virus dengue diinjeksikan oleh nyamuk Aedes ke aliran darah. Virus ini secara tidak langsung juga mengenai sel epidermis
dan dermis sehingga menyebabkan sel Langerhans dan keratinosit terinfeksi.Sel-sel yang terinfeksi ini bermigrasi ke nodus
limfe, dimana makrofag dan monosit kemudian direkrut dan menjadi target infeksi berikutnya. Selanjutnya, terjadi
amplifikasi infeksi dan virus tersebar melalui darah (viremia primer). Viremia primer menginfeksi makrofag jaringan
beberapa organ seperti limpa, sel hati dan sel endotel. Infeksi makrofag, hepatosit dan sel endotel mempengaruhi hemostasis
dan respon imun penjamu terhadap virus dengue. Sel-sel yang terinfeksi kebanyakan mati melalui apoptosis dan hanya
sedikit yang melalui nekrosis. Nekrosis mengakibatkan pelepasan produk toksin yang mengaktivasi sistem fibrinolitik dan
koagulasi. Hemopoiesis ditekan sehingga menyebabkan penurunan trombogenitas darah. Produk toksin juga menyebabkan
peningkatan koagulasi dan konsumsi trombosit sehingga terjadi trombositopenia. Bersamaan dengan disfungsi sel endotel,
tingginya kadar virus dalam darah, trombositopenia menyebabkan peningkatan kerapuhan kapiler yang bermanifestasi

6
sebagai petekhie, memar atau pendarahan mukosa saluran cerna.
Infeksi juga menstimulasi berkembangnya antibodi spesifik dan respon imun seluler terhadap virus dengue.Antibodi spesifik
(IgM) bereaksi silang dengan endoteliosit, plasmin dan trombosit, memperkuat peningkatan permeabilitas vaskular dan
koagulopati. Respon imun seluler yang timbul berupa stimulasi sel T yang dapat bereaksi silang dan sel T regulator. Sel T
yang bereaksi silang akan memperlambat bersihan virus dan memproduksi sitokin inflamasi. Tingginya mediator inflamasi
ini menginduksi perubahan pada sel endotel sehingga menyebabkan koagulopati dan kebocoran plasma yang dapat berujung
pada keadaan syok.

4. Plan:
Medikamentosa

- IVFD RA 1500 mL/24 jam


- Paracetamol 3 x 500 mg, Oral
- Ranitidin 2 x 1, IV
- Ondancentron 2 x 4 mg, IV
- Pro rawat penyakit dalam

Non Medikamentosa

- Tirah baring
- Banyak minum
- Monitor tanda-tanda syok dan cek ulang hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit tiap 6-12 jam

7
Follow Up Ruangan:

Tanggal S O A P
11-12- Demam(-), KU : TSS DHF -IVFD RA 1500 mL/24 jam
-Paracetamol 3 x 500 mg, Oral
2016 mual (+), derajat
kesadaran : -Ranitidin 2 x 1, IV
nyeri otot 1 -ondancentron 2 x 4 mg, IV
composmentis,E4M6V5
dan sendi (-)
TD : 110/80 mmHg
Darah Rutin Hasil Nilai Rujukan
N : 84 x/menit
Lekosit 3.8 ribu/uL 5 - 10 ribu/uL
R : 20 x/menit Hemoglobin 14.5 g/dL 13 - 17.5 g/dL

S : 37 C Hematokrit 44 % 40 - 54 %

Trombosit 165 ribu/uL 150 400 ribu/uL


Abdomen :
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : Bising Usus (+), normal
Perkusi : Timpani di seluruh
lapang abdomen
Palpasi : Cembung, nyeri tekan
epigastrium (+)

8
Tanggal S O A P
12-12- Demam(-), KU : TSS DHF -IVFD RA 1500 mL/24 jam
-Paracetamol 3 x 500 mg, Oral
2016 mual (+), derajat
kesadaran : -Ranitidin 2 x 1, IV
nyeri otot dan 1
composmentis,E4M6V5
sendi (-),
nafsu makan TD : 120/70 mmHg Darah Rutin Hasil Nilai Rujukan
membaik N : 80 x/menit Lekosit 3.9 ribu/uL 5 - 10 ribu/uL
Hemoglobin 14.7 g/dL 13 - 17.5 g/dL
R : 20 x/menit
Hematokrit 45 % 40 - 54 %
S : 36,8 C
Trombosit 168 ribu/uL 150 400 ribu/uL
Abdomen :
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : Bising Usus (+), normal
Perkusi : Timpani di seluruh lapang
abdomen
Palpasi : Cembung, nyeri tekan
epigastrium (-)